3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hadiah Ole | Cerpen Nurjaya PM

Nurjaya PM by Nurjaya PM
December 2, 2023
in Cerpen
Hadiah Ole | Cerpen Nurjaya PM

Ilustrasi tatkala.co

KILAU silver rambut Ole diisorot bulan purnama kelima. Rambutnya terurai sebahu, selalu seperti itu. Punggungnya bersandar pada daun pintu berukir Bali. Ia sibuk memotong kuku yang mulai melengkung.

“Sudah jangan atur aku!”  Mata Ole melotot ke arah anaknya.

“Tapi itu pamali!” kata anaknya melengking

Ole hanya diam. Usai memotong kuku, dia tetap melanjutkan membaca buku-buku yang mengantri menumpuk di sebelahnya. Batu akik merah di jari tengahnya menyangga buku yang sampulnya sudah koyak. Sesekali matanya menyorot malam sawah di depan rumahnya. Sesekali bibirnya mengucap-ucap sesuatu, entah apa. Rambutnya yang terurai diikatnya. Asap menyembur dari bibirnya. Disemburkan ke langit. Awan merayap dari bukit Gitgit menyerbu pesisir Pantai Penimbangan. Air mulai menetes, semakin deras. Sawah yang tanahnya mulai retak mulai meneguk air.

Hujan guntur semalaman menyisakan banyak problema, termasuk mengapa rambut Ole kembali digerai. Matahari kembali terasa lebih dekat di Buleleng. Menyengat. Saban malam anaknya selalu marah, ingat pesan Guru Agama di sekolah yang mengatakan pamali kalau menggerai rambut malam hari. Ole tetap saja acuh.

“Bu, aku muak memberitahu suamimu masalah rambut!” kata anaknya sembari menaruh piring nasi yang berbahan logam itu. “Aku merasa jijik melihatnya, saat makan, saat ngobrol, saat sembahyang selalu terurai, itu tidak rapi sama sekali!”

Istri Ole mendekati telinga anaknya, “Jangan keras-keras, nanti kamu dihajar ayahmu”.

Ole sudah hidup puluhan tahun. Saat Margarana tanah asalnya berjuang mati-matian melawan kompeni ia sudah lahir menyaksikan peristiwa itu. Walau umurnya belum layak mengangkat senjata, ia sudah akrab dengan darah yang tumpah serta jerit kesakitan di sekitarnya.

“Kompeni datang… segera masuk ke lubang perlindungan!” teriak salah satu komandan pasukan sembari menyamar di antara daun sente. Ole yang saat itu sedang mengais barang berharga dari mayat-mayat yang bergelimpang segera berlari menuju sebuah ceruk. Ia dipeluk erat oleh neneknya. Kompeni beringas melihat pakaian tentara yang sudah dilucuti. Mereka menganggap kaumnya dilecehkan. Pistol mulai memberedel ke berbagai arah, bagai babi rusa yang matanya dibutakan. Bercak darah muncrat dari balik daun sente, arah tembakan menjadi lebih terpusat ke sana. Ole gemetar dalam pelukan neneknya, tangannya semakin erat mengepal sebuah pisau pinggang.

“Ning, kamu jangan keluar, apapun yang terjadi. Diam!” kata neneknya. Bau sirih menerpa wajah Ole

Neneknya menyelinap. Mengusap darah mayat kompeni ke muka dan rambutnya yang keperakan, juga pada sekujur tubuhnya dibaluri darah. Ia ambil salah satu potongan tubuh kompeni yang dirajang oleh jagal Margarana. Giginya mencengkram potongan jari itu.

“Hahaha…” pekik tawa neneknya.

Dari balik pakis mata Ole menyorot tingkah laku neneknya. Ia melihat neneknya menari-nari. Kompeni mulai menghampiri. Salah satu dari mereka mencoba memberikan tembakan peringatan. Neneknya tidak hirau. Kompeni mulai datang menyergap. Dengan sigap rambut neneknya diuraikan. Putih perak bercampur darah menyelimuti.

