2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Festival Film Sinema Akhir Tahun #9: Diikuti 300 Film, 21 Lolos Kurasi, 1 Karya Film dari Bali 

tatkala by tatkala
November 14, 2024
in Budaya
Festival Film Sinema Akhir Tahun #9: Diikuti 300 Film, 21 Lolos Kurasi, 1 Karya Film dari Bali 

Festival Film Sinema Akhir Tahun | Foto: panitia

FESTIVAL Film Sinema Akhir Tahun #9 mendapat apresiasi yang sangat positif dari para sineas di Nusantara. Buktinya, festival film yang digelar Mahasiswa Program Studi (Prodi) Film Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta tahun 2024 itu menerima lebih dari 300 karya film.

“Setelah kami melakukan kurasi, dari 300 film itu akhirnya memilih 5 Film untuk kategori Layar’e Cah ISI, 12 Film kategori Layar Umum dan 4 Film untuk Layar Pelajar,” kata salah satu Kurator, Ahmad Faiz, Rabu 13 November 2024.

Para sineas itu berasal dari berbagai kota di Indonesia itu, ada yang dari Bandung, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Depok, Surakarta, Tangerang, Jepara, Tegal, Garut, Kalimantan Selatan, Padang Panjang, Padang, Payakumbuh, Jakarta Selatan, Pontianak, dan Pangkalpinang.

Ada pula dari Kota Ponorogo, Pekanbaru, Lombok, Samarinda, Malang, Tomohon dan Denpasar. Khusus peserta dari Kota Denpasar, sebetulnya ada beberapa film yang masuk, tetapi setekah dikurasi hanya 1 karya film yang lolos kurasi.

Ahmad Faiz mengatakan dari 20 film pendaftar di program Layar’e Cah ISI Solo terpilih 5 film yang lolos kurasi. Film yang masuk dengan menampilkan keragaman genre dan pendekatan artistiknya, sehingga film tersebut tidak hanya diproyeksi sebagai menggambar, tapi bisa menggambarkan.

“Inilah yang memantik kurator untuk menuliskan pembacaan terhadap lima film yang bisa dianggap sebagai gambaran perkembangan mahasiswa Film & Televisi ISI Surakarta,” terang Ahmad Faiz.

Menurutnya, karya-karya yang dipilih menjadi catatan kecil tentang sinema, tren budaya, dan perdekat isu yang potensial di masa sekarang. Meski memiliki kekuatannya masing-masing, ‘selera pengkarya’ tidak cukup menjadi landasan awal kurator menentukan lolosnya suatu film.

Sebab, perlu memastikan bahwa film-film tersebut menyampaikan tema, visi, atau pesan tertentu yang selaras dengan tema Sinema Akhir Tahun 9; Niti Tangga.

Pada tataran karakter, Balada Baya menjadi film komedi yang menggunakan psikologi sosial sebagai penggerak cerita. Tak hanya itu, kesungguhan pengkarya untuk menghasilkan film yang ringan namun tetap ‘berisi’ bisa ternilai dari konsep teknisnya.

Guk-guk dan Kiwo Tengen memberikan kebebasan tafsir antara fantasi dan ekspresi kepada penonton sehingga menghasilkan banyak perspektif tentang sosio-kultural. Walau terkadang masih ambigu dalam narasi filmnya, tetapi film ini menjadi harapan baik tentang ‘ekspresi karya’ dalam menilai sesuatu.

Persoalan komunal, seperti di film Peserta Kerja Bakti menjadi kekayaan pengolahan cerita tentang bagaimana isu sosial dan dominasi antar karakter dipilih sebagai karya yang perlu bertemu dengan penontonnya agar membentuk harmoni baru dalam bentuk diskusi.

Sedangkan film experimental, seperti Abimanyu Gantung menjadi film tari yang tidak cukup dinilai dari segi teknis dan pendekatan, tetapi juga penyelarasan dengan statement sutradara.

“Penting untuk dicatat, dari lima film tersebut kami selaku kurator berharap adanya diskusi berkelanjutan tentang isu, konsep dan pendekatan bentuk film guna memberikan pengalaman menonton dan relevansi kebudayaan,” harapnya.

Kurator Dwi Windarti merasa terkejut dengan beragam ekspresi yang semakin-makin berani. Namun, film sebagai bahasa komunikasi agaknya masih banyak yang berjarak antara filmmaker dan penontonnya.

“Sering kali gagasan yang ingin disampaikan kurang tebal dan kurang sampai,” ucap Dwi Windarti yang memberi catatan.

Sementara Kurator Bani Nasution mengakui program Layar Umum Sinema Akhir Tahun 2024 menampilkan deretan film pendek yang memperlihatkan ketajaman dalam membingkai gagasan melalui medium film.

Film-film terpilih menunjukkan kepiawaian bercerita yang mendukung pesan yang ingin disampaikan, sehingga setiap elemen visual, suara, dan penyutradaraan memiliki peran signifikan dalam menciptakan pengalaman sinematik yang mengajak penonton untuk berefleksi.

“Film-film ini membawa kita melalui perjalanan visual, emosional, dan karakter, membuka ruang diskusi yang lebih luas antara penonton dan pembuatnya,” ucapnya serius.

Sedangkan Kurator Galih Pramuditho merasa pada kurasi Sinema Akhir Tahun ini, dirinya dan tim kurasi yang lain memilih total 12 film yang akan diputar pada Program Layar Umum. “Kurasi film tahun ini tentunya penuh dengan ragam bentuk, emosi dan gagasan,” bebernya senang.

