14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

Sugi Lanus by Sugi Lanus
August 25, 2026
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027

Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang?

Jika pertanyaan itu ditujukan ke saya, maka jelas jawaban saya: Prof Mayuko Hara.

Bagi Mayuko bahasa Bali bukan sekadar alat komunikasi, melainkan cerminan dari struktur sosial dan budaya masyarakat penuturnya. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Profesor Mayuko Hara, seorang akademisi ternama asal Jepang dari The University of Osaka, membuatnya hampir 20 tahun bolak-balik Jepang-Pedawa kawasan Bali Aga di Buleleng, Bali Utara. Sebagai seorang Indonesianis (pakar studi Indonesia), ia telah mendedikasikan sebagian besar karier akademisnya untuk meneliti dinamika sosiolinguistik, kontak bahasa, serta pelestarian bahasa daerah di Indonesia, dengan fokus utama pada Bahasa Indonesia dan Bahasa Bali.

Awal Mula Sebuah Persahabatan: Kampus Jimbaran, 1992

Di balik puluhan jurnal ilmiah dan pengakuan internasional yang ia raih, ada sebuah kisah persahabatan kami yang panjang dan menjadi akar persamaan kecintaan saya terhadap berbagai aspek  sosiolinguistik bahasa Bali.

Mayuko dan Sugi Lanus (penulis) | Foto: Dok. pribadi

Kisah ini bermula pada tahun 1992 di sebuah bangku di Kampus Universitas Udayana, Jimbaran. Saat itu, saya sedang duduk sendirian ketika tiba-tiba seorang mahasiswi berkulit putih dan bermata sipit datang mendekat lalu duduk di sebelah saya. Dugaan awal saya, ia adalah seorang keturunan Tionghoa-Indonesia (istilah gaulnya: Chindo) yang tertarik mempelajari kebudayaan lokal. Rasa penasaran mendorong saya untuk bertanya: “Kenapa ikut kelas bahasa Bali?”

Di luar dugaan, perempuan ramah bernama Mayuko itu menjelaskan dengan bahasa Indonesia yang fasih bahwa ia adalah mahasiswi program Sarjana (S1) jurusan Bahasa Indonesia di Jepang yang hampir tamat. Kehadirannya di Bali adalah untuk memperdalam pemahaman mengenai bahasa Bali langsung dari akarnya.

Pertemuan di bangku kampus Jimbaran itulah yang menjadi pemantik hubungan persahabatan yang tidak pernah putus. Selama 35 tahun berlalu, hubungan kami berkembang layaknya saudara kandung yang saling mendukung. Kami kerap saling mengunjungi lintas negara. Saya berkesempatan mengunjungi kampusnya di Tokyo ketika mendapatkan beasiswa pertukaran pemuda pelajar dari Perdana Menteri Jepang. Sebaliknya, setiap kali Mayuko menginjakkan kaki di Indonesia, khususnya Bali, kami selalu meluangkan waktu untuk berjumpa. Bahkan, Mayuko sempat mengunjungi saya hingga ke Lombok saat saya tinggal di sana.

Dua Dekade Meneliti Jantung Bali Aga

Persahabatan panjang kami tidak hanya bernilai personal, tetapi juga sangat membanggakan bisa membuat Mayuko bisa melahirkan kontribusi nyata bagi dunia akademis Indonesia dan dunia terkait bahasa Bali. Dalam hampir 20 tahun terakhir, kami berdua konsisten bolak-balik melakukan perjalanan riset ke Desa Pedawa, sebuah desa kuno di perbukitan Buleleng.

Seiring waktu kami merasa lebih matang mendiskusikan aspek sosiolinguistik dari masyarakat desa Pedawa, dan kami banyak menghabiskan waktu bersama penduduk Pedawa bercakap ritual, pertanian, pengobatan dll, di desa Pedawa. Kami berbicara dalam bahasa dialek Pedawa dan selalu berbahasa Bali dalam percakapan kami. Oleh karena itu, saya berani menjamin bahwa orang Jepang yang paling paham bahasa Bali — setidaknya yang saya kenal dan secara akademis paling memiliki jam terbang terpanjang dan terdalam di wilayah kebahasaan Bali Aga.

Penelitian lapangan yang dipimpin oleh Mayuko ini berfokus pada kebahasaan dan dialek Bali Aga (Bali Mula), khususnya di wilayah lingkar pedesaan SCTPB (Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa, dan Banyusri). Setiap perjumpaan seperti sebuah seminar dalam kelas linguistik pasca sarjana, kami menjelajahi berbagai topik sosiolinguistik, mulai dari sistem adat, ritual keagamaan, hingga variasi bahasa sehari-hari yang unik dan berbeda dari Bali Dataran.

