14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menikmati Kehangatan Akulturasi Budaya di Desa Pegayaman Bersama Mahasiswa Norwegia

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
May 4, 2024
in Khas
Menikmati Kehangatan Akulturasi Budaya di Desa Pegayaman Bersama Mahasiswa Norwegia

Anak-anak mengerumini salah satu mahasiswa asal Norwegia | Foto::Yudi Setiawan

MELIHAT perawakan tubuh yang berbeda dengan mereka, anak-anak itu sampai tidak memperdulikan jam istirahatnya. Pagi itu, mereka tidak lagi mengisi waktu istirahatnya untuk berbelanja atau sekadar bermain dengan teman-temannya. Melainkan, mereka tampak lebih berminat untuk mengerumini beberapa orang yang berpostur tubuh jangkung, berambut pirang dan berbadan putih itu.

Tak hanya sekadar mengerumuni saja, meski anak-anak itu berbeda bahasa dengan mereka—tidak bisa Bahasa Inggris—anak-anak itu tetap nekat bercengkrama dengan segala keterbatasan. “Wahh, ada Bule,” ujar salah satu dari mereka. “Iya, saya sudah dapat tanda tangannya,” sahut yang lain.

Ini merupakan hal baru bagi anak-anak SDN 1 Pegayaman. Antusiasme dari anak-anak itu tidak dapat dibendung lagi. Bahkan, mereka sampai meminta tanda tangan dari beberapa mahasiswa asing itu. Meski beberapa guru telah mengingatkan mereka untuk tidak “mengganggu” mahasiswa asing yang berkunjung ke desanya itu.

Ya, pagi itu, Jum’at, 3 Mei 2024, sekolah yang berada di desa, yang oleh beberapa media disebut sebagai desa dengan potret harmoni dan toleransi itu, menjadi tempat penyambutan sembilan mahasiswa asing beserta rombongannya.

Sembilan mahasiswa asing itu berasal dari Norwegia. Mereka datang bersama rombongan dari Fakultas Ilmu Budaya, Universtias Udayana (Unud), Bali. Kedatangan mereka ke desa Pegayaman merupakan sebuah agenda dari Goes Study­—mitra dari Unud—melalui program sosial-antropologi guna untuk mengenalkan kekayaan budaya yang ada di Bali.

Mahasiswa asal Norwegia sedang menyaksikan pertunjukan seni burdah | Foto: Yudi Setiawan

Kedatangan mereka disambut dengan kesenian burdah khas Desa Pegayaman. Tentu, sesaat setelah rebana-rebana itu dibunyikan, para bule-bule itu tampak sedikit menggeleng-nggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan mengikuti alunan irama burdah Desa Pegayaman.

Selain itu, ketika dua lelaki pemain burdah itu berdiri dan sejurus kemudian berlaga layaknya dua pendekar yang sedang beradu keahlian, membuat bule-bule itu tercengang untuk beberapa saat.

Menurut Vilde Brager Larsen, salah satu mahasiswa asing yang mengikuti program pagi itu, melalui penerjemahnya, ia mengatakan bahwa hari itu adalah suatu pengalaman yang sangat menarik baginya. “Ini merupakan pengalaman yang baru bagi saya, dan ini menarik sekali,” katanya dalam bahasa Inggris.

Ia mengaku tertarik untuk memperlajari lebih lanjut tentang budaya yang ada di Desa Pegayaman. Terlebih lagi, di Desa Pegayaman, ia merasasakan sebuah ketenangan dengan nuansa pegunungan yang masih asri.

“Disini—di Desa Pegayaman, maksudnya—tidak seperti di tempat-tempat wisata lain yang ada di Bali. Saya merasakan ketenangan di sini. Dan kehangatan anak-anak kecil di sini sangat luar biasa,” jelas Vilde.

Sebagai mahasiswa antropologi, Vilde mengaku sangat terpukau dengan aksi kesenian burdah tersebut. Ia mengaku bahwa setelah kembali ke negara asalnya, ia akan menceritakan tentang budaya yang ia saksikan di Desa Pegayaman.

Mengenai hal tersebut, Ketut Muhammad Suharto, salah satu tokoh dan pendiri FPSI—Forum Pemerhati Sejarah Indonesia—Desa Pegayaman, menjelaskan alasan ditampilkannya kesenian burdah dalam penyambutan mahasiswa asing tersebut.

