22 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

I Putu Supartika by I Putu Supartika
April 10, 2026
in Cerpen
Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

Ilustrasi tatkala.co | Canva

– Katakan dia akan hidup lagi!

– Dia sudah mati!

– Dia akan hidup! Bangunkan dia.

– Jangan, jangan, dia sudah mati. Biarkan dia tenang.

– Percayalah kau, aku tahu dia akan hidup lagi.

Maka aku mulai melihat dia. Kupastikan dia akan hidup. Ya, benar. Dia bergerak-gerak meski itu gerakan tipis pada jarinya. Dia di atas ranjang telah kaku tadi pagi saat ditemukan. Kemarin sore dia masih bernapas. Napas yang tipis dan tersendat-sendat, mungkin seperti juga aliran darahnya yang ikut tersendat. Tapi percayalah bahwa dia tidak mati selamanya. Dia tadi yang kaku, tangannya mulai bergerak-gerak sedikit. Ya sedikit lagi dia akan hidup, menggeliat, mungkin akan berlari.

– Ha… Dia hidup lagi.

– Apa?

– Dia hidup lagi.

– Tidak, dia sudah mati. Biarkan dia mati.

– Dia ingin hidup, jangan halangi dia.

– Siapa yang menghalanginya? Dia memang sudah seharusnya mati. Sudah sangat menderita.

– Itu hanya katamu, tapi tidak dengan kataku.

– Kenapa kau begitu ingin dia hidup?

– Karena dia memang akan hidup. Dia hanya menjadi kaku sebentar. Dia hanya ingin sedikit mencicipi kematian. Sekarang dia sudah tahu rasanya mati, maka dia hidup lagi.

– Sekali mati, berarti mati selamanya.

– Brengsek! Kau seharusnya percaya, dia akan hidup.

– Itu hanya pikiranmu.

– Kau akan melihat dan membuktikannya sendiri.

– Omong kosong!

Sial. Aku tahu dia tidak akan mati selamanya. Oh, sekarang napasnya sudah kembali. Aku melihat napasnya keluar dari hidungnya. Seperti asap yang sangat tipis sekali, berembus menuju ke luar dari lubang hidungnya, berbaur dengan udara luar dan menjadi udara itu sendiri. Betapa dia menjadi yang paling bahagia.

– Mayatnya harus segera dikubur. Orang-orang ramai akan datang menggotongnya.

– Tunggu, dia masih hidup. Kau lihat dia bernapas?

– Aku melihat, tapi tidak hari ini.

– Perhatikanlah dengan seksama, ada napas dari lubang hudungnya.

– Sialan, kau sinting.

– Cobalah kau dekatkan jarimu ke hidungnya.

– Aku bersumpah, dia sudah mati.

– Tidak, dia hanya ingin merasakan mati untuk kemudian hidup lagi.

– Ngelindur.

– Kalau kau tak percaya, dekatkan jarimu ke hidungnya. Rasakan udara mengalir, panas tubuhnya perlahan dihembuskannya bersama napasnya.

– Aku sudah mencobanya tadi. Dingin, tak ada napas.

– Tapi belum sekarang.

– Cukup sekali dan itu telah meyakinkanku.

– Tidakkah kau ingin mencoba dua kali?

– Kalau sekali bisa memastikan kematiannya, kenapa harus dua kali?

– Kalau kau tak mau, carikan orang lain yang mau.

– Kau cari saja sendiri.

– Tidak.

– Kenapa tidak?

– Aku ingin tetap di sini.

– Kau coba sendiri saja.

Aku sendiri kini mencobanya. Kudekatkan punggung telunjukku ke hidungnya. Aku merasakan ada napas merayap di punggung telunjukku bersama panas tubuhnya. Tentu saja dia hidup lagi. Dia benar-benar, seperti dugaanku, hanya ingin merasakan kematian untuk sesaat.

– Dia hidup lagi. Kupastikan dia hidup lagi!

– Pembual. Kenapa aku harus percaya?

– Apakah aku terlihat seperti orang yang tak bisa dipercaya?

– Sepertinya.

– Ayolah, percayalah padaku. Aku sudah merasakan napasnya. Sekarang giliranmu.

– Ya aku percaya, jika dia sudah mati.

– Brengsek.

Aku marah dan beranjak ke luar kamar untuk mencari orang lain. Aku perlu orang yang akan membuktikan jika dia hidup lagi. Ah, tidak. Pikiranku mengatakan tidak. Pikiranku tak mengizinkan aku pergi. Aku harus tetap tinggal di sini. Aku harus berada di dekatnya. Bukankah aku harus memastikan setiap kehidupannya kembali? Bagaimana jika saat aku kembali dengan orang lain dia telah bangun? Bagaimana jika ia telah lari sekencang-kencangnya saat aku pergi, berkeliling kota, sementara aku tak melihatnya dan tak pernah menemukannya lagi. Aku pun kembali ke kamar dan menemukan dia benar-benar hidup. Tangannya bergerak lebih leluasa, tangannya terangkat. Dia melambaikan tangannya meski kelopak matanya masih terkatup. Tunggu saja, matanya akan terbuka.

