14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengintip Kesejukan “Kota Tembakau” di Lereng Sindoro-Sumbing

Chusmeru by Chusmeru
August 16, 2025
in Tualang
Mengintip Kesejukan “Kota Tembakau” di Lereng Sindoro-Sumbing

Ladang tembakau di lereng Gunung Sindoro / Foto Dok. Irna

KABUPATEN Temanggung merupakan salah satu dataran tinggi yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis Kabupaten Temanggung berbatasan dengan Kabupaten Kendal di sebelah utara, Kabupaten Semarang di sebelah timur, Kabupaten Magelang di selatan, dan Kabupaten Wonosobo di barat.

Dikutip dari Keris Jateng (2024), sejarah Temanggung selalu dikaitkan dengan raja Mataram Kuno yang bernama Rakai Pikatan. Nama Pikatan sendiri dipakai untuk menyebutkan suatu wilayah yang berada pada sumber mata air di desa Mudal Kecamatan Temanggung. Disini terdapat peninggalan berupa reruntuhan bebatuan kuno yang diyakini petilasan raja Rakai Pikatan.

Sejarah Temanggung mulai tercatat pada Prasasti Wanua Tengah III Tahun 908 Masehi yang ditemukan penduduk dusun Dunglo, Desa Gandulan, Kecamatan Kaloran, Temanggung pada bulan November 1983. Prasasti itu menggambarkan bahwa Temanggung semula berupa wilayah kademangan yang gemah ripah loh jinawi dimana salah satu wilayahnya yaitu Pikatan. Disini didirikan Bihara agama Hindu oleh adik raja Mataram Kuno Rahyangta I Hara, sedang rajanya adalah Rahyangta Rimdang (Raja Sanjaya) yang naik tahta pada tahun 717 M (Prasasti Mantyasih).

Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing / Foto Dok. Adi Nugroho

Penulis di alun-alun kota Temanggung / Foto Dok. Penulis

Kabupaten Temanggung memiliki slogan “Temanggung Bersenyum”, yang merupakan kepanjangan dari  “Bersih, Sehat, Elok, dan Nyaman untuk Masyarakat”. Memang Temanggung merupakan kota yang nyaman. Letaknya yang berada di antara lereng Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing menjadikan Temanggung sebagai kota yang sejuk cenderung dingin.

Selain alam yang indah, Temanggung memiliki banyak objek peninggalan sejarah. Terdapat beberapa situs bersejarah di Temanggung yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Situs tersebut antara lain Situs Liyangan di Desa Purbasari, Kecamatan Ngadirejo, Candi Pringapus di Kecamatan Ngadirejo, Candi Gondosuli,  Prasasti Gondosuli yang ada di Kecamatan Bulu,  dan Prasasti Wanua Tengah II  berada di kompleks Rumah Dinas Bupati Temanggung.

Ikon Temanggung

Menjawab rasa penasaran, penulis bersama beberapa dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, Fisip, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto mengadakan perjalanan “healing” untuk mengintip kesejukan “Kota Tembakau” di lereng Gunung Sindoro-Sumbing. Hanya beberapa tempat yang sempat dikunjungi, karena begitu banyak objek dan daya tarik wisata di Kabupaten Temanggung.

Tembakau menjadi ikon Kabupaten Temanggung yang dinobatkannya sebagai “Kota Tembakau”. Julukan ini diberikan karena Temanggung merupakan salah satu daerah penghasil tembakau terbesar dan terbaik di Indonesia. Masyarakat Temanggung sebagian besar menggantungkan hidupnya dengan bertani tembakau. Cita rasa tembakau Temanggung banyak digemari dan dicari sebagai bahan baku rokok kretek.

Penulis di tengah ladang tembakau Temanggung / Foto Dok. TNA

Selain tembakau, Temanggung juga dikenal dengan kopi Arabika dan Robusta yang khas. Kedua kopi ini tumbuh di dataran tinggi, sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut. Kopi Arabika memiliki aroma yang halus, sedangkan kopi Robusta beraroma mokha yang kuat. Kedua jenis kopi Temanggung itu memiliki ciri yang khas, yaitu beraroma tembakau. Menyeruput kopi Arabika atau Robusta sambil mengisap tembakau di tengah sejuknya udara Temanggung bagi yang merokok tentu merupakan kenikmatan tersendiri.

