3 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Mengintip Kesejukan “Kota Tembakau” di Lereng Sindoro-Sumbing

Chusmeru by Chusmeru
August 16, 2025
in Tualang
Mengintip Kesejukan “Kota Tembakau” di Lereng Sindoro-Sumbing

Ladang tembakau di lereng Gunung Sindoro / Foto Dok. Irna

KABUPATEN Temanggung merupakan salah satu dataran tinggi yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis Kabupaten Temanggung berbatasan dengan Kabupaten Kendal di sebelah utara, Kabupaten Semarang di sebelah timur, Kabupaten Magelang di selatan, dan Kabupaten Wonosobo di barat.

Dikutip dari Keris Jateng (2024), sejarah Temanggung selalu dikaitkan dengan raja Mataram Kuno yang bernama Rakai Pikatan. Nama Pikatan sendiri dipakai untuk menyebutkan suatu wilayah yang berada pada sumber mata air di desa Mudal Kecamatan Temanggung. Disini terdapat peninggalan berupa reruntuhan bebatuan kuno yang diyakini petilasan raja Rakai Pikatan.

Sejarah Temanggung mulai tercatat pada Prasasti Wanua Tengah III Tahun 908 Masehi yang ditemukan penduduk dusun Dunglo, Desa Gandulan, Kecamatan Kaloran, Temanggung pada bulan November 1983. Prasasti itu menggambarkan bahwa Temanggung semula berupa wilayah kademangan yang gemah ripah loh jinawi dimana salah satu wilayahnya yaitu Pikatan. Disini didirikan Bihara agama Hindu oleh adik raja Mataram Kuno Rahyangta I Hara, sedang rajanya adalah Rahyangta Rimdang (Raja Sanjaya) yang naik tahta pada tahun 717 M (Prasasti Mantyasih).

Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing / Foto Dok. Adi Nugroho

Penulis di alun-alun kota Temanggung / Foto Dok. Penulis

Kabupaten Temanggung memiliki slogan “Temanggung Bersenyum”, yang merupakan kepanjangan dari  “Bersih, Sehat, Elok, dan Nyaman untuk Masyarakat”. Memang Temanggung merupakan kota yang nyaman. Letaknya yang berada di antara lereng Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing menjadikan Temanggung sebagai kota yang sejuk cenderung dingin.

Selain alam yang indah, Temanggung memiliki banyak objek peninggalan sejarah. Terdapat beberapa situs bersejarah di Temanggung yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya. Situs tersebut antara lain Situs Liyangan di Desa Purbasari, Kecamatan Ngadirejo, Candi Pringapus di Kecamatan Ngadirejo, Candi Gondosuli,  Prasasti Gondosuli yang ada di Kecamatan Bulu,  dan Prasasti Wanua Tengah II  berada di kompleks Rumah Dinas Bupati Temanggung.

Ikon Temanggung

Menjawab rasa penasaran, penulis bersama beberapa dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, Fisip, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto mengadakan perjalanan “healing” untuk mengintip kesejukan “Kota Tembakau” di lereng Gunung Sindoro-Sumbing. Hanya beberapa tempat yang sempat dikunjungi, karena begitu banyak objek dan daya tarik wisata di Kabupaten Temanggung.

Tembakau menjadi ikon Kabupaten Temanggung yang dinobatkannya sebagai “Kota Tembakau”. Julukan ini diberikan karena Temanggung merupakan salah satu daerah penghasil tembakau terbesar dan terbaik di Indonesia. Masyarakat Temanggung sebagian besar menggantungkan hidupnya dengan bertani tembakau. Cita rasa tembakau Temanggung banyak digemari dan dicari sebagai bahan baku rokok kretek.

Penulis di tengah ladang tembakau Temanggung / Foto Dok. TNA

Selain tembakau, Temanggung juga dikenal dengan kopi Arabika dan Robusta yang khas. Kedua kopi ini tumbuh di dataran tinggi, sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut. Kopi Arabika memiliki aroma yang halus, sedangkan kopi Robusta beraroma mokha yang kuat. Kedua jenis kopi Temanggung itu memiliki ciri yang khas, yaitu beraroma tembakau. Menyeruput kopi Arabika atau Robusta sambil mengisap tembakau di tengah sejuknya udara Temanggung bagi yang merokok tentu merupakan kenikmatan tersendiri.

Beberapa objek wisata menjadi ikon Kabupaten Temanggung. Objek wisata alam Posong banyak dikunjungi wisatawan. Memiliki udara yang sejuk, objek wisata ini berada di Kecamatan Kledung. Wisatawan dapat menikmati keindahan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing sambil menghirup udara segar pegunungan.

