12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hadiah Ole | Cerpen Nurjaya PM

Nurjaya PM by Nurjaya PM
December 2, 2023
in Cerpen
Hadiah Ole | Cerpen Nurjaya PM

Ilustrasi tatkala.co

KILAU silver rambut Ole diisorot bulan purnama kelima. Rambutnya terurai sebahu, selalu seperti itu. Punggungnya bersandar pada daun pintu berukir Bali. Ia sibuk memotong kuku yang mulai melengkung.

“Sudah jangan atur aku!”  Mata Ole melotot ke arah anaknya.

“Tapi itu pamali!” kata anaknya melengking

Ole hanya diam. Usai memotong kuku, dia tetap melanjutkan membaca buku-buku yang mengantri menumpuk di sebelahnya. Batu akik merah di jari tengahnya menyangga buku yang sampulnya sudah koyak. Sesekali matanya menyorot malam sawah di depan rumahnya. Sesekali bibirnya mengucap-ucap sesuatu, entah apa. Rambutnya yang terurai diikatnya. Asap menyembur dari bibirnya. Disemburkan ke langit. Awan merayap dari bukit Gitgit menyerbu pesisir Pantai Penimbangan. Air mulai menetes, semakin deras. Sawah yang tanahnya mulai retak mulai meneguk air.

Hujan guntur semalaman menyisakan banyak problema, termasuk mengapa rambut Ole kembali digerai. Matahari kembali terasa lebih dekat di Buleleng. Menyengat. Saban malam anaknya selalu marah, ingat pesan Guru Agama di sekolah yang mengatakan pamali kalau menggerai rambut malam hari. Ole tetap saja acuh.

“Bu, aku muak memberitahu suamimu masalah rambut!” kata anaknya sembari menaruh piring nasi yang berbahan logam itu. “Aku merasa jijik melihatnya, saat makan, saat ngobrol, saat sembahyang selalu terurai, itu tidak rapi sama sekali!”

Istri Ole mendekati telinga anaknya, “Jangan keras-keras, nanti kamu dihajar ayahmu”.

Ole sudah hidup puluhan tahun. Saat Margarana tanah asalnya berjuang mati-matian melawan kompeni ia sudah lahir menyaksikan peristiwa itu. Walau umurnya belum layak mengangkat senjata, ia sudah akrab dengan darah yang tumpah serta jerit kesakitan di sekitarnya.

“Kompeni datang… segera masuk ke lubang perlindungan!” teriak salah satu komandan pasukan sembari menyamar di antara daun sente. Ole yang saat itu sedang mengais barang berharga dari mayat-mayat yang bergelimpang segera berlari menuju sebuah ceruk. Ia dipeluk erat oleh neneknya. Kompeni beringas melihat pakaian tentara yang sudah dilucuti. Mereka menganggap kaumnya dilecehkan. Pistol mulai memberedel ke berbagai arah, bagai babi rusa yang matanya dibutakan. Bercak darah muncrat dari balik daun sente, arah tembakan menjadi lebih terpusat ke sana. Ole gemetar dalam pelukan neneknya, tangannya semakin erat mengepal sebuah pisau pinggang.

“Ning, kamu jangan keluar, apapun yang terjadi. Diam!” kata neneknya. Bau sirih menerpa wajah Ole

Neneknya menyelinap. Mengusap darah mayat kompeni ke muka dan rambutnya yang keperakan, juga pada sekujur tubuhnya dibaluri darah. Ia ambil salah satu potongan tubuh kompeni yang dirajang oleh jagal Margarana. Giginya mencengkram potongan jari itu.

“Hahaha…” pekik tawa neneknya.

Dari balik pakis mata Ole menyorot tingkah laku neneknya. Ia melihat neneknya menari-nari. Kompeni mulai menghampiri. Salah satu dari mereka mencoba memberikan tembakan peringatan. Neneknya tidak hirau. Kompeni mulai datang menyergap. Dengan sigap rambut neneknya diuraikan. Putih perak bercampur darah menyelimuti.

“Aku akan memakanmu, jangan lari!” Neneknya semakun berani

Kompeni lari terkencing-kencing. Tak satupun bayangan yang berani mendekat, termasuk bayangan kematian yang tadi datang menghampiri. Di Desa Marga, nenek Ole terkenal digjaya. Konon ia bisa mengangkat Gunung Mahameru dengan telunjuknya. Urusan menjadi api adalah hal sepele bagi neneknya. Begitu juga tentang menjadi berbagai jenis binatang sudah ia kuasai. Seperti itu masyarakat desa memandangnya.

