11 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gunung Galunggung: Wisata dengan Aura Mistis

Chusmeru by Chusmeru
October 7, 2025
in Tualang
Gunung Galunggung: Wisata dengan Aura Mistis

Kawah Gunung Galunggung/ Foto Dok.Sari

MENJULANG di ketinggian 2.167 mdpl, Gunung Galunggung menjadi salah satu objek wisata yang ikonik di Jawa Barat. Gunung Galunggung  yang berada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya ini memiliki pesona tersendiri bagi wisatawan maupun pecinta alam. Nama Gunung Galunggung kian banyak dikenal orang sejak erupsi dahsyat pada tahun 1982.

Meski sering dikaitkan dengan cerita horor dan aura mistis, Gunung Galunggung tetap memiliki daya tarik bagi wisatawan. Gunung Galunggung juga menjadi tujuan favorit bagi para pendaki. Banyak spot untuk berkemah dengan rerumputan yang luas, rata, dan menghijau.

Area Parkir Gunung Galungung | Foto Dok.Penulis

Aksesibilitas menuju Gunung Galunggung cukup mudah. Dari kota Tasikmalaya berjarak sekitar 22 kilometer dengan waktu tempuh berkendara 50 menit. Jam bukanya pun terbilang panjang, dari pukul 07.00 – 21.00, sedangkan untuk akhir pekan hingga pukul 23.00. Tiket masuk 15.000 rupiah per orang. Tidak dipungut biaya parkir, alias gratis.

Kawah Gunung Galunggung menjadi tujuan yang banyak diburu wisatawan. Dikutip dari perhutani.co.id, kawah Gunung Galunggung terbentuk usai erupsi pada tahun 1982. Semakin hari, kawah tersebut semakin terisi air. Air kawah yang berwarna hijau juga terlihat menarik. Bibir kawah biasa digunakan untuk camping bagi pengunjung yang menggemari kegiatan ini.

Ada dua cara menuju kawah Gunung Galunggung. Pengunjung dapat berjalan kaki menaiki tangga kuning menuju kawah. Tersedia pula layanan kendaraan ojek dengan tarif 22.000 rupiah. Para pengemudi ojek dengan terampil mengantar pengunjung ke kawah Gunung Galunggung.

Daya Tarik Gunung Galungung

Penulis berkesempatan melihat Gunung Galunggung secara dekat. Pemandangan begitu indah. Udaranya sejuk. Sisa-sisa letusan Gunung Galunggung kini terbalut dengan hutan dan pepohonan yang menghijau.

Gerbang Gunung Galunggung | Foto Dok.Penulis

Kawah Gunung Galungung menjadi daya tarik utama wisatawan. Kawah ini terbentuk dari letusan hebat Galunggung pada tahun 1982 silam. Wisatawan dapat menikmati pesona kawah sambil bersantai bersama teman atau keluarga. Bagi pengunjung yang kelelahan, tersedia banyak warung yang menyediakan minuman dan makanan ringan.

“Kalau hari Sabtu dan Minggu pengunjung banyak sekali. Parkir mobil sampai penuh,” kata Nurlela (43 tahun), pedagang warung di Gunung Galunggung.

Gunung Galunggung juga memiliki air terjun atau curug yang menawan. Sebelum menuju kawah, di lereng Galunggung terdapat Curug Panoongan, yang dalam bahasa Sunda berarti penglihatan. Curug ini berada di bebukitan yang lebat. Ada pula Curug Cikahuripan yang menawarkan gemericik air. Cikahuripan berarti air kehidupan. Air terjun yang cukup besar di Galunggung adalah Curug Agung. Pemandangan alamnya begitu eksotis.

Di kaki Gunung Galunggung terdapat pemandian air panas di Cipanas. Daya tarik wisata ini banyak dikunjungi wisatawan, baik individu maupun keluarga. Air panasnya yang alami selain dapat menghangatkan tubuh, juga dipercaya masyarakat dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Kawah Gunung Galunggung | Foto Dok.Sari

Wisatawan yang ingin menikmati keindahan Gunung Galunggung sembari santai dan menginap, tersedia area untuk kemping. Berada di lokasi jalur menuju kawah, terdapat Bukit Nangreu yang kerap digunakan sebagai perkemahan. Tersedia penyewaan tenda. Udara yang sejuk dan pepohonan pinus membuat pengunjung merasa betah berkemah di Bukit Nangreu.

Aura Mistis

Sebagaimana gunung di daerah lain, Gunung Galunggung bukan hanya menawarkan pemandangan alam yang indah, namun juga menyimpan mitos dan aura mistis di dalamnya. Letusan dahsyat tahun 1982 lalu sempat hampir menimbulkan kecelakaan pesawat British Airways rute penerbangan London – Auckland, Selandia Baru.

Menuju puncak Gunung Galungung, pengunjung harus melewati 650 anak tangga. Akses ini banyak digunakan pengunjung karena lebih mudah, meski aura mistis menyelimuti di sekilingnya. Tidak sedikit pengunjung yang kelelahan dan harus beristirahat terlebih dahulu.

