2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sunari, dan Tujuh Lubang di Tubuhnya

Jaswanto by Jaswanto
November 14, 2024
in Khas
Sunari, dan Tujuh Lubang di Tubuhnya

Sunari-sunari karya Pekak Reka di Subak Spirit Festival 2024 | Foto: tatkala.co/Jaswanto

SEORANG kakek berjongkok dan mengeluarkan perkakas dari dalam tas karungnya. Di sana ada palu kayu dan tatah berukuran sedang, tampak juga meteran. Sesaat setelah mendapati alat-alat yang dibutuhkannya lengkap, orang tua itu kini mencoba melubangi bambu panjang yang tergeletak di depannya. Dengan hati-hati dan penuh perhitungan, kakek itu mulai memukul tatah beberapa kali. Syahdan, satu lubang berbentuk segitiga sama sisi tertoreh di bagian atas bambu panjang tersebut.

Di tengah pematang pada siang yang terik, orang tua berkacamata itu mengenakan baju putih, udeng, dan kamen yang bagus, seperti hendak ke pura atau ke hajatan tetangga, alih-alih berkunjung ke sawah untuk membuat alat pengusir burung yang berbunyi saat tertiup angin itu.

Ya, kakek tua itu sedang membuat sunari, alat tradisional Bali yang digunakan sebagai pengusir hama tani—yang terbuat dari buluh bambu dengan lubang-lubang tertentu yang menghasilkan suara saat diterpa angin, dan dipercaya dapat menghalau (seperti lelakut) hama padi, seperti burung dan hama lainnya.

Pekak Reka sedang melubangi bambu untuk membuat sunari di Subak Spirit Festival 2024 | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Kakek tua yang sedang membuat sunari itu bernama Ketut Lana. “Tapi biasa dipanggil Pekak Reka,” ujarnya kepada tatkala.co. Ia kini sudah berumur 76 tahun. Lebih muda barang tiga tahun dari Indonesia. Tapi meski sudah berumur setengah abad lebih, Pekak Reka tetap bertenaga. Lututnya tak gemetar sama sekali saat naik-turun pematang sawah Jatiluwih yang terkenal berundak itu.

Pada siang yang terik itu, Pekak Reka tak sendiri. Ada beberapa remaja yang mengerubutinya. Remaja-remaja tersebut ternyata sedang belajar membuat sunari, dan Pekak Reka bertindak sebagai instrukturnya. Patas saja, ini merupakan lokakarya pembuatan sunari yang menjadi bagian dalam gelaran Subak Spirit Festival 2024, program Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang diselenggarakan di Desa Jatiluwih, Penebel, Tabanan, Bali, dari tanggal 9-10 November 2024.

“Saya diminta panitia untuk membuat beberapa [sunari], sekaligus mengajarkan anak-anak,” ungkap Pekak Reka. Di pematang sebelah, beberapa sunari berdiri menjulang dengan anyaman daun kelapa—terlihat seperti bendera—di ujungnya. Anyaman tersebut berkibar kaku saat angin menerpanya. Tapi tak terdengar satu pun sunari bersiul. Entah.

Pekak Reka saat diwawancara sesaat setelah selesai membuat sunari di Subak Spirit Festival 2024 | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Dan, sama seperti lelakut, sunari tak sekadar alat pengursir hama semata. Di Bali, sunari dianggap sebagai simbol Dewa Brahma dalam upacara keagamaan Hindu, sementara suara yang dihasilkannya dipercaya dapat mengingatkan manusia untuk selalu “eling” dan “ngeh” dengan petunjuk alam, supaya dapat menjaga keseimbangan, keselarasan, dalam setiap aktivitas pertanian—relasi antara manusia dengan alam.

Sebagai pawongan (pelaku), manusia harus menjaga keseimbangan dengan Bhuta Kala (unsur alam), dan sunari—sebagaimana, sekali lagi, lelakut—berfungsi sebagai pengingat akan hal tersebut. Dalam pertanian Bali, sunari dan lelakut sama-sama mencerminkan penghormatan terhadap alam dan usaha menjaga ketahanan pangan, sekaligus simbol pengorbanan kecil dari petani untuk berkolaborasi dengan alam demi hasil yang seimbang dan berkelanjutan.

Menurut Pekak Reka, sunari konon berasal dari kata “sunar” yang berarti sinar, yang bermakna menerangi umat manusia dalam menjalani kehidupan di dunia. Namun, menurut K.M Suhardana dalam buku Sundarigama (2010), kata sunari berarti buluh perindu. Sedangkan sunari dalam situs BASAibu Wiki diartikan sebagai bambu tinggi yang dilubangi sehingga angin yang melewati lubang tersebut menghasilkan suara seperti suling. Dan dalam kamus Jawa Kuna-Indonesia P.J Zoetmoulder ditemukan kata sundari yang disebut sebagai sejenis serangga bersuara nyaring di pepohonan.

