15 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Diapit Tebing Kemerahan, Wisata Air Terjun Tembok Barak Pantang Dilewatkan

Putu Ayu Aprilia Aryani by Putu Ayu Aprilia Aryani
November 13, 2023
in Tualang
Diapit Tebing Kemerahan, Wisata Air Terjun Tembok Barak Pantang Dilewatkan

Air Terjun Tembok Barak | Foto: Putu Ayu Aprilia Aryani

SORE ITU langit begitu cerah, angin bertiup sepoi-sepoi. Aku duduk di teras rumah sambil sesekali mengecek handphone—ada beberapa pesan masuk yang perlu aku baca. Hari itu aku dan kedua temanku hendak healing tipis-tipis, melepas penat kami setelah lima hari ke belakang disibukkan dengan perkuliahan dan tugas-tugas menumpuk dengan deadline yang mepet.

Notifikasi pesan masuk muncul dilayar handpone-ku. Seketika senyum sumringah muncul di bibirku ketika membaca pesan tersebut. Ternyata kedua temanku sudah sampai di depan gang rumahku.

Aku mengambil tas lalu bergegas menghidupkan motor, kemudian mengendarainya keluar rumah untuk menemui kedua temanku yang sudah menunggu di ujung gang. Setelah bertemu, kami berangkat ke tempat healing yang telah kami tentukan. Benar. Air Terjun Tembok Barak, ialah tempat wisata yang akan kami tuju.

Air Terjun Tembok Barak merupakan salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Buleleng. Destinasi wisata ini berjarak sekitar 10 menit dari pusat Kota Singaraja dan berlokasi di Gang Cengkeh, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Nama air terjun ini mengacu pada ciri khas keindahannya, yakni diapit oleh tebing kemerahan. “Tembok” berarti tebing atau batu; dan “Barak” berarti merah.

Perjalanan yang kami tempuh ke Air Terjun Tembok Barak kira-kira sekitar 25 menit, dengan jarak sekitar 14 Kilometer. Sepanjang perjalanan menuju lokasi air terjun, mata kami disuguhkan dengan pemandangan perkotaan Kota Singaraja, yang sore itu cukup ramai pengendara, baik motor maupun mobil. Setelah memasuki daerah Sambangan, kami mulai mencari Gang Cengkeh tersebut.

Perjalanan menyusuri jalan setapak menuju Air Terjun Tembok Barak / Foto: Putu Ayu Aprilia Aryani

Sesampainya di Gang Cengkeh, kami melanjutkan perjalanan menelusuri jalanan gang yang lumayan sempit dan hanya muat dua motor saja. Kami terus mengendarai motor, menelusuri jalanan gang tersebut, hingga sampailah di pos pembayaran tiket.

Tiket masuk ke air tejun ini terbilang cukup ramah di kantong, dengan biaya sebesar 10 ribu rupiah untuk pengunjung lokal dan 20 ribu rupiah untuk pengunjung manca negara. Wisata ini cocok untuk dijadikan destinasi akhir pekan bersama keluarga dan teman-teman.

Setelah membayar tiket masuk, penjaga pos mengarahkan kami untuk mengikuti jalan lurus tersebut. Untuk menuju area parkir air terjun ini, kami harus melewati jalan setapak yang dikelilingi oleh hamparan persawahan.

Belum sampai di air terjun, kami sudah disuguhkan dengan keindahan hamparan sawah nan hijau. Tetapi kami terus melanjutkan perjalanan, karena tujuan utama kami adalah Air Terjun Tembok Barak.

Sesampainya di area parkir, kami pun memarkirkan motor masing-masing. Suara arus sungai di bawah sana sudah terdengar, kami merasa bersemangat untuk lekas bertemu dengan indahnya Air Terjun Tembok Barak.

***

Untuk menuju air terjun itu, kami harus menuruni tangga yang agak curam. Namun tenang saja, tangga tersebut sudah dilengkapi dengan pegangan di sisi kanannya. Kami mulai menuruni tangga tersebut dengan hati-hati.

Sesampainya di tangga terakhir, kami kaget. Ternyata tangga tersebut tidak sepenuhnya mengantarkan kami ke tepian sungai. Kami harus melanjutkan perjalanan dengan menelusuri jalan setapak yang lumayan curam tanpa tangga. Walaupun demikian, kami tetap bersemangat karena suara deru air terjun sudah terdengar sangat jelas.

