3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Jro Gde Sudibya by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
in Esai
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Pemandangan di pantai Desa Kaliasem, Buleleng

Paradigma Baru Industri Pariwisata

Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali “mati suri”, tumbuh negatif 9,3 persen tahun2021 dan tumbuh negatif 3 persen tahun 2022. Krisis iklim yang begitu nyata dengan bencana metrohidrologi: banjir bandang, rob (naiknya permukaan air laut), kebakaran hutan, sehingga etika lingkungan menjadi nilai yang tidak bisa dihindarkan.Tuntutan HAM (Hak Asasi Manusia)  yang begitu menglobal: keadilan ekonomi, ekologi dan keadilan sosial kultural.

Berangkat dari pemikiran di atas, Paradigma baru Industri pariwisata bercirikan.

1.Pariwisata berbasis kesehatan, hyginies tourism, dari lingkungan alam yang sehat dan totalitas pelayanan dengan standar pelayanan kesehatan sesuai standar global.

2.Pariwisata yang bersahabat dan ramah lingkungan -Environmental Frendly Tourism-, berbasis aturan yang jelas: penetapan RTRW (Rencana Tata Ruang, Wilayah) yang bertanggung-jawab, penegakan aturan hukum -law enforcement- yang ketat, merujuk kepada Pariwisata Budaya yang untuk pertama kali dirumuskan dalam Perda Pariwisata Budaya Provinsi Bali tahun 1974.

3.Strategi Pariwisata mesti berkeadilan, bagi masyarakat lokal, keadilan dalam artian ekonomi, ekologi dan sosial kultural.

Jangan sampai industri pariwisata bertumbuh, tetapi masyarakat lokal terpinggirkan secara ekonomi, politik, ekologi dan sosial kultural.

Tantangan Industri Pariwisata Bali

Berdasarkan Jurnalisme Data Kompas, tahun 2024 wisatawan asing datang ke Bali 6,3 juta, wisatawan domestik melintas sekitar 21 juta orang, dengan penduduk Bali 4,5 juta orang. Dengan luas Pulau Bali 5,590 km2 – 5,780 km2, Bali mengalami tekanan ruang yang luar biasa, dengan tingkat kesemrawutan tinggi terutama di wilayah pariwisata Bali Selatan.

Bali mengalami multi krisis akibat industri pariwisata yang tidak dikelola dengan cerdas, bertanggung-jawab dan visioner: krisis sampah, kemacetan lalu lintas yang akut, kriminalitas, rusak parahnya lingkungan dan nyaris tidak bisa dipulihkan terutama di Bali Selatan.

Walaupun angka kedatangan wisatawan terus bertambah, ada tanda-tanda curve industri pariwisata Bali (terutama di Bali Selatan) mengalami kejenuhan, punya kecenderungan menurun -declining-. Para pengambil kebijakan pariwisata dan “stake holders” pariwisata kesannya “membiarkan” risiko ini, tetap “business as usual”. Dengan sikap yang dilandasi bawah sadar, “,tokh turis akan datang” karena keunggulan yang dimiliki Bali.

Tidak mau menyadari dan bahkan tidak mau tahu, “equity brand” Bali telah mengalami kemerosotan. Brand “the Last paradise”, -sorga terakhir- semakin kehilangan “taksu”nya akibat multi krisis yang sedang menimpa Bali. Sejarah industri pariwisata dunia mengajarkan, “tourist resort”yang mengalami kejenuhan menuju ke titik nadir krisis, nyaris tidak bisa dipulihkan, Kalaupun dilakukan upaya pemulihan, memerlukan dana dan upaya besar dalam jangka waktu yang panjang.

Lampu kuning pariwisata Bali terutama di Bali Selatan, semestinya menjadi peringatan – wake up call- untuk melakukan upaya serius dan pembenahan.

Tantangan dan Peluang Pariwisata Bali Utara

1.Belajar dari “kegagalan” pariwisata di Bali Selatan dan mengambil hikmahnya, bak ucapan pepatah: “hanya srigala yang jatuh dalam lubang yang sama berkali-kali”. Ungkapan yang semestinya membangkitkan “Jengah Buleleng”untuk segera berbenah.

2.Menemukan, merumuskan keunggulan komparatif dan kompetitif yang dimiliki Bali Utara dan kemudian menjadi kekuatan dalam pengembangan masa depan pariwisata Bali Utara.

a.Keunggulan kultural, masyarakat yang egaliter, demokratik, cerdas, adaptif terhadap perubahan. Sehingga menjadi “lahan subur” bagi proses belajar berkelanjutan, inovasi dalam semua sisi kehidupan.

b..Keunggulan Alam, barisan Bukit membentang dari Tejakula – Bantiran (Bantiran sekarang masuk wilayah administratif Tabanan), dengan panjang pantai 160 km, merupakan alam terberi (gifted land) ,yang jika dengan cerdas penuh integritas dikelola,punya potensi memberikan kelimpahan bagi warganya.

c.Kontur Alam, pada sebuah “dataran” panjang, dimana angin laut segera “menabrak” Bukit, melahirkan konfigurasi cuaca yang sangat subur untuk pertanian dan wisata.

