26 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

6083 Penonton, 312 Film, 59 Negara: Minikino Film Week 11 Berakhir dengan Harapan dan Inspirasi Baru

tatkala by tatkala
September 22, 2025
in Panggung
6083 Penonton, 312 Film, 59 Negara: Minikino Film Week 11 Berakhir dengan Harapan dan Inspirasi Baru

The Awarding Event closed Minikino Film Week 11 | Foto: Dok. Minikino

Dengan suasana hangat di Dharma Negara Alaya, Denpasar, Minikino Film Week (MFW) 11 menutup perjalanan delapan harinya. Sejak 12 hingga 19 September 2025, festival menghadirkan 312 film pendek dari 59 negara, ditonton oleh total 6.083 penonton, kemudian ditutup dengan pengumuman para pemenang serta harapan untuk bertemu kembali tahun depan.

Dibuka dengan Layar Laptop dari Glasgow

Festival ini tidak menggelar kemewahan karpet merah, melainkan dengan menampilkan sebuah mejantara laptop di layar. Seniman audio visual dan pembuat film asal Glasgow, Holly Márie Parnell, menghadirkan Desktop Compositions—potongan suara, gambar, arsip pribadi, dan detak emosional zaman kini dirajut menjadi pertunjukan audio visual yang intim sekaligus gelisah.

Karya ini berhasil dihadirkan berkat Bali–Glasgow Filmmaker Exchange, kolaborasi yang didukung British Council’s Connections Through Culture, menegaskan identitas Minikino Film Week sebagai ruang festival yang lintas disiplin, lintas batas, dan lintas generasi.

Shorts Up: Harapan dari Bibit Filmmaker

Energi para pembuat film muda Asia Tenggara, khususnya Indonesia, berdenyut melalui Shorts Up. Program ini kembali membuktikan bahwa ide sederhana bisa menjadi langkah besar ketika diberi ruang.

  • Gentle Hands Project (Manguni House, Angelia Leanartha & Garry Christian Djawoto) menerima MTN Award Goes to JAFF Market, tiket emas menuju Yogyakarta untuk mengamati ekosistem pasar film.
  • Audience Award, pilihan penonton Shorts Up x MTN di 7th Short Film Market, membawa dukungan Rp 2.250.000 dari Minikino Studio.
  • Dukungan pribadi Rp 2.000.000 dari sutradara-produser Hong Kong Eric Tsang untuk Ready, Set, Go (Monday Club Studio, Kathleen Tio & Aaron Pratama) menegaskan bahwa ruang pitching festival juga adalah tempat lahirnya peluang nyata.
The Awarding Event closed Minikino Film Week 11 | Foto: Dok. Minikino

Education: Belajar dengan Film Pendek

Selama seminggu, sekolah-sekolah dan komunitas di Bali datang bergantian seperti gelombang. Mereka tidak hanya menonton, tapi juga berdiskusi, bertanya, bahkan menantang para pembuat film yang hadir. Di ruang kelas hingga ruang publik, film pendek sekali lagi membuktikan dirinya sebagai medium yang tajam sekaligus ramah: bisa menyentuh anak-anak, remaja, hingga orang tua yang mendampingi.

MTN IkonInspirasi: Dialog yang Membekas

Hari terakhir festival juga menjadi istimewa dengan hadirnya MTN IkonInspirasi at MFW11. Auditorium Teater Taksu dipenuhi pelajar, mahasiswa, hingga penonton umum yang ingin mendengar langsung cerita dari tiga figur berbeda dunia:

  • Beng Rahadian, ilustrator dan kurator seni, menekankan pentingnya jejaring lintas disiplin.
  • Amar Haikal, filmmaker muda pemenang film pendek terbaik nasional MFW9, berbicara dengan semangat yang dekat dengan audiens muda: tentang menjaga api, berkolaborasi, dan berani mewujudkan ide.
  • I Made Suarbawa (Made Birus), aktivis film pendek, mengingatkan bahwa ekosistem komunitas adalah pondasi sinema Indonesia.

Acara ini dibuka oleh Irini Dewi Wanti, SS.MSP., Direktur Bina SDM, Lembaga dan Pranata Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan RI, yang menegaskan bahwa MTN IkonInspirasi merupakan bagian dari strategi nasional Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya untuk menjaring, mengembangkan, dan mempromosikan talenta seni budaya Indonesia.

International Awarding Event closed Minikino Film Week 11 | Foto: Dok. Minikino

Dialog dua arah ini ditutup dengan tepuk tangan panjang, meninggalkan kesan kuat: inspirasi bisa datang dari layar kecil, dari ruang diskusi, dan dari keberanian untuk berbagi.

South East Asia Network: Menghubungkan Sebuah Kawasan

MFW11 memperkuat posisi Bali sebagai titik temu jaringan film pendek Asia Tenggara. Melalui South East Asia Network, festival menghadirkan program film dari berbagai negara di kawasan, termasuk kolaborasi legendaris S-Express yang telah berjalan lebih dari 23 tahun—menegaskan pentingnya lintasan cerita dan perspektif regional yang terus relevan di tengah perubahan sosial budaya.

