23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Museum Made Sukanta Wahyu, Pelengkap Kesempurnaan Destinasi Budaya di Desa Aan

Kresensia Yufarita Anderi by Kresensia Yufarita Anderi
November 16, 2024
in Khas
Museum Made Sukanta Wahyu, Pelengkap Kesempurnaan Destinasi Budaya di Desa Aan

Seniman Sukanta Wahyu di depan museum

DI Desa Aan. Desa Aan terletak di Banjar Sengkiding, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali, terdapat destinasi wisata budaya yang bisa dikata berbeda dengan destinasi di desa-desa lain. Destinasi itu, Museum Made Sukanta Wahyu.

Saya sempat berkunjung ke desa itu, dan Museum Made Sukanta Wahyu bisa dianggap sebagai pelengkap yang sempurna dari banyaknya destinasi di Desa Aan. Karena, memang, Desa Aan memiliki potensi wisata yang beragam mulai dari keindahan alam yang memanjakan mata dan juga warisan budaya yang menjadi identitasnya. Keindahan alam serta warisan budaya ini dipertahankan dan juga dilestarikan dengan menggunakan n metode pengelolaan pariwisata yang dilakukan oleh masyarakat sendiri. Masyarakat sangat aktif dalam berpartisipasi dalam setiap kegiatan maupun aktivitas yang berkaitan dengan pengembangan potensi pariwisata di Desa Aan.

Museum Made Sukanta Wahyu | Foto: Kresensia

Museum Made Sukanta Wahyu adalah salah satu museum seni yang dihiasi dengan patung dan lukisan yang menjadi bagian dari warisan budaya Desa Aan. Ini merupakan tempat untuk menyimpan semua hasil karya dari seorang seniman bernama I Made Sukanta Wahyu. Ia adalah seorang pelukis dan pematung yang sudah cukup lama berkarya dalam bidangnya.

Saya bukan seseorang yang paham betul dengan sebuah seni patung ataupun lukisan 3D, namun saat sampai di sana saya terkejut melihat karya seni yang ditampilkan. Begitu luar biasa sebuah kayu yang awalnya berbentuk sederhana dan terlihat biasa saja berubah menjadi sebuah karya yang tak ternilai harganya.

Dalam membuat semua karya ini baik patung maupun lukisan 3D, Sukanta Wahyu memerlukan waktu yang cukup lama. Kayu yang digunakan juga memerlukan pengamatan yang mendalam, lalu dilakukan proses pemahatan sesuai dengan bentuk serta serat alami yang terdapat pada kayu tersebut.

 Museum ini berbeda dengan museum lainnya karena mengambil konsep ‘lingga yoni’. Konsep ini memiliki arti lingga yaitu laki-laki dan yoni yang berarti perempuan. Dalam setiap karyanya memiliki ciri khas tertentu sesuai dengan jenis kayu yang digunakan.

Seniman I Made Sukanta Wahyu | Foto: Kresensia

Galeri seni Made Sukanta Wahyu menampilkan ratusan jenis patung dan juga puluhan lukisan 3D dengan bentuk serta ciri khasnya  masing-masing. Tema yang diambil untuk seni patung yaitu tentang kehidupan sebagai seorang perempuan dan laki-laki.

Saat saya sedang mengamati patung-patung tersebut, saya semakin terkejut dengan bakat yang dimiliki oleh Pak Made Sukanta Wahyu karena semua patung yang dihasilkan memiliki bentuk yang sangat detail hingga terlihat seperti asli. Ia memvisualisasikan setiap patung sesuai dengan tema yang ada.

Beberapa patung juga memiliki tekstur yang berbeda sesuai dengan jenis kayu yang digunakan. Bahkan ada beberapa patung yang memiliki bentuk yang hampir sama namun terdapat beberapa bagian yang berbeda.

Saya mendapat sebuah wawasan baru mengenai dunia seni, dimana sebuah karya dapat dihasilkan dengan mengikuti naluri dalam diri kemudian dituangkan dalam sebuah karya seni yang dapat dinikmati keindahannya.

Karya Seni Patung | Foto: Kresensia

Selain seni patung, Museum milik seniman yang sudah menginjak usia senja ini memamerkan hasil karya lain yaitu lukisan 3D. Lukisan ini mengusung tema modern namun tetap mengimplementasikan warisan budaya Bali. Dalam pembuatan lukisan ini ia menggunakan bahan baku kayu kemudian dibentuk sesuai dengan bentuk serta serat yang terdapat pada jenis kayu tersebut.

Ketika pertama kali saya melihat lukisan tersebut, saya merasa bahwa lukisan yang dihasilkan memiliki ciri khas yang tak ternilai. Konsep yang diambil juga menyesuaikan dengan lukisan masa kini sehingga cocok untuk dijadikan sebuah tempat destinasi wisata yang dapat dikunjungi.

Karya Seni Lukis | Foto: Kresensia

Melalui kunjungan ini, saya belajar bahwa sebuah lukisan itu bukan hanya digambar diatas kanvas lalu dicat, tetapi juga bisa dikombinasikan dengan kayu. Sebuah pembelajaran yang berharga ini dapat menjadi bekal yang akan berguna bagi masa yang akan datang. Berdasarkan kunjungan singkat ini, saya sangat merekomendasikan destinasi wisata budaya ini kepada para pembaca untuk menjadi tempat yang wajib dikunjungi saat berkunjung ke Bali.[T]

Catatan: artikel ini merupakan tugas perkualiahan mahasiswa di Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional dalam Program Studi S1 Pariwisata Semester 3

Merasakan Keaslian Bali di Dira Family Guest House, Desa Aan-Klungkung
Belajar dan Menikmati Laklak di Warung Secret Aan, di Sudut Tersembunyi Desa Aan, Klungkung
Jejak Peradaban Pura Gunung Kawi: Menceritakan Simfoni Abadi di Puncak Batu Padas
Berkunjung dan Membayangkan Masa Lalu di Rumah Batuan, Rumah Tradisional di Desa Batuan-Gianyar
Laklak Beras Merah Jatiluwih: Tradisi dan Inovasi dalam Satu Gigitan
Tags: desa aanMuseumMuseum Sukanta WahyuPariwisataSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mendefinisikan Ulang Makna Toleransi Melalui Perspektif Cinta Erich Fromm

Next Post

Membedah Keunggulan Komparatif: Kunci Sukses Pariwisata Global di Era Modern

Kresensia Yufarita Anderi

Kresensia Yufarita Anderi

Lahir pada tanggal 24 Maret 2005 di sebuah kota kecil di Nusa Tenggara Timur, Labuan Bajo. Sedang menempuh pendidikan dI institut Pariwisata Dan Bisnis Internasional dengan jurusan S1 Pariwisata

Related Posts

“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

by Ingga Adelia
October 18, 2026
0
“Satu Pemberhentian Lagi”: Film Pendek tentang Bus, Kemacetan, dan Pilihan Bertransportasi di Pekan Iklim Bali

Siang itu, Flow Workspace di kawasan Sanur, Denpasar, dipenuhi anak-anak muda, terutama pencinta film dan para aktor. Mereka berkumpul, bercakap-cakap,...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Membedah Keunggulan Komparatif: Kunci Sukses Pariwisata Global di Era Modern

Membedah Keunggulan Komparatif: Kunci Sukses Pariwisata Global di Era Modern

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami
Esai

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

by Angga Wijaya
October 20, 2026
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya
Esai

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co