2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menciptakan Generasi Asik, Petani Muda Penangkap Lindung, di Jatiluwih

Son Lomri by Son Lomri
November 11, 2024
in Khas
Menciptakan Generasi Asik, Petani Muda Penangkap Lindung, di Jatiluwih

Lomba menangkap belut serangkaian Subak Spirit Festival 2024 | Foto: tatkala.co

TANGAN Reza Ananda masih terus berjibaku dengan lumpur. Tangannya masuk—menusuk dan matanya tajam-tajam menatap tanah.  Lindung (belut) didapatkannya kemudian.

Ia segera berlari menyimpan hasil buruannya itu cepat-cepat. Sambil tersenyum tentunya.

Reza Ananda, nama lengkapnya I Putu Reza Ananda Putra (15). Ia remaja asal Banjar Kesambahan di Desa Jatiluwih, Penebel, Tabanan. Ia remaja yang ceria, apalagi ketika bermain lumpur sembari menangkap belut.

Reza Ananda bersama sekitar 20 remaja dan pemuda lainnya sedang mengikuti lomba menangkap belut serangkaian acara Subak Spirit Festival (SSF) 2024 di areal perswahan di Jatiluwih, Minggu 10 November 2024.  

Menangkap Belut, Bermain Lumpur

Perlombaan ini menjadi perlombaan tak biasa sehingga unik. Karena biasanya, perlombaan menangkap belut—alias lindung itu, pada umumnya ditempatkan di ember—dan pesertanya ngambil satu persatu sambil lari kocar-kacir. Mekanisme demikian terkesan mudah dan tanpa tantangan yang berarti.

Para remaja dalam lomba menangkap belut di tengah sawah di Jatiluwih, Tabanan | Foto: tatkala.co/Son

Tapi di sini, perlombaan tidak menggunakan alat apapun. Karena belut langsung ditabur ke sawah berlumpur. Belut benar-benar dibiarkan liar dan mudik ke habitatnya hehe.. Sehingga tak jarang belut masuk dalam-dalam ke tanah berlumpur itu. Itulah menjadi bagian tantangan yang sulit bagi para peserta. Ngaduk-ngaduk tanah, juga terjungkal ke tanah.

Pula para peserta harus bergelut dengan lintah kalau tak sengaja bertemu dengan lintah. Serem tapi asik. Gokss, semetooooon…

Sementara mekanisme pada perlombaan ini adalah siapa yang paling mendapatkan belut terbanyak, itulah yang akan menjadi juaranya; pertama, kedua, atau ke tiga. Belut itu dikumpulkan di dalam ember sebagai muara akhir ketika belut sudah mabuk setelah diperebutkan.

Puluhan ekor belut dilemparkan oleh panitia, para peserta rebutan saling senggol. Aduh. Sesekali belut ditangkap di udara dengan cara rebutan oleh peserta, dan belut yang di tangan Reza Ananda itu terlepas karena terdorong peserta lain.

Belut kembali dilempar kemudian, ditebar—oleh panitia lebih banyak dan mencar ke mana-mana. Para peserta kembali berdemplok, saling adu body, saling menggagalkan satu sama lain—dengan humor, dan belut yang licin setelah tertangkap itu oleh masing-masing peserta, kerap gagal dari tangan mereka. Licin.

Seperti Reza Ananda, misalnya. Berkali-kali lindung melorot dari tangannya, dan berkali-kali juga terjatuh badannya karena tesenggol. Lumpur ada di wajahnya. Ada di mana-mana di tubuhnya. Ia jadi manusia lumpur.

Sekalian terjatuh itu, sekalian tangannya kembali dicelupkan ke tanah dalam-dalam, kakinya menahan tubuhnya membungkuk.

Diragapnya belut yang bersembunyi di tanah, dan tampaknya kesulitan menimpanya bertubi-tubi di tengah para peserta yang lain sudah mulai berlari menyelamatkan hasil buruannya ke ember milik pribadi, agar tak disenggol.

Reza (baju biru) mencoba memegang bel;ut yang sudah ditangkapnya biar tidak lepas | Foto: tatkala.co/Son

Panitia—kembali lagi melemparkan beberapa belut ke udara, dan yang ini agak banyak—karena waktu sebentar lagi selesai. Dari kejauhan terlihat, Reza Ananda begitu segeranya mengangkat tangannya dari celupan lumpur.

Belut di udara ditangkapnya satu, dan nyaris tertangkap. Tersenggol tubuhnya lagi dan lagi oleh pesaingnya, belut yang licin terlepas selalu. Kembali lagi ia alihkan pandangan ke lumpur, merunduk, tangan kembali menyusuri lumpur yang becek, dan tanah didapatkannya kemudian. Aduh

Tapi tidak lama itu, satu berhasil ia tangkap dari temannya yang tersenggol—dan menjatuhkan belut itu, segera ia berlari mengambil. Kocar-kacir.

