12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menikmati Kehangatan Akulturasi Budaya di Desa Pegayaman Bersama Mahasiswa Norwegia

Yudi Setiawan by Yudi Setiawan
May 4, 2024
in Khas
Menikmati Kehangatan Akulturasi Budaya di Desa Pegayaman Bersama Mahasiswa Norwegia

Anak-anak mengerumini salah satu mahasiswa asal Norwegia | Foto::Yudi Setiawan

MELIHAT perawakan tubuh yang berbeda dengan mereka, anak-anak itu sampai tidak memperdulikan jam istirahatnya. Pagi itu, mereka tidak lagi mengisi waktu istirahatnya untuk berbelanja atau sekadar bermain dengan teman-temannya. Melainkan, mereka tampak lebih berminat untuk mengerumini beberapa orang yang berpostur tubuh jangkung, berambut pirang dan berbadan putih itu.

Tak hanya sekadar mengerumuni saja, meski anak-anak itu berbeda bahasa dengan mereka—tidak bisa Bahasa Inggris—anak-anak itu tetap nekat bercengkrama dengan segala keterbatasan. “Wahh, ada Bule,” ujar salah satu dari mereka. “Iya, saya sudah dapat tanda tangannya,” sahut yang lain.

Ini merupakan hal baru bagi anak-anak SDN 1 Pegayaman. Antusiasme dari anak-anak itu tidak dapat dibendung lagi. Bahkan, mereka sampai meminta tanda tangan dari beberapa mahasiswa asing itu. Meski beberapa guru telah mengingatkan mereka untuk tidak “mengganggu” mahasiswa asing yang berkunjung ke desanya itu.

Ya, pagi itu, Jum’at, 3 Mei 2024, sekolah yang berada di desa, yang oleh beberapa media disebut sebagai desa dengan potret harmoni dan toleransi itu, menjadi tempat penyambutan sembilan mahasiswa asing beserta rombongannya.

Sembilan mahasiswa asing itu berasal dari Norwegia. Mereka datang bersama rombongan dari Fakultas Ilmu Budaya, Universtias Udayana (Unud), Bali. Kedatangan mereka ke desa Pegayaman merupakan sebuah agenda dari Goes Study­—mitra dari Unud—melalui program sosial-antropologi guna untuk mengenalkan kekayaan budaya yang ada di Bali.

Mahasiswa asal Norwegia sedang menyaksikan pertunjukan seni burdah | Foto: Yudi Setiawan

Kedatangan mereka disambut dengan kesenian burdah khas Desa Pegayaman. Tentu, sesaat setelah rebana-rebana itu dibunyikan, para bule-bule itu tampak sedikit menggeleng-nggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan mengikuti alunan irama burdah Desa Pegayaman.

Selain itu, ketika dua lelaki pemain burdah itu berdiri dan sejurus kemudian berlaga layaknya dua pendekar yang sedang beradu keahlian, membuat bule-bule itu tercengang untuk beberapa saat.

Menurut Vilde Brager Larsen, salah satu mahasiswa asing yang mengikuti program pagi itu, melalui penerjemahnya, ia mengatakan bahwa hari itu adalah suatu pengalaman yang sangat menarik baginya. “Ini merupakan pengalaman yang baru bagi saya, dan ini menarik sekali,” katanya dalam bahasa Inggris.

Ia mengaku tertarik untuk memperlajari lebih lanjut tentang budaya yang ada di Desa Pegayaman. Terlebih lagi, di Desa Pegayaman, ia merasasakan sebuah ketenangan dengan nuansa pegunungan yang masih asri.

“Disini—di Desa Pegayaman, maksudnya—tidak seperti di tempat-tempat wisata lain yang ada di Bali. Saya merasakan ketenangan di sini. Dan kehangatan anak-anak kecil di sini sangat luar biasa,” jelas Vilde.

