2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gunung Galunggung: Wisata dengan Aura Mistis

Chusmeru by Chusmeru
October 7, 2025
in Tualang
Gunung Galunggung: Wisata dengan Aura Mistis

Kawah Gunung Galunggung/ Foto Dok.Sari

MENJULANG di ketinggian 2.167 mdpl, Gunung Galunggung menjadi salah satu objek wisata yang ikonik di Jawa Barat. Gunung Galunggung  yang berada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya ini memiliki pesona tersendiri bagi wisatawan maupun pecinta alam. Nama Gunung Galunggung kian banyak dikenal orang sejak erupsi dahsyat pada tahun 1982.

Meski sering dikaitkan dengan cerita horor dan aura mistis, Gunung Galunggung tetap memiliki daya tarik bagi wisatawan. Gunung Galunggung juga menjadi tujuan favorit bagi para pendaki. Banyak spot untuk berkemah dengan rerumputan yang luas, rata, dan menghijau.

Area Parkir Gunung Galungung | Foto Dok.Penulis

Aksesibilitas menuju Gunung Galunggung cukup mudah. Dari kota Tasikmalaya berjarak sekitar 22 kilometer dengan waktu tempuh berkendara 50 menit. Jam bukanya pun terbilang panjang, dari pukul 07.00 – 21.00, sedangkan untuk akhir pekan hingga pukul 23.00. Tiket masuk 15.000 rupiah per orang. Tidak dipungut biaya parkir, alias gratis.

Kawah Gunung Galunggung menjadi tujuan yang banyak diburu wisatawan. Dikutip dari perhutani.co.id, kawah Gunung Galunggung terbentuk usai erupsi pada tahun 1982. Semakin hari, kawah tersebut semakin terisi air. Air kawah yang berwarna hijau juga terlihat menarik. Bibir kawah biasa digunakan untuk camping bagi pengunjung yang menggemari kegiatan ini.

Ada dua cara menuju kawah Gunung Galunggung. Pengunjung dapat berjalan kaki menaiki tangga kuning menuju kawah. Tersedia pula layanan kendaraan ojek dengan tarif 22.000 rupiah. Para pengemudi ojek dengan terampil mengantar pengunjung ke kawah Gunung Galunggung.

Daya Tarik Gunung Galungung

Penulis berkesempatan melihat Gunung Galunggung secara dekat. Pemandangan begitu indah. Udaranya sejuk. Sisa-sisa letusan Gunung Galunggung kini terbalut dengan hutan dan pepohonan yang menghijau.

Gerbang Gunung Galunggung | Foto Dok.Penulis

Kawah Gunung Galungung menjadi daya tarik utama wisatawan. Kawah ini terbentuk dari letusan hebat Galunggung pada tahun 1982 silam. Wisatawan dapat menikmati pesona kawah sambil bersantai bersama teman atau keluarga. Bagi pengunjung yang kelelahan, tersedia banyak warung yang menyediakan minuman dan makanan ringan.

“Kalau hari Sabtu dan Minggu pengunjung banyak sekali. Parkir mobil sampai penuh,” kata Nurlela (43 tahun), pedagang warung di Gunung Galunggung.

Gunung Galunggung juga memiliki air terjun atau curug yang menawan. Sebelum menuju kawah, di lereng Galunggung terdapat Curug Panoongan, yang dalam bahasa Sunda berarti penglihatan. Curug ini berada di bebukitan yang lebat. Ada pula Curug Cikahuripan yang menawarkan gemericik air. Cikahuripan berarti air kehidupan. Air terjun yang cukup besar di Galunggung adalah Curug Agung. Pemandangan alamnya begitu eksotis.

Di kaki Gunung Galunggung terdapat pemandian air panas di Cipanas. Daya tarik wisata ini banyak dikunjungi wisatawan, baik individu maupun keluarga. Air panasnya yang alami selain dapat menghangatkan tubuh, juga dipercaya masyarakat dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Kawah Gunung Galunggung | Foto Dok.Sari

Wisatawan yang ingin menikmati keindahan Gunung Galunggung sembari santai dan menginap, tersedia area untuk kemping. Berada di lokasi jalur menuju kawah, terdapat Bukit Nangreu yang kerap digunakan sebagai perkemahan. Tersedia penyewaan tenda. Udara yang sejuk dan pepohonan pinus membuat pengunjung merasa betah berkemah di Bukit Nangreu.