– Lihat, tangannya terangkat.

– Tidak ada.

– Kakinya terangkat.

– Sinting.

– Kenapa kau tidak percaya? Tidakkah kau lihat itu?

– Karena dia sudah mati.

– Dia hidup lagi. Cobalah untuk melihatnya dengan seksama.

– Aku sudah melihatnya. Dia sudah kaku.

– Ada gangguan di matamu. Segeralah ke dokter mata.

– Kau yang seharunya melakukannya.

– Aku melihat dia hidup lagi. Dia bergerak.

– Pergilah dari sini!

– Kau saja yang pergi. Aku ingin tetap di sini melihat dia hidup lagi.

– Setan!

Ya, kini aku melihatnya dengan lebih jelas. Perutnya bergerak, dadanya naik turun. Itu benar-benar napas. Ah, sial, tangannya terkepal. Matanya, kini, itu benar-benar matanya terbuka. Terbuka lebar. Dia sudah kembali dari kematiannya. Sungguh kepercayaanku tak usah diragukan.

Kini tak hanya membuka mata, tapi lebih dari itu. Dia menggeliat, badannya digerakkannya. Tangannya menggapai pinggir ranjang, dan ya, dia mulai mengangkat tubuhnya. Dia benar-benar bangun. Dalam sekejap dia sudah duduk. Matanya menatapku tajam. Apakah dia ingin mengungkapkan sesuatu?

– Katakan saja. Katakanlah!

Dia diam. Tapi dia benar-benar hidup. Matanya masih menatapku.

– Kau mau bilang apa? Ada yang perlu aku tahu?

Kini kutatap balik matanya. Dan kita saling menatap. Tatapan yang seperti saling menusuk.

– Kenapa diam saja?

Masih saja dia diam. Dalam diam tanpa kata itu, dalam hitungan sepersekian detik, ia melompat, menerjang ke arahku. Lompatan yang cepat sekali sehingga aku tak bisa memperkirakan, atau pun menghindar. Dari lompatan ke arahku, kini ia sudah ada di dalam diriku. Dia adalah aku. [T]

Denpasar, April 2026

Penulis: Supartika
Editor: Adnyana Ole

Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Singkong dan Dosa Orde Baru

Next Post

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

I Putu Supartika

I Putu Supartika

Pengamat cewek teman dan peternak sapi ulung yang tidak bisa menyabit rumput. Belakangan nyambi menulis cerpen

Related Posts

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

Read moreDetails

Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
May 10, 2026
0
Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

PAGI di Desa Batu Pangeran selalu datang dengan langkah pelan, seolah ia tahu bahwa tempat itu tidak suka tergesa-gesa. Langit...

Read moreDetails

Puting Beliung | Cerpen Supartika

by I Putu Supartika
May 9, 2026
0
Puting Beliung | Cerpen Supartika

Sial! Neraka dilanda puting beliung. Porak-poranda. Api neraka yang berkobar-kobar ikut tersapu puting beliung yang hebat itu. Angin membuat api...

Read moreDetails

Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

by Kadek Windari
May 4, 2026
0
Aku Kembali | Cerpen Kadek Windari

“Risa, aku sudah melihat hasil pengumuman itu,” ucap Bagus lirih, nyaris tenggelam dalam gemuruh angin senja. Aku menoleh, menatap wajahnya...

Read moreDetails

Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

by Depri Ajopan
April 25, 2026
0
Digigit Ular Kobra  |  Cerpen Depri Ajopan

CAKEH yang baru dilarikan ke rumah Pak Ik merintih kesakitan. Anak perempuan berumur 14 tahun itu baru digigit ular kobra...

Read moreDetails

Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

by Made Sugianto
April 12, 2026
0
Guru Abdi | Cerpen I Made Sugianto

PAGI baru menjelang, cahaya lembutnya merayap di balik pepohonan. Kadek Arya siap-siap berangkat mengajar ke sekolah. Tamat di Fakultas Sastra...

Read moreDetails

Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

by Polanco S. Achri
April 11, 2026
0
Jarum Jam yang Mekar seperti Biru Mawar: Dua Adegan | Cerpen Polanco S. Achri

buat A.Hayya, Pak Saeful, dan Teater AwalGarut, juga seorang perempuan I. Ibu memandang jauh; sepasang matanya menggambarkan suatu yang tak...