Sunari-sunari karya Pekak Reka di Subak Spirit Festival 2024 | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Terlepas dari arti istilah sunari, yang jelas, alat tradisional ini terbuat dari bambu yang ruasnya rata-rata sama panjang. Selain itu, kulit bambu harus tipis supaya menghasilkan suara yang nyaring saat diterpa angin. Suara sunari dihasilkan dari lubang yang dibuat pada bambu. Cara kerjanya seperti peluit atau seruling, pada saat lubang tersebut terkena angin, maka akan menghasilkan pola bunyi yang khas.

Bunyi sunari diyakini dapat memberikan kesan harmonis, ketenangan lahir batin bagi masyarakat yang memiliki hajatan, upacara. Barangkali bunyi sunari dapat berpengaruh terhadap psikologi manusia. “Ada tujuh lubang yang bentuknya berbeda dalam setiap sunari,” terang Pekak Reka kepada beberapa remaja yang mengikuti lokakaryanya, Minggu (10/11/2024) siang. Lalu ia mulai menjelaskan pelan-pelan mengenai makna di setiap lubang.

Sunari-sunari karya Pekak Reka di Subak Spirit Festival 2024 | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Lubang pertama, yang berbentuk segitiga sama sisi dan terdapat di bagian atas bambu, melambangkan nada atau bintang. Kemudian lubang kedua berbentuk bulat atau nol itu melambangkan windu. Selanjutnya, pada lubang ketiga, yang berbentuk bulan sabit, melambangkan ardha candra—lambang dari kesatuan tiga unsur, yaitu bayu, sabda, dan idep.

“Lubang keempat berbentuk tegak lurus. Ini sebagai lambang purusa atau lingga. Sedangkan lubang kelima berbentuk lesung yang melambangkan yoni atau pradana,” Pekak Reka menjelaskan dengan bahasa Bali bercampur Indonesia, jalin-jemalin. Remaja-remaja itu hanya menganggukkan kepalanya.

Pekak Reka melanjutkan, lubang keenam, katanya, berbentuk swastika. Ini merupakan simbol keseimbangan. Dan lubang ketujuh, yang posisinya paling bawah itu, berbentuk segi empat dan melambangkan bumi.

Dua remaja sedang meniup lubang sunari di Subak Spirit Festival 2024 | Foto: tatkala.co/Jaswanto

“Ketika sunari ditiup angin, maka lubang-lubang ini akan mengeluarkan suara merdu yang berbeda-beda pula. Saking merdunya, dikisahkan, para widyadara dan widyadari [dewa-dewi] menjadi senang. Itu pertanda jika yadnya yang dilaksanakan juga mendapatkan anugerah,” kata Pekak Reka sambil tersenyum.

Hari tiba-tiba mulai mendung. Anyaman daun kelapa di ujung sunari melambai-lambai. Siang itu, meski ada angin, tak satu pun sunari terdengar bersiul. Apa dewa-dewi tak senang dengan festival ini, Pekak Reka? Dari arah selatan, secara tiba-tiba, awan hitam berarak dengan cepat. Gemuruh mulai berbunyi. Orang-orang bersiap berteduh. Dan benar. Hujan mulai turun, sesaat setelah Pekak Reka dan beberapa remaja berusaha meniup lubang-lubang di tubuh sunari yang belum didirikan itu.[T]

Reporter/Penulis: Jaswanto
Editor: Made Adnyana

Kepuakan, Bedil Bukan, tapi Alat Pengusir Burung di Sawah
Ada Lelakut di Subak Spirit Festival 2024
Melihat Jatayu Menari di Jatiluwih
Menciptakan Generasi Asik, Petani Muda Penangkap Lindung, di Jatiluwih
Subak Spirit Festival 2024: Merayakan Subak, Menjaga Entitas dan Identitas Masyarakat Bali
Tags: jatiluwihKementerian KebudayaanSubak Spirit Festivalsunari
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Festival Film Sinema Akhir Tahun #9: Diikuti 300 Film, 21 Lolos Kurasi, 1 Karya Film dari Bali 

Next Post

Diskusi Terpumpun “Tradisi Lisan dan Ritus”: Bahas Upaya Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Diskusi Terpumpun “Tradisi Lisan dan Ritus”: Bahas Upaya Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali

Diskusi Terpumpun “Tradisi Lisan dan Ritus”: Bahas Upaya Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co