5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Diapit Tebing Kemerahan, Wisata Air Terjun Tembok Barak Pantang Dilewatkan

Putu Ayu Aprilia Aryani by Putu Ayu Aprilia Aryani
November 13, 2023
in Tualang
Diapit Tebing Kemerahan, Wisata Air Terjun Tembok Barak Pantang Dilewatkan

Air Terjun Tembok Barak | Foto: Putu Ayu Aprilia Aryani

SORE ITU langit begitu cerah, angin bertiup sepoi-sepoi. Aku duduk di teras rumah sambil sesekali mengecek handphone—ada beberapa pesan masuk yang perlu aku baca. Hari itu aku dan kedua temanku hendak healing tipis-tipis, melepas penat kami setelah lima hari ke belakang disibukkan dengan perkuliahan dan tugas-tugas menumpuk dengan deadline yang mepet.

Notifikasi pesan masuk muncul dilayar handpone-ku. Seketika senyum sumringah muncul di bibirku ketika membaca pesan tersebut. Ternyata kedua temanku sudah sampai di depan gang rumahku.

Aku mengambil tas lalu bergegas menghidupkan motor, kemudian mengendarainya keluar rumah untuk menemui kedua temanku yang sudah menunggu di ujung gang. Setelah bertemu, kami berangkat ke tempat healing yang telah kami tentukan. Benar. Air Terjun Tembok Barak, ialah tempat wisata yang akan kami tuju.

Air Terjun Tembok Barak merupakan salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Buleleng. Destinasi wisata ini berjarak sekitar 10 menit dari pusat Kota Singaraja dan berlokasi di Gang Cengkeh, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Nama air terjun ini mengacu pada ciri khas keindahannya, yakni diapit oleh tebing kemerahan. “Tembok” berarti tebing atau batu; dan “Barak” berarti merah.

Perjalanan yang kami tempuh ke Air Terjun Tembok Barak kira-kira sekitar 25 menit, dengan jarak sekitar 14 Kilometer. Sepanjang perjalanan menuju lokasi air terjun, mata kami disuguhkan dengan pemandangan perkotaan Kota Singaraja, yang sore itu cukup ramai pengendara, baik motor maupun mobil. Setelah memasuki daerah Sambangan, kami mulai mencari Gang Cengkeh tersebut.

Perjalanan menyusuri jalan setapak menuju Air Terjun Tembok Barak / Foto: Putu Ayu Aprilia Aryani

Sesampainya di Gang Cengkeh, kami melanjutkan perjalanan menelusuri jalanan gang yang lumayan sempit dan hanya muat dua motor saja. Kami terus mengendarai motor, menelusuri jalanan gang tersebut, hingga sampailah di pos pembayaran tiket.

Tiket masuk ke air tejun ini terbilang cukup ramah di kantong, dengan biaya sebesar 10 ribu rupiah untuk pengunjung lokal dan 20 ribu rupiah untuk pengunjung manca negara. Wisata ini cocok untuk dijadikan destinasi akhir pekan bersama keluarga dan teman-teman.

Setelah membayar tiket masuk, penjaga pos mengarahkan kami untuk mengikuti jalan lurus tersebut. Untuk menuju area parkir air terjun ini, kami harus melewati jalan setapak yang dikelilingi oleh hamparan persawahan.

Belum sampai di air terjun, kami sudah disuguhkan dengan keindahan hamparan sawah nan hijau. Tetapi kami terus melanjutkan perjalanan, karena tujuan utama kami adalah Air Terjun Tembok Barak.

Sesampainya di area parkir, kami pun memarkirkan motor masing-masing. Suara arus sungai di bawah sana sudah terdengar, kami merasa bersemangat untuk lekas bertemu dengan indahnya Air Terjun Tembok Barak.

***

Untuk menuju air terjun itu, kami harus menuruni tangga yang agak curam. Namun tenang saja, tangga tersebut sudah dilengkapi dengan pegangan di sisi kanannya. Kami mulai menuruni tangga tersebut dengan hati-hati.

Sesampainya di tangga terakhir, kami kaget. Ternyata tangga tersebut tidak sepenuhnya mengantarkan kami ke tepian sungai. Kami harus melanjutkan perjalanan dengan menelusuri jalan setapak yang lumayan curam tanpa tangga. Walaupun demikian, kami tetap bersemangat karena suara deru air terjun sudah terdengar sangat jelas.

