6 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

6083 Penonton, 312 Film, 59 Negara: Minikino Film Week 11 Berakhir dengan Harapan dan Inspirasi Baru

tatkala by tatkala
September 22, 2025
in Panggung
6083 Penonton, 312 Film, 59 Negara: Minikino Film Week 11 Berakhir dengan Harapan dan Inspirasi Baru

The Awarding Event closed Minikino Film Week 11 | Foto: Dok. Minikino

Dengan suasana hangat di Dharma Negara Alaya, Denpasar, Minikino Film Week (MFW) 11 menutup perjalanan delapan harinya. Sejak 12 hingga 19 September 2025, festival menghadirkan 312 film pendek dari 59 negara, ditonton oleh total 6.083 penonton, kemudian ditutup dengan pengumuman para pemenang serta harapan untuk bertemu kembali tahun depan.

Dibuka dengan Layar Laptop dari Glasgow

Festival ini tidak menggelar kemewahan karpet merah, melainkan dengan menampilkan sebuah mejantara laptop di layar. Seniman audio visual dan pembuat film asal Glasgow, Holly Márie Parnell, menghadirkan Desktop Compositions—potongan suara, gambar, arsip pribadi, dan detak emosional zaman kini dirajut menjadi pertunjukan audio visual yang intim sekaligus gelisah.

Karya ini berhasil dihadirkan berkat Bali–Glasgow Filmmaker Exchange, kolaborasi yang didukung British Council’s Connections Through Culture, menegaskan identitas Minikino Film Week sebagai ruang festival yang lintas disiplin, lintas batas, dan lintas generasi.

Shorts Up: Harapan dari Bibit Filmmaker

Energi para pembuat film muda Asia Tenggara, khususnya Indonesia, berdenyut melalui Shorts Up. Program ini kembali membuktikan bahwa ide sederhana bisa menjadi langkah besar ketika diberi ruang.

  • Gentle Hands Project (Manguni House, Angelia Leanartha & Garry Christian Djawoto) menerima MTN Award Goes to JAFF Market, tiket emas menuju Yogyakarta untuk mengamati ekosistem pasar film.
  • Audience Award, pilihan penonton Shorts Up x MTN di 7th Short Film Market, membawa dukungan Rp 2.250.000 dari Minikino Studio.
  • Dukungan pribadi Rp 2.000.000 dari sutradara-produser Hong Kong Eric Tsang untuk Ready, Set, Go (Monday Club Studio, Kathleen Tio & Aaron Pratama) menegaskan bahwa ruang pitching festival juga adalah tempat lahirnya peluang nyata.
The Awarding Event closed Minikino Film Week 11 | Foto: Dok. Minikino

Education: Belajar dengan Film Pendek

Selama seminggu, sekolah-sekolah dan komunitas di Bali datang bergantian seperti gelombang. Mereka tidak hanya menonton, tapi juga berdiskusi, bertanya, bahkan menantang para pembuat film yang hadir. Di ruang kelas hingga ruang publik, film pendek sekali lagi membuktikan dirinya sebagai medium yang tajam sekaligus ramah: bisa menyentuh anak-anak, remaja, hingga orang tua yang mendampingi.

MTN IkonInspirasi: Dialog yang Membekas

Hari terakhir festival juga menjadi istimewa dengan hadirnya MTN IkonInspirasi at MFW11. Auditorium Teater Taksu dipenuhi pelajar, mahasiswa, hingga penonton umum yang ingin mendengar langsung cerita dari tiga figur berbeda dunia:

  • Beng Rahadian, ilustrator dan kurator seni, menekankan pentingnya jejaring lintas disiplin.
  • Amar Haikal, filmmaker muda pemenang film pendek terbaik nasional MFW9, berbicara dengan semangat yang dekat dengan audiens muda: tentang menjaga api, berkolaborasi, dan berani mewujudkan ide.
  • I Made Suarbawa (Made Birus), aktivis film pendek, mengingatkan bahwa ekosistem komunitas adalah pondasi sinema Indonesia.

Acara ini dibuka oleh Irini Dewi Wanti, SS.MSP., Direktur Bina SDM, Lembaga dan Pranata Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan RI, yang menegaskan bahwa MTN IkonInspirasi merupakan bagian dari strategi nasional Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya untuk menjaring, mengembangkan, dan mempromosikan talenta seni budaya Indonesia.

International Awarding Event closed Minikino Film Week 11 | Foto: Dok. Minikino

Dialog dua arah ini ditutup dengan tepuk tangan panjang, meninggalkan kesan kuat: inspirasi bisa datang dari layar kecil, dari ruang diskusi, dan dari keberanian untuk berbagi.

