2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

I Putu Supartika by I Putu Supartika
April 10, 2026
in Cerpen
Dia Hidup Lagi | Cerpen Supartika

Ilustrasi tatkala.co | Canva

– Katakan dia akan hidup lagi!

– Dia sudah mati!

– Dia akan hidup! Bangunkan dia.

– Jangan, jangan, dia sudah mati. Biarkan dia tenang.

– Percayalah kau, aku tahu dia akan hidup lagi.

Maka aku mulai melihat dia. Kupastikan dia akan hidup. Ya, benar. Dia bergerak-gerak meski itu gerakan tipis pada jarinya. Dia di atas ranjang telah kaku tadi pagi saat ditemukan. Kemarin sore dia masih bernapas. Napas yang tipis dan tersendat-sendat, mungkin seperti juga aliran darahnya yang ikut tersendat. Tapi percayalah bahwa dia tidak mati selamanya. Dia tadi yang kaku, tangannya mulai bergerak-gerak sedikit. Ya sedikit lagi dia akan hidup, menggeliat, mungkin akan berlari.

– Ha… Dia hidup lagi.

– Apa?

– Dia hidup lagi.

– Tidak, dia sudah mati. Biarkan dia mati.

– Dia ingin hidup, jangan halangi dia.

– Siapa yang menghalanginya? Dia memang sudah seharusnya mati. Sudah sangat menderita.

– Itu hanya katamu, tapi tidak dengan kataku.

– Kenapa kau begitu ingin dia hidup?

– Karena dia memang akan hidup. Dia hanya menjadi kaku sebentar. Dia hanya ingin sedikit mencicipi kematian. Sekarang dia sudah tahu rasanya mati, maka dia hidup lagi.

– Sekali mati, berarti mati selamanya.

– Brengsek! Kau seharusnya percaya, dia akan hidup.

– Itu hanya pikiranmu.

– Kau akan melihat dan membuktikannya sendiri.

– Omong kosong!

Sial. Aku tahu dia tidak akan mati selamanya. Oh, sekarang napasnya sudah kembali. Aku melihat napasnya keluar dari hidungnya. Seperti asap yang sangat tipis sekali, berembus menuju ke luar dari lubang hidungnya, berbaur dengan udara luar dan menjadi udara itu sendiri. Betapa dia menjadi yang paling bahagia.

– Mayatnya harus segera dikubur. Orang-orang ramai akan datang menggotongnya.

– Tunggu, dia masih hidup. Kau lihat dia bernapas?

– Aku melihat, tapi tidak hari ini.

– Perhatikanlah dengan seksama, ada napas dari lubang hudungnya.

– Sialan, kau sinting.

– Cobalah kau dekatkan jarimu ke hidungnya.

– Aku bersumpah, dia sudah mati.

– Tidak, dia hanya ingin merasakan mati untuk kemudian hidup lagi.

– Ngelindur.

– Kalau kau tak percaya, dekatkan jarimu ke hidungnya. Rasakan udara mengalir, panas tubuhnya perlahan dihembuskannya bersama napasnya.

– Aku sudah mencobanya tadi. Dingin, tak ada napas.

– Tapi belum sekarang.

– Cukup sekali dan itu telah meyakinkanku.

– Tidakkah kau ingin mencoba dua kali?

– Kalau sekali bisa memastikan kematiannya, kenapa harus dua kali?

– Kalau kau tak mau, carikan orang lain yang mau.

– Kau cari saja sendiri.

– Tidak.

– Kenapa tidak?

– Aku ingin tetap di sini.

– Kau coba sendiri saja.

Aku sendiri kini mencobanya. Kudekatkan punggung telunjukku ke hidungnya. Aku merasakan ada napas merayap di punggung telunjukku bersama panas tubuhnya. Tentu saja dia hidup lagi. Dia benar-benar, seperti dugaanku, hanya ingin merasakan kematian untuk sesaat.

– Dia hidup lagi. Kupastikan dia hidup lagi!

– Pembual. Kenapa aku harus percaya?

– Apakah aku terlihat seperti orang yang tak bisa dipercaya?

– Sepertinya.

– Ayolah, percayalah padaku. Aku sudah merasakan napasnya. Sekarang giliranmu.

– Ya aku percaya, jika dia sudah mati.

– Brengsek.

Aku marah dan beranjak ke luar kamar untuk mencari orang lain. Aku perlu orang yang akan membuktikan jika dia hidup lagi. Ah, tidak. Pikiranku mengatakan tidak. Pikiranku tak mengizinkan aku pergi. Aku harus tetap tinggal di sini. Aku harus berada di dekatnya. Bukankah aku harus memastikan setiap kehidupannya kembali? Bagaimana jika saat aku kembali dengan orang lain dia telah bangun? Bagaimana jika ia telah lari sekencang-kencangnya saat aku pergi, berkeliling kota, sementara aku tak melihatnya dan tak pernah menemukannya lagi. Aku pun kembali ke kamar dan menemukan dia benar-benar hidup. Tangannya bergerak lebih leluasa, tangannya terangkat. Dia melambaikan tangannya meski kelopak matanya masih terkatup. Tunggu saja, matanya akan terbuka.

