1 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

Asep Kurnia by Asep Kurnia
May 11, 2026
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia jadi ‘budak berpikir’ dan menjadi ‘aktor figuran’  oleh alat hasil ciptaannya sendiri. Manusia menjadi robot untuk melakukan apa yang AI sarankan. Sungguh antagonis dan paradoksal sekali bila situasi dunia hari ini tunduk patuh bahkan tergilas oleh produk mahakaryanya sendiri.

Di mana letak wibawa, kharisma, martabat, dan kemuliaan manusia yang sudah dinyatakan makhluk paling sempurna di antara makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa, bila pada akhirnya harus tunduk patuh pada pemikiran AI alat hasil ciptaannya. Aneh dan ironis sekali bila pemikiran manusia yang menciptakan alat kecerdasan buatan harus lebih percaya atau tergantung pada pemikiran alat tersebut, dunia jungkir balik nama nya? Catat, diksi utamanya : ” masa iya pencipta jadi budak hasil ciptaannya”.

Banyak kekhawatiran orang tua anaknya menggunakan AI dalam kehidupan sehari-hari mereka, terutama ketika anaknya sedang berada duduk di tahapan bangku sekolah atau kuliah. Mengapa muncul fenomena itu, padahal AI itu menurut pakar penciptanya dibuat dan disediakan sebagai aplikasi yang bisa membantu mempermudah, memandu ketelitian berpikir, bahkan bisa dijadikan acuan beraksi dan itu adalah inovasi kemajuan ilmu  bidang komputer.

Kira-kira alasan mendasarnya apa yah? Bahkan manusia cerdas lainnya menyebutkan bahwa AI itu sebenarnya menakutkan manusia itu sendiri karena ada jenis Super AI yang konon bisa melampaui tingkat kecerdasan  dan keakuratan skema berpikir manusia.

Perempuan Baduy bermain HP | Foto Dok.Penulis

Banyak ahli AI yang memberi berbagai batasan dan definisi dengan masing-masing argumentasinya dan itu bukan teritorial dan otoritas penulis untuk mengomentarinya, itu hak ulayat mereka. Tapi setelah ditelaah ternyata inti dari pengertian AI itu adalah : “Meniru Kecerdasan Manusia, Belajar Mandiri (Machine Learning) dan Pemecahan Masalah”.

Fenomena Kecanduan AI

Sepertinya kecanduan menggunakan aplikasi AI menjadi fenomena tersendiri. Lalu siapakah atau kelompok manusia yang manakah yang kecanduan memanfaatkan  AI untuk memuaskan dan memenuhi tuntutan dan keinginan dirinya. Karena AI itu produk manusia manusia berpengetahuan, maka orang-orang terpelajarlah yang  pertama cenderung fasih dan mahir menggunakan sekaligus memanfaatkan alat paling inovatif ini. Kedua, manusia yang taraf ekonominya sudah mapan karena kepemilikan seperangkat alat AI tersebut tentunya tidak bisa dimiliki bila tak punya uang lebih untuk membelinya. Ketiga manusia yang haus berpikir dan haus berkuasa.

Di luar ketiga kelompok manusia itu, saya kira AI sangat jarang disahabati dan digauli, bahkan mungkin tidak disukai. Banyak kelompok masyarakat yang apriori dengan AI karena disenyalir AI dapat mengarahkan ‘manusia baru’  menjadi bodoh /lemah berfikir atau AI itu akan membodohkan generasi muda bila salah memanfaatkan.

Selain itu banyak masyarakat yang tidak punya kemampuan dan kebutuhan untuk manfaatkan AI tersebut dalam kehidupan sehari-hari  mereka. Entah karena letaknya geografis, atau kondisi sosilogis (hukum adat) banyak komunitas masyarakat adat yang tidak mungkin membolehkan menggunakan AI  pada pola kehidupannya, terutama komunitas adat yang menentang modernisasi. Salah satunya suku Baduy di Provinsi Banten yang notabene suku yang kukuh pengkuh terhadap hukum adatnya yang menolak pemodernan di tanah ulayatnya.

