7 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Nyoman Nadiana by Nyoman Nadiana
February 26, 2026
in Tualang
Berkunjung dan Belajar ke Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

TANGGAL 4-8 Februari 2026 lalu, saya kembali menapaki Jakarta. Saya berkesempatan terlibat di pameran INACRAFT 2026, pameran craft dan textile terbesar di Asia Tenggara, yang berlangsung di Jakarta Convention Center. Pameran tersebut selalu menjadi ajang pamer kualitas—produk premium—masing-masing perajin dan pengusaha craft dan textile dari seluruh Nusantara—bahkan dari negara-negara tetangga.

Pagi Motley—yang bergerak di bidang pewarnaan alam yang meliputi pewarnaan jasa (kulit, kain, serat agel, kayu), tenun, desain interior, natural dye workshop, dan desain pakaian—di gandeng Yayasan Dharma Bakti Astra menjadi salah satu peserta INACRAFT 2026. Saya dipercaya menjadi penjaga booth-nya.

Sembelum menjaga booth Pagi Motley, saya sempat singgah di Yogyakarta. Di sana saya mendapat banyak pengalaman menyenangkan.

Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Ya, perjalanan saat itu memang saya niatkan estafet menggunakan jalur darat, naik bus dan kereta api. Di samping memang ingin mendapatkan lebih banyak ruang pengalaaman selama perjalanan, rasa-rasanya bisa lebih berhemat daripada naik pesawat. Hitung-hitung juga belajar membuat jadwal perjalanan sendiri sebelum merancang jadwal perjalanan bagi orang lain atau tamu.

Tepat tanggal 3 Februari saya berangkat dari Denpasar ke Yogjakarta dengan bus M-Trans. Berangkat sekitar jam 2 siang dan sampai Jogja pukul 4.30 pagi. Harga tiket bus Rp. 450.000. Nyaman sekali, dapat makan dan snack plus makan malam satu kali di area Banyuwangi.

Di Jogja saya menghabiskan setengah hari untuk berwisata sekaligus belajar di Desa Wisata Krebet yang terletak di Dusun Krebet, Kelurahan Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Wilayah ini berada kurang lebih 18 km dari pusat Kota Yogyakarta dan kurang lebih 7 km dari pusat Kota Bantul. Desa Wisata Krebet berada di perbukitan kapur Pajangan.

Kerajinan di Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Batik kayu, maksudnya membatik di media kayu, adalah salah satu pengalaman yang ditawarkan desa wisata yang menyabet Juara 1 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 untuk kategori kelembagaan dan sumber daya manusia. Kebetulan sekali, pihak Desa Wisata Krebet juga akan ikut pameran INACRAFT saat itu. Di Krebet saya bertemu Mas Agus Jati, Ketua Pengelola Desa wisata Krebet sekaligus kawan saya. Hampir 6 Jam saya habiskan di Desa Wisata Krebet. Tentu banyak hal yang dapat saya pelajari.

Seperti umumnya di Jogjakarta, selain angkringan, obrolan dan gudeg, tidak lupa saya juga menikmati tengkleng, kuliner khas berbahan dasar tulang kambing (iga, kaki, kepala, dan jeroan) yang dimasak dengan kuah encer kaya rempah, menyerupai gulai namun lebih ringan. Kuliner legendaris ini berakar dari masa penjajahan dan kini menjadi hidangan favorit dengan cita rasa gurih, pedas, dan aroma rempah kuat.

Kuliner kambing di Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Tempat makan tengkleng itu bersebelahan dengan Dusun Krebet. Sate Kambing Pajangan namanya. Ini kali kedua saya makan di tempat itu, tapi baru pertama kali ke Krebet. Selain olahan kambingnya yang terkenal, untuk menuju ke sana saya juga mendapat pengalaman menarik. Pasalnya, saya naik ATV (All-Terrain Vehicle) ditemani kawan dari Bali yang sedang menempuh studi lanjutan di UGM—Rama Prasetya, mengambil S-2 antropologi di kampus yang dikenal hari ini dengan ketua BEM-nya yang mengkritik Program MBG itu.

