12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Diskusi Terpumpun “Tradisi Lisan dan Ritus”: Bahas Upaya Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
November 14, 2024
in Budaya
Diskusi Terpumpun “Tradisi Lisan dan Ritus”: Bahas Upaya Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali

Diskusi Terpumpun “Tradisi Lisan dan Ritus” | Foto: tatkala.co/Dede

DISKUSI terpumpun atau focus group discussion (FGD) pada hari itu berlangsung dengan hangat, serius namun tidak kaku. Forum tersebut membahas berbagai hal terkait tradisi lisan dan ritus sebagai bagian dari kebudayaan Bali.

Diskusi yang dilaksanakan di Ruang Sarasehan, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Centre), pada 12 November 2024 itu mengusung topik “Tradisi Lisan dan Ritus”, dan menghadirkan Prof. Ida Bagus Gde Yudha Triguna M.S. dan Dr. I Wayan Suardiana, M.Hum. sebagai narasumber, serta dimoderatori oleh Ida Bagus Putra Manik Aryana, S.S., M.Si.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu agenda dari 6 sesi diskusi terpumpun, serangkaian perhelatan Kongres Kebudayaan Bali IV Tahun 2024, Desember mendatang. Kegiatan tersebut dilaksanakan sedari 11 – 18 November 2024 dengan mengangkat berbagai tematik seputar penguatan dan pemajuan kebudayaan Bali.

Kongres Kebudayaan Bali IV Tahun 2024 yang kali ini mengambil tema “Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah sebagai Akselerasi Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali” itu, menjadi upaya percepatan yang komprehensif dalam memperkokoh ketahanan seluruh objek pemajuan kebudayaan serta cagar budaya yang ada di Bali.

Diskusi terpumpun “Tradisi Lisan dan Ritus” diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari akademisi, praktisi, budayawan, dan seniman. Setelah kedua narasumber memaparkan materinya, seluruh peserta satu-persatu mengajukan pendapat, pertanyaan, serta memberikan tanggapan terhadap problematika kebudayaan Bali, khususnya yang berkaitan dengan tradisi lisan dan ritus.

Diskusi Terpumpun “Tradisi Lisan dan Ritus” | Foto: tatkala.co/Dede

Ida Bagus Gde Yudha Triguna M.S. pada saat itu mempresentasikan materi tentang “Ritus pada Masyarakat Bali”. Ia menyebutkan dalam materinya, dalam konteks masyarakat Bali (Hindu), terdapat beragam ritus, baik dalam hubungannya dengan peralihan hidup manusia, cara menjaga keharmonisan alam, maupun ritus dalam kaitannya dengan aktivitas sosial dan budaya.

“Seluruh ritus yang dilaksanakan masyarakat Hindu di Bali selama ini berjalan apa adanya. Artinya, seluruh ritus berjalan di bawah kendali orang yang tahu, atau sekelompok orang yang ‘tahu dan penting’, sementara yang melaksanakan ritus bisa jadi hanya mengikuti arahan orang yang tahu dan penting itu. Ritus-ritus dijalankan, dipahami sekaligus dijaga hanya oleh sekelompok kecil orang tahu dan penting,” ungkap Yudha Triguna.

Sementara Dr. I Wayan Suardiana, M.Hum. memaparkan materi seputar “Tradisi Lisan Bali”. Ia mengungkapkan, tradisi lisan Bali sungguh menakjubkan mengingat dia adalah cikal bakal peradaban Bali meskipun Bali telah memiliki aksara tersendiri.

Namun, akibat terabaikannya tradisi aksara Bali, mengingat tidak dimanfaatkannya lagi sebagai wahana pencatatan pengetahuan leluhur Bali, maka lambat laun tradisi lisan menjadi semakin terlupakan bahkan sudah musnah.

“Untuk itu, penguatan tradisi lisan dalam bidang pelindungan mutlak dilakukan inventarisasi secara menyeluruh terhadap tradisi lisan Bali di masing-masing Kabupaten/Kota, baik yang berupa tuturan murni maupun yang sudah tersuratkan,” tegas Wayan Suardiana.

Para partisipan mengacungkan tangan agar ditunjuk untuk mengemukakan pendapat | Foto: tatkala.co/Dede

Salah satu peserta diskusi, Dr. Kadek Aria Prima Dewi PF, S.Ag., M.Pd. dari Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar tampak berkali-kali mengacungkan tangannya, berharap bisa mengemukakan pendapat.

Sejauh diskusi berlangsung, Prima Dewi menyimak dengan saksama, semua yang disampaikan oleh narasumber dan partisipan lain ia catat. Pada akhirnya, ia pun diberi kesempatan bersuara, meskipun saat sesi diskusi akan segera berakhir.

Bagi Prima Dewi, semua kalangan masyarakat harus berada pada posisi sebagai orang yang tahu dan menganggap penting terhadap ritus dan tradisi lisan. Menurut Prima Dewi, yang terjadi sekarang ini jika tidak dilakukan penguatan, maka kita akan memiliki generasi yang menganggap semua ini tidak penting.

