10 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

Kadek Surya Jayadi by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
in Tualang
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma gerutu yang terucap, sebab memang telah musimnya hujan turun.  Hujan Februari di suasana Tahun Baru Imlek masihlah merupakan berkah. Berkah itu banyak wujudnya, salah satunya adalah kesempatan kami berkunjung ke Puri Agung Karangasem.

Hujan turun kian deras, namun gapura Puri Agung Karangasem seolah gentar menghadapinya. Seolah membiarkan kami tetap masuk ke dalam puri. Kori ini menjadi saksi siapa saja yang pernah berkunjung ke Puri ini. Banyak tokoh dunia yang tercatat berkunjung, salah satunya penyair dunia Rabindranath Tagore, yang dikenal salah satu puisinya berjudul the gardener.

Figure 1 Sumber KITLV

***

“Selamat datang di Puri Agung Karangasem”, demikian kalimat pembuka yang disampaikan Anak Agung Ayu Dewi Girindrawardani, salah satu angga/keluarga Puri Agung Karangasem yang menerima kunjungan kami.  Penyampaiannya halus, dalam bahasa Indonesia yang kental dialek khas Karangasemnya. Bagi yang peka, tuturan ini mencerminkan bagaimana sosok keluarga bangsawan tetap menjaga adabnya. Satu nilai yang telah diwariskan sejak turun temurun. Tutur sapanya menghangatkan suasana, di tengah dingin akibat gempuran hujan lebat.

Sambil menunggu hujan reda, Ibu Gung Dewi, demikian kami memanggilnya, menceritakan sekelumit sejarah Puri Agung Karangasem. Puri Agung Karangasem atau yang dikenal juga dengan sebuatan Puri Maskerdam, merupakan salah satu puri di Bali yang eksistensinya masih bertahan hingga kini. Arsitekturnya tetap dipertahankan sebagaimana dulunya, meski diakui telah mengalami sejumlah renovasi.

Soal arsitektur harus diakui jika Puri Agung Karangasem memiliki sejumlah kontur arsitektur yang unik. Perpaduan antara arsitektur Eropa, China, dan Bali tampak jelas dalam sejumlah ornamen, gaya bangunan, dan pilihan warna. Setiap bangunannnya pun memiliki semiotikanya masing-masing, dengan fungsi-fungsi yang berbeda. Ruang-ruang private-sakral dan ruang publik-pun diatur sedemikian rupa. Pada intinya, kami menangkap pesan harmoni di balik landscape Puri Agung Karangasem ini.

Harmoni tersebut tidak saja terlihat dalam penataan ruang/fisik/tangible, juga bagaimana harmoni itu mewujud pada ranah aktivitas/intangible. Leluhur Puri Agung Karangasem tampaknya telah menangkap satu visi ke depan tentang bagaimana menerjemahkan spirit manunggaling kawulo lan gusti.  Spirit ini tidak diterjemahkan secara sempit, tetapi sebagai spirit kolaborasi lintas etnis. Maka tampaklah kemudian bagaimana puri ini sangat erat hubungannya Islam yang mewujud dalam berbagai aspek dan telah menjadi sejumlah kajian oleh sejumlah akademisi.

***

Berbicara visioner tampaknya tak ada habisnya ketika kita berkunjung ke Puri Agung Karangasem. Bahkan kian tegas ketika puzzle lainnya kita lihat di situs Taman Tirta Gangga. Jaraknya kurang lebih 7 kilometer dari Puri Agung Karangasem. Sesungguhnya kami telah dulu mengunjungi situs ini sebelum bertandang ke Puri Agung Karangasem.

Ada beberapa hal menarik yang berhasil kami tangkap di Taman Tirta Gangga dari penjelasan yang disampaikan oleh Anak Agung Made Kosalia, salah satu keluarga Puri Agung Karangasem yang kini sekaligus kini Bendesa Adat Karangasem. Pertama, Taman Tirta Gangga merupakan salah satu penciri/identitas Puri Agung Karangasem yang identik dengan taman airnya/ water palace­­-nya. Bahkan raja Karangasem Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem, the last rajah of Karangasem, mendirikan tidak hanya Tirta Gangga juga membangun taman air lainnya, Taman Soekasada Ujung yang juga menjadi penutup daripada kunjungan kami.

