25 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Shopping Puisi di Malioboro 

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
October 6, 2024
in Tualang
Shopping Puisi di Malioboro 

Penulis di Jalan Maliobro, Yogyakarta | Foto-foto: Dok. Nyoman Tingkat

SETIAP datang ke Yogyakarta, saya selalu ingat empat  hal yaitu Jalan Malioboro, Kraton, Kota Pelajar, dan Umbu Landu Paranggi (ULP).

Pertama,Jalan Malioboro yang inspiratif dengan suguhan selalu menggugah. Ibarat puisi tidak pernah selesai digali oleh penyair di jalan legendaris ini.

Kedua, Kraton Yogyakarta sebagai pusat kunjungan wisata kota yang tertib melaksanakan ritual pagi sebelum waktu operasional kunjungan dibuka. Seperti tradisi saiban di Hindu, Kraton Yogyakarta juga melakoninya. Buktinya di pintu masuk utama juga ada sesajen pengeling-eling, mengingatkan bahwa Kraton masih merawat tradisi warisan leluhurnya.

Ketiga, Yogyakarta sejak dulu dikenal sebagai Kota Pelajar. Lembaga Pendidikan Tinggi Negeri dan Swasta  banyak di sini,  seperti UGM, UNY, UIN, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Sanata Darma, Universitas Atmajaya, Universitas Mercu Buana, Universitas Muhamadyah. Mahasiswanya pun dari berbagai daerah di Indonesia yang mengukuhkan Yogya sebagai Kota Pelajar yang multikultural.

Keempat, ULP yang menggelandang di Malioboro pada era 1970-an sampai dijuluki sebagai Presiden Malioboro. Presiden yang membangun jiwa bangsanya senantiasa menebar bibit berbobot bagi dunia perpuisian Indonesia. Muridnya pun telah banyak menjadi orang dan sukses di berbagai bidang di berbagai wilayah di Indonesia. Menyebut beberapa di antaranya Emha Ainun Najib, Ebiet G Ade, Korry Rayun Lampan.

Di Bali di bawah media Bali Post juga banyak penyair berkat sentuhan Umbu, seperti Mas Ruscitadewi, IB Parwita, Jengki Sunarta, dan sejumlah tamatan Sanggar Minum Kopi (SMK)  pada 1980-an. Kini coba dibangkitkan kembali melalui Jati Jagat Kampung Puisi (JKP).

Dari empat pengingat Kota Yogyakarta, tulisan ini berfokus pada  Jalan Malioboro dan Umbu Landu Paranggi. Mengapa? Jalan Malioboro adalah jalan kebudayaan tempat seni dan budaya disemaikan oleh ULP bersama kawan-kawan melalui Persada Studi  Klub (PSK) yang mengingatkan saya akan Perhimpunan Indonesia (PI) beranggotakan Pelajar Indonesia yang studi di Belanda untuk memikirkan lalu mengaktualisasikan ke arah mana Indonesia dibawa kelak bila merdeka. Mereka adalah pembaca literat melampui zamannya.

Demikian juga ULP dengan PSK-nya di Kota Pelajar Yogyakarta. Anggota PSK adalah pelajar yang menempuh pendidikan di Kota Yogyakarta. Mereka berasal dari berbagai daerah  lintas kampus tanpa melalui seleksi pendaftaran sebagai anggota. Kehadiran mereka secara sukarela dipertemukan oleh kesamaan frekuensi untuk menjadi literat di Jalan Raya Indonesia Merdeka.

ULP sadar bahwa Jalan Malioboro menjadi ikon Kota Yogyakarta selain Kraton menjadi pusat kesultanan yang membuatnya menjadi Daerah Istimewa berkat kesejarahannya pernah menjadi ibu kota Negara masa awal kemerdekaan. Di kalangan para pekerja seni dan budaya, Jalan Malioboro adalah kampus kehidupan untuk  mematangkan ide-ide menjadi karya nyata yang menyentuh adab kemanusiaan.

Oleh karena itu, tidaklah berlebihan bila widya wisata SMA Negeri 2 Kuta Selatan selama tiga hari di Yogyakarta menginap di hotel  dan dua hari di Malang. Di Yogyakarta, rombongan  menginap di Hotel Grace yang dekat dengan Malioboro dan dapat dijangkau dengan berjalan kaki untuk sekadar refreshing dan shopping bila masih ada bekal. Keuntungan ganda menginap  di Hotel Grace.

