23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Karya-karya Sastrawan Nyoman Tusthi Eddy Layak Diajarkan di Sekolah | Dari Acara Tribute to Maestro Nyoman Tusthi Eddy

tatkala by tatkala
August 19, 2024
in Khas
Karya-karya Sastrawan Nyoman Tusthi Eddy Layak Diajarkan di Sekolah | Dari Acara Tribute to Maestro Nyoman Tusthi Eddy

Made Sujaya (kiri), Tan Lioe Ie (tengah) dalam acara Tribute Nyoman Tusthi Eddy

KARYA-KARYA sastrawan almarhum Nyoman Tusthi Eddy, baik fiksi dan nonfiksi, layak diajarkan di sekolah. Dengan bahasa dan cara pengungkapan yang sederhana serta keluasan kandungan isinya, karya-karya Nyoman Tusthi Eddy dapat digunakan untuk memperkenalkan sastra sebagai sumber pengetahuan.

Pandangan ini dikemukakan penyair Tan Lioe Ie dan akademisi sekaligus jurmalis I Made Sujaya saat berbicara dalam diskusi bertajuk Tribute to Maestro Nyoman Tusthi Eddy serangkaian Beranda Pustaka Festival Bali Jani VI di Kalangan Ayodya Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Senin, 19 Agustus 2024. Diskusi yang dihadiri para siswa dan mahasiswa se-Kota Denpasar serta para pecinta sastra itu juga turut dihadiri istri almarhum Nyoman Tusthi Eddy, Ni Nengah Wijani dan putra-putri serta cucunya. Nyoman Tusthi Eddy merupakan salah satu penerima penghargaan Bali Jani Nugraha tahun 2023 untuk kategori kritikus sastra.

“Guru-guru atau sekolah-sekolah di Bali saya kira punya otonomi untuk menentukan karya-karya yang diajarkan di sekolah. Karya-karya sastrawan lokal seperti karya Pak Tusthi Eddy sangat layak diajarkan di sekolah, bahkan di kampus-kampus. Terlebih lagi buku-buku teori atau kritik sastranya,” kata Yoki, panggilan akrab Tan Lioe Ie.

Tak hanya karya teori dan kritik sastra, puisi-puisi Nyoman Tusthi Eddy juga layak diperkenalkan di sekolah-sekolah di Bali. Dia mencontohkan buku kumpulan puisi terbaru karya Nyoman Tusthi Eddy yang terbit secara anumerta tahun 2023 lalu, Pertapaan Embrio.  Menurut Yoki, kumpulan puisi itu kaya dengan pengetahuan atau referensi. Mulai dari anatomi tubuh, filsafat, sejarah, bahkan teori-teori eksak. Dengan membaca puisi-puisi karya Nyoman Tusthi Eddy, siswa belajar berbagai pengetahuan dengan cara yang sederhana dan menarik.

“Walaupun ada rekomendasi buku sastra dari Kemendikbud, sekolah dan guru saya kira punya otonomi atau kebebasan untuk mengajarkan karya-karya sastrawan lokal, termasuk karya-karya Pak Tusthi Eddy maupun karya sastrawan Bali lainnya,” kata penyair yang sedang merilis buku puisi terbarunya, Eksprasis.

Sujaya yang juga dosen di Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali juga menegaskan bahwa dalam Kurikulum Merdeka, guru memiliki keleluasaan untuk menentukan karya sastra yang akan diajarkan kepada siswanya. Kalau pun ada karya sastra yang direkomendasikan, keputusan tetap ada di tangan guru. “Kuncinya ada pada guru. Tentu guru harus membaca dulu karya-karya sastra yang akan ditawarkan kepada siswanya,” kata Sujaya.