Beberapa objek wisata menjadi ikon Kabupaten Temanggung. Objek wisata alam Posong banyak dikunjungi wisatawan. Memiliki udara yang sejuk, objek wisata ini berada di Kecamatan Kledung. Wisatawan dapat menikmati keindahan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing sambil menghirup udara segar pegunungan.

Umbul Jumprit merupakan ikon bagi pariwisata Temanggung. Objek wisata ini sering menjadi perpaduan antara wisata alam dan wisata religi. Udaranya sejuk dengan sumber air yang disakralkan. Umat Hindu sering memanfaatkan Umbul Jumprit untuk melakukan ritual pemandian. Sedangkan umat Budha menjadikan Umbul Jumprit sebagai sumber air untuk upacara Waisak di Candi Borobudur.

Di wilayah pedesaan Kabupaten Temanggung terdapat ikon wisata Pasar Papringan Ngadiprono. Objek wisata ini merupakan pasar tradisional yang unik. Konsep pasar ini berbeda dengan yang lain. Selain berada di sekitar pohon bambu yang rimbun, transaksi di pasar ini dilakukan bukan dengan uang biasa, tetapi menggunakan kepingan bambu. Makanan dan minuman tradisional serta hasil kerajinan tangan dijual di pasar ini.

Kuliner Temanggung

Sebagaimana daerah lain di Indonesia, Temanggung memiliki beberapa kuliner khas serta tempat makan yang banyak dikunjungi wisatawan. Nasi Gono atau yang dikenal sebagai Sego Gono merupakan salah satu makanan khas Temanggung. Nasi Gono merupakan perpaduan antara nasi, daun lembayung, kacang panjang, parutan kelapa, dan ikan teri. Secara tradisi, nasi ini sering disajikan dalam hantaran ke ladang atau disajikan saat pesta panen.

Kudapan yang khas dari Temanggung bernama Lentho. Kuliner ini terbuat dari bahan singkong parut. Kemudian diberi campuran kedelai atau kacang tolo mentah yang ditumbuk halus, dibumbui dan digoreng. Secara tekstur, makanan ini menyerupai perkedel atau kroket, namun memiliki cita rasa gurih yang sulit dilupakan.

Dosen Komunikasi Unsoed menikmati kuliner di RM Sego Sambel Bu Dewi / Foto Dok. Penulis

Julukan Temanggung sebagai “Kota Tembakau” memunculkan kuliner menarik berupa Nasi Goreng Tembakau. Kuliner ini sebetulnya merupakan inovasi masyarakat Temanggung. Nasi goreng ini sebetulnya hampir sama dengan yang lain, berbahan baku nasi putih yang digoreng. Namun ada yang unik, nasi goreng ini ditaburi dengan bubuk tembakau yang dihaluskan. Nasi Goreng Tembakau menjadi daya tarik wisatawan, karena rasanya yang khas beraroma tembakau.

Wisatawan yang mengunjungi atau sedang melintas di Temanggung tidak kesulitan untuk mendapatkan tempat makan. Banyak warung atau rumah makan yang berada di sepanjang jalan menuju maupun di dalam kota Temanggung. Salah satunya adalah rumah makan Sego Sambel Bu Dewi. Menu yang disajikan adalah makanan dengan cita rasa lokal yang lezat. Rumah makan ini terletak di tengah kota Temanggung, sehingga memudahkan bagi wisatawan yang sedang melakukan perjalanan untuk beristirahat dan bersantap.