Kadek Aria Prima Dewi saat menyampaikan pandangannya | Foto: tatkala.co/Dede

Ia juga mengatakan, Salah satu lembaga yang memang berkontribusi dalam upaya penguatan ini adalah lembaga pendidikan, yaitu sekolah.

“Tetapi sekolah tidak bisa berdiri sendiri, harus sinergi. Kalau sekolah itu berdiri sendiri, apa yang disampaikan sekolah akan dimentahkan lagi di bale banjar, dimentahkan lagi oleh orang tuanya di rumah. Nah, itulah tantangan yang kita hadapi dan harus dipikirkan bersama,” ungkapnya.

Suasana kala itu begitu akademis, tidak ada peserta yang pasif dalam diskusi tersebut. Semua memberikan sumbangsih pemikirannya terhadap topik yang tengah dibahas. Meskipun tidak semua pendapat bisa diterima, yang tentunya ada pro dan kontra, namun mereka menyikapi dengan menerima segala pendapat yang disampaikan.

Nantinya, seluruh pandangan ataupun pendapat akan didiskusikan dan dikaji kembali untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

Diskusi Terpumpun “Tradisi Lisan dan Ritus” | Foto: tatkala.co/Dede

Tujuan dari dilangsungkannya 6 sesi diskusi terpumpun ini adalah untuk mematangkan materi-materi yang akan disampaikan saat kongres pada Desember mendatang. Ada 10 objek pemajuan kebudayaan yang dibahas, yaitu tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, permainan rakyat, olahraga tradisional, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, dan ritus.

Dari apa yang disampaikan oleh kedua narasumber dan berbagai tanggapan dari seluruh peserta diskusi terpumpun “Tradisi Lisan dan Ritus”, dinamika tradisi lisan dan ritus ada yang diabaikan, ada pula yang dihilangkan. Kemudian, yang melestarikan tradisi lisan dan ritus hanya segelintir pihak, hanya yang tahu dan menganggap itu penting.

Tentu, permasalahan utamanya adalah apa upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankan tradisi lisan dan ritus. Ini menjadi sesuatu yang akan dikaji lebih dalam dan perlu penyamaan persepsi kepada seluruh lapisan masyarakat, agar kebudayaan Bali tidak berujung terabaikan atau bahkan hilang tergerus kemajuan zaman.[T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Jaswanto

Sekolah Adat Manik Empul Pedawa: Untuk Keberlanjutan Pelestarian Objek Pemajuan Kebudayaan
Anugerah Kebudayaan Indonesia dan Para Teladan dalam Pemajuan Kebudayaan
Merayakan Lontar, Sastra, dan Kebudayaan di Singaraja Literary Festival 2024
Juniarta: Gerakan Penyeragaman Kebudayaan Bali Itu Wajah Fundamentalisme
Seni-Budaya Sebatas Penarik Massa, Tak Pernah Jadi Program Serius dalam Kampanye Pilkada
Tags: kebudayaankebudayaan baliritustradisi balitradisi lisan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Sunari, dan Tujuh Lubang di Tubuhnya

Next Post

Daya Juang Siswa Belajar Bermakna di Luar Kelas : [Refleksi Metoda Belajar di Negeri Sakura]

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
0
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

by tatkala
August 23, 2026
0
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

Read moreDetails

Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

by tatkala
August 19, 2026
0
Syal Endek Tunjung Ungu untuk Bupati Nyoman Sutjidra di Panggung Bulfest 2026: Dekranasda Buleleng Dorong Wastra Lokal Mendunia

BULELENG | TATKALA – Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra tampak tersenyum bahagia ketika Ny. Wardhany Sutjidra—yang tak lain adalah istrinya—mengalungkan syal...

Read moreDetails

MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

by tatkala
August 10, 2026
0
MTN Presentasi Buruan.co 2026: “Merawat Regenerasi Penulis Sastra Muda”

KEMENTERIAN Kebudayaan RI melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya berkolaborasi dengan Buruan.co menggelar program bertajuk “MTN Presentasi: Buruan.co...

Read moreDetails

Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

by tatkala
July 25, 2026
0
Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

DI kaki Gunung Batur, sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip atau cerita para tetua; tapi hidup di jalan-jalan yang pernah...

Read moreDetails

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

Read moreDetails

Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

PESTA Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 resmi mengumumkan para pemenang berbagai kategori lomba. Dalam pengumuman yang disiarkan secara langsung...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

by tatkala
June 23, 2026
0
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

Read moreDetails

 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

by Nyoman Budarsana
June 14, 2026
0
 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

DENPASAR – TATKALA.CO |  Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta...

Read moreDetails
Next Post
Daya Juang Siswa Belajar Bermakna di Luar Kelas : [Refleksi Metoda Belajar di Negeri Sakura]

Daya Juang Siswa Belajar Bermakna di Luar Kelas : [Refleksi Metoda Belajar di Negeri Sakura]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co