MENJULANG di ketinggian 2.167 mdpl, Gunung Galunggung menjadi salah satu objek wisata yang ikonik di Jawa Barat. Gunung Galunggung yang berada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya ini memiliki pesona tersendiri bagi wisatawan maupun pecinta alam. Nama Gunung Galunggung kian banyak dikenal orang sejak erupsi dahsyat pada tahun 1982.
Meski sering dikaitkan dengan cerita horor dan aura mistis, Gunung Galunggung tetap memiliki daya tarik bagi wisatawan. Gunung Galunggung juga menjadi tujuan favorit bagi para pendaki. Banyak spot untuk berkemah dengan rerumputan yang luas, rata, dan menghijau.

Aksesibilitas menuju Gunung Galunggung cukup mudah. Dari kota Tasikmalaya berjarak sekitar 22 kilometer dengan waktu tempuh berkendara 50 menit. Jam bukanya pun terbilang panjang, dari pukul 07.00 – 21.00, sedangkan untuk akhir pekan hingga pukul 23.00. Tiket masuk 15.000 rupiah per orang. Tidak dipungut biaya parkir, alias gratis.
Kawah Gunung Galunggung menjadi tujuan yang banyak diburu wisatawan. Dikutip dari perhutani.co.id, kawah Gunung Galunggung terbentuk usai erupsi pada tahun 1982. Semakin hari, kawah tersebut semakin terisi air. Air kawah yang berwarna hijau juga terlihat menarik. Bibir kawah biasa digunakan untuk camping bagi pengunjung yang menggemari kegiatan ini.
Ada dua cara menuju kawah Gunung Galunggung. Pengunjung dapat berjalan kaki menaiki tangga kuning menuju kawah. Tersedia pula layanan kendaraan ojek dengan tarif 22.000 rupiah. Para pengemudi ojek dengan terampil mengantar pengunjung ke kawah Gunung Galunggung.
Daya Tarik Gunung Galungung
Penulis berkesempatan melihat Gunung Galunggung secara dekat. Pemandangan begitu indah. Udaranya sejuk. Sisa-sisa letusan Gunung Galunggung kini terbalut dengan hutan dan pepohonan yang menghijau.

Kawah Gunung Galungung menjadi daya tarik utama wisatawan. Kawah ini terbentuk dari letusan hebat Galunggung pada tahun 1982 silam. Wisatawan dapat menikmati pesona kawah sambil bersantai bersama teman atau keluarga. Bagi pengunjung yang kelelahan, tersedia banyak warung yang menyediakan minuman dan makanan ringan.
“Kalau hari Sabtu dan Minggu pengunjung banyak sekali. Parkir mobil sampai penuh,” kata Nurlela (43 tahun), pedagang warung di Gunung Galunggung.
Gunung Galunggung juga memiliki air terjun atau curug yang menawan. Sebelum menuju kawah, di lereng Galunggung terdapat Curug Panoongan, yang dalam bahasa Sunda berarti penglihatan. Curug ini berada di bebukitan yang lebat. Ada pula Curug Cikahuripan yang menawarkan gemericik air. Cikahuripan berarti air kehidupan. Air terjun yang cukup besar di Galunggung adalah Curug Agung. Pemandangan alamnya begitu eksotis.
Di kaki Gunung Galunggung terdapat pemandian air panas di Cipanas. Daya tarik wisata ini banyak dikunjungi wisatawan, baik individu maupun keluarga. Air panasnya yang alami selain dapat menghangatkan tubuh, juga dipercaya masyarakat dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Wisatawan yang ingin menikmati keindahan Gunung Galunggung sembari santai dan menginap, tersedia area untuk kemping. Berada di lokasi jalur menuju kawah, terdapat Bukit Nangreu yang kerap digunakan sebagai perkemahan. Tersedia penyewaan tenda. Udara yang sejuk dan pepohonan pinus membuat pengunjung merasa betah berkemah di Bukit Nangreu.
Aura Mistis
Sebagaimana gunung di daerah lain, Gunung Galunggung bukan hanya menawarkan pemandangan alam yang indah, namun juga menyimpan mitos dan aura mistis di dalamnya. Letusan dahsyat tahun 1982 lalu sempat hampir menimbulkan kecelakaan pesawat British Airways rute penerbangan London – Auckland, Selandia Baru.
Menuju puncak Gunung Galungung, pengunjung harus melewati 650 anak tangga. Akses ini banyak digunakan pengunjung karena lebih mudah, meski aura mistis menyelimuti di sekilingnya. Tidak sedikit pengunjung yang kelelahan dan harus beristirahat terlebih dahulu.

Banyak misteri dan aura mistis yang belum terpecahkan hingga saat ini. Mitosnya, terdapat ikan berwujud mirip manusia yang berada di kawah. Menurut kisah, ikan tersebut memiliki kekuatan gaib sehingga tidak bisa dilihat oleh sembarang orang. Ikan besar itu kerap muncul dan menampakkan diri di sisi-sisi danau kawah saat waktu tertentu. Biasanya pengunjung juga akan didatangi ikan tersebut lewat mimpi (merdeka.com, 28/11/2023). Sejauh mana kebenaran cerita tersebut, hanya masyarakat setempat yang dapat menjelaskan.
“Menurut orang tua saya di kawah ada ikan Layung yang berwarna kuning. Konon itu ikan gaib yang muncul bila akan terjadi musibah di Galunggung,” cerita Nurlela yang sudah berdagang di Gunung Galunggung selama 10 tahun.
Cerita mistis lain dari Gunung Galunggung adalah mengenai keberadaan siluman kera yang diyakini sebagai sumber kerajaan kera di sekitaran Jawa Barat. Kera-kera tersebut konon dipimpin oleh sosok raja kera gaib berwujud raksasa dan memiliki kekuatan mistis.
Sosok kera ini menurut mitosnya mempengaruhi energi yang ada di sekitar Gunung Galunggung. Mitos ini mengaitkan adanya larangan pesawat melintas di atas gunung ini, karena akan terganggu frekuensinya. Keberadaan kerajaan kera ini dipercaya masyarakat berada di puncak gunung.

Meski belum bisa dibuktikan secara ilmiah mengenai keberadaan sosok kera gaib raksasa itu, banyak warga menjaga kelestarian alam karena khawatir ada gangguan gaib dari sang raja kera; lantaran konon apabila alamnya dirusak, sering terjadi serangan kera kepada manusia. Walau terkenal akan cerita mistisnya, Gunung Galunggung tetap sering dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara (kumparan.com, 3/9/2021).
Seperti halnya laut, gunung di mana pun sarat dengan mitos, dekat dengan mistis. Gunung dapat berbicara lewat fenomena alamnya. Bila manusia memperlakukan gunung dengan ramah, maka ia akan bersikap ramah kepada manusia. Itulah pentingnya kearifan lokal untuk menyayangi semesta. [T]
Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole
- BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU



























