3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Jalan Suara”, Musikalisasi Puisi Yayasan Kesenian Sadewa Bali dan Komunitas Disabilitas Tunanetra

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
May 6, 2025
in Panggung
“Jalan Suara”, Musikalisasi Puisi Yayasan Kesenian Sadewa Bali dan Komunitas Disabilitas Tunanetra

Press conference produksi album digital bertajuk “Jalan Suara” dan pentas musikalisasi puisi oleh Komunitas Disabilitas Tunanetra Denpasar, di The Keranjang Bali, Senin 5 Mei 2025.

SEPERTI biasa, Heri Windi Anggara, pemusik yang selama ini tekun mengembangkan seni musikalisasi puisi atau musik puisi, tak pernah ragu memetik gitar akustiknya. Ia tampil membawakan dua musikalisasi puisi, yaitu “Melodia” karya Umbu Landu Paranggi dan “Sia-sia” karya Chairil Anwar.

Kedua puisi itu mengawali acara press conference produksi album digital bertajuk “Jalan Suara” dan pentas musikalisasi puisi oleh Komunitas Disabilitas Tunanetra Denpasar, di The Keranjang Bali, Senin 5 Mei 2025.

Heri yang tampil sederhana mengubah suasana penonton menjadi lebih fokus ke atas panggung. Petikan gitar dan lantunan musik puisinya yang terkesan kuat sangat menghibur, dan seakan menunjukan kalau ia memang sebagai penata musik atau musik arranger yang handal. Heri memang dipercaya mengaransemen 10 musikalisasi puisi dalam album digital bertajuk “Jalan Suara” yang dibicarakan hari itu, dan akan diluncurkan pada Minggu 11 Mei 2025 bertempat di Dharma Negara Alaya.

Seusai pentas, Heri yang perwakilan Kelompok Sekali Pentas langsung didaulat MC menjadi narasumber bersama Ketua Yayasan Kesenian Sadewa Bali, Ryan Indra Darmawan, A.Md. Par., S.A.B. dan Ketua Yayasan Pendidikan Dria Raba, Ir. Ida Ayu Pradnyani Manthara.

Selain dihadiri para media, acara ini juga dihadiri Komunitas Disabilitas Tunanetra, pecinta seni dan para model yang akan memeriahkan acara tersebut dengan fashion show.

Penampilan Heri Windi Anggara di awal acara press conference | Foto: Ist

Heri memaparkan, album digital bertajuk “Jalan Suara” ini berisi 10 musikalisasi puisi yang terdiri dari 5 musikalisasi berbahasa Indonesia, dan 5 musikalisasi berbahasa Bali. Dalam proses kreatifnya, sebanyak 30 teman-teman tuna netra itu dibagi menjadi 5 kelompok, sehingga dalam satu kelompok terdapat 6 orang. Satu kelompok masing-masing membawakan 1 puisi berbahasa Indonesia dan 1 puisi berbahasa Bali.

Walau mereka membawakan tema yang sama, tetapi dalam pengungkapannya pasti berbeda. Sebut saja yang dibawakan oleh kelompok 1 dengan judul “Surat Kertas Hijau” karya Sitor Situmorang merupakan puisi berbahasa Indonesia, dan puisi “Kangen” karya Made Sanggra. “Kedua puisi ini sama-sama mengungkapkan rasa kangen. Puisi Surat Kertas Hijau rasa kangen yang timbul dari lama merantau, dan Puisi Kangen, karena kangen pada kekasih,” papar Heri. 

Kelompok 2 membawakan tema daerah, yaitu puisi bahasa Indonesia “Dongeng dari Utara” karya Made Adnyana Ole dan puisi berbahasa Bali “Kayu Cenana” karya Ki Dusun. Puisi ini menjelaskan tentang satu daerah, yakni kehidupan di Singaraja, dan satu puisi menjelaskan fungsi tanaman yang salah satunya berfungsi sebagai obat, seperti kayu cenana.

