2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menikmati Kehangatan Akulturasi Budaya di Desa Pegayaman Bersama Mahasiswa Norwegia

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
May 4, 2024
in Khas
Menikmati Kehangatan Akulturasi Budaya di Desa Pegayaman Bersama Mahasiswa Norwegia

Anak-anak mengerumini salah satu mahasiswa asal Norwegia | Foto::Yudi Setiawan

MELIHAT perawakan tubuh yang berbeda dengan mereka, anak-anak itu sampai tidak memperdulikan jam istirahatnya. Pagi itu, mereka tidak lagi mengisi waktu istirahatnya untuk berbelanja atau sekadar bermain dengan teman-temannya. Melainkan, mereka tampak lebih berminat untuk mengerumini beberapa orang yang berpostur tubuh jangkung, berambut pirang dan berbadan putih itu.

Tak hanya sekadar mengerumuni saja, meski anak-anak itu berbeda bahasa dengan mereka—tidak bisa Bahasa Inggris—anak-anak itu tetap nekat bercengkrama dengan segala keterbatasan. “Wahh, ada Bule,” ujar salah satu dari mereka. “Iya, saya sudah dapat tanda tangannya,” sahut yang lain.

Ini merupakan hal baru bagi anak-anak SDN 1 Pegayaman. Antusiasme dari anak-anak itu tidak dapat dibendung lagi. Bahkan, mereka sampai meminta tanda tangan dari beberapa mahasiswa asing itu. Meski beberapa guru telah mengingatkan mereka untuk tidak “mengganggu” mahasiswa asing yang berkunjung ke desanya itu.

Ya, pagi itu, Jum’at, 3 Mei 2024, sekolah yang berada di desa, yang oleh beberapa media disebut sebagai desa dengan potret harmoni dan toleransi itu, menjadi tempat penyambutan sembilan mahasiswa asing beserta rombongannya.

Sembilan mahasiswa asing itu berasal dari Norwegia. Mereka datang bersama rombongan dari Fakultas Ilmu Budaya, Universtias Udayana (Unud), Bali. Kedatangan mereka ke desa Pegayaman merupakan sebuah agenda dari Goes Study­—mitra dari Unud—melalui program sosial-antropologi guna untuk mengenalkan kekayaan budaya yang ada di Bali.

Mahasiswa asal Norwegia sedang menyaksikan pertunjukan seni burdah | Foto: Yudi Setiawan

Kedatangan mereka disambut dengan kesenian burdah khas Desa Pegayaman. Tentu, sesaat setelah rebana-rebana itu dibunyikan, para bule-bule itu tampak sedikit menggeleng-nggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan mengikuti alunan irama burdah Desa Pegayaman.

Selain itu, ketika dua lelaki pemain burdah itu berdiri dan sejurus kemudian berlaga layaknya dua pendekar yang sedang beradu keahlian, membuat bule-bule itu tercengang untuk beberapa saat.

Menurut Vilde Brager Larsen, salah satu mahasiswa asing yang mengikuti program pagi itu, melalui penerjemahnya, ia mengatakan bahwa hari itu adalah suatu pengalaman yang sangat menarik baginya. “Ini merupakan pengalaman yang baru bagi saya, dan ini menarik sekali,” katanya dalam bahasa Inggris.

Ia mengaku tertarik untuk memperlajari lebih lanjut tentang budaya yang ada di Desa Pegayaman. Terlebih lagi, di Desa Pegayaman, ia merasasakan sebuah ketenangan dengan nuansa pegunungan yang masih asri.

“Disini—di Desa Pegayaman, maksudnya—tidak seperti di tempat-tempat wisata lain yang ada di Bali. Saya merasakan ketenangan di sini. Dan kehangatan anak-anak kecil di sini sangat luar biasa,” jelas Vilde.

Sebagai mahasiswa antropologi, Vilde mengaku sangat terpukau dengan aksi kesenian burdah tersebut. Ia mengaku bahwa setelah kembali ke negara asalnya, ia akan menceritakan tentang budaya yang ia saksikan di Desa Pegayaman.

Mengenai hal tersebut, Ketut Muhammad Suharto, salah satu tokoh dan pendiri FPSI—Forum Pemerhati Sejarah Indonesia—Desa Pegayaman, menjelaskan alasan ditampilkannya kesenian burdah dalam penyambutan mahasiswa asing tersebut.

