23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Jro Gde Sudibya by Jro Gde Sudibya
April 20, 2026
in Esai
Tantangan Pariwisata Bali Utara dalam Paradigma Baru Industri Pariwisata

Pemandangan di pantai Desa Kaliasem, Buleleng

Paradigma Baru Industri Pariwisata

Pasca Pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian Bali, Industri Pariwisata Bali “mati suri”, tumbuh negatif 9,3 persen tahun2021 dan tumbuh negatif 3 persen tahun 2022. Krisis iklim yang begitu nyata dengan bencana metrohidrologi: banjir bandang, rob (naiknya permukaan air laut), kebakaran hutan, sehingga etika lingkungan menjadi nilai yang tidak bisa dihindarkan.Tuntutan HAM (Hak Asasi Manusia)  yang begitu menglobal: keadilan ekonomi, ekologi dan keadilan sosial kultural.

Berangkat dari pemikiran di atas, Paradigma baru Industri pariwisata bercirikan.

1.Pariwisata berbasis kesehatan, hyginies tourism, dari lingkungan alam yang sehat dan totalitas pelayanan dengan standar pelayanan kesehatan sesuai standar global.

2.Pariwisata yang bersahabat dan ramah lingkungan -Environmental Frendly Tourism-, berbasis aturan yang jelas: penetapan RTRW (Rencana Tata Ruang, Wilayah) yang bertanggung-jawab, penegakan aturan hukum -law enforcement- yang ketat, merujuk kepada Pariwisata Budaya yang untuk pertama kali dirumuskan dalam Perda Pariwisata Budaya Provinsi Bali tahun 1974.

3.Strategi Pariwisata mesti berkeadilan, bagi masyarakat lokal, keadilan dalam artian ekonomi, ekologi dan sosial kultural.

Jangan sampai industri pariwisata bertumbuh, tetapi masyarakat lokal terpinggirkan secara ekonomi, politik, ekologi dan sosial kultural.

Tantangan Industri Pariwisata Bali

Berdasarkan Jurnalisme Data Kompas, tahun 2024 wisatawan asing datang ke Bali 6,3 juta, wisatawan domestik melintas sekitar 21 juta orang, dengan penduduk Bali 4,5 juta orang. Dengan luas Pulau Bali 5,590 km2 – 5,780 km2, Bali mengalami tekanan ruang yang luar biasa, dengan tingkat kesemrawutan tinggi terutama di wilayah pariwisata Bali Selatan.

Bali mengalami multi krisis akibat industri pariwisata yang tidak dikelola dengan cerdas, bertanggung-jawab dan visioner: krisis sampah, kemacetan lalu lintas yang akut, kriminalitas, rusak parahnya lingkungan dan nyaris tidak bisa dipulihkan terutama di Bali Selatan.

Walaupun angka kedatangan wisatawan terus bertambah, ada tanda-tanda curve industri pariwisata Bali (terutama di Bali Selatan) mengalami kejenuhan, punya kecenderungan menurun -declining-. Para pengambil kebijakan pariwisata dan “stake holders” pariwisata kesannya “membiarkan” risiko ini, tetap “business as usual”. Dengan sikap yang dilandasi bawah sadar, “,tokh turis akan datang” karena keunggulan yang dimiliki Bali.

Tidak mau menyadari dan bahkan tidak mau tahu, “equity brand” Bali telah mengalami kemerosotan. Brand “the Last paradise”, -sorga terakhir- semakin kehilangan “taksu”nya akibat multi krisis yang sedang menimpa Bali. Sejarah industri pariwisata dunia mengajarkan, “tourist resort”yang mengalami kejenuhan menuju ke titik nadir krisis, nyaris tidak bisa dipulihkan, Kalaupun dilakukan upaya pemulihan, memerlukan dana dan upaya besar dalam jangka waktu yang panjang.

Lampu kuning pariwisata Bali terutama di Bali Selatan, semestinya menjadi peringatan – wake up call- untuk melakukan upaya serius dan pembenahan.

Tantangan dan Peluang Pariwisata Bali Utara

1.Belajar dari “kegagalan” pariwisata di Bali Selatan dan mengambil hikmahnya, bak ucapan pepatah: “hanya srigala yang jatuh dalam lubang yang sama berkali-kali”. Ungkapan yang semestinya membangkitkan “Jengah Buleleng”untuk segera berbenah.

2.Menemukan, merumuskan keunggulan komparatif dan kompetitif yang dimiliki Bali Utara dan kemudian menjadi kekuatan dalam pengembangan masa depan pariwisata Bali Utara.

a.Keunggulan kultural, masyarakat yang egaliter, demokratik, cerdas, adaptif terhadap perubahan. Sehingga menjadi “lahan subur” bagi proses belajar berkelanjutan, inovasi dalam semua sisi kehidupan.

b..Keunggulan Alam, barisan Bukit membentang dari Tejakula – Bantiran (Bantiran sekarang masuk wilayah administratif Tabanan), dengan panjang pantai 160 km, merupakan alam terberi (gifted land) ,yang jika dengan cerdas penuh integritas dikelola,punya potensi memberikan kelimpahan bagi warganya.

c.Kontur Alam, pada sebuah “dataran” panjang, dimana angin laut segera “menabrak” Bukit, melahirkan konfigurasi cuaca yang sangat subur untuk pertanian dan wisata.