“Aku akan memakanmu, jangan lari!” Neneknya semakun berani

Kompeni lari terkencing-kencing. Tak satupun bayangan yang berani mendekat, termasuk bayangan kematian yang tadi datang menghampiri. Di Desa Marga, nenek Ole terkenal digjaya. Konon ia bisa mengangkat Gunung Mahameru dengan telunjuknya. Urusan menjadi api adalah hal sepele bagi neneknya. Begitu juga tentang menjadi berbagai jenis binatang sudah ia kuasai. Seperti itu masyarakat desa memandangnya.

Mati-matian masyarakat Marga dibombardir oleh kompeni. Anehnya, tak satupun yang berani mendekati rumah Ole. Kabar kedigjayaan nenek Ole sudah terdengar sampai ke Regen, penguasa wilayah. Setiap malam menjelang ia akan berdiri di ambang pintu rumahnya sambil menggerai rambut, sesekali ia menyepah sirih pinang ketika ada kompeni mendekat. Kompeni akan takut ketika melihat nenek itu menggerai rambutnya, terlebih ketika cahaya matahari sudah menghilang. Dengan rambut yang diurai ia melindungi keluarganya.

Sejak Marga diratakan oleh kompeni ia segera diungsikan ke Buleleng. Bersama ibu serta saudaranya. Ayah dan neneknya masih bertahan di kampung halaman untuk menjaga tanah pekarangan serta ladangnya yang berharga. Dalam luluh lantak pedesaan, hanya angkul-angkul miliknya yang masih berdiri tegak. Dalam gelimpangan bangkai serta anyir darah ia tetap menggarap ladangnya. Sesekali kompeni yang mendekat ia lihat dengan mata menyayat hati para kompeni.

Kalender menunjukan tanggal 28 November 2023, tinggal beberapa bulan lagi tahun akan berganti. Ole kini menetap di Buleleng, sesekali pulang ke kampung untuk melihat kondisi ayahnya. Nenek jagoannya sudah berpulang pada umur 112 tahun.

“Ayah! Hari ini pernikahanku, tolong jaga penampilanmu!” Anakknya menghardik dari balik kelambu.

“Bli Made, ikat rambutmu! Malu pada calon besan kita,” bujuk istrinya

“Biarkan aku begini, tugasku menjaga kalian, jangan atur aku!” mata Ole melotot

Dalam khusus pelaksanaan ritual pawiwahan itu seseorang berbisik pada besan Ole, “Lihatlah rambutnya yang putih diselingi warna merah, itu darah! Ia keramas dengan darah! Seperti neneknya yang sakti!”

“Awas didengar, jangan keras-keras, kasian anaku jadi tumbal!” bisik sang besan memotong bisikan setan itu.

Putri Ole yang mulai geram mendengarkan kasak-kusuk semacam itu langsung berdiri, membanting perhiasan pengantin yang membalut tubuhnya. Ia menghunus keris sentana yang dipegangnya. Orang-orang yang hadir merasakan ngeri tiada tara. [T]

  • Cerpen ini adalah hasil workshop Cipta Sastra dalam acara Pekan Raya Cipta Karya Mahima yang diselenggarakan Komunitas Mahima, Selasa 28 November 2023, di Rumah Belajar Komunitas Mahima, Singaraja, Bali.
  • Baca CERPEN lain
Wanita yang Hidup Dalam Kebencian | Cerpen Riska Widiana
Lelaki Dalam Kamar Pacarnya  | Cerpen Depri Ajopan
Saklon | Cerpen Sonhaji Abdullah
Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sajak-Sajak Angga Wijaya | Logika Duka

Next Post

Pekan Raya Cipta Karya Mahima 2023: Usaha Merawat Bahasa dan Sastra Indonesia

Nurjaya PM

Nurjaya PM

Guru SMPN 14 Denpasar

Related Posts

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails
Next Post
Pekan Raya Cipta Karya Mahima 2023: Usaha Merawat Bahasa dan Sastra Indonesia

Pekan Raya Cipta Karya Mahima 2023: Usaha Merawat Bahasa dan Sastra Indonesia

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co