13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pertukaran Budaya Indonesia-Korea: Menyatukan Cita Rasa dan Tradisi

AA Ayu Arun Suwi Arianty by AA Ayu Arun Suwi Arianty
November 11, 2024
in Khas
Pertukaran Budaya Indonesia-Korea: Menyatukan Cita Rasa dan Tradisi

Program Studi D3 Perhotelan, Fakultas Vokasi, IPB Internasional bersama dengan Kyungnam University melaksanakan kegiatan “Culinary & Cultural Camp, Capstone Design Collaborative Class”.

DI era globalisasi saat ini, pertukaran budaya antar negara semakin mudah dilakukan dan telah membuka pintu bagi kerja sama yang lebih erat diantara berbagai negara, termasuk Indonesia dan Korea Selatan. Pertukaran budaya ini bukan hanya sekedar hiburan atau tren, tetapi juga menjadi jalan bagi kedua bangsa untuk saling memahami, menghargai, dan memperkuat persahabatan.

Salah satu bentuk paling menonjol dari pertukaran budaya ini adalah melalui Hallyu Wave atau Gelombang Korea, yang telah merambah hingga ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. K-pop, drama Korea, dan kuliner Korea menjadi bagian dari keseharian anak muda Indonesia pada saat ini.

Pertukaran budaya antara Indonesia dan Korea telah membawa dampak positif dalam banyak aspek, salah satunya dalam dunia kuliner. Kini, makanan bukan hanya soal rasa, tetapi juga sarana bagi kedua negara untuk saling mengenal lebih dalam dan menghargai perbedaan budaya.

Dalam beberapa tahun terakhir, restoran Korea bermunculan di kota-kota besar Indonesia. Mulai dari jajanan populer seperti tteokbokki (kue beras pedas) dan kimchi, hingga hidangan khas seperti bulgogi dan bibimbap, yang kini menjadi pilihan favorit banyak orang Indonesia.

Cita rasa makanan Korea yang cenderung pedas dan berbumbu ternyata selaras dengan selera masyarakat Indonesia, yang juga gemar akan masakan dengan rempah yang kuat. Tren ini membuktikan bahwa kuliner dapat menjadi penghubung efektif antara budaya asing dan lokal.

Sebaliknya, budaya kuliner Indonesia pun mulai menarik minat masyarakat Korea. Hidangan seperti rendang, nasi goreng, dan sate, yang kaya akan rempah dan rasa khas, mulai mendapatkan tempat di hati orang Korea. Kedutaan Besar Indonesia di Korea Selatan bersama komunitas diaspora Indonesia sering mengadakan festival makanan Indonesia untuk memperkenalkan kelezatan masakan Nusantara. Bahkan, beberapa restoran Indonesia telah hadir di Korea, memperkenalkan rasa autentik Indonesia kepada masyarakat lokal dan internasional.

Dalam upaya menjalin kerjasama dan mempererat persahabatan, Program Studi D3 Perhotelan, Fakultas Vokasi, IPB Internasional bersama dengan Kyungnam University melaksanakan kegiatan “Culinary & Cultural Camp, Capstone Design Collaborative Class”. “Culinary & Cultural Camp, Capstone Design Collaborative Class” merupakan jembatan bagi mahasiswa dari Kyungnam University dan mahasiswa Prodi D3 Perhotelan, Fakultas Vokasi, IPB Internasional untuk mengenal, menghargai, dan membawa nilai-nilai lintas  budaya, khususnya terkait dengan kuliner.

Selama dua hari,  12 mahasiswa dari Kyungnam University bersama dengan mahasiswa Prodi D3 Perhotelan berkolaborasi dalam membuat masakan Indonesia-Korea. kegiatan diawali dengan bersama-sama berbelanja bahan masakan. Selanjutnya, mahasiswa Prodi D3 Perhotelan yang didampingi oleh dosen dan instruktur Tata Boga akan membuat masakan khas Indonesia, seperti Nasi Goreng Bali, Sate Ayam Madura, Bubur Ketan Hitam, dan Kuah Gulai  Dimana pada sesi ini, mahasiswa dan dosen pendamping dari Kyungnam University akan turut serta dan memahami masakan Indonesia.  

Pada sesi selanjutnya, mahasiswa dan dosen pendamping dari Kyungnam University akan memasak Japchae, Gimbab, Tteokbboki, Bulgogi, dan Hotteok Dimana sebaliknya, mahasiswa dari Prodi D3 Perhotelan akan belajar tentang makanan Korea. pada sesi terakhir di hari pertama, mahasiswa Kyungnam University bersama dengan mahasiswa dari Prodi D3 Perhotelan akan membuat makanan fusion Indonesia- Korea.

Pada hari kedua diadakan Korean Food Exhibition yang diadakan di Kampus IPB Internasional. Pada kegiatan ini mahasiswa dari kedua institusi tersebut bersama-sama memasak dan memerkan hasil makanan yang telah dibuat. Adapun pengunjung dari exhibition ini terdiri dari ratusan siswa SMA/K di Bali.

Pertukaran kuliner ini membawa nilai yang lebih dari sekadar memuaskan selera makan. Melalui makanan, masyarakat kedua negara diajak untuk memahami nilai dan budaya yang terkandung dalam setiap masakan. Kuliner Indonesia yang kaya rempah mencerminkan keragaman budaya dan tradisi lokal, sedangkan makanan Korea yang identik dengan fermentasi dan bahan alami menggambarkan penghargaan tinggi terhadap kesehatan dan keseimbangan.

