24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

I Putu Supartika by I Putu Supartika
April 10, 2026
in Cerpen
Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

Ilustrasi tatkala.co | Canva

– Katakan dia akan hidup lagi!

– Dia sudah mati!

– Dia akan hidup! Bangunkan dia.

– Jangan, jangan, dia sudah mati. Biarkan dia tenang.

– Percayalah kau, aku tahu dia akan hidup lagi.

Maka aku mulai melihat dia. Kupastikan dia akan hidup. Ya, benar. Dia bergerak-gerak meski itu gerakan tipis pada jarinya. Dia di atas ranjang telah kaku tadi pagi saat ditemukan. Kemarin sore dia masih bernapas. Napas yang tipis dan tersendat-sendat, mungkin seperti juga aliran darahnya yang ikut tersendat. Tapi percayalah bahwa dia tidak mati selamanya. Dia tadi yang kaku, tangannya mulai bergerak-gerak sedikit. Ya sedikit lagi dia akan hidup, menggeliat, mungkin akan berlari.

– Ha… Dia hidup lagi.

– Apa?

– Dia hidup lagi.

– Tidak, dia sudah mati. Biarkan dia mati.

– Dia ingin hidup, jangan halangi dia.

– Siapa yang menghalanginya? Dia memang sudah seharusnya mati. Sudah sangat menderita.

– Itu hanya katamu, tapi tidak dengan kataku.

– Kenapa kau begitu ingin dia hidup?

– Karena dia memang akan hidup. Dia hanya menjadi kaku sebentar. Dia hanya ingin sedikit mencicipi kematian. Sekarang dia sudah tahu rasanya mati, maka dia hidup lagi.

– Sekali mati, berarti mati selamanya.

– Brengsek! Kau seharusnya percaya, dia akan hidup.

– Itu hanya pikiranmu.

– Kau akan melihat dan membuktikannya sendiri.

– Omong kosong!

Sial. Aku tahu dia tidak akan mati selamanya. Oh, sekarang napasnya sudah kembali. Aku melihat napasnya keluar dari hidungnya. Seperti asap yang sangat tipis sekali, berembus menuju ke luar dari lubang hidungnya, berbaur dengan udara luar dan menjadi udara itu sendiri. Betapa dia menjadi yang paling bahagia.

– Mayatnya harus segera dikubur. Orang-orang ramai akan datang menggotongnya.

– Tunggu, dia masih hidup. Kau lihat dia bernapas?

– Aku melihat, tapi tidak hari ini.

– Perhatikanlah dengan seksama, ada napas dari lubang hudungnya.

– Sialan, kau sinting.

– Cobalah kau dekatkan jarimu ke hidungnya.

– Aku bersumpah, dia sudah mati.

– Tidak, dia hanya ingin merasakan mati untuk kemudian hidup lagi.

– Ngelindur.

– Kalau kau tak percaya, dekatkan jarimu ke hidungnya. Rasakan udara mengalir, panas tubuhnya perlahan dihembuskannya bersama napasnya.

– Aku sudah mencobanya tadi. Dingin, tak ada napas.

– Tapi belum sekarang.

– Cukup sekali dan itu telah meyakinkanku.

– Tidakkah kau ingin mencoba dua kali?

– Kalau sekali bisa memastikan kematiannya, kenapa harus dua kali?

– Kalau kau tak mau, carikan orang lain yang mau.

– Kau cari saja sendiri.

– Tidak.

– Kenapa tidak?

– Aku ingin tetap di sini.

– Kau coba sendiri saja.

Aku sendiri kini mencobanya. Kudekatkan punggung telunjukku ke hidungnya. Aku merasakan ada napas merayap di punggung telunjukku bersama panas tubuhnya. Tentu saja dia hidup lagi. Dia benar-benar, seperti dugaanku, hanya ingin merasakan kematian untuk sesaat.

– Dia hidup lagi. Kupastikan dia hidup lagi!

