24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hadiah Ole | Cerpen Nurjaya PM

Nurjaya PM by Nurjaya PM
December 2, 2023
in Cerpen
Hadiah Ole | Cerpen Nurjaya PM

Ilustrasi tatkala.co

KILAU silver rambut Ole diisorot bulan purnama kelima. Rambutnya terurai sebahu, selalu seperti itu. Punggungnya bersandar pada daun pintu berukir Bali. Ia sibuk memotong kuku yang mulai melengkung.

“Sudah jangan atur aku!”  Mata Ole melotot ke arah anaknya.

“Tapi itu pamali!” kata anaknya melengking

Ole hanya diam. Usai memotong kuku, dia tetap melanjutkan membaca buku-buku yang mengantri menumpuk di sebelahnya. Batu akik merah di jari tengahnya menyangga buku yang sampulnya sudah koyak. Sesekali matanya menyorot malam sawah di depan rumahnya. Sesekali bibirnya mengucap-ucap sesuatu, entah apa. Rambutnya yang terurai diikatnya. Asap menyembur dari bibirnya. Disemburkan ke langit. Awan merayap dari bukit Gitgit menyerbu pesisir Pantai Penimbangan. Air mulai menetes, semakin deras. Sawah yang tanahnya mulai retak mulai meneguk air.

Hujan guntur semalaman menyisakan banyak problema, termasuk mengapa rambut Ole kembali digerai. Matahari kembali terasa lebih dekat di Buleleng. Menyengat. Saban malam anaknya selalu marah, ingat pesan Guru Agama di sekolah yang mengatakan pamali kalau menggerai rambut malam hari. Ole tetap saja acuh.

“Bu, aku muak memberitahu suamimu masalah rambut!” kata anaknya sembari menaruh piring nasi yang berbahan logam itu. “Aku merasa jijik melihatnya, saat makan, saat ngobrol, saat sembahyang selalu terurai, itu tidak rapi sama sekali!”

Istri Ole mendekati telinga anaknya, “Jangan keras-keras, nanti kamu dihajar ayahmu”.

Ole sudah hidup puluhan tahun. Saat Margarana tanah asalnya berjuang mati-matian melawan kompeni ia sudah lahir menyaksikan peristiwa itu. Walau umurnya belum layak mengangkat senjata, ia sudah akrab dengan darah yang tumpah serta jerit kesakitan di sekitarnya.

“Kompeni datang… segera masuk ke lubang perlindungan!” teriak salah satu komandan pasukan sembari menyamar di antara daun sente. Ole yang saat itu sedang mengais barang berharga dari mayat-mayat yang bergelimpang segera berlari menuju sebuah ceruk. Ia dipeluk erat oleh neneknya. Kompeni beringas melihat pakaian tentara yang sudah dilucuti. Mereka menganggap kaumnya dilecehkan. Pistol mulai memberedel ke berbagai arah, bagai babi rusa yang matanya dibutakan. Bercak darah muncrat dari balik daun sente, arah tembakan menjadi lebih terpusat ke sana. Ole gemetar dalam pelukan neneknya, tangannya semakin erat mengepal sebuah pisau pinggang.

“Ning, kamu jangan keluar, apapun yang terjadi. Diam!” kata neneknya. Bau sirih menerpa wajah Ole

Neneknya menyelinap. Mengusap darah mayat kompeni ke muka dan rambutnya yang keperakan, juga pada sekujur tubuhnya dibaluri darah. Ia ambil salah satu potongan tubuh kompeni yang dirajang oleh jagal Margarana. Giginya mencengkram potongan jari itu.

“Hahaha…” pekik tawa neneknya.

Dari balik pakis mata Ole menyorot tingkah laku neneknya. Ia melihat neneknya menari-nari. Kompeni mulai menghampiri. Salah satu dari mereka mencoba memberikan tembakan peringatan. Neneknya tidak hirau. Kompeni mulai datang menyergap. Dengan sigap rambut neneknya diuraikan. Putih perak bercampur darah menyelimuti.

“Aku akan memakanmu, jangan lari!” Neneknya semakun berani

Kompeni lari terkencing-kencing. Tak satupun bayangan yang berani mendekat, termasuk bayangan kematian yang tadi datang menghampiri. Di Desa Marga, nenek Ole terkenal digjaya. Konon ia bisa mengangkat Gunung Mahameru dengan telunjuknya. Urusan menjadi api adalah hal sepele bagi neneknya. Begitu juga tentang menjadi berbagai jenis binatang sudah ia kuasai. Seperti itu masyarakat desa memandangnya.

Mati-matian masyarakat Marga dibombardir oleh kompeni. Anehnya, tak satupun yang berani mendekati rumah Ole. Kabar kedigjayaan nenek Ole sudah terdengar sampai ke Regen, penguasa wilayah. Setiap malam menjelang ia akan berdiri di ambang pintu rumahnya sambil menggerai rambut, sesekali ia menyepah sirih pinang ketika ada kompeni mendekat. Kompeni akan takut ketika melihat nenek itu menggerai rambutnya, terlebih ketika cahaya matahari sudah menghilang. Dengan rambut yang diurai ia melindungi keluarganya.

Sejak Marga diratakan oleh kompeni ia segera diungsikan ke Buleleng. Bersama ibu serta saudaranya. Ayah dan neneknya masih bertahan di kampung halaman untuk menjaga tanah pekarangan serta ladangnya yang berharga. Dalam luluh lantak pedesaan, hanya angkul-angkul miliknya yang masih berdiri tegak. Dalam gelimpangan bangkai serta anyir darah ia tetap menggarap ladangnya. Sesekali kompeni yang mendekat ia lihat dengan mata menyayat hati para kompeni.

