24 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Muruk” dan “Nutur”, Belajar dan Diskusi ala Anak Muda Desa Munduk-Buleleng

Komang Yudistia by Komang Yudistia
May 6, 2025
in Khas
“Muruk” dan “Nutur”, Belajar dan Diskusi ala Anak Muda Desa Munduk-Buleleng

Muruk dan Nutur di Desa Munduk Buleleng

DULU, pada setiap Manis Galungan (sehari setelah Hari Raya Galungan) atau Manis Kuningan (sehari setelah Hari Raya Kuningan) identik dengan balibalian atau balihbalihan atau tontonan atau hiburan. Pertunjukan bondres, gong kebyar atau bahkan musik modern biasanya dipentaskan di hari-hari itu.

Memori masa lalu itulah yang jadi inspirasi anak-anak muda dari Komunitas Abiawara di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng, untuk menciptakan sebuah acara yang tak melulu sebagai hiburan, melainkan juga sebagai ajang untuk belajar dan bercerita.

Terciptalah sebuah inisiasi acara yang bersumber dari dua kata penting: muruk dan nutur. Tahun 2025 ini acara itu diadakan saat Hari Raya Kuningan, Sabtu, 3 Mei 2025, di Desa Munduk.  

Muruk dan Nutur saat Hari Kuningan itu punya judul agak panjang: “Merawat Kreativitas dan Kebebasan Berfikir Anak Muda Melalui Muruk (Belajar/Melajah) dan Nutur (Bercerita/Medarmatula). Itu judul yang lumayan berat, namun usaha membangunkan anak muda untuk terus berkreativitas di tengah terbatasnya kegiatan-kegiatan yang digerakkan anak muda di Desa Munduk.

Acara Muruk dan Nutur di Desa Munduk, Buleleng, Bali | Foto: Dok Komunitas Abiwara

Seperti juga di banyak desa di Bali, Desa Munduk memiliki banyak anak muda yang lahir di Munduk namun merantau ke kota setelah minimal tamat SMP. Mereka akan pergi dari desa untuk menuntut pendidikan yang lebih tinggi ke kota.

Tapi apakah setelah mendapatkan pendidikan yang dianggap layak atau bahkan dianggap tinggi itu anak muda-anak muda akan pulang untuk membangun peradaban di desa kelahirannya? Sepertinya tidak banyak yang berpikiran untuk pulang, justru mereka punya mimpi untuk lebih jauh meninggalkan desanya.

Nah, Komunitas Abiwara dengan acara Muruk dan Nutur, adalah salah satu upaya yang dilakukan anak-anak muda di Desa Munduk untuk memantik minat anak-anak muda lain untuk ikut memikirkan desa mereka, untuk ikut membangun peradaban baik di desa mereka.

Muruk dan Nutur yang diselenggarakan Komunitas Abiwara ini bekerjasama dengan Desa Adat Munduk. Dan didukung oleh BRASTI (Bagaraksa Alas Mertajati), Munduk Moding Plantation, CV Cadudasa Pratama, Suka-duka Darma Yadnya, Rotari dan Bali Waste Management Training Center.

Muruk Medagang, Nutur tentang Bambu

Acara dimulai jam 6 sore. Sebelum dimulai, turun hujan dan kabut tebal menyelimuti Desa Munduk. Kondisi itu menguji mental panitia. Mereka khawatir acara ini sepi peminat.

Nasi keladi dalam acara Muruk dan Nutur di Desa Munduk, Buleleng, Bali | Foto: Dok Komunitas Abiwara

Muruk itu artinya “belajar” dalam Bahasa Indonesia. Abiwara, nama komunitas itu, juga artinya “belajar”. Selama dua tahun terakhir Komunitas Abiwara memang rutin melaksanakan kegiatan Muruk dan Nutur. Dan, acara pada saat Kuningan itu dibikin lebih serius.

Ada banyak acara muruk yang dilakukan. Antara lain, muruk ngelawar (belajar bikin lawar), muruk ngolah sampah, muruk ogoh-ogoh, muruk minum arak (memahami minuman keras dan efeknya) dan terakhir muruk medagang (belajar wirausaha).

Muruk medagang adalah ruang bagi anak muda yang punya bisnis kecil-kecilan di Desa Munduk. Anak-anak muda itu belajar memasarkan produknya.  Syaratnya biasanya diutamakan produk jualan yang memanfaatkan bahan-bahan lokal.

Komunitas Abiwara sendiri, saat acara di Hari Kuningan itu, muruk membuat menu nasi keladi (talas), makanan khas yang dulu sangat diakrabi oleh orangtua di Desa Munduk. Soal nasi keladi, anak-anak muda hanya mendapat ceritanya, padahal sekarang keladi (talas) banyak tumbuh liar di Desa Munduk dan sekitarnya.

Muruk medagang di acara Muruk dan Nutur di Desa Munduk, Buleleng, Bali | Foto: Dok Komunitas Abiwara

Sedangkan nutur itu bentuk sederhana dari diskusi. Anak muda sekarang sangat anti dengan kegiatan yang serius. Kalau dipilih kata diskusi rasanya mereka akan takut dan bosan. Oleh Komunitas Abiwara, acara Nutur dikemas santai. Pemateri tidak bebicara satu arah saja, tapi menjadi pematik untuk kemudian diikuti dengan cerita-cerita dari peserta.

Pada acara di Hari Kuningan itu, anak-anak muda diajak bercerita tentang pemanfaatan bambu. Apalagi, anak-anak muda di Komunitas Abiwara punya kelompok dekorasi bambu. Selain itu,  Desa Munduk punya sumberdaya bambu yang bisa dibilang melimpah.

Sejauh ini bambu di Desa Munduk hanya dimanfaatkan untuk membuat banggul (alat untuk memanjat pohon cengkeh ketika panen), atau digunakan untuk tetaring (tenda upacara), dan alat musik bambu seperti rindik yang dijual keluar daerah.

Guntur Juniarta dari Maikubu Tigawasa dalam acara itu bercerita soal bambu. Pencerita dari Desa Munduk ada Putu Keker yang dikenal sebagai penggiat bambu dengan genre undergaround. Munduk Moding Plantation, sebuah lembaga yang punya konsen tentang sampah di acara ini juga ikut menyumbang cerita. Ada juga Putu Gede Elman Thiana, anak muda juga dari Desa Gobleg yang konsen, tekun dan serius belajar tentang pengolahan sampah.

Muruk medagang di acara Muruk dan Nutur di Desa Munduk, Buleleng, Bali | Foto: Dok Komunitas Abiwara

Selama satu jam, acara nutur berjalan sangat santai dan penuh gembira. Guntur, anak muda dari Tigawasa, bercerita dengan sangat filosofis tentang semua gerakannya yang berkaitan dengan bambu.

Bambu ternyata berkaitan dengan hidup Guntur sekaligus punya kaitan juga dengan desanya, Tigawasa.

Sedangkan Putu Keker, seniman underground ini, bercerita sangat teknis soal bambu, padahal selama ini ia dikenal pendiam. Elam tetap konsisten soal sampah. Dia punya sikap yang tegas kalau Surat Edaran Gubernur soal sampah itu baik, kalau pengawasan dan sistemnya juga baik dan tidak sekedar dilaksanakan (pangkwala).

Penonton membludak dalam acara Muruk medagang di acara Muruk dan Nutur di Desa Munduk, Buleleng, Bali | Foto: Dok Komunitas Abiwara

Acara ini diluar perkiraan. Penonton sangat ramai meluap sampai ke trotoar jalan depan Wantilan Desa Munduk, tempat acara dilaksanakan.

Sekitar jam 8 malam giliran klompok-klompok kesenian bergantian mementaskan ekspresi kebebasan dalam acara ini. Tarian pendet dari Banjar Bulakan memukau penonton. Ada juga Sekeha Baleganjur Balagirang dengan tarian kolosal mendapat sambutan meriah. Juga ada baleganjur dari Sanggar Seni Tripittaka yang tampil dengan anggota muda beberapa di antaranya sudah termasuk cucu dari Made Terip—seniman legenda hidup Desa Munduk.  

