15 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Europe by Bidon (2022): Nasib Baik Tak Ada yang Tahu

Jaswanto by Jaswanto
September 24, 2024
in Ulas Film
Europe by Bidon (2022): Nasib Baik Tak Ada yang Tahu

Cuplikan film Europe by Bidon | Foto: tatkala.co/Jaswanto

“APA yang kamu lakukan ketika terjadi sebuah peristiwa yang menakutkan? Apakah kamu akan tetap di rumah dan menangis? Atau kamu menjauh darinya? Aku harus mencari jalan lain untuk menjadi seseorang. Ketika kita berada di tempat yang terbaik, kita akan melihat kembali rumah kita.”

Biodun adalah orang Nigeria. Dia menceritakan bagaimana dia selamat dari perjalanan, katakanlah, “mematikan”, berjalan kaki dari Lagos sampai Paris dengan berbekal wadah air 5 liter bergambar seekor gajah dengan pelana yang bagus—seperti simbol-simbol di Thailand—dan keberaniannya yang besar.

Seolah seorang ahli Shakespeare yang baik, Biodun mengekspresikan (baca: menceritakan) dirinya seperti seorang Griot yang meminjam kefasihan bicaranya dari James Brown. Dalam sebuah film dokumenter animasi berdurasi 14 menit 32 detik itu, ia mengubah peristiwa yang dialaminya—yang mengerikan dan penuh pertaruhan nyawa—menjadi petualangan yang luar biasa.

Cuplikan film Europe by Bidon | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Ya, Samuel Albaric, pula Thomas Trichet, mengadaptasi kisah menakjubkan seorang pria Nigeria yang selamat dari perang saudara dengan berjalan kaki sejauh 4.000 mil dari Lagos ke Paris itu dengan sangat baik lewat film dokumenter animasinya berjudul Europe by Bidon (2022).

Dokumenter animasi bertema pengasingan, eksodus, migrasi, dan perjalanan ini saya tonton di festival film pendek internasional Minikino Film Week 10 di MASH-Living Room, Denpasar, Sabtu (14/9/2024).

Sebagai sutradara, Samuel Albaric dan Thomas Trichet menggambarkan Biodun sebagai lelaki berkalung salib yang lembut dan baik hati. Europe by Bidon seluruhnya memang berasal dari sudut pandang Biodun. Ini semacam dokumenter biopic dari seorang yang berpegang teguh dengan keyakinan dan buah dari kebaikan.

Cuplikan film Europe by Bidon | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Untuk meyakinkan penonton bahwa Biodun adalah pria yang baik, Samuel Albaric dan Thomas Trichet menampilkan satu adegan yang heroik. Pada saat Biodun menaiki mobil dengan bak terbuka bersama orang-orang yang dipimpin oleh dua pria bersentara laras panjang, seorang penumpang terjungkal dan jatuh tapi tak ada yang peduli. Biodun yang baik berusaha menghentikan mobil. Dan ia dianggap pengganggu rombongan ilegal itu.

Mobil berhenti. Seorang lelaki kasar dengan laras panjang di tangan menurunkan Biodun secara paksa lalu memukulinya hingga babak belur. Pada saat yang sama lelaki yang terjungkal tadi, dengan napas terengah-engah, berhasil kembali ke rombongan. Tapi dasar sial. Lelaki yang terjungkal segera naik ke atas mobil, bergabung dengan pengungsi lainnya, tapi tidak dengan Biodun, ia justru yang ditinggal tanpa ada yang peduli. Biodun putus asa.

Pada saat keputusasaan menghantui Biodun, film bergerak menampilkan keajaiban. Seekor gajah dengan pelana muncul di hadapannya. Gajah itulah yang tergambar di wadah air 5 liter yang dibawanya. Dan gajah itu, seperti dewa, membimbing Biodun untuk bangkit dan kembali melanjutkan perjalanan. Bidoun bangkit. Ia berjalan di tengah gurun dan, secara ajaib, menemukan mobil yang ia tumpangi sebelumnya. Bidoun menyelinap dan kembali bergabung dengan rombongan.

Europe by Bidon tidak fokus pada peristiwa konflik. Film ini fokus pada cerita Biodun saat melakukan perjalanan. Ya, Nigeria sebagai negara memiliki pengalaman perang saudara yang populer disebut sebagai Perang Biafra. Orang Biafran sebagian besar adalah orang Igbo dan kebanyakan Kristen. Perang Saudara Nigeria dimulai pada 6 Juli 1967 dan berakhir pada 15 Juli 1970.

