3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengenang Perupa I Gusti Made Peredi dan Karya-karyanya yang Membingkai Zaman

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
May 6, 2025
in Khas
Mengenang Perupa I Gusti Made Peredi dan Karya-karyanya yang Membingkai Zaman

Perupa I Gusti Made Peredi | Foto: Dok. keluarga

TAK salah jika Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Provinsi Bali menganugerahkan penghargaan kepada Almarhum I Gusti Made Peredi, salah satu seniman Kota Denpasar, karena  ia memang sangat layak untuk diberi penghargaan.

Semasa hidupnya I Gusti Made Peredi tinggal di Jalan Mayor Wisnu, Gang 1/6 , Abasan, Desa Dangin Puri, Denpasar Timur. Dan selama hidupnya juga ia telah menerima banyak penghargaan, antara lain penghargaan Seni Kerti Budaya Kota Denpasar (2004), penghargaan Seniman Tua (2007) dan Piagam Dharma Kusuma (2008) dari Gubernur Bali.

Ia layak mendapatkan penghargaan, karena selain menghasilkan ribuan karya seni rupa, juga karena kesenimannya memberi pengaruh besar terhadap perkembangan seni rupa di Bali.

“Setelah kami data dan kumpulkan, ternyata karya Ajik Gusti Peredi ada sebanyak  2.617 karya yang kini kami simpan rapi di rumah,” kata I Gusti Ngurah Dwiana Putra, anak kedua Gusti Peredi saat diajak membicarakan karya-karya Gusti Peredi di rumahnya, di Denpasar Timur, Senin 5 Mei 2025.

Perupa I Gusti Made Peredi | Foto: Dok. keluarga

Karya-karya Gusti Peredi itu antara lain berupa sketsa sebanyak 2.234 lembar, 39 buah lukisan kanvas hitam putih, 97 buah lukisan kanvas cat minyak, 247 buah lukisan kertas pastel kapur, dan 1 lembar langse (semacam tirai) bergambar wayang.

Gusti Dwiana Putra, sebagai anak yang berbakti, memang punya tanggungjawab untuk merapikan kembali karya-karya ajiknya (ayahnya).  Belakangan ia sibuk merapikan karya-karya ajiknya dengan penuh kehati-hatian.

Semua karya seni rupa Gusti Peredi dibuat sejak tahun 1956 hingga 2016. Oleh Gusti Dwiana Putra, karya-karya itu dikumpulkan untuk dikoleksi dan dibuatkan ruangan khusus, seperti sebuah galeri kecil yang sangat sederhana berlokasi di rumahnya.

Gusti Dwiana Putra mengumpulkan karya-karya Gusti Peredi sejak tahun 2022. Karya-karya itu dibuat tidak hanya terbatasi pada satu medium dan satu alat. Ada lukisan dari kapur, pastel, cat air, cat minyak, hingga tinta tradisional (mangsi).

Meski dibuat dengan beragam media, karya-karya Gusti Peredi menunjukkan kekentalan ciri pada warna, garis, dan penjiwaan yang tak jauh-jauh dari dunia pesisir yang sangat kental. Itu karena Gusti Peredi memang lama tinggal di wilayah pesisir selatan Bali.

“Pilihan media Ajik (Ayah) berubah mengikuti fase hidupnya, yakni masa kecil, kuliah, hingga usia senja,” kata Dwiana Putra menjelaskan karya-karya ajiknya.

Kehidupan Gusti Peredi sangat dekat dengan laut. Ia kerap melukis secara langsung di pantai, seperti di Pantai Kuta, Jimbaran, Nusa Dua dan Pantai Benoa. Panorama pesisir dan kehidupan masyarakat sekitarnya menjadi tema dominan dalam karyanya. Gaya lukisnya naturalis, terkadang dekoratif, namun tetap mencerminkan napas Bali yang kuat.

I Gusti Ngurah Dwiana Putra menunjukkan karya-karya Gusti Peredi | Foto: Bud

Gusti Peredi, sebagai perupa atau pelukis, tumbuh sebagai seniman otodidak, namun bisa dibilang kaya guru. Sebab, ia tidak pernah belajar secara formal dengan satu tokoh, namun mampu menyerap ilmu dari berbagai seniman seangkatannya seperti I Gusti Ngurah Gede (Sidik Jari), Pak Kasim, dan gurunya Pak Rai Kalam.  Ia juga dekat dengan seniman seperti Ajik Suwandi dan Raka Pasta, yang turut mempengaruhi eksplorasi medianya.

