2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tradisi Tadarus Al-Qur’an Bersama di Rumah-Rumah Warga Saat Bulan Puasa

Jaswanto by Jaswanto
March 26, 2024
in Khas
Tradisi Tadarus Al-Qur’an Bersama di Rumah-Rumah Warga Saat Bulan Puasa

Anak-anak sedang tadarus Al-Qur'an di rumah Abdul Hadi | Foto: Jaswanto

SEBAGAIMANA di tempat lain saat bulan Puasa, umat Islam Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, setelah selesai salat Tarawih, juga melangsungkan tadarus Al-Qur’an bersama-sama. Bedanya, jika di tempat lain tadarus bersama hanya dilakukan di musala atau masjid, di Pegayaman, digelar di tiga tempat sekaligus, yakni musala, masjid, dan rumah-rumah warga.

Seperti halnya pelaksanaan salat Tarawih di masjid pada pukul sepuluh malam, tadarus di rumah-rumah warga ini juga sudah berlangsung dari dulu—ini adalah tradisi yang diwariskan oleh leluhur orang-orang Pegayaman yang sudah berabad-abad menghuni wilayah pemberian Raja Buleleng pertama itu.

Di Pegayaman, tak hanya satu atau dua rumah saja yang menggelar tadarus bersama, tapi nyaris delapan dari sepuluh rumah melakukannya. Para tetangga, handai tolan, sanak-keluarga, kadang kala datang bergantian di setiap rumah warga yang menggelar tadarus.

Dan dalam semalam, di semua tempat, entah di musala-masjid-rumah, mereka biasa membaca Al-Qur’an sampai tiga juz. Orang-orang Pegayaman, selama bulan Puasa, bisa khatam Al-Qur’an sampai tiga kali. Aturannya memang begitu sejak dulu.

Saat bulan Ramadan, Desa Pegayaman memang tampak lebih meriah dari bulan-bulan biasanya. Selain musala dan masjid yang terlihat lebih ramai aktivitas, di jalan-jalan desa, khususnya menjelang Magrib sampai masuk waktu Isya, banyak pedagang dadakan yang menggelar lapak jualan. Mereka, para pedagang itu, menjajakan berbagai kudapan, dari jajanan tradisional sampai yang melampauinya.

Anak-anak muda Pegayaman juga demikian. Bersamaan dengan para pedagang tadi, saat bulan Puasa, muda-mudi Pegayaman juga senang bergerombol di pinggir-pinggir jalan. Orang-orang Pegayaman menyebutnya “Senggol” atau “Nyenggol”.

Tak ada penjelasan pasti mengenai sebutan itu memang. Tapi yang jelas, setiap bulan Ramadan, selain tiba-tiba banyak pedagang makanan dan cemilan di sana, anak-anak, remaja, pemuda, sambil menunggu berbuka, mereka senang sekali nongkrong di pinggir-pinggir jalan. Dengan begitu, untuk ukuran desa, Ramadan di Pegayaman tampak lebih meriah jika dibandingkan dengan tempat-tempat lain di sekitarnya.

Selama bulan Puasa, orang Pegayaman seperti tak memiliki waktu istirahat. Selain mengisi hari dengan kegiatan sehari-hari, bekerja mencari nafkah, mereka juga menghabiskan waktu dengan beribadah, salah satunya adalah dengan tadarus bersama setelah salat Tarawih.

“Kami, laki-laki, salat Tarawih jam sepuluh malam di masjid. Paling tidak itu membutuhkan waktu satu jam baru selesai. Setelah itu baru tadarus, selesai sekitar pukul dua dini hari. Setelah tadarus, sebentar saja sudah masuk waktu sahur. Pagi sampai siang beraktivitas kerja dan sebagainya. Jadi, waktu tidur di bulan Puasa lebih sedikit daripada hari-hari biasa,” kata Ketut Muhammad Suharto sembari tertawa, Minggu (24/3/2024) sore.

Orang-orang Pegayaman tampaknya memang tak mau membuang-buang kesempatan yang hanya hadir setahun sekali ini. Mereka berusaha semaksimal mungkin untuk mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan yang bernilai akhirat. Musala, masjid, rumah pribadi, bergitu meriah.

Orang-orang berbondong-bondong, beribadah, menyerahkan diri sepenuhnya kepada Sang Maha Kuasa. Dan setiap menjelang tengah malam, di sana, ayat-ayat suci Al-Qur’an berkumandang di mana-mana, termasuk di sebuah rumah sederhana yang teronggok di pinggir jalan menuju Masjid Jami’ Safinatus Salam Desa Pegayaman.

Di rumah sederhana itu, anak-anak laki-laki dari umur SD sampai SMA bergerombol menghadap kitab suci Al-Qur’an yang mereka bawa. Mereka sedang menunggu giliran untuk membaca. Sementara anak lain sedang membaca, mereka menyimaknya dengan khusyuk. Anak-anak itu melakukannya setiap malam seusai salat Tarawih ibu-ibu.