Pertama, di Jalan Malioboro aneka hiburan musik nusantara dan nasional bisa ditonton oleh siswa secara gratis. Penonton yang terketuk hatinya bisa mendonasikan sejumlah rupiah seikhlasnya, dengan mengisi kotak amal. Tanpa paksaan, bukan dengan gaya ngamen yang umumnya seperti pengemis. Nyatalah bahwa aura Jalan Malioboro membentuk para pekerja seni berjalan di ladang seni persembahan sebagai manusia Bali memandang seni pada awalnya. Itulah yang pada akhirnya melahirkan taksu ‘karisma seni’ yang menyala sampai ke ujung dunia.

Kedua, di Jalan Malioboro terdapat tempat shopping dan kuliner yang saling mendukung. Shopping tidak sekadar membeli aneka busana, siswa dan pengunjung pada umumnya dapat menikmati aneka kuliner di angkringan yang juga menjadi ikon kota pelajar itu.  Di Jalan Malioboro, persisnya di Teras Malioboro (diresmikan 22 Januari 2022 oleh Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X)  semua orang  yang lewat dapat shopping puisi gratis.

Ada tiga petikan puisi inspiratif, dua dalam Bahasa Indonesia dan satu dalam Bahasa Jawa.  “Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan”, dan “Bagi setiap orang yang pernah tinggal di Jogya, setiap sudut kota di Jogja itu, romantis”. Satu petikan puisi Jawa di area masuk kuliner, “Urip sejatine gawe urup”, (Hidup sejatinya memberikan kehidupan yang lebih baik bagi sekitarnya : menyala).

Dari penelusuran berita on line, dua    kutipan puisi berbahasa Indonesia adalah petikan puisi Joko Pinurbo (Jokpin) yang meninggal 27 April 2024 dalam usia 62 Tahun. Ia lahir di Sukabumi 11 Mei 1962. Sayangnya, nama Jokpin tidak disertakan di Teras Yogya.  Sementara itu,  petikan puisi dalam Bahasa Jawa itu, belum ditemukan siapa pemiliknya. Mungkin milik bersama sebagai karya anonim sebagai mana sastra lama diproduksi tanpa nama pengarang. Contohnya, “da ngaden awak bisa”  tembang Ginada dalam kesenian Bali yang mencitrakan orang Bali selalu rendah hati.  Kerendahhatianlah yang membuatnya menyala ibarat lentera di malam gelap. Begitulah seyogyanya pencari di jalan kehidupan melalui jalur pendidikan : urip iku urup.

Latar puisi di Teras Malioboro Jogya  itu dapat menjadi oleh-oleh bagi  siapa saja yang berwisata ke Jogja untuk dibagikan kepada sahabat di dunia nyata dan dunia maya. Respon netizen pasti cepat dengan emoji dan kata-kata positif : wow…wah…, keren, mantap, dua jempol….

Begitulah Yogyakarta selalu mengetuk kesadaran dan kerinduan untuk kembali. Seperti juga orang luar Bali yang pernah datang ke Bali selalu ingin kemBali. Hal itu disampaikan tetamu yang berkali-kali datang ke Bali, mengaku selalu menemukan sudut berbeda dan inspiratif. Tidak berlebihan, Bali mendapat pujian orang dari berbagai negeri, sebagai sorganya dunia.

 Dengan status Yogyakarta sebagai Kota Pelajar, membuatnya menjadi kota inspiratif bagi Pemajuan Pendidikan di negeri ini. Di Kota ini juga perjuangan pergerakan melalui dunia Pendidikan diembuskan oleh Ki Hadjar Dewantara dengan mendirikan Perguruan Tamansiswa. Oleh ULP, kata “taman” dan “tanam” selalu dipertukarkan dalam arti taman menyediakan media tanam.

Di taman, pejalan kehidupan diajak untuk sadar menanam aneka bibit tanaman untuk menggenapi lahan yang kosong. Agar tampak indah, taman perlu ditanami aneka bibit tanaman dan dirawat dengan penuh cinta kasih agar kelak  bermanfaat bagi kehidupan. Ibarat pelukis, taman adalah kanvas yang mesti diisi dengan lukisan yang proporsional dan indah  memenuhi seluruh bidang dengan pewarnaan yang selaras dan simetris agar tampak estetis. Indah dipandang mata. Begitulah Pendidikan diniatkan ULP pengagum ajaran Ki Hadjar Dewantara, yang kini selalu dirujuk Kemendikbud Ristek dalam Kurikulum Merdeka dengan semangat Merdeka Belajar.

