2 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Jro Gde Sudibya by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
in Esai
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Pemandangan di pantai Desa Kaliasem, Buleleng

Paradigma Baru Industri Pariwisata

Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali “mati suri”, tumbuh negatif 9,3 persen tahun2021 dan tumbuh negatif 3 persen tahun 2022. Krisis iklim yang begitu nyata dengan bencana metrohidrologi: banjir bandang, rob (naiknya permukaan air laut), kebakaran hutan, sehingga etika lingkungan menjadi nilai yang tidak bisa dihindarkan.Tuntutan HAM (Hak Asasi Manusia)  yang begitu menglobal: keadilan ekonomi, ekologi dan keadilan sosial kultural.

Berangkat dari pemikiran di atas, Paradigma baru Industri pariwisata bercirikan.

1.Pariwisata berbasis kesehatan, hyginies tourism, dari lingkungan alam yang sehat dan totalitas pelayanan dengan standar pelayanan kesehatan sesuai standar global.

2.Pariwisata yang bersahabat dan ramah lingkungan -Environmental Frendly Tourism-, berbasis aturan yang jelas: penetapan RTRW (Rencana Tata Ruang, Wilayah) yang bertanggung-jawab, penegakan aturan hukum -law enforcement- yang ketat, merujuk kepada Pariwisata Budaya yang untuk pertama kali dirumuskan dalam Perda Pariwisata Budaya Provinsi Bali tahun 1974.

3.Strategi Pariwisata mesti berkeadilan, bagi masyarakat lokal, keadilan dalam artian ekonomi, ekologi dan sosial kultural.

Jangan sampai industri pariwisata bertumbuh, tetapi masyarakat lokal terpinggirkan secara ekonomi, politik, ekologi dan sosial kultural.

Tantangan Industri Pariwisata Bali

Berdasarkan Jurnalisme Data Kompas, tahun 2024 wisatawan asing datang ke Bali 6,3 juta, wisatawan domestik melintas sekitar 21 juta orang, dengan penduduk Bali 4,5 juta orang. Dengan luas Pulau Bali 5,590 km2 – 5,780 km2, Bali mengalami tekanan ruang yang luar biasa, dengan tingkat kesemrawutan tinggi terutama di wilayah pariwisata Bali Selatan.

Bali mengalami multi krisis akibat industri pariwisata yang tidak dikelola dengan cerdas, bertanggung-jawab dan visioner: krisis sampah, kemacetan lalu lintas yang akut, kriminalitas, rusak parahnya lingkungan dan nyaris tidak bisa dipulihkan terutama di Bali Selatan.

Walaupun angka kedatangan wisatawan terus bertambah, ada tanda-tanda curve industri pariwisata Bali (terutama di Bali Selatan) mengalami kejenuhan, punya kecenderungan menurun -declining-. Para pengambil kebijakan pariwisata dan “stake holders” pariwisata kesannya “membiarkan” risiko ini, tetap “business as usual”. Dengan sikap yang dilandasi bawah sadar, “,tokh turis akan datang” karena keunggulan yang dimiliki Bali.

Tidak mau menyadari dan bahkan tidak mau tahu, “equity brand” Bali telah mengalami kemerosotan. Brand “the Last paradise”, -sorga terakhir- semakin kehilangan “taksu”nya akibat multi krisis yang sedang menimpa Bali. Sejarah industri pariwisata dunia mengajarkan, “tourist resort”yang mengalami kejenuhan menuju ke titik nadir krisis, nyaris tidak bisa dipulihkan, Kalaupun dilakukan upaya pemulihan, memerlukan dana dan upaya besar dalam jangka waktu yang panjang.

Lampu kuning pariwisata Bali terutama di Bali Selatan, semestinya menjadi peringatan – wake up call- untuk melakukan upaya serius dan pembenahan.

Tantangan dan Peluang Pariwisata Bali Utara

1.Belajar dari “kegagalan” pariwisata di Bali Selatan dan mengambil hikmahnya, bak ucapan pepatah: “hanya srigala yang jatuh dalam lubang yang sama berkali-kali”. Ungkapan yang semestinya membangkitkan “Jengah Buleleng”untuk segera berbenah.

