12 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

Asep Kurnia by Asep Kurnia
May 11, 2026
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia jadi ‘budak berpikir’ dan menjadi ‘aktor figuran’  oleh alat hasil ciptaannya sendiri. Manusia menjadi robot untuk melakukan apa yang AI sarankan. Sungguh antagonis dan paradoksal sekali bila situasi dunia hari ini tunduk patuh bahkan tergilas oleh produk mahakaryanya sendiri.

Di mana letak wibawa, kharisma, martabat, dan kemuliaan manusia yang sudah dinyatakan makhluk paling sempurna di antara makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa, bila pada akhirnya harus tunduk patuh pada pemikiran AI alat hasil ciptaannya. Aneh dan ironis sekali bila pemikiran manusia yang menciptakan alat kecerdasan buatan harus lebih percaya atau tergantung pada pemikiran alat tersebut, dunia jungkir balik nama nya? Catat, diksi utamanya : ” masa iya pencipta jadi budak hasil ciptaannya”.

Banyak kekhawatiran orang tua anaknya menggunakan AI dalam kehidupan sehari-hari mereka, terutama ketika anaknya sedang berada duduk di tahapan bangku sekolah atau kuliah. Mengapa muncul fenomena itu, padahal AI itu menurut pakar penciptanya dibuat dan disediakan sebagai aplikasi yang bisa membantu mempermudah, memandu ketelitian berpikir, bahkan bisa dijadikan acuan beraksi dan itu adalah inovasi kemajuan ilmu  bidang komputer.

Kira-kira alasan mendasarnya apa yah? Bahkan manusia cerdas lainnya menyebutkan bahwa AI itu sebenarnya menakutkan manusia itu sendiri karena ada jenis Super AI yang konon bisa melampaui tingkat kecerdasan  dan keakuratan skema berpikir manusia.

Perempuan Baduy bermain HP | Foto Dok.Penulis

Banyak ahli AI yang memberi berbagai batasan dan definisi dengan masing-masing argumentasinya dan itu bukan teritorial dan otoritas penulis untuk mengomentarinya, itu hak ulayat mereka. Tapi setelah ditelaah ternyata inti dari pengertian AI itu adalah : “Meniru Kecerdasan Manusia, Belajar Mandiri (Machine Learning) dan Pemecahan Masalah”.

Fenomena Kecanduan AI

Sepertinya kecanduan menggunakan aplikasi AI menjadi fenomena tersendiri. Lalu siapakah atau kelompok manusia yang manakah yang kecanduan memanfaatkan  AI untuk memuaskan dan memenuhi tuntutan dan keinginan dirinya. Karena AI itu produk manusia manusia berpengetahuan, maka orang-orang terpelajarlah yang  pertama cenderung fasih dan mahir menggunakan sekaligus memanfaatkan alat paling inovatif ini. Kedua, manusia yang taraf ekonominya sudah mapan karena kepemilikan seperangkat alat AI tersebut tentunya tidak bisa dimiliki bila tak punya uang lebih untuk membelinya. Ketiga manusia yang haus berpikir dan haus berkuasa.

Di luar ketiga kelompok manusia itu, saya kira AI sangat jarang disahabati dan digauli, bahkan mungkin tidak disukai. Banyak kelompok masyarakat yang apriori dengan AI karena disenyalir AI dapat mengarahkan ‘manusia baru’  menjadi bodoh /lemah berfikir atau AI itu akan membodohkan generasi muda bila salah memanfaatkan.

Selain itu banyak masyarakat yang tidak punya kemampuan dan kebutuhan untuk manfaatkan AI tersebut dalam kehidupan sehari-hari  mereka. Entah karena letaknya geografis, atau kondisi sosilogis (hukum adat) banyak komunitas masyarakat adat yang tidak mungkin membolehkan menggunakan AI  pada pola kehidupannya, terutama komunitas adat yang menentang modernisasi. Salah satunya suku Baduy di Provinsi Banten yang notabene suku yang kukuh pengkuh terhadap hukum adatnya yang menolak pemodernan di tanah ulayatnya.

