13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gunung Galunggung: Wisata dengan Aura Mistis

Chusmeru by Chusmeru
October 7, 2025
in Tualang
Gunung Galunggung: Wisata dengan Aura Mistis

Kawah Gunung Galunggung/ Foto Dok.Sari

MENJULANG di ketinggian 2.167 mdpl, Gunung Galunggung menjadi salah satu objek wisata yang ikonik di Jawa Barat. Gunung Galunggung  yang berada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya ini memiliki pesona tersendiri bagi wisatawan maupun pecinta alam. Nama Gunung Galunggung kian banyak dikenal orang sejak erupsi dahsyat pada tahun 1982.

Meski sering dikaitkan dengan cerita horor dan aura mistis, Gunung Galunggung tetap memiliki daya tarik bagi wisatawan. Gunung Galunggung juga menjadi tujuan favorit bagi para pendaki. Banyak spot untuk berkemah dengan rerumputan yang luas, rata, dan menghijau.

Area Parkir Gunung Galungung | Foto Dok.Penulis

Aksesibilitas menuju Gunung Galunggung cukup mudah. Dari kota Tasikmalaya berjarak sekitar 22 kilometer dengan waktu tempuh berkendara 50 menit. Jam bukanya pun terbilang panjang, dari pukul 07.00 – 21.00, sedangkan untuk akhir pekan hingga pukul 23.00. Tiket masuk 15.000 rupiah per orang. Tidak dipungut biaya parkir, alias gratis.

Kawah Gunung Galunggung menjadi tujuan yang banyak diburu wisatawan. Dikutip dari perhutani.co.id, kawah Gunung Galunggung terbentuk usai erupsi pada tahun 1982. Semakin hari, kawah tersebut semakin terisi air. Air kawah yang berwarna hijau juga terlihat menarik. Bibir kawah biasa digunakan untuk camping bagi pengunjung yang menggemari kegiatan ini.

Ada dua cara menuju kawah Gunung Galunggung. Pengunjung dapat berjalan kaki menaiki tangga kuning menuju kawah. Tersedia pula layanan kendaraan ojek dengan tarif 22.000 rupiah. Para pengemudi ojek dengan terampil mengantar pengunjung ke kawah Gunung Galunggung.

Daya Tarik Gunung Galungung

Penulis berkesempatan melihat Gunung Galunggung secara dekat. Pemandangan begitu indah. Udaranya sejuk. Sisa-sisa letusan Gunung Galunggung kini terbalut dengan hutan dan pepohonan yang menghijau.

Gerbang Gunung Galunggung | Foto Dok.Penulis

Kawah Gunung Galungung menjadi daya tarik utama wisatawan. Kawah ini terbentuk dari letusan hebat Galunggung pada tahun 1982 silam. Wisatawan dapat menikmati pesona kawah sambil bersantai bersama teman atau keluarga. Bagi pengunjung yang kelelahan, tersedia banyak warung yang menyediakan minuman dan makanan ringan.

“Kalau hari Sabtu dan Minggu pengunjung banyak sekali. Parkir mobil sampai penuh,” kata Nurlela (43 tahun), pedagang warung di Gunung Galunggung.

Gunung Galunggung juga memiliki air terjun atau curug yang menawan. Sebelum menuju kawah, di lereng Galunggung terdapat Curug Panoongan, yang dalam bahasa Sunda berarti penglihatan. Curug ini berada di bebukitan yang lebat. Ada pula Curug Cikahuripan yang menawarkan gemericik air. Cikahuripan berarti air kehidupan. Air terjun yang cukup besar di Galunggung adalah Curug Agung. Pemandangan alamnya begitu eksotis.

Di kaki Gunung Galunggung terdapat pemandian air panas di Cipanas. Daya tarik wisata ini banyak dikunjungi wisatawan, baik individu maupun keluarga. Air panasnya yang alami selain dapat menghangatkan tubuh, juga dipercaya masyarakat dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Kawah Gunung Galunggung | Foto Dok.Sari

Wisatawan yang ingin menikmati keindahan Gunung Galunggung sembari santai dan menginap, tersedia area untuk kemping. Berada di lokasi jalur menuju kawah, terdapat Bukit Nangreu yang kerap digunakan sebagai perkemahan. Tersedia penyewaan tenda. Udara yang sejuk dan pepohonan pinus membuat pengunjung merasa betah berkemah di Bukit Nangreu.