Dosen Komunikasi Unsoed berpose di RM Sego Sambel Bu Dewi / Foto Dok. Penulis

Letak geografis di dataran tinggi dengan udara yang sejuk telah menghasilkan kreativitas masyarakat Temanggung untuk membuat kuliner yang khas. Dalam perspektif pariwisata, kuliner dapat menjadi daya tarik wisata yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Begitu banyak potensi wisata yang masih perlu terus digali dari Temanggung sebagai “Kota Tembakau”, seperti agrowisata maupun eduwisata yang berbasis tembakau. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Merawat Tradisi dari Masjid Saka Tunggal yang Ikonik
Desa Banjarpanepen: Media Kontemplasi bagi Sejumput Toleransi
“Yellow Gate”, Air Terjun Candi Kuning Desa Silangjana: Keindahan Alam yang Membersihkan Lelahmu
Tags: Jawa Tengahobyek wisataTemanggungtembakau
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Beda Mulut, Beda Bicara

Next Post

Puisi-puisi A. Jefrino-Fahik | Setelan Cuek Yeremias

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

by Chusmeru
April 30, 2026
0
Mengenal Banyumas, Wisata Alam dan Kuliner yang Autentik

NAMA Kabupaten Banyumas selalu identik dengan bahasa “Ngapak” yang sering dijadikan lelucon dalam film dan komedi. Banyumas lantas seolah mendapat...

Read moreDetails

Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

by I Nyoman Tingkat
April 19, 2026
0
Pantai Mertasari Sanur, Ruang Kelas Bagi Toska   

JUMAT, 17 April 2026, sebanyak 67 siswa,  guru, dan tenaga kependidikan SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska) melaksanakan pembelajaran di...

Read moreDetails

Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

by Laurensia Junita Della
April 19, 2026
0
Ketika Nembang Macapat menjadi Bagian Hidup Warga Dusun Tengger di Gunung Kidul

“Tanpa seni, dunia jadi hambar.” Saya tidak yakin dari mana saya mendapatkan kata-kata ini, tapi saya setuju. Sebagai orang yang...

Read moreDetails

Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
April 14, 2026
0
Di Atas Awan, di Puncak Merbabu, Kami Menemukan Diri

HARI itu adalah hari yang telah lama saya nantikan. Hari ketika akhirnya saya bisa menyaksikan dunia dari ketinggian 3.145 mdpl,...

Read moreDetails

Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

by Jaswanto
March 29, 2026
0
Berwisata ke Park Shanghai Surabaya

APA ada Surabaya di Shanghai? Saya kira tidak. Tapi ada Shanghai di Surabaya—meski hanya Shanghai-Shanghaian. Maksudnya, bukan Shanghai betulan. Hanya...

Read moreDetails

Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
0
Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

KABUT tipis masih menggantung saat saya tiba di dataran tinggi Kintamani, Bangli, Bali. Udara dingin menempel di kulit, sementara di...

Read moreDetails

Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

by Ahmad Sihabudin
March 8, 2026
0
Desember yang Tak Pernah Usai —Catatan Harian 1982

DESEMBER 1982, kami baru naik kelas dua SMA. Umur masih belasan, dada penuh angin, kepala penuh peta yang belum tentu...

Read moreDetails

Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

by Kadek Surya Jayadi
February 28, 2026
0
Menyusuri Heritage Kota, Memeluk Kaum Terpinggir —Kado Kecil Keluarga Sejarah Universitas Udayana untuk HUT ke-238 Kota Denpasar

ADA banyak cara merayakan hari jadi suatu kota. Tak selamanya meski meriah, sebab yang sederhana pun kadang terasa semarak. Sebagaimana...

Read moreDetails

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
0
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile...

Read moreDetails

Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

by Kadek Surya Jayadi
February 21, 2026
0
Hujan Februari di Istana Maskerdam: Ziarah Romantis KEMAS UNUD di Situs Puri Agung Karangasem

RINTIK hujan mengiringi perjalanan kami Keluarga Mahasiswa Sejarah (KEMAS) Universitas Udayana, menuju Puri Agung Karangasem, Jumat 20 Februari 2026. Percuma...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi A. Jefrino-Fahik | Setelan Cuek Yeremias

Puisi-puisi A. Jefrino-Fahik | Setelan Cuek Yeremias

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co