7 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
March 24, 2026
in Tualang
Menelusuri Jejak Gunung Api di Museum Geopark Batur, Kintamani

Museum Geopark Batur│Foto: tatkala.co/Dede

KABUT tipis masih menggantung saat saya tiba di dataran tinggi Kintamani, Bangli, Bali. Udara dingin menempel di kulit, sementara di kejauhan, siluet Gunung Batur tampak tenang, seolah tidak pernah menyimpan riwayat letusan panjang. Perjalanan pagi itu membawa saya ke Museum Geopark Batur, sebuah ruang yang tidak sekadar memamerkan benda, tetapi merangkai pengetahuan tentang bumi dan kehidupan di sekitarnya.

Museum ini berlokasi di Jalan Raya Penelokan, Batur, Kintamani, sekitar 8,8 kilometer atau 23 menit perjalanan dari Gunung Batur. Dari kawasan Danau Batur, jaraknya bahkan lebih dekat, sekitar 8 kilometer atau 21 menit perjalanan. Sementara dari Kota Denpasar, membutuhkan waktu satu setengah jam untuk sampai di museum tersebut.

Museum ini diresmikan pada 10 Mei 2017, melanjutkan perjalanan panjangnya sejak masih bernama Museum Gunung Api Batur. Perubahan nama menjadi Museum Geopark Batur datang setelah pengembangan oleh Pemerintah Kabupaten Bangli dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, bersama Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi serta Badan Perencana Pembangunan Daerah Kabupaten Bangli. Transformasi tersebut menandai pergeseran dari museum lokal menjadi bagian dari narasi taman bumi nasional dan mancanegara, sekaligus menegaskan perannya sebagai pusat informasi tentang manfaat dan bahaya gunung berapi di Indonesia.

Museum Geopark Batur│Foto: tatkala.co/Dede

Begitu memasuki lantai pertama, saya langsung berhadapan dengan miniatur besar Gunung Batur dan Danau Batur. Saya mendekat tanpa sadar, mengikuti lekukan kecil yang menggambarkan aliran lava dan bentuk kaldera. Miniatur itu seperti peta yang menyederhanakan sesuatu yang sebelumnya terasa terlalu besar untuk dipahami. Gunung yang tadi saya lihat dari kejauhan kini terasa lebih dekat.

Di sekelilingnya, informasi tentang sejarah Gunung Batur tersusun rapi. Letusan demi letusan, perubahan demi perubahan, dijelaskan tanpa bertele-tele. Saya membaca perlahan, mencoba membayangkan bagaimana bumi bergerak, lalu membentuk kembali dirinya. Ada jarak yang perlahan hilang, antara saya sebagai pengunjung dan gunung sebagai objek yang selama ini hanya saya pandang dari luar.

Saya melanjutkan ke lantai dua, di mana narasi terasa bergeser. Tidak lagi hanya tentang batu dan magma, tetapi juga tentang kehidupan yang tumbuh darinya. Kekayaan budaya Indonesia dan keanekaragaman hayati, khususnya di Bali, dipresentasikan sebagai bagian dari satu kesatuan. Gunung api, di sini, tidak hanya dilihat sebagai ancaman, tetapi juga sebagai sumber kesuburan dan pembentuk tradisi.

Museum Geopark Batur│Foto: tatkala.co/Dede

Di lantai ini terdapat auditorium yang menayangkan film-film tentang geopark dan gunung api, serta pos pengamatan dengan teropong yang mengarah langsung ke Gunung Batur. Saya tidak sempat singgah ke dua titik itu, tetapi keberadaannya terasa penting, sebagai jembatan antara pengetahuan visual dan pengalaman langsung, antara apa yang dipelajari di dalam ruang dan apa yang bisa diamati di luar.

Langkah saya berlanjut ke bagian lain yang menjelaskan lebih dalam tentang gunung api. Proses pembentukannya, material yang dihasilkan saat letusan, tipe-tipe letusan, hingga persebarannya dijelaskan secara sistematis. Saya berhenti di beberapa titik, membaca lebih saksama. Penjelasan itu tidak terasa berat, justru seperti membuka cara baru untuk melihat sesuatu yang sebelumnya saya anggap sederhana: bahwa gunung tidak hanya berdiri, tetapi bekerja.

Kesadaran itu datang perlahan. Gunung api bukanlah peristiwa acak yang tiba-tiba terjadi, melainkan bagian dari sistem bumi yang memiliki pola. Dalam konteks Indonesia yang berada di jalur cincin api, pemahaman seperti ini menjadi terasa dekat, bahkan relevan. Bukan sekadar pengetahuan tambahan, tetapi sesuatu yang seharusnya dimiliki.

