12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Patung Buddha Tidur, Pesona Vihara Dharma Giri di Pupuan-Tabanan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 20, 2024
in Khas
Patung Buddha Tidur, Pesona Vihara Dharma Giri di Pupuan-Tabanan

Patung Buddha Tidur, Foto: Dede

BALI memang dikenal dengan julukan Pulau Seribu Pura, tetapi bangunan suci yang ada di Bali tidaklah hanya Pura. Salah satu bangunan suci selain Pura adalah Vihara megah yang terletak di Pupuan, Tabanan. Yaitu Vihara Dharma Giri, yang terletak di Jalan Raya Pupuan-Seririt.

Dari Denpasar, perjalanan menuju Vihara Dharma Giri membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Sebelum sampai di lokasi, mata akan dimanjakan dengan pemandangan persawahan terasering yang lazim ditemukan di daerah pegunungan.

Suasana di Vihara Dharma Giri sangat tenang dan nyaman, sangat sesuai kalau dijadikan tempat untuk meditasi atau menjernihkan pikiran. Oleh karena itu, para pengunjung yang datang tidak diperkenankan membuat keributan agar tidak mengganggu umat Buddha yang beribadah.

Daya tarik dari Vihara Dharma Giri adalah keberadaan Sleeping Buddha atau Patung Buddha Tidur yang mempesona. Patung di Vihara Dharma Giri ini menjadi patung Buddha Tidur terbesar di Bali. Selain itu, kemegahan Patung Sang Buddha juga dilengkapi dengan latar belakang pemandangan gunung Batukaru dan hamparan hutan yang masih alami.

Setelah melewati anak-anak tangga di kanan dan kiri Pilar Asoka, Patung Buddha Tidur terletak di sebelah kiri. Di depan patung terdapat area luas yang biasanya digunakan untuk tempat bermeditasi bagi umat Buddha. Patung Buddha Tidur memiliki panjang sekitar 10 meter dan tingginya mencapai 3 meter. Patung tersebut dibangun sekira tahun 2010.

Tampak Patung Buddha Tidur saat difoto dari sudut kiri | Foto: Dede

Tampak Patung Buddha Tidur saat difoto dari sudut kanan | Foto: Dede

Selain pesona Patung Budda Tidur, penataan Vihara Dharma Giri juga rapi dan asri, sehingga menimbulkan kesan nyaman saat berada di vihara ini.

Romo Liemanuel Kartika yang juga merupakan pengelola Vihara Dharma Giri menyebutkan, pada awalnya tidak ada niat atau konsep untuk menjadikan vihara sebagai objek wisata religi. Sarana dan prasarana tersebut dibangun untuk peribahadan, kegiatan puja, dan meditasi bagi mereka yang ingin mencari ketenangan.

Tetapi karena keindahannya banyak dilirik oleh orang-orang, akhirnya lama-kelamaan Vihara Dharma Giri disebut sebagai objek wisata religi oleh banyak orang.

“Sampai sekarang pun kami menolak jika disebut sebagai objek wisata, semua yang kami bangun untuk bisa praktik dharma melalui meditasi dengan sarana dan prasarana yang memadai untuk mereka yang ingin berlatih meditasi,” kata Romo Liemanuel.

Kemudian, Romo Liemanuel juga menambahkan, “Sesungguhnya tidak ada istilah Buddha Tidur, yang ada Reclining Buddha, yaitu posisi meditasi dari 4 cara praktik meditasi.”

Saat memasuki kawasan vihara, pengunjung akan disapa oleh petugas dan akan diarahkan terlebih dahulu sebelum berkeliling. Pengunjung hanya cukup mengisi buku tamu dan membayar tiket masuk sejumlah 10 ribu rupiah.

Bu Kadek, salah satu petugas saat memberi makan burung dara | Foto: Dede

Pengunjung yang datang wajib menggunakan celana panjang atau pakaian yang sopan. Tetapi tidak perlu khawatir, jika terlanjur menggunakan celana pendek, di sini juga disediakan sarung/kamen yang bisa digunakan pengunjung. Aturan lainnya, pengunjung harus melepas alas kaki di beberapa tempat. Termasuk areal Patung Buddha Tidur.

