3 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Desa Banjarpanepen: Media Kontemplasi bagi Sejumput Toleransi

Chusmeru by Chusmeru
March 25, 2023
in Khas
Desa Banjarpanepen: Media Kontemplasi bagi Sejumput Toleransi

FOTO: Sungai Kalicawang sebagai tempat ritual Limolasan atau Purnaman. | Dokumentasi Pribadi Chusmeru

DESA BANJARPANEPEN merupakan satu desa yang terletak di Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.  Desa ini terasa sejuk, karena terletak di ketinggian 391 meter di atas permukaan laut. Untuk menuju desa ini dapat ditempuh melalui perjalanan darat sekitar 50 kilometer dari Purwokerto, ibukota Kabupaten Banyumas. Banyak sisi menarik dari desa yang yang berpenduduk 6.350 jiwa ini.

Desa Banjarpanepen dinobatkan pemerintah sebagai Desa Percontohan Kerukunan Antarumat Beragama di Indonesia. Hal itu didasarkan pada karakteristik penduduk yang terdiri dari berbagai agama, seperti Islam, Kristen, Budha, Hindu, dan Penghayat Kepercayaan.

Mereka hidup rukun berdampingan puluhan tahun tanpa pernah terjadi konflik. Ketika  berada di Desa Banjarpanepen orang akan melihatnya sebagai miniatur Indonesia, karena di desa itu terdapat masjid, gereja, wihara, dan tempat pemujaan bagi penganut Hindu dan Penghayat Kepercayaan.

Potensi Wisata

Sebagaimana kebanyakan desa di Indonesia, Banjarpanepen memiliki beberapa potensi wisata alam, sejarah, dan religi. Di wilayah tengah desa terdapat objek wisata susur sungai (river tubing ) di Kalicawang. Sungai Kalicawang ini juga biasa diamanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat ritual adat desa. Berdekatan dengan objek wisata tersebut terdapat pusat kuliner Taman Sentana yang menyajikan menu Sate Bebek sepanjang setengah meter.

Foto: Pintu Masuk Objek Wisata Sejarah Watu Jonggol sebagai tempat pelaksanaan ritual Suran | Dokumentasi Pribadi Chusmeru

Beranjak ke sisi barat terdapat objek wisata alam Bukit Pengaritan. Letaknya yang berada di ketinggian membuat objek wisata ini terasa sejuk. Para pengunjung memanfaatkan waktu sore hari hari sambil menikmati pemandangan kota dan laut di bawah bukit. Sejauh mata memandang, pengunjung dimanjakan dengan hijaunya bebukitan.

Menuju ke tempat yang lebih tinggi, Desa Banjarpanepen memiliki objek wisata sejarah dan spiritual Watu Jonggol. Objek wisata ini dipercaya masyarakat setempat sebagai petilasan Mahapatih Gajah Mada dan Prabu Hayam Wuruk.

Banyak pengunjung yang datang untuk melakukan meditasi di Watu Jonggol. Menurut Sakin, tokoh masyarakat di desa itu, beberapa biksu dari Tibet pernah mengunjungi Watu Jonggol. Sayangnya, akses jalan menuju Watu Jonggol masih sulit, jalan yang sempit dan berkelok naik turun.

Ragam Ritual dan Toleransi

Mengunjungi Desa Banjarpanepen serasa berada di satu tempat yang tenang dan damai. Kehidupan masyarakat yang mayoritas sebagai penderes ( petani gula kelapa) tidak membuat masyarakat acuh terhadap tradisi turun-temurun. Hal itu dapat dilihat dari ritual masyarakat desa yang sarat dengan nilai religi dan toleransi.

Tradisi dan ritual yang sampai saat ini masih bertahan adalah Limolasan (limabelasan) atau Purnaman yang dilaksanakan di Sungai Kalicawang. Tradisi ini biasanya dilakukan menjelang bulan suci ramadan bagi umat Islam.

