22 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Jro Gde Sudibya by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
in Esai
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Pemandangan di pantai Desa Kaliasem, Buleleng

Paradigma Baru Industri Pariwisata

Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali “mati suri”, tumbuh negatif 9,3 persen tahun2021 dan tumbuh negatif 3 persen tahun 2022. Krisis iklim yang begitu nyata dengan bencana metrohidrologi: banjir bandang, rob (naiknya permukaan air laut), kebakaran hutan, sehingga etika lingkungan menjadi nilai yang tidak bisa dihindarkan.Tuntutan HAM (Hak Asasi Manusia)  yang begitu menglobal: keadilan ekonomi, ekologi dan keadilan sosial kultural.

Berangkat dari pemikiran di atas, Paradigma baru Industri pariwisata bercirikan.

1.Pariwisata berbasis kesehatan, hyginies tourism, dari lingkungan alam yang sehat dan totalitas pelayanan dengan standar pelayanan kesehatan sesuai standar global.

2.Pariwisata yang bersahabat dan ramah lingkungan -Environmental Frendly Tourism-, berbasis aturan yang jelas: penetapan RTRW (Rencana Tata Ruang, Wilayah) yang bertanggung-jawab, penegakan aturan hukum -law enforcement- yang ketat, merujuk kepada Pariwisata Budaya yang untuk pertama kali dirumuskan dalam Perda Pariwisata Budaya Provinsi Bali tahun 1974.

3.Strategi Pariwisata mesti berkeadilan, bagi masyarakat lokal, keadilan dalam artian ekonomi, ekologi dan sosial kultural.

Jangan sampai industri pariwisata bertumbuh, tetapi masyarakat lokal terpinggirkan secara ekonomi, politik, ekologi dan sosial kultural.

Tantangan Industri Pariwisata Bali

Berdasarkan Jurnalisme Data Kompas, tahun 2024 wisatawan asing datang ke Bali 6,3 juta, wisatawan domestik melintas sekitar 21 juta orang, dengan penduduk Bali 4,5 juta orang. Dengan luas Pulau Bali 5,590 km2 – 5,780 km2, Bali mengalami tekanan ruang yang luar biasa, dengan tingkat kesemrawutan tinggi terutama di wilayah pariwisata Bali Selatan.

Bali mengalami multi krisis akibat industri pariwisata yang tidak dikelola dengan cerdas, bertanggung-jawab dan visioner: krisis sampah, kemacetan lalu lintas yang akut, kriminalitas, rusak parahnya lingkungan dan nyaris tidak bisa dipulihkan terutama di Bali Selatan.

Walaupun angka kedatangan wisatawan terus bertambah, ada tanda-tanda curve industri pariwisata Bali (terutama di Bali Selatan) mengalami kejenuhan, punya kecenderungan menurun -declining-. Para pengambil kebijakan pariwisata dan “stake holders” pariwisata kesannya “membiarkan” risiko ini, tetap “business as usual”. Dengan sikap yang dilandasi bawah sadar, “,tokh turis akan datang” karena keunggulan yang dimiliki Bali.

Tidak mau menyadari dan bahkan tidak mau tahu, “equity brand” Bali telah mengalami kemerosotan. Brand “the Last paradise”, -sorga terakhir- semakin kehilangan “taksu”nya akibat multi krisis yang sedang menimpa Bali. Sejarah industri pariwisata dunia mengajarkan, “tourist resort”yang mengalami kejenuhan menuju ke titik nadir krisis, nyaris tidak bisa dipulihkan, Kalaupun dilakukan upaya pemulihan, memerlukan dana dan upaya besar dalam jangka waktu yang panjang.

Lampu kuning pariwisata Bali terutama di Bali Selatan, semestinya menjadi peringatan – wake up call- untuk melakukan upaya serius dan pembenahan.

Tantangan dan Peluang Pariwisata Bali Utara

1.Belajar dari “kegagalan” pariwisata di Bali Selatan dan mengambil hikmahnya, bak ucapan pepatah: “hanya srigala yang jatuh dalam lubang yang sama berkali-kali”. Ungkapan yang semestinya membangkitkan “Jengah Buleleng”untuk segera berbenah.

2.Menemukan, merumuskan keunggulan komparatif dan kompetitif yang dimiliki Bali Utara dan kemudian menjadi kekuatan dalam pengembangan masa depan pariwisata Bali Utara.

a.Keunggulan kultural, masyarakat yang egaliter, demokratik, cerdas, adaptif terhadap perubahan. Sehingga menjadi “lahan subur” bagi proses belajar berkelanjutan, inovasi dalam semua sisi kehidupan.

b..Keunggulan Alam, barisan Bukit membentang dari Tejakula – Bantiran (Bantiran sekarang masuk wilayah administratif Tabanan), dengan panjang pantai 160 km, merupakan alam terberi (gifted land) ,yang jika dengan cerdas penuh integritas dikelola,punya potensi memberikan kelimpahan bagi warganya.

c.Kontur Alam, pada sebuah “dataran” panjang, dimana angin laut segera “menabrak” Bukit, melahirkan konfigurasi cuaca yang sangat subur untuk pertanian dan wisata.

