2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menciptakan Generasi Asik, Petani Muda Penangkap Lindung, di Jatiluwih

Son Lomri by Son Lomri
November 11, 2024
in Khas
Menciptakan Generasi Asik, Petani Muda Penangkap Lindung, di Jatiluwih

Lomba menangkap belut serangkaian Subak Spirit Festival 2024 | Foto: tatkala.co

TANGAN Reza Ananda masih terus berjibaku dengan lumpur. Tangannya masuk—menusuk dan matanya tajam-tajam menatap tanah.  Lindung (belut) didapatkannya kemudian.

Ia segera berlari menyimpan hasil buruannya itu cepat-cepat. Sambil tersenyum tentunya.

Reza Ananda, nama lengkapnya I Putu Reza Ananda Putra (15). Ia remaja asal Banjar Kesambahan di Desa Jatiluwih, Penebel, Tabanan. Ia remaja yang ceria, apalagi ketika bermain lumpur sembari menangkap belut.

Reza Ananda bersama sekitar 20 remaja dan pemuda lainnya sedang mengikuti lomba menangkap belut serangkaian acara Subak Spirit Festival (SSF) 2024 di areal perswahan di Jatiluwih, Minggu 10 November 2024.  

Menangkap Belut, Bermain Lumpur

Perlombaan ini menjadi perlombaan tak biasa sehingga unik. Karena biasanya, perlombaan menangkap belut—alias lindung itu, pada umumnya ditempatkan di ember—dan pesertanya ngambil satu persatu sambil lari kocar-kacir. Mekanisme demikian terkesan mudah dan tanpa tantangan yang berarti.

Para remaja dalam lomba menangkap belut di tengah sawah di Jatiluwih, Tabanan | Foto: tatkala.co/Son

Tapi di sini, perlombaan tidak menggunakan alat apapun. Karena belut langsung ditabur ke sawah berlumpur. Belut benar-benar dibiarkan liar dan mudik ke habitatnya hehe.. Sehingga tak jarang belut masuk dalam-dalam ke tanah berlumpur itu. Itulah menjadi bagian tantangan yang sulit bagi para peserta. Ngaduk-ngaduk tanah, juga terjungkal ke tanah.

Pula para peserta harus bergelut dengan lintah kalau tak sengaja bertemu dengan lintah. Serem tapi asik. Gokss, semetooooon…

Sementara mekanisme pada perlombaan ini adalah siapa yang paling mendapatkan belut terbanyak, itulah yang akan menjadi juaranya; pertama, kedua, atau ke tiga. Belut itu dikumpulkan di dalam ember sebagai muara akhir ketika belut sudah mabuk setelah diperebutkan.

Puluhan ekor belut dilemparkan oleh panitia, para peserta rebutan saling senggol. Aduh. Sesekali belut ditangkap di udara dengan cara rebutan oleh peserta, dan belut yang di tangan Reza Ananda itu terlepas karena terdorong peserta lain.

Belut kembali dilempar kemudian, ditebar—oleh panitia lebih banyak dan mencar ke mana-mana. Para peserta kembali berdemplok, saling adu body, saling menggagalkan satu sama lain—dengan humor, dan belut yang licin setelah tertangkap itu oleh masing-masing peserta, kerap gagal dari tangan mereka. Licin.

Seperti Reza Ananda, misalnya. Berkali-kali lindung melorot dari tangannya, dan berkali-kali juga terjatuh badannya karena tesenggol. Lumpur ada di wajahnya. Ada di mana-mana di tubuhnya. Ia jadi manusia lumpur.

Sekalian terjatuh itu, sekalian tangannya kembali dicelupkan ke tanah dalam-dalam, kakinya menahan tubuhnya membungkuk.

Diragapnya belut yang bersembunyi di tanah, dan tampaknya kesulitan menimpanya bertubi-tubi di tengah para peserta yang lain sudah mulai berlari menyelamatkan hasil buruannya ke ember milik pribadi, agar tak disenggol.

Reza (baju biru) mencoba memegang bel;ut yang sudah ditangkapnya biar tidak lepas | Foto: tatkala.co/Son

Panitia—kembali lagi melemparkan beberapa belut ke udara, dan yang ini agak banyak—karena waktu sebentar lagi selesai. Dari kejauhan terlihat, Reza Ananda begitu segeranya mengangkat tangannya dari celupan lumpur.

Belut di udara ditangkapnya satu, dan nyaris tertangkap. Tersenggol tubuhnya lagi dan lagi oleh pesaingnya, belut yang licin terlepas selalu. Kembali lagi ia alihkan pandangan ke lumpur, merunduk, tangan kembali menyusuri lumpur yang becek, dan tanah didapatkannya kemudian. Aduh

Tapi tidak lama itu, satu berhasil ia tangkap dari temannya yang tersenggol—dan menjatuhkan belut itu, segera ia berlari mengambil. Kocar-kacir.