“Saya sudah lelah, Bli, haha..” kata Reza Ananda saat bercerita dirinya terseok-seok membawa satu belut. “Saya cuman dapat enam. Lumayanlah, walaupun gak dapet juara, saya dapet uang lima puluh ribu haha..”

Generasi Penangkap Lindung

Dulu, anak-anak dan remaja menagkap lindung (belut) di sawah adalah pemandangan biasa. Tak ada istimewanya.

Tapi kini, jika melihat anak-anak menangkap belut di sawah, berbecek-becek dengan lumpur pekat, kita seperti menyaksikan tontonan unik, langka dan istimewa. Kita memerlukan generasi penangkap lindung. Hehe  

Ketika penangkap belut jadi langka, maka lomba di balik spot foto “I Love Jatiluwih”—dengan view yang instagramable di Desa Jatiluwih, itu menjadi tontonan yang menarik.

Itu pemandangan asik, terutama bagi orang kota dan bule-bule. Tubuh para bajang peserta lomba itu tampak kumel dilumuri lumpur. Orang-orang menonton. Ada satu bule mengajak anaknya yang masih kecil, juga menonton.

Peserta lomba memangkap belut itu memang para remaja sebagai perwakilan dari setiap sekaa teruna di banjar-banjar di Desa Jatiluwih.

Memasukkan belut ke dalam emebr | Foto: tatkala.co/Son

Setiap sekaa teruna memang telah diwajibkan mengirim peserta minimal 7 orang dan maskimal 8 orang untuk mengikuti lomba menangkap belut itu. Dan tidak ada gladi untuk kategori lomba itu. Langsung tancap gass…

“Karena ini tema besarnya adalah pertanian, jadi, ini [lomba tangkap belut] adalah aktivitas para petani ketika musim membajak atau masa mulai menanam jadi menagkap belut ini. Nah ketika untuk mnangkap belut ini, biasanya dilakukan malam-malam saat musim membajak atau masa-masa menanam,” kata I Gede Made Alitloyo Winaya, penanggung jawab lomba menangkap belut.

Ia juga menjelaskan, biasanya masyarakat di Desa Jatiluwih itu memang sudah biasa menangkap belut—terutama malam hari, ketika sudah musim membajak atau musim menanam padi. Pula biasanya, mereka menggunakan lampu dan menggunakan alat capitan untuk menangkap.

Dari aktivitas seperti itulah kemudian, melatarbelakangi lomba menangkap belut di acara SSF tahun ini. Apalagi, lanjut Made Alitloyo, para petani di Jatiluwih nyaris pensiun karena umurnya di atas rata-rata 40 tahun ke atas. Sehingga perlombaan ini digelar, untuk mendekatkan kembali generasi muda kepada sawah dan subak kepada budaya pertanian.

Sehingga ia—bersama tim SSF 2024 dan Kementrian Kebudayaan—ingin mengajak generasi muda ini mengenali dunia pertanian, mengingat ujung tombak di Jatiluwih ini adalah pertanian, “Kita ingin mengenalkan untuk generasi penerus di bidang pertanian,” lanjut Made Alitloyo.

Nah, Reza Ananda barangkali salah satu generasi muda yang di masa depan menjadi petani sekaligus penangkap belut yang andal.

Bule menonton lomba menangkap belut dari kejauahn | Foto: tatkala.co/Son

Reza mengaku, bersama temannya ia menantikan perlombaan sejak pagi. Ia perwakilan dari sekaa teruna dari Kesambahan, dan di sawah, ia mengaku sudah biasa bertempur dengan lumpur membantu orang tua ketika pulang sekolah, ke sawah.

“Kalau bisa, Bli. Perlombaan ini harus digelar tingkat nasional, dan saya siap mewakili Bali haha..” kata Reza Ananda Putra melempar humor usai perlombaan.

“Kalo jadi petani?” tanya saya.

“Tentu siaaap…,” katanya sambil tersenyum “Tapi saya mandi dulu, Bli, hehe!” [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Jaswanto

Subak Spirit Festival 2024, Pesta Rakyat, dan Usaha Pemuliaan Air
Subak Spirit Festival 2024: Merayakan Subak, Menjaga Entitas dan Identitas Masyarakat Bali
Ada Lelakut di Subak Spirit Festival 2024
Tags: jatiluwihpetanisubakSubak Spirit Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pertukaran Budaya Indonesia-Korea: Menyatukan Cita Rasa dan Tradisi

Next Post

Merasakan Keaslian Bali di Dira Family Guest House, Desa Aan-Klungkung

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Merasakan Keaslian Bali di Dira Family Guest House, Desa Aan-Klungkung

Merasakan Keaslian Bali di Dira Family Guest House, Desa Aan-Klungkung

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co