2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengintip Kesejukan “Kota Tembakau” di Lereng Sindoro-Sumbing

Chusmeru by Chusmeru
August 16, 2025
in Tualang
Mengintip Kesejukan “Kota Tembakau” di Lereng Sindoro-Sumbing

Ladang tembakau di lereng Gunung Sindoro / Foto Dok. Irna

KABUPATEN Temanggung merupakan salah satu dataran tinggi yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis Kabupaten Temanggung berbatasan dengan Kabupaten Kendal di sebelah utara, Kabupaten Semarang di sebelah timur, Kabupaten Magelang di selatan, dan Kabupaten Wonosobo di barat.

Dikutip dari Keris Jateng (2024), sejarah Temanggung selalu dikaitkan dengan raja Mataram Kuno yang bernama Rakai Pikatan. Nama Pikatan sendiri dipakai untuk menyebutkan suatu wilayah yang berada pada sumber mata air di desa Mudal Kecamatan Temanggung. Disini terdapat peninggalan berupa reruntuhan bebatuan kuno yang diyakini petilasan raja Rakai Pikatan.

Sejarah Temanggung mulai tercatat pada Prasasti Wanua Tengah III Tahun 908 Masehi yang ditemukan penduduk dusun Dunglo, Desa Gandulan, Kecamatan Kaloran, Temanggung pada bulan November 1983. Prasasti itu menggambarkan bahwa Temanggung semula berupa wilayah kademangan yang gemah ripah loh jinawi dimana salah satu wilayahnya yaitu Pikatan. Disini didirikan Bihara agama Hindu oleh adik raja Mataram Kuno Rahyangta I Hara, sedang rajanya adalah Rahyangta Rimdang (Raja Sanjaya) yang naik tahta pada tahun 717 M (Prasasti Mantyasih).

Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing / Foto Dok. Adi Nugroho

Penulis di alun-alun kota Temanggung / Foto Dok. Penulis

Kabupaten Temanggung memiliki slogan “Temanggung Bersenyum”, yang merupakan kepanjangan dari  “Bersih, Sehat, Elok, dan Nyaman untuk Masyarakat”. Memang Temanggung merupakan kota yang nyaman. Letaknya yang berada di antara lereng Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing menjadikan Temanggung sebagai kota yang sejuk cenderung dingin.

Selain alam yang indah, Temanggung memiliki banyak objek peninggalan sejarah. Terdapat beberapa situs bersejarah di Temanggung yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Situs tersebut antara lain Situs Liyangan di Desa Purbasari, Kecamatan Ngadirejo, Candi Pringapus di Kecamatan Ngadirejo, Candi Gondosuli,  Prasasti Gondosuli yang ada di Kecamatan Bulu,  dan Prasasti Wanua Tengah II  berada di kompleks Rumah Dinas Bupati Temanggung.

Ikon Temanggung

Menjawab rasa penasaran, penulis bersama beberapa dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, Fisip, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto mengadakan perjalanan “healing” untuk mengintip kesejukan “Kota Tembakau” di lereng Gunung Sindoro-Sumbing. Hanya beberapa tempat yang sempat dikunjungi, karena begitu banyak objek dan daya tarik wisata di Kabupaten Temanggung.

Tembakau menjadi ikon Kabupaten Temanggung yang dinobatkannya sebagai “Kota Tembakau”. Julukan ini diberikan karena Temanggung merupakan salah satu daerah penghasil tembakau terbesar dan terbaik di Indonesia. Masyarakat Temanggung sebagian besar menggantungkan hidupnya dengan bertani tembakau. Cita rasa tembakau Temanggung banyak digemari dan dicari sebagai bahan baku rokok kretek.

Penulis di tengah ladang tembakau Temanggung / Foto Dok. TNA

Selain tembakau, Temanggung juga dikenal dengan kopi Arabika dan Robusta yang khas. Kedua kopi ini tumbuh di dataran tinggi, sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut. Kopi Arabika memiliki aroma yang halus, sedangkan kopi Robusta beraroma mokha yang kuat. Kedua jenis kopi Temanggung itu memiliki ciri yang khas, yaitu beraroma tembakau. Menyeruput kopi Arabika atau Robusta sambil mengisap tembakau di tengah sejuknya udara Temanggung bagi yang merokok tentu merupakan kenikmatan tersendiri.

Beberapa objek wisata menjadi ikon Kabupaten Temanggung. Objek wisata alam Posong banyak dikunjungi wisatawan. Memiliki udara yang sejuk, objek wisata ini berada di Kecamatan Kledung. Wisatawan dapat menikmati keindahan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing sambil menghirup udara segar pegunungan.

