2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Desa Banjarpanepen: Media Kontemplasi bagi Sejumput Toleransi

Chusmeru by Chusmeru
March 25, 2023
in Khas
Desa Banjarpanepen: Media Kontemplasi bagi Sejumput Toleransi

FOTO: Sungai Kalicawang sebagai tempat ritual Limolasan atau Purnaman. | Dokumentasi Pribadi Chusmeru

DESA BANJARPANEPEN merupakan satu desa yang terletak di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.  Desa ini terasa sejuk, karena terletak di ketinggian 391 meter di atas permukaan laut. Untuk menuju desa ini dapat ditempuh melalui perjalanan darat sekitar 50 kilometer dari Purwokerto, ibukota Kabupaten Banyumas. Banyak sisi menarik dari desa yang yang berpenduduk 6.350 jiwa ini.

Desa Banjarpanepen dinobatkan pemerintah sebagai Desa Percontohan Kerukunan Antarumat Beragama di Indonesia. Hal itu didasarkan pada karakteristik penduduk yang terdiri dari berbagai agama, seperti Islam, Kristen, Budha, Hindu, dan Penghayat Kepercayaan.

Mereka hidup rukun berdampingan puluhan tahun tanpa pernah terjadi konflik. Ketika  berada di Desa Banjarpanepen orang akan melihatnya sebagai miniatur Indonesia, karena di desa itu terdapat masjid, gereja, wihara, dan tempat pemujaan bagi penganut Hindu dan Penghayat Kepercayaan.

Potensi Wisata

Sebagaimana kebanyakan desa di Indonesia, Banjarpanepen memiliki beberapa potensi wisata alam, sejarah, dan religi. Di wilayah tengah desa terdapat objek wisata susur sungai (river tubing ) di Kalicawang. Sungai Kalicawang ini juga biasa diamanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat ritual adat desa. Berdekatan dengan objek wisata tersebut terdapat pusat kuliner Taman Sentana yang menyajikan menu Sate Bebek sepanjang setengah meter.

Foto: Pintu Masuk Objek Wisata Sejarah Watu Jonggol sebagai tempat pelaksanaan ritual Suran | Dokumentasi Pribadi Chusmeru

Beranjak ke sisi barat terdapat objek wisata alam Bukit Pengaritan. Letaknya yang berada di ketinggian membuat objek wisata ini terasa sejuk. Para pengunjung memanfaatkan waktu sore hari hari sambil menikmati pemandangan kota dan laut di bawah bukit. Sejauh mata memandang, pengunjung dimanjakan dengan hijaunya bebukitan.

Menuju ke tempat yang lebih tinggi, Desa Banjarpanepen memiliki objek wisata sejarah dan spiritual Watu Jonggol. Objek wisata ini dipercaya masyarakat setempat sebagai petilasan Mahapatih Gajah Mada dan Prabu Hayam Wuruk.

Banyak pengunjung yang datang untuk melakukan meditasi di Watu Jonggol. Menurut Sakin, tokoh masyarakat di desa itu, beberapa biksu dari Tibet pernah mengunjungi Watu Jonggol. Sayangnya, akses jalan menuju Watu Jonggol masih sulit, jalan yang sempit dan berkelok naik turun.

Ragam Ritual dan Toleransi

Mengunjungi Desa Banjarpanepen serasa berada di satu tempat yang tenang dan damai. Kehidupan masyarakat yang mayoritas sebagai penderes ( petani gula kelapa) tidak membuat masyarakat acuh terhadap tradisi turun-temurun. Hal itu dapat dilihat dari ritual masyarakat desa yang sarat dengan nilai religi dan toleransi.

Tradisi dan ritual yang sampai saat ini masih bertahan adalah Limolasan (limabelasan) atau Purnaman yang dilaksanakan di Sungai Kalicawang. Tradisi ini biasanya dilakukan menjelang bulan suci ramadan bagi umat Islam.

Kegiatan diawali dengan berendam di sungai Kalicawang yang dilaksanakan pada tengah malam pukul 24.00 sampai selesai. Acara dilanjutkan dengan meditasi dan berdoa sambil berendam. Menurut Kepala Desa Banjarpanepen, Mujiono, ritual berendam di sungai pada malam hari bertujuan agar masyarakat lebih tenang dan konsentrasi dalam memanjatkan doa kepada Tuhan.

