4 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Es Krim Rasa Lidah Lokal Digandrungi Kaum Milenial

Luh Eka Susanti by Luh Eka Susanti
May 9, 2024
in Esai
Es Krim Rasa Lidah Lokal Digandrungi Kaum Milenial

WALLS. DIAMOND. GELATO. AICE. Siapa tak kenal merk es krim tersebut?

Ketiga merek ini memiliki pangsa pasar yang kuat di Indonesia, masing-masing dengan segmen pasar dan strategi branding yang berbeda. Walls dengan brand globalnya, Diamond dengan harga yang terjangkau, dan gelato dengan posisinya sebagai produk premium.

Aice yang merupakan pendatang baru di pasaran Indonesia tetapi telah berhasil mengambil pangsa pasar yang signifikan dengan produk es krim yang terjangkau dan variasi rasa yang menarik.

Siapa tak suka es krim ?

Es krim merupakan salah satu makanan beku yang telah ada sejak zaman kuno, dengan bentuk awal yang dapat ditelusuri kembali ke zaman kerajaan-kerajaan kuno seperti Persia dan China. Versi awal es krim merupakan campuran salju dengan buah-buahan dan madu. Seiring berjalannya waktu, es krim mulai dikembangkan di Eropa, terutama Italia dan Prancis, dengan penambahan krim dan gula.

Dalam era modern, es krim telah berkembang menjadi sebuah produk gaya hidup yang tidak hanya dinikmati sebagai makanan penutup tetapi juga sebagai simbol kebahagiaan, kenyamanan, dan kebersamaan. Dengan keanekaragaman rasa dan bentuk, es krim jadi bagian dari budaya pop dan seringkali terkait dengan momen-momen khusus serta kenangan masa kecil.

Dalam dekade terakhir, tren es krim juga telah mengalami evolusi seiring meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan, dengan munculnya varian es krim yang mengandung bahan-bahan lebih sehat, seperti penambahan buah-buahan, rempah-rempah, komponen kaya protein, probiotik, dan prebiotik

Sejalan dengan tren gaya hidup yang modern, es krim dijadikan sebagai produk yang dapat merefleksikan kepribadian atau identitas seseorang, serta alat untuk bersosialisasi dan ekspresi diri. Dengan demikian, es krim tidak hanya menjadi makanan yang dinikmati tetapi juga bagian dari cara hidup kontemporer. Dengan inovasi teknologi pembekuan, es krim kini lebih mudah diakses. Produk yang berorientasi pada kemudahan seperti es krim batangan dan kemasan single-serve mencerminkan gaya hidup modern yang dinamis dan sibuk.

Pengalaman sosial juga dapat diperoleh lewat konsumsi es krim, dari perayaan ulang tahun hingga kumpul-kumpul kasual. Es krim merupakan simbol persatuan dan kegembiraan, yang beresonansi dengan gaya hidup yang menitikberatkan pada pengalaman dan konektivitas.

Dengan trend es krim artisanal, konsumen modern dapat mengungkapkan identitas mereka melalui preferensi terhadap brand atau varian tertentu, ini juga mencerminkan kesadaran lebih besar tentang merek dan nilai-nilai mereka, seperti keberlanjutan dan produksi lokal.

Varian rasa es krim tidak hanya selalu tentang rasa cokelat, strawberry, dan vanilla. Memang ketiga rasa es krim ini adalah rasa yang sangat umum untuk dikonsumsi publik. Namun, terdapat kecenderungan rasa bosan terhadap ketiga varian rasa es krim ini.

Ide untuk melestarikan dan memperkenalkan rasa lokal melalui inovasi produk es krim dengan rasa lidah lokal mulai dilirik oleh Prodi D3 Perhotelan Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional. Melalui program regular pada jurusan Konsentrasi Tata Boga yaitu pada mata kuliah Sweet, Candy and Ice Cream, serangkaian kegiatan mata kuliah ini mengangkat peran produk lokal terhadap inovasi es krim di masa modern ini.

Melalui kegiatan “ICE CREAM FESTIVE” setiap kelas akan berinovasi untuk menciptakan rasa-rasa baru dengan menggunakan bahan-bahan atau kuliner lokal, seperti umbi-umbian, wedang ronde, temulawak, es doger, es cendol, asinan Bogor, dll.  Es krim ini dijual dengan harga yang terjangkau untuk kalangan mahasiswa. Mata kuliah ini pun menjadi salah satu Project-based learning di Prodi D3 Perhotelan karena UAS tertulis akan digantikan oleh projek yang tidak menekankan pada hasil melainkan pada proses.