Di Krebet saya melihat banyak siswa dari Jawa bahkan Bali, beberapa juga pelancong dari mancanegara. Grup study tour memang menjadi pangsa pasar utama. Bahkan saat saya di sana, ada sekolah internasional dari Jakarta yang melakukan kunjungan ke Desa Wisata Krebet. Mereka di perkanalkan dengan membatik kayu, membuat wayang sampai bermain gamelan.

Di luar itu, warga Krebet kebanyakan bertani musiman, menjadi pekerja harian, dan juga membuat kerajinan batik kayu. Bisa dibilang, pariwisata dan ladang perekonomian lainnya saling melengkapi satu sama lain—dan pariwisata bahkan sekadar menjadi alternatif.

Market Desa Wisata Krebet kebanyakan memang menyasar wisatawan lokal. Sebuah perbedaan dengan Bali. Di Bali masih berkiblat kepada wisatawan mancanegara. Perbedaan mendasar ini juga turut berpengaruh pada mindset pelaku wisata. Baik secara standar harga dan juga pelayanan.

Tetapi ada satu perbedaan yang sangat fundamental bagi saya antara pariwisata di Krebet dan Bali. Yaitu konsistensi antara wacana dan kenyataannya di lapangan. Kegiatan pariwisata di Bali sedari dulu selalu dinarasikan untuk pelestarian seni-budaya, menunjang ekonomi masyarakat, bahkan menjaga lingkungan. Namun kenyatannya jauh panggang dari api. Pembangunan hotel berbintang, villa, dan akomodasi lainnya begitu masif sampai mengabaikan pelestarian lingkungan hidup. Lain di Krebet. Itu sangat dipertimbangkan.

Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Pengalaman destinasi kehidupan masyarakat, kreativitas, dan budaya adalah suatu keharusan untuk menjaga eksistensi pariwisata di Bali. Tapi apa yang diharapkan dan dibicarakan seperti biasa selalu tidak pernah bisa diwujudkan. Karena pada kenyataannya, jika tidak ada hitung-hitungan yang adil dan jelas, regulasi yang dijalankan semestinya, maka petani yang menanam padi—yang menjadi cerita manis dalam berwisata Bali—tidak akan mendapatkan bagian yang layak; maka jangan kaget jika cerita beton mengantikan sawah atau bahkan pemasangan seng di sawah akan terus terjadi.

Pada akhirnya, setelah belajar dari Jogjakarta dalam setengah hari, saya melanjutkan perjalanan dengan kereta dari Stasiun Tugu menuju Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Sebelumnya, saya menunggu jam keberangkatan dengan menikmati ronde di dekat stasiun.

Ah, ingatan kembali ke Bali. Langkanya transportasi umum, riuh di jalan sepi alternatif. Bali adalah Bali, pun Jogja adalah Jogja.

Berfoto di Desa Wisata Krebet, Bantul, Yogyakarta

Cara menikmati kota dan desa, bahkan menikmati pagi, siang, dan malam, menurut saya, bisa dari mana saja, termasuk Jogjakarta. Setidaknya, setiap orang yang berkunjung ke Jogja bisa meng-upload semua foto ata video dengan lirik “pulang ke kotamu”—kutipan ikonik dari lagu legendaris “Yogyakarta” karya KLa Project—yang menggambarkan perasaan rindu mendalam, nostalgia, dan kehangatan suasana Kota Yogyakarta.[T]

Reporter/Penulis: Nyoman Nadiana
Editor: Jaswanto

Tags: Bantuldesa wisataDesa Wisata KrebetPariwisataYogyakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Grand Final Pemilihan Duta GenRe Instiki 2026: Regenerasi Teladan, Siap Berdampak dan Menginspirasi

Next Post

Rintik Hujan di Living World Denpasar Saksi Lahirnya Duta GenRe UNHI 2026

Nyoman Nadiana

Nyoman Nadiana

Anak dari pelosok utara Bali. Suka ke semua penjuru arah mata angin menemukenali semua hal tentang hidup dan kehidupan lewat cerita-cerita

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post
Rintik Hujan di Living World Denpasar Saksi Lahirnya Duta GenRe UNHI 2026

Rintik Hujan di Living World Denpasar Saksi Lahirnya Duta GenRe UNHI 2026

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud
Pameran

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi
Esai

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co