Senada dengan Yoki, Sujaya juga menyebut buku-buku karya Nyoman Tusthi Eddy layak digunakan sebagai bahan ajar sastra di sekolah. Buku teori, sejarah dan kritik sastra karya Tusthi Eddy disajikan dengan gaya bahasa sederhana serta cara penyajian yang cenderung didaktis. Beberapa karya teori, sejarah dan kritik sastra karya Nyoman Tusthi Eddy yang layak dipakai bahan ajar di antaranya Pengantar Singkat Keragaman dan Periodisasi Pembaruan Puisi Indonesia (1984, Gumam Seputar Apresiasi Sastra (1985), Kamus Istilah Sastra Indonesia (1991) serta Mengenal Sastra Bali Modern (1991). Pada setiap esai dan kritiknya, Tusthi Eddy senantiasa menyisipkan aspek-aspek teoretis atau konseptual tentang sastra sehingga kritik dan esainya kaya wawasan sastra.

“Kritik Nyoman Tusthi Eddy mengombinasikan kritik impresionistik dan kritik akademik, bahkan terkadang juga historis. Ini yang membuat kritik-kritiknya agak berbeda dengan kritik HB Jassin yang cenderung impresionistik, walau Tusthi Eddy termasuk menjadikan kritik-kritik HB Jassin sebagai rujukan dalam menulis kritik,” kata Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah (PBID), FBS, UPMI Bali ini.

Menurut Sujaya, pandangan Nyoman Tusthi Eddy mengenai sastra juga relevan dan patut dijadikan refleksi. Misalnya, pandangannya tentang tidak ada jalan pintas dalam dunia sastra. Ungkapan ini memang bukan orisinal, tapi penting dijadikan refleksi para pengarang muda bahwa tangga karier sastrawan tak bisa dicapai dengan rekayasa atau manipulasi. Pada akhirnya kualitas karya yang akan menentukan masa depan seorang sastrawan.

Nyoman Tusthi Eddy dikenal sastrawan Bali yang lahir pada 12 Desember 1945 dan meninggal pada 17 Januari 2020. Sejak tahun 1970-an, Tusthi Eddy menulis berbagai genre karya sastra, seperti puisi, cerpen, esai, maupun kritik sastra. Dia juga menerjemahkan berbagai puisi dunia dan mengadaptasi karya sastra tradisional Bali. “Pak Tusthi merupakan sastrawan multidimensi. Dia penyair, cerpenis, esais, kritikus, penerjemah, bahkan linguis juga,” kata Sujaya.

Karena itu, imbuh Yoki, kemaestroan Nyoman Tusthi Eddy tidak dapat dilihat pada karya-karyanya secara terpisah, namun justru pada keberagaman karyanya serta kesetiaan pada dunia sastra. Tidak mudah menemukan sosok seperti Nyoman Tusthi Eddy yang seorang guru sastra, tetapi juga menulis karya sastra dan kritik sastra dengan tekun.

Istri Nyoman Tusthi Eddy, Ni Nengah Wijani menyampaikan terima kasih atas apresiasi para sastrawan, para siswa dan mahasiswa terhadap sosok suaminya. Dia juga mengajak para siswa dan mahasiswa tekun belajar menimba pengetahuan dari karya sastra, bahkan mungkin bisa menjadi sastrawan juga. [T]

Kenangan Singkat tentang Nyoman Tusthi Eddy, Nyari Bukunya Susah, Hilangnya Gampang
Menyemai Asa Perbukuan pada Beranda Pustaka Festival Seni Bali Jani
Mengapa Kumpulan Cerpen “Nglekadang Meme” Mendapat Hadiah Sastera Rancage 2021?
Analisis Strukturalisme Dinamik dalam Novel “Sentana Cucu Marep” Karya I Made Sugianto
Pesan Kemanusiaan dalam Cerita Pendek “Dongeng Sebelum Tidur” Karya Seno Gumira Ajidarma
Kumpulan Cerpen “Ngantosang Ulungan Bulan” Karya Carma Mira Raih Hadiah Sastra Rancage 2023: Apa Saja Keunggulannya?
Ngurah Parsua dan Karyanya: Prosa yang Reflektif, Puisi yang Jernih
Tags: apresiasi sastraFestival Seni Bali JaniFestival Seni Bali Jani 2024Made SujayaNyoman Tusthi EddyTan Lioe Ie
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pentingnya Menulis Sejak Dini bagi Anak SMA: Menyiapkan Generasi dengan Kemampuan Literasi yang Kuat

