24 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Sodong ke Srandil: Wisata Pantai Berbalut Mitos

Chusmeru by Chusmeru
September 22, 2025
in Tualang
Dari Sodong ke Srandil: Wisata Pantai Berbalut Mitos

Pantai Sodong setelah diterjang ombak besar / Foto.Dok Penulis

KABUPATEN Cilacap, Jawa Tengah dikenal masyarakat karena keberadaan Pulau Nusakambangan. Di pulau ini terdapat penjara dengan kategori pengamanan super maksimal. Beberapa nama penting pernah menghuni penjara di Nusakambangan, baik yang tersangkut kasus pembunuhan, korupsi, terorisme, maupun narkotika. Sebut saja nama Tommy Soeharto, Johny Indo, Bob Hasan, Trio Bom Bali Amrozi, Imam Samudera, dan Mukhlas, hingga bandar narkoba Freddy Budiman.

Namun Cilacap bukan hanya dikenal karena Nusakambangan. Kabupaten yang berada di pesisir selatan Jawa Tengah ini memiliki banyak objek dan daya tarik wisata. Di kota Cilacap sendiri ada objek wisata sejarah Benteng Pendem dan Pantai Teluk Penyu. Kedua objek wisata ini ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada hari Sabtu dan Minggu.

Bergeser ke arah timur dari kota Cilacap, terdapat potensi objek wisata Pantai Sodong dan wisata budaya dan spiritual Gunung Srandil yang terletak di Kecamatan Adipala. Pantai Sodong berada di Desa Karangbenda. Sedangkan Gunung Srandil terletak di Desa Glempangpasir. Pada hari-hari tertentu kedua objek wisata itu banyak dikunjungi wisatawan.

Pantai Sodong penuh sampah akibat ombak besar | Foto Dok.Penulis

Melihat potensi wisata di Pantai Sodong dan Srandil, tim peneliti dari Fisip Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto melakukan kajian dan riset tentang “Strategi Pemberdayaan  Masyarakat dalam Pengembangan Potensi Ekowisata Pantai dengan Community Based Tourism (CBT) dan  Kearifan Lokal di Cilacap Jawa Tengah”.

Riset yang diketuai oleh Tri Nugroho Adi dengan anggota Agus Ganjar Runtiko dan Petrus Imam Prawoto Jati, ingin melihat sejauh mana objek wisata tersebut dapat dikembangkan dengan konsep ekowisata dan CBT dengan memperhatikan kearifan lokal. Riset ini menjadi urgen untuk dilakukan, karena banyak pengelolaan objek wisata yang mengabaikan faktor lingkungan dan peran serta masyarakat.

Diterjang Ombak Besar

Pantai Sodong memiliki pesona yang indah. Pantai yang berpasir hitam ini memiliki keunikan, karena adanya pohon cemara yang tumbuh di sepanjang pesisir pantai. Sejauh mata memandang, wisatawan akan disuguhi deburan ombak Pantai Sodong serta Samudera Hindia yang luas.

Tiket masuk pun relatif murah, hanya 6.500 rupiah per orang. Selain menikmati debur ombak, wisatawan juga dapat mencicipi kuliner khas Pantai Sodong dengan harga yang terjangkau. Banyak warung makan yang menyajikan menu kelapa muda hijau dan tempe mendoan, yaitu tempe yang digoreng setengah matang dengan dibalut tepung.

Menikmati kuliner khas Pantai Sodong | Foto Dok.Penulis

Sarana dan prasarana wisata cukup memadai. Terdapat lahan parkir yang luas dan aneka spot foto yang menarik. Sayangnya, ketika tim peneliti mengunjungi Pantai Sodong, kondisi sarana dan prasarana banyak yang rusak karena diterjang ombak besar di pertengahan bulan Agustus. Sebagian besar warung rusak. Sampah di pantai pun tampak menumpuk.

Dampak terjangan ombak cukup serius. Warung-warung tepi pantai dan fasilitas umum seperti kamar mandi rusak berat akibat hantaman ombak dan rob. Akses jalan menuju pantai juga terendam dan mengalami kerusakan signifikan. Air laut pasang maksimum masuk hingga ke area wisata dan permukiman dengan ketinggian banjir mencapai 5 meter di titik tertentu, mengganggu aktivitas warga dan wisatawan.

Gelombang tinggi menggerus bibir pantai, melemahkan garis pantai yang sebelumnya stabil. Tanggul yang ada terbukti kurang efektif menahan gelombang laut. Usaha kecil seperti warung pedagang mengalami kerugian finansial akibat kerusakan barang. Hal itu dirasakan oleh Sumarsih, salah satu pemilik warung di Pantai Sodong.

“ Aktivitas wisata menurun dan beberapa area ditutup sementara demi keselamatan,” ujar Sumarsih.