Es krim dengan bahan dan rasa produk lokal merepresentasikan sebuah peluang kewirausahaan yang kuat dalam beberapa aspek, yaitu:

a) Autentisitas (bahan dan rasa lokal menyediakan autentisitas yang dicari banyak konsumen. Produk yang menggabungkan tradisi dan modernitas sering kali diterima baik karena mereka menyentuh rasa nostalgia sekaligus memberikan pengalaman baru,

b) Differensiasi Pasar (menggunakan rasa lokal dapat membedakan produk dari pesaing dan menarik perhatian pecinta kuliner yang ingin mencoba sesuatu yang unik dan berbeda,

c) Pengenalan Budaya (dapat menjadi cara untuk memperkenalkan dan mempromosikan budaya lokal kepada audiens yang lebih luas, termasuk turis yang mencari pengalaman autentik saat berkunjung),

d) Pemberdayaan Ekonomi Lokal (mengambil bahan baku dari supplier lokal tidak hanya meningkatkan ekonomi daerah tetapi juga mendukung keberlanjutan dan mengurangi jejak karbon),

e) Keanekaragaman Produk (ide-ide inovatif di kategori es krim membantu menciptakan keanekaragaman produk yang lebih luas, menarik segmen pasar yang berbeda dan memuaskan berbagai selera),

 f) Tren Kesadaran Kesehatan (dengan bahan alami dan lokal dapat diposisikan sebagai pilihan yang lebih sehat, terutama jika dibuat dengan bahan-bahan organik atau dengan menggunakan pemanis alami).

Mengembangkan usaha es krim dengan bahan dan rasa lokal bukan hanya memenuhi preferensi rasa tetapi juga membawa dimensi budaya dan sosial ekonomi yang lebih luas. Penggunaan bahan-bahan lokal dalam es krim bisa menciptakan rasa unik yang tidak ditemukan di es krim komersial, menarik mahasiswa yang ingin mencoba sesuatu yang baru.

Selain itu, mahasiswa sering lebih sadar akan isu sosial dan lingkungan. Mereka cenderung mendukung produk yang berkelanjutan dan mendukung komunitas lokal. Produk yang menggunakan bahan lokal umumnya dapat menawarkan harga yang lebih terjangkau bagi mahasiswa yang sering memiliki keterbatasan anggaran. Es krim dengan bahan lokal dapat memicu semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa, memberi inspirasi untuk memulai usaha sendiri yang mengangkat ciri khas lokal.

Projek “ICE CREAM FESTIVE” ini juga dapat menjadi kegiatan edukasi tentang pentingnya mendukung industri lokal dan manfaat gizi dari bahan baku lokal. Projek seperti ini juga berpotensi meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam pengelolaan usaha, memperkenalkan mereka pada aspek-aspek kewirausahaan praktis dan membangun keterampilan bisnis mereka. [T]

Implementasi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”  Melalui Wisata Edukasi “Coral Planting” di Pantai Pandawa
Glamping, Staycation, Instagrammable, Babymoon: Leksikon Baru Dalam Geliat Pariwisata Ekonomi Kreatif
Tags: es krimInstitut Pariwisata dan Bisnis InternasionalkulinerPariwisataPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tentang Dua Sisi Perjalanan Merantau ke Singaraja: Menembus Air Bah hingga Menyapa sang Surya

Next Post

GORIS PUN PERNAH SALAH MENULIS BESAKIH

Luh Eka Susanti

Luh Eka Susanti

Luh Eka Susanti, S.Pd.,M.Pd lahir di Denpasar, 19 Agustus 1988 silam. Ia memperoleh gelar Magister Pendidikan Bahasa Inggris dari Universitas Pendidikan Ganesha pada tahun 2013. Karirnya menjadi dosen Bahasa Inggris dimulai sejak tahun 2010. Dia juga mengajar Bahasa Inggris untuk caddy golf, hotelier dan spa therapist, serta menekuni Pembelajaran BIPA. Selain itu, ia pernah menjadi salah satu pemenang dalam lomba Menulis Bahan Ajar Membaca Dini oleh Balai Bahasa Bali Tahun 2019 dan Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Sisa SD Kelas Awal