Rumah tempat anak-anak tadarus itu miliki salah satu tokoh agama di Pegayaman. Namanya Abdul Hadi. Lelaki berumur 60 tahun itu pernah mondok di Blok Agung, Banyuwangi, Jawa Timur. Sejak dulu, sejak kakek-buyutnya, rumah Abdul Hadi sudah digunakan sebagai tempat belajar mengaji anak-anak sekitar. Di rumah inilah, banyak anak-anak Pegayaman yang lancar membaca Qur’an dan tahu ilmu-ilmu agama lainnya.

Sebab, selain sebagai tempat belajar membaca Al-Qur’an, di rumah tersebut juga mengajarkan isi kitab-kitab dasar seputar Islam, fiqih, tajwid, aqidah, seperti kitab Aqidatul Awam karya Syeikh Sayyid Ahmad Al-Marzuqi Al-Maliki Al-Hasani (1205-1261 H) sampai kitab Fathul Qorib-nya Muhammad bin Qasim Al-Ghazi (1455- 1512 M).

“Ada sekitar 150 anak yang ngaji di sini. Bahkan, yang rumahnya jauh, mereka sampai menginap di sini, sudah seperti pondok pesantren,” kata Hadi di tengah-tengah suara anak-anak membaca Al-Qur’an di rumahnya.

Ini suasana yang jarang ditemukan di tempat lain. Seperti yang telah disinggung di awal, bahwa umumnya, pada saat bulan Puasa, tadarus bersama hanya dilaksanakan di musala atau masjid. Di tempat lain, kalaupun tadarus di rumah, biasanya hanya dilakukan sendiri-sendiri, tidak bersama-sama seperti orang Pegayaman.  

Oleh karena itu, tentu saja, rumah Abdul Hadi bukan satu-satunya tempat yang menggelar tadarus bersama. Tak jauh dari rumah Hadi, di sebuah rumah warga lainnya, orang-orang dewasa juga sedang membaca Al-Qur’an bersama. Bedanya, kalau di rumah Hadi dilakukan setelah salat Tarawih ibu-ibu, sedangkan di rumah-rumah warga lainnya digelar setelah salat Tarawih bapak-bapak—yang dilaksanakan pukul sepuluh malam itu.

Sekadar informasi, di Desa Pegayaman, salat Tarawih dilaksanakan dua kloter, tidak seperti tempat lain pada umumnya. Kloter pertama, sebagaimana Tarawih di tempat-tempat lain, dikerjakan setelah salat Isya sekira pukul tujuh malam atau lebih sedikit. Tapi, kloter ini sebenarnya hanya diperuntukkan ibu-ibu atau perempuan pada umumnya—walaupun ada beberapa laki-laki yang ikut serta, meski jumlahnya tidak banyak. Mereka menjalankan Tarawih di musala atau di rumah-rumah warga.

Sedangkan untuk laki-laki, Tarawih baru akan digelar saat jam dinding menunjukkan sepuluh malam. Laki-laki Pegayaman mengerjakan salat Tarawih di masjid, kecuali mereka yang memiliki alasan lain sehingga melaksanakan Tarawih bersama ibu-ibu di musala atau di rumah.

“Meski Tarawih di masjid pukul sepuluh malam bukan sebuah keharusan, tapi orang-orang Pegayaman sudah kadung terbiasa. Sebab, ini sudah dilakukan selama berabad-abad silam,” ujar Suharto, salah satu orang yang senang mengamati dan mempelajari sejarah, sosial-masyarakat, sampai seni-budaya Desa Pegayaman.

Tradisi tadarus bersama di rumah-rumah warga ini, ditulis secara singkat di buku Ensiklopedia Desa Muslim Pegayaman Bali (2023) karya Ketut Muhammad Surharto. Demikian.[T]

Reporter: Jaswanto
Penulis: Jaswanto
Editor: Made Adnyana

Tradisi Desa Pegayaman di Bulan Ramadan: Salat Tarawih di Masjid Pukul Sepuluh Malam
Usaha Menemukan dan Mengabadikan Desa Muslim Pegayaman Bali | Ulasan Buku Ensiklopedia Desa Muslim Pegayaman Bali
Tags: Al-Qur'anbalibulan puasabulelengDesa PegayamanPuasaRamadanSukasadatadarus
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Seniman Padangtegal Ngayah Melukis Kober Dewata Nawa Sanga di Pura Penataran Keloncing, Padangtegal, Ubud

Next Post

Formasi Baru Grup Musikalisasi Puisi Komunitas Mahima

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Formasi Baru Grup Musikalisasi Puisi Komunitas Mahima

Formasi Baru Grup Musikalisasi Puisi Komunitas Mahima

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co