29 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Es Krim Rasa Lidah Lokal Digandrungi Kaum Milenial

Luh Eka Susanti by Luh Eka Susanti
May 9, 2024
in Esai
Es Krim Rasa Lidah Lokal Digandrungi Kaum Milenial

WALLS. DIAMOND. GELATO. AICE. Siapa tak kenal merk es krim tersebut?

Ketiga merek ini memiliki pangsa pasar yang kuat di Indonesia, masing-masing dengan segmen pasar dan strategi branding yang berbeda. Walls dengan brand globalnya, Diamond dengan harga yang terjangkau, dan gelato dengan posisinya sebagai produk premium.

Aice yang merupakan pendatang baru di pasaran Indonesia tetapi telah berhasil mengambil pangsa pasar yang signifikan dengan produk es krim yang terjangkau dan variasi rasa yang menarik.

Siapa tak suka es krim ?

Es krim merupakan salah satu makanan beku yang telah ada sejak zaman kuno, dengan bentuk awal yang dapat ditelusuri kembali ke zaman kerajaan-kerajaan kuno seperti Persia dan China. Versi awal es krim merupakan campuran salju dengan buah-buahan dan madu. Seiring berjalannya waktu, es krim mulai dikembangkan di Eropa, terutama Italia dan Prancis, dengan penambahan krim dan gula.

Dalam era modern, es krim telah berkembang menjadi sebuah produk gaya hidup yang tidak hanya dinikmati sebagai makanan penutup tetapi juga sebagai simbol kebahagiaan, kenyamanan, dan kebersamaan. Dengan keanekaragaman rasa dan bentuk, es krim jadi bagian dari budaya pop dan seringkali terkait dengan momen-momen khusus serta kenangan masa kecil.

Dalam dekade terakhir, tren es krim juga telah mengalami evolusi seiring meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan, dengan munculnya varian es krim yang mengandung bahan-bahan lebih sehat, seperti penambahan buah-buahan, rempah-rempah, komponen kaya protein, probiotik, dan prebiotik

Sejalan dengan tren gaya hidup yang modern, es krim dijadikan sebagai produk yang dapat merefleksikan kepribadian atau identitas seseorang, serta alat untuk bersosialisasi dan ekspresi diri. Dengan demikian, es krim tidak hanya menjadi makanan yang dinikmati tetapi juga bagian dari cara hidup kontemporer. Dengan inovasi teknologi pembekuan, es krim kini lebih mudah diakses. Produk yang berorientasi pada kemudahan seperti es krim batangan dan kemasan single-serve mencerminkan gaya hidup modern yang dinamis dan sibuk.

Pengalaman sosial juga dapat diperoleh lewat konsumsi es krim, dari perayaan ulang tahun hingga kumpul-kumpul kasual. Es krim merupakan simbol persatuan dan kegembiraan, yang beresonansi dengan gaya hidup yang menitikberatkan pada pengalaman dan konektivitas.

Dengan trend es krim artisanal, konsumen modern dapat mengungkapkan identitas mereka melalui preferensi terhadap brand atau varian tertentu, ini juga mencerminkan kesadaran lebih besar tentang merek dan nilai-nilai mereka, seperti keberlanjutan dan produksi lokal.

Varian rasa es krim tidak hanya selalu tentang rasa cokelat, strawberry, dan vanilla. Memang ketiga rasa es krim ini adalah rasa yang sangat umum untuk dikonsumsi publik. Namun, terdapat kecenderungan rasa bosan terhadap ketiga varian rasa es krim ini.

Ide untuk melestarikan dan memperkenalkan rasa lokal melalui inovasi produk es krim dengan rasa lidah lokal mulai dilirik oleh Prodi D3 Perhotelan Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional. Melalui program regular pada jurusan Konsentrasi Tata Boga yaitu pada mata kuliah Sweet, Candy and Ice Cream, serangkaian kegiatan mata kuliah ini mengangkat peran produk lokal terhadap inovasi es krim di masa modern ini.