Selain pemutaran film, festival juga menghadirkan panel South East Asia Connections, yang membedah lanskap sinema Asia Tenggara yang dinamis. Diskusi ini mengangkat peran kolaborasi, dukungan finansial, dan jaringan kuratorial dalam membangun ekosistem film yang semakin hidup.

Dipandu oleh Fransiska Prihadi (Direktur Program MFW11), panel ini menghadirkan Ben Thompson (VP of Shorts Programming, Tribeca Film Festival, AS), King Catoy (Project Lead EngageMedia, mentor Tech Tales Youth), dan Prima Sirivasuntra (Koordinator Purin Film Fund, produser muda Thailand). Para pembicara berbagi wawasan praktis sekaligus visi kolektif, mengundang pembuat film untuk membuka pintu, menciptakan koneksi, dan memperkuat komunitas film di Asia Tenggara.

Short Film Market: Etika Sirkulasi Sebagai Fokus Bahasan

Dalam rangkaian 7th Short Film Market, MFW11 menjadi tuan rumah Short Film Conference Roundtable: Circulation Ethics – Power & Representation. Forum ini mempertemukan festival, programmer, dan filmmaker dari berbagai negara untuk membicarakan bagaimana film pendek beredar, siapa yang memegang kendali, dan risiko salah representasi ketika karya dari Global South memasuki sirkuit global yang didominasi Utara.

The Awarding Event closed Minikino Film Week 11 | Foto: Dok. Minikino

Percakapan mengalir dari isu kendali dan persetujuan saat filmmaker mengirimkan karyanya, hingga dilema kuratorial antara kebebasan artistik dan tanggung jawab etis. Diskusi juga menyoroti pentingnya mempersiapkan audiens agar film diterima sesuai konteks, risiko pemutaran di luar kerangka awal, serta peluang membayangkan model sirkulasi alternatif yang memberi filmmaker lebih banyak agensi.

Roundtable ini menegaskan peran Short Film Market bukan semata ruang industri, tetapi juga forum kritis untuk membicarakan masa depan sirkulasi film pendek dalam konteks global.

Angka-Angka, Tapi Juga Wajah-Wajah

MFW11 mencatat 6.083 penonton selama festival, ditambah 1.435 penonton pra-festival melalui aktivasi edukasi. Ada 187 tamu terakreditasi, termasuk 55 internasional dari 21 negara. Di balik angka ini ada wajah-wajah: penonton yang terhanyut, relawan yang berlari ke sana-sini, dan pembuat film yang menemukan penonton pertamanya di Bali.

Di panggung penutupan, Direktur Festival Edo Wulia berbicara dengan nada jujur dan personal. Ia mengakui bahwa tahun ini merupakan perjalanan yang berat, namun rasa syukur tetap hadir karena festival bisa berlangsung berkat kerja bersama. “Festival ini tidak dibawa oleh satu orang, melainkan oleh semua: filmmaker, penonton, relawan, dan sahabat. Semoga doa baik tetap tinggal di hati dan pikiran kita, membawa kita maju bersama,” ujarnya.

The Awarding Event closed Minikino Film Week 11 | Foto: Dok. Minikino

Direktur Program Fransiska Prihadi menekankan bahwa setiap film yang diputar adalah jendela kecil untuk melihat dunia dari sudut pandang berbeda, membuka ruang dialog, dan menumbuhkan empati. Sementara itu, Ketua Yayasan Kino Media I Made Suarbawa mengingatkan bahwa Minikino Film Week bukan sekadar festival tahunan, melainkan bagian dari perjalanan panjang membangun ekosistem film pendek Indonesia. “Kami percaya pada kekuatan komunitas, dan dari sinilah lahir regenerasi sineas yang akan terus tumbuh,” tambahnya.

Para Pemenang MFW11

International Competition

  • Best Fiction Short: Blue Heart – Samuel Suffren (Haiti/Prancis)
  • Best Documentary Short: Their Eyes – Nicolas Gourault (Prancis)
  • Best Animation Short: S the Wolf – Sameh Alaa (Prancis/Mesir)
  • Best Audio Visual Experimental Short: Durian, Durian – Nelson Yeo (Singapura)
  • Best Children Short: A King Without a Crown (Un Roi sans couronne) – Olivier Bayu Gandrille (Prancis)
  • Youth Jury Award: Monsoon Blue (夏夢迴) – Jay Hiu-kit Wong & Ellis Ka-yin Chan (China)
  • Programmer’s Choice Award: Blitzmusik – Martin Amiot (Kanada)
  • Best Short Film of the Year 2025: Montsouris Park – Guil Sela (Prancis)
     “Komedi yang tampak ringan ini perlahan membuka lapisan yang lebih dalam. Dengan latar mikrokosmos, film ini menyentuh isu kelas, komunikasi, dan peran sosial. Kita awalnya terhibur, lalu diarahkan untuk merenung. Sebuah karya yang menawan sekaligus menantang.”
     — Ben Thompson, Mary Stephen, dan Rudolph Dethu, Juri International Competition MFW11