Kalender menunjukan tanggal 28 November 2023, tinggal beberapa bulan lagi tahun akan berganti. Ole kini menetap di Buleleng, sesekali pulang ke kampung untuk melihat kondisi ayahnya. Nenek jagoannya sudah berpulang pada umur 112 tahun.

“Ayah! Hari ini pernikahanku, tolong jaga penampilanmu!” Anakknya menghardik dari balik kelambu.

“Bli Made, ikat rambutmu! Malu pada calon besan kita,” bujuk istrinya

“Biarkan aku begini, tugasku menjaga kalian, jangan atur aku!” mata Ole melotot

Dalam khusus pelaksanaan ritual pawiwahan itu seseorang berbisik pada besan Ole, “Lihatlah rambutnya yang putih diselingi warna merah, itu darah! Ia keramas dengan darah! Seperti neneknya yang sakti!”

“Awas didengar, jangan keras-keras, kasian anaku jadi tumbal!” bisik sang besan memotong bisikan setan itu.

Putri Ole yang mulai geram mendengarkan kasak-kusuk semacam itu langsung berdiri, membanting perhiasan pengantin yang membalut tubuhnya. Ia menghunus keris sentana yang dipegangnya. Orang-orang yang hadir merasakan ngeri tiada tara. [T]

  • Cerpen ini adalah hasil workshop Cipta Sastra dalam acara Pekan Raya Cipta Karya Mahima yang diselenggarakan Komunitas Mahima, Selasa 28 November 2023, di Rumah Belajar Komunitas Mahima, Singaraja, Bali.
  • Baca CERPEN lain
Wanita yang Hidup Dalam Kebencian | Cerpen Riska Widiana
Lelaki Dalam Kamar Pacarnya  | Cerpen Depri Ajopan
Saklon | Cerpen Sonhaji Abdullah
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sajak-Sajak Angga Wijaya | Logika Duka

Next Post

Pekan Raya Cipta Karya Mahima 2023: Usaha Merawat Bahasa dan Sastra Indonesia

Nurjaya PM

Nurjaya PM

Guru SMPN 14 Denpasar

Related Posts

Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

by Made Sugianto
April 12, 2026
0
Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

PAGI baru menjelang, cahaya lembutnya merayap di balik pepohonan. Kadek Arya siap-siap berangkat mengajar ke sekolah. Tamat di Fakultas Sastra...

Read moreDetails

Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

by Polanco S. Achri
April 11, 2026
0
Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

buat A.Hayya, Pak Saeful, dan Teater AwalGarut, juga seorang perempuan I. Ibu memandang jauh; sepasang matanya menggambarkan suatu yang tak...

Read moreDetails

Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

by I Putu Supartika
April 10, 2026
0
Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

- Katakan dia akan hidup lagi! - Dia sudah mati! - Dia akan hidup! Bangunkan dia. - Jangan, jangan, dia...

Read moreDetails

Manusia Plastik | Cerpen I Nyoman Sutarjana

by I Nyoman Sutarjana
April 5, 2026
0
Manusia Plastik | Cerpen I Nyoman Sutarjana

ASTRA menarik tangan ibunya, yang sedang jongkok. Sampah plastik yang dikumpulkan ibunya ia sisihkan. Ibu melepas cengkraman tangan Astra berusaha...

Read moreDetails

Kampung Halaman Tidak Pernah Lupa, Termasuk Aib Kita | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
April 4, 2026
0
Kampung Halaman Tidak Pernah Lupa, Termasuk Aib Kita | Cerpen Ahmad Sihabudin

SETIAP tahun, orang-orang kota mendadak berubah menjadi makhluk spiritual. Mereka yang biasanya mengeluh soal panas, debu, tetangga berisik, dan harga...

Read moreDetails

Tari Sunari | Cerpen Gede Aries Pidrawan

by Gede Aries Pidrawan
March 28, 2026
0
Tari Sunari | Cerpen Gede Aries Pidrawan

LUH Sunari merasa tubuhnya berat. Semua yang tampak di sekelilingnya hitam. Pekat. Saat itulah sebuah bayang mendekat. Bayangan itu begitu...

Read moreDetails

Aku Tak Bisa Menulis Cerpen  |  Cerpen Dede Putra Wiguna

by Dede Putra Wiguna
March 27, 2026
0
Aku Tak Bisa Menulis Cerpen  |  Cerpen Dede Putra Wiguna

AKU menatap layar laptop yang kosong. Luas, sunyi, dan membuat kepala terasa berdenyut. Kursor berkedip di pojok kiri atas dokumen,...

Read moreDetails

Umpan | Cerpen Putri Harya

by Putri Harya
March 22, 2026
0
Umpan | Cerpen Putri Harya

Aku tidak merasa melanggar norma. Aku juga tidak sedang melakukan dosa. Aku hanya mengusahakan takdirku dengan meniru apa yang sering...

Read moreDetails

Lebaran Tahun Ini | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
March 21, 2026
0
Lebaran Tahun Ini | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

DI kepalaku masih terngiang-ngiang oleh frasa nomina sayur bening dan lele goreng yang keluar dari mulut Darmuji. Sepertinya, itu merupakan...

Read moreDetails

Setahun Cinta di Kota Tua Karengan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
March 15, 2026
0
Setahun Cinta di Kota Tua Karengan | Cerpen Ahmad Sihabudin

Di ujung timur Jawa, ada sebuah kota kecil bernama Karengan, tempat yang seperti berhenti pada usia tuanya. Jalanan sempit berlapis...

Read moreDetails
Next Post
Pekan Raya Cipta Karya Mahima 2023: Usaha Merawat Bahasa dan Sastra Indonesia

Pekan Raya Cipta Karya Mahima 2023: Usaha Merawat Bahasa dan Sastra Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co