Kedua, Taman Tirta Gangga ini yang namanya sesungguhnya telah bertranformasi beberapa kali, didirikan oleh sang raja tidak hanya untuk kepuasan dirinya belaka, namun juga untuk kebahagiaan rakyat. Visi manunggaling kawolu gusti tampak terasa kian mengalir di Taman Tirta Gangga ini. Spirit inipun bahkan terus dicamkan oleh Anak Agung Made Kosalia dalam berbagai wujud, seperti dalam berbagi bentuk aksi volunteer, bantuan pendidikan, upacara adat, dan lain sebagainya. 

Ketiga adalah komitmen pengelolaan Situs Tirta Gangga ini. Bahwa sebuah heritage tidak cukup hanya diwariskan belaka, tetapi ada sebuah upaya dari generasi penerusnya untuk menjaga dan merawatnya sesuai perkembangan yang dibutuhkan di masa kini dan mendatang. Terbukti hospitality yang diupayakannya membuat Tirta Gangga meraih sejumlah penghargaaan sebagai sebuah destinasi yang memiliki akar sejarah-budaya yang unik dan pelayanan yang baik.

Sebuah hal yang tidak hanya patut dikagumi namun juga pantas ditiru. Kami pun menikmati kebersamaan kami di Taman Tirta Gangga. Aliran airnya yang jernih menyegarkan jiwa kami semua, melepaskan penat kami, dan melupakan sejenak tanggung jawab Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diamanatkan kepada kami semua sebagai sivitas akademika.

***

Acara kunjungan kami di Puri Agung Karangasem tak sekadar kunjungan belaka. Selain menimba ilmu, kami juga melakukan acara penghormatan untuk salah satu pendiri Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Udayana, Prof. Dr. Anak Agung Gde Putra Agung, S.U. yang juga merupakan salah satu putra (the big ten) raja Karangasem terakhir. Dengan sebuah buket bunga sederhana, lantunan doa bersama, dan membaca riwayat singkat, sesungguhnya menyiratkan pesan bahwa semangat pendiri prodi Ilmu Sejarah Universitas Udayana, akan senantiasa tumbuh mekar yang semerbaknya bisa tercium tidak hanya di tataran lokal juga global.

Hal ini senada dengan apa yang kami saksikan kemudian di kunjungan kami terakhir Situs Taman Soekasada Ujung. Di balik guyuran hujan yang berusaha menembus jas mantel Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, terpapar nyata betapa nilai-nilai lokal bisa bersanding secara apik dengan nilai-nilai global yang tampak pada arsitektur bergaya indis Taman Soekasada Ujung. Kami pulang ke Denpasar dengan lelah yang dijejali dengan penuh ide-ide segar yang menginisiasi lahir dan bathin. [T]

Penulis: I Kadek Surya Jayadi bersama Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana
Editor: Adnyana Ole

Catatan: Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana merupakan organisasi kemahasiswaan yang didirikan oleh sejarawan mendiang Drs. Ida Bagus Sidemen, S.U. Sebagai rumah bersama bagi sivitas akademika di lingkungan Program Studi Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana, organisasi ini berfokus pada penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diintegrasikan dengan pengembangan softskill serta karakter mahasiswa. Melalui semangat kekeluargaan, KEMAS berkomitmen melanjutkan visi pendirinya untuk menciptakan ruang belajar yang dinamis, peka terhadap nilai sejarah, budaya, dan serta memiliki kepedulian sosial dengan mengakselerasi nilai nilai budaya lokal berwawasan global demi kemajuan ilmu pengetahuan yang relevan dengan tantangan zaman.