Read moreDetails

Manusia Plastik | Cerpen I Nyoman Sutarjana

by I Nyoman Sutarjana
April 5, 2026
0
Manusia Plastik | Cerpen I Nyoman Sutarjana

ASTRA menarik tangan ibunya, yang sedang jongkok. Sampah plastik yang dikumpulkan ibunya ia sisihkan. Ibu melepas cengkraman tangan Astra berusaha...

Read moreDetails

Kampung Halaman Tidak Pernah Lupa, Termasuk Aib Kita | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
April 4, 2026
0
Kampung Halaman Tidak Pernah Lupa, Termasuk Aib Kita | Cerpen Ahmad Sihabudin

SETIAP tahun, orang-orang kota mendadak berubah menjadi makhluk spiritual. Mereka yang biasanya mengeluh soal panas, debu, tetangga berisik, dan harga...

Read moreDetails

Tari Sunari | Cerpen Gede Aries Pidrawan

by Gede Aries Pidrawan
March 28, 2026
0
Tari Sunari | Cerpen Gede Aries Pidrawan

LUH Sunari merasa tubuhnya berat. Semua yang tampak di sekelilingnya hitam. Pekat. Saat itulah sebuah bayang mendekat. Bayangan itu begitu...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mebarung Gong Kebyar Lintas Benua, Kanada dan Banjar Paketan di Singaraja Bertukar Budaya Lewat Gamelan
Panggung

Mebarung Gong Kebyar Lintas Benua, Kanada dan Banjar Paketan di Singaraja Bertukar Budaya Lewat Gamelan

DUA sekaa gong yang mebarung atau tampil berhadap-hadapan memenuhi Bale Banjar Paketan, Desa Adat Buleleng, Kecamatan Buleleng, dalam sebuah pertukaran...

by Komang Puja Savitri
May 21, 2026
Berguru ke Baduy Luar
Tualang

Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
Besar Cerita, Besar Berita
Esai

Besar Cerita, Besar Berita

ENTAH kebetulan atau tidak, saya beberapa kali mendapati pada beberapa keluarga di Bali yang suka membesar-besarkan cerita tentang bantuan yang...

by Angga Wijaya
May 21, 2026
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali
Khas

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
Hati-Hati Ada Proyek!
Esai

Hati-Hati Ada Proyek!

DI Bali, terutama wilayah selatan, papan bertuliskan ‘Hati-Hati Ada Proyek’ bukan lagi sekadar penanda pembangunan. Ia telah menjadi semacam slogan...

by Dede Putra Wiguna
May 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Cinta, Hibah, dan Tanah:  Antara Ketulusan dan Batas yang Tak Bisa Ditembus

CINTA kerap mendorong seseorang untuk memberi tanpa syarat.  Dalam relasi suami-istri, pemberian itu bahkan sering dimaknai sebagai bentuk ketulusan paling tinggi—termasuk...

by I Made Pria Dharsana
May 21, 2026
‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026
Gaya

‘Dipaning Jayaswara’: Cahaya Baru Jegeg Bagus Tabanan 2026

SEMAKIN malam, semakin meriah juga suasana di Gedung Kesenian I Ketut Marya, pada Jumat, 8 Mei 2016. Tepuk tangan riuh...

by Julio Saputra
May 20, 2026
Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”
Panggung

Bang Dance Matangkan Struktur dan Posisi Artistik dalam Inkubasi Tahap III “Sejak Padi Mengakar”

"Memasuki tahap akhir inkubasi, Bang Dance merumuskan struktur dramaturgi, strategi afektif, dan posisi artistik karya sebagai praktik koreografi kontemporer berbasis...

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?
Khas

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital
Esai

‘Moral Panic’ di Ruang Tafsir: Membaca Polemik Film ‘Pesta Babi’ di Era Digital

ERA digital ini, kemarahan hampir selalu bergerak lebih cepat daripada proses memahami, seperti sebuah judul yang diadili sebelum karya itu...

by Lailatus Sholihah
May 20, 2026
Dialektika Sastra Bali dan Kesehatan Mental : Membedah Estetika ‘Tresna Ngatos Mati’ lewat Filosofi Smaradhana
Ulas Musik

Dialektika Sastra Bali dan Kesehatan Mental : Membedah Estetika ‘Tresna Ngatos Mati’ lewat Filosofi Smaradhana

Citta-Vrittis dan Fenomena 'Sending' Dalam Psikologi Kognitif dan Filosofi Hindu, gejolak pikiran yang tak menentu disebut sebagai Citta-Vrittis. Fenomena sending...

by Ida Ayu Made Dwi Antari
May 20, 2026
Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’
Ulas Buku

Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’

TERBIT pada tahun 2024, Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong (selanjutnya disingkat AMKM) menjadi semacam pemenuhan keinginan Eka Kurniawan untuk menulis novel...

by Inno Koten
May 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co