3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Dari Sodong ke Srandil: Wisata Pantai Berbalut Mitos

Chusmeru by Chusmeru
September 22, 2025
in Tualang
Dari Sodong ke Srandil: Wisata Pantai Berbalut Mitos

Pantai Sodong setelah diterjang ombak besar / Foto.Dok Penulis

KABUPATEN Cilacap, Jawa Tengah dikenal masyarakat karena keberadaan Pulau Nusakambangan. Di pulau ini terdapat penjara dengan kategori pengamanan super maksimal. Beberapa nama penting pernah menghuni penjara di Nusakambangan, baik yang tersangkut kasus pembunuhan, korupsi, terorisme, maupun narkotika. Sebut saja nama Tommy Soeharto, Johny Indo, Bob Hasan, Trio Bom Bali Amrozi, Imam Samudera, dan Mukhlas, hingga bandar narkoba Freddy Budiman.

Namun Cilacap bukan hanya dikenal karena Nusakambangan. Kabupaten yang berada di pesisir selatan Jawa Tengah ini memiliki banyak objek dan daya tarik wisata. Di kota Cilacap sendiri ada objek wisata sejarah Benteng Pendem dan Pantai Teluk Penyu. Kedua objek wisata ini ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada hari Sabtu dan Minggu.

Bergeser ke arah timur dari kota Cilacap, terdapat potensi objek wisata Pantai Sodong dan wisata budaya dan spiritual Gunung Srandil yang terletak di Kecamatan Adipala. Pantai Sodong berada di Desa Karangbenda. Sedangkan Gunung Srandil terletak di Desa Glempangpasir. Pada hari-hari tertentu kedua objek wisata itu banyak dikunjungi wisatawan.

Pantai Sodong penuh sampah akibat ombak besar | Foto Dok.Penulis

Melihat potensi wisata di Pantai Sodong dan Srandil, tim peneliti dari Fisip Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto melakukan kajian dan riset tentang “Strategi Pemberdayaan  Masyarakat dalam Pengembangan Potensi Ekowisata Pantai dengan Community Based Tourism (CBT) dan  Kearifan Lokal di Cilacap Jawa Tengah”.

Riset yang diketuai oleh Tri Nugroho Adi dengan anggota Agus Ganjar Runtiko dan Petrus Imam Prawoto Jati, ingin melihat sejauh mana objek wisata tersebut dapat dikembangkan dengan konsep ekowisata dan CBT dengan memperhatikan kearifan lokal. Riset ini menjadi urgen untuk dilakukan, karena banyak pengelolaan objek wisata yang mengabaikan faktor lingkungan dan peran serta masyarakat.

Diterjang Ombak Besar

Pantai Sodong memiliki pesona yang indah. Pantai yang berpasir hitam ini memiliki keunikan, karena adanya pohon cemara yang tumbuh di sepanjang pesisir pantai. Sejauh mata memandang, wisatawan akan disuguhi deburan ombak Pantai Sodong serta Samudera Hindia yang luas.

Tiket masuk pun relatif murah, hanya 6.500 rupiah per orang. Selain menikmati debur ombak, wisatawan juga dapat mencicipi kuliner khas Pantai Sodong dengan harga yang terjangkau. Banyak warung makan yang menyajikan menu kelapa muda hijau dan tempe mendoan, yaitu tempe yang digoreng setengah matang dengan dibalut tepung.

Menikmati kuliner khas Pantai Sodong | Foto Dok.Penulis

Sarana dan prasarana wisata cukup memadai. Terdapat lahan parkir yang luas dan aneka spot foto yang menarik. Sayangnya, ketika tim peneliti mengunjungi Pantai Sodong, kondisi sarana dan prasarana banyak yang rusak karena diterjang ombak besar di pertengahan bulan Agustus. Sebagian besar warung rusak. Sampah di pantai pun tampak menumpuk.

Dampak terjangan ombak cukup serius. Warung-warung tepi pantai dan fasilitas umum seperti kamar mandi rusak berat akibat hantaman ombak dan rob. Akses jalan menuju pantai juga terendam dan mengalami kerusakan signifikan. Air laut pasang maksimum masuk hingga ke area wisata dan permukiman dengan ketinggian banjir mencapai 5 meter di titik tertentu, mengganggu aktivitas warga dan wisatawan.

Gelombang tinggi menggerus bibir pantai, melemahkan garis pantai yang sebelumnya stabil. Tanggul yang ada terbukti kurang efektif menahan gelombang laut. Usaha kecil seperti warung pedagang mengalami kerugian finansial akibat kerusakan barang. Hal itu dirasakan oleh Sumarsih, salah satu pemilik warung di Pantai Sodong.

“ Aktivitas wisata menurun dan beberapa area ditutup sementara demi keselamatan,” ujar Sumarsih.

Oleh karena itulah diperlukan strategi pemulihan dan mitigasi risiko rob Pantai Sodong. Pendekatan holistik diperlukan untuk mitigasi risiko rob dan pemulihan berkelanjutan Pantai Sodong. Pembangunan dan perawatan pemecah gelombang belum optimal, perencanaan tidak komprehensif.

“Pemetaan risiko dan pemulihan ekonomi harus segera dilakukan,” kata Tri Nugroho Adi selaku Ketua Tim Penelitian Fisip Unsoed.

