14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Festival Film Sinema Akhir Tahun #9: Diikuti 300 Film, 21 Lolos Kurasi, 1 Karya Film dari Bali 

tatkala by tatkala
November 14, 2024
in Budaya
Festival Film Sinema Akhir Tahun #9: Diikuti 300 Film, 21 Lolos Kurasi, 1 Karya Film dari Bali 

Festival Film Sinema Akhir Tahun | Foto: panitia

FESTIVAL Film Sinema Akhir Tahun #9 mendapat apresiasi yang sangat positif dari para sineas di Nusantara. Buktinya, festival film yang digelar Mahasiswa Program Studi (Prodi) Film Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta tahun 2024 itu menerima lebih dari 300 karya film.

“Setelah kami melakukan kurasi, dari 300 film itu akhirnya memilih 5 Film untuk kategori Layar’e Cah ISI, 12 Film kategori Layar Umum dan 4 Film untuk Layar Pelajar,” kata salah satu Kurator, Ahmad Faiz, Rabu 13 November 2024.

Para sineas itu berasal dari berbagai kota di Indonesia itu, ada yang dari Bandung, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Depok, Surakarta, Tangerang, Jepara, Tegal, Garut, Kalimantan Selatan, Padang Panjang, Padang, Payakumbuh, Jakarta Selatan, Pontianak, dan Pangkalpinang.

Ada pula dari Kota Ponorogo, Pekanbaru, Lombok, Samarinda, Malang, Tomohon dan Denpasar. Khusus peserta dari Kota Denpasar, sebetulnya ada beberapa film yang masuk, tetapi setekah dikurasi hanya 1 karya film yang lolos kurasi.

Ahmad Faiz mengatakan dari 20 film pendaftar di program Layar’e Cah ISI Solo terpilih 5 film yang lolos kurasi. Film yang masuk dengan menampilkan keragaman genre dan pendekatan artistiknya, sehingga film tersebut tidak hanya diproyeksi sebagai menggambar, tapi bisa menggambarkan.

“Inilah yang memantik kurator untuk menuliskan pembacaan terhadap lima film yang bisa dianggap sebagai gambaran perkembangan mahasiswa Film & Televisi ISI Surakarta,” terang Ahmad Faiz.

Menurutnya, karya-karya yang dipilih menjadi catatan kecil tentang sinema, tren budaya, dan perdekat isu yang potensial di masa sekarang. Meski memiliki kekuatannya masing-masing, ‘selera pengkarya’ tidak cukup menjadi landasan awal kurator menentukan lolosnya suatu film.

Sebab, perlu memastikan bahwa film-film tersebut menyampaikan tema, visi, atau pesan tertentu yang selaras dengan tema Sinema Akhir Tahun 9; Niti Tangga.

Pada tataran karakter, Balada Baya menjadi film komedi yang menggunakan psikologi sosial sebagai penggerak cerita. Tak hanya itu, kesungguhan pengkarya untuk menghasilkan film yang ringan namun tetap ‘berisi’ bisa ternilai dari konsep teknisnya.

Guk-guk dan Kiwo Tengen memberikan kebebasan tafsir antara fantasi dan ekspresi kepada penonton sehingga menghasilkan banyak perspektif tentang sosio-kultural. Walau terkadang masih ambigu dalam narasi filmnya, tetapi film ini menjadi harapan baik tentang ‘ekspresi karya’ dalam menilai sesuatu.

Persoalan komunal, seperti di film Peserta Kerja Bakti menjadi kekayaan pengolahan cerita tentang bagaimana isu sosial dan dominasi antar karakter dipilih sebagai karya yang perlu bertemu dengan penontonnya agar membentuk harmoni baru dalam bentuk diskusi.

Sedangkan film experimental, seperti Abimanyu Gantung menjadi film tari yang tidak cukup dinilai dari segi teknis dan pendekatan, tetapi juga penyelarasan dengan statement sutradara.

