2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

“Yellow Gate”, Air Terjun Candi Kuning Desa Silangjana: Keindahan Alam yang Membersihkan Lelahmu

Arix Wahyudhi Jana Putra by Arix Wahyudhi Jana Putra
August 15, 2025
in Tualang
“Yellow Gate”, Air Terjun Candi Kuning Desa Silangjana: Keindahan Alam yang Membersihkan Lelahmu

Air Terjun Candi Kuning, Desa Silangjana, Buleleng

UDARA di Desa Silangjana, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali,  terasa seperti embun yang baru saja diperas dari rahim pegunungan. Dingin, jernih, dan memeluk kulit dengan lembut menggerakkan pori-pori tuk timbul. Matahari sudah terbit, tapi sianarnya belum benar-benar menguasai sekeliling.

Bayangan pepohonan masih memanjang, menutupi sebagian jalan. Jalan menuju Air Terjun Candi Kuning tidak diiringi papan nama besar atau gerbang yang megah. Hanya jalan setapak selebar satu motor, berliku-liku, seolah sedang menyembunyikan sesuatu yang tak ingin sembarang orang temukan.

Pintu masuk menuju Air Terjuan Candi Kuning | Foto: Arix

Di ujung perjalanan, ada rumah sederhana dan terbentang lahan parkir yang juga tidak terlalu luas. Tidak ada loket, tidak ada petugas berseragam penagih uang parkir dan karcis, yang ada hanya sebuah meja kayu yang using dengan kotak donasi bertuliskan “Seikhlasnya.”

Di belakang berdiri seorang perempuan berwajah ramah. Namanya Komang Ayu. Ia penjaga setempat. Sapanya hangat, seperti sudah mengenal sejak lama, walau baru bertemu. Di zaman di mana setiap panorama alam sering diukur dengan harga tiket, keberadaan tempat seperti ini terasa langka.

Jalan menuju air terjun dimulai dengan menurun, di kanan terlihat pemandangan bukit, di kiri tebing yang ditumbuhi beberpa pepohonan jaka, cengkeh, dan rumpun-rumpun salak,. Pohon-pohon ini bukan sekedar hiasan alam, tapi bagian dari denyut ekonomi warga, menunggu masa panen pengepulnya. Tangga dari batu alam disusun rapi memandu Langkah, tapi licinnya lumut memaksa setiap pijakan dilakukan dengan kesadaran penuh.

Jalan setapak berbatu menuju Air Terjuan Candi Kuning | Foto: Arix

Sesekali, aliran air kecil menyilang didepan, membentuk curug-curug mungil yang jernihnya menggoda untuk merendam kaki. Sepanjang jalan, suara air terdengar makin jelas, bercampur dengan kicauan burung yang seolah berpantulan di dinding tebing.

Udara berubah menjadi lebih lembab tercampur dengan aroma dedaunan basah menusuk hidung. Beberapa meter sebelum tujuan, kabut air mulai terasa di kulit, rintik halus yang bukan hujan, melainkan sisa pecahan air terjun yang menghantam batu dan kembali terbang di udara.

Lalu tibalah pemandangan itu, Candi Kuning. Airnya jatuh dari ketinggian 100 meter membelah udara dengan suara berat, menenangkan. Di kedua sisi, tebing-tebing menjulang dilapisi lumut dan pepohonan, di tengahnya sinar matahari pagi menyerap, menciptakan semburat kuning keemasan. Apa mungkin inilah alasan namanya, cahaya itu membuat dinding tebing seperti altar emas di tengah hutan.

Di beberapa sudut, pelangi kecil melayang, hadiah dari pertemuan air dan cahaya. Tidak ada keramaian. Hanya bunyi air, burung, dan sesekali desir angin. Airnya cukup deras untuk memunculkan percikan yang dinginnya sampai ke tulang.

Air Terjuan Candi Kuning | Foto: Arix

Bebatuan besar di kaki air terjun seperti tahta alami, sebagian terselimuti lumut halus. Ada sebuah jembatan kayu melintas di salah satu sisi, agak renta, dengan beberapa papan yang mulai goyah. Menurut Komang Ayu, jembatan itu akan segera diperbaiki.

Di balik keindahan yang seolah liar ini, ada tangan-tangan yang menjaga. Air terjun Candi Kuning berada di bawah pengelolaan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Lila Dharma Kerti, dibantu pemerintah Desa Silangjana.

Pokdarwis adalah denyut sukarela warga, mereka gotong royong membersihkan, memperbaiki, dan menjaga kawasan, walau sebagian besar biayanya hanya berasal dari donasi pengunjung. Semua dirancang untuk menunjang wisata, tanpa merusak keseimbangan alam yang sudah ada.

Di banyak tempat, pembangunan sering kali berarti mengikis keaslian. Tapi di sini, warga desa tampaknya mengerti bahwa daya tarik Candi Kuning bukan semata air terjunnya, melainkan seluruh pengalaman menuju ke sana. Jalan sempit berlumut tipis, udara sejuk, suara burung bertebaran, hingga kehangatan senyum penjaga tanpa karcis.

Dan, ketika sang surya sudah naik lebih tinggi, cahaya makin terang, tapi membuat suasana terlihat lebih teduh dalam perjalanan kembali. Langkah terasa lebih ringan, walau medan tetap licin.

Ada rasa yang tertinggal, syukur, karena alam seperti ini masih terjaga. kagum, karena masih ada masyarakat yang mau menjaganya. Dan harapan, karena mungkin suatu hari nanti, ketika pengunjung lebih banyak dan fasilitas lebih baik, keaslian ini masih akan tetap menyapa setiap orang yang datang.

Air Terjuan Candi Kuning | Foto: Arix

Tidak semua keindahan harus dibingkai tiket masuk atau papan promosi besar-besaran, kadang keindahan terbaik adalah yang ditemukan dalam kesederhanaan. Jika panas terik mengeringkan kota, atau pikiran terasa penuh oleh hiruk-pikuk pekerjaan, datanglah ke sini.

Ikuti jalan yang berliku, dengarkan bisik hutan, biarkan cahaya keemasan dan embun air terjun Candi Kuning membersihkan lelahmu. [T]

Penulis: Arix Wahyudhi Jana Putra
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Cak Air “GanggaRam”: Seni Pertunjukan Baru di Air Terjun
Diapit Tebing Kemerahan, Wisata Air Terjun Tembok Barak Pantang Dilewatkan
Mendaki Bukit Tapak, Menemukan Makam Wali Pitu di Puncak
Menggigil di Belantara Gunung Batukaru
Gunung Batur yang Kesekian Kalinya
Tags: air terjunbulelengDesa Silangjanaobyek wisata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Program SEJIWA di Gunaksa, Mengenal dan Menangani Tanda-tanda Gangguan Jiwa

Next Post

Moch Satrio Welang: Antara Ombak, Panggung, dan Perjalanan Batin

Arix Wahyudhi Jana Putra

Arix Wahyudhi Jana Putra

Gede Arix Wahyudhi Jana Putra. Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi STAHN Mpu Kuturan Singaraja

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post
Moch Satrio Welang: Antara Ombak, Panggung, dan Perjalanan Batin

Moch Satrio Welang: Antara Ombak, Panggung, dan Perjalanan Batin

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co