– Lihat, tangannya terangkat.

– Tidak ada.

– Kakinya terangkat.

– Sinting.

– Kenapa kau tidak percaya? Tidakkah kau lihat itu?

– Karena dia sudah mati.

– Dia hidup lagi. Cobalah untuk melihatnya dengan seksama.

– Aku sudah melihatnya. Dia sudah kaku.

– Ada gangguan di matamu. Segeralah ke dokter mata.

– Kau yang seharunya melakukannya.

– Aku melihat dia hidup lagi. Dia bergerak.

– Pergilah dari sini!

– Kau saja yang pergi. Aku ingin tetap di sini melihat dia hidup lagi.

– Setan!

Ya, kini aku melihatnya dengan lebih jelas. Perutnya bergerak, dadanya naik turun. Itu benar-benar napas. Ah, sial, tangannya terkepal. Matanya, kini, itu benar-benar matanya terbuka. Terbuka lebar. Dia sudah kembali dari kematiannya. Sungguh kepercayaanku tak usah diragukan.

Kini tak hanya membuka mata, tapi lebih dari itu. Dia menggeliat, badannya digerakkannya. Tangannya menggapai pinggir ranjang, dan ya, dia mulai mengangkat tubuhnya. Dia benar-benar bangun. Dalam sekejap dia sudah duduk. Matanya menatapku tajam. Apakah dia ingin mengungkapkan sesuatu?

– Katakan saja. Katakanlah!

Dia diam. Tapi dia benar-benar hidup. Matanya masih menatapku.

– Kau mau bilang apa? Ada yang perlu aku tahu?

Kini kutatap balik matanya. Dan kita saling menatap. Tatapan yang seperti saling menusuk.

– Kenapa diam saja?

Masih saja dia diam. Dalam diam tanpa kata itu, dalam hitungan sepersekian detik, ia melompat, menerjang ke arahku. Lompatan yang cepat sekali sehingga aku tak bisa memperkirakan, atau pun menghindar. Dari lompatan ke arahku, kini ia sudah ada di dalam diriku. Dia adalah aku. [T]

Denpasar, April 2026

Penulis: Supartika
Editor: Adnyana Ole

Tags: Cerpen
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Singkong dan Dosa Orde Baru

Next Post

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

I Putu Supartika

I Putu Supartika

Pengamat cewek teman dan peternak sapi ulung yang tidak bisa menyabit rumput. Belakangan nyambi menulis cerpen

Related Posts

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
0
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

Read moreDetails

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
0
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

Read moreDetails

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
0
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

Read moreDetails

Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

by Nur Kamilia
September 6, 2026
0
Lelaku Daun Jati Terakhir | Cerpen Nur Kamilia

MUSIM kemarau di kampung kami tidak datang dengan membawa angin kering atau debu jalanan yang mengepul. Ia datang lewat suara...

Read moreDetails

Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

by Nanda Gayatri
September 5, 2026
0
Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

GENDING. Namanya didendangkan berulang kali di sudut-sudut perkumpulan warga di kompleks perumahan tempat aku tinggal. Ada yang bilang ia adalah...

Read moreDetails

Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

by Ari Murdimanto
August 30, 2026
0
Surat dari Pulau Seberang | Cerpen Ari Murdimanto

Sahabatku, Di tempatku yang baru kini, jauh dari pelukan kabut tebal dan wangi dupa Hyang Dwipa, aku sering duduk terdiam...

Read moreDetails

Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
August 16, 2026
0
Sosok Misterius  |  Cerpen Asmaran Dani

WARGA di Jalan XXX dibuat gempar sosok lelaki yang seperti sedang melakukan meditasi selama berbulan-bulan. Lelaki itu menghabiskan waktu dengan...

Read moreDetails

Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

by Khairul A. El Maliky
June 28, 2026
0
Di Balik Kamar 28 | Cerpen Khairul A. El Maliky

HUJAN di Surabaya malam itu turun bukan sekadar membasahi aspal, melainkan seolah ingin menghapus jejak darah yang tumpah di lantai...

Read moreDetails

Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

by Sri Romdhoni Warta Kuncoro
June 26, 2026
0
Serabi Semar | Cerpen Sri Romdhoni Warta Kuncoro

SETELAH perang Baratayudha Jayabinangun rampung dan darah terakhir mengering di padang Kurusetra, Semar menanggalkan pakaian pamomong para ksatria. Ia tidak...

Read moreDetails

Lubang | Cerpen Asmaran Dani

by Asmaran Dani
June 21, 2026
0
Lubang | Cerpen Asmaran Dani

LUBANG menjadi neraka jahanam yang membakar kehidupanku. Di mana saja, lubang selalu ada. Lubang pipet, lubang kloset, lubang tutup odol,...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Puisi-Puisi Chusmeru | Lagu Terlewat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co