Sebagai mahasiswa antropologi, Vilde mengaku sangat terpukau dengan aksi kesenian burdah tersebut. Ia mengaku bahwa setelah kembali ke negara asalnya, ia akan menceritakan tentang budaya yang ia saksikan di Desa Pegayaman.

Mengenai hal tersebut, Ketut Muhammad Suharto, salah satu tokoh dan pendiri FPSI—Forum Pemerhati Sejarah Indonesia—Desa Pegayaman, menjelaskan alasan ditampilkannya kesenian burdah dalam penyambutan mahasiswa asing tersebut.

Menurutnya, di Desa Pegayaman banyak akulturasi yang sangat menarik jika tampilkan. Selain kehidupan masyarakat yang notabennya bergama Islam dengan karakteristik kehidupan masyarakat Bali, kesenian burdah mengandung unsur-unsur akulturasi budaya yang sangat menarik untuk dijadikan objek penelitian.

“Burdah itu sisi akulturasinya sangat ketal. Itu bisa dilihat dari pakaian para penabuhnya, kidungnya yang mirip dengan kidung Bali, dan ini yang membuat keunikan dan keaslian akulturasi Bali-Islam di Pegayaman,” jelasnya.

Benar, jika berbicara tentang kesenian burdah Desa Pegayaman, banyak penelitian yang menjadikan kesenian yang diciptakan oleh Imam Al Busiri asal Mesir itu sebagai objek riset akademik maupun non akademik. 

Sedangkan menurut Ida Bagus Oka Weda Santara, selaku ketua panitia dalam kegiatan pagi itu, bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan oleh FIB Unud yang bekerja sama dengan Goes Study untuk mempelajari sosial-antropolgi di Bali.

Mahasiswa Norwegia beserta rombongan berfoto dengan para pemain burdah | Foto : Yudi Setiawan

Sebanyak sembilan mahasiswa asal Norwegia itu akan mempelajari tentang sosial-antropologi dengan cara mengunjungi desa-desa unik yang ada di Bali dengan waktu selama satu semester. “Ini salah satu field trip, dan ada case study penelitian mereka,” jelas Oka.

Menurt Oka, mengenalkan budaya akulturasi secara langsung kepada mahsiswa-mahasiswa asing tersebut merupakan langkah yang baik untuk menjabarkan kekayaan harmonisasi kehidupan masyarakat di Indonesia, khususnya di Bali.

Dengan begitu, Oka meyakini bahwa ke depannya Bali tidak lagi dikenal dengan pariwisata hingar bingarnya saja, melainkan juga dikenal dengan budaya yang patut dijadikan contoh sebagai wajah keharmonisan di kehidupan yang modern ini.

“Jadi, ketika mereka kembali ke negara asalnya nanti, mereka ada bekal tentang pengetahuan kekayaan budaya yang ada di Bali. Mereka juga pada akhirnya tahu kalau Bali tidak hanya berbicara tentang budaya yang hinduistik, melainkan ada juga budaya asli Bali yang bernuansa keislaman,” jelasnya.

Tidak hanya untuk menyaksikan kesenian saja, mahasiswa-mahasiswa asing itu akan terjun langsung dan berbaur dengan masyarakat Pegayaman. Menurut Oka, hal itu akan lebih efektif bagi mereka untuk menanyakan segala sesuatu tentang budaya yang ada di Desa Pegayaman.

“Nanti mereka akan door to door, ke rumah-rumah warga, agar mereka merasakan lebih dekat tentang, baik kehidupan maupun kebudayaan masyarakat Pegayaman,” terang Oka.