Kegiatan diawali dengan berendam di sungai Kalicawang yang dilaksanakan pada tengah malam pukul 24.00 sampai selesai. Acara dilanjutkan dengan meditasi dan berdoa sambil berendam. Menurut Kepala Desa Banjarpanepen, Mujiono, ritual berendam di sungai pada malam hari bertujuan agar masyarakat lebih tenang dan konsentrasi dalam memanjatkan doa kepada Tuhan.

Foto: Pepunden Kyai Selo Kinayungan yang dipercaya masyarakat sebagai penasihat Prabu Hayam Wuruk | Dokumentasi Pribadi Chusmeru

Saat yang dipilih menjalankan tradisi tersebut adalah tanggal 15 kalender Jawa atau saat bulan purnama. Oleh sebab itu tradisi ini disebut Purnaman. Uniknya, tradisi dan ritual menyongsong bulan ramadan ini juga diikuti oleh penganut agama Kristen, Budha, Hindu, dan Penghayat Kepercayaan.

Konsep dalam tradisi Limolasan atau Purnaman ini adalah memohon doa kepada Tuhan agar seluruh warga Desa Banjarpanepen selalu dalam lindungan Tuhan selama bulan puasa. Tradisi ini juga telah berhasil menjadi media toleransi dan harmonisasi warga Desa Banjarpanepen.

Ritual dan tradisi juga dilakukan di objek wisata sejarah Watu Jonggol, yaitu Suran. Masyarakat meyakini bahwa Watu Jonggol dianggap sebagai media yang mempersatukan seluruh warga desa.

Terdapat dua pepunden (tempat keramat) di Watu Jonggol, yaitu pepunden Mbah Karang Sedayu yang dipercaya masyarakat sebagai pengawal Mahapatih Gajah Mada yang datang ke Desa Banjarpanepen sekitar tahun 1350 sebelum terjadi Perang Bubat. Kemudian di bagian dalam terdapat batu besar setinggi 10 meter yang dipercaya sebagai pepunden Kyai Selo Kinayungan, penasihat Prabu Hayam Wuruk ketika datang ke Desa Banjarpanepen secara gaib.

Pepunden Mbah Karang Sedayu dianggap masyarakat Desa Banjarpanepen sebagai simbol kegagahan, kegigihan, dan kekuatan Mahapatih Gajah Mada untuk menguasai tanah Pasundan. Sedangkan pepunden Kyai Selo Kinayungan manifestasi sikap arif dan bijak Prabu Hayam Wuruk untuk membahagiakan dan menyejahterakan rakyat, tanpa harus ada peperangan.

Suran adalah ritual yang dilakukan di Watu Jonggol sebagai simbol menyambut tahun baru dalam kalender Jawa. Pada saat kegiatan tersebut dilaksanakan semua warga dari berbagai agama hadir, termasuk para tokoh adat dan tokoh agama Islam.

Tradisi Suran juga dilengkapi dengan sajian Takiran ( sejenis tumpeng nasi dan lauk pauk ). Semua peserta ritual tradisi tersebut menikmati Takiran, sebagai simbol bersatunya warga tanpa membedakan yang kaya dan yang miskin.

Foto: Pepunden Mbah Karang Sedayu yang dipercaya masyarakat sebagai pengawal Mahapatih Gajah Mada | Dokumentasi Pribadi Chusmeru

Apa yang dilakukan masyarakat Desa Banjarpanepen merupakan wujud toleransi dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Kerukunan dan harmoni kehidupan di Desa Banjarpanepen juga tampak pada saat masing-masing umat beragama merayakan hari besar keagamaan mereka. Ketika umat Islam melaksanakan sholat Idul Fitri, maka warga dari agama Kristen, Budha, dan Hindu ikut menjaga kelancaran sholat.

Begitu pula ketika umat Kristen merayakan Natal di Gereja, umat Islam, Budha, dan Hindu ikut membantu persiapan dan menjaga keamanan gereja. Sisi lain yang menarik, terdapat salah satu mushola tempat umat Islam menjalankan ibadahnya dibuat atas gotong royong warga yang beragama Budha. Untuk membangun kerukunan, perangkat desa Banjarpanepen juga terdiri dari beragam umat beragama yang ada di desa.

