23 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Gunung Galunggung: Wisata dengan Aura Mistis

Chusmeru by Chusmeru
October 7, 2025
in Tualang
Gunung Galunggung: Wisata dengan Aura Mistis

Kawah Gunung Galunggung/ Foto Dok.Sari

MENJULANG di ketinggian 2.167 mdpl, Gunung Galunggung menjadi salah satu objek wisata yang ikonik di Jawa Barat. Gunung Galunggung  yang berada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya ini memiliki pesona tersendiri bagi wisatawan maupun pecinta alam. Nama Gunung Galunggung kian banyak dikenal orang sejak erupsi dahsyat pada tahun 1982.

Meski sering dikaitkan dengan cerita horor dan aura mistis, Gunung Galunggung tetap memiliki daya tarik bagi wisatawan. Gunung Galunggung juga menjadi tujuan favorit bagi para pendaki. Banyak spot untuk berkemah dengan rerumputan yang luas, rata, dan menghijau.

Area Parkir Gunung Galungung | Foto Dok.Penulis

Aksesibilitas menuju Gunung Galunggung cukup mudah. Dari kota Tasikmalaya berjarak sekitar 22 kilometer dengan waktu tempuh berkendara 50 menit. Jam bukanya pun terbilang panjang, dari pukul 07.00 – 21.00, sedangkan untuk akhir pekan hingga pukul 23.00. Tiket masuk 15.000 rupiah per orang. Tidak dipungut biaya parkir, alias gratis.

Kawah Gunung Galunggung menjadi tujuan yang banyak diburu wisatawan. Dikutip dari perhutani.co.id, kawah Gunung Galunggung terbentuk usai erupsi pada tahun 1982. Semakin hari, kawah tersebut semakin terisi air. Air kawah yang berwarna hijau juga terlihat menarik. Bibir kawah biasa digunakan untuk camping bagi pengunjung yang menggemari kegiatan ini.

Ada dua cara menuju kawah Gunung Galunggung. Pengunjung dapat berjalan kaki menaiki tangga kuning menuju kawah. Tersedia pula layanan kendaraan ojek dengan tarif 22.000 rupiah. Para pengemudi ojek dengan terampil mengantar pengunjung ke kawah Gunung Galunggung.

Daya Tarik Gunung Galungung

Penulis berkesempatan melihat Gunung Galunggung secara dekat. Pemandangan begitu indah. Udaranya sejuk. Sisa-sisa letusan Gunung Galunggung kini terbalut dengan hutan dan pepohonan yang menghijau.

Gerbang Gunung Galunggung | Foto Dok.Penulis

Kawah Gunung Galungung menjadi daya tarik utama wisatawan. Kawah ini terbentuk dari letusan hebat Galunggung pada tahun 1982 silam. Wisatawan dapat menikmati pesona kawah sambil bersantai bersama teman atau keluarga. Bagi pengunjung yang kelelahan, tersedia banyak warung yang menyediakan minuman dan makanan ringan.

“Kalau hari Sabtu dan Minggu pengunjung banyak sekali. Parkir mobil sampai penuh,” kata Nurlela (43 tahun), pedagang warung di Gunung Galunggung.

Gunung Galunggung juga memiliki air terjun atau curug yang menawan. Sebelum menuju kawah, di lereng Galunggung terdapat Curug Panoongan, yang dalam bahasa Sunda berarti penglihatan. Curug ini berada di bebukitan yang lebat. Ada pula Curug Cikahuripan yang menawarkan gemericik air. Cikahuripan berarti air kehidupan. Air terjun yang cukup besar di Galunggung adalah Curug Agung. Pemandangan alamnya begitu eksotis.

Di kaki Gunung Galunggung terdapat pemandian air panas di Cipanas. Daya tarik wisata ini banyak dikunjungi wisatawan, baik individu maupun keluarga. Air panasnya yang alami selain dapat menghangatkan tubuh, juga dipercaya masyarakat dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Kawah Gunung Galunggung | Foto Dok.Sari

Wisatawan yang ingin menikmati keindahan Gunung Galunggung sembari santai dan menginap, tersedia area untuk kemping. Berada di lokasi jalur menuju kawah, terdapat Bukit Nangreu yang kerap digunakan sebagai perkemahan. Tersedia penyewaan tenda. Udara yang sejuk dan pepohonan pinus membuat pengunjung merasa betah berkemah di Bukit Nangreu.

Aura Mistis

Sebagaimana gunung di daerah lain, Gunung Galunggung bukan hanya menawarkan pemandangan alam yang indah, namun juga menyimpan mitos dan aura mistis di dalamnya. Letusan dahsyat tahun 1982 lalu sempat hampir menimbulkan kecelakaan pesawat British Airways rute penerbangan London – Auckland, Selandia Baru.

Menuju puncak Gunung Galungung, pengunjung harus melewati 650 anak tangga. Akses ini banyak digunakan pengunjung karena lebih mudah, meski aura mistis menyelimuti di sekilingnya. Tidak sedikit pengunjung yang kelelahan dan harus beristirahat terlebih dahulu.