Peluang bagi Pariwisata Bali Utara

Dengan menemukan kembali keunikan, berbeda dengan Pariwisata Bali Selatan, tantangannya menciptakan narasi baru khas Den Bukit, menyebut beberapa:

1.Wisata Kota Tua Singaraja, mulai dari: rumah Ibunda Bung Karno, Desa Paket Agung, Titik O Pusat Kota Singaraja, dengan narasi yang sangat kaya, kantor Resident Bali – Lombok di era Pemerintahan Hindia Belanda, Gubernur Soenda Ketjil dan sejumlah kemasan cerita lainnya yang punya nilai historis. Turun ke bawah  ke pelabuhan Buleleng, Pelabuhan yang menyejarah, menyebut beberapa: “point of export ” Bali di era pemerintahan Hindia Belanda, tempat turis pertama berlabuh di Bali tahun 1920 dan mengunjungi Tejakula.Pengelana Spanyol Michel Covarubias mendarat tahun 1935 dengan naik sepeda menuju Bali Selatan.

Penulis buku “Island of Bali” buku pertama tentang Bali yang mendunia.

2.Wisata Lovina dan sekitarnya. Dengan  fokus narasi kehidupan Sang Penemu Lovina, Raja Buleleng terakhir cum sastrawan ternama angkatan Pujangga Baru. Plus wisata taman Terumbu Karang dan lumba-lumba yang telah mendunia.

3.Wisata Bahari yang punya potensi luar biasa, dengan garis pantai 160 km. Meniru dan mengembangkan lebih jauh (bench mark) dari keberhasilan wisata di Desa Pemuteran, Desa Les dan Desa-Desa Lainnya.

4.Merujuk Prasasti di Era Bali Pertengahan, Den Bukit merupakan tempat “metirtha yatra” orang-orang suci,  dengan menggali kembali narasi dan spirit ini, semestinya wisata spiritual mampu bertumbuh di Den Bukit.

5.Wisata perdesaan yang punya potensi besar, “padang datar” garis pantai dan “jejer kemiri” Bukit.

Penutup

Dengan uraian singkat di atas, semestinya prospek Pariwisata Bali Utara akan cerah ke depan, waktu terbaik “dauh ayu” astungkara mendekat di “gumi” Buleleng.

Dengan spirit “Jengah Buleleng” dengan retorika “Buleleng Paten”, melahirkan spirit motivasional  untuk meningkatkan kesejahteraan “krama” Den Bukit.

Jejak kesejarahan AA Pandji Tisna sebagai Raja Buleleng terakhir, sebagai Ketua Dewan Raja-Raja di Bali pasca kemerdekaan, menyelenggarakan pertemuan di Tabanan tahun 1948. Salah satu keputusan dalam pertemuan tsb., pasca kemerdekaan kekuasaan tradisional Raja telah berakhir, ada kesempatan untuk mengabdi negeri di bidang ekonomi, kesempatan luas yang tersedia pasca kemerdekaan. Keputusan visioner untuk merespons perubahan dan menatap masa depan.

Pada sebuah kesempatan antropolog ternama Bali Prof.Dr.I Gusti Ngurah Bagus bercerita, bangsawan cum sastrawan ini tahun 1940’an telah membaca buku-buku Svami Vivekananda, rangkaian ceramah Svamiji pasca mengikuti Konferensi Agama-Agama se Dunia di Chicago AS, September 1893.

Menguasai filsafat Veda/Vedanta, mendirikan gedung bioskop MAYA di samping sekolah SMP Bhaktiyasa yang didirikan oleh bangsawan cum sastrawan ini. Maya, adalah kehidupan sementara yang mesti “dinikmati” sebagai sebuah “hiburan” sementara, tanpa terikat padanya, Vairagya dalam pandangan Svamiji. Dengan tujuan final kehidupan dalam bahasa Svamiji, spiritual freedom, kebebasan spiritual, Moksha. Penggambaran sastrawan ini sangat fasih dalam filsafat Veda/Vedanta.

Generasi muda Buleleng bisa banyak belajar dari keteladan “penemu” Lovina ini.

“Semoga pikiran baik datang dari segala penjuru”. [T]

Tags: bali utarabulelengLovinaPariwisatapariwisata bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Futsal Competition IHKA Bali, Pererat Tali Persaudaraan di Lingkungan Housekeeping

Next Post

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

Jro Gde Sudibya

Jro Gde Sudibya

Ketua FPD (Forum Penyadaran Dharma) Denpasar. Sekarang menetap di Banjar Pasek, Desa Tajun, Den Bukit, Bali Utara. Pengarang buku: Hindu Menjawab Dinamika Zaman, Agama Hindu & Budaya Bali (Bunga Rampai Pemikiran), penulis epilog dalam buku: Dharma Agama & Dharma Negara.