– Pembual. Kenapa aku harus percaya?

– Apakah aku terlihat seperti orang yang tak bisa dipercaya?

– Sepertinya.

– Ayolah, percayalah padaku. Aku sudah merasakan napasnya. Sekarang giliranmu.

– Ya aku percaya, jika dia sudah mati.

– Brengsek.

Aku marah dan beranjak ke luar kamar untuk mencari orang lain. Aku perlu orang yang akan membuktikan jika dia hidup lagi. Ah, tidak. Pikiranku mengatakan tidak. Pikiranku tak mengizinkan aku pergi. Aku harus tetap tinggal di sini. Aku harus berada di dekatnya. Bukankah aku harus memastikan setiap kehidupannya kembali? Bagaimana jika saat aku kembali dengan orang lain dia telah bangun? Bagaimana jika ia telah lari sekencang-kencangnya saat aku pergi, berkeliling kota, sementara aku tak melihatnya dan tak pernah menemukannya lagi. Aku pun kembali ke kamar dan menemukan dia benar-benar hidup. Tangannya bergerak lebih leluasa, tangannya terangkat. Dia melambaikan tangannya meski kelopak matanya masih terkatup. Tunggu saja, matanya akan terbuka.

– Lihat, tangannya terangkat.

– Tidak ada.

– Kakinya terangkat.

– Sinting.

– Kenapa kau tidak percaya? Tidakkah kau lihat itu?

– Karena dia sudah mati.

– Dia hidup lagi. Cobalah untuk melihatnya dengan seksama.

– Aku sudah melihatnya. Dia sudah kaku.

– Ada gangguan di matamu. Segeralah ke dokter mata.

– Kau yang seharunya melakukannya.

– Aku melihat dia hidup lagi. Dia bergerak.

– Pergilah dari sini!

– Kau saja yang pergi. Aku ingin tetap di sini melihat dia hidup lagi.

– Setan!

Ya, kini aku melihatnya dengan lebih jelas. Perutnya bergerak, dadanya naik turun. Itu benar-benar napas. Ah, sial, tangannya terkepal. Matanya, kini, itu benar-benar matanya terbuka. Terbuka lebar. Dia sudah kembali dari kematiannya. Sungguh kepercayaanku tak usah diragukan.

Kini tak hanya membuka mata, tapi lebih dari itu. Dia menggeliat, badannya digerakkannya. Tangannya menggapai pinggir ranjang, dan ya, dia mulai mengangkat tubuhnya. Dia benar-benar bangun. Dalam sekejap dia sudah duduk. Matanya menatapku tajam. Apakah dia ingin mengungkapkan sesuatu?

– Katakan saja. Katakanlah!

Dia diam. Tapi dia benar-benar hidup. Matanya masih menatapku.

– Kau mau bilang apa? Ada yang perlu aku tahu?

Kini kutatap balik matanya. Dan kita saling menatap. Tatapan yang seperti saling menusuk.

– Kenapa diam saja?

Masih saja dia diam. Dalam diam tanpa kata itu, dalam hitungan sepersekian detik, ia melompat, menerjang ke arahku. Lompatan yang cepat sekali sehingga aku tak bisa memperkirakan, atau pun menghindar. Dari lompatan ke arahku, kini ia sudah ada di dalam diriku. Dia adalah aku. [T]

Denpasar, April 2026

Penulis: Supartika
Editor: Adnyana Ole

Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Singkong dan Dosa Orde Baru

Next Post

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

I Putu Supartika

I Putu Supartika

Pengamat cewek teman dan peternak sapi ulung yang tidak bisa menyabit rumput. Belakangan nyambi menulis cerpen

Related Posts

Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

by Sigit Susanto
October 18, 2026
0
Sang Penunggang Botol Bensin | Cerpen Sigit Susanto

“Bensin, bensin, cukup tiga puluh ribu satu botol,” seru suara Made Budija dari atas. Seorang anak muda berseragam cokelat sedang...

Read moreDetails

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co