Gusti Peredi merupakan anak kedua dari empat bersaudara yang lahir dari pasangan I Gusti Made Raka Ngetis, seorang seniman ukir, dan Jro Kayen, seorang penenun dari Tatasan.

Selain melukis pantai secara realis, Gusti Peredi juga menghidupkan wayang dan karang dalam gambar-gambarnya. Panorama alam, dan lukisan wajah-wajah binatang, raksasa, dan bentuk karang tradisional Bali, seperti karang guak, karang raksasa, karang gajah, hingga rangda dan barong landung, merupakan karya-karyanya dieksplorasi secara giat.

Menariknya, ia mampu menciptakan bentuk yang hidup dan khas, bahkan berbeda dari gaya klasik Kamasan. “Itu karena Ajik menyisipkan unsur anatomi dan pendekatan personal dalam pewayangan yang digambarnya,” tutur Dwiana Putra.

Sebagai keturunannya, Dwiana Putra mengaku bangga ajiknya tetap punya jiwa idealis, dan tidak komersial dalam berkarya. Meski karya-karyanya diminati hingga luar negeri, termasuk oleh kolektor asal Jerman, ia tidak pernah membawa lukisan ke galeri untuk dijual. Ia lebih sering berpameran, seperti di Pesta Kesenian Bali (PKB).

“Ajik tidak ngacung gambar, begitu katanya, menolak menilai karyanya dengan uang, serupa dengan prinsip seniman Ida Bagus Poleng,” kata  Dwiana Putra tentang ajiknya.

Gusti Peredi merupakan seorang pendidik dan penjaga tradisi banjar. Ia sebagai pengajar di SD hingga SMSR Batubulan. Menariknya, ia tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga di lingkungan rumah. Ia aktif menularkan keterampilan seni kepada para pemuda banjar.

“Sekitar 70 persen pemuda di sekitarnya belajar natah (mengukir) langsung dari Ajik. Karena Ajik juga aktif membuat kober, tangkeb rangda, dan ornamen lainnya untuk keperluan upacara di griya dan banjar,” kata Dwiana Putra.

Gusti Peredi lahir 1 Mei 1942 dan meninggal pada 20 Januari 2022. Meski Gusti Peredi sudah tiada, namun warisan karyanya terus hidup lewat ribuan sketsa, lukisan, dan semangat yang tertanam dalam generasi muda yang pernah disentuhnya. Dalam garisnya, dalam warnanya, dalam setiap guratan ogoh-ogoh dan wayang yang ia hidupkan, Peredi adalah kisah tentang kesetiaan pada seni, alam, dan budaya Bali yang tak lekang oleh waktu.

Gusti Peredi sempat mengajar, berpameran, dan menciptakan karya untuk kampanye politik pada zamannya. Keluarganya aktif dalam komunitas dan ikut serta dalam pembangunan Museum Bali melalui peran keluarganya dari Jro Kepisah.

Garis keturunan seni ini makin kuat dengan keberadaan istri dan anak-anaknya yang turut melanjutkan karya-karya budaya keluarga, termasuk anaknya Dwiana Putra yang kini menjadi arsitek dan penerus pembuat kober (bernilai sakral).

“Mengenal Ajik Gusti Peredi seperti zaman yang terbingkai. Di mana kiprahnya membentang dari masa muda hingga pensiun,” kata Dwiana Putra menutup obrolan. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
In Memoriam — I Gusti Made Bunika, Putra Pelukis Maestro yang Setia Kukuhkan Gaya Denpasar
I Ketut Santosa, Pelukis Wayang Kaca yang Santun dan Sederhana Itu Telah Berpulang
Gurat Memoar | Ida Bagus Sena, Pelukis yang Mengaku Bodoh, yang Memetik Pelajaran dari Mana-mana
Tags: denpasarin memoriampelukisSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“Muruk” dan “Nutur”, Belajar dan Diskusi ala Anak Muda Desa Munduk-Buleleng

Next Post

“Jalan Suara”, Musikalisasi Puisi Yayasan Kesenian Sadewa Bali dan Komunitas Disabilitas Tunanetra

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
“Jalan Suara”, Musikalisasi Puisi Yayasan Kesenian Sadewa Bali dan Komunitas Disabilitas Tunanetra

“Jalan Suara”, Musikalisasi Puisi Yayasan Kesenian Sadewa Bali dan Komunitas Disabilitas Tunanetra

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co