2.Menemukan, merumuskan keunggulan komparatif dan kompetitif yang dimiliki Bali Utara dan kemudian menjadi kekuatan dalam pengembangan masa depan pariwisata Bali Utara.

a.Keunggulan kultural, masyarakat yang egaliter, demokratik, cerdas, adaptif terhadap perubahan. Sehingga menjadi “lahan subur” bagi proses belajar berkelanjutan, inovasi dalam semua sisi kehidupan.

b..Keunggulan Alam, barisan Bukit membentang dari Tejakula – Bantiran (Bantiran sekarang masuk wilayah administratif Tabanan), dengan panjang pantai 160 km, merupakan alam terberi (gifted land) ,yang jika dengan cerdas penuh integritas dikelola,punya potensi memberikan kelimpahan bagi warganya.

c.Kontur Alam, pada sebuah “dataran” panjang, dimana angin laut segera “menabrak” Bukit, melahirkan konfigurasi cuaca yang sangat subur untuk pertanian dan wisata.

Peluang bagi Pariwisata Bali Utara

Dengan menemukan kembali keunikan, berbeda dengan Pariwisata Bali Selatan, tantangannya menciptakan narasi baru khas Den Bukit, menyebut beberapa:

1.Wisata Kota Tua Singaraja, mulai dari: rumah Ibunda Bung Karno, Desa Paket Agung, Titik O Pusat Kota Singaraja, dengan narasi yang sangat kaya, kantor Resident Bali – Lombok di era Pemerintahan Hindia Belanda, Gubernur Soenda Ketjil dan sejumlah kemasan cerita lainnya yang punya nilai historis. Turun ke bawah  ke pelabuhan Buleleng, Pelabuhan yang menyejarah, menyebut beberapa: “point of export ” Bali di era pemerintahan Hindia Belanda, tempat turis pertama berlabuh di Bali tahun 1920 dan mengunjungi Tejakula.Pengelana Spanyol Michel Covarubias mendarat tahun 1935 dengan naik sepeda menuju Bali Selatan.

Penulis buku “Island of Bali” buku pertama tentang Bali yang mendunia.

2.Wisata Lovina dan sekitarnya. Dengan  fokus narasi kehidupan Sang Penemu Lovina, Raja Buleleng terakhir cum sastrawan ternama angkatan Pujangga Baru. Plus wisata taman Terumbu Karang dan lumba-lumba yang telah mendunia.

3.Wisata Bahari yang punya potensi luar biasa, dengan garis pantai 160 km. Meniru dan mengembangkan lebih jauh (bench mark) dari keberhasilan wisata di Desa Pemuteran, Desa Les dan Desa-Desa Lainnya.

4.Merujuk Prasasti di Era Bali Pertengahan, Den Bukit merupakan tempat “metirtha yatra” orang-orang suci,  dengan menggali kembali narasi dan spirit ini, semestinya wisata spiritual mampu bertumbuh di Den Bukit.

5.Wisata perdesaan yang punya potensi besar, “padang datar” garis pantai dan “jejer kemiri” Bukit.

Penutup

Dengan uraian singkat di atas, semestinya prospek Pariwisata Bali Utara akan cerah ke depan, waktu terbaik “dauh ayu” astungkara mendekat di “gumi” Buleleng.

Dengan spirit “Jengah Buleleng” dengan retorika “Buleleng Paten”, melahirkan spirit motivasional  untuk meningkatkan kesejahteraan “krama” Den Bukit.

Jejak kesejarahan AA Pandji Tisna sebagai Raja Buleleng terakhir, sebagai Ketua Dewan Raja-Raja di Bali pasca kemerdekaan, menyelenggarakan pertemuan di Tabanan tahun 1948. Salah satu keputusan dalam pertemuan tsb., pasca kemerdekaan kekuasaan tradisional Raja telah berakhir, ada kesempatan untuk mengabdi negeri di bidang ekonomi, kesempatan luas yang tersedia pasca kemerdekaan. Keputusan visioner untuk merespons perubahan dan menatap masa depan.

Pada sebuah kesempatan antropolog ternama Bali Prof.Dr.I Gusti Ngurah Bagus bercerita, bangsawan cum sastrawan ini tahun 1940’an telah membaca buku-buku Svami Vivekananda, rangkaian ceramah Svamiji pasca mengikuti Konferensi Agama-Agama se Dunia di Chicago AS, September 1893.