Aura Mistis

Sebagaimana gunung di daerah lain, Gunung Galunggung bukan hanya menawarkan pemandangan alam yang indah, namun juga menyimpan mitos dan aura mistis di dalamnya. Letusan dahsyat tahun 1982 lalu sempat hampir menimbulkan kecelakaan pesawat British Airways rute penerbangan London – Auckland, Selandia Baru.

Menuju puncak Gunung Galungung, pengunjung harus melewati 650 anak tangga. Akses ini banyak digunakan pengunjung karena lebih mudah, meski aura mistis menyelimuti di sekilingnya. Tidak sedikit pengunjung yang kelelahan dan harus beristirahat terlebih dahulu.

Tugu Erupsi Galunggung | Foto: Dok.Sari

Banyak misteri dan aura mistis yang belum terpecahkan hingga saat ini. Mitosnya, terdapat ikan berwujud mirip manusia yang berada di kawah. Menurut kisah, ikan tersebut memiliki kekuatan gaib sehingga tidak bisa dilihat oleh sembarang orang.  Ikan besar itu kerap muncul dan menampakkan diri di sisi-sisi danau kawah saat waktu tertentu. Biasanya pengunjung juga akan didatangi ikan tersebut lewat mimpi (merdeka.com, 28/11/2023). Sejauh mana kebenaran cerita tersebut, hanya masyarakat setempat yang dapat menjelaskan.

“Menurut orang tua saya di kawah ada ikan Layung yang berwarna kuning. Konon itu ikan gaib yang muncul bila akan terjadi musibah di Galunggung,” cerita Nurlela yang sudah berdagang di Gunung Galunggung selama 10 tahun.

Cerita mistis lain dari Gunung Galunggung adalah mengenai keberadaan siluman kera yang diyakini sebagai sumber kerajaan kera di sekitaran Jawa Barat. Kera-kera tersebut konon dipimpin oleh sosok raja kera gaib berwujud raksasa dan memiliki kekuatan mistis.

Sosok kera ini menurut mitosnya mempengaruhi energi yang ada di sekitar Gunung Galunggung. Mitos ini mengaitkan adanya larangan pesawat melintas di atas gunung ini, karena akan terganggu frekuensinya. Keberadaan kerajaan kera ini dipercaya masyarakat berada di puncak gunung.

Tangga Kuning Menuju Kawah | Foto Dok.Penulis

Meski belum bisa dibuktikan secara ilmiah mengenai keberadaan sosok kera gaib raksasa itu, banyak warga menjaga kelestarian alam karena khawatir ada gangguan gaib dari sang raja kera; lantaran konon apabila alamnya dirusak, sering terjadi serangan kera kepada manusia. Walau terkenal akan cerita mistisnya, Gunung Galunggung  tetap sering dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara (kumparan.com, 3/9/2021).

Seperti halnya laut, gunung di mana pun sarat dengan mitos, dekat dengan mistis. Gunung dapat berbicara lewat fenomena alamnya. Bila manusia memperlakukan gunung dengan ramah, maka ia akan bersikap ramah kepada manusia. Itulah pentingnya kearifan lokal untuk menyayangi semesta. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Objek Wisata Ciung Wanara: Legenda Sarat Intrik Politik
Wisata Kesehatan Jamu Kalibakung: Inovasi Edukatif dalam Berwisata
Dari Sodong ke Srandil: Wisata Pantai Berbalut Mitos
Tags: Gunung GalunggungPariwisataTasikmalayawisatawisata alam
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Mimpi, Melampaui Pikiran

Next Post

Tiba-Tiba Vila | Sebuah Catatan Budaya

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post
Tiba-Tiba Vila | Sebuah Catatan Budaya

Tiba-Tiba Vila | Sebuah Catatan Budaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co