3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Festival Film Sinema Akhir Tahun #9: Diikuti 300 Film, 21 Lolos Kurasi, 1 Karya Film dari Bali 

tatkala by tatkala
November 14, 2024
in Budaya
Festival Film Sinema Akhir Tahun #9: Diikuti 300 Film, 21 Lolos Kurasi, 1 Karya Film dari Bali 

Festival Film Sinema Akhir Tahun | Foto: panitia

FESTIVAL Film Sinema Akhir Tahun #9 mendapat apresiasi yang sangat positif dari para sineas di Nusantara. Buktinya, festival film yang digelar Mahasiswa Program Studi (Prodi) Film Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta tahun 2024 itu menerima lebih dari 300 karya film.

“Setelah kami melakukan kurasi, dari 300 film itu akhirnya memilih 5 Film untuk kategori Layar’e Cah ISI, 12 Film kategori Layar Umum dan 4 Film untuk Layar Pelajar,” kata salah satu Kurator, Ahmad Faiz, Rabu 13 November 2024.

Para sineas itu berasal dari berbagai kota di Indonesia itu, ada yang dari Bandung, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Depok, Surakarta, Tangerang, Jepara, Tegal, Garut, Kalimantan Selatan, Padang Panjang, Padang, Payakumbuh, Jakarta Selatan, Pontianak, dan Pangkalpinang.

Ada pula dari Kota Ponorogo, Pekanbaru, Lombok, Samarinda, Malang, Tomohon dan Denpasar. Khusus peserta dari Kota Denpasar, sebetulnya ada beberapa film yang masuk, tetapi setekah dikurasi hanya 1 karya film yang lolos kurasi.

Ahmad Faiz mengatakan dari 20 film pendaftar di program Layar’e Cah ISI Solo terpilih 5 film yang lolos kurasi. Film yang masuk dengan menampilkan keragaman genre dan pendekatan artistiknya, sehingga film tersebut tidak hanya diproyeksi sebagai menggambar, tapi bisa menggambarkan.

“Inilah yang memantik kurator untuk menuliskan pembacaan terhadap lima film yang bisa dianggap sebagai gambaran perkembangan mahasiswa Film & Televisi ISI Surakarta,” terang Ahmad Faiz.

Menurutnya, karya-karya yang dipilih menjadi catatan kecil tentang sinema, tren budaya, dan perdekat isu yang potensial di masa sekarang. Meski memiliki kekuatannya masing-masing, ‘selera pengkarya’ tidak cukup menjadi landasan awal kurator menentukan lolosnya suatu film.

Sebab, perlu memastikan bahwa film-film tersebut menyampaikan tema, visi, atau pesan tertentu yang selaras dengan tema Sinema Akhir Tahun 9; Niti Tangga.

Pada tataran karakter, Balada Baya menjadi film komedi yang menggunakan psikologi sosial sebagai penggerak cerita. Tak hanya itu, kesungguhan pengkarya untuk menghasilkan film yang ringan namun tetap ‘berisi’ bisa ternilai dari konsep teknisnya.

Guk-guk dan Kiwo Tengen memberikan kebebasan tafsir antara fantasi dan ekspresi kepada penonton sehingga menghasilkan banyak perspektif tentang sosio-kultural. Walau terkadang masih ambigu dalam narasi filmnya, tetapi film ini menjadi harapan baik tentang ‘ekspresi karya’ dalam menilai sesuatu.

Persoalan komunal, seperti di film Peserta Kerja Bakti menjadi kekayaan pengolahan cerita tentang bagaimana isu sosial dan dominasi antar karakter dipilih sebagai karya yang perlu bertemu dengan penontonnya agar membentuk harmoni baru dalam bentuk diskusi.

Sedangkan film experimental, seperti Abimanyu Gantung menjadi film tari yang tidak cukup dinilai dari segi teknis dan pendekatan, tetapi juga penyelarasan dengan statement sutradara.

“Penting untuk dicatat, dari lima film tersebut kami selaku kurator berharap adanya diskusi berkelanjutan tentang isu, konsep dan pendekatan bentuk film guna memberikan pengalaman menonton dan relevansi kebudayaan,” harapnya.

Kurator Dwi Windarti merasa terkejut dengan beragam ekspresi yang semakin-makin berani. Namun, film sebagai bahasa komunikasi agaknya masih banyak yang berjarak antara filmmaker dan penontonnya.

“Sering kali gagasan yang ingin disampaikan kurang tebal dan kurang sampai,” ucap Dwi Windarti yang memberi catatan.

Sementara Kurator Bani Nasution mengakui program Layar Umum Sinema Akhir Tahun 2024 menampilkan deretan film pendek yang memperlihatkan ketajaman dalam membingkai gagasan melalui medium film.

Film-film terpilih menunjukkan kepiawaian bercerita yang mendukung pesan yang ingin disampaikan, sehingga setiap elemen visual, suara, dan penyutradaraan memiliki peran signifikan dalam menciptakan pengalaman sinematik yang mengajak penonton untuk berefleksi.

“Film-film ini membawa kita melalui perjalanan visual, emosional, dan karakter, membuka ruang diskusi yang lebih luas antara penonton dan pembuatnya,” ucapnya serius.

Sedangkan Kurator Galih Pramuditho merasa pada kurasi Sinema Akhir Tahun ini, dirinya dan tim kurasi yang lain memilih total 12 film yang akan diputar pada Program Layar Umum. “Kurasi film tahun ini tentunya penuh dengan ragam bentuk, emosi dan gagasan,” bebernya senang.

Pada permainan bentuk, ada After Party yang bereksperimentasi pada pengalaman penonton, memanfaatkan bentuk dan mempretelinya. Fate adalah pengalaman sinematik sederhana, cenderung kontemplatif yang berdasarkan pada cerita Adam dan Hawa.