Tugu Erupsi Galunggung | Foto: Dok.Sari

Banyak misteri dan aura mistis yang belum terpecahkan hingga saat ini. Mitosnya, terdapat ikan berwujud mirip manusia yang berada di kawah. Menurut kisah, ikan tersebut memiliki kekuatan gaib sehingga tidak bisa dilihat oleh sembarang orang.  Ikan besar itu kerap muncul dan menampakkan diri di sisi-sisi danau kawah saat waktu tertentu. Biasanya pengunjung juga akan didatangi ikan tersebut lewat mimpi (merdeka.com, 28/11/2023). Sejauh mana kebenaran cerita tersebut, hanya masyarakat setempat yang dapat menjelaskan.

“Menurut orang tua saya di kawah ada ikan Layung yang berwarna kuning. Konon itu ikan gaib yang muncul bila akan terjadi musibah di Galunggung,” cerita Nurlela yang sudah berdagang di Gunung Galunggung selama 10 tahun.

Cerita mistis lain dari Gunung Galunggung adalah mengenai keberadaan siluman kera yang diyakini sebagai sumber kerajaan kera di sekitaran Jawa Barat. Kera-kera tersebut konon dipimpin oleh sosok raja kera gaib berwujud raksasa dan memiliki kekuatan mistis.

Sosok kera ini menurut mitosnya mempengaruhi energi yang ada di sekitar Gunung Galunggung. Mitos ini mengaitkan adanya larangan pesawat melintas di atas gunung ini, karena akan terganggu frekuensinya. Keberadaan kerajaan kera ini dipercaya masyarakat berada di puncak gunung.

Tangga Kuning Menuju Kawah | Foto Dok.Penulis

Meski belum bisa dibuktikan secara ilmiah mengenai keberadaan sosok kera gaib raksasa itu, banyak warga menjaga kelestarian alam karena khawatir ada gangguan gaib dari sang raja kera; lantaran konon apabila alamnya dirusak, sering terjadi serangan kera kepada manusia. Walau terkenal akan cerita mistisnya, Gunung Galunggung  tetap sering dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara (kumparan.com, 3/9/2021).

Seperti halnya laut, gunung di mana pun sarat dengan mitos, dekat dengan mistis. Gunung dapat berbicara lewat fenomena alamnya. Bila manusia memperlakukan gunung dengan ramah, maka ia akan bersikap ramah kepada manusia. Itulah pentingnya kearifan lokal untuk menyayangi semesta. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

  • BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU
Objek Wisata Ciung Wanara: Legenda Sarat Intrik Politik
Wisata Kesehatan Jamu Kalibakung: Inovasi Edukatif dalam Berwisata
Dari Sodong ke Srandil: Wisata Pantai Berbalut Mitos
Tags: Gunung GalunggungPariwisataTasikmalayawisatawisata alam
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Membaca Mimpi, Melampaui Pikiran

Next Post

Tiba-Tiba Vila | Sebuah Catatan Budaya

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails
Next Post
Tiba-Tiba Vila | Sebuah Catatan Budaya

Tiba-Tiba Vila | Sebuah Catatan Budaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [4]: Kerumunan yang Tidak Bisa Dibaca

PADA 2010, sebuah platform bernama Nulisbuku.com mulai beroperasi dengan premis yang terdengar sangat sederhana sekaligus sangat radikal: siapa pun bisa...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Renungan Meja Makan
Esai

Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

by Angga Wijaya
August 22, 2026
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native
Esai

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar
Lingkungan

Jaga Ekosistem Alam dan Lingkungan di Buleleng, Wabup Supriatna Lepaskan Tukik dan Bersihkan Saluran di Pantai Banjar

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menguatkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kegiatan Bersih Pantai dan Pelepasan Tukik di Pantai Banjar,...

by tatkala
August 21, 2026
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata
Esai

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [3]: Melayani Pembaca: Ketika Penulis Berhenti Memimpin

SESUATU bergeser setelah Ayat-Ayat Cinta menjadi fenomena nasional yang mengubah lanskap penerbitan Indonesia. Ayat-Ayat Cinta terbit pada 2004, segera menjadi...

by Andre Syahreza
August 22, 2026
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan
Tualang

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang
Esai

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?
Esai

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal
Ekonomi

Buleleng Punya Kekayaan Sumber Daya Pangan Melimpah sebagai Modal Utama Melakukan Inovasi Pangan Lokal

BULELENG | TATKALA – Kabupaten Buleleng memiliki kekayaan sumber daya pangan yang melimpah. Mulai dari umbi-umbian, buah-buahan, hasil pertanian, peternakan,...

by tatkala
August 20, 2026
Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026
Khas

Sugi Lanus Bedah Akar “Brain Drain” dan Masa Depan Talenta Bali Utara di Buleleng Festival 2026

Masa depan sumber daya manusia di Bali Utara menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam rangkaian agenda budaya tahunan Buleleng...

by Komang Puja Savitri
August 20, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co