Foto: Pepunden Kyai Selo Kinayungan yang dipercaya masyarakat sebagai penasihat Prabu Hayam Wuruk | Dokumentasi Pribadi Chusmeru

Saat yang dipilih menjalankan tradisi tersebut adalah tanggal 15 kalender Jawa atau saat bulan purnama. Oleh sebab itu tradisi ini disebut Purnaman. Uniknya, tradisi dan ritual menyongsong bulan ramadan ini juga diikuti oleh penganut agama Kristen, Budha, Hindu, dan Penghayat Kepercayaan.

Konsep dalam tradisi Limolasan atau Purnaman ini adalah memohon doa kepada Tuhan agar seluruh warga Desa Banjarpanepen selalu dalam lindungan Tuhan selama bulan puasa. Tradisi ini juga telah berhasil menjadi media toleransi dan harmonisasi warga Desa Banjarpanepen.

Ritual dan tradisi juga dilakukan di objek wisata sejarah Watu Jonggol, yaitu Suran. Masyarakat meyakini bahwa Watu Jonggol dianggap sebagai media yang mempersatukan seluruh warga desa.

Terdapat dua pepunden (tempat keramat) di Watu Jonggol, yaitu pepunden Mbah Karang Sedayu yang dipercaya masyarakat sebagai pengawal Mahapatih Gajah Mada yang datang ke Desa Banjarpanepen sekitar tahun 1350 sebelum terjadi Perang Bubat. Kemudian di bagian dalam terdapat batu besar setinggi 10 meter yang dipercaya sebagai pepunden Kyai Selo Kinayungan, penasihat Prabu Hayam Wuruk ketika datang ke Desa Banjarpanepen secara gaib.

Pepunden Mbah Karang Sedayu dianggap masyarakat Desa Banjarpanepen sebagai simbol kegagahan, kegigihan, dan kekuatan Mahapatih Gajah Mada untuk menguasai tanah Pasundan. Sedangkan pepunden Kyai Selo Kinayungan manifestasi sikap arif dan bijak Prabu Hayam Wuruk untuk membahagiakan dan menyejahterakan rakyat, tanpa harus ada peperangan.

Suran adalah ritual yang dilakukan di Watu Jonggol sebagai simbol menyambut tahun baru dalam kalender Jawa. Pada saat kegiatan tersebut dilaksanakan semua warga dari berbagai agama hadir, termasuk para tokoh adat dan tokoh agama Islam.

Tradisi Suran juga dilengkapi dengan sajian Takiran ( sejenis tumpeng nasi dan lauk pauk ). Semua peserta ritual tradisi tersebut menikmati Takiran, sebagai simbol bersatunya warga tanpa membedakan yang kaya dan yang miskin.

Foto: Pepunden Mbah Karang Sedayu yang dipercaya masyarakat sebagai pengawal Mahapatih Gajah Mada | Dokumentasi Pribadi Chusmeru

Apa yang dilakukan masyarakat Desa Banjarpanepen merupakan wujud toleransi dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Kerukunan dan harmoni kehidupan di Desa Banjarpanepen juga tampak pada saat masing-masing umat beragama merayakan hari besar keagamaan mereka. Ketika umat Islam melaksanakan sholat Idul Fitri, maka warga dari agama Kristen, Budha, dan Hindu ikut menjaga kelancaran sholat.

Begitu pula ketika umat Kristen merayakan Natal di Gereja, umat Islam, Budha, dan Hindu ikut membantu persiapan dan menjaga keamanan gereja. Sisi lain yang menarik, terdapat salah satu mushola tempat umat Islam menjalankan ibadahnya dibuat atas gotong royong warga yang beragama Budha. Untuk membangun kerukunan, perangkat desa Banjarpanepen juga terdiri dari beragam umat beragama yang ada di desa.

Watu Jonggol dan Desa Banjarpanepen seolah hadir sebagai media bagi orang untuk berkontemplasi seraya mewujudkan sejumput toleransi yang kini menjadi barang mahal di Republik ini. Padahal toleransi begitu mudah dilaksanakan, karena toleransi sejatinya diawali dari menghargai keberagaman. Mahatma Gandhi pernah mengatakan, kemampuan kita semua untuk mencapai persatuan dalam keberagaman akan menjadi keindahan dan ujian bagi kelangsungan peradaban kita. [T]

Tags: BanjarpanepenBudayasejarahtoleransi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Inilah 10 Finalis Bagus dan 10 Finalis Jegeg Buleleng | Kalian Jagokan Siapa?

Next Post

Misteri Jalanan: Penghubung atau Pemutus?

Chusmeru

Chusmeru

Pensiunan dosen

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Sanggah Setengah Jadi dan Ritual yang Kembali Sederhana

Misteri Jalanan: Penghubung atau Pemutus?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co