Selain melakukan riset tentang kebudayaan, menurut Suharto, para mahasiswa asal Norwegia beserta rombongan dari Unud itu juga melakukan pembagian sembako kepada para penabuh kesenian burdah dan beberapa guru ngaji yang ada di desa tersebut. “Ini merupakan sebuah bentuk apresiasi kepada mereka yang tetap berusaha menjaga kekayaan budaya yang ada di Desa Pegayaman,” pungkas Suharto.[T]

Reporter/Penulis: Yudi Setiawan
Editor: Jaswanto

Tradisi Desa Pegayaman di Bulan Ramadan: Salat Tarawih di Masjid Pukul Sepuluh Malam
Tradisi Tadarus Al-Qur’an Bersama di Rumah-Rumah Warga Saat Bulan Puasa
Wajah Desa (Muslim) Pegayaman Saat Bulan Ramadan (1)
Wajah Desa (Muslim) Pegayaman Saat Bulan Ramadan (2)
Tags: burdahDesa Pegayaman
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

“The Blessing of Siva-Visvapujita”, Drama Tari Kolaborasi Bali-India yang Memikat di ISI Denpasar

Next Post

I Marya di Belakang Panggung: Membicarakan Sisi Kemanusiaan I Ketut Marya

Yudi Setiawan

Yudi Setiawan

Penulis tinggal di Singaraja

Related Posts

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

by Emi Suy
September 10, 2026
0
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

Read moreDetails

Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

by Nyoman Budarsana
September 8, 2026
0
Utsawa Dharma Gita 2026 Tinggal Hitungan Hari, Bali Siapkan Duta Terbaik ke Tingkat Nasional

PELAKSANAAN Utsawa Dharma Gita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 tinggal menghitung hari. Perlombaan tersebut bakal dimulai Jumat, 11 September...

Read moreDetails

Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

by tatkala
September 7, 2026
0
Membaca Komik di Era Digital: Mengapa Manga, Manhwa, dan Manhua Semakin Populer?

RAK di sudut kamar dulu menjadi penanda seberapa serius seseorang mengikuti sebuah judul. Penanda itu perlahan berpindah ke daftar bacaan...

Read moreDetails

Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

by Nyoman Budarsana
September 6, 2026
0
Desa Adat Tista Menatap Masa Depan dari Anjungan Desa dan Kekayaan Alam

DIIRINGI gending gamelan yang dinamis, gerak, seledet, dan perpindahan posisi para penari mengalir membentuk jalinan yang hidup. Setiap gerakan seolah...

Read moreDetails

Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

by I Nyoman Tingkat
September 6, 2026
0
Ceraken Bali: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul

"CERAKEN BALI: Menyeimbangkan Cipta, Rasa, dan Karsa Mewujudkan SDM Bali Unggul". Itulah tema HUT VII SMA Negeri 2 Kuta Selatan...

Read moreDetails

Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

by Dian Suryantini
September 1, 2026
0
Sampah Plastik yang Turut Membangun Merdu dan Syahdu Suara Gamelan Selonding

ADA sesuatu yang terasa ganjil ketika pertama kali melihatnya. Selonding, sebuah gamelan yang selama ini begitu dekat dengan kayu, tradisi,...

Read moreDetails

Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

by Ega Surya Mahendra
August 31, 2026
0
Janger Dalam Ingatan Penarinya —Cerita Kecil Tentang Janger di Jembrana

MALAM, pukul 21.30, 10 Agustus 2026. Saya baru saja usai melewati jalan yang nestapa dari Tanjung Benua menuju kampung halaman...

Read moreDetails

Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

by Nyoman Budarsana
August 31, 2026
0
Langit Sanur, Panggung Rare Angon dan Tradisi Melayangan

ANGGIN itu sahabat para Rare Angon. Ketika embusannya mulai menguat di Pantai Mertasari, Sanur, kesibukan pun muncul di antara para...

Read moreDetails

Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

by Nyoman Budarsana
August 29, 2026
0
Okokan Menggema, Tanah Lot Art & Food Festival VII Resmi Dibuka

“Dug dug, dag, dug dug.., dag dug dag…, jedug kapak, jedug kapak…!” SUARA kendang dan okokan menggema mengiringi pembukaan Tanah...

Read moreDetails

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026
0
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

Read moreDetails
Next Post
I Marya di Belakang Panggung: Membicarakan Sisi Kemanusiaan I Ketut Marya

I Marya di Belakang Panggung: Membicarakan Sisi Kemanusiaan I Ketut Marya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co