30 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
in Tualang
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile terbesar di Asia Tenggara, yang berlangsung di Jakarta Convention Center. Pameran tersebut selalu menjadi ajang pamer kualitas—produk premium—masing-masing perajin dan pengusaha craft dan textile dari seluruh Nusantara—bahkan dari negara-negara tetangga.

Pagi Motley—yang bergerak di bidang pewarnaan alam yang meliputi pewarnaan jasa (kulit, kain, serat agel, kayu), tenun, desain interior, natural dye workshop, dan desain pakaian—di gandeng Yayasan Dharma Bakti Astra menjadi salah satu peserta INACRAFT 2026. Saya dipercaya menjadi penjaga booth-nya.

Sembelum menjaga booth Pagi Motley, saya sempat singgah di Yogyakarta. Di sana saya mendapat banyak pengalaman menyenangkan.

Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Ya, perjalanan saat itu memang saya niatkan estafet menggunakan jalur darat, naik bus dan kereta api. Di samping memang ingin mendapatkan lebih banyak ruang pengalaaman selama perjalanan, rasa-rasanya bisa lebih berhemat daripada naik pesawat. Hitung-hitung juga belajar membuat jadwal perjalanan sendiri sebelum merancang jadwal perjalanan bagi orang lain atau tamu.

Tepat tanggal 3 Februari saya berangkat dari Denpasar ke Yogjakarta dengan bus M-Trans. Berangkat sekitar jam 2 siang dan sampai Jogja pukul 4.30 pagi. Harga tiket bus Rp. 450.000. Nyaman sekali, dapat makan dan snack plus makan malam satu kali di area Banyuwangi.

Di Jogja saya menghabiskan setengah hari untuk berwisata sekaligus belajar di Desa Wisata Krebet yang terletak di Dusun Krebet, Kelurahan Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Wilayah ini berada kurang lebih 18 km dari pusat Kota Yogyakarta dan kurang lebih 7 km dari pusat Kota Bantul. Desa Wisata Krebet berada di perbukitan kapur Pajangan.

Kerajinan di Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Batik kayu, maksudnya membatik di media kayu, adalah salah satu pengalaman yang ditawarkan desa wisata yang menyabet Juara 1 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 untuk kategori kelembagaan dan sumber daya manusia. Kebetulan sekali, pihak Desa Wisata Krebet juga akan ikut pameran INACRAFT saat itu. Di Krebet saya bertemu Mas Agus Jati, Ketua Pengelola Desa wisata Krebet sekaligus kawan saya. Hampir 6 Jam saya habiskan di Desa Wisata Krebet. Tentu banyak hal yang dapat saya pelajari.

Seperti umumnya di Jogjakarta, selain angkringan, obrolan dan gudeg, tidak lupa saya juga menikmati tengkleng, kuliner khas berbahan dasar tulang kambing (iga, kaki, kepala, dan jeroan) yang dimasak dengan kuah encer kaya rempah, menyerupai gulai namun lebih ringan. Kuliner legendaris ini berakar dari masa penjajahan dan kini menjadi hidangan favorit dengan cita rasa gurih, pedas, dan aroma rempah kuat.

Kuliner kambing di Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Tempat makan tengkleng itu bersebelahan dengan Dusun Krebet. Sate Kambing Pajangan namanya. Ini kali kedua saya makan di tempat itu, tapi baru pertama kali ke Krebet. Selain olahan kambingnya yang terkenal, untuk menuju ke sana saya juga mendapat pengalaman menarik. Pasalnya, saya naik ATV (All-Terrain Vehicle) ditemani kawan dari Bali yang sedang menempuh studi lanjutan di UGM—Rama Prasetya, mengambil S-2 antropologi di kampus yang dikenal hari ini dengan ketua BEM-nya yang mengkritik Program MBG itu.

Di Krebet saya melihat banyak siswa dari Jawa bahkan Bali, beberapa juga pelancong dari mancanegara. Grup study tour memang menjadi pangsa pasar utama. Bahkan saat saya di sana, ada sekolah internasional dari Jakarta yang melakukan kunjungan ke Desa Wisata Krebet. Mereka di perkanalkan dengan membatik kayu, membuat wayang sampai bermain gamelan.

