7 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

Kadek Surya Jayadi by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
in Tualang
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma gerutu yang terucap, sebab memang telah musimnya hujan turun.  Hujan Februari di suasana Tahun Baru Imlek masihlah merupakan berkah. Berkah itu banyak wujudnya, salah satunya adalah kesempatan kami berkunjung ke Puri Agung Karangasem.

Hujan turun kian deras, namun gapura Puri Agung Karangasem seolah gentar menghadapinya. Seolah membiarkan kami tetap masuk ke dalam puri. Kori ini menjadi saksi siapa saja yang pernah berkunjung ke Puri ini. Banyak tokoh dunia yang tercatat berkunjung, salah satunya penyair dunia Rabindranath Tagore, yang dikenal salah satu puisinya berjudul the gardener.

Figure 1 Sumber KITLV

***

“Selamat datang di Puri Agung Karangasem”, demikian kalimat pembuka yang disampaikan Anak Agung Ayu Dewi Girindrawardani, salah satu angga/keluarga Puri Agung Karangasem yang menerima kunjungan kami.  Penyampaiannya halus, dalam bahasa Indonesia yang kental dialek khas Karangasemnya. Bagi yang peka, tuturan ini mencerminkan bagaimana sosok keluarga bangsawan tetap menjaga adabnya. Satu nilai yang telah diwariskan sejak turun temurun. Tutur sapanya menghangatkan suasana, di tengah dingin akibat gempuran hujan lebat.

Sambil menunggu hujan reda, Ibu Gung Dewi, demikian kami memanggilnya, menceritakan sekelumit sejarah Puri Agung Karangasem. Puri Agung Karangasem atau yang dikenal juga dengan sebuatan Puri Maskerdam, merupakan salah satu puri di Bali yang eksistensinya masih bertahan hingga kini. Arsitekturnya tetap dipertahankan sebagaimana dulunya, meski diakui telah mengalami sejumlah renovasi.

Soal arsitektur harus diakui jika Puri Agung Karangasem memiliki sejumlah kontur arsitektur yang unik. Perpaduan antara arsitektur Eropa, China, dan Bali tampak jelas dalam sejumlah ornamen, gaya bangunan, dan pilihan warna. Setiap bangunannnya pun memiliki semiotikanya masing-masing, dengan fungsi-fungsi yang berbeda. Ruang-ruang private-sakral dan ruang publik-pun diatur sedemikian rupa. Pada intinya, kami menangkap pesan harmoni di balik landscape Puri Agung Karangasem ini.

Harmoni tersebut tidak saja terlihat dalam penataan ruang/fisik/tangible, juga bagaimana harmoni itu mewujud pada ranah aktivitas/intangible. Leluhur Puri Agung Karangasem tampaknya telah menangkap satu visi ke depan tentang bagaimana menerjemahkan spirit manunggaling kawulo lan gusti.  Spirit ini tidak diterjemahkan secara sempit, tetapi sebagai spirit kolaborasi lintas etnis. Maka tampaklah kemudian bagaimana puri ini sangat erat hubungannya Islam yang mewujud dalam berbagai aspek dan telah menjadi sejumlah kajian oleh sejumlah akademisi.

***

Berbicara visioner tampaknya tak ada habisnya ketika kita berkunjung ke Puri Agung Karangasem. Bahkan kian tegas ketika puzzle lainnya kita lihat di situs Taman Tirta Gangga. Jaraknya kurang lebih 7 kilometer dari Puri Agung Karangasem. Sesungguhnya kami telah dulu mengunjungi situs ini sebelum bertandang ke Puri Agung Karangasem.

Ada beberapa hal menarik yang berhasil kami tangkap di Taman Tirta Gangga dari penjelasan yang disampaikan oleh Anak Agung Made Kosalia, salah satu keluarga Puri Agung Karangasem yang kini sekaligus kini Bendesa Adat Karangasem. Pertama, Taman Tirta Gangga merupakan salah satu penciri/identitas Puri Agung Karangasem yang identik dengan taman airnya/ water palace­­-nya. Bahkan raja Karangasem Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem, the last rajah of Karangasem, mendirikan tidak hanya Tirta Gangga juga membangun taman air lainnya, Taman Soekasada Ujung yang juga menjadi penutup daripada kunjungan kami.