Oleh karena itulah diperlukan strategi pemulihan dan mitigasi risiko rob Pantai Sodong. Pendekatan holistik diperlukan untuk mitigasi risiko rob dan pemulihan berkelanjutan Pantai Sodong. Pembangunan dan perawatan pemecah gelombang belum optimal, perencanaan tidak komprehensif.

“Pemetaan risiko dan pemulihan ekonomi harus segera dilakukan,” kata Tri Nugroho Adi selaku Ketua Tim Penelitian Fisip Unsoed.

Pintu gerbang Gunung Srandil | Foto Dok.Penulis

Petilasan Eyang Gusti Agung Sultan Murahidi | Foto Dok. TNA

Namun, di balik Pantai Sodong yang berombak besar, tersimpan mitos yang menarik. Banyak pengunjung pada malam Jumat Kliwon melakukan tirakat di bibir pantai. Mereka biasanya membawa sesaji dan melakukan semedi hingga larut malam. Tujuan para pengunjung selain tirakat juga mencari berkah atau dalam bahasa Jawanya ngalap berkah, memohon kepada Sang Pencipta untuk mendapatkan berkah.

Pantai Sodong memang menyimpan misteri dan mitos sebagaimana pantai di Laut Selatan. Sosok Nyi Roro Kidul kerap dipersonifikasikan sebagai penguasa Pantai Selatan. Menurut Sumarsih yang sudah bertahun-tahun berjualan di Pantai Sodong, pengunjung di malam Jumat Kliwon bisa mencapai puluhan orang.

“Saya sendiri belum pernah melihat makhluk halus di Pantai Sodong,” kata Sumarsih menutup cerita.

Srandil, Syaratnya Adil

Sekitar dua kilometer ke arah timur dari Pantai Sodong terdapat objek wisata budaya dan spiritual Gunung Srandil. Tidak seperti lazimnya sebuah gunung, Srandil merupakan bukit karang yang menjulang tinggi di tepian pantai. Srandil menyimpan banyak misteri yang berbalut mitos.

Penulis dan peneliti Unsoed bersama juru kunci Srandil | Foto Dok.Budi Y

Menurut juru kunci Gunung Srandil Suwarto, bebukitan karang itu oleh masyarakat setempat disebut gunung yang disakralkan dari dulu hingga sekarang. Terdapat pula paguyuban masyarakat penghayat kepercayaan di sekitar Srandil. Nama Srandil menurut Suwarto berasal dari singkatan bahasa Jawa, yaitu sarananing adil atau syaratnya adil. Srandil dianggap sebagai tempat meditasi dan berdoa bagi mereka yang ingin mendapatkan keadilan.

Pengunjung Srandil tidak pernah sepi setiap harinya. Mereka datang dari berbagai daerah, bahkan dari luar Jawa banyak yang datang. Pada malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon di bulan Suro pengunjung bisa mencapai ratusan orang. Motivasi pengunjung bermacam-macam, seperti tirakat dan meditasi untuk mendapatkan berkah jabatan yang lebih baik, mendapat jodoh, maupun rizki.

Mitos tentang Srandil dapat dilihat dari beberapa petilasan atau persinggahan yang berada di dalam lokasi. Memasuki Srandil akan ditemui petilasan Eyang Gusti Agung Sultan Murahidi. Menurut juru kunci Srandil, petilasan ini dipercaya sebagai pengejawantahan Prabu Brawijaya V.

Tiga puluh meter di sebelahnya ada petilasan Eyang Tunggul Sabdo Jati Doyo Amung Rogo atau yang biasa disebut Eyang Semar. Terdapat berbagai ornamen dan patung Semar di petilasan ini. Semar merupakan tokoh punakawan dalam pewayangan Jawa yang sangat dihormati. Di sebelahnya ada petilasan Nini Dewi Tunjung Sekar Sari, yang dianggap sebagai istri Eyang Semar.

Penulis dan peneliti Unsoed bersama juru kunci Srandil | Foto Dok.Budi Y

Pernah terjadi peristiwa unik di petilasan Eyang Semar. Diceritakan oleh Suwarto, ada beberapa pengunjung dari luar negeri yang melakukan semedi. Tiba-tiba ada seorang di antara mereka yang kesurupan dan berbicara dengan bahasa Jawa dengan fasih. Ketika sadar kembali, ia berbahasa Inggris lagi dan tak mengerti bahasa Jawa.

Di puncak Gunung Srandil terdapat petilasan Eyang Langlang Buana. Petilasan ini dianggap sakral dan memiliki mitos terkait kewibawaan dan kekuasaan. Menurut juru kunci, petilasan  Eyang Langlang Buana sering dikunjungi para politisi dan pejabat untuk mendapat berkah.