Related Posts

Pertemuan William James dan Vivekananda

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
0
Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

Read moreDetails

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

by Eril Paizi
June 2, 2026
0
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

Read moreDetails

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

by Early NHS
June 2, 2026
0
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

Read moreDetails

(Tidak Ada) Literasi Digital

by I Wayan Artika
June 2, 2026
0
(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

Read moreDetails

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

by Rsi Suwardana
June 1, 2026
0
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

Read moreDetails

Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

by Agung Sudarsa
June 1, 2026
0
Perayaan Hari Lahir Pancasila Zaman Now, Dari Seremoni Menuju Kesadaran Kolektif

Hari Lahir Pancasila: Merayakan Gagasan Besar Bangsa Setiap tanggal 1 Juni bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada hari itu,...

Read moreDetails

Awas Ada Pocong!

by Dede Putra Wiguna
May 31, 2026
0
Awas Ada Pocong!

BELAKANGAN ini, masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dihebohkan oleh kemunculan ‘pocong jadi-jadian’. Sosok yang biasanya ada dalam cerita horor...

Read moreDetails

Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

by Ahmad Fatoni
May 31, 2026
0
Membaca Kembali W.S. Rendra di Tengah Wacana Penutupan Prodi

……………..Aku bertanya:Apakah gunanya pendidikanbila hanya akan membuat seseorang menjadi asingdi tengah kenyataan persoalannya?Apakah gunanya pendidikanbila hanya mendorong seseorangmenjadi layang-layang di...

Read moreDetails

Wisata Bahari di Negeri Maritim

by Chusmeru
May 31, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

BERUNTUNG Indonesia memiliki alam yang penuh pesona. Laut menjadi salah satu kekayaan alam yang membanggakan. Luas wilayah laut Indonesia mencapai...

Read moreDetails

FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

by Agung Sudarsa
May 31, 2026
0
FOR HATI BALI: Ketika Cinta pada Bali Menjadi Tindakan

Dari Kegelisahan Menuju Gerakan Moral BALI sedang berada pada persimpangan zaman. Di satu sisi, pulau ini menikmati pertumbuhan ekonomi yang...

Read moreDetails
Next Post
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

GORIS PUN PERNAH SALAH MENULIS BESAKIH

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten
Tualang

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa
Bahasa

Dokter Gia: Pilihan Kata Mengolah Rasa

DOKTER Gia Pratama (dr. Gia) —seorang dokter dan penulis yang aktif di media sosial untuk mengedukasi masyarakat dalam dunia kesehatan—pernah...

by I Made Sudiana
June 3, 2026
Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah
Khas

Dari Kamar Biasa ke Pengalaman Luar Biasa —Cerita Desa Kedisan Berbenah

DESA Kedisan di Kintamani, Bangli, itu sebenarnya sudah “menjual” tanpa harus banyak usaha. Pemandangan Danau Batur yang tenang, udara sejuk, dan suasana desa yang...

by Ni Luh Putu Intan Nirmalasari
June 3, 2026
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral
Panggung

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

by Komang Sujana
June 3, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Reforma Agraria : Ketika Rakyat Hanya Memegang HGB di Atas HPL Bank Tanah

REFORMA Agraria merupakan salah satu agenda konstitusional yang lahir dari cita-cita besar para pendiri bangsa untuk mewujudkan keadilan sosial di...

by I Made Pria Dharsana
June 3, 2026
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan
Panggung

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif
Panggung

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
Pertemuan William James dan Vivekananda
Esai

Pertemuan William James dan Vivekananda

Dua Biografi: Jalan dari Timur dan Barat SWAMI Vivekananda lahir dengan nama Narendra Nath Datta pada tahun 1863 di Kolkata,...

by Agung Sudarsa
June 3, 2026
‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar
Khas

‘Lambuk Baa’ di Pura Parerepan Samuan Tiga: Ritus Api di Tengah Kota Denpasar

BULAN Purnama Asaddha yang baru lewat sehari masih bulat sempurna, menggantung sedikit miring di atas langit Desa Sidakarya, seperti sedang...

by Abdi Jaya Prawira
June 3, 2026
‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co