Namun, dalam proses ini terdapat pula tantangan. Budaya kuliner yang berbeda memerlukan penyesuaian agar dapat diterima di masing-masing negara tanpa kehilangan keasliannya. Bagi Indonesia, penting untuk menjaga agar masakan lokal yang masuk ke pasar Korea tetap mempertahankan cita rasa aslinya, bukan sekadar menyesuaikan dengan selera asing. Begitu pula dengan masakan Korea di Indonesia, yang kadang disesuaikan dengan lidah lokal sehingga kehilangan sedikit dari keaslian budaya asalnya.

Pada akhirnya, pertukaran kuliner antara Indonesia dan Korea memberikan banyak keuntungan bagi kedua negara. Lebih dari sekadar memanjakan lidah, ini menjadi sarana efektif untuk mempererat persahabatan dan menghilangkan jarak budaya. Makanan bukan hanya tentang cita rasa, tetapi tentang cerita, sejarah, dan jiwa dari budaya yang diwakilinya. [T]

HIBACHI: Spektakel Rasa dan Api di Atas Panggangan
Es Krim Rasa Lidah Lokal Digandrungi Kaum Milenial
Chef Siharta | Menyalakan Bumbu Semangat, Dari Les Hingga Ubud
Pameran Makanan dari Lontar Dharma Caruban | Catatan Pameran Olahan Makanan Prodi Pendidikan Bahasa Bali Undiksha
Tags: IPB InternasionalKoreaKorea SelatanPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Ada Lelakut di Subak Spirit Festival 2024

Next Post

Menciptakan Generasi Asik, Petani Muda Penangkap Lindung, di Jatiluwih

AA Ayu Arun Suwi Arianty

AA Ayu Arun Suwi Arianty

A.A.Ayu Arun Suwi Arianty, SST.Par.,M.Par. Dosen. Tinggal di Denpasar. Telah menulis berbagai artikel ilmiah berkaitan dengan pariwisata

Related Posts

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
0
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

Read moreDetails

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
0
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

Read moreDetails

Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Festival Seni Bali Jani VIII, Panggung Kolaborasi dan Eksperimentasi Seni Bali

FESTIVAL Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 dipastikan hadir lebih semarak. Festival yang menjadi ruang apresiasi seni modern, kontemporer,...

Read moreDetails

Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

by Nyoman Budarsana
July 10, 2026
0
Lepas 52 Tukik dan Tanam Kelapa, Prama Sanur Beach Bali Rayakan HUT dengan Aksi Peduli Lingkungan

PAGI itu, suasana Pantai Cemara, Sanur, mulai dipenuhi antusiasme. Meski sinar matahari sudah terasa menyengat, puluhan orang tetap bersemangat mengikuti...

Read moreDetails

Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

by Rohmah Nia Chandra Sari
July 9, 2026
0
Sukses Digelar, PEKSIMASIF 2026 Lahirkan Talenta Seni Baru di FISIP Unsoed

RANGKAIAN ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa FISIP (PEKSIMASIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, sejak 28 hingga 30 April 2026,...

Read moreDetails

Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

by Chandra Manikan
July 9, 2026
0
Memupuh Desa, Memupuk Dualitas

SAMPAI HARI INI, pupuh itu mengendap lebih lama di pikiranku. Buku “Bali, Pandemi, Refleksi: Dinamika Politik Kebijakan dan Kritisme Komunitas”,...

Read moreDetails

Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
July 8, 2026
0
Membincangkan Puisi dan Kesadaran Kolektif di Singaraja Literary Festival 2026

“SETIAP penyair kalau ia menyuarakan lukanya, ia sebenarnya menyuarakan luka manusia.” Kalimat itu meluncur dari Yahya Umar, Sabtu, 4 Juli...

Read moreDetails

Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 7, 2026
0
Aroma Kopi, Kuliner, dan Percakapan yang Menghidupkan Singaraja Literary Festival 2026

AROMA kopi yang baru diseduh bercampur dengan wangi siobak dan tipat santok menyambut setiap langkah pengunjung di belakang panggung utama...

Read moreDetails

Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

by Agung Sudarsa
July 7, 2026
0
Belajar Mendengarkan Bumi: Refleksi dari Workshop Biodinamik di Griya Yangloni, Gianyar

MINGGU, 21 Juni 2026, di Griya Yangloni milik Dokter Ida Bagus Kesnawa, MM, di Banjar Buruan, Gianyar, sebuah pengalaman sederhana...

Read moreDetails

Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

by Nyoman Budarsana
July 6, 2026
0
Bagai Pasukan Perang, Tim Volunteer AVIRAMA “Kejar Sampah” di Singaraja Literary Festival 2026

BAGAI pasukan di medan perang, petugas kebersihan dalam ajang Singaraja Literary Festival (SLF) 2026 tak membiarkan sepotong sampah pun tertinggal....

Read moreDetails
Next Post
Menciptakan Generasi Asik, Petani Muda Penangkap Lindung, di Jatiluwih

Menciptakan Generasi Asik, Petani Muda Penangkap Lindung, di Jatiluwih

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co