Sepanjang perjalanan menuruni jalan yang curam itu, di sisi kiri dan kanan jalan dikelilingi oleh pepohonan rindang, khas jalanan menuju air terjun. Hingga pada akhirnya kami pun sampai di pinggir sungai.

Untuk menuju Air Terjun Tembok Barak, kami masih harus menelusuri pinggir sungai menuju ke arah hulu. Setelah menempuh jalanan yang lumayan curam dan tentunnya rasa lelah yang kami rasakan, semua itu sirna setelah sesampainya kami di air terjun.

Mata kami dimanjakan dengan pesona Air Terjun Tembok Barak yang memiliki tinggi sekitar 8 Meter dengan diapit oleh tebing kemerahannya. Sungguh pesona alam yang sangat eksotis.

Sesampainya di air terjun, kami duduk di bebatuan yang terdapat di aliran sungai di bawah air terjun sambil melepas penat. Suasana air terjun hari itu cukup sepi pengunjung. Selain kami, hanya terdapat 2 pengunjung lainnya. Setelah puas menyaksikan keindahan air terjun dan sekitarnya, kami mulai bermain air di sana sambil mengambil beberapa foto.

***

Salah satu yang menjadi tujuan para pengunjung ke Air Terjun Tembok Barak adalah karena keunikan tebingnya yang berwarna kemerahan. Tebing kemerahan inilah yang menjadi ciri khas Air Terjun Tembok Barak dan sering dijadikan ikon untuk spot foto kece oleh para pengunjung.

Berpose di area Air Terjun Tembok Barak / Foto: Putu Ayu Aprilia Aryani

Namun sayang, dengan potensi keindahan alam air terjun yang eksotis itu, di area Air Terjun Tembok Barak masih belum tersedia fasilitas umum seperti toilet untuk para pengunjungnya. Selain itu, di sekitar air tejun juga masih belum terdapat warung-warung yang menyediakan snack atau cemilan ringan bagi para pengunjung.

Di sana hanya terdapat satu warung saja, yakni di pos pembayaran tiket. Untuk itu, apabila hendak menikmati pemandangan air terjun sambil menyantap cemilan, para pengunjung disarankan membawa cemilan dari rumah atau membeli di warung dekat pos pembayaran tiket.

Setelah puas berfoto dan menikmati panorama air terjun yang begitu eksotis itu, kami bertiga bersiap untuk kembali pulang ke rumah masing-masing—karena hari sudah hampir menjelang petang. Kami begitu puas dengan healing kami hari ini. Anggap saja untuk melepas penat karena kesibukan perkuliahan kami sebagai mahasiswa.

Air Terjun Tembok Barak menjadi destinasi wisata yang layak untuk dikunjungi, terutama bagi mereka yang hendak healing tipis-tipis namun tidak terlalu menguras kantong. Suatu saat ketika ada waktu luang lagi, kami bertiga berencana untuk kembali ke air terjun ini— menikmati kembali menikmati panorama alam nan indah itu.[T]

Di Labuan Bajo Saya Menjalankan Tugas, Jalan-jalan, Belajar, dan Sembahyang
Air Terjun Putri Nglirip: Surga di Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan
Pendakian Gunung Abang 2.151 Mdpl: Kita Tidak Pantas Mati di Tempat Tidur!
Pulau Merah: Surga di Selatan Banyuwangi
Tags: balibulelengSingarajawisata alam
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wellness Tourism di Bali: Pewacakan, Mandi Kembang, hingga Minum Loloh Digemari Figur Publik Dunia

Next Post

Saat The Munchies, Grup Musik Asal Bali, Konser di Kapal Pesiar Norwegian Pearl

Putu Ayu Aprilia Aryani

Putu Ayu Aprilia Aryani

Mahasiswa Ilmu Komunikasi. Pencinta kucing yang percaya bahwa setiap interaksi, baik dengan manusia maupun hewan, memiliki cerita dan makna tersendiri.

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post
Saat The Munchies, Grup Musik Asal Bali, Konser di Kapal Pesiar Norwegian Pearl

Saat The Munchies, Grup Musik Asal Bali, Konser di Kapal Pesiar Norwegian Pearl

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co