Melalui kegiatan “ICE CREAM FESTIVE” setiap kelas akan berinovasi untuk menciptakan rasa-rasa baru dengan menggunakan bahan-bahan atau kuliner lokal, seperti umbi-umbian, wedang ronde, temulawak, es doger, es cendol, asinan Bogor, dll.  Es krim ini dijual dengan harga yang terjangkau untuk kalangan mahasiswa. Mata kuliah ini pun menjadi salah satu Project-based learning di Prodi D3 Perhotelan karena UAS tertulis akan digantikan oleh projek yang tidak menekankan pada hasil melainkan pada proses.

Es krim dengan bahan dan rasa produk lokal merepresentasikan sebuah peluang kewirausahaan yang kuat dalam beberapa aspek, yaitu:

a) Autentisitas (bahan dan rasa lokal menyediakan autentisitas yang dicari banyak konsumen. Produk yang menggabungkan tradisi dan modernitas sering kali diterima baik karena mereka menyentuh rasa nostalgia sekaligus memberikan pengalaman baru,

b) Differensiasi Pasar (menggunakan rasa lokal dapat membedakan produk dari pesaing dan menarik perhatian pecinta kuliner yang ingin mencoba sesuatu yang unik dan berbeda,

c) Pengenalan Budaya (dapat menjadi cara untuk memperkenalkan dan mempromosikan budaya lokal kepada audiens yang lebih luas, termasuk turis yang mencari pengalaman autentik saat berkunjung),

d) Pemberdayaan Ekonomi Lokal (mengambil bahan baku dari supplier lokal tidak hanya meningkatkan ekonomi daerah tetapi juga mendukung keberlanjutan dan mengurangi jejak karbon),

e) Keanekaragaman Produk (ide-ide inovatif di kategori es krim membantu menciptakan keanekaragaman produk yang lebih luas, menarik segmen pasar yang berbeda dan memuaskan berbagai selera),

 f) Tren Kesadaran Kesehatan (dengan bahan alami dan lokal dapat diposisikan sebagai pilihan yang lebih sehat, terutama jika dibuat dengan bahan-bahan organik atau dengan menggunakan pemanis alami).

Mengembangkan usaha es krim dengan bahan dan rasa lokal bukan hanya memenuhi preferensi rasa tetapi juga membawa dimensi budaya dan sosial ekonomi yang lebih luas. Penggunaan bahan-bahan lokal dalam es krim bisa menciptakan rasa unik yang tidak ditemukan di es krim komersial, menarik mahasiswa yang ingin mencoba sesuatu yang baru.

Selain itu, mahasiswa sering lebih sadar akan isu sosial dan lingkungan. Mereka cenderung mendukung produk yang berkelanjutan dan mendukung komunitas lokal. Produk yang menggunakan bahan lokal umumnya dapat menawarkan harga yang lebih terjangkau bagi mahasiswa yang sering memiliki keterbatasan anggaran. Es krim dengan bahan lokal dapat memicu semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa, memberi inspirasi untuk memulai usaha sendiri yang mengangkat ciri khas lokal.

Projek “ICE CREAM FESTIVE” ini juga dapat menjadi kegiatan edukasi tentang pentingnya mendukung industri lokal dan manfaat gizi dari bahan baku lokal. Projek seperti ini juga berpotensi meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam pengelolaan usaha, memperkenalkan mereka pada aspek-aspek kewirausahaan praktis dan membangun keterampilan bisnis mereka. [T]

Implementasi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”  Melalui Wisata Edukasi “Coral Planting” di Pantai Pandawa
Glamping, Staycation, Instagrammable, Babymoon: Leksikon Baru Dalam Geliat Pariwisata Ekonomi Kreatif
Tags: es krimInstitut Pariwisata dan Bisnis InternasionalkulinerPariwisataPendidikan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tentang Dua Sisi Perjalanan Merantau ke Singaraja: Menembus Air Bah hingga Menyapa sang Surya