Watu Jonggol dan Desa Banjarpanepen seolah hadir sebagai media bagi orang untuk berkontemplasi seraya mewujudkan sejumput toleransi yang kini menjadi barang mahal di Republik ini. Padahal toleransi begitu mudah dilaksanakan, karena toleransi sejatinya diawali dari menghargai keberagaman. Mahatma Gandhi pernah mengatakan, kemampuan kita semua untuk mencapai persatuan dalam keberagaman akan menjadi keindahan dan ujian bagi kelangsungan peradaban kita. [T]

Tags: BanjarpanepenBudayasejarahtoleransi
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Inilah 10 Finalis Bagus dan 10 Finalis Jegeg Buleleng | Kalian Jagokan Siapa?

Next Post

Misteri Jalanan: Penghubung atau Pemutus?

Chusmeru

Chusmeru

Purnatugas dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP, Anggota Formatur Pendirian Program Studi Pariwisata, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Penulis bidang komunikasi dan pariwisata. Sejak kecil menyukai hal-hal yang berbau mistis.

Related Posts

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
0
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

Read moreDetails

Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

by Emi Suy
June 1, 2026
0
Di Tengah Dunia yang Semakin Pintar, Manusia Jangan Sampai Kehilangan Hati

Catatan tentang AI, media sosial, dan manusia yang semakin sulit mendengar suara hatinya sendiri. KADANG-KADANG saya merasa bahwa perubahan terbesar...

Read moreDetails

Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

by I Nyoman Tingkat
May 28, 2026
0
Bertumbuh, Berkembang, Meraih Bintang  –Cerita dari Acara Pelepasan di SMAN 2 Kuta Selatan

SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)menggelar acara pelepasan Angkatan V pada Selasa Pon Waregadian, 26 Mei 2026, di Aula Jove...

Read moreDetails

Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

by I Wayan Artika
May 27, 2026
0
Dari Program Desa Binaan Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha: Pelatihan Ekoliterasi di Pondok Literasi Sabih, Desa Pedawa, Buleleng

DESA Pedawa di Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, terkenal dengan gula Pedawa. Gula ini sejatinya adalah gula merah atau gula...

Read moreDetails

Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

by Dede Putra Wiguna
May 27, 2026
0
Dari Cerita Bergambar ke Dunia Digital: Cara Mahasiswa Pascasarjana Undiksha Menanamkan Literasi di SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja

BAGI sebagian siswa SD Negeri 7 Kampung Baru, Singaraja, hari itu menjadi pengalaman pertama mengenal Canva. Ada yang masih bingung...

Read moreDetails

Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

by Dede Putra Wiguna
May 26, 2026
0
Riuh yang Mengikat Kebersamaan – Cerita Jeda Semester Genap di SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar

AULA SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pagi itu tidak seperti biasanya. Tidak ada suasana tegang ujian, tidak pula wajah-wajah...

Read moreDetails

Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

by Dede Putra Wiguna
May 25, 2026
0
Menjadikan Ujian Lebih Bermakna Lewat Antologi Puisi dan Cerpen

BAGI sebagian siswa, menulis puisi dan cerpen mungkin bukan perkara sulit. Namun membuatnya dalam bentuk kolektif dan memiliki benang merah...

Read moreDetails

Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

by Kardanis Mudawi Jaya
May 24, 2026
0
Cekrek Sunyi Mata Kamera Widnyana Sudibya

SEJAK tahun 2018, saya tidak pernah lagi bertemu dan mengobrol lama sambil menikmati kopi dan kacang dalam satu lingkup kerja...

Read moreDetails

In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

by Made Adnyana Ole
May 21, 2026
0
In Memoriam — Widnyana Sudibya, Fotografer yang Punya Jasa Besar Pada Arsip-arsip Kesenian Bali

IA fotografer, ia mencintai kesenian Bali. Maka hidupnya diabdikan untuk mengabadikan segala bentuk kesenian Bali melalu foto-foto yang eksotik sekaligus...