Pengaruh Digitalasasi dan AI pada Suku Baduy

Benar tanpa dapat dibantah sedikit pun, Baduy sampai saat ini adalah suku yang mematok bahwa pola hidup modern tetap menjadi antitesa (buyut pamali ) bagi mereka. Tetapi pada kenyataannya mereka itu tidak juga terlalu alergi  pada beberapa bagian pola hidup modern yang bisa diadopsi di kehidupan sehari hari mereka  dengan alasan demi menghindari ketertinggalan dan keterisolasian mereka dari pergaulan hidup dengan saudara sebangsanya yang sudah menerapkan pola hidup modern.

Mereka tetap menjaga jarak dan situasi  untuk tidak masuk secara total pada proses modernisasi, karena mereka pun sadar tidak bisa terus-terusan berdiam diri dalam ketradisionalan dan terus-menerus menolak perkembangan dan  tuntutan zaman. Mereka diberi papagah oleh leluhurnya : “Baduy kudu bisa ngindung ka waktu, ngais tur ngabapak ka zaman “artinya  Baduy harus  bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman,  tetapi tetap harus pada rel atau garis-garis haluan hukum adat yang mereka pegang teguh.

Digitalisasi dan AI adalah salah satu produk ilmu pemodernan yang tengah mengubah tatanan dunia pun bagi warga Baduy tidak bisa ditolak dan menolak kebermanfaatan bagi peningkatan kualitas pergaulan hidup mereka. Karena dari sisi manfaat dan kebutuhan terutama digitalasasi  sangat signifikan digunakan untuk mempermudah,  mendekatkan, dan mempercepat pola komunikasi antar mereka; bahkan dapat mengubah tingkat kesejahteraan  mereka melalui penggunaan bisnis online.

Pertanyaannya apakah sampai saat ini digitalisasi dan AI akan atau sudah mengubah keberadaan (eksistensi) mereka ? Untuk memastikan jawaban yang tepat akurat ada baiknya analisa saja beberapa deskripsi di bawah ini.

Perempuan Baduy bermain HP | Foto Dok.Penulis

Dari pengamatan secara visual, digitalisasi sudah tidak lagi satu situasi yang aneh bagi masyarakat Baduy. Mereka bukan lagi sebagai penolak tetapi sudah menjadi pengguna alat digital sekaligus penikmat digitalisasi dengan segala manfaatnya. Estimasinya sekitar 70 ℅ warga Baduy sudah sangat bersahabat dengan digitalisasi, walau warga lainnya masih ada yang kuat bertahan untuk tidak menjamah dan terjamah oleh digitalisasi terutama warga Baduy Dalam. Namun  tak menampik juga bahwa sebagian warga Baduy Dalam juga sudah tidak steril dari kepemilikan dan penggunaan alat digital.

Untuk penggunaan aplikasi Artificial Intelligence  , warga Baduy masih sangat minim, karena tidak terlalu urgen dengan kebutuhan pola kehidupan sehari-hari mereka. Beda dengan kepemilikan alat digital yang sudah mereka rasakan kebermanfaatnya.

Mereka berani mengambil sikap untuk ikut dalam proses digitalisasi karena didorong oleh pemenuhan kebutuhan dalam mencapai kesejahteraan dasar (sandang, pangan dan papan) bukan demi mengejar kemajuan seperti layaknya orang di luar Baduy yang serba modern. Mereka tidak mau mengubah eksistensi kesukuannya, tetapi mereka ingin mengubah kesejahteraan dan martabatnya melalui pemenuhan kebutuhan pokok hidup.

“Baduy tetap akan jadi Baduy dengan segala eksistensinya karena hukum adat mereka begitu berlapis untuk melindungi keajegannya. Tetapi Baduy juga akan fleksibel mengikuti perkembangan zaman, karena perangkat hukum adat Baduy tidak kaku seperti hukum positif.  Hukum adat Baduy memiliki fleksibilitas dan selalu akan memodifikasi hukum adatnya secara alami sesuai perkembangan zaman” (Asep Kurnia, Mei 2026)

Satu yang merisikan dan meriskankan juga sangat mengkhawatirkan bagaimana nasib dan peran kaum perempuan Baduy di masa depan akibat begitu bersahabatnya perempuan muda Baduy dengan digitalisasi adalah : ” Kaum perempuan Baduy yang dulunya begitu privilege dan menjauh dari sorotan lensa kamera kini berubah, wajah mereka tampak nempel di depan lensa kaca TikTok bergaya menirukan layaknya selegram yang kemudian dieksploitasi secara sporadis oleh para pembuat konten.