Pengaruh Digitalasasi dan AI pada Suku Baduy

Benar tanpa dapat dibantah sedikit pun, Baduy sampai saat ini adalah suku yang mematok bahwa pola hidup modern tetap menjadi antitesa (buyut pamali ) bagi mereka. Tetapi pada kenyataannya mereka itu tidak juga terlalu alergi  pada beberapa bagian pola hidup modern yang bisa diadopsi di kehidupan sehari hari mereka  dengan alasan demi menghindari ketertinggalan dan keterisolasian mereka dari pergaulan hidup dengan saudara sebangsanya yang sudah menerapkan pola hidup modern.

Mereka tetap menjaga jarak dan situasi  untuk tidak masuk secara total pada proses modernisasi, karena mereka pun sadar tidak bisa terus-terusan berdiam diri dalam ketradisionalan dan terus-menerus menolak perkembangan dan  tuntutan zaman. Mereka diberi papagah oleh leluhurnya : “Baduy kudu bisa ngindung ka waktu, ngais tur ngabapak ka zaman “artinya  Baduy harus  bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,  tetapi tetap harus pada rel atau garis-garis haluan hukum adat yang mereka pegang teguh.

Digitalisasi dan AI adalah salah satu produk ilmu pemodernan yang tengah mengubah tatanan dunia pun bagi warga Baduy tidak bisa ditolak dan menolak kebermanfaatan bagi peningkatan kualitas pergaulan hidup mereka. Karena dari sisi manfaat dan kebutuhan terutama digitalasasi  sangat signifikan digunakan untuk mempermudah,  mendekatkan, dan mempercepat pola komunikasi antar mereka; bahkan dapat mengubah tingkat kesejahteraan  mereka melalui penggunaan bisnis online.

Pertanyaannya apakah sampai saat ini digitalisasi dan AI akan atau sudah mengubah keberadaan (eksistensi) mereka ? Untuk memastikan jawaban yang tepat akurat ada baiknya analisa saja beberapa deskripsi di bawah ini.

Perempuan Baduy bermain HP | Foto Dok.Penulis

Dari pengamatan secara visual, digitalisasi sudah tidak lagi satu situasi yang aneh bagi masyarakat Baduy. Mereka bukan lagi sebagai penolak tetapi sudah menjadi pengguna alat digital sekaligus penikmat digitalisasi dengan segala manfaatnya. Estimasinya sekitar 70 ℅ warga Baduy sudah sangat bersahabat dengan digitalisasi, walau warga lainnya masih ada yang kuat bertahan untuk tidak menjamah dan terjamah oleh digitalisasi terutama warga Baduy Dalam. Namun  tak menampik juga bahwa sebagian warga Baduy Dalam juga sudah tidak steril dari kepemilikan dan penggunaan alat digital.

Untuk penggunaan aplikasi Artificial Intelligence  , warga Baduy masih sangat minim, karena tidak terlalu urgen dengan kebutuhan pola kehidupan sehari-hari mereka. Beda dengan kepemilikan alat digital yang sudah mereka rasakan kebermanfaatnya.

Mereka berani mengambil sikap untuk ikut dalam proses digitalisasi karena didorong oleh pemenuhan kebutuhan dalam mencapai kesejahteraan dasar (sandang, pangan dan papan) bukan demi mengejar kemajuan seperti layaknya orang di luar Baduy yang serba modern. Mereka tidak mau mengubah eksistensi kesukuannya, tetapi mereka ingin mengubah kesejahteraan dan martabatnya melalui pemenuhan kebutuhan pokok hidup.

“Baduy tetap akan jadi Baduy dengan segala eksistensinya karena hukum adat mereka begitu berlapis untuk melindungi keajegannya. Tetapi Baduy juga akan fleksibel mengikuti perkembangan zaman, karena perangkat hukum adat Baduy tidak kaku seperti hukum positif.  Hukum adat Baduy memiliki fleksibilitas dan selalu akan memodifikasi hukum adatnya secara alami sesuai perkembangan zaman” (Asep Kurnia, Mei 2026)

Satu yang merisikan dan meriskankan juga sangat mengkhawatirkan bagaimana nasib dan peran kaum perempuan Baduy di masa depan akibat begitu bersahabatnya perempuan muda Baduy dengan digitalisasi adalah : ” Kaum perempuan Baduy yang dulunya begitu privilege dan menjauh dari sorotan lensa kamera kini berubah, wajah mereka tampak nempel di depan lensa kaca TikTok bergaya menirukan layaknya selegram yang kemudian dieksploitasi secara sporadis oleh para pembuat konten.