Pada permainan bentuk, ada After Party yang bereksperimentasi pada pengalaman penonton, memanfaatkan bentuk dan mempretelinya. Fate adalah pengalaman sinematik sederhana, cenderung kontemplatif yang berdasarkan pada cerita Adam dan Hawa.

Akibat Internet Bebas melanggar semua batas yang ada, entah itu norma dan juga sinematik, membawa pesan mengenai edukasi internet tidak pernah semenyenangkan ini.

KAAK merupakan film tarian yang tidak seperti tarian koreografi saja, tetapi juga bermain dengan gestur dan estetika sinematik. Pada ranah emosi, ada Tanpa Syarat yang cukup emosional mengiris emosi penonton hanya dengan dialog penuh dengan emosi meletup-letup.

Ngudang membawa kita larut pada duka berkabung seorang Ibu yang kehilangan anaknya. Ballad in a Sea Of Rubbish berlandaskan pada cerita sederhana namun memiliki kompleksitas emosional yang kompleks.

Galih Pramuditho menegaskan, pada aspek gagasan, ada berbagai macam gagasan yang ditawarkan pada kurasi Sinema Akhir Tahun ini. Gagasan mengenai perjuangan perempuan adalah hal yang lumrah dalam festival film, tahun ini, ada Laterpersoken yang membahas sistem patriarki di tanah Karo, Layla Want It yang fokus pada kegelisahan gadis remaja di kala masa puber.

Komedi satir juga hadir dalam kurasi tahun ini. Only God Can Judge Me yang fokus menyindir kelompok agama, Santunan yang menyindir selebritas internet. “Dua film ini merupakan kombo pas dalam menggelitik tentang kehidupan masyarakat sehari-hari,” sebutnya.

Terakhir ada Ramo Bucco’ yang membahas pada gagasan relasi kuasa di lanskap agraria. “Walaupun beragam, film-film pilihan kurasi kurator tahun ini fokus tentang bagaimana manusia merespon keadaan sekitarnya. Entah itu merespon duka, ketidakadilan ataupun dunia yang kejam ini,” jelasnya. [T][Rls/*]

Suitcase (2023) dan Suku Kurdi yang Masih Terdiskriminasi
Tertawa Bersama Phone Call Man Woman
Europe by Bidon (2022): Nasib Baik Tak Ada yang Tahu
Utopia di Padang Beton dalam Fantasy Is a Concrete Jungle
In the Shadow of the Cypress (2023) dan Post-Traumatic Stress Disorder
Black Rain in My Eyes (2023): “Kebohongan” Seorang Penyair kepada Putrinya yang Buta
Tags: Festival Film Sinema Akhir TahunfilmISI SoloISI SurakartasinemaSurakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Mana Celah Hati Manusia?

Next Post

Sunari, dan Tujuh Lubang di Tubuhnya

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

by tatkala
July 25, 2026
0
Menapak Jejak Rarud Batur, Mengenang Seratus Tahun Ketangguhan dari Lereng Gunung Batur

DI kaki Gunung Batur, sejarah tidak hanya tersimpan dalam arsip atau cerita para tetua; tapi hidup di jalan-jalan yang pernah...

Read moreDetails

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
0
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

Read moreDetails

Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

by Nyoman Budarsana
July 9, 2026
0
Daftar Juara Wimbakara Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Diumumkan, Gianyar dan Denpasar Bersinar

PESTA Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 resmi mengumumkan para pemenang berbagai kategori lomba. Dalam pengumuman yang disiarkan secara langsung...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

by tatkala
June 23, 2026
0
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

Read moreDetails

 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

by Nyoman Budarsana
June 14, 2026
0
 ‘Sang Jaratkaru’ dari Buleleng pada Peed Aya PKB 2026: Presentasi Kejayaan dan Karakteristik Budaya Bali Utara

DENPASAR – TATKALA.CO |  Seniman-seniman dari Kabupaten Buleleng tampil dengan ciri khas Bali Utara pada Peed Aya (Pawai) Pembukaan Pesta...

Read moreDetails

Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

by tatkala
June 13, 2026
0
Bupati Sutjidra Buka Banjar Festival 2026: Wujudkan Kolaborasi Budaya dan Penguatan Ekonomi Kerakyatan

BULELENG – TATKALA.CO | “Festival ini merupakan ruang bersama untuk menunjukkan potensi dan kreativitas masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, kita...

Read moreDetails

Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

by Satria Aditya
May 31, 2026
0
Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

BAYANGKAN sebuah dunia tanpa warna, tanpa garis, dan tanpa bayangan sejak pertama kali kamu membuka mata di dunia. Bagi kebanyakan...

Read moreDetails

The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

by Nyoman Budarsana
May 30, 2026
0
The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

Kemegahan karya seni “The Octopus Queen” di kawasan Broken Beach, Nusa Penida, sukses mencuri perhatian salah satu perhelatan dunia dalam...

Read moreDetails

Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

by Nyoman Budarsana
May 19, 2026
0
Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

Ketika geguritan Dwijendra Stawa dan Astapaka Stawa ditembangkan, suasana sore itu berubah menjadi hening. Tanpa tersadari, orang-orang yang duduk sejak...

Read moreDetails

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
0
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

Read moreDetails
Next Post
Sunari, dan Tujuh Lubang di Tubuhnya

Sunari, dan Tujuh Lubang di Tubuhnya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co