3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Muruk” dan “Nutur”, Belajar dan Diskusi ala Anak Muda Desa Munduk-Buleleng

Komang Yudistia by Komang Yudistia
May 6, 2025
in Khas
“Muruk” dan “Nutur”, Belajar dan Diskusi ala Anak Muda Desa Munduk-Buleleng

Muruk dan Nutur di Desa Munduk Buleleng

DULU, pada setiap Manis Galungan (sehari setelah Hari Raya Galungan) atau Manis Kuningan (sehari setelah Hari Raya Kuningan) identik dengan balibalian atau balihbalihan atau tontonan atau hiburan. Pertunjukan bondres, gong kebyar atau bahkan musik modern biasanya dipentaskan di hari-hari itu.

Memori masa lalu itulah yang jadi inspirasi anak-anak muda dari Komunitas Abiawara di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng, untuk menciptakan sebuah acara yang tak melulu sebagai hiburan, melainkan juga sebagai ajang untuk belajar dan bercerita.

Terciptalah sebuah inisiasi acara yang bersumber dari dua kata penting: muruk dan nutur. Tahun 2025 ini acara itu diadakan saat Hari Raya Kuningan, Sabtu, 3 Mei 2025, di Desa Munduk.  

Muruk dan Nutur saat Hari Kuningan itu punya judul agak panjang: “Merawat Kreativitas dan Kebebasan Berfikir Anak Muda Melalui Muruk (Belajar/Melajah) dan Nutur (Bercerita/Medarmatula). Itu judul yang lumayan berat, namun usaha membangunkan anak muda untuk terus berkreativitas di tengah terbatasnya kegiatan-kegiatan yang digerakkan anak muda di Desa Munduk.

Acara Muruk dan Nutur di Desa Munduk, Buleleng, Bali | Foto: Dok Komunitas Abiwara

Seperti juga di banyak desa di Bali, Desa Munduk memiliki banyak anak muda yang lahir di Munduk namun merantau ke kota setelah minimal tamat SMP. Mereka akan pergi dari desa untuk menuntut pendidikan yang lebih tinggi ke kota.

Tapi apakah setelah mendapatkan pendidikan yang dianggap layak atau bahkan dianggap tinggi itu anak muda-anak muda akan pulang untuk membangun peradaban di desa kelahirannya? Sepertinya tidak banyak yang berpikiran untuk pulang, justru mereka punya mimpi untuk lebih jauh meninggalkan desanya.

Nah, Komunitas Abiwara dengan acara Muruk dan Nutur, adalah salah satu upaya yang dilakukan anak-anak muda di Desa Munduk untuk memantik minat anak-anak muda lain untuk ikut memikirkan desa mereka, untuk ikut membangun peradaban baik di desa mereka.

Muruk dan Nutur yang diselenggarakan Komunitas Abiwara ini bekerjasama dengan Desa Adat Munduk. Dan didukung oleh BRASTI (Bagaraksa Alas Mertajati), Munduk Moding Plantation, CV Cadudasa Pratama, Suka-duka Darma Yadnya, Rotari dan Bali Waste Management Training Center.

Muruk Medagang, Nutur tentang Bambu

Acara dimulai jam 6 sore. Sebelum dimulai, turun hujan dan kabut tebal menyelimuti Desa Munduk. Kondisi itu menguji mental panitia. Mereka khawatir acara ini sepi peminat.

Nasi keladi dalam acara Muruk dan Nutur di Desa Munduk, Buleleng, Bali | Foto: Dok Komunitas Abiwara

Muruk itu artinya “belajar” dalam Bahasa Indonesia. Abiwara, nama komunitas itu, juga artinya “belajar”. Selama dua tahun terakhir Komunitas Abiwara memang rutin melaksanakan kegiatan Muruk dan Nutur. Dan, acara pada saat Kuningan itu dibikin lebih serius.

Ada banyak acara muruk yang dilakukan. Antara lain, muruk ngelawar (belajar bikin lawar), muruk ngolah sampah, muruk ogoh-ogoh, muruk minum arak (memahami minuman keras dan efeknya) dan terakhir muruk medagang (belajar wirausaha).

Muruk medagang adalah ruang bagi anak muda yang punya bisnis kecil-kecilan di Desa Munduk. Anak-anak muda itu belajar memasarkan produknya.  Syaratnya biasanya diutamakan produk jualan yang memanfaatkan bahan-bahan lokal.

Komunitas Abiwara sendiri, saat acara di Hari Kuningan itu, muruk membuat menu nasi keladi (talas), makanan khas yang dulu sangat diakrabi oleh orangtua di Desa Munduk. Soal nasi keladi, anak-anak muda hanya mendapat ceritanya, padahal sekarang keladi (talas) banyak tumbuh liar di Desa Munduk dan sekitarnya.