Related Posts

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
0
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

Read moreDetails

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
0
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

Read moreDetails

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

by Made Chandra
June 21, 2026
0
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

Read moreDetails

Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

by I Nyoman Tingkat
June 21, 2026
0
Membaca Pesta Kesenian Bali Menjelang 50 Tahun   

PESTA Kesenian Bali (PKB)ke-48 pada 2026 telah dibuka pada Sabtu, 13 Juni 2026 oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Pembukaan tanpa...

Read moreDetails

Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

by Angga Wijaya
June 21, 2026
0
Menitipkan Jembrana kepada Kreator Digital

MAMED Wedanta adalah salah satu pemuda paling jenaka yang pernah lahir di Jembrana. Melihat wajahnya saja orang sudah ingin tertawa....

Read moreDetails

KLAKSON

by Hartanto
June 20, 2026
0
KLAKSON

SETENGAH abad yang lalu, saya paling benci mendengar suara klakson (dulu disebut tuter), mobil atau motor. Pasalnya, manakala itu saya...

Read moreDetails

Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

by Agung Sudarsa
June 20, 2026
0
Political Awareness: Jalan Kesadaran yang Holistik

Spiritualitas Bukan Pelarian dari Kehidupan Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang spiritualitas adalah anggapan bahwa orang spiritual harus menjauh dari urusan...

Read moreDetails

Integritas Itu Soal Salah Hitung Angka atau Salah Hitung Dosa?

by Petrus Imam Prawoto Jati
June 20, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin pagi saya mampir ke pom bensin, dititipi istri saya buat isi motornya yang hampir kosong...

Read moreDetails

Kalau Marx dan Marcuse Ikut Nonton Aksi Demo Mahasiswa “Indonesia Bangkrut”

by Afgan Fadilla
June 18, 2026
0
(Bukan) Demokrasi Kita

DI tengah demonstrasi mahasiswa yang memprotes pemborosan anggaran, kenaikan biaya hidup, dan berbagai proyek pemerintah yang dianggap tidak berpihak kepada...

Read moreDetails

‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

by Pande Susan
June 18, 2026
0
‘Lamak’ dan ‘Maceniga’:Tantangan Praktik Budaya di Tengah Modernitas

SAAT matahari mulai menuju satu garis lurus di atas kepala, derau ritmis mengisi ruang di bawah atap Bale Daja rumahku...

Read moreDetails
Next Post
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa”  —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Ketika Sastra Menyatukan Dua Saudara dalam “Putra Cahyaning Kulawandu Wandawa” —Taman Penasar Duta Kabupaten Klungkung di Pesta Kesenian Bali 2026

KEMATIAN Bapa Gunung seharusnya menjadi saat bagi keluarganya untuk bersatu. Namun yang terjadi malah sebaliknya. Di tengah persiapan ngaben, I...

by Dede Putra Wiguna
June 22, 2026
Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery
Pameran

Mahendra Mangku Pameran Sekaligus Mengurai Kenangan di Komaneka Fine Art Gallery

SORE hari, Sabtu 20 Juni 2026 orang-orang pecinta seni, khususnya seni lukis tampak bergerak ke arah timur tepatnya ke Komaneka...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Sanggar Gamelan Suling Gita Semara, Duta Palegongan Klasik Gianyar, Siapkan Rekonstruksi Kesenian Era 1970-an di Pesta Kesenian Bali 2026

KETIKA memasuki salah satu rumah warga di Jalan Serongga No. 31, Banjar Tengah Kanginan, Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, mata dan...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar
Tualang

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

by Made Wirya
June 21, 2026
Lubang | Cerpen Asmaran Dani
Cerpen

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

by Asmaran Dani
June 21, 2026
Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi
Puisi

Puisi-puisi Mahesa Putra | Orkestra Dapur Evolusi Manusia Gemoi

Pelancong Gersang Aku berhenti memikirkanmu.Jam-jam yang meruntuhkan angka-angka;berlarian masuk rumah. Aku berhenti memikirkanmu.Sejak kamu menggulir layar begitu pagi,memanen percakapan tentang...

by Mahesa Putra
June 21, 2026
Tawuran SD dan Gagalnya Pendidikan Holistik: Cermin Retak Indonesia Emas 2045
Esai

Titik Nol, Titik Awal Singaraja —Membangun Kota, Memuliakan Ingatan

"Selama ini kita membangun sekolah di dalam kota. Sudah saatnya kita membangun kota sebagai sekolah." Kalimat itu mungkin terdengar sederhana....

by Dewa Rhadea
June 21, 2026
Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar
Esai

Kritik Seni yang Sependek Feed Instagram dan Kolom Komentar

10 tahun lalu, rubrik perihal kritik seni masih tersusun padat, dengan desain layout yang sebisa mungkin berpihak pada kelengkapan informasi...

by Made Chandra
June 21, 2026
“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total
Panggung

“Aji Pemalik Sumpah” dari Sekaa Dramatari Arja Sudhamala di Pesta Kesenian Bali 2026: Pertama dan Total

SEKAA Dramatari Arja Sudhamala ini baru pertamakali pentas di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB). Bahkan, sekaa kesenian tradisional Bali yang...

by Nyoman Budarsana
June 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co