Peluang bagi Pariwisata Bali Utara

Dengan menemukan kembali keunikan, berbeda dengan Pariwisata Bali Selatan, tantangannya menciptakan narasi baru khas Den Bukit, menyebut beberapa:

1.Wisata Kota Tua Singaraja, mulai dari: rumah Ibunda Bung Karno, Desa Paket Agung, Titik O Pusat Kota Singaraja, dengan narasi yang sangat kaya, kantor Resident Bali – Lombok di era Pemerintahan Hindia Belanda, Gubernur Soenda Ketjil dan sejumlah kemasan cerita lainnya yang punya nilai historis. Turun ke bawah  ke pelabuhan Buleleng, Pelabuhan yang menyejarah, menyebut beberapa: “point of export ” Bali di era pemerintahan Hindia Belanda, tempat turis pertama berlabuh di Bali tahun 1920 dan mengunjungi Tejakula.Pengelana Spanyol Michel Covarubias mendarat tahun 1935 dengan naik sepeda menuju Bali Selatan.

Penulis buku “Island of Bali” buku pertama tentang Bali yang mendunia.

2.Wisata Lovina dan sekitarnya. Dengan  fokus narasi kehidupan Sang Penemu Lovina, Raja Buleleng terakhir cum sastrawan ternama angkatan Pujangga Baru. Plus wisata taman Terumbu Karang dan lumba-lumba yang telah mendunia.

3.Wisata Bahari yang punya potensi luar biasa, dengan garis pantai 160 km. Meniru dan mengembangkan lebih jauh (bench mark) dari keberhasilan wisata di Desa Pemuteran, Desa Les dan Desa-Desa Lainnya.

4.Merujuk Prasasti di Era Bali Pertengahan, Den Bukit merupakan tempat “metirtha yatra” orang-orang suci,  dengan menggali kembali narasi dan spirit ini, semestinya wisata spiritual mampu bertumbuh di Den Bukit.

5.Wisata perdesaan yang punya potensi besar, “padang datar” garis pantai dan “jejer kemiri” Bukit.

Penutup

Dengan uraian singkat di atas, semestinya prospek Pariwisata Bali Utara akan cerah ke depan, waktu terbaik “dauh ayu” astungkara mendekat di “gumi” Buleleng.

Dengan spirit “Jengah Buleleng” dengan retorika “Buleleng Paten”, melahirkan spirit motivasional  untuk meningkatkan kesejahteraan “krama” Den Bukit.

Jejak kesejarahan AA Pandji Tisna sebagai Raja Buleleng terakhir, sebagai Ketua Dewan Raja-Raja di Bali pasca kemerdekaan, menyelenggarakan pertemuan di Tabanan tahun 1948. Salah satu keputusan dalam pertemuan tsb., pasca kemerdekaan kekuasaan tradisional Raja telah berakhir, ada kesempatan untuk mengabdi negeri di bidang ekonomi, kesempatan luas yang tersedia pasca kemerdekaan. Keputusan visioner untuk merespons perubahan dan menatap masa depan.

Pada sebuah kesempatan antropolog ternama Bali Prof.Dr.I Gusti Ngurah Bagus bercerita, bangsawan cum sastrawan ini tahun 1940’an telah membaca buku-buku Svami Vivekananda, rangkaian ceramah Svamiji pasca mengikuti Konferensi Agama-Agama se Dunia di Chicago AS, September 1893.

Menguasai filsafat Veda/Vedanta, mendirikan gedung bioskop MAYA di samping sekolah SMP Bhaktiyasa yang didirikan oleh bangsawan cum sastrawan ini. Maya, adalah kehidupan sementara yang mesti “dinikmati” sebagai sebuah “hiburan” sementara, tanpa terikat padanya, Vairagya dalam pandangan Svamiji. Dengan tujuan final kehidupan dalam bahasa Svamiji, spiritual freedom, kebebasan spiritual, Moksha. Penggambaran sastrawan ini sangat fasih dalam filsafat Veda/Vedanta.

Generasi muda Buleleng bisa banyak belajar dari keteladan “penemu” Lovina ini.

“Semoga pikiran baik datang dari segala penjuru”. [T]

Tags: bali utarabulelengLovinaPariwisatapariwisata bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Futsal Competition IHKA Bali, Pererat Tali Persaudaraan di Lingkungan Housekeeping

Next Post

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

Jro Gde Sudibya

Jro Gde Sudibya

Ketua FPD (Forum Penyadaran Dharma) Denpasar. Sekarang menetap di Banjar Pasek, Desa Tajun, Den Bukit, Bali Utara. Pengarang buku: Hindu Menjawab Dinamika Zaman, Agama Hindu & Budaya Bali (Bunga Rampai Pemikiran), penulis epilog dalam buku: Dharma Agama & Dharma Negara.

Related Posts

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails
Next Post
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co