Menurutnya, di Desa Pegayaman banyak akulturasi yang sangat menarik jika tampilkan. Selain kehidupan masyarakat yang notabennya bergama Islam dengan karakteristik kehidupan masyarakat Bali, kesenian burdah mengandung unsur-unsur akulturasi budaya yang sangat menarik untuk dijadikan objek penelitian.

“Burdah itu sisi akulturasinya sangat ketal. Itu bisa dilihat dari pakaian para penabuhnya, kidungnya yang mirip dengan kidung Bali, dan ini yang membuat keunikan dan keaslian akulturasi Bali-Islam di Pegayaman,” jelasnya.

Benar, jika berbicara tentang kesenian burdah Desa Pegayaman, banyak penelitian yang menjadikan kesenian yang diciptakan oleh Imam Al Busiri asal Mesir itu sebagai objek riset akademik maupun non akademik. 

Sedangkan menurut Ida Bagus Oka Weda Santara, selaku ketua panitia dalam kegiatan pagi itu, bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan oleh FIB Unud yang bekerja sama dengan Goes Study untuk mempelajari sosial-antropolgi di Bali.

Mahasiswa Norwegia beserta rombongan berfoto dengan para pemain burdah | Foto : Yudi Setiawan

Sebanyak sembilan mahasiswa asal Norwegia itu akan mempelajari tentang sosial-antropologi dengan cara mengunjungi desa-desa unik yang ada di Bali dengan waktu selama satu semester. “Ini salah satu field trip, dan ada case study penelitian mereka,” jelas Oka.

Menurt Oka, mengenalkan budaya akulturasi secara langsung kepada mahsiswa-mahasiswa asing tersebut merupakan langkah yang baik untuk menjabarkan kekayaan harmonisasi kehidupan masyarakat di Indonesia, khususnya di Bali.

Dengan begitu, Oka meyakini bahwa ke depannya Bali tidak lagi dikenal dengan pariwisata hingar bingarnya saja, melainkan juga dikenal dengan budaya yang patut dijadikan contoh sebagai wajah keharmonisan di kehidupan yang modern ini.

“Jadi, ketika mereka kembali ke negara asalnya nanti, mereka ada bekal tentang pengetahuan kekayaan budaya yang ada di Bali. Mereka juga pada akhirnya tahu kalau Bali tidak hanya berbicara tentang budaya yang hinduistik, melainkan ada juga budaya asli Bali yang bernuansa keislaman,” jelasnya.

Tidak hanya untuk menyaksikan kesenian saja, mahasiswa-mahasiswa asing itu akan terjun langsung dan berbaur dengan masyarakat Pegayaman. Menurut Oka, hal itu akan lebih efektif bagi mereka untuk menanyakan segala sesuatu tentang budaya yang ada di Desa Pegayaman.

“Nanti mereka akan door to door, ke rumah-rumah warga, agar mereka merasakan lebih dekat tentang, baik kehidupan maupun kebudayaan masyarakat Pegayaman,” terang Oka.

Selain melakukan riset tentang kebudayaan, menurut Suharto, para mahasiswa asal Norwegia beserta rombongan dari Unud itu juga melakukan pembagian sembako kepada para penabuh kesenian burdah dan beberapa guru ngaji yang ada di desa tersebut. “Ini merupakan sebuah bentuk apresiasi kepada mereka yang tetap berusaha menjaga kekayaan budaya yang ada di Desa Pegayaman,” pungkas Suharto.[T]

Reporter/Penulis: Yudi Setiawan
Editor: Jaswanto

Tradisi Desa Pegayaman di Bulan Ramadan: Salat Tarawih di Masjid Pukul Sepuluh Malam
Tradisi Tadarus Al-Qur’an Bersama di Rumah-Rumah Warga Saat Bulan Puasa
Wajah Desa (Muslim) Pegayaman Saat Bulan Ramadan (1)
Wajah Desa (Muslim) Pegayaman Saat Bulan Ramadan (2)
Tags: burdahDesa Pegayaman
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“The Blessing of Siva-Visvapujita”, Drama Tari Kolaborasi Bali-India yang Memikat di ISI Denpasar

Next Post

I Marya di Belakang Panggung: Membicarakan Sisi Kemanusiaan I Ketut Marya

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Kontributor tatkala.co

Related Posts

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

by Emi Suy
May 11, 2026
0
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

Read moreDetails

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
0
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

Read moreDetails

Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

by Gading Ganesha
May 2, 2026
0
Tanpa Protokol dan Jarak, Diskusi Pendidikan dan Titik Nol di Bawah Gerimis Kota Singaraja

JUMAT sore, bertepatan dengan Hari Buruh, 1 Mei, saya mampir ke Bichito sebuah kafe baru di Jalan Gajah Mada, Singaraja,...