Akibat Internet Bebas melanggar semua batas yang ada, entah itu norma dan juga sinematik, membawa pesan mengenai edukasi internet tidak pernah semenyenangkan ini.

KAAK merupakan film tarian yang tidak seperti tarian koreografi saja, tetapi juga bermain dengan gestur dan estetika sinematik. Pada ranah emosi, ada Tanpa Syarat yang cukup emosional mengiris emosi penonton hanya dengan dialog penuh dengan emosi meletup-letup.

Ngudang membawa kita larut pada duka berkabung seorang Ibu yang kehilangan anaknya. Ballad in a Sea Of Rubbish berlandaskan pada cerita sederhana namun memiliki kompleksitas emosional yang kompleks.

Galih Pramuditho menegaskan, pada aspek gagasan, ada berbagai macam gagasan yang ditawarkan pada kurasi Sinema Akhir Tahun ini. Gagasan mengenai perjuangan perempuan adalah hal yang lumrah dalam festival film, tahun ini, ada Laterpersoken yang membahas sistem patriarki di tanah Karo, Layla Want It yang fokus pada kegelisahan gadis remaja di kala masa puber.

Komedi satir juga hadir dalam kurasi tahun ini. Only God Can Judge Me yang fokus menyindir kelompok agama, Santunan yang menyindir selebritas internet. “Dua film ini merupakan kombo pas dalam menggelitik tentang kehidupan masyarakat sehari-hari,” sebutnya.

Terakhir ada Ramo Bucco’ yang membahas pada gagasan relasi kuasa di lanskap agraria. “Walaupun beragam, film-film pilihan kurasi kurator tahun ini fokus tentang bagaimana manusia merespon keadaan sekitarnya. Entah itu merespon duka, ketidakadilan ataupun dunia yang kejam ini,” jelasnya. [T][Rls/*]

Suitcase (2023) dan Suku Kurdi yang Masih Terdiskriminasi
Tertawa Bersama Phone Call Man Woman
Europe by Bidon (2022): Nasib Baik Tak Ada yang Tahu
Utopia di Padang Beton dalam Fantasy Is a Concrete Jungle
In the Shadow of the Cypress (2023) dan Post-Traumatic Stress Disorder
Black Rain in My Eyes (2023): “Kebohongan” Seorang Penyair kepada Putrinya yang Buta
Tags: Festival Film Sinema Akhir TahunfilmISI SoloISI SurakartasinemaSurakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Mana Celah Hati Manusia?

Next Post

Sunari, dan Tujuh Lubang di Tubuhnya

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

by Satria Aditya
May 31, 2026
0
Penayangan Perdana Film Dokumenter IMAJI Karya Heri Windi Anggara

BAYANGKAN sebuah dunia tanpa warna, tanpa garis, dan tanpa bayangan sejak pertama kali kamu membuka mata di dunia. Bagi kebanyakan...

Read moreDetails

The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

by Nyoman Budarsana
May 30, 2026
0
The Octopus Queen di Kawasan Broken Beach Nusa Penida, Jadi Magnet Even Internasional

Kemegahan karya seni “The Octopus Queen” di kawasan Broken Beach, Nusa Penida, sukses mencuri perhatian salah satu perhelatan dunia dalam...

Read moreDetails

Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

by Nyoman Budarsana
May 19, 2026
0
Patinget Lepas Ida Betara Lingga, Dipuncaki Bedah Buku Karya Ida Pedanda Gede Made Gunung: 508 Pupuh Sampaikan Pesan Menjaga Bali

Ketika geguritan Dwijendra Stawa dan Astapaka Stawa ditembangkan, suasana sore itu berubah menjadi hening. Tanpa tersadari, orang-orang yang duduk sejak...

Read moreDetails

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
0
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

Read moreDetails

Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

by Nyoman Budarsana
May 4, 2026
0
Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

DESA Adat Batur melaksanakan upacara ngruwak sebagai langkah awal pembangunan Cihna (tanda) Titik Nol Batur Let (pusat permukiman Desa Adat...

Read moreDetails

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

by tatkala
May 1, 2026
0
Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

Di antara program Kartini sepanjang bulan April 2026, ada yang berbeda yang dilakukan oleh salah satu komunitas perempuan di Buleleng...

Read moreDetails

Pesta Kesenian Bali 2026 Angkat Isu-isu Sosial Aktual Lewat Panggung dan Seminar Seni

by Nyoman Budarsana
April 29, 2026
0
Sambeng Agung, Perang Hama dari Canggu di Pesta Kesenian Bali 2025

Pesona Pesta Kesenian Bali (PKB) masih memukau, dinamis dan relevan. Buktinya, pesta seni milik masyarakat Bali ini berhasil mempertahankan tradisi,...

Read moreDetails

14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

by Nyoman Budarsana
March 18, 2026
0
14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

SEBANYAK 14 Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Kesiman, Denpasar, mengikuti Parade Fragmentari Ogoh-ogoh pada malam pengerupukan Nyepi, Rabu (18/3/2026) malam. Selain...

Read moreDetails

2 April, Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026 —Nyejer 11 Hari

by tatkala
March 17, 2026
0
2 April, Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026 —Nyejer 11 Hari

Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1948/tahun 2026 dilaksanakan dari tanggal 20 Maret 2026 sampai dengan...

Read moreDetails

Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara

by tatkala
March 12, 2026
0
Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara

Rasa bangga dan syukur karena Buleleng kembali dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan budaya dunia. Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) ini...

Read moreDetails
Next Post
Sunari, dan Tujuh Lubang di Tubuhnya

Sunari, dan Tujuh Lubang di Tubuhnya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co