Menurutnya, di Desa Pegayaman banyak akulturasi yang sangat menarik jika tampilkan. Selain kehidupan masyarakat yang notabennya bergama Islam dengan karakteristik kehidupan masyarakat Bali, kesenian burdah mengandung unsur-unsur akulturasi budaya yang sangat menarik untuk dijadikan objek penelitian.

“Burdah itu sisi akulturasinya sangat ketal. Itu bisa dilihat dari pakaian para penabuhnya, kidungnya yang mirip dengan kidung Bali, dan ini yang membuat keunikan dan keaslian akulturasi Bali-Islam di Pegayaman,” jelasnya.

Benar, jika berbicara tentang kesenian burdah Desa Pegayaman, banyak penelitian yang menjadikan kesenian yang diciptakan oleh Imam Al Busiri asal Mesir itu sebagai objek riset akademik maupun non akademik. 

Sedangkan menurut Ida Bagus Oka Weda Santara, selaku ketua panitia dalam kegiatan pagi itu, bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan oleh FIB Unud yang bekerja sama dengan Goes Study untuk mempelajari sosial-antropolgi di Bali.

Mahasiswa Norwegia beserta rombongan berfoto dengan para pemain burdah | Foto : Yudi Setiawan

Sebanyak sembilan mahasiswa asal Norwegia itu akan mempelajari tentang sosial-antropologi dengan cara mengunjungi desa-desa unik yang ada di Bali dengan waktu selama satu semester. “Ini salah satu field trip, dan ada case study penelitian mereka,” jelas Oka.

Menurt Oka, mengenalkan budaya akulturasi secara langsung kepada mahsiswa-mahasiswa asing tersebut merupakan langkah yang baik untuk menjabarkan kekayaan harmonisasi kehidupan masyarakat di Indonesia, khususnya di Bali.

Dengan begitu, Oka meyakini bahwa ke depannya Bali tidak lagi dikenal dengan pariwisata hingar bingarnya saja, melainkan juga dikenal dengan budaya yang patut dijadikan contoh sebagai wajah keharmonisan di kehidupan yang modern ini.

“Jadi, ketika mereka kembali ke negara asalnya nanti, mereka ada bekal tentang pengetahuan kekayaan budaya yang ada di Bali. Mereka juga pada akhirnya tahu kalau Bali tidak hanya berbicara tentang budaya yang hinduistik, melainkan ada juga budaya asli Bali yang bernuansa keislaman,” jelasnya.

Tidak hanya untuk menyaksikan kesenian saja, mahasiswa-mahasiswa asing itu akan terjun langsung dan berbaur dengan masyarakat Pegayaman. Menurut Oka, hal itu akan lebih efektif bagi mereka untuk menanyakan segala sesuatu tentang budaya yang ada di Desa Pegayaman.

“Nanti mereka akan door to door, ke rumah-rumah warga, agar mereka merasakan lebih dekat tentang, baik kehidupan maupun kebudayaan masyarakat Pegayaman,” terang Oka.

Selain melakukan riset tentang kebudayaan, menurut Suharto, para mahasiswa asal Norwegia beserta rombongan dari Unud itu juga melakukan pembagian sembako kepada para penabuh kesenian burdah dan beberapa guru ngaji yang ada di desa tersebut. “Ini merupakan sebuah bentuk apresiasi kepada mereka yang tetap berusaha menjaga kekayaan budaya yang ada di Desa Pegayaman,” pungkas Suharto.[T]

Reporter/Penulis: Yudi Setiawan
Editor: Jaswanto

Tradisi Desa Pegayaman di Bulan Ramadan: Salat Tarawih di Masjid Pukul Sepuluh Malam
Tradisi Tadarus Al-Qur’an Bersama di Rumah-Rumah Warga Saat Bulan Puasa
Wajah Desa (Muslim) Pegayaman Saat Bulan Ramadan (1)
Wajah Desa (Muslim) Pegayaman Saat Bulan Ramadan (2)
Tags: burdahDesa Pegayaman
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“The Blessing of Siva-Visvapujita”, Drama Tari Kolaborasi Bali-India yang Memikat di ISI Denpasar

Next Post

I Marya di Belakang Panggung: Membicarakan Sisi Kemanusiaan I Ketut Marya

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
I Marya di Belakang Panggung: Membicarakan Sisi Kemanusiaan I Ketut Marya

I Marya di Belakang Panggung: Membicarakan Sisi Kemanusiaan I Ketut Marya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co