Tugu Erupsi Galunggung | Foto: Dok.Sari

Banyak misteri dan aura mistis yang belum terpecahkan hingga saat ini. Mitosnya, terdapat ikan berwujud mirip manusia yang berada di kawah. Menurut kisah, ikan tersebut memiliki kekuatan gaib sehingga tidak bisa dilihat oleh sembarang orang.  Ikan besar itu kerap muncul dan menampakkan diri di sisi-sisi danau kawah saat waktu tertentu. Biasanya pengunjung juga akan didatangi ikan tersebut lewat mimpi (merdeka.com, 28/11/2023). Sejauh mana kebenaran cerita tersebut, hanya masyarakat setempat yang dapat menjelaskan.

“Menurut orang tua saya di kawah ada ikan Layung yang berwarna kuning. Konon itu ikan gaib yang muncul bila akan terjadi musibah di Galunggung,” cerita Nurlela yang sudah berdagang di Gunung Galunggung selama 10 tahun.

Cerita mistis lain dari Gunung Galunggung adalah mengenai keberadaan siluman kera yang diyakini sebagai sumber kerajaan kera di sekitaran Jawa Barat. Kera-kera tersebut konon dipimpin oleh sosok raja kera gaib berwujud raksasa dan memiliki kekuatan mistis.

Sosok kera ini menurut mitosnya mempengaruhi energi yang ada di sekitar Gunung Galunggung. Mitos ini mengaitkan adanya larangan pesawat melintas di atas gunung ini, karena akan terganggu frekuensinya. Keberadaan kerajaan kera ini dipercaya masyarakat berada di puncak gunung.

Tangga Kuning Menuju Kawah | Foto Dok.Penulis

Meski belum bisa dibuktikan secara ilmiah mengenai keberadaan sosok kera gaib raksasa itu, banyak warga menjaga kelestarian alam karena khawatir ada gangguan gaib dari sang raja kera; lantaran konon apabila alamnya dirusak, sering terjadi serangan kera kepada manusia. Walau terkenal akan cerita mistisnya, Gunung Galunggung  tetap sering dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara (kumparan.com, 3/9/2021).

Seperti halnya laut, gunung di mana pun sarat dengan mitos, dekat dengan mistis. Gunung dapat berbicara lewat fenomena alamnya. Bila manusia memperlakukan gunung dengan ramah, maka ia akan bersikap ramah kepada manusia. Itulah pentingnya kearifan lokal untuk menyayangi semesta. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Objek Wisata Ciung Wanara: Legenda Sarat Intrik Politik
Wisata Kesehatan Jamu Kalibakung: Inovasi Edukatif dalam Berwisata
Dari Sodong ke Srandil: Wisata Pantai Berbalut Mitos
Tags: Gunung GalunggungPariwisataTasikmalayawisatawisata alam
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Mimpi, Melampaui Pikiran

Next Post

Tiba-Tiba Vila | Sebuah Catatan Budaya

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

by Chusmeru
April 30, 2026
0
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

Read moreDetails

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails

Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

by Laurensia Junita Della
April 19, 2026
0
Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

“Tanpa seni, dunia jadi hambar.” Saya tidak yakin dari mana saya mendapatkan kata-kata ini, tapi saya setuju. Sebagai orang yang...

Read moreDetails

Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
April 14, 2026
0
Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

HARI itu adalah hari yang telah lama saya nantikan. Hari ketika akhirnya saya bisa menyaksikan dunia dari ketinggian 3.145 mdpl,...

Read moreDetails

Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

by Jaswanto
March 29, 2026
0
Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

APA ada Surabaya di Shanghai? Saya kira tidak. Tapi ada Shanghai di Surabaya—meski hanya Shanghai-Shanghaian. Maksudnya, bukan Shanghai betulan. Hanya...

Read moreDetails

Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

KABUT tipis masih menggantung saat saya tiba di dataran tinggi Kintamani, Bangli, Bali. Udara dingin menempel di kulit, sementara di...

Read moreDetails

Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

by Ahmad Sihabudin
March 8, 2026
0
Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

DESEMBER 1982, kami baru naik kelas dua SMA. Umur masih belasan, dada penuh angin, kepala penuh peta yang belum tentu...

Read moreDetails

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails
Next Post
Tiba-Tiba Vila | Sebuah Catatan Budaya

Tiba-Tiba Vila | Sebuah Catatan Budaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Monyet Cerdik dan Babi Hutan | Dongeng dari Jepang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Mawar dan Air Mata Haru di Pelepasan Angkatan Ke-15 SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

LAMPU-lampu ruangan mendadak padam. Suasana di ballroom yang sedari awal riuh perlahan berubah sunyi. Ratusan pasang mata menoleh ke belakang...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026
Panggung

Komunitas Seni Baturenggong Ulas Sejarah dan Keunikan Desa Mengwi Lewat Seni untuk PKB 2026

DESA Mengwi yang dulunya sebagai pusat kerajaan mewarisi berbagai kebudayaan, tradisi dan nilai-nilai luhur yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat...

by Nyoman Budarsana
May 10, 2026
Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Di Bawah Matahari yang Tak Pernah Menuntut | Cerpen Ahmad Sihabudin

PAGI di Desa Batu Pangeran selalu datang dengan langkah pelan, seolah ia tahu bahwa tempat itu tidak suka tergesa-gesa. Langit...

by Ahmad Sihabudin
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co