Umbul Jumprit merupakan ikon bagi pariwisata Temanggung. Objek wisata ini sering menjadi perpaduan antara wisata alam dan wisata religi. Udaranya sejuk dengan sumber air yang disakralkan. Umat Hindu sering memanfaatkan Umbul Jumprit untuk melakukan ritual pemandian. Sedangkan umat Budha menjadikan Umbul Jumprit sebagai sumber air untuk upacara Waisak di Candi Borobudur.

Di wilayah pedesaan Kabupaten Temanggung terdapat ikon wisata Pasar Papringan Ngadiprono. Objek wisata ini merupakan pasar tradisional yang unik. Konsep pasar ini berbeda dengan yang lain. Selain berada di sekitar pohon bambu yang rimbun, transaksi di pasar ini dilakukan bukan dengan uang biasa, tetapi menggunakan kepingan bambu. Makanan dan minuman tradisional serta hasil kerajinan tangan dijual di pasar ini.

Kuliner Temanggung

Sebagaimana daerah lain di Indonesia, Temanggung memiliki beberapa kuliner khas serta tempat makan yang banyak dikunjungi wisatawan. Nasi Gono atau yang dikenal sebagai Sego Gono merupakan salah satu makanan khas Temanggung. Nasi Gono merupakan perpaduan antara nasi, daun lembayung, kacang panjang, parutan kelapa, dan ikan teri. Secara tradisi, nasi ini sering disajikan dalam hantaran ke ladang atau disajikan saat pesta panen.

Kudapan yang khas dari Temanggung bernama Lentho. Kuliner ini terbuat dari bahan singkong parut. Kemudian diberi campuran kedelai atau kacang tolo mentah yang ditumbuk halus, dibumbui dan digoreng. Secara tekstur, makanan ini menyerupai perkedel atau kroket, namun memiliki cita rasa gurih yang sulit dilupakan.

Dosen Komunikasi Unsoed menikmati kuliner di RM Sego Sambel Bu Dewi / Foto Dok. Penulis

Julukan Temanggung sebagai “Kota Tembakau” memunculkan kuliner menarik berupa Nasi Goreng Tembakau. Kuliner ini sebetulnya merupakan inovasi masyarakat Temanggung. Nasi goreng ini sebetulnya hampir sama dengan yang lain, berbahan baku nasi putih yang digoreng. Namun ada yang unik, nasi goreng ini ditaburi dengan bubuk tembakau yang dihaluskan. Nasi Goreng Tembakau menjadi daya tarik wisatawan, karena rasanya yang khas beraroma tembakau.

Wisatawan yang mengunjungi atau sedang melintas di Temanggung tidak kesulitan untuk mendapatkan tempat makan. Banyak warung atau rumah makan yang berada di sepanjang jalan menuju maupun di dalam kota Temanggung. Salah satunya adalah rumah makan Sego Sambel Bu Dewi. Menu yang disajikan adalah makanan dengan cita rasa lokal yang lezat. Rumah makan ini terletak di tengah kota Temanggung, sehingga memudahkan bagi wisatawan yang sedang melakukan perjalanan untuk beristirahat dan bersantap.

Dosen Komunikasi Unsoed berpose di RM Sego Sambel Bu Dewi / Foto Dok. Penulis

Letak geografis di dataran tinggi dengan udara yang sejuk telah menghasilkan kreativitas masyarakat Temanggung untuk membuat kuliner yang khas. Dalam perspektif pariwisata, kuliner dapat menjadi daya tarik wisata yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Begitu banyak potensi wisata yang masih perlu terus digali dari Temanggung sebagai “Kota Tembakau”, seperti agrowisata maupun eduwisata yang berbasis tembakau. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Merawat Tradisi dari Masjid Saka Tunggal yang Ikonik
Desa Banjarpanepen: Media Kontemplasi bagi Sejumput Toleransi
“Yellow Gate”, Air Terjun Candi Kuning Desa Silangjana: Keindahan Alam yang Membersihkan Lelahmu
Tags: Jawa Tengahobyek wisataTemanggungtembakau
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Beda Mulut, Beda Bicara

Next Post

Puisi-puisi A. Jefrino-Fahik | Setelan Cuek Yeremias

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi A. Jefrino-Fahik | Setelan Cuek Yeremias

Puisi-puisi A. Jefrino-Fahik | Setelan Cuek Yeremias

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co