“Penting untuk dicatat, dari lima film tersebut kami selaku kurator berharap adanya diskusi berkelanjutan tentang isu, konsep dan pendekatan bentuk film guna memberikan pengalaman menonton dan relevansi kebudayaan,” harapnya.

Kurator Dwi Windarti merasa terkejut dengan beragam ekspresi yang semakin-makin berani. Namun, film sebagai bahasa komunikasi agaknya masih banyak yang berjarak antara filmmaker dan penontonnya.

“Sering kali gagasan yang ingin disampaikan kurang tebal dan kurang sampai,” ucap Dwi Windarti yang memberi catatan.

Sementara Kurator Bani Nasution mengakui program Layar Umum Sinema Akhir Tahun 2024 menampilkan deretan film pendek yang memperlihatkan ketajaman dalam membingkai gagasan melalui medium film.

Film-film terpilih menunjukkan kepiawaian bercerita yang mendukung pesan yang ingin disampaikan, sehingga setiap elemen visual, suara, dan penyutradaraan memiliki peran signifikan dalam menciptakan pengalaman sinematik yang mengajak penonton untuk berefleksi.

“Film-film ini membawa kita melalui perjalanan visual, emosional, dan karakter, membuka ruang diskusi yang lebih luas antara penonton dan pembuatnya,” ucapnya serius.

Sedangkan Kurator Galih Pramuditho merasa pada kurasi Sinema Akhir Tahun ini, dirinya dan tim kurasi yang lain memilih total 12 film yang akan diputar pada Program Layar Umum. “Kurasi film tahun ini tentunya penuh dengan ragam bentuk, emosi dan gagasan,” bebernya senang.

Pada permainan bentuk, ada After Party yang bereksperimentasi pada pengalaman penonton, memanfaatkan bentuk dan mempretelinya. Fate adalah pengalaman sinematik sederhana, cenderung kontemplatif yang berdasarkan pada cerita Adam dan Hawa.

Akibat Internet Bebas melanggar semua batas yang ada, entah itu norma dan juga sinematik, membawa pesan mengenai edukasi internet tidak pernah semenyenangkan ini.

KAAK merupakan film tarian yang tidak seperti tarian koreografi saja, tetapi juga bermain dengan gestur dan estetika sinematik. Pada ranah emosi, ada Tanpa Syarat yang cukup emosional mengiris emosi penonton hanya dengan dialog penuh dengan emosi meletup-letup.

Ngudang membawa kita larut pada duka berkabung seorang Ibu yang kehilangan anaknya. Ballad in a Sea Of Rubbish berlandaskan pada cerita sederhana namun memiliki kompleksitas emosional yang kompleks.

Galih Pramuditho menegaskan, pada aspek gagasan, ada berbagai macam gagasan yang ditawarkan pada kurasi Sinema Akhir Tahun ini. Gagasan mengenai perjuangan perempuan adalah hal yang lumrah dalam festival film, tahun ini, ada Laterpersoken yang membahas sistem patriarki di tanah Karo, Layla Want It yang fokus pada kegelisahan gadis remaja di kala masa puber.

Komedi satir juga hadir dalam kurasi tahun ini. Only God Can Judge Me yang fokus menyindir kelompok agama, Santunan yang menyindir selebritas internet. “Dua film ini merupakan kombo pas dalam menggelitik tentang kehidupan masyarakat sehari-hari,” sebutnya.

Terakhir ada Ramo Bucco’ yang membahas pada gagasan relasi kuasa di lanskap agraria. “Walaupun beragam, film-film pilihan kurasi kurator tahun ini fokus tentang bagaimana manusia merespon keadaan sekitarnya. Entah itu merespon duka, ketidakadilan ataupun dunia yang kejam ini,” jelasnya. [T][Rls/*]

Suitcase (2023) dan Suku Kurdi yang Masih Terdiskriminasi
Tertawa Bersama Phone Call Man Woman
Europe by Bidon (2022): Nasib Baik Tak Ada yang Tahu
Utopia di Padang Beton dalam Fantasy Is a Concrete Jungle
In the Shadow of the Cypress (2023) dan Post-Traumatic Stress Disorder
Black Rain in My Eyes (2023): “Kebohongan” Seorang Penyair kepada Putrinya yang Buta
Tags: Festival Film Sinema Akhir TahunfilmISI SoloISI SurakartasinemaSurakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Di Mana Celah Hati Manusia?