National Competition

  • Best National Competition 2025: When the Blues Goes Marching In (Pengais Mimpi) – Beny Kristia
     “Film pemenang ini berdenyut dengan kemarahan muda, urgensi, dan tekad membara. Meski menyingkap represi lintas generasi, film ini menolak keputusasaan. Sebuah seruan untuk terus berjuang demi keadilan di mana pun.”
     — Matt Lloyd, Shoko Takegasa, dan Ladya Cheryl, Juri National Competition MFW11

  • Special Mention: My Therapist Said, I Am Full of Sadness – Monica Vanesa Tedja
     “Film ini mengulik jurang generasi dan prasangka tak terucap. Dengan penyutradaraan terukur, film ini menunjukkan bahwa pengasingan diri mungkin perlu, tapi tidak selalu membawa kebahagiaan.”
     — Matt Lloyd, Shoko Takegasa, dan Ladya Cheryl, Juri National Competition MFW11

Begadang Filmmaking Competition 2025

  • Winner: Imam and His 9 Friends – Deru Ibnu Ghifari (Lampung)
     “Film ini tidak hanya menunjukkan keterampilan teknis, tetapi juga berhasil menyentuh emosi. Singkat, padat, namun membekas lama setelah layar gelap.”
     — Syakir Mardhatillah, bersama Juri Nasional & Honorary Jury Begadang 9 Tahun, MFW11

Menatap ke Depan

Festival ditutup dengan pemutaran film pemenang utama, sekaligus pengumuman bahwa edisi tahun depan Minikino Film Week 12 akan berlangsung pada 11–18 September 2026. Pendaftaran film dibuka mulai 1 Desember 2025 hingga 28 April 2026—sebuah undangan bagi pembuat film dari seluruh dunia untuk kembali menghadirkan karya mereka ke Bali, Indonesia. [T]

Reporter/Penulis: Son/Rilis
Editor: Adnyana Ole

Tags: film pendekMinikinoMinikino Film WeekMinikino Film Week 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Sodong ke Srandil: Wisata Pantai Berbalut Mitos

Next Post

Melihat Luka dan Trauma Pascabanjir di Wanasari, Denpasar | UPMI Bali Serahkan Bantuan

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails

“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

by I Putu Gede Pradipta Utama
August 17, 2026
0
“Maborbor” : Menyimak Kesakralan Tari Sanghyang Janger di Desa Metra dalam Perspektif Etnoestetika

DI tengah kehidupan masyarakat Desa Metra, Yang Api, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, masih lestari sebuah seni pertunjukan ritual yang memiliki...

Read moreDetails

Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Dari Matahari Terbit hingga Kecak: Sanur Menjadi Panggung Kemerdekaan

MATAHARI perlahan muncul ketika alunan musik mulai mengisi udara pagi di Pantai Sanur. Di antara suara ombak dan cahaya matahari...

Read moreDetails

Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Gerak Ceria Nusantara, Menanamkan Kebhinekaan Sejak Dini Lewat Seni Tari

ANAK-ANAK bergerak mengikuti irama. Ada yang mengepakkan tangan seperti burung, melangkah dalam barisan, memainkan properti, hingga berpindah formasi bersama teman-temannya....

Read moreDetails

Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

by Nyoman Budarsana
August 16, 2026
0
Gelar Karya “Lihat Kebunku”: Anak-Anak yang Bertumbuh melalui Permainan dan Kesenian

ANAK-ANAK itu menebar senyum ceria. Di tengah halaman hijau yang teduh, mereka berlari, bermain, bernyanyi, dan berinteraksi bersama teman-temannya. Ruang...

Read moreDetails

Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

by Dede Putra Wiguna
August 15, 2026
0
Nenden Shintawati di SUVJF 2026: Dari Penyanyi Cilik ke Jazz Kelas Dunia

SALAH satu momen menarik ketika Salamander Big Band tampil membuka Sthala Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 pada Jumat, 7...

Read moreDetails
Next Post
Melihat Luka dan Trauma Pascabanjir di Wanasari, Denpasar | UPMI Bali Serahkan Bantuan

Melihat Luka dan Trauma Pascabanjir di Wanasari, Denpasar | UPMI Bali Serahkan Bantuan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Kalau Rakyat Harus Naik Bus ke Jakarta Agar Didengar, Ada Apa dengan Telinga Kekuasaan?

ADA yang menarik dari perjalanan sejumlah warga Pati menuju Jakarta menjelang aksi 27 Agustus 2026.  Mereka tidak sedang piknik. Empat...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 26, 2026
Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya
Ulas Rupa

Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

DI penghujung bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 25 hingga 31 agustus mendatang – akan digelar Pameran senirupa yang bertajuk “The...

by Hartanto
August 26, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
Ibu Memasak di Kota
Esai

Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

by Angga Wijaya
August 25, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

by Sugi Lanus
August 25, 2026
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?
Opini

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Panggung

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda
Budaya

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]
Tualang

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan
Panggung

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co