Karena memang dibangun sebagai tempat peribadahan bagi umat Buddha, maka vihara ini memiliki ciri khas bangunan tersendiri. Terdapat bangunan berbentuk stupa, pagoda, balai genta, dan tentunya patung Sang Buddha.

Sebelum naik menuju Patung Buddha Tidur dan Dhammasala, pengunjung akan melihat Pilar Asoka yang megah dan menjulang tinggi. Pada dinding pilar terdapat Prasasti Dekrit Asoka, yang berisi pesan tentang keberagaman, perdamaian, dan sikap toleransi antar umat.

Tampak depan Pilar Asoka | Foto: Dede

Di kawasan Vihara Dharma Giri Pupuan juga terdapat patung Sang Buddha duduk di atas lingkaran badan ular dan bunga teratai, berpayung kobra berkepala tujuh.

Patung Sang Buddha Duduk di atas bunga Teratai | Foto: Dede

Ketika ada upacara keagamaan atau kegiatan tertentu, biasanya Vihara Dharma Giri akan ditutup untuk wisatawan. Upacara yang biasa dilaksakan mulai dari Puja Bhakti, Waisak, dan berbagai hari raya suci umat Buddha lainnya.

Dhammasala (bangunan utama, tempat melakukan puja) Vihara Dharma Giri | Foto: Dede

Wisatawan asing bersama tour guide di dalam Dhammasala | Foto: Dede

Vihara Dharma Giri kini menjadi salah satu destinasi wisata di Pupuan. Tak hanya wisatawan lokal, wisatawan mancanegara juga kerap mengunjungi tempat peribahadan umat Buddha tersebut.

Keberadaan Vihara Dharma Giri menjadi salah satu pertanda kuatnya toleransi keberagaman di Indonesia, terutama di Bali. Kita hidup di negeri yang keberagamannya begitu kompleks atau sering disebut sebagai negeri multikultural.

Keunikan inilah yang sebetulnya menjadi daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisatawan mancanegara. Mereka datang ingin menyaksikan keberagaman, kebudayaan, kealamian alam, dan ketenangan yang tidak mudah ditemukan di tempat-tempat lain. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain tentang PARIWISATA atau artikel lain dari penulis DEDE PUTRA WIGUNA

Majukan Wisata lewat Keterampilan Fotografi Generasi Muda
Sebuah Pelajaran dari Ekowisata di Delta Sungai Mekong, Vietnam
Air Terjun Yeh Mempeh, Air Terbang di Desa Les
Tags: BuddhaBuddhismeBudhaKecamatan Pupuanobyek wisataPariwisatapariwisata balipariwisata religiPupuantabanan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Karya-karya Sastrawan Nyoman Tusthi Eddy Layak Diajarkan di Sekolah | Dari Acara Tribute to Maestro Nyoman Tusthi Eddy

Next Post

Merayakan Khazanah Rempah dalam Lontar Bali, Sesi Khusus Singaraja Literary Festival 2024

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
Merayakan Khazanah Rempah dalam Lontar Bali, Sesi Khusus Singaraja Literary Festival 2024

Merayakan Khazanah Rempah dalam Lontar Bali, Sesi Khusus Singaraja Literary Festival 2024

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak
Panggung

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

MALAM di rumah sakit selalu terasa lebih panjang daripada malam di tempat lain. Jarum jam di dinding ruang perawatan menunjukkan...

by Ahmad Sihabudin
September 12, 2026
Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya
Puisi

Puisi Ahmad Fatoni | Teruslah Bodoh, Negeri Sedang Membutuhkannya

Puisi-Resensi atas Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye Teruslah bodoh, jangan pintar,sebab negeri ini menyukai kepalayang mudah menganggukdan...

by Ahmad Fatoni
September 12, 2026
Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co