Next Post

Sunari, dan Tujuh Lubang di Tubuhnya

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
0
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

Read moreDetails

Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

by Nyoman Budarsana
May 4, 2026
0
Desa Adat Batur Bangun ‘Cihna’ di Titik Nol Batur Let —Songsong Seratus Tahun Rarud Batur

DESA Adat Batur melaksanakan upacara ngruwak sebagai langkah awal pembangunan Cihna (tanda) Titik Nol Batur Let (pusat permukiman Desa Adat...

Read moreDetails

Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

by tatkala
May 1, 2026
0
Komunitas Perempuan Bali Utara Rayakan Pikiran Kartini

Di antara program Kartini sepanjang bulan April 2026, ada yang berbeda yang dilakukan oleh salah satu komunitas perempuan di Buleleng...

Read moreDetails

Pesta Kesenian Bali 2026 Angkat Isu-isu Sosial Aktual Lewat Panggung dan Seminar Seni

by Nyoman Budarsana
April 29, 2026
0
Sambeng Agung, Perang Hama dari Canggu di Pesta Kesenian Bali 2025

Pesona Pesta Kesenian Bali (PKB) masih memukau, dinamis dan relevan. Buktinya, pesta seni milik masyarakat Bali ini berhasil mempertahankan tradisi,...

Read moreDetails

14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

by Nyoman Budarsana
March 18, 2026
0
14 Ogoh-Ogoh, Menghidupkan Bencingah Kembali, Menyemarakkan Ruang Budaya di Kesiman

SEBANYAK 14 Sekaa Teruna Teruni (STT) se-Kesiman, Denpasar, mengikuti Parade Fragmentari Ogoh-ogoh pada malam pengerupukan Nyepi, Rabu (18/3/2026) malam. Selain...

Read moreDetails

2 April, Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026 —Nyejer 11 Hari

by tatkala
March 17, 2026
0
2 April, Puncak Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur Tahun 2026 —Nyejer 11 Hari

Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur tahun Saka 1948/tahun 2026 dilaksanakan dari tanggal 20 Maret 2026 sampai dengan...

Read moreDetails

Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara

by tatkala
March 12, 2026
0
Buleleng International Rhythm Festival, Ajang Pertunjukan Seni dan Ruang Persahabatan Antar Negara

Rasa bangga dan syukur karena Buleleng kembali dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan budaya dunia. Buleleng International Rhythm Festival (BIRF) ini...

Read moreDetails

Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas di Pura Ulun Danu Batur, Linggastana Ida Bhatari Sakti Dewi Danuh

by tatkala
March 12, 2026
0
Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas di Pura Ulun Danu Batur, Linggastana Ida Bhatari Sakti Dewi Danuh

Masyarakat Desa Adat Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, melaksanakan upacara Mlaspas dan Ngenteg Linggih Meru Tumpang Solas Pura Ulun Danu...

Read moreDetails

Anak-anak Ceria dalam Buka Puasa Bersama IHKA BPD Bali dan Yayasan Fastabhikul Khoirut

by Nyoman Budarsana
March 7, 2026
0
Anak-anak Ceria dalam Buka Puasa Bersama IHKA BPD Bali dan Yayasan Fastabhikul Khoirut

Anak-anak itu datang dengan wajah ceria. Busananya sopan, terlihat nyaman dan segar. Jika diajak bicara mereka sangat ramah, dan cepat...

Read moreDetails

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
0
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

Read moreDetails
Next Post
Sunari, dan Tujuh Lubang di Tubuhnya

Sunari, dan Tujuh Lubang di Tubuhnya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co