Kedua, Taman Tirta Gangga ini yang namanya sesungguhnya telah bertranformasi beberapa kali, didirikan oleh sang raja tidak hanya untuk kepuasan dirinya belaka, namun juga untuk kebahagiaan rakyat. Visi manunggaling kawolu gusti tampak terasa kian mengalir di Taman Tirta Gangga ini. Spirit inipun bahkan terus dicamkan oleh Anak Agung Made Kosalia dalam berbagai wujud, seperti dalam berbagi bentuk aksi volunteer, bantuan pendidikan, upacara adat, dan lain sebagainya. 

Ketiga adalah komitmen pengelolaan Situs Tirta Gangga ini. Bahwa sebuah heritage tidak cukup hanya diwariskan belaka, tetapi ada sebuah upaya dari generasi penerusnya untuk menjaga dan merawatnya sesuai perkembangan yang dibutuhkan di masa kini dan mendatang. Terbukti hospitality yang diupayakannya membuat Tirta Gangga meraih sejumlah penghargaaan sebagai sebuah destinasi yang memiliki akar sejarah-budaya yang unik dan pelayanan yang baik.

Sebuah hal yang tidak hanya patut dikagumi namun juga pantas ditiru. Kami pun menikmati kebersamaan kami di Taman Tirta Gangga. Aliran airnya yang jernih menyegarkan jiwa kami semua, melepaskan penat kami, dan melupakan sejenak tanggung jawab Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diamanatkan kepada kami semua sebagai sivitas akademika.

***

Acara kunjungan kami di Puri Agung Karangasem tak sekadar kunjungan belaka. Selain menimba ilmu, kami juga melakukan acara penghormatan untuk salah satu pendiri Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Udayana, Prof. Dr. Anak Agung Gde Putra Agung, S.U. yang juga merupakan salah satu putra (the big ten) raja Karangasem terakhir. Dengan sebuah buket bunga sederhana, lantunan doa bersama, dan membaca riwayat singkat, sesungguhnya menyiratkan pesan bahwa semangat pendiri prodi Ilmu Sejarah Universitas Udayana, akan senantiasa tumbuh mekar yang semerbaknya bisa tercium tidak hanya di tataran lokal juga global.

Hal ini senada dengan apa yang kami saksikan kemudian di kunjungan kami terakhir Situs Taman Soekasada Ujung. Di balik guyuran hujan yang berusaha menembus jas mantel Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, terpapar nyata betapa nilai-nilai lokal bisa bersanding secara apik dengan nilai-nilai global yang tampak pada arsitektur bergaya indis Taman Soekasada Ujung. Kami pulang ke Denpasar dengan lelah yang dijejali dengan penuh ide-ide segar yang menginisiasi lahir dan bathin. [T]

Penulis: I Kadek Surya Jayadi bersama Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana
Editor: Adnyana Ole

Catatan: Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana merupakan organisasi kemahasiswaan yang didirikan oleh sejarawan mendiang Drs. Ida Bagus Sidemen, S.U. Sebagai rumah bersama bagi sivitas akademika di lingkungan Program Studi Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana, organisasi ini berfokus pada penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diintegrasikan dengan pengembangan softskill serta karakter mahasiswa. Melalui semangat kekeluargaan, KEMAS berkomitmen melanjutkan visi pendirinya untuk menciptakan ruang belajar yang dinamis, peka terhadap nilai sejarah, budaya, dan serta memiliki kepedulian sosial dengan mengakselerasi nilai nilai budaya lokal berwawasan global demi kemajuan ilmu pengetahuan yang relevan dengan tantangan zaman.

Tags: karangasemProdi Sejarah UnudpuriPuri Agung KarangasemsejarahUnud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

HISKI Hadir di ‘Rumah untuk Bercerita”: Ketika Mendengar sebagai Pilihan

Next Post

Berkaca Pada Prambanan

Kadek Surya Jayadi

Kadek Surya Jayadi

Lahir di Sempidi 16 Maret 1995. Pernah mengenyam pendidikan di Program Studi Sastra Bali Universitas Udayana. Setamat dari jenjang S-1, ia melanjutkan studi S-2 di Prodi Ilmu Sejarah, Universitas Gadjah Mada. Kini pria yang akrab disapa Dek Uya, bekerja sebagai staff pengajar di Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana.