Berguru ke Yogyakarta tidak lupa Malioboro yang ikonik dan ULP yang tampil nyentrik. Selalu memantik penuh puitik. Jangan lupa shopping puisi sebagai oleh-oleh dengan cekrak-cekrek : foto diunggah untuk anak seluruh negeri. [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Yang Tercecer dari Borobudur dan Prambanan
Pasih Kauh Desa Adat Kedonganan dan Kafe yang Dikelola Banjar-banjar   
Pasih Kangin Desa Adat Kedonganan: Dulu “Leke-leke”, Kini Jadi Incaran   
Di Puncak Tegeh Buhu  
Desa Adat  Kutuh Sebagai Desa Pemancar 
Di Puncak Tegeh Kaman 
Tags: Jalan Malioboro YogyakartaPuisiSMAN 2 Kuta SelatanUmbu Landu ParanggiYogyakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Korelasi PKPU 13 Tahun 2024 dengan Kotak Kosong

Next Post

Ni Ketut Cita, Alam Memberkatinya Sebagai Pelari dan Hidup Memberinya Medali Emas

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

by Ahmad Sihabudin
October 12, 2026
0
Tiga Kali ke Ambon, Tiga Cara Membaca Indonesia

SUDAH cukup lama saya ingin menuliskan kembali tiga kali perjalanan saya ke Ambon, Maluku. Setiap perjalanan memiliki tujuan yang berbeda....

Read moreDetails

Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

by I Putu Ardiyasa
September 30, 2026
0
Ketika Sebuah Kota Menjadi Panggung Pertunjukkan: Catatan Kecil dari Toyooka Theater Festival

SAYA datang ke Toyooka dengan niat yang sederhana: mengikuti Intersecting Peripheries dan melihat bagaimana sebuah festival teater bekerja di sebuah...

Read moreDetails

Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

by Ahmad Sihabudin
September 28, 2026
0
Jalan Sore di Lintas Royal Baroe

SUDAH cukup lama sebenarnya kami ingin berjalan-jalan di kawasan Royal Baroe, Kota Serang, Provinsi Banten. Bukan untuk mencari sesuatu yang...

Read moreDetails

Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

by Ahmad Sihabudin
September 7, 2026
0
Wisata Sehat, Ramah di Kantong: Menikmati Pagi di KP3 Banten

ADA tempat yang awalnya kita kenal hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi ternyata memiliki wajah lain yang lebih dekat dengan kehidupan...

Read moreDetails

Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

by Dewa Ayu Windu
August 31, 2026
0
Candi  Tebing Gunung Kawi: Kolaborasi Epik Jejak Budaya Masa Lalu dengan Lanskap Menawan DAS Pakerisan

GEMERICIK air Sungai Pakerisan terdengar bak nada alam yang konstan, membelah kesunyian lembah di Desa Adat Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali....

Read moreDetails

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
0
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

Read moreDetails

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails
Next Post
Ni Ketut Cita, Alam Memberkatinya Sebagai Pelari dan Hidup Memberinya Medali Emas

Ni Ketut Cita, Alam Memberkatinya Sebagai Pelari dan Hidup Memberinya Medali Emas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi
Khas

Ngusaba Segara lan Ngusaba Nini Desa Adat Kusamba: Generasi Muda Jangan Malu Lestarikan Tradisi

RATUSAN krama Desa Adat Kusamba berjalan beriringan dari Pura Puseh menuju Pura Segara, Minggu (25/10/2026). Mereka mengikuti tradisi mapeed, mengiringi...

by Wahyu Mahaputra
October 25, 2026
Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau
Puisi

Puisi-Puisi Rusdy Ulu | Perempuan Rantau

Perempuan Rantau ---buat Satya Rakasiwi Purbowati Seperti gagak di langit hitamkelana menembus malamdihantam badai selatandan mendung langitmenghapus segala arahyang ingin...

by Rusdy Ulu
October 25, 2026
Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co