Peluang bagi Pariwisata Bali Utara

Dengan menemukan kembali keunikan, berbeda dengan Pariwisata Bali Selatan, tantangannya menciptakan narasi baru khas Den Bukit, menyebut beberapa:

1.Wisata Kota Tua Singaraja, mulai dari: rumah Ibunda Bung Karno, Desa Paket Agung, Titik O Pusat Kota Singaraja, dengan narasi yang sangat kaya, kantor Resident Bali – Lombok di era Pemerintahan Hindia Belanda, Gubernur Soenda Ketjil dan sejumlah kemasan cerita lainnya yang punya nilai historis. Turun ke bawah  ke pelabuhan Buleleng, Pelabuhan yang menyejarah, menyebut beberapa: “point of export ” Bali di era pemerintahan Hindia Belanda, tempat turis pertama berlabuh di Bali tahun 1920 dan mengunjungi Tejakula.Pengelana Spanyol Michel Covarubias mendarat tahun 1935 dengan naik sepeda menuju Bali Selatan.

Penulis buku “Island of Bali” buku pertama tentang Bali yang mendunia.

2.Wisata Lovina dan sekitarnya. Dengan  fokus narasi kehidupan Sang Penemu Lovina, Raja Buleleng terakhir cum sastrawan ternama angkatan Pujangga Baru. Plus wisata taman Terumbu Karang dan lumba-lumba yang telah mendunia.

3.Wisata Bahari yang punya potensi luar biasa, dengan garis pantai 160 km. Meniru dan mengembangkan lebih jauh (bench mark) dari keberhasilan wisata di Desa Pemuteran, Desa Les dan Desa-Desa Lainnya.

4.Merujuk Prasasti di Era Bali Pertengahan, Den Bukit merupakan tempat “metirtha yatra” orang-orang suci,  dengan menggali kembali narasi dan spirit ini, semestinya wisata spiritual mampu bertumbuh di Den Bukit.

5.Wisata perdesaan yang punya potensi besar, “padang datar” garis pantai dan “jejer kemiri” Bukit.

Penutup

Dengan uraian singkat di atas, semestinya prospek Pariwisata Bali Utara akan cerah ke depan, waktu terbaik “dauh ayu” astungkara mendekat di “gumi” Buleleng.

Dengan spirit “Jengah Buleleng” dengan retorika “Buleleng Paten”, melahirkan spirit motivasional  untuk meningkatkan kesejahteraan “krama” Den Bukit.

Jejak kesejarahan AA Pandji Tisna sebagai Raja Buleleng terakhir, sebagai Ketua Dewan Raja-Raja di Bali pasca kemerdekaan, menyelenggarakan pertemuan di Tabanan tahun 1948. Salah satu keputusan dalam pertemuan tsb., pasca kemerdekaan kekuasaan tradisional Raja telah berakhir, ada kesempatan untuk mengabdi negeri di bidang ekonomi, kesempatan luas yang tersedia pasca kemerdekaan. Keputusan visioner untuk merespons perubahan dan menatap masa depan.

Pada sebuah kesempatan antropolog ternama Bali Prof.Dr.I Gusti Ngurah Bagus bercerita, bangsawan cum sastrawan ini tahun 1940’an telah membaca buku-buku Svami Vivekananda, rangkaian ceramah Svamiji pasca mengikuti Konferensi Agama-Agama se Dunia di Chicago AS, September 1893.

Menguasai filsafat Veda/Vedanta, mendirikan gedung bioskop MAYA di samping sekolah SMP Bhaktiyasa yang didirikan oleh bangsawan cum sastrawan ini. Maya, adalah kehidupan sementara yang mesti “dinikmati” sebagai sebuah “hiburan” sementara, tanpa terikat padanya, Vairagya dalam pandangan Svamiji. Dengan tujuan final kehidupan dalam bahasa Svamiji, spiritual freedom, kebebasan spiritual, Moksha. Penggambaran sastrawan ini sangat fasih dalam filsafat Veda/Vedanta.

Generasi muda Buleleng bisa banyak belajar dari keteladan “penemu” Lovina ini.

“Semoga pikiran baik datang dari segala penjuru”. [T]

Tags: bali utarabulelengLovinaPariwisatapariwisata bali
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Futsal Competition IHKA Bali, Pererat Tali Persaudaraan di Lingkungan Housekeeping

Next Post

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

Jro Gde Sudibya

Jro Gde Sudibya

Ketua FPD (Forum Penyadaran Dharma) Denpasar. Sekarang menetap di Banjar Pasek, Desa Tajun, Den Bukit, Bali Utara. Pengarang buku: Hindu Menjawab Dinamika Zaman, Agama Hindu & Budaya Bali (Bunga Rampai Pemikiran), penulis epilog dalam buku: Dharma Agama & Dharma Negara.

Related Posts

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails

Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

by I Wayan Yudana
October 19, 2026
0
Wajah Baru Pendidikan Pasca-“Mekemit” di SPBU

ADA pemandangan yang belakangan terasa tidak biasa di Bali. Orang-orang rela antre berjam-jam di SPBU, bahkan bertahan hingga malam, demi...

Read moreDetails
Next Post
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Mungkinkah Budaya Adiluhung Baduy Rusak karena Pengaruh Digitalisasi dan Destinasi Wisata?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co