Related Posts

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails
Next Post
Berkaca Pada Prambanan

Berkaca Pada Prambanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bhisma yang Tak Pernah Mati di Kurukshetra: Membaca “Satya–Tyagya–Dharma” Karya Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn.
Ulas Rupa

Bhisma yang Tak Pernah Mati di Kurukshetra: Membaca “Satya–Tyagya–Dharma” Karya Prof. Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn.

DI Bali, mitos tidak pernah benar-benar menjadi masa lalu. Ia tidak hanya tinggal dalam lembar-lembar lontar atau cerita yang dituturkan...

by Angga Wijaya
August 7, 2026
Sudahi Isme-Ismemu Itu!
Kritik Seni

Sudahi Isme-Ismemu Itu!

ADA satu pertanyaan yang masih menjadi survei teratas ketika publik bertanya tentang karya seorang seniman. Karyamu ini gayanya apa? Abstrak,...

by Made Chandra
August 7, 2026
Indonesia dalam Secangkir Kopi
Esai

Indonesia dalam Secangkir Kopi

PAGI itu saya duduk di sebuah cafe kecil di pinggiran kota. Tidak ada yang istimewa. Meja kayu yang mulai kusam,...

by Ahmad Fatoni
August 7, 2026
Fakultas Bahasa dan Seni, UPMI Bali, Lepas 67 Sarjana dan Magister—‘Jangan Jadi Sarjana Kertas!
Pendidikan

Fakultas Bahasa dan Seni, UPMI Bali, Lepas 67 Sarjana dan Magister—‘Jangan Jadi Sarjana Kertas!

“HARI ini saya tidak sedang melihat sekelompok calon wisudawan. Saya sedang melihat sekumpulan wajah yang menyimpan cerita perjalanan yang berbeda-beda.”...

by Dede Putra Wiguna
August 7, 2026
“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan
Ulas Film

“Tung Tung Uma”: Ketika Sawah Menjadi Medan Pertaruhan

ADA satu hal yang langsung terasa begitu duduk menonton Tung Tung Uma, bagaimana Amrita Dharma memetakan setiap adegannya dengan begitu...

by Satria Aditya
August 7, 2026
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  
Tualang

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
“Rumah”, Seni Instalasi Ni Nyoman Sani
Ulas Rupa

“Rumah”, Seni Instalasi Ni Nyoman Sani

PADA 10 April hingga 30 Juni 2026 lalu digelar pameran 12 Perupa Perempuan Indonesia. Perhelatan ini diinisiasi Indonesian Women Artists...

by Hartanto
August 7, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“Gigolo Pendidikan”, Oemar Bakrie, dan Saat Kasih Sayang Guru Menjadi Barang Premium

BEBERAPA hari lalu saya iseng melontarkan istilah yang terdengar keterlaluan.  Gigodik, “Gigolo Pendidikan”. Bayangan saya sederhana. Jangan-jangan sekarang ada "profesi"...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 7, 2026
Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak
Khas

Usaha Menumbuhkan Sanggar Putri Nyale dan Menata Masa Depan Dramatari Sasak

DI ruang aula SMAN 4 Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, beberapa pemuda-pemudi dari Sanggar Putri Nyale duduk di kursi...

by Jaswanto
August 7, 2026
Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan
Khas

Pentingnya Kursus Bahasa Inggris untuk Semua Kalangan

“Pentingnya kursus bahasa Inggris untuk semua kalangan tidak bisa diragukan lagi. Bahasa Inggris penting sebagai bahasa global, untuk dunia kerja,...

by tatkala
August 6, 2026
Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis
Esai

Bali, Surga dengan Kemacetan Kronis

Dampak Pembangunan Brutal dan Ugal-ugalan, Ledakan Kendaraan Tanpa Jeda, atau Buruknya Transportasi Umum? "Sanur makin macet, namun kenapa fasilitas wisata...

by Agung Sudarsa
August 6, 2026
Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi
Esai

Puisi dan Heidegger: Membebaskan Kata dari Cengkeraman Teknokrasi

COBA hentikan sejenak geseran jempol Anda di atas layar gawai. Di luar sana, dunia hari ini bergerak dalam ritme yang...

by Arief Rahzen
August 6, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co