South East Asia Network: Menghubungkan Sebuah Kawasan

MFW11 memperkuat posisi Bali sebagai titik temu jaringan film pendek Asia Tenggara. Melalui South East Asia Network, festival menghadirkan program film dari berbagai negara di kawasan, termasuk kolaborasi legendaris S-Express yang telah berjalan lebih dari 23 tahun—menegaskan pentingnya lintasan cerita dan perspektif regional yang terus relevan di tengah perubahan sosial budaya.

Selain pemutaran film, festival juga menghadirkan panel South East Asia Connections, yang membedah lanskap sinema Asia Tenggara yang dinamis. Diskusi ini mengangkat peran kolaborasi, dukungan finansial, dan jaringan kuratorial dalam membangun ekosistem film yang semakin hidup.

Dipandu oleh Fransiska Prihadi (Direktur Program MFW11), panel ini menghadirkan Ben Thompson (VP of Shorts Programming, Tribeca Film Festival, AS), King Catoy (Project Lead EngageMedia, mentor Tech Tales Youth), dan Prima Sirivasuntra (Koordinator Purin Film Fund, produser muda Thailand). Para pembicara berbagi wawasan praktis sekaligus visi kolektif, mengundang pembuat film untuk membuka pintu, menciptakan koneksi, dan memperkuat komunitas film di Asia Tenggara.

Short Film Market: Etika Sirkulasi Sebagai Fokus Bahasan

Dalam rangkaian 7th Short Film Market, MFW11 menjadi tuan rumah Short Film Conference Roundtable: Circulation Ethics – Power & Representation. Forum ini mempertemukan festival, programmer, dan filmmaker dari berbagai negara untuk membicarakan bagaimana film pendek beredar, siapa yang memegang kendali, dan risiko salah representasi ketika karya dari Global South memasuki sirkuit global yang didominasi Utara.

The Awarding Event closed Minikino Film Week 11 | Foto: Dok. Minikino

Percakapan mengalir dari isu kendali dan persetujuan saat filmmaker mengirimkan karyanya, hingga dilema kuratorial antara kebebasan artistik dan tanggung jawab etis. Diskusi juga menyoroti pentingnya mempersiapkan audiens agar film diterima sesuai konteks, risiko pemutaran di luar kerangka awal, serta peluang membayangkan model sirkulasi alternatif yang memberi filmmaker lebih banyak agensi.

Roundtable ini menegaskan peran Short Film Market bukan semata ruang industri, tetapi juga forum kritis untuk membicarakan masa depan sirkulasi film pendek dalam konteks global.

Angka-Angka, Tapi Juga Wajah-Wajah

MFW11 mencatat 6.083 penonton selama festival, ditambah 1.435 penonton pra-festival melalui aktivasi edukasi. Ada 187 tamu terakreditasi, termasuk 55 internasional dari 21 negara. Di balik angka ini ada wajah-wajah: penonton yang terhanyut, relawan yang berlari ke sana-sini, dan pembuat film yang menemukan penonton pertamanya di Bali.

Di panggung penutupan, Direktur Festival Edo Wulia berbicara dengan nada jujur dan personal. Ia mengakui bahwa tahun ini merupakan perjalanan yang berat, namun rasa syukur tetap hadir karena festival bisa berlangsung berkat kerja bersama. “Festival ini tidak dibawa oleh satu orang, melainkan oleh semua: filmmaker, penonton, relawan, dan sahabat. Semoga doa baik tetap tinggal di hati dan pikiran kita, membawa kita maju bersama,” ujarnya.

The Awarding Event closed Minikino Film Week 11 | Foto: Dok. Minikino

Direktur Program Fransiska Prihadi menekankan bahwa setiap film yang diputar adalah jendela kecil untuk melihat dunia dari sudut pandang berbeda, membuka ruang dialog, dan menumbuhkan empati. Sementara itu, Ketua Yayasan Kino Media I Made Suarbawa mengingatkan bahwa Minikino Film Week bukan sekadar festival tahunan, melainkan bagian dari perjalanan panjang membangun ekosistem film pendek Indonesia. “Kami percaya pada kekuatan komunitas, dan dari sinilah lahir regenerasi sineas yang akan terus tumbuh,” tambahnya.