Read moreDetails

Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

by Ni Luh Gde Sari Dewi Astuti
May 20, 2026
0
Pantai Kedonganan Ramai Lagi, Tapi Sudahkah Siap Go Digital?

PANTAI Kedonganan di kawasan Kuta, Badung, Bali, perlahan hidup kembali. Menjelang sore, deretan meja di tepi pantai mulai terisi. Aroma...

Read moreDetails
Next Post
Sanggah Setengah Jadi dan Ritual yang Kembali Sederhana

Misteri Jalanan: Penghubung atau Pemutus?

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng
Esai

‘Nyama Kelod-Nyama Kaje’: Menakar Kerukunan Tradisional Menjadi Mesin Baru Pariwisata Inklusif Buleleng

JIKA ada wilayah di Bali yang paling fasih merawat keberagaman jauh sebelum kosakata "moderasi" riuh diperdebatkan di ruang-ruang seminar, tempat...

by Eril Paizi
June 2, 2026
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026
Persona

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
Ke Pacet Mereka Kembali
Tualang

Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

by Jaswanto
June 2, 2026
(Semoga) Tak Ada Revolusi Hari Ini!
Esai

‘Teror Pocong’ dan Hantu-Hantu di Singgasana Kekuasaan

BELAKANGAN ini, pocong sedang ramai dibicarakan. Berbagai video pendek yang menampilkan sosok berkain kafan beredar luas di media sosial, pesan...

by Early NHS
June 2, 2026
Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa  —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026
Panggung

Menjaga Tradisi, Menemukan Rasa —Pelajaran dari Jepang dan Thailand di Ubud Food Festival 2026

PADA hari terakhir Ubud Food Festival 2026, Minggu, 31 Mei 2026, Rumah Kayu, Taman Kuliner Ubud dipenuhi pengunjung yang datang...

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
(Tidak Ada) Literasi Digital
Esai

(Tidak Ada) Literasi Digital

LITERASI digital berkaitan dengan proses kognitif terhadap apa yang dilihat seseorang pada layar komputer ketika menggunakan media yang terhubung melalui...

by I Wayan Artika
June 2, 2026
Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan
Ulas Rupa

Everything is Doing Something: Material yang Membawa Ingatan

Persepsi apa yang tertinggal pada sebuah kayu yang telah menjadikannya arang? Kerapuhan? Ketidakutuhan? Atau justru kesan hitam yang solid? Begitu...

by Made Chandra
June 2, 2026
PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur
Ekonomi

PT Garuda Mas Anugerah Resmikan Kantor di Bali: Beri Awarding Bagi Para Afiliator, Perluas Jangkauan Pelayanan di Kawasan Indonesia Timur

Ketika namanya disebut, Ni Ketut Sari langsung berteriak kegirangan. Teriakannya, langsung disambut seluruh peserta yang hadir memenuhi ruangan, seperti para...

by Nyoman Budarsana
June 1, 2026
’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan
Ulas Musik

’Africa’ dan Kerinduan Universal: Lagu Pop sebagai Doa Sekuler Kemanusiaan

LAGU ”Africa” karya Toto sering dibaca secara dangkal sebagai romansa eksotis atau nostalgia pop era 1980-an. Namun jika ditempatkan dalam...

by Ahmad Sihabudin
June 1, 2026
Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik
Khas

Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

Di bawah langit Mei yang teduh, halaman SMPN 2 Banjar kembali dipenuhi cahaya kebanggaan. Bulan yang identik dengan harum tanah...

by Putu Agus Eka Pradnyana
June 1, 2026
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita
Ulas Film

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

by Satria Aditya
June 1, 2026
Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?
Esai

Bali Sané Mangkin: Pembiasaan Laku Malalaksana?

PEMBIASAAn terhadap cara pandang ataupun perbuatan yang tidak sepantasnya (mala-laksana/malalaksana) adalah benalu. Pembiasaan ini mengaburkan batas antara yang patut dan...

by Rsi Suwardana
June 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co