Pementasan kesenian dalam acara Muruk medagang di acara Muruk dan Nutur di Desa Munduk, Buleleng, Bali | Foto: Dok Komunitas Abiwara

Dusun Tamblingan juga turun gunung membawa tari joged yang sekaligus menutup acara di jam 10 malam. Penonton pulang sambil memberi pengingat kepada panitia untuk sering-seing buat acara seperti ini, seolah rindu karena memang sangat jarang ada kegiatan khususnya hiburan di Desa Munduk.

Panitia bersiap merapikan alat lalu pulang membawa rasa bangga dan semangat baru untuk terus belajar dan berkembang. [T]

Penulis: Komang Yudistia
Editor: Nyoman Budarsana

  • BACA JUGA:
Guntur Juniarta dan Mai Kubu, Branding Anak Muda dari Anyaman Bambu Tigawasa
MaiKubu di Desa Tigawasa, Menjaga Bambu, Menjalin-Anyam Bambu-bambu
Anak Muda Tabanan Menyoal Rempah Lewat Film Petualangan Tara dan Pramana
Tags: Desa Mundukgenerasi mudaKreativitas
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sri Gunadika dari Banyuning: Kaki Patah, Tapi Tangan yang Mencukur itu Menghidupinya

Next Post

Mengenang Perupa I Gusti Made Peredi dan Karya-karyanya yang Membingkai Zaman

Komang Yudistia

Komang Yudistia

Pendiri Komunitas Abiwara di Desa Munduk. Pernah ikut Teater Ilalang di SMA Lab Undiksha Singaraja. Menamatkan kuliah S1 desain interior dan S2 desain di ISI Denpasar (sekarang ISI Bali).

Related Posts

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails

Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
April 8, 2026
0
Merawat Tradisi dari Ruang Kelas: Semarak Lomba Ngelawar dan Membuat Gebogan di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

HARI itu, Jumat, 3 April 2026, menjadi hari yang tak biasa bagi siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam). Sehari...

Read moreDetails

Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

by Putu Gangga Pradipta
April 5, 2026
0
Membasuh Jiwa di Segara —Catatan dari Iring-iringan Melasti Desa Adat Buleleng

MATAHARI baru saja beranjak dari peraduannya pada Kamis (2/4/2026), namun aspal di sepanjang jalan menuju Pura Segara, Buleleng, sudah mulai...

Read moreDetails

Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

by Helmi Y Haska
March 31, 2026
0
Malam Rasa Kafka di Pasar Suci

TIGA buku terbaru menjadi pokok soal diskusi malam itu diselenggarakan Toko Buku Partikular di Pasar Suci, Denpasar, Sabtu, 28 Maret...

Read moreDetails

Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

by Dian Suryantini
March 24, 2026
0
Serunya Belajar Ngulet Daluman di Pasar Intaran

Minggu pagi, 8 Maret 2026, Pasar Intaran terasa agak beda. Biasanya, pasar ini nongkrong manis di pinggir pantai, tepat di...

Read moreDetails

Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

by Gading Ganesha
March 24, 2026
0
Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

Sabtu 21 Maret. Tepat pukul lima sore, saya tiba di SMA Negeri 1 Singaraja—dua belas jam sebelum Alumni Smansa Charity...

Read moreDetails

Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

by Agus Suardiana Putra
March 20, 2026
0
Kisah Perjalanan Mendebarkan Menjemput Kekasih dari Sukawati ke Kota Gianyar untuk Menonton Ogoh-ogoh pada Malam Pengrupukan di Taman Kota Gianyar

SANG surya mulai turun mengistirahatkan diri setelah seharian bersinar, dan kegelapan perlahan menyelimuti bumi. Tibalah kita pada sandikala, waktu yang...

Read moreDetails
Next Post
Mengenang Perupa I Gusti Made Peredi dan Karya-karyanya yang Membingkai Zaman

Mengenang Perupa I Gusti Made Peredi dan Karya-karyanya yang Membingkai Zaman

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Janji-janji Jepang’
Esai

‘Janji-janji Jepang’

SIANG  hari sering membawa kita pada hal-hal yang tidak direncanakan. Bukan hanya soal pekerjaan atau agenda, tetapi juga ingatan. Tiba-tiba...

by Angga Wijaya
April 23, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co