27 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
in Tualang
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile terbesar di Asia Tenggara, yang berlangsung di Jakarta Convention Center. Pameran tersebut selalu menjadi ajang pamer kualitas—produk premium—masing-masing perajin dan pengusaha craft dan textile dari seluruh Nusantara—bahkan dari negara-negara tetangga.

Pagi Motley—yang bergerak di bidang pewarnaan alam yang meliputi pewarnaan jasa (kulit, kain, serat agel, kayu), tenun, desain interior, natural dye workshop, dan desain pakaian—di gandeng Yayasan Dharma Bakti Astra menjadi salah satu peserta INACRAFT 2026. Saya dipercaya menjadi penjaga booth-nya.

Sembelum menjaga booth Pagi Motley, saya sempat singgah di Yogyakarta. Di sana saya mendapat banyak pengalaman menyenangkan.

Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Ya, perjalanan saat itu memang saya niatkan estafet menggunakan jalur darat, naik bus dan kereta api. Di samping memang ingin mendapatkan lebih banyak ruang pengalaaman selama perjalanan, rasa-rasanya bisa lebih berhemat daripada naik pesawat. Hitung-hitung juga belajar membuat jadwal perjalanan sendiri sebelum merancang jadwal perjalanan bagi orang lain atau tamu.

Tepat tanggal 3 Februari saya berangkat dari Denpasar ke Yogjakarta dengan bus M-Trans. Berangkat sekitar jam 2 siang dan sampai Jogja pukul 4.30 pagi. Harga tiket bus Rp. 450.000. Nyaman sekali, dapat makan dan snack plus makan malam satu kali di area Banyuwangi.

Di Jogja saya menghabiskan setengah hari untuk berwisata sekaligus belajar di Desa Wisata Krebet yang terletak di Dusun Krebet, Kelurahan Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Wilayah ini berada kurang lebih 18 km dari pusat Kota Yogyakarta dan kurang lebih 7 km dari pusat Kota Bantul. Desa Wisata Krebet berada di perbukitan kapur Pajangan.

Kerajinan di Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Batik kayu, maksudnya membatik di media kayu, adalah salah satu pengalaman yang ditawarkan desa wisata yang menyabet Juara 1 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 untuk kategori kelembagaan dan sumber daya manusia. Kebetulan sekali, pihak Desa Wisata Krebet juga akan ikut pameran INACRAFT saat itu. Di Krebet saya bertemu Mas Agus Jati, Ketua Pengelola Desa wisata Krebet sekaligus kawan saya. Hampir 6 Jam saya habiskan di Desa Wisata Krebet. Tentu banyak hal yang dapat saya pelajari.

Seperti umumnya di Jogjakarta, selain angkringan, obrolan dan gudeg, tidak lupa saya juga menikmati tengkleng, kuliner khas berbahan dasar tulang kambing (iga, kaki, kepala, dan jeroan) yang dimasak dengan kuah encer kaya rempah, menyerupai gulai namun lebih ringan. Kuliner legendaris ini berakar dari masa penjajahan dan kini menjadi hidangan favorit dengan cita rasa gurih, pedas, dan aroma rempah kuat.

Kuliner kambing di Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Tempat makan tengkleng itu bersebelahan dengan Dusun Krebet. Sate Kambing Pajangan namanya. Ini kali kedua saya makan di tempat itu, tapi baru pertama kali ke Krebet. Selain olahan kambingnya yang terkenal, untuk menuju ke sana saya juga mendapat pengalaman menarik. Pasalnya, saya naik ATV (All-Terrain Vehicle) ditemani kawan dari Bali yang sedang menempuh studi lanjutan di UGM—Rama Prasetya, mengambil S-2 antropologi di kampus yang dikenal hari ini dengan ketua BEM-nya yang mengkritik Program MBG itu.

Di Krebet saya melihat banyak siswa dari Jawa bahkan Bali, beberapa juga pelancong dari mancanegara. Grup study tour memang menjadi pangsa pasar utama. Bahkan saat saya di sana, ada sekolah internasional dari Jakarta yang melakukan kunjungan ke Desa Wisata Krebet. Mereka di perkanalkan dengan membatik kayu, membuat wayang sampai bermain gamelan.

Di luar itu, warga Krebet kebanyakan bertani musiman, menjadi pekerja harian, dan juga membuat kerajinan batik kayu. Bisa dibilang, pariwisata dan ladang perekonomian lainnya saling melengkapi satu sama lain—dan pariwisata bahkan sekadar menjadi alternatif.

Market Desa Wisata Krebet kebanyakan memang menyasar wisatawan lokal. Sebuah perbedaan dengan Bali. Di Bali masih berkiblat kepada wisatawan mancanegara. Perbedaan mendasar ini juga turut berpengaruh pada mindset pelaku wisata. Baik secara standar harga dan juga pelayanan.

Tetapi ada satu perbedaan yang sangat fundamental bagi saya antara pariwisata di Krebet dan Bali. Yaitu konsistensi antara wacana dan kenyataannya di lapangan. Kegiatan pariwisata di Bali sedari dulu selalu dinarasikan untuk pelestarian seni-budaya, menunjang ekonomi masyarakat, bahkan menjaga lingkungan. Namun kenyatannya jauh panggang dari api. Pembangunan hotel berbintang, villa, dan akomodasi lainnya begitu masif sampai mengabaikan pelestarian lingkungan hidup. Lain di Krebet. Itu sangat dipertimbangkan.

Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Pengalaman destinasi kehidupan masyarakat, kreativitas, dan budaya adalah suatu keharusan untuk menjaga eksistensi pariwisata di Bali. Tapi apa yang diharapkan dan dibicarakan seperti biasa selalu tidak pernah bisa diwujudkan. Karena pada kenyataannya, jika tidak ada hitung-hitungan yang adil dan jelas, regulasi yang dijalankan semestinya, maka petani yang menanam padi—yang menjadi cerita manis dalam berwisata Bali—tidak akan mendapatkan bagian yang layak; maka jangan kaget jika cerita beton mengantikan sawah atau bahkan pemasangan seng di sawah akan terus terjadi.

Pada akhirnya, setelah belajar dari Jogjakarta dalam setengah hari, saya melanjutkan perjalanan dengan kereta dari Stasiun Tugu menuju Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Sebelumnya, saya menunggu jam keberangkatan dengan menikmati ronde di dekat stasiun.

Ah, ingatan kembali ke Bali. Langkanya transportasi umum, riuh di jalan sepi alternatif. Bali adalah Bali, pun Jogja adalah Jogja.

Berfoto di Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Cara menikmati kota dan desa, bahkan menikmati pagi, siang, dan malam, menurut saya, bisa dari mana saja, termasuk Jogjakarta. Setidaknya, setiap orang yang berkunjung ke Jogja bisa meng-upload semua foto ata video dengan lirik “pulang ke kotamu”—kutipan ikonik dari lagu legendaris “Yogyakarta” karya KLa Project—yang menggambarkan perasaan rindu mendalam, nostalgia, dan kehangatan suasana Kota Yogyakarta.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Nadiana
Editor: Jaswanto

Tags: Bantuldesa wisataDesa Wisata KrebetPariwisataYogyakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Grand Final Pemilihan Duta GenRe Instiki 2026: Regenerasi Teladan, Siap Berdampak dan Menginspirasi

Next Post

Rintik Hujan di Living World Denpasar Saksi Lahirnya Duta GenRe UNHI 2026

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails
Next Post
Rintik Hujan di Living World Denpasar Saksi Lahirnya Duta GenRe UNHI 2026

Rintik Hujan di Living World Denpasar Saksi Lahirnya Duta GenRe UNHI 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru
Pendidikan

Agung Ngurah Astara, Kepala Sekolah SMKN 5 Denpasar dengan Perubahan dan Harapan Baru

SEMUA berawal dari kesungguhan, keteguhan, disiplin dan upaya kreatif dalam menggapai sebuah kemuliaan. Tidak mudah melewati dan menghadapi  tantangan dalam...

by Nyoman Budarsana
August 27, 2026
BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar
Esai

BARONG BRUTUK: Dari Tarian Sakral ke Cerita Bergambar

Kebudayaan tidak pernah benar-benar hidup hanya karena diwariskan. Sebuah tradisi akan tetap hidup apabila pengetahuan, nilai, simbol, dan ingatan yang...

by I Ketut Suar Adnyana
August 27, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Destinasi “Detour”: Tren Wisata Alternatif Menyimpang Rute Utama

BERWISATA kadang berjalan tidak sesuai dengan yang direncanakan. Di awal perjalanan sudah ditentukan destinasi wisata mana yang akan dikunjungi. Namun...

by Chusmeru
August 27, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [7]: Rezim Algoritma dan Pembubaran Standar Sastra

Semua tekanan yang sudah diuraikan dalam bagian-bagian sebelumnya bisa dibaca sebagai masalah-masalah yang terpisah. Namun semuanya adalah gejala dari satu...

by Andre Syahreza
August 26, 2026
Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede
Esai

Melampaui Ingatan di Batas-batas Desa ——Catatan dari Karya Agung Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini Desa Sibanggede

RANGKAIAN Karya Pedudusan Agung, Ngusaba Desa, dan Ngusaba Nini yang berpusat di Pura Puseh Sibanggede sudah mencapai akhir melalui upacara...

by Dharma Yuda
August 26, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Kalau Rakyat Harus Naik Bus ke Jakarta Agar Didengar, Ada Apa dengan Telinga Kekuasaan?

ADA yang menarik dari perjalanan sejumlah warga Pati menuju Jakarta menjelang aksi 27 Agustus 2026.  Mereka tidak sedang piknik. Empat...

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 26, 2026
Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya
Ulas Rupa

Kekuatan Warna; I Gusti Nengah Nurata dan I Made Sutarjaya

DI penghujung bulan Agustus, tepatnya pada tanggal 25 hingga 31 agustus mendatang – akan digelar Pameran senirupa yang bertajuk “The...

by Hartanto
August 26, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Penyelundupan Hukum dalam Transaksi Jual Beli Gantung : Antara Syarat dan Tipu Daya

DALAM hukum perdata Indonesia, jual beli merupakan bentuk perikatan yang sangat sering dilakukan dalam masyarakat. Pasal 1457 Kitab Undang-Undang Hukum...

by I Made Pria Dharsana
August 26, 2026
Ibu Memasak di Kota
Esai

Ibu Memasak di Kota

MEMASAK, aktivitas yang sering diidentikkan dengan para ibu, baik yang usianya muda ataupun juga tua. Di kota, saya tidak tahu...

by Angga Wijaya
August 25, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

by Sugi Lanus
August 25, 2026
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?
Opini

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Panggung

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co