Pintu gerbang Gunung Srandil | Foto Dok.Penulis

Petilasan Eyang Gusti Agung Sultan Murahidi | Foto Dok. TNA

Namun, di balik Pantai Sodong yang berombak besar, tersimpan mitos yang menarik. Banyak pengunjung pada malam Jumat Kliwon melakukan tirakat di bibir pantai. Mereka biasanya membawa sesaji dan melakukan semedi hingga larut malam. Tujuan para pengunjung selain tirakat juga mencari berkah atau dalam bahasa Jawanya ngalap berkah, memohon kepada Sang Pencipta untuk mendapatkan berkah.

Pantai Sodong memang menyimpan misteri dan mitos sebagaimana pantai di Laut Selatan. Sosok Nyi Roro Kidul kerap dipersonifikasikan sebagai penguasa Pantai Selatan. Menurut Sumarsih yang sudah bertahun-tahun berjualan di Pantai Sodong, pengunjung di malam Jumat Kliwon bisa mencapai puluhan orang.

“Saya sendiri belum pernah melihat makhluk halus di Pantai Sodong,” kata Sumarsih menutup cerita.

Srandil, Syaratnya Adil

Sekitar dua kilometer ke arah timur dari Pantai Sodong terdapat objek wisata budaya dan spiritual Gunung Srandil. Tidak seperti lazimnya sebuah gunung, Srandil merupakan bukit karang yang menjulang tinggi di tepian pantai. Srandil menyimpan banyak misteri yang berbalut mitos.

Penulis dan peneliti Unsoed bersama juru kunci Srandil | Foto Dok.Budi Y

Menurut juru kunci Gunung Srandil Suwarto, bebukitan karang itu oleh masyarakat setempat disebut gunung yang disakralkan dari dulu hingga sekarang. Terdapat pula paguyuban masyarakat penghayat kepercayaan di sekitar Srandil. Nama Srandil menurut Suwarto berasal dari singkatan bahasa Jawa, yaitu sarananing adil atau syaratnya adil. Srandil dianggap sebagai tempat meditasi dan berdoa bagi mereka yang ingin mendapatkan keadilan.

Pengunjung Srandil tidak pernah sepi setiap harinya. Mereka datang dari berbagai daerah, bahkan dari luar Jawa banyak yang datang. Pada malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon di bulan Suro pengunjung bisa mencapai ratusan orang. Motivasi pengunjung bermacam-macam, seperti tirakat dan meditasi untuk mendapatkan berkah jabatan yang lebih baik, mendapat jodoh, maupun rizki.

Mitos tentang Srandil dapat dilihat dari beberapa petilasan atau persinggahan yang berada di dalam lokasi. Memasuki Srandil akan ditemui petilasan Eyang Gusti Agung Sultan Murahidi. Menurut juru kunci Srandil, petilasan ini dipercaya sebagai pengejawantahan Prabu Brawijaya V.

Tiga puluh meter di sebelahnya ada petilasan Eyang Tunggul Sabdo Jati Doyo Amung Rogo atau yang biasa disebut Eyang Semar. Terdapat berbagai ornamen dan patung Semar di petilasan ini. Semar merupakan tokoh punakawan dalam pewayangan Jawa yang sangat dihormati. Di sebelahnya ada petilasan Nini Dewi Tunjung Sekar Sari, yang dianggap sebagai istri Eyang Semar.

Penulis dan peneliti Unsoed bersama juru kunci Srandil | Foto Dok.Budi Y

Pernah terjadi peristiwa unik di petilasan Eyang Semar. Diceritakan oleh Suwarto, ada beberapa pengunjung dari luar negeri yang melakukan semedi. Tiba-tiba ada seorang di antara mereka yang kesurupan dan berbicara dengan bahasa Jawa dengan fasih. Ketika sadar kembali, ia berbahasa Inggris lagi dan tak mengerti bahasa Jawa.

Di puncak Gunung Srandil terdapat petilasan Eyang Langlang Buana. Petilasan ini dianggap sakral dan memiliki mitos terkait kewibawaan dan kekuasaan. Menurut juru kunci, petilasan  Eyang Langlang Buana sering dikunjungi para politisi dan pejabat untuk mendapat berkah.

“Mantan Presiden Soeharto dulu mendapat wangsit di sini,” tutur juru kunci Srandil.

Petilasan Eyang Semar | Foto.Dok TNA

Di bagian luar Srandil, di bibir pantai terdapat petilasan Eyang Sukmo Sejati. Petilasan ini oleh masyarakat setempat dipercaya sebagai persinggahan Patih Gajah Mada dan Prabu Hayam Wuruk. Pengunjungnya pun banyak, dengan motivasi mendapatkan kanuragan atau kewibawaan.

Manusia acapkali memang berikhtiar dengan banyak jalan. Namun hasilnya tetap saja Tuhan yang menentukan. Pantai Sodong dan Gunung Srandil adalah sebentuk kearifan lokal tentang objek wisata alam, budaya, dan spiritual yang perlu dijaga dan dilestarikan. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis CHUSMERU

Mengintip Kesejukan “Kota Tembakau” di Lereng Sindoro-Sumbing
Tags: CilacapGunung SrandilJawa BaratmitosPantai Sodong
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

DEWA INDRA DIMULIAKAN DI BALI

Next Post

6083 Penonton, 312 Film, 59 Negara: Minikino Film Week 11 Berakhir dengan Harapan dan Inspirasi Baru

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post
6083 Penonton, 312 Film, 59 Negara: Minikino Film Week 11 Berakhir dengan Harapan dan Inspirasi Baru

6083 Penonton, 312 Film, 59 Negara: Minikino Film Week 11 Berakhir dengan Harapan dan Inspirasi Baru

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co