Muruk medagang di acara Muruk dan Nutur di Desa Munduk, Buleleng, Bali | Foto: Dok Komunitas Abiwara

Sedangkan nutur itu bentuk sederhana dari diskusi. Anak muda sekarang sangat anti dengan kegiatan yang serius. Kalau dipilih kata diskusi rasanya mereka akan takut dan bosan. Oleh Komunitas Abiwara, acara Nutur dikemas santai. Pemateri tidak bebicara satu arah saja, tapi menjadi pematik untuk kemudian diikuti dengan cerita-cerita dari peserta.

Pada acara di Hari Kuningan itu, anak-anak muda diajak bercerita tentang pemanfaatan bambu. Apalagi, anak-anak muda di Komunitas Abiwara punya kelompok dekorasi bambu. Selain itu,  Desa Munduk punya sumberdaya bambu yang bisa dibilang melimpah.

Sejauh ini bambu di Desa Munduk hanya dimanfaatkan untuk membuat banggul (alat untuk memanjat pohon cengkeh ketika panen), atau digunakan untuk tetaring (tenda upacara), dan alat musik bambu seperti rindik yang dijual keluar daerah.

Guntur Juniarta dari Maikubu Tigawasa dalam acara itu bercerita soal bambu. Pencerita dari Desa Munduk ada Putu Keker yang dikenal sebagai penggiat bambu dengan genre undergaround. Munduk Moding Plantation, sebuah lembaga yang punya konsen tentang sampah di acara ini juga ikut menyumbang cerita. Ada juga Putu Gede Elman Thiana, anak muda juga dari Desa Gobleg yang konsen, tekun dan serius belajar tentang pengolahan sampah.

Muruk medagang di acara Muruk dan Nutur di Desa Munduk, Buleleng, Bali | Foto: Dok Komunitas Abiwara

Selama satu jam, acara nutur berjalan sangat santai dan penuh gembira. Guntur, anak muda dari Tigawasa, bercerita dengan sangat filosofis tentang semua gerakannya yang berkaitan dengan bambu.

Bambu ternyata berkaitan dengan hidup Guntur sekaligus punya kaitan juga dengan desanya, Tigawasa.

Sedangkan Putu Keker, seniman underground ini, bercerita sangat teknis soal bambu, padahal selama ini ia dikenal pendiam. Elam tetap konsisten soal sampah. Dia punya sikap yang tegas kalau Surat Edaran Gubernur soal sampah itu baik, kalau pengawasan dan sistemnya juga baik dan tidak sekedar dilaksanakan (pangkwala).

Penonton membludak dalam acara Muruk medagang di acara Muruk dan Nutur di Desa Munduk, Buleleng, Bali | Foto: Dok Komunitas Abiwara

Acara ini diluar perkiraan. Penonton sangat ramai meluap sampai ke trotoar jalan depan Wantilan Desa Munduk, tempat acara dilaksanakan.

Sekitar jam 8 malam giliran klompok-klompok kesenian bergantian mementaskan ekspresi kebebasan dalam acara ini. Tarian pendet dari Banjar Bulakan memukau penonton. Ada juga Sekeha Baleganjur Balagirang dengan tarian kolosal mendapat sambutan meriah. Juga ada baleganjur dari Sanggar Seni Tripittaka yang tampil dengan anggota muda beberapa di antaranya sudah termasuk cucu dari Made Terip—seniman legenda hidup Desa Munduk.  

Pementasan kesenian dalam acara Muruk medagang di acara Muruk dan Nutur di Desa Munduk, Buleleng, Bali | Foto: Dok Komunitas Abiwara

Dusun Tamblingan juga turun gunung membawa tari joged yang sekaligus menutup acara di jam 10 malam. Penonton pulang sambil memberi pengingat kepada panitia untuk sering-seing buat acara seperti ini, seolah rindu karena memang sangat jarang ada kegiatan khususnya hiburan di Desa Munduk.

Panitia bersiap merapikan alat lalu pulang membawa rasa bangga dan semangat baru untuk terus belajar dan berkembang. [T]

Penulis: Komang Yudistia
Editor: Nyoman Budarsana

  • BACA JUGA:
Guntur Juniarta dan Mai Kubu, Branding Anak Muda dari Anyaman Bambu Tigawasa
MaiKubu di Desa Tigawasa, Menjaga Bambu, Menjalin-Anyam Bambu-bambu
Anak Muda Tabanan Menyoal Rempah Lewat Film Petualangan Tara dan Pramana
Tags: Desa Mundukgenerasi mudaKreativitas
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sri Gunadika dari Banyuning: Kaki Patah, Tapi Tangan yang Mencukur itu Menghidupinya

Next Post

Mengenang Perupa I Gusti Made Peredi dan Karya-karyanya yang Membingkai Zaman

Komang Yudistia

Komang Yudistia

Pendiri Komunitas Abiwara di Desa Munduk. Pernah ikut Teater Ilalang di SMA Lab Undiksha Singaraja. Menamatkan kuliah S1 desain interior dan S2 desain di ISI Denpasar (sekarang ISI Bali).

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Mengenang Perupa I Gusti Made Peredi dan Karya-karyanya yang Membingkai Zaman

Mengenang Perupa I Gusti Made Peredi dan Karya-karyanya yang Membingkai Zaman

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co