“Mantan Presiden Soeharto dulu mendapat wangsit di sini,” tutur juru kunci Srandil.

Petilasan Eyang Semar | Foto.Dok TNA

Di bagian luar Srandil, di bibir pantai terdapat petilasan Eyang Sukmo Sejati. Petilasan ini oleh masyarakat setempat dipercaya sebagai persinggahan Patih Gajah Mada dan Prabu Hayam Wuruk. Pengunjungnya pun banyak, dengan motivasi mendapatkan kanuragan atau kewibawaan.

Manusia acapkali memang berikhtiar dengan banyak jalan. Namun hasilnya tetap saja Tuhan yang menentukan. Pantai Sodong dan Gunung Srandil adalah sebentuk kearifan lokal tentang objek wisata alam, budaya, dan spiritual yang perlu dijaga dan dilestarikan. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Mengintip Kesejukan “Kota Tembakau” di Lereng Sindoro-Sumbing
Tags: CilacapGunung SrandilJawa BaratmitosPantai Sodong
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

DEWA INDRA DIMULIAKAN DI BALI

Next Post

6083 Penonton, 312 Film, 59 Negara: Minikino Film Week 11 Berakhir dengan Harapan dan Inspirasi Baru

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails

Berguru ke Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 21, 2026
0
Berguru ke Baduy Luar

SETELAH rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan persembahyangan di Pura Aditya Jaya Rawangun Jakarta Timur pada Kamis Umanis Gumbreg, 14...

Read moreDetails
Next Post
6083 Penonton, 312 Film, 59 Negara: Minikino Film Week 11 Berakhir dengan Harapan dan Inspirasi Baru

6083 Penonton, 312 Film, 59 Negara: Minikino Film Week 11 Berakhir dengan Harapan dan Inspirasi Baru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026
’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Musik

’Ngajum’ atau ’Ajum’?  —Antara Baleganjur Jembrana dan Asumsi Penikmatnya di Pesta Kesenian Bali 2026

“Jembrana mesuang Baleganjur jani?” kata seorang teman saya. Sore hari, pukul 15.00 WITA, tanggal 18 Juni 2026, saya yang baru...

by Ega Surya Mahendra
June 23, 2026
Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia
Bahasa

Sepak Bola, Bola Sepak, Football, dan Soccer: Riuh Bahasa di Tengah Piala Dunia

PERNAHKAH Anda merenung sejenak, bagaimana sebuah kata tentang olahraga yang dicintai seantero jagat ini bekerja di dalam kepala kita? Sungguh menarik mengamati...

by I Made Sudiana
June 23, 2026
Penyair Bali Bukan Penyair Lomba
Esai

Penyair Bali Bukan Penyair Lomba

TULISAN pendek Tan Lioe Ie tentang Kusala menarik bukan semata karena membicarakan penghargaan sastra, tetapi karena menyentuh persoalan yang lebih...

by Angga Wijaya
June 23, 2026
Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus
Kritik Seni

Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

LOMBA Baleganjur Kreasi antar Kabupaten se-Bali di Pesta Kesenian Bali (PKB) sejak tahun 2013 telah menjadi ruang penting bagi perkembangan...

by Wayan Sudirana, PhD
June 23, 2026
Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa
Gaya

Buleleng Bercerita Lewat Busana Adat —Dari Payas Ningrat hingga Pedawa

BULELENG bercerita tentang busana adat khas Bali Utara  di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar dalam acara Utsawa (Parade)...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026
Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   
Khas

Dari Perayaan Hari Yoga Sedunia di Anand Ashram Ubud: Dari Kedamaian Diri Menuju Harmoni Dunia   

Yoga di Tengah Kegelisahan Zaman TANGGAL 21 Juni setiap tahun diperingati sebagai Hari Yoga Sedunia. Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan...

by Agung Sudarsa
June 22, 2026
Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global
Esai

Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal di Tengah Dinamika Global

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik, perlambatan perdagangan internasional, hingga disrupsi teknologi yang mengubah pola bisnis, negara...

by Vito Prasetyo
June 22, 2026
Mengagumi Mobil Mini
Khas

Mengagumi Mobil Mini

SAYA berkenalan dan menjabat tangannya sesaat setelah ia selesai berbincang dengan sepasang pengunjung yang mampir ke lapak komunitasnya dalam gelaran...

by Jaswanto
June 22, 2026
Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya
Gaya

Kimono Jepang dan Wastra Indonesia di Panggung BWCC Pesta Kesenian Bali 2026: Simbol Persahabatan dan Dialog Budaya

Rekasadana (performance) Kimono Gallery Yawara dari Tokyo, Jepang membuat panggung Bali World Culture Celebration (BWCC) 2026 lebih harmoni. Dalam satu...

by Nyoman Budarsana
June 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co