Mungkinkah perempuan Baduy  berpindah pergaulan.??? Ini Pertanyaan sensitif untuk hari esok perempuan Baduy.

  • Di tulis di Padepokan Sisi Leuit  Perbatasan Baduy,  9 Mei 2026
Tags: AIkecerdasan buatanProvinsi BantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Next Post

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails

Seni sebagai Napas Demokrasi: Mengapa Kritik Bukan Ancaman, Melainkan Tanda Kehidupan

by Ahmad Prasetya Hady
July 28, 2026
0
Kami Bukan Pajangan —Suara Seniman Berpendidikan yang Terlupakan

“Demokrasi tidak hanya hidup di bilik suara. Ia juga hidup di panggung teater, di dinding mural, dalam bait puisi, dan...

Read moreDetails

Komunikasi Politik dan Krisis Komunikasi Publik Pemimpin

by Chusmeru
July 27, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DINAMIKA komunikasi politik selalu berubah pada setiap rezim. Puluhan tahun silam, para pemimpin dikenal lewat pidato di lapangan terbuka dan...

Read moreDetails

Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa

by Agung Sudarsa
July 27, 2026
0
Bali di Persimpangan Kesadaran ——Membaca Tragedi Sosial Melalui Perspektif Pañcamaya Kośa

SEBUAH peristiwa tragis yang baru-baru ini terjadi di Bali kembali mengguncang nurani masyarakat. Bukan semata karena adanya korban jiwa, tetapi...

Read moreDetails

Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego

by T.H. Hari Sucahyo
July 26, 2026
0
Merasa Bebas, Padahal Diperbudak Ego

ADA sebuah kalimat yang telah bertahan melewati pergantian zaman, melintasi peradaban, dan terus dikutip hingga hari ini: “Dan kamu akan...

Read moreDetails
Next Post
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Menyingkap Hak Atas Tubuh dalam Novel “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama di Singaraja Literary Festival 2026

 “Perempuan punya hak atas tubuhnya sendiri!” Kalimat itu meluncur tegas dari Sasti Gotama saat membahas novel Korpus Uterus di Singaraja...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali
Khas

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi
Khas

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi
Khas

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena
Ulas Pentas

Pada Akhirnya Eksperimentasi Napas, Tubuh, dan Gerak Itu Berjudul Igel Prana ——Catatan Pasca Pertunjukan dan Sidang Tertutup Gus Sena

MALAM itu, 20 Juli 2026, jam di ponsel menunjukan pukul 18:52 Wita, di depan gedung Ni Ketut Reneng, kampus Institut...

by Dewa Purwita Sukahet
July 31, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Insolvensi dan Kewajiban Debitur Pailit

PUTUSAN Mahkamah Konstitusi Nomor 181/PUU-XXIII/2025 menjadi salah satu penegasan penting dalam perkembangan hukum kepailitan di Indonesia. Melalui putusan tersebut, Mahkamah...

by I Made Pria Dharsana
July 31, 2026
Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026
Panggung

Membincangkan Makna Pulang dalam Novel “Rumah” Karya J.S. Khairen di Singaraja Literary Festival 2026

 “Rumah itu sebenarnya apa?” Pertanyaan itu terus mengemuka sepanjang diskusi buku Rumah karya J.S. Khairen pada hari ketiga Singaraja Literary...

by Dede Putra Wiguna
July 31, 2026
Paradoks Pengkhianatan dan Teologi Tubuh dalam ‘The Last Poison’
Ulas Pentas

Paradoks Pengkhianatan dan Teologi Tubuh dalam ‘The Last Poison’

MALAM pembukaan Festival Bale Nagi 2026 di Taman Kota Felix Fernandez, Larantuka, Flores Timur, NTT, menyuguhkan sebuah pertunjukan yang memicu...

by Anselmus Dore Woho Atasoge
July 31, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

by Sugi Lanus
July 31, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co