Mati-matian masyarakat Marga dibombardir oleh kompeni. Anehnya, tak satupun yang berani mendekati rumah Ole. Kabar kedigjayaan nenek Ole sudah terdengar sampai ke Regen, penguasa wilayah. Setiap malam menjelang ia akan berdiri di ambang pintu rumahnya sambil menggerai rambut, sesekali ia menyepah sirih pinang ketika ada kompeni mendekat. Kompeni akan takut ketika melihat nenek itu menggerai rambutnya, terlebih ketika cahaya matahari sudah menghilang. Dengan rambut yang diurai ia melindungi keluarganya.

Sejak Marga diratakan oleh kompeni ia segera diungsikan ke Buleleng. Bersama ibu serta saudaranya. Ayah dan neneknya masih bertahan di kampung halaman untuk menjaga tanah pekarangan serta ladangnya yang berharga. Dalam luluh lantak pedesaan, hanya angkul-angkul miliknya yang masih berdiri tegak. Dalam gelimpangan bangkai serta anyir darah ia tetap menggarap ladangnya. Sesekali kompeni yang mendekat ia lihat dengan mata menyayat hati para kompeni.

Kalender menunjukan tanggal 28 November 2023, tinggal beberapa bulan lagi tahun akan berganti. Ole kini menetap di Buleleng, sesekali pulang ke kampung untuk melihat kondisi ayahnya. Nenek jagoannya sudah berpulang pada umur 112 tahun.

“Ayah! Hari ini pernikahanku, tolong jaga penampilanmu!” Anakknya menghardik dari balik kelambu.

“Bli Made, ikat rambutmu! Malu pada calon besan kita,” bujuk istrinya

“Biarkan aku begini, tugasku menjaga kalian, jangan atur aku!” mata Ole melotot

Dalam khusus pelaksanaan ritual pawiwahan itu seseorang berbisik pada besan Ole, “Lihatlah rambutnya yang putih diselingi warna merah, itu darah! Ia keramas dengan darah! Seperti neneknya yang sakti!”

“Awas didengar, jangan keras-keras, kasian anaku jadi tumbal!” bisik sang besan memotong bisikan setan itu.

Putri Ole yang mulai geram mendengarkan kasak-kusuk semacam itu langsung berdiri, membanting perhiasan pengantin yang membalut tubuhnya. Ia menghunus keris sentana yang dipegangnya. Orang-orang yang hadir merasakan ngeri tiada tara. [T]

  • Cerpen ini adalah hasil workshop Cipta Sastra dalam acara Pekan Raya Cipta Karya Mahima yang diselenggarakan Komunitas Mahima, Selasa 28 November 2023, di Rumah Belajar Komunitas Mahima, Singaraja, Bali.
  • Baca CERPEN lain
Wanita yang Hidup Dalam Kebencian | Cerpen Riska Widiana
Lelaki Dalam Kamar Pacarnya  | Cerpen Depri Ajopan
Saklon | Cerpen Sonhaji Abdullah
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sajak-Sajak Angga Wijaya | Logika Duka

Next Post

Pekan Raya Cipta Karya Mahima 2023: Usaha Merawat Bahasa dan Sastra Indonesia

Nurjaya PM

Nurjaya PM

Guru SMPN 14 Denpasar

Related Posts

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails

Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

by Aksara Caramellia
June 20, 2026
0
Barong yang Memakan Tuan | Cerpen Aksara Caramellia

DARAH itu bukan milik kurban, melainkan milik kesabaran yang sudah lama membusuk di bawah tapel kayu pulai. Sejak kecil aku...

Read moreDetails

Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
June 14, 2026
0
Kebun yang Tak Pernah Ditanami | Cerpen Dodik Suprayogi

TERDAPAT petak tanah di samping rumah yang selalu membuat tetangga gatal ingin berkomentar. "Sayang sekali, Bram, tanah sesubur ini dibiarkan...

Read moreDetails
Next Post
Pekan Raya Cipta Karya Mahima 2023: Usaha Merawat Bahasa dan Sastra Indonesia

Pekan Raya Cipta Karya Mahima 2023: Usaha Merawat Bahasa dan Sastra Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co