Mungkinkah perempuan Baduy  berpindah pergaulan.??? Ini Pertanyaan sensitif untuk hari esok perempuan Baduy.

  • Di tulis di Padepokan Sisi Leuit  Perbatasan Baduy,  9 Mei 2026
Tags: AIkecerdasan buatanProvinsi BantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Next Post

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails

Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

by Wayan Gde Yudane
September 7, 2026
0
Pemakaman Massal Kata “Saya Tidak Tahu”

SELAMAT datang di era di mana kedalaman berpikir resmi digantikan oleh kecepatan reaksi. Sebuah masa yang sangat efisien, di mana...

Read moreDetails

Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

by Adwan SA
September 6, 2026
0
Menilik Bentuk Visioner Naskah Rawa Gambut Garapan Teater Potlot

JAUH sebelum Tuan Gubernur mendorong pengadaan puluhan unit motor trail sebab helikopter kebanggaannya kewalahan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan,...

Read moreDetails

Jangan-Jangan Kita Semua Mbah Darmi, 25 Ribu Hari ini, 10 Juta Esok Hari

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 5, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

BAGI Mbah Darmi, KTP mungkin hanyalah kartu identitas. Benda kecil yang disimpan di dompet atau tempat aman, diperlukan ketika mengurus...

Read moreDetails

Topi Para Penyintas Kanker

by Angga Wijaya
September 5, 2026
0
Topi Para Penyintas Kanker

Di Poliklinik Onkologi sebuah rumah sakit besar di Denpasar, Bali, saya kerap melihat para perempuan memakai tutup kepala atau topi....

Read moreDetails
Next Post
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral
Budaya

Pembukaan Utsawa Dharmagita 2026: Orang Bali Harus Pintar Secara Kognitif dan Punya Nilai moral

Suasana pembukaan Utsawa Dharmagita Provinsi Bali XXIII Tahun 2026 berlangsung semarak di Taman Budaya Bali, Jumat 11 September 2026. Sebuah...

by Ayu Kahuatu Tamar
September 11, 2026
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat
Pameran

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu
Panggung

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

by Ingga Adelia
September 11, 2026
Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis
Gaya

Mengenal PVC WPC Wall Panel untuk Dekorasi Dinding Estetis

  Untuk dekorasi dinding yang estetis, Decorindo Perkasa menyediakan wall panel PVC WPC yang hadir sebagai solusi modern memadukan fungsi...

by tatkala
September 11, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda
Panggung

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah
Khas

Puisi, Luka, dan Ruang Untuk Pulang —Catatan Reflektif dari Kelas Sastra Masuk Sekolah

JUMAT, 28 Agustus 2026. Kursi-kursi bergeser. Beberapa siswa masih berbicara dengan teman di sebelahnya, sebagian membuka buku, sebagian lain menunggu...

by Emi Suy
September 10, 2026
Wajah I Made Galung Wiratmaja
Ulas Rupa

Wajah I Made Galung Wiratmaja

PADA tanggal 19 Agustus hingga 15 September ini, digelar pameran bertajuk “Impulse”. Perhelatan ini digelar Kalpataru Art Space - Sanur...

by Hartanto
September 10, 2026
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan
Pameran

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
Kita Salah Menghitung Kesunyian
Esai

Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

by Angga Wijaya
September 10, 2026
Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”
Pop

Majelis Lidah Berduri Kembali ke Bali, Bersua Pendengar Lewat “Hujan Tentang Cinta”

ADA kerinduan yang sebentar lagi dituntaskan Majelis Lidah Berduri di Bali. Band rock alternatif asal Yogyakarta yang akrab disapa Melbi...

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co