Tags: karangasemProdi Sejarah UnudpuriPuri Agung KarangasemsejarahUnud
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

HISKI Hadir di ‘Rumah untuk Bercerita”: Ketika Mendengar sebagai Pilihan

Next Post

Berkaca Pada Prambanan

Kadek Surya Jayadi

Kadek Surya Jayadi

Lahir di Sempidi 16 Maret 1995. Pernah mengenyam pendidikan di Program Studi Sastra Bali Universitas Udayana. Setamat dari jenjang S-1, ia melanjutkan studi S-2 di Prodi Ilmu Sejarah, Universitas Gadjah Mada. Kini pria yang akrab disapa Dek Uya, bekerja sebagai staff pengajar di Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana.

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post
Berkaca Pada Prambanan

Berkaca Pada Prambanan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

“In Money We Trust”, Kembalikan Baliku Padaku

SIDANG pembaca yang budiman, akhir-akhir ini ramai dibicarakan orang, menyoal lontaran Arya Wedakarna (AWK). Di tengah polemik tentang pengalaman sejumlah...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 9, 2026
Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik
Buku Tatkala

Sandyakalaning Demokrasi — Sekumpulan Esai Sosial dan Politik

Judul: Sandyakalaning Demokrasi - Sekumpulan Esai Sosial dan Politik Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Teddy Chrisprimanata Putra ISBN: Masih...

by Buku Tatkala
October 9, 2026
 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki
Ulas Film

 “Kembalikan Kedua Orang Tuaku!” Begitu Seorang Anak Memohon Pada Film “Spirited Away” Karya Hayao Miyazaki

SUDAH bertahun-tahun semenjak film ini lahir, saya tak pernah sekalipun menonton film-film Ghibli. Karena terhalang kendala biaya, juga karena saya...

by Wisnu Oktaditya
October 9, 2026
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University
Persona

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Transformasi Kontrak Digital dan Masa Depan Notaris Indonesia…

SEMUA orang bicara kontrak/perjanjian digital. Apakah ini hanya tren teknologi, atau sudah menjadi realitas hukum? Perkembangan teknologi digitalisasi begitu pesatnya,...

by I Made Pria Dharsana
October 8, 2026
“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya
Panggung

“Samarasā”: Ubud Writers & Readers Festival 2026 Mengajak Masyarakat Saling Memahami Lewat Sastra dan Budaya

MEMAHAMI orang lain tidak selalu mudah. Apalagi ketika perbedaan pandangan semakin sering memisahkan, percakapan berubah menjadi perdebatan, dan orang lebih...

by Dede Putra Wiguna
October 8, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Kita Semua Sehat, Sampai Tubuh Menuntut Tagihannya

KAPAN terakhir kali kita bertanya, "Gimana kabar mental gue hari ini?" Kita hafal jadwal servis motor. Kita ingat tanggal bayar...

by Tri Nugroho Adi
October 8, 2026
Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca
Esai

Mengubah Cara Pandang terhadap Pembelajaran Membaca

MEMBACA selama ini kerap diposisikan sebagai keterampilan reseptif dalam pembelajaran bahasa. Bersama menyimak, membaca dipahami sebagai keterampilan untuk menerima bahasa,...

by I Kadek Adhi Dwipayana
October 8, 2026
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti
Ulas Buku

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

by Emi Suy
October 8, 2026
Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal
Esai

Independensi Ceng-Ceng dalam Lomba Ceng-Ceng Kreasi Kelurahan Kapal

LOMBA ceng-ceng kreasi diselenggarakan oleh Kelurahan Kapal sebagai bagian dari rangkaian Porseni dan Jong Fest 2026. Sebagai salah satu tangkai...

by Wayan Diana Putra
October 8, 2026
Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru
Pameran

Pameran “EVOLUSI” Kawan Nusantara 2026: Warisan Nusantara yang Menemukan Bentuk Baru

KETIKA mengunjungi pameran ini, jangan kaget jika menemukan warisan budaya seperti tenun, batik, dan berbagai perhiasan yang beradaptasi dengan zaman,...

by Nyoman Budarsana
October 8, 2026
Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan
Kuliner

Belajar Mengenal Prancis dari Meja Makan

BAGI orang Indonesia, keju bukan makanan yang hadir setiap hari di meja makan. Karena itu, ketika dua belas peserta berkumpul...

by Rusdy Ulu
October 8, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co