Next Post

GORIS PUN PERNAH SALAH MENULIS BESAKIH

Luh Eka Susanti

Luh Eka Susanti

Luh Eka Susanti, S.Pd.,M.Pd lahir di Denpasar, 19 Agustus 1988 silam. Ia memperoleh gelar Magister Pendidikan Bahasa Inggris dari Universitas Pendidikan Ganesha pada tahun 2013. Karirnya menjadi dosen Bahasa Inggris dimulai sejak tahun 2010. Dia juga mengajar Bahasa Inggris untuk caddy golf, hotelier dan spa therapist, serta menekuni Pembelajaran BIPA. Selain itu, ia pernah menjadi salah satu pemenang dalam lomba Menulis Bahan Ajar Membaca Dini oleh Balai Bahasa Bali Tahun 2019 dan Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Sisa SD Kelas Awal

Related Posts

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails

Tetap Sehat dan Tetap Berguna Saat Menua

by Dr. dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG
September 25, 2026
0
Puasa, Kebutuhan dan Hari Kelahiran

SEMUA orang ingin hidup panjang. Salah satu sosok yang sering menjadi inspirasi ketika membicarakan umur panjang adalah Dr. Shigeaki Hinohara,...

Read moreDetails

Topeng yang Dianggap Wajah: Mencari Keaslian Diri di Zaman Citra

by Tri Nugroho Adi
September 25, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah masih ada manusia yang sungguh-sungguh menjadi dirinya sendiri? PERTANYAAN ini terdengar sederhana, tetapi...

Read moreDetails

Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

by Doni Sugiarto Wijaya
September 24, 2026
0
Titik Permulaan Kesejahteraan Hewan

SERINGKALI orang orang memulai suatu kebijakan berdasarkan aspirasi normative dan ideologi. Dimana yang menjadi fokus utama adalah bagaimana penerapan ini...

Read moreDetails

Takut Korupsi? Kayak Anak Kecil Aja

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BELAKANGAN ini banyak berita soal korupsi yang membuat khawatir. Kalau KPK sukses menangkapi oknum yang melanggar hukum maka korupsi sudah...

Read moreDetails

Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

by Gema Pertiwi
September 22, 2026
0
Antara “Mindfulness” dan Kebutuhan Dasar: Menakar Sensitivitas Sosial Figur Publik

KONTEN mindfulness dari Maudy Ayunda yang mengajak masyarakat menata respons emosional di tengah maraknya berita buruk memicu gelombang kritik netizen....

Read moreDetails
Next Post
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

GORIS PUN PERNAH SALAH MENULIS BESAKIH

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas
Khas

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi
Ulas Buku

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?
Esai

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra
Esai

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

by Emi Suy
September 29, 2026
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival
Tualang

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

by I Putu Ardiyasa
September 29, 2026
Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938
Kuliner

Es Waneng Tabanan dan Rasa Manis yang Bertahan Sejak 1938

CUKUP dengan uang tiga ribu rupiah saja, segelas penuh minuman es santan yang creamy dan menyegarkan sudah bisa mengalir di...

by Wahyu Mahaputra
September 28, 2026
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe
Tualang

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya
Esai

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang
Khas

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta
Cerpen

Penawar Letih Ghazali | Cerpen Made Bryan Mahararta

GHAZALI menatap langit-langit rumah kecilnya bersama Bilqis sambil mendengarkan detik jam dinding yang seolah semakin keras tiap malam. Usianya kini...

by Made Bryan Mahararta
September 27, 2026
Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa
Puisi

Puisi-Puisi Chusmeru | Pagi September 1965 di Suatu Desa

Pagi September 1965 di Suatu Desa Suara derit terdengar dari pintu rumah kakek di suatu desa yang sejukAnak-anak mengajak bermain...

by Chusmeru
September 27, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co