Di luar itu, warga Krebet kebanyakan bertani musiman, menjadi pekerja harian, dan juga membuat kerajinan batik kayu. Bisa dibilang, pariwisata dan ladang perekonomian lainnya saling melengkapi satu sama lain—dan pariwisata bahkan sekadar menjadi alternatif.

Market Desa Wisata Krebet kebanyakan memang menyasar wisatawan lokal. Sebuah perbedaan dengan Bali. Di Bali masih berkiblat kepada wisatawan mancanegara. Perbedaan mendasar ini juga turut berpengaruh pada mindset pelaku wisata. Baik secara standar harga dan juga pelayanan.

Tetapi ada satu perbedaan yang sangat fundamental bagi saya antara pariwisata di Krebet dan Bali. Yaitu konsistensi antara wacana dan kenyataannya di lapangan. Kegiatan pariwisata di Bali sedari dulu selalu dinarasikan untuk pelestarian seni-budaya, menunjang ekonomi masyarakat, bahkan menjaga lingkungan. Namun kenyatannya jauh panggang dari api. Pembangunan hotel berbintang, villa, dan akomodasi lainnya begitu masif sampai mengabaikan pelestarian lingkungan hidup. Lain di Krebet. Itu sangat dipertimbangkan.

Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Pengalaman destinasi kehidupan masyarakat, kreativitas, dan budaya adalah suatu keharusan untuk menjaga eksistensi pariwisata di Bali. Tapi apa yang diharapkan dan dibicarakan seperti biasa selalu tidak pernah bisa diwujudkan. Karena pada kenyataannya, jika tidak ada hitung-hitungan yang adil dan jelas, regulasi yang dijalankan semestinya, maka petani yang menanam padi—yang menjadi cerita manis dalam berwisata Bali—tidak akan mendapatkan bagian yang layak; maka jangan kaget jika cerita beton mengantikan sawah atau bahkan pemasangan seng di sawah akan terus terjadi.

Pada akhirnya, setelah belajar dari Jogjakarta dalam setengah hari, saya melanjutkan perjalanan dengan kereta dari Stasiun Tugu menuju Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Sebelumnya, saya menunggu jam keberangkatan dengan menikmati ronde di dekat stasiun.

Ah, ingatan kembali ke Bali. Langkanya transportasi umum, riuh di jalan sepi alternatif. Bali adalah Bali, pun Jogja adalah Jogja.

Berfoto di Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Cara menikmati kota dan desa, bahkan menikmati pagi, siang, dan malam, menurut saya, bisa dari mana saja, termasuk Jogjakarta. Setidaknya, setiap orang yang berkunjung ke Jogja bisa meng-upload semua foto ata video dengan lirik “pulang ke kotamu”—kutipan ikonik dari lagu legendaris “Yogyakarta” karya KLa Project—yang menggambarkan perasaan rindu mendalam, nostalgia, dan kehangatan suasana Kota Yogyakarta.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Nadiana
Editor: Jaswanto

Tags: Bantuldesa wisataDesa Wisata KrebetPariwisataYogyakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Grand Final Pemilihan Duta GenRe Instiki 2026: Regenerasi Teladan, Siap Berdampak dan Menginspirasi

Next Post

Rintik Hujan di Living World Denpasar Saksi Lahirnya Duta GenRe UNHI 2026

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

by Kadek Sri Widiastuti
October 28, 2026
0
Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

MENDENGAR kata Ferrari atau Lamborghini, bayangan kita mungkin langsung tertuju pada mobil mewah berharga selangit dengan fitur-fitur canggih. Namun, Ferrari...

Read moreDetails

Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

by Ahmad Sihabudin
October 26, 2026
0
Belajar dari Senat, Menyapa Semeru

ADA perjalanan yang kita tempuh karena tugas. Ada perjalanan yang kita jalani karena kewajiban. Namun, sering kali justru di balik...

