2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Museum Made Sukanta Wahyu, Pelengkap Kesempurnaan Destinasi Budaya di Desa Aan

Kresensia Yufarita Anderi by Kresensia Yufarita Anderi
November 16, 2024
in Khas
Museum Made Sukanta Wahyu, Pelengkap Kesempurnaan Destinasi Budaya di Desa Aan

Seniman Sukanta Wahyu di depan museum

DI Desa Aan. Desa Aan terletak di Banjar Sengkiding, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali, terdapat destinasi wisata budaya yang bisa dikata berbeda dengan destinasi di desa-desa lain. Destinasi itu, Museum Made Sukanta Wahyu.

Saya sempat berkunjung ke desa itu, dan Museum Made Sukanta Wahyu bisa dianggap sebagai pelengkap yang sempurna dari banyaknya destinasi di Desa Aan. Karena, memang, Desa Aan memiliki potensi wisata yang beragam mulai dari keindahan alam yang memanjakan mata dan juga warisan budaya yang menjadi identitasnya. Keindahan alam serta warisan budaya ini dipertahankan dan juga dilestarikan dengan menggunakan n metode pengelolaan pariwisata yang dilakukan oleh masyarakat sendiri. Masyarakat sangat aktif dalam berpartisipasi dalam setiap kegiatan maupun aktivitas yang berkaitan dengan pengembangan potensi pariwisata di Desa Aan.

Museum Made Sukanta Wahyu | Foto: Kresensia

Museum Made Sukanta Wahyu adalah salah satu museum seni yang dihiasi dengan patung dan lukisan yang menjadi bagian dari warisan budaya Desa Aan. Ini merupakan tempat untuk menyimpan semua hasil karya dari seorang seniman bernama I Made Sukanta Wahyu. Ia adalah seorang pelukis dan pematung yang sudah cukup lama berkarya dalam bidangnya.

Saya bukan seseorang yang paham betul dengan sebuah seni patung ataupun lukisan 3D, namun saat sampai di sana saya terkejut melihat karya seni yang ditampilkan. Begitu luar biasa sebuah kayu yang awalnya berbentuk sederhana dan terlihat biasa saja berubah menjadi sebuah karya yang tak ternilai harganya.

Dalam membuat semua karya ini baik patung maupun lukisan 3D, Sukanta Wahyu memerlukan waktu yang cukup lama. Kayu yang digunakan juga memerlukan pengamatan yang mendalam, lalu dilakukan proses pemahatan sesuai dengan bentuk serta serat alami yang terdapat pada kayu tersebut.

 Museum ini berbeda dengan museum lainnya karena mengambil konsep ‘lingga yoni’. Konsep ini memiliki arti lingga yaitu laki-laki dan yoni yang berarti perempuan. Dalam setiap karyanya memiliki ciri khas tertentu sesuai dengan jenis kayu yang digunakan.

Seniman I Made Sukanta Wahyu | Foto: Kresensia

Galeri seni Made Sukanta Wahyu menampilkan ratusan jenis patung dan juga puluhan lukisan 3D dengan bentuk serta ciri khasnya  masing-masing. Tema yang diambil untuk seni patung yaitu tentang kehidupan sebagai seorang perempuan dan laki-laki.

Saat saya sedang mengamati patung-patung tersebut, saya semakin terkejut dengan bakat yang dimiliki oleh Pak Made Sukanta Wahyu karena semua patung yang dihasilkan memiliki bentuk yang sangat detail hingga terlihat seperti asli. Ia memvisualisasikan setiap patung sesuai dengan tema yang ada.

Beberapa patung juga memiliki tekstur yang berbeda sesuai dengan jenis kayu yang digunakan. Bahkan ada beberapa patung yang memiliki bentuk yang hampir sama namun terdapat beberapa bagian yang berbeda.

Saya mendapat sebuah wawasan baru mengenai dunia seni, dimana sebuah karya dapat dihasilkan dengan mengikuti naluri dalam diri kemudian dituangkan dalam sebuah karya seni yang dapat dinikmati keindahannya.

Karya Seni Patung | Foto: Kresensia

Selain seni patung, Museum milik seniman yang sudah menginjak usia senja ini memamerkan hasil karya lain yaitu lukisan 3D. Lukisan ini mengusung tema modern namun tetap mengimplementasikan warisan budaya Bali. Dalam pembuatan lukisan ini ia menggunakan bahan baku kayu kemudian dibentuk sesuai dengan bentuk serta serat yang terdapat pada jenis kayu tersebut.

Ketika pertama kali saya melihat lukisan tersebut, saya merasa bahwa lukisan yang dihasilkan memiliki ciri khas yang tak ternilai. Konsep yang diambil juga menyesuaikan dengan lukisan masa kini sehingga cocok untuk dijadikan sebuah tempat destinasi wisata yang dapat dikunjungi.

Karya Seni Lukis | Foto: Kresensia

Melalui kunjungan ini, saya belajar bahwa sebuah lukisan itu bukan hanya digambar diatas kanvas lalu dicat, tetapi juga bisa dikombinasikan dengan kayu. Sebuah pembelajaran yang berharga ini dapat menjadi bekal yang akan berguna bagi masa yang akan datang. Berdasarkan kunjungan singkat ini, saya sangat merekomendasikan destinasi wisata budaya ini kepada para pembaca untuk menjadi tempat yang wajib dikunjungi saat berkunjung ke Bali.[T]

Catatan: artikel ini merupakan tugas perkualiahan mahasiswa di Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional dalam Program Studi S1 Pariwisata Semester 3

Merasakan Keaslian Bali di Dira Family Guest House, Desa Aan-Klungkung
Belajar dan Menikmati Laklak di Warung Secret Aan, di Sudut Tersembunyi Desa Aan, Klungkung
Jejak Peradaban Pura Gunung Kawi: Menceritakan Simfoni Abadi di Puncak Batu Padas
Berkunjung dan Membayangkan Masa Lalu di Rumah Batuan, Rumah Tradisional di Desa Batuan-Gianyar
Laklak Beras Merah Jatiluwih: Tradisi dan Inovasi dalam Satu Gigitan
Tags: desa aanMuseumMuseum Sukanta WahyuPariwisataSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mendefinisikan Ulang Makna Toleransi Melalui Perspektif Cinta Erich Fromm

Next Post

Membedah Keunggulan Komparatif: Kunci Sukses Pariwisata Global di Era Modern

Kresensia Yufarita Anderi

Kresensia Yufarita Anderi

Lahir pada tanggal 24 Maret 2005 di sebuah kota kecil di Nusa Tenggara Timur, Labuan Bajo. Sedang menempuh pendidikan dI institut Pariwisata Dan Bisnis Internasional dengan jurusan S1 Pariwisata

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Membedah Keunggulan Komparatif: Kunci Sukses Pariwisata Global di Era Modern

Membedah Keunggulan Komparatif: Kunci Sukses Pariwisata Global di Era Modern

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co