Read moreDetails

Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

by I Nyoman Darma Putra
May 1, 2026
0
Peringatan Seabad I Made Sanggra Penjaga Ruh Sastra Bali Modern dengan Peluncuran ‘Geguritan Katemu ring Tampaksiring’

PERINGATAN 100 tahun kelahiran sastrawan Bali modern I Made Sanggra diselenggarakan secara khidmat di kediamannya di Sukawati, bertepatan dengan hari...

Read moreDetails

Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

by Dede Putra Wiguna
April 28, 2026
0
Merayakan Rilisan dan Memutar Nostalgia di Record Store Day Market Bali 2026

SUASANA di Main Atrium, Living World Denpasar tak seperti biasanya. Kala itu, nuansa nostalgia terasa begitu kuat saat Record Store...

Read moreDetails

Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

by Dede Putra Wiguna
April 24, 2026
0
Mahasiswa PPG UPMI Bali Berlatih Cegah Bullying di Sekolah

SEBANYAK 32 mahasiswa PPG Bagi Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali mendapatkan pelatihan...

Read moreDetails

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
0
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

Read moreDetails

Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

by Angga Wijaya
April 17, 2026
0
Belajar Biola Tanpa Takut di Denpasar, Sunar Sanggita Buka Akses untuk Semua Anak

DI sebuah sudut Denpasar yang tak terlalu riuh oleh hiruk- pikuk pariwisata, suara biola pelan-pelan menemukan nadanya sendiri. Bukan dari...

Read moreDetails

Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

by Radha Dwi Pradnyani
April 13, 2026
0
Saat Wayang Tak Lagi Membosankan —Cerita Pelajar pada Workshop Wayang Kulit dan Wayang Kaca di Festival Wayang Bali Utara 2026

RIUH suara para pelajar SMP memenuhi ruangan Museum Soenda Ketjil di kawasan Pelabuhan Tua Buleleng pada Kamis siang, 9 April...

Read moreDetails

Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

by Dian Suryantini
April 9, 2026
0
Nge’DJ dengan Dadong Dauh, Siapa Takut?

SORE itu, suasana Pasar Intaran terasa sedikit berbeda dari biasanya. Angin pantai yang biasanya berembus pelan, saat itu sedikit mengamuk....

Read moreDetails
Next Post
I Marya di Belakang Panggung: Membicarakan Sisi Kemanusiaan I Ketut Marya

I Marya di Belakang Panggung: Membicarakan Sisi Kemanusiaan I Ketut Marya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan
Ulas Buku

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington
Esai

Batas Sains, Kesombongan Epistemik, dan Jalan Holistik: Membaca Ulang Eddington

Ketika Sains Diposisikan sebagai Kebenaran Tunggal: Ilusi Kepastian Modern Dalam percakapan publik modern, sains sering ditempatkan sebagai otoritas tertinggi pengetahuan....

by Agung Sudarsa
May 14, 2026
Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara
Panggung

Ubud Food Festival 2026: Jembatan Kolaborasi Khusus Kuliner, Ajang Petani Keren Berbicara

Ubud Food Festival ke-11 tinggal dua minggu mendatang, tepatnya pada 28 hingga 31 Mei 2026. Selama empat hari, ajang kuliner...

by Nyoman Budarsana
May 14, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Regulasi Baru, Antrean Baru: Permenkumham 49/2025 dan Ancaman bagi Iklim Investasi

TRANSFORMASI digital administrasi Perseroan Terbatas melalui Permenkumham Nomor 49 Tahun 2025 pada dasarnya merupakan langkah progresif negara dalam mewujudkan pelayanan...

by I Made Pria Dharsana
May 14, 2026
Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau
Pop

Tips Memilih Travel Malang Kediri dengan Harga Terjangkau

DALAM memilih jasa travel Malang Kediri memang tidak boleh asal-asalan karena ini akan berdampak langsung terhadap kenyamanan selama di perjalanan...

by tatkala
May 14, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co