Salah satu hasil riset monumentalnya adalah tulisan bertajuk “Bentuk Hormat” Dialek Bahasa Bali Aga dalam Konteks Agama. Melalui kajian ini, Profesor Mayuko Hara membedah bagaimana masyarakat pegunungan SCTB mengekspresikan rasa hormat (kesantunan berbahasa) melalui tata bahasa tanpa harus terikat pada sekat kasta sosial tradisional.

Kontribusi terhadap Leksikografi dan Kebijakan Bahasa

Selain mendalami dialek Bali Aga di pedesaan Buleleng, Profesor Mayuko Hara juga mengamati aspek hukum pelestarian bahasa melalui studinya yang berjudul Kebijakan Bahasa Bali yang Terlihat dalam Peraturan Perundang-undangan di Provinsi Bali, Indonesia.

Di bidang leksikografi, ia terlibat aktif dalam berbagai proyek pengembangan materi ajar tingkat lanjut serta penyusunan kamus dan glosarium praktis. Kolaborasinya dalam riset internasional membantu mahasiswa serta peneliti di Jepang untuk memahami nuansa kontekstual dan kultural di balik setiap kosakata Indonesia dan Bali.

Bagi Profesor Hara, mendokumentasikan kata berarti merawat ingatan sebuah peradaban. Dan bagi kami berdua, setiap lembar karya ilmiah yang tercipta adalah monumen hidup dari persahabatan tulus yang dimulai dari sebuah bangku kampus di Jimbaran.

Profil Akademis: Prof. Mayuko Hara (原 真由子)

📌 Informasi Personal & Afiliasi

  • Nama Lengkap: Prof. Mayuko Hara (原 真由子)
  • Institusi Utama: Graduate School of Humanities, The University of Osaka, Jepang
  • Jabatan Akademis: Profesor Penuh (Professor) bidang Studi Asing / Linguistik
  • Spesialisasi: Sosiolinguistik, Kontak Bahasa (Code-mixing), Kebijakan Bahasa, dan Tata Bahasa Indonesia-Bali Aga.

🎓 Latar Belakang Pendidikan

  • Sarjana (S1): Bahasa Indonesia, Tokyo University of Foreign Studies (TUFS) (Lulus era 1990-an awal, termasuk riset lapangan di Universitas Udayana, Jimbaran, 1992).
  • Magister (S2) & Doktor (S3): Linguistik dan Studi Area Indonesia, Tokyo University of Foreign Studies (TUFS).

🔬 Fokus Riset Khusus (20 Tahun Terakhir)

  • Kawasan Fokus: Wilayah lingkar pedesaan Bali Aga: SCTPB (Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa, dan Banyusri), Buleleng, Bali.
  • Topik Utama: Sistem kesantunan (honorifics), pergeseran bahasa, dokumentasi dialek minoritas yang terancam punah, dan sosiolinguistik pedesaan.

📚 Karya Tulis & Jurnal Terpilih

  1. “Bentuk Hormat” Dialek Bahasa Bali Aga dalam Konteks Agama – Mengkaji bentuk kesantunan berbahasa pada masyarakat Bali Aga (khususnya Pedawa).
  2. Kebijakan Bahasa Bali dalam Peraturan Perundang-undangan Provinsi Bali – Analisis hukum terhadap proteksi bahasa daerah oleh pemerintah.
  3. Kajian Komparatif Toritate (Unsur Pemfokusan) dalam Bahasa Indonesia – Meneliti struktur penegasan kalimat formal.
  4. Proyek Pengembangan Kamus Aktif & Bahan Ajar BIPA Tingkat Lanjut – Riset kolaboratif untuk menyusun panduan leksikal Indonesia-Jepang.

🏆 Penghargaan

  • President’s Award for Encouragement (総長奨励賞) dari The University of Osaka atas kontribusi luar biasa dalam riset kebahasaan lintas budaya dan penguatan studi Indonesia di Jepang.

Catatan Tambahan

Mayuko Hara (原 真由子) telah menyusun beberapa koleksi kosakata dan karya referensi bahasa Bali.

バリ語語彙集 (Koleksi Kosakata Bahasa Bali)
• Penulis: Mayuko Hara dan I Gusti Made Sutjaja
• Diterbitkan: Juli 2002 oleh Research Institute for Languages and Cultures of Asia and Africa (ILCAA), Tokyo University of Foreign Studies.

バリ語敬語語彙集 (Koleksi Kosakata Bahasa Bali Alus/Hormat)
• Penulis: