12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Muruk” dan “Nutur”, Belajar dan Diskusi ala Anak Muda Desa Munduk-Buleleng

Komang Yudistia by Komang Yudistia
May 6, 2025
in Khas
“Muruk” dan “Nutur”, Belajar dan Diskusi ala Anak Muda Desa Munduk-Buleleng

Muruk dan Nutur di Desa Munduk Buleleng

DULU, pada setiap Manis Galungan (sehari setelah Hari Raya Galungan) atau Manis Kuningan (sehari setelah Hari Raya Kuningan) identik dengan balibalian atau balihbalihan atau tontonan atau hiburan. Pertunjukan bondres, gong kebyar atau bahkan musik modern biasanya dipentaskan di hari-hari itu.

Memori masa lalu itulah yang jadi inspirasi anak-anak muda dari Komunitas Abiawara di Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng, untuk menciptakan sebuah acara yang tak melulu sebagai hiburan, melainkan juga sebagai ajang untuk belajar dan bercerita.

Terciptalah sebuah inisiasi acara yang bersumber dari dua kata penting: muruk dan nutur. Tahun 2025 ini acara itu diadakan saat Hari Raya Kuningan, Sabtu, 3 Mei 2025, di Desa Munduk.  

Muruk dan Nutur saat Hari Kuningan itu punya judul agak panjang: “Merawat Kreativitas dan Kebebasan Berfikir Anak Muda Melalui Muruk (Belajar/Melajah) dan Nutur (Bercerita/Medarmatula). Itu judul yang lumayan berat, namun usaha membangunkan anak muda untuk terus berkreativitas di tengah terbatasnya kegiatan-kegiatan yang digerakkan anak muda di Desa Munduk.

Acara Muruk dan Nutur di Desa Munduk, Buleleng, Bali | Foto: Dok Komunitas Abiwara

Seperti juga di banyak desa di Bali, Desa Munduk memiliki banyak anak muda yang lahir di Munduk namun merantau ke kota setelah minimal tamat SMP. Mereka akan pergi dari desa untuk menuntut pendidikan yang lebih tinggi ke kota.

Tapi apakah setelah mendapatkan pendidikan yang dianggap layak atau bahkan dianggap tinggi itu anak muda-anak muda akan pulang untuk membangun peradaban di desa kelahirannya? Sepertinya tidak banyak yang berpikiran untuk pulang, justru mereka punya mimpi untuk lebih jauh meninggalkan desanya.

Nah, Komunitas Abiwara dengan acara Muruk dan Nutur, adalah salah satu upaya yang dilakukan anak-anak muda di Desa Munduk untuk memantik minat anak-anak muda lain untuk ikut memikirkan desa mereka, untuk ikut membangun peradaban baik di desa mereka.

Muruk dan Nutur yang diselenggarakan Komunitas Abiwara ini bekerjasama dengan Desa Adat Munduk. Dan didukung oleh BRASTI (Bagaraksa Alas Mertajati), Munduk Moding Plantation, CV Cadudasa Pratama, Suka-duka Darma Yadnya, Rotari dan Bali Waste Management Training Center.

Muruk Medagang, Nutur tentang Bambu

Acara dimulai jam 6 sore. Sebelum dimulai, turun hujan dan kabut tebal menyelimuti Desa Munduk. Kondisi itu menguji mental panitia. Mereka khawatir acara ini sepi peminat.

Nasi keladi dalam acara Muruk dan Nutur di Desa Munduk, Buleleng, Bali | Foto: Dok Komunitas Abiwara

Muruk itu artinya “belajar” dalam Bahasa Indonesia. Abiwara, nama komunitas itu, juga artinya “belajar”. Selama dua tahun terakhir Komunitas Abiwara memang rutin melaksanakan kegiatan Muruk dan Nutur. Dan, acara pada saat Kuningan itu dibikin lebih serius.

Ada banyak acara muruk yang dilakukan. Antara lain, muruk ngelawar (belajar bikin lawar), muruk ngolah sampah, muruk ogoh-ogoh, muruk minum arak (memahami minuman keras dan efeknya) dan terakhir muruk medagang (belajar wirausaha).

Muruk medagang adalah ruang bagi anak muda yang punya bisnis kecil-kecilan di Desa Munduk. Anak-anak muda itu belajar memasarkan produknya.  Syaratnya biasanya diutamakan produk jualan yang memanfaatkan bahan-bahan lokal.

Komunitas Abiwara sendiri, saat acara di Hari Kuningan itu, muruk membuat menu nasi keladi (talas), makanan khas yang dulu sangat diakrabi oleh orangtua di Desa Munduk. Soal nasi keladi, anak-anak muda hanya mendapat ceritanya, padahal sekarang keladi (talas) banyak tumbuh liar di Desa Munduk dan sekitarnya.

Muruk medagang di acara Muruk dan Nutur di Desa Munduk, Buleleng, Bali | Foto: Dok Komunitas Abiwara

Sedangkan nutur itu bentuk sederhana dari diskusi. Anak muda sekarang sangat anti dengan kegiatan yang serius. Kalau dipilih kata diskusi rasanya mereka akan takut dan bosan. Oleh Komunitas Abiwara, acara Nutur dikemas santai. Pemateri tidak bebicara satu arah saja, tapi menjadi pematik untuk kemudian diikuti dengan cerita-cerita dari peserta.

Pada acara di Hari Kuningan itu, anak-anak muda diajak bercerita tentang pemanfaatan bambu. Apalagi, anak-anak muda di Komunitas Abiwara punya kelompok dekorasi bambu. Selain itu,  Desa Munduk punya sumberdaya bambu yang bisa dibilang melimpah.

Sejauh ini bambu di Desa Munduk hanya dimanfaatkan untuk membuat banggul (alat untuk memanjat pohon cengkeh ketika panen), atau digunakan untuk tetaring (tenda upacara), dan alat musik bambu seperti rindik yang dijual keluar daerah.

Guntur Juniarta dari Maikubu Tigawasa dalam acara itu bercerita soal bambu. Pencerita dari Desa Munduk ada Putu Keker yang dikenal sebagai penggiat bambu dengan genre undergaround. Munduk Moding Plantation, sebuah lembaga yang punya konsen tentang sampah di acara ini juga ikut menyumbang cerita. Ada juga Putu Gede Elman Thiana, anak muda juga dari Desa Gobleg yang konsen, tekun dan serius belajar tentang pengolahan sampah.

Muruk medagang di acara Muruk dan Nutur di Desa Munduk, Buleleng, Bali | Foto: Dok Komunitas Abiwara

Selama satu jam, acara nutur berjalan sangat santai dan penuh gembira. Guntur, anak muda dari Tigawasa, bercerita dengan sangat filosofis tentang semua gerakannya yang berkaitan dengan bambu.

Bambu ternyata berkaitan dengan hidup Guntur sekaligus punya kaitan juga dengan desanya, Tigawasa.

Sedangkan Putu Keker, seniman underground ini, bercerita sangat teknis soal bambu, padahal selama ini ia dikenal pendiam. Elam tetap konsisten soal sampah. Dia punya sikap yang tegas kalau Surat Edaran Gubernur soal sampah itu baik, kalau pengawasan dan sistemnya juga baik dan tidak sekedar dilaksanakan (pangkwala).

Penonton membludak dalam acara Muruk medagang di acara Muruk dan Nutur di Desa Munduk, Buleleng, Bali | Foto: Dok Komunitas Abiwara

Acara ini diluar perkiraan. Penonton sangat ramai meluap sampai ke trotoar jalan depan Wantilan Desa Munduk, tempat acara dilaksanakan.

Sekitar jam 8 malam giliran klompok-klompok kesenian bergantian mementaskan ekspresi kebebasan dalam acara ini. Tarian pendet dari Banjar Bulakan memukau penonton. Ada juga Sekeha Baleganjur Balagirang dengan tarian kolosal mendapat sambutan meriah. Juga ada baleganjur dari Sanggar Seni Tripittaka yang tampil dengan anggota muda beberapa di antaranya sudah termasuk cucu dari Made Terip—seniman legenda hidup Desa Munduk.  

Pementasan kesenian dalam acara Muruk medagang di acara Muruk dan Nutur di Desa Munduk, Buleleng, Bali | Foto: Dok Komunitas Abiwara

Dusun Tamblingan juga turun gunung membawa tari joged yang sekaligus menutup acara di jam 10 malam. Penonton pulang sambil memberi pengingat kepada panitia untuk sering-seing buat acara seperti ini, seolah rindu karena memang sangat jarang ada kegiatan khususnya hiburan di Desa Munduk.

Panitia bersiap merapikan alat lalu pulang membawa rasa bangga dan semangat baru untuk terus belajar dan berkembang. [T]

Penulis: Komang Yudistia
Editor: Nyoman Budarsana

  • BACA JUGA:
Guntur Juniarta dan Mai Kubu, Branding Anak Muda dari Anyaman Bambu Tigawasa
MaiKubu di Desa Tigawasa, Menjaga Bambu, Menjalin-Anyam Bambu-bambu
Anak Muda Tabanan Menyoal Rempah Lewat Film Petualangan Tara dan Pramana
Tags: Desa Mundukgenerasi mudaKreativitas
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sri Gunadika dari Banyuning: Kaki Patah, Tapi Tangan yang Mencukur itu Menghidupinya

Next Post

Mengenang Perupa I Gusti Made Peredi dan Karya-karyanya yang Membingkai Zaman

Komang Yudistia

Komang Yudistia

Pendiri Komunitas Abiwara di Desa Munduk. Pernah ikut Teater Ilalang di SMA Lab Undiksha Singaraja. Menamatkan kuliah S1 desain interior dan S2 desain di ISI Denpasar (sekarang ISI Bali).

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Mengenang Perupa I Gusti Made Peredi dan Karya-karyanya yang Membingkai Zaman

Mengenang Perupa I Gusti Made Peredi dan Karya-karyanya yang Membingkai Zaman

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co