Kelompok 3 membawakan puisi dengan tema sedikit ironi. Puisi itu “Di Musim yang Lain, Aku Kembali” katua Ulfatin C. H. berbahasa Indonesia dan puisi “Gending Pragina” karya Tatukung yang berbahasa Bali. Puisi ini berbicara tentang satu yang ingin kembali ke masa lalu. Di satu ingin satu daerah ini seperti dulu yang tidak mungkin terjadi karena desanya sudah berubah menjadi kota.

Kelompok 4 membawakan puisi yang justru berbalik, yakni menjadi romantis. Puisi “Satu Perahu” karya Wayan Jengki Sunarta yang romantis bersama pasangan, lalu puisi “Petapa Aksara” karya  Mas Ruscita Dewi mengisahkan romantis terhadap gurunya yang sudah meninggal.

Selanjutnya kelompok 5 membawakan tema kepasrahan dan kehancuran yang muncul dari sebab akibat. Hal itu ada pada puisi “Pada Kematian Aku Bernaung” karya Cok Sawitri berbahasa Indonesia dan puisi “Blabar Momo” karya Ni Kadek Widiasih dengan bahasa Bali.

Heri dan Ryan saat memberikan keterangan kepada awak media | Foto: Ist

Heri mengaku, dari 10 musikalisasi puisi itu tidak semuanya baru, namun ada beberapa puisi yang diaransemen ulang. Meski demikian, di dalam menuangkan musikalisasi tidak semuanya mulus. “Tantangan terbesar dalam kolaborasi ini adalah skill permainan, karena ada permainan yang mungkin membutuhkan waktu yang agak panjang,” imbuhnya.

Selain itu, menyamakan imajinasi juga membutuhkan waktu yang tidak pendek. Misalnya dalam membedakan senja. Mereka agak susah membayangkan suasana senja itu. Maklum, mereka yang memiliki keterbatasan dalam penglihatan, sehingga sulit membayangkannya.

“Di sini, saya bekerja keras untuk menciptakam mood mereka, sehingga lebih banyak bercerita untuk menggali imajinasi mereka. Ternyata, mereka justru memiliki kekuatan rasa yang lebih jika dibandingkan dengan siswa SMA,” kata Heri.

Ketika melatih siswa SMA, jelas Heri, terkadang mereka lebih sulit memunculkan rasa, walau beberapa kali sudah dijelaskan. Berbeda dengan teman-teman di tuna netra, ketika menjelaskan rasa mereka dengan cepat bisa menangkap, bahkan perasaannya lebih ke dalam.

“Ketika saya memainkan gitar, terkadang mereka memberitahu suara gitar itu fals. Itu membutkikan mereka lebih peka. Tuning mereka sangat bagus, karena mereka bisa menggunakan telinga dan perasaan dengan baik,” kata Heri.

Sementara Ryan yang mengawali pembicaraannya yang mengaku senang dan bangga karena Yayasan Kesenian Sadewa Bali telah berhasil meluncurkan Album Digital Perdana berjudul “Arah Suara”. Album ini sebagai hasil kolaborasi bersama teman-teman disabilitas tunanetra. “Album ini merupakan wujud nyata dari program seni inklusif yang mendorong ekspresi dan pemberdayaan penyandang disabilitas melalui musik dan puisi,” kata Ryan.

Album digital perdana “Jalan Suara” ini sebuah produksi kolaboratif antara Yayasan Kesenian Sadewa Bali dan komunitas disabilitas tunanetra. Pelucuran album ini akan dimeriahkan dengan pentas musikalisasi puisi sebagai bentuk apresiasi terhadap talenta dan semangat berkarya teman-teman disabilitas netra.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membuka ruang ekspresi, memperkuat kepercayaan diri, dan mendorong partisipasi aktif penyandang disabilitas dalam dunia seni dan budaya,” papar Ryan penuh semangat.

Ryan kemudian memaparkan, memilih produksi album musikalisasi puisi untuk disabilitas bukan tanpa alasan. Sebelumnya, pada tahun 2019, Yayasan Sadewa telah memproduksi drama musikal yang dipentaskan di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Bali, dan berkolaborasi dengan Kelompok Sekali Pantas menggarap musikalisasi puisi.