Sepanjang perjalanan menuruni jalan yang curam itu, di sisi kiri dan kanan jalan dikelilingi oleh pepohonan rindang, khas jalanan menuju air terjun. Hingga pada akhirnya kami pun sampai di pinggir sungai.

Untuk menuju Air Terjun Tembok Barak, kami masih harus menelusuri pinggir sungai menuju ke arah hulu. Setelah menempuh jalanan yang lumayan curam dan tentunnya rasa lelah yang kami rasakan, semua itu sirna setelah sesampainya kami di air terjun.

Mata kami dimanjakan dengan pesona Air Terjun Tembok Barak yang memiliki tinggi sekitar 8 Meter dengan diapit oleh tebing kemerahannya. Sungguh pesona alam yang sangat eksotis.

Sesampainya di air terjun, kami duduk di bebatuan yang terdapat di aliran sungai di bawah air terjun sambil melepas penat. Suasana air terjun hari itu cukup sepi pengunjung. Selain kami, hanya terdapat 2 pengunjung lainnya. Setelah puas menyaksikan keindahan air terjun dan sekitarnya, kami mulai bermain air di sana sambil mengambil beberapa foto.

***

Salah satu yang menjadi tujuan para pengunjung ke Air Terjun Tembok Barak adalah karena keunikan tebingnya yang berwarna kemerahan. Tebing kemerahan inilah yang menjadi ciri khas Air Terjun Tembok Barak dan sering dijadikan ikon untuk spot foto kece oleh para pengunjung.

Berpose di area Air Terjun Tembok Barak / Foto: Putu Ayu Aprilia Aryani

Namun sayang, dengan potensi keindahan alam air terjun yang eksotis itu, di area Air Terjun Tembok Barak masih belum tersedia fasilitas umum seperti toilet untuk para pengunjungnya. Selain itu, di sekitar air tejun juga masih belum terdapat warung-warung yang menyediakan snack atau cemilan ringan bagi para pengunjung.

Di sana hanya terdapat satu warung saja, yakni di pos pembayaran tiket. Untuk itu, apabila hendak menikmati pemandangan air terjun sambil menyantap cemilan, para pengunjung disarankan membawa cemilan dari rumah atau membeli di warung dekat pos pembayaran tiket.

Setelah puas berfoto dan menikmati panorama air terjun yang begitu eksotis itu, kami bertiga bersiap untuk kembali pulang ke rumah masing-masing—karena hari sudah hampir menjelang petang. Kami begitu puas dengan healing kami hari ini. Anggap saja untuk melepas penat karena kesibukan perkuliahan kami sebagai mahasiswa.

Air Terjun Tembok Barak menjadi destinasi wisata yang layak untuk dikunjungi, terutama bagi mereka yang hendak healing tipis-tipis namun tidak terlalu menguras kantong. Suatu saat ketika ada waktu luang lagi, kami bertiga berencana untuk kembali ke air terjun ini— menikmati kembali menikmati panorama alam nan indah itu.[T]

Di Labuan Bajo Saya Menjalankan Tugas, Jalan-jalan, Belajar, dan Sembahyang
Air Terjun Putri Nglirip: Surga di Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan
Pendakian Gunung Abang 2.151 Mdpl: Kita Tidak Pantas Mati di Tempat Tidur!
Pulau Merah: Surga di Selatan Banyuwangi
Tags: balibulelengSingarajawisata alam
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wellness Tourism di Bali: Pewacakan, Mandi Kembang, hingga Minum Loloh Digemari Figur Publik Dunia

Next Post

Saat The Munchies, Grup Musik Asal Bali, Konser di Kapal Pesiar Norwegian Pearl

Putu Ayu Aprilia Aryani

Putu Ayu Aprilia Aryani

Mahasiswa Ilmu Komunikasi. Pencinta kucing yang percaya bahwa setiap interaksi, baik dengan manusia maupun hewan, memiliki cerita dan makna tersendiri.

Related Posts

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails
Next Post
Saat The Munchies, Grup Musik Asal Bali, Konser di Kapal Pesiar Norwegian Pearl

Saat The Munchies, Grup Musik Asal Bali, Konser di Kapal Pesiar Norwegian Pearl

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co