Menguasai filsafat Veda/Vedanta, mendirikan gedung bioskop MAYA di samping sekolah SMP Bhaktiyasa yang didirikan oleh bangsawan cum sastrawan ini. Maya, adalah kehidupan sementara yang mesti “dinikmati” sebagai sebuah “hiburan” sementara, tanpa terikat padanya, Vairagya dalam pandangan Svamiji. Dengan tujuan final kehidupan dalam bahasa Svamiji, spiritual freedom, kebebasan spiritual, Moksha. Penggambaran sastrawan ini sangat fasih dalam filsafat Veda/Vedanta.

Generasi muda Buleleng bisa banyak belajar dari keteladan “penemu” Lovina ini.

“Semoga pikiran baik datang dari segala penjuru”. [T]

Tags: bali utarabulelengLovinaPariwisatapariwisata bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Futsal Competition IHKA Bali, Pererat Tali Persaudaraan di Lingkungan Housekeeping

Next Post

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

Jro Gde Sudibya

Jro Gde Sudibya

Ketua FPD (Forum Penyadaran Dharma) Denpasar. Sekarang menetap di Banjar Pasek, Desa Tajun, Den Bukit, Bali Utara. Pengarang buku: Hindu Menjawab Dinamika Zaman, Agama Hindu & Budaya Bali (Bunga Rampai Pemikiran), penulis epilog dalam buku: Dharma Agama & Dharma Negara.

Related Posts

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails

Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

by IGP Weda Adi Wangsa
May 30, 2026
0
Dari Candi Pustaka hingga Monumen Puja: Jejak Spiritualitas Ida Sri Pandita Buddha Raksitha

CANDI Pustaka merupakan istilah yang sering dipakai oleh seorang rakawi (penyair sastra Jawa Kuno) untuk menyebut karya sastranya sebagai medium...

Read moreDetails

Memang Pasar Malam

by Angga Wijaya
May 30, 2026
0
Memang Pasar Malam

BUKAN di sebuah kota kabupaten di Jawa. Bukan pula di lapangan alun-alun yang hanya ramai ketika ada perayaan tertentu. Pasar...

Read moreDetails

Kuta dan Peradaban Palegongan: Radikalisme Estetika di Ambang Pesisir

by I Gusti Made Darma Putra
May 29, 2026
0
Arsip Visual Ada, Arsip Pemikiran Tiada

KETIKA dunia menyebut Kuta hari ini, ingatan kolektif yang muncul hampir selalu seragam, pesisir yang riuh, lanskap global pariwisata, komodifikasi...

Read moreDetails

‘Magnifica Humanitas’ sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

by Ruben Cornelius Siagian
May 29, 2026
0
‘Magnifica Humanitas’ sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

TERBITNYA ensiklik Magnifica Humanitas: On Safeguarding the Human Person in the Time of Artificial Intelligence karya Paus Leo XIV menandai...

Read moreDetails
Next Post
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati
Khas

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

by Emi Suy
June 1, 2026
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif
Esai

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara
Budaya

Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

BAYANGKAN sebuah dunia tanpa warna, tanpa garis, dan tanpa bayangan sejak pertama kali kamu membuka mata di dunia. Bagi kebanyakan...

by Satria Aditya
May 31, 2026
Radio Tua Kakek Panjul
Dongeng

Radio Tua Kakek Panjul

PAGI di Desa Muncuk Sari selalu datang dengan cara yang sama. Perlahan, lembut, seperti tangan yang membelai tanpa suara. Kabut...

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi
Cerpen

Si Cantik dan TV | Cerpen  Ayu Ugie Pratiwi

DULU ketika aku masih kecil, aku mendengar kisah tentang cinta pertama Ayah. Aku tidak tahu apa aku boleh mendengar kisah...

by Ayu Ugie Pratiwi
May 31, 2026
Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu
Puisi

Puisi-puisi Muammar Qadafi Muhajir | Kelambu

Kelambu Suatu hari, aku bicara dengan kelambuDia berkeluh kesah tentangmalam itu doa-doakutidak sengaja tersangkut di ketiaknyaIa bilang ia khilaf dan...

by Muammar Qadafi Muhajir
May 31, 2026
Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya
Ulas Buku

Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya

SAYA masih ingat pertemuan pertama dengan Angga Wijaya di sebuah rumah sakit besar di Denpasar, bertahun-tahun lalu, ketika saya masih...

by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
May 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co