“Kami berterima kasih kepada semua teman-teman yang mau berkolaborasi untuk memberikan ruang kepada teman-teman disabilitas,” kata Ryan sembari meandang teman-temannya yang hadir pada acara press conference itu.

Meski sudah memiliki pengalaman, dalam produksi album digital kali ini tak luput juga dari tantangan, terutama dalam proses rekaman. Teman-teman disabilitas tak biasa menyanyikan puisi, sehingga memerlukan waktu panjang untuk dapat menginterpretasikan puisi itu. Termasuk bagaimana cara mengkomunikasikan kepada teman-teman tuna netra, sehingga melakukan latihan berkali-kali.

“Syukur akhirnya mereka tampil lebih ekstra dan membawakan dengan fun,” ujar Ryan.

Musikalisasi ini hanya direkam secara digital agar bisa digengar oleh orang. Saat ini, hanya mereka lagu, belum menggarap video klipnya.

“Album digital akan tersedia di berbagai platform musik digital seperti Spotify dan YouTube Music mulai 5 Mei 2025,” kata Ryan.

Sedangkan Ida Ayu Pradnyani Manthara mengaku, proses kreatif pembuatan album ini berlangsung lancar. Teman-teman disabilitas yang terlibat memang jagonya di bidang musik, juga dalam tarik suara, sehingga nyaris tidak ada kesulitan.

“Mungkin di awal saja, mereka merasakan puisi itu asing, namun setelah latihan tiga kali dan empat kali akhirnya lancar. Mereka akhirnya bisa memainkan sesuai yang diinginkan pelatihnya,” kata Pradnyani menyampaikan proses yang mereka jalani.

Berfoto bersama anak-anak dari Komunitas Disabilitas Tunanetra | Foto: Ist

Yayasan Pendidikan Dria Raba memiliki pengalaman sebagai juara musikalisasi di tingkat daerah Bali, sehingga mendapat kesempatan mengikuti lomba mewakili Bali ke tingkat nasional pada 2017. Saat itu, Bali satu-satunya peserta yang diwakili oleh teman-teman tuna netra.

“Walau tidak berhasil sebagai pemenang, namun Yayasan Pendidikan Dria Raba yang tidak diperhitungkan bisa masuk rengking yang cukup bagus,” cerita Pradnyani. Nada suaranya menyiratkan rasa senang.

Bukan hanya itu, beberapa waktu lalu teman-teman tuna netra ini juga pernah menampilkan drama kolosal berjudul Pan Balang Tamak dengan panggung yang luas. Kebetulan, yayasan memiliki program main musik juga gamelan, sehingga mereka bisa menuangkan bakat seninya.

“Kami tidak pernah melarang mereka memakai alat musik itu. Kami hanya mendukung mereka berlatih, seperti sekarang ini ada musikalisasi puisi yang memang disukai mereka,” kata Pradnyani menutup penejelasanya. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Mengenal Puisi, Mengenal Proses Penciptaannya | Workshop Yayasan Sadewa untuk Komunitas Disabilitas Tuna Netra
Tahap-tahap Alih Wahana Karya Sastra ke Musikalisasi Puisi | Dari Pekan Raya Cipta Karya Mahima
Memperdebatkan Kembali Tentang Alat Musik Akustik dalam Musikalisasi Puisi
“Kelompok Seketika” Juara Satu Lomba Musikalisasi Puisi Bulan Bahasa Bali 2022
Langkah Penting Mencipta Musikalisasi Puisi Bersama Kak Heri
Menghidupkan dan Merayakan Puisi lewat Musik dalam “Tapssu: Tribute to Jokpin”
Tags: Heri Windi Anggaramusikmusikalisasi puisiPuisiYayasan Sadewa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mengenang Perupa I Gusti Made Peredi dan Karya-karyanya yang Membingkai Zaman

Next Post

Legenda Pemukiman Baduy Kompol

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails
Next Post
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Legenda Pemukiman Baduy Kompol

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co