“Saya sudah lelah, Bli, haha..” kata Reza Ananda saat bercerita dirinya terseok-seok membawa satu belut. “Saya cuman dapat enam. Lumayanlah, walaupun gak dapet juara, saya dapet uang lima puluh ribu haha..”

Generasi Penangkap Lindung

Dulu, anak-anak dan remaja menagkap lindung (belut) di sawah adalah pemandangan biasa. Tak ada istimewanya.

Tapi kini, jika melihat anak-anak menangkap belut di sawah, berbecek-becek dengan lumpur pekat, kita seperti menyaksikan tontonan unik, langka dan istimewa. Kita memerlukan generasi penangkap lindung. Hehe  

Ketika penangkap belut jadi langka, maka lomba di balik spot foto “I Love Jatiluwih”—dengan view yang instagramable di Desa Jatiluwih, itu menjadi tontonan yang menarik.

Itu pemandangan asik, terutama bagi orang kota dan bule-bule. Tubuh para bajang peserta lomba itu tampak kumel dilumuri lumpur. Orang-orang menonton. Ada satu bule mengajak anaknya yang masih kecil, juga menonton.

Peserta lomba memangkap belut itu memang para remaja sebagai perwakilan dari setiap sekaa teruna di banjar-banjar di Desa Jatiluwih.

Memasukkan belut ke dalam emebr | Foto: tatkala.co/Son

Setiap sekaa teruna memang telah diwajibkan mengirim peserta minimal 7 orang dan maskimal 8 orang untuk mengikuti lomba menangkap belut itu. Dan tidak ada gladi untuk kategori lomba itu. Langsung tancap gass…

“Karena ini tema besarnya adalah pertanian, jadi, ini [lomba tangkap belut] adalah aktivitas para petani ketika musim membajak atau masa mulai menanam jadi menagkap belut ini. Nah ketika untuk mnangkap belut ini, biasanya dilakukan malam-malam saat musim membajak atau masa-masa menanam,” kata I Gede Made Alitloyo Winaya, penanggung jawab lomba menangkap belut.

Ia juga menjelaskan, biasanya masyarakat di Desa Jatiluwih itu memang sudah biasa menangkap belut—terutama malam hari, ketika sudah musim membajak atau musim menanam padi. Pula biasanya, mereka menggunakan lampu dan menggunakan alat capitan untuk menangkap.

Dari aktivitas seperti itulah kemudian, melatarbelakangi lomba menangkap belut di acara SSF tahun ini. Apalagi, lanjut Made Alitloyo, para petani di Jatiluwih nyaris pensiun karena umurnya di atas rata-rata 40 tahun ke atas. Sehingga perlombaan ini digelar, untuk mendekatkan kembali generasi muda kepada sawah dan subak kepada budaya pertanian.

Sehingga ia—bersama tim SSF 2024 dan Kementrian Kebudayaan—ingin mengajak generasi muda ini mengenali dunia pertanian, mengingat ujung tombak di Jatiluwih ini adalah pertanian, “Kita ingin mengenalkan untuk generasi penerus di bidang pertanian,” lanjut Made Alitloyo.

Nah, Reza Ananda barangkali salah satu generasi muda yang di masa depan menjadi petani sekaligus penangkap belut yang andal.

Bule menonton lomba menangkap belut dari kejauahn | Foto: tatkala.co/Son

Reza mengaku, bersama temannya ia menantikan perlombaan sejak pagi. Ia perwakilan dari sekaa teruna dari Kesambahan, dan di sawah, ia mengaku sudah biasa bertempur dengan lumpur membantu orang tua ketika pulang sekolah, ke sawah.

“Kalau bisa, Bli. Perlombaan ini harus digelar tingkat nasional, dan saya siap mewakili Bali haha..” kata Reza Ananda Putra melempar humor usai perlombaan.

“Kalo jadi petani?” tanya saya.

“Tentu siaaap…,” katanya sambil tersenyum “Tapi saya mandi dulu, Bli, hehe!” [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Subak Spirit Festival 2024, Pesta Rakyat, dan Usaha Pemuliaan Air
Subak Spirit Festival 2024: Merayakan Subak, Menjaga Entitas dan Identitas Masyarakat Bali
Ada Lelakut di Subak Spirit Festival 2024
Tags: jatiluwihpetanisubakSubak Spirit Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pertukaran Budaya Indonesia-Korea: Menyatukan Cita Rasa dan Tradisi

Next Post

Merasakan Keaslian Bali di Dira Family Guest House, Desa Aan-Klungkung

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Merasakan Keaslian Bali di Dira Family Guest House, Desa Aan-Klungkung

Merasakan Keaslian Bali di Dira Family Guest House, Desa Aan-Klungkung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co