Para Pemenang MFW11

International Competition

  • Best Fiction Short: Blue Heart – Samuel Suffren (Haiti/Prancis)
  • Best Documentary Short: Their Eyes – Nicolas Gourault (Prancis)
  • Best Animation Short: S the Wolf – Sameh Alaa (Prancis/Mesir)
  • Best Audio Visual Experimental Short: Durian, Durian – Nelson Yeo (Singapura)
  • Best Children Short: A King Without a Crown (Un Roi sans couronne) – Olivier Bayu Gandrille (Prancis)
  • Youth Jury Award: Monsoon Blue (夏夢迴) – Jay Hiu-kit Wong & Ellis Ka-yin Chan (China)
  • Programmer’s Choice Award: Blitzmusik – Martin Amiot (Kanada)
  • Best Short Film of the Year 2025: Montsouris Park – Guil Sela (Prancis)
     “Komedi yang tampak ringan ini perlahan membuka lapisan yang lebih dalam. Dengan latar mikrokosmos, film ini menyentuh isu kelas, komunikasi, dan peran sosial. Kita awalnya terhibur, lalu diarahkan untuk merenung. Sebuah karya yang menawan sekaligus menantang.”
     — Ben Thompson, Mary Stephen, dan Rudolph Dethu, Juri International Competition MFW11

National Competition

  • Best National Competition 2025: When the Blues Goes Marching In (Pengais Mimpi) – Beny Kristia
     “Film pemenang ini berdenyut dengan kemarahan muda, urgensi, dan tekad membara. Meski menyingkap represi lintas generasi, film ini menolak keputusasaan. Sebuah seruan untuk terus berjuang demi keadilan di mana pun.”
     — Matt Lloyd, Shoko Takegasa, dan Ladya Cheryl, Juri National Competition MFW11

  • Special Mention: My Therapist Said, I Am Full of Sadness – Monica Vanesa Tedja
     “Film ini mengulik jurang generasi dan prasangka tak terucap. Dengan penyutradaraan terukur, film ini menunjukkan bahwa pengasingan diri mungkin perlu, tapi tidak selalu membawa kebahagiaan.”
     — Matt Lloyd, Shoko Takegasa, dan Ladya Cheryl, Juri National Competition MFW11

Begadang Filmmaking Competition 2025

  • Winner: Imam and His 9 Friends – Deru Ibnu Ghifari (Lampung)
     “Film ini tidak hanya menunjukkan keterampilan teknis, tetapi juga berhasil menyentuh emosi. Singkat, padat, namun membekas lama setelah layar gelap.”
     — Syakir Mardhatillah, bersama Juri Nasional & Honorary Jury Begadang 9 Tahun, MFW11

Menatap ke Depan

Festival ditutup dengan pemutaran film pemenang utama, sekaligus pengumuman bahwa edisi tahun depan Minikino Film Week 12 akan berlangsung pada 11–18 September 2026. Pendaftaran film dibuka mulai 1 Desember 2025 hingga 28 April 2026—sebuah undangan bagi pembuat film dari seluruh dunia untuk kembali menghadirkan karya mereka ke Bali, Indonesia. [T]

Reporter/Penulis: Son/Rilis
Editor: Adnyana Ole

Tags: film pendekMinikinoMinikino Film WeekMinikino Film Week 2025
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Sodong ke Srandil: Wisata Pantai Berbalut Mitos

Next Post

Melihat Luka dan Trauma Pascabanjir di Wanasari, Denpasar | UPMI Bali Serahkan Bantuan

tatkala

tatkala

tatkala.co mengembangkan jurnalisme warga dan jurnalisme sastra. Berbagi informasi, cerita dan pemikiran dengan sukacita.

Related Posts

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
0
‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

CAHAYA panggung perlahan meredup. Alunan musik mengalir lembut, mengisi ruang Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, yang malam itu...

Read moreDetails

‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
0
‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

SUASANA Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, malam itu terasa berbeda ketika denting pertama gamelan Selonding mulai mengalun dari...

Read moreDetails

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
0
‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

Read moreDetails

Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

by Komang Sujana
June 3, 2026
0
Dari Panggung Proklamasi di Desa Depeha: Ketika Siswa SD Mengumandangkan Kembali Teks Proklamasi yang Sakral

SELASA pagi, 2 Juni 2026, udara dingin bergerak pelan hingga memenuhi setiap sudut Wantilan Kantor Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng....

Read moreDetails

‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
0
‘Ruwating Bumi’ —Tradisi Perang Gandu yang Menjelma Komposisi Semar Pegulingan

MALAM itu, di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, karya berjudul ‘Ruwating Bumi’ membuka rangkaian Diseminasi Karya Tugas Akhir...

Read moreDetails

Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

by Dede Putra Wiguna
June 3, 2026
0
Refleksi Harmoni dalam Panggung Seni —Ketika Mahasiswa Sendratasik UPMI Bali Merawat Tradisi Melalui Karya Inovatif

DI tengah derasnya arus modernisasi yang terus menguji ketahanan budaya Bali, seni pertunjukan kembali menegaskan perannya sebagai ruang refleksi sekaligus...

Read moreDetails

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

Read moreDetails

Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Dari Laut hingga Ladang, Ubud Food Festival 2026 Resmi Dibuka dengan Semangat Menjaga Pangan

MALAM baru saja turun di Taman Kuliner Ubud, Kamis, 28 Mei 2026. Di hadapan para tamu undangan, pelaku industri kuliner,...