Next Post

Patung Buddha Tidur, Pesona Vihara Dharma Giri di Pupuan-Tabanan

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails

Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

by Agung Sudarsa
August 19, 2026
0
Bibit Merdeka: Menabur Kemerdekaan dari Sebutir Benih         

MENJELANG peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita biasanya kembali mengenang perjuangan para pahlawan, pengorbanan para pendahulu, dan lahirnya bangsa yang...

Read moreDetails

Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Delapan Meter di Atas Tanah, Ketut Suryadnya Menyambung Hidup dari Tuak

SEORANG laki-laki berkulit sawo matang mulai memanjat batang pohon lontar. Dua jeriken merah terikat di punggungnya, sementara sebilah pisau golok...

Read moreDetails

Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

by Nyoman Budarsana
August 18, 2026
0
Abdi Budaya Nugraha 2026 untuk Mereka yang Menjaga Seni di Tengah Perubahan Kuta

DI balik pertunjukan seni yang masih dapat disaksikan di Kuta, ada orang-orang yang bertahun-tahun berlatih, mengajar, berkarya, dan meneruskan pengetahuan...

Read moreDetails

Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
Gaungkan Semangat Berjuang, Tut Karben Siap Pimpin Desa Guwang

MALAM mulai turun di Banjar Danginjalan, Desa Guwang, Sukawati, Gianyar, Sabtu, 15 Agustus 2026. Di sebuah tempat makan yang baru...

Read moreDetails

“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

by Dede Putra Wiguna
August 16, 2026
0
“Jeg Gas Saja Dulu”: Ketika Gus Tolet Mengajak Calon Wisudawan UPMI Bali untuk Berani Melangkah

 “Saya cari tiga orang, yang mau bikin konten pendidikan dengan menggunakan baju Handmad Campah. Saya bayar Rp1,5 juta tiap bulan....

Read moreDetails

“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

by Rusdy Ulu
August 9, 2026
0
“Batur Paramanugraha” untuk Dua Desa, “Batur Kawinugraha” untuk Tiga Seniman

SEJARAH Desa Adat Batur tidak hanya tercatat melalui peristiwa Rarud Batur 1926, tetapi juga melalui hubungan yang terbangun antara masyarakat...

Read moreDetails

Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

by Dede Putra Wiguna
August 8, 2026
0
Sthala Ubud Village Jazz Festival 2026 Resmi Dibuka—Merayakan Jazz yang Benar-Benar Jazz

“JAZZ itu musik yang meneduhkan, tapi mengajak berpikir,” ujar Gede Diarta, seorang pemuda asal Denpasar yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan...

Read moreDetails

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

by Jaswanto
August 7, 2026
0
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

Read moreDetails

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

by tatkala
August 6, 2026
0
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

Read moreDetails
Next Post
Patung Buddha Tidur, Pesona Vihara Dharma Giri di Pupuan-Tabanan

Patung Buddha Tidur, Pesona Vihara Dharma Giri di Pupuan-Tabanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Wajah Indonesia Bopeng

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas
Kritik Sastra

Sastra Tuli: Kesusastraan dari Komunitas Tuli yang Selama Ini Dilihat Semata sebagai Disabilitas

ADA satu kesalahpahaman yang terlalu lama mengiringi cara kita memandang Tuli: seolah-olah Tuli hanya dapat dibicarakan dari apa yang tidak...

by Bagja Wiranandhika Prawira
August 23, 2026
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud
Panggung

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co