Museum Geopark Batur│Foto: tatkala.co/Dede

Menjelang siang, saya keluar dari museum. Udara masih dingin, tetapi kabut mulai terangkat. Gunung Batur terlihat lebih jelas dari sebelumnya. Saya berdiri sejenak, mencoba menghubungkan apa yang baru saja saya pelajari dengan apa yang ada di depan mata. Gunung itu tetap diam, tetapi kini terasa berbeda. Bukan lagi sekadar pemandangan, melainkan bagian dari cerita yang bisa saya pahami, meski belum sepenuhnya.

Dengan tiket masuk Rp5.000 untuk domestik anak-anak dan Rp10.000 untuk domestik dewasa, serta jam operasional dari Senin hingga Kamis pukul 08.00 hingga 16.00 WITA dan Sabtu hingga Minggu pukul 08.00 hingga 14.00 WITA, sementara Jumat dan hari libur nasional tutup, museum ini mungkin terlihat sederhana. Namun pengalaman yang ditawarkannya tidak sesederhana itu. Ia memberi ruang untuk memahami, bukan hanya melihat.

Saat saya beranjak pergi, satu hal terasa menetap. Di tempat seperti Kintamani, di mana alam terus bergerak dalam diam, memahami bukan lagi pilihan. Ia menjadi cara paling masuk akal bagi masyarakat untuk tetap hidup berdampingan. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: BaturGunung BaturKintamaniMuseum Geopark Batur
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Jejak Hukum, Jejak Kehidupan: Kenangan Bersama Solidaritas Advokat Bhinneka Tunggal Ika

Next Post

Pascabencana Banjir Bandang, Komunitas Perempuan Bali Utara Lakukan Bakti Sosial di Dusun Alas Arum, Seririt

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails
Next Post
Pascabencana Banjir Bandang, Komunitas Perempuan Bali Utara Lakukan Bakti Sosial di Dusun Alas Arum, Seririt

Pascabencana Banjir Bandang, Komunitas Perempuan Bali Utara Lakukan Bakti Sosial di Dusun Alas Arum, Seririt

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa
Opini

Ketika Keramahan Bali Diuji: Antara Pelayanan dan Kesantunan Berbahasa

BALI dikenal dunia bukan hanya karena keindahan alam, kekayaan budaya, dan keunikan tradisinya. Ada satu kekuatan lain yang selama puluhan...

by I Ketut Suar Adnyana
October 7, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Gen Alpha sebagai Penentu Destinasi Wisata

MEMBINCANG pariwisata, nyaris tak pernah dibahas keberadaan generasi Alpha atau Gen Alpha. Padahal secara statistik Gen Alpha di Indonesia memiliki...

by Chusmeru
October 7, 2026
10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud
Pameran

10 Perspektif tentang Bali dalam Pameran Seni di Sthala Ubud

SUDAH mengunjungi pameran Ten Ubud Local Artists di Sthala Ubud Bali? Jumlah karya yang disajikan tidak terlalu banyak memang, namun...

by Nyoman Budarsana
October 7, 2026
Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi
Esai

Dharma Dampati: Panduan Teo-Filosofis dan Etis Pasangan Muda Hindu dalam Menyongsong Era Disrupsi

PERNIKAHAN dalam kosmologi Hindu bukan sekadar sebuah legitimasi hukum sipil atau konsensus sosial sekuler antara dua individu. Lebih jauh, pernikahan...

by I Gede Yuni Eka Primawata
October 6, 2026
Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra
Esai

Pengungsian Terakhir Batur: Perspektif Pelaku Tantra

malih kawruhakna uṅgwanira saṅ hyaṅ sūrya śaśaṅka, mwaṅ haranya, yan riṅ bhuwana aguṅ saṅ hyaṅ wulan riṅ lwaṅiṅ bukit batūr,...

by Putu Eka Guna Yasa
October 5, 2026
“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop
Panggung

“Indonesia Comic Con” sebagai Media dan Representasi Budaya Pop

INDONESIA Comic Con merupakan salah satu event yang mempertemukan berbagai unsur budaya populer. Di dalamnya terdapat berbagai kegiatan yang berkaitan...

by Muhammad Dylan Ibadillah Arrasyidi
October 5, 2026
”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik
Ulas Musik

”Questions”: Negeri dalam Tanda Tanya dan Krisis Kepercayaan Publik

DALAM khazanah progresif rock 1970-an, “Questions” dari Manfred Mann's Earth Band menempati ruang reflektif yang khas: ia bukan sekadar komposisi...

by Ahmad Sihabudin
October 5, 2026
“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co