Read moreDetails

Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Ubud Food Festival 2026 Dibuka dengan Seruan Menjaga Tanah dan Pangan Indonesia

MEMASUKI tahun kesebelas penyelenggaraannya, Ubud Food Festival kembali digelar di Taman Kuliner Ubud dengan mengusung tema “Farmers: Guardians of Land...

Read moreDetails

Dilatih Prof. Dibia, Mahasiswa Korea Siap Pentaskan Kecak di Pesta Kesenian Bali 2026

by Nyoman Budarsana
May 28, 2026
0
Dilatih Prof. Dibia, Mahasiswa Korea Siap Pentaskan Kecak di Pesta Kesenian Bali 2026

SEKITAR 40 mahasiswa dari Korea, laki-laki dan perempuan, bersiap mementaskan kecak di Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII-2026. Cak cak cak…...

Read moreDetails
Next Post
Melihat Luka dan Trauma Pascabanjir di Wanasari, Denpasar | UPMI Bali Serahkan Bantuan

Melihat Luka dan Trauma Pascabanjir di Wanasari, Denpasar | UPMI Bali Serahkan Bantuan

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane
Cerpen

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

by Wayan Gde Yudane
June 5, 2026
Puisi-puisi Ama Gaspar
Puisi

Puisi-puisi Ama Gaspar

Sajak Tentang Air IDari perut bumi, riwayat meambat di selasar masa;menjelma buih, pecik, riak, arus, dan air. Dari kulit tanah,...

by Ama Gaspar
June 5, 2026
Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui
Khas

Catatan dari Ruang Bimtek Revitalisasi SMK: Ketika Gedung Diperbarui

ADA sebuah ungkapan lama yang mengatakan bahwa sekolah adalah jendela masa depan. Masalahnya, kalau jendelanya sudah kusam, atapnya bocor, laboratoriumnya...

by I Wayan Yudana
June 5, 2026
‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif
Panggung

‘Madedari’ Karya Putu Ayu Kartika Dewi: Menafsir Jejak ‘Dedari’ dalam Tari Kreasi yang Kontemplatif

CAHAYA panggung perlahan meredup. Alunan musik mengalir lembut, mengisi ruang Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, yang malam itu...

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku
Esai

Catatan dari SMA Negeri 2 Kuta Utara: Guru Membaca Buku

Di tengah gempuran media sosial,  kembali kepada buku kertas adalah penting untuk dipikirkan ulang. Apakah pengetahuan-pengetahuan di media sosial itu...

by I Wayan Artika
June 5, 2026
‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem
Panggung

‘Samagama’, Tabuh Kreasi Inovatif dari Gung Lanang yang Menyuarakan Semangat Tradisi Ngusaba Desa di Menanga, Karangasem

SUASANA Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, malam itu terasa berbeda ketika denting pertama gamelan Selonding mulai mengalun dari...

by Dede Putra Wiguna
June 5, 2026
Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta
Esai

Roger Penrose dan Misteri Kesadaran Semesta

Matematikawan yang Menolak Realitas Sekadar Mesin Roger Penrose bukan sekadar fisikawan biasa. Ia adalah salah satu ilmuwan yang berani melampaui...

by Agung Sudarsa
June 5, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menonton Pemimpin yang ‘Adigang, Adigung, Adiguna’

GAMBARAN sosok pemimpin dari masa ke masa selalu berubah seiring dengan dinamika masyarakatnya. Dahulu kala, pemimpin di Indonesia sarat dengan...

by Chusmeru
June 5, 2026
‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat
Panggung

‘Nalaskara’, Menafsir Nyala Siat Geni dalam Gerak yang Dinamis dan Penuh Semangat

SOROT lampu panggung perlahan menghangatkan Wantilan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar, Sabtu malam, 30 Mei 2026. Setelah denting gamelan...

by Dede Putra Wiguna
June 4, 2026
Cukup Telulas?
Bahasa

Cukup Telulas?

BISA jadi telanjur terbentuk stigma tiga belas identik dengan celaka, sial, dan segala bentuk ketidakberuntungan maka sangat penting diupayakan menghindari...

by Komang Berata
June 4, 2026
Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin
Esai

Sekaa Teruna: Menjaga Tradisi, Mencetak Pemimpin

DI tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang berlangsung begitu cepat, generasi muda Bali menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 4, 2026
Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?
Esai

Korespondensi, Masihkah Diajarkan di Sekolah Kini?

SIANG hari beberapa waktu lalu saat pulang kampung, saya membuka sebuah kotak lama berisi tumpukan surat. Kertas-kertas itu mulai menguning....

by Angga Wijaya
June 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co