Aura Mistis

Sebagaimana gunung di daerah lain, Gunung Galunggung bukan hanya menawarkan pemandangan alam yang indah, namun juga menyimpan mitos dan aura mistis di dalamnya. Letusan dahsyat tahun 1982 lalu sempat hampir menimbulkan kecelakaan pesawat British Airways rute penerbangan London – Auckland, Selandia Baru.

Menuju puncak Gunung Galungung, pengunjung harus melewati 650 anak tangga. Akses ini banyak digunakan pengunjung karena lebih mudah, meski aura mistis menyelimuti di sekilingnya. Tidak sedikit pengunjung yang kelelahan dan harus beristirahat terlebih dahulu.

Tugu Erupsi Galunggung | Foto: Dok.Sari

Banyak misteri dan aura mistis yang belum terpecahkan hingga saat ini. Mitosnya, terdapat ikan berwujud mirip manusia yang berada di kawah. Menurut kisah, ikan tersebut memiliki kekuatan gaib sehingga tidak bisa dilihat oleh sembarang orang.  Ikan besar itu kerap muncul dan menampakkan diri di sisi-sisi danau kawah saat waktu tertentu. Biasanya pengunjung juga akan didatangi ikan tersebut lewat mimpi (merdeka.com, 28/11/2023). Sejauh mana kebenaran cerita tersebut, hanya masyarakat setempat yang dapat menjelaskan.

“Menurut orang tua saya di kawah ada ikan Layung yang berwarna kuning. Konon itu ikan gaib yang muncul bila akan terjadi musibah di Galunggung,” cerita Nurlela yang sudah berdagang di Gunung Galunggung selama 10 tahun.

Cerita mistis lain dari Gunung Galunggung adalah mengenai keberadaan siluman kera yang diyakini sebagai sumber kerajaan kera di sekitaran Jawa Barat. Kera-kera tersebut konon dipimpin oleh sosok raja kera gaib berwujud raksasa dan memiliki kekuatan mistis.

Sosok kera ini menurut mitosnya mempengaruhi energi yang ada di sekitar Gunung Galunggung. Mitos ini mengaitkan adanya larangan pesawat melintas di atas gunung ini, karena akan terganggu frekuensinya. Keberadaan kerajaan kera ini dipercaya masyarakat berada di puncak gunung.

Tangga Kuning Menuju Kawah | Foto Dok.Penulis

Meski belum bisa dibuktikan secara ilmiah mengenai keberadaan sosok kera gaib raksasa itu, banyak warga menjaga kelestarian alam karena khawatir ada gangguan gaib dari sang raja kera; lantaran konon apabila alamnya dirusak, sering terjadi serangan kera kepada manusia. Walau terkenal akan cerita mistisnya, Gunung Galunggung  tetap sering dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara (kumparan.com, 3/9/2021).

Seperti halnya laut, gunung di mana pun sarat dengan mitos, dekat dengan mistis. Gunung dapat berbicara lewat fenomena alamnya. Bila manusia memperlakukan gunung dengan ramah, maka ia akan bersikap ramah kepada manusia. Itulah pentingnya kearifan lokal untuk menyayangi semesta. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Objek Wisata Ciung Wanara: Legenda Sarat Intrik Politik
Wisata Kesehatan Jamu Kalibakung: Inovasi Edukatif dalam Berwisata
Dari Sodong ke Srandil: Wisata Pantai Berbalut Mitos
Tags: Gunung GalunggungPariwisataTasikmalayawisatawisata alam
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Mimpi, Melampaui Pikiran

Next Post

Tiba-Tiba Vila | Sebuah Catatan Budaya

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails
Next Post
Tiba-Tiba Vila | Sebuah Catatan Budaya

Tiba-Tiba Vila | Sebuah Catatan Budaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026
Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar
Khas

Belajar, Mencoba, Lalu Menemukan—Dari Workshop Pembelajaran Mendalam Berbasis STEM di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar

SUASANA ruang pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar hari itu terasa berbeda. Para guru berdiri mengelilingi meja, saling berdiskusi, tertawa,...

by Dede Putra Wiguna
July 11, 2026
Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual
Pameran

Made Wiradana Hadirkan Kacatri, Menandai Transformasi Seni yang Berakar pada Laku Spiritual

PERUPA Bali Made Wiradana kembali menegaskan perjalanan artistiknya melalui pameran tunggal bertajuk Kacatri yang digelar di Santrian Art Gallery, Sanur....

by I Gede Made Surya Darma
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co