Cuplikan film Europe by Bidon | Foto: tatkala.co/Jaswanto

Perang Biafra disebabkan oleh upaya pemisahan diri salah satu provinsi tenggara Nigeria dan pembentukan wilayah bernama Republik Biafra pada 27 Mei 1967 oleh Letnan Kolonel Emeka Odumegwu—seorang pemimpin militer terlatih Oxford yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Nigeria Timur.

Selama perang, orang-orang  sipil, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak, termasuk Biodun, terkena dampaknya sebagai korban kekerasan, sebagai pengungsi, dan sebagai imigran gelap. Biodun melakukan perjalanan ilegal dengan sebuah mobil pickup bersama beberapa orang—yang tampak putus asa—menyeberangi gurun dan menantang maut pada malam hari.

Mereka bergerak dari Lagos, membelah Mali, menantang maut di Aljazair, menyeberang dengan perahu mesin kecil ke Spanyol. Pada saat giliran Biodun menyeberang dengan beberapa orang, mesin kapal rusak, dan badai menghantamnya. Tapi semesta masih berpihak kepadanya. Ia diselamatkan oleh sebuah kapal nelayan dan film selesai. Biodun sampai ke Paris.

Melalui narasi Samuel Albaric dan Thomas Trichet, saya menyadari bahwa nasib baik tak ada yang tahu. Saya teringat kata Emha Ainun Nadjib, “Teruslah berbuat baik. Kalau tidak dipertemukan dengan orang baik, Anda akan ditemukan oleh orang baik.”[T]

Utopia di Padang Beton dalam Fantasy Is a Concrete Jungle
In the Shadow of the Cypress (2023) dan Post-Traumatic Stress Disorder
Film “2 Kumbang (Bugs)”: Menguak Sisi Gelap Media Sosial, Mulai dari Cara Mudah Mendapatkan Uang, hingga Dampak Buruknya bagi Anak
Black Rain in My Eyes (2023): “Kebohongan” Seorang Penyair kepada Putrinya yang Buta
Tags: film animasifilm dokumenterMinikinoMinikino Film Week
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

GALUNGAN BELANDA DI BESAKIH

Next Post

Dialog Galungan

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

by Satria Aditya
June 1, 2026
0
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

Read moreDetails

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
0
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

Read moreDetails

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
0
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

Read moreDetails

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

by Made Adnyana
May 6, 2026
0
Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

TIDAK banyak film biografi mampu merangkum kehidupan seorang musisi besar secara utuh. Ada yang memilih merayakan, ada pula yang mencoba...

Read moreDetails

Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

by Jaswanto
March 28, 2026
0
Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

SEJAK menonton video promosi singkatnya di media sosial, saya tahu bahwa Hoppers (2026) bukan sekadar film animasi yang diperuntukkan untuk...

Read moreDetails

Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

by Agung Kesawa Kevalam
February 12, 2026
0
Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

ADA jenis cinta yang datang untuk menemani, dan banyak juga yang datang untuk mengingatkan. Itulah kesan yang saya dapatkan ketika...

Read moreDetails

Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

by Rana Nasyitha
January 24, 2026
0
Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

WAKTU itu saya melihat judul film ini di sebuah aplikasi/platform streaming lokal. Di antara kumpulan film indonesia lainnya, Surat Dari...

Read moreDetails

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

by Ahmad Sihabudin
January 23, 2026
0
Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

BAGI generasi yang tumbuh sebelum jalan tol Trans Jawa rampung, nama Alas Roban bukan sekadar penanda geografis. Ia adalah kata...

Read moreDetails

Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup? — Tanggapan untuk Jaswanto

by Angga Wijaya
January 21, 2026
0
Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup?  — Tanggapan untuk Jaswanto

PADA esai Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial (Tatkala.co, 16 Januari 2026), saya sepakat dengan Jaswanto, sang penulis, dalam...

Read moreDetails

Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

by Jaswanto
January 16, 2026
0
Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

SEORANG pria muda jomlo dan kurang mampu dari zaman modern entah bagaimana ceritanya bisa melintasi waktu dan masuk ke tubuh...

Read moreDetails
Next Post
Besakih dan Medsos

Dialog Galungan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026
Khas

Kreativitas Tanpa Batas Warnai Lomba Tari Modern Festival Seni Bali Jani 2026

LOMBA Tari Modern dalam rangka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 menghadirkan beragam karya yang mencerminkan perkembangan seni...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café
Budaya

Menjelajah Kosmologi Kreativitas Ketut Suwidiarta di Five Roastery & Art Café

Di tengah riuh kafe yang biasanya dipenuhi aroma kopi dan percakapan santai, sebuah ruang diskusi tentang seni akan dibuka di...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co