Umbul Jumprit merupakan ikon bagi pariwisata Temanggung. Objek wisata ini sering menjadi perpaduan antara wisata alam dan wisata religi. Udaranya sejuk dengan sumber air yang disakralkan. Umat Hindu sering memanfaatkan Umbul Jumprit untuk melakukan ritual pemandian. Sedangkan umat Budha menjadikan Umbul Jumprit sebagai sumber air untuk upacara Waisak di Candi Borobudur.

Di wilayah pedesaan Kabupaten Temanggung terdapat ikon wisata Pasar Papringan Ngadiprono. Objek wisata ini merupakan pasar tradisional yang unik. Konsep pasar ini berbeda dengan yang lain. Selain berada di sekitar pohon bambu yang rimbun, transaksi di pasar ini dilakukan bukan dengan uang biasa, tetapi menggunakan kepingan bambu. Makanan dan minuman tradisional serta hasil kerajinan tangan dijual di pasar ini.

Kuliner Temanggung

Sebagaimana daerah lain di Indonesia, Temanggung memiliki beberapa kuliner khas serta tempat makan yang banyak dikunjungi wisatawan. Nasi Gono atau yang dikenal sebagai Sego Gono merupakan salah satu makanan khas Temanggung. Nasi Gono merupakan perpaduan antara nasi, daun lembayung, kacang panjang, parutan kelapa, dan ikan teri. Secara tradisi, nasi ini sering disajikan dalam hantaran ke ladang atau disajikan saat pesta panen.

Kudapan yang khas dari Temanggung bernama Lentho. Kuliner ini terbuat dari bahan singkong parut. Kemudian diberi campuran kedelai atau kacang tolo mentah yang ditumbuk halus, dibumbui dan digoreng. Secara tekstur, makanan ini menyerupai perkedel atau kroket, namun memiliki cita rasa gurih yang sulit dilupakan.

Dosen Komunikasi Unsoed menikmati kuliner di RM Sego Sambel Bu Dewi / Foto Dok. Penulis

Julukan Temanggung sebagai “Kota Tembakau” memunculkan kuliner menarik berupa Nasi Goreng Tembakau. Kuliner ini sebetulnya merupakan inovasi masyarakat Temanggung. Nasi goreng ini sebetulnya hampir sama dengan yang lain, berbahan baku nasi putih yang digoreng. Namun ada yang unik, nasi goreng ini ditaburi dengan bubuk tembakau yang dihaluskan. Nasi Goreng Tembakau menjadi daya tarik wisatawan, karena rasanya yang khas beraroma tembakau.

Wisatawan yang mengunjungi atau sedang melintas di Temanggung tidak kesulitan untuk mendapatkan tempat makan. Banyak warung atau rumah makan yang berada di sepanjang jalan menuju maupun di dalam kota Temanggung. Salah satunya adalah rumah makan Sego Sambel Bu Dewi. Menu yang disajikan adalah makanan dengan cita rasa lokal yang lezat. Rumah makan ini terletak di tengah kota Temanggung, sehingga memudahkan bagi wisatawan yang sedang melakukan perjalanan untuk beristirahat dan bersantap.

Dosen Komunikasi Unsoed berpose di RM Sego Sambel Bu Dewi / Foto Dok. Penulis

Letak geografis di dataran tinggi dengan udara yang sejuk telah menghasilkan kreativitas masyarakat Temanggung untuk membuat kuliner yang khas. Dalam perspektif pariwisata, kuliner dapat menjadi daya tarik wisata yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Begitu banyak potensi wisata yang masih perlu terus digali dari Temanggung sebagai “Kota Tembakau”, seperti agrowisata maupun eduwisata yang berbasis tembakau. [T]

Penulis: Chusmeru
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Merawat Tradisi dari Masjid Saka Tunggal yang Ikonik
Desa Banjarpanepen: Media Kontemplasi bagi Sejumput Toleransi
“Yellow Gate”, Air Terjun Candi Kuning Desa Silangjana: Keindahan Alam yang Membersihkan Lelahmu
Tags: Jawa Tengahobyek wisataTemanggungtembakau
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Beda Mulut, Beda Bicara

Next Post

Puisi-puisi A. Jefrino-Fahik | Setelan Cuek Yeremias

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post
Puisi-puisi A. Jefrino-Fahik | Setelan Cuek Yeremias

Puisi-puisi A. Jefrino-Fahik | Setelan Cuek Yeremias

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co