Read moreDetails

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails
Next Post
Rintik Hujan di Living World Denpasar Saksi Lahirnya Duta GenRe UNHI 2026

Rintik Hujan di Living World Denpasar Saksi Lahirnya Duta GenRe UNHI 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu
Esai

Alvin Tedjo: Potensi, Kesadaran, dan Ujian Waktu

Potensi Manusia dan Lingkungan yang Membentuknya Kisah Alvin Tedjo menarik untuk direnungkan, bukan semata-mata karena ia merupakan keturunan Indonesia yang...

by Agung Sudarsa
October 29, 2026
Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam
Panggung

Menulis yang Tak Tertahankan, Menyuarakan yang Terbungkam

BAGAIMANA menuliskan luka yang sulit diungkapkan? Ketika trauma, kehilangan, dan ketidakadilan terasa begitu berat, mampukah kata-kata menggambarkan pengalaman yang menyakitkan...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia
Panggung

Labdanation Fashion Week Season III, Padukan Fashion Berkelanjutan dan Ambisi Rekor Dunia

PERAGAAN busana yang mengusung konsep tekstil berkelanjutan tampil memikat dalam Labdanation Fashion Week Season III di panggung terbuka Sira Village,...

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan
Khas

Karya Agung Ki Pasek Badeg, Merawat Warisan Leluhur dan Meneguhkan Ikatan Pasemetonan

ALUNAN lembut gamelan gangsa dan moncong reong berpadu dengan tembang-tembang klasik nan sakral, menghadirkan suasana khidmat yang sarat nuansa spiritual....

by Nyoman Budarsana
October 29, 2026
Melancaran ke Desa Les: Melihat Les dari Sisi yang Lain
Liputan Khusus

Pemberdayaan Produk Lokal Setelah Desa Les Diganjar Penghargaan ADWI 2024

“MAKANYA, pengembangannya lebih kepada CBT sebenarnya—Community Based Tourism.” Nyoman Nadiana, yang akrab disapa Don Rare, mengucapkan kalimat itu ketika menjelaskan...

by Jaswanto
October 29, 2026
Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen
Panggung

Luncurkan “Penasaran”, Henry Manampiring Ingin Marah-Marah Lewat Cerpen

SELAMA ini Henry Manampiring dikenal sebagai penulis nonfiksi, terutama melalui Filosofi Teras yang mengupas filsafat Stoikisme. Namun, lewat kumpulan cerpen...

by Dede Putra Wiguna
October 29, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Ujian Menuju Kedewasaan: Saat  Cinta Tidak Lagi Menuntut Kesempurnaan

Tidak semua masalah dalam hubungan dapat diselesaikan dengan percakapan ringan atau kompromi sederhana. Fase Ujian Perjalanan relasi cinta pasangan yang...

by Tri Nugroho Adi
October 29, 2026
B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara
Pameran

B-GIDME 2026 Hadirkan 46 Karya dari 52 Desainer Lima Negara

Bali-Global Innovative Design Map Exhibition (B-GIDME) 2026 resmi dibuka pada Senin, 26 Oktober 2026, di Neka Art Museum (NAM), Ubud,...

by Nyoman Budarsana
October 28, 2026
Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya
Panggung

Sutasoma vs Purusada: Satire Kekuasaan di Panggung Swara SeadaNya

GUNAWAN Wicaksono membawakan tokoh Purusada dengan riasan tebal, didominasi garis merah dan hitam yang mempertegas wajahnya. Matanya melotot, suaranya menggelegar...

by tatkala
October 28, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Tembok Besar Indonesia Itu Bernama Etnosentrisme [Catatan Hari Sumpah Pemuda]

BANYAK yang mengira, setelah Sumpah Pemuda tahun 1928 persoalan bangsa yang majemuk ini telah selesai. Banyak pula yang berharap, setelah...

by Chusmeru
October 28, 2026
Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen
Tualang

Taksi Ferrari-Lamborghini ala Kawah Ijen

MENDENGAR kata Ferrari atau Lamborghini, bayangan kita mungkin langsung tertuju pada mobil mewah berharga selangit dengan fitur-fitur canggih. Namun, Ferrari...

by Kadek Sri Widiastuti
October 28, 2026
Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji
Liputan Khusus

Panji Lestari, Wanita Tani, dan Warga Penggerak Desa Wisata Panji

“DI DESA PANJI, kami tidak menjual pemandangan, kami menjual cara hidup.” Kalimat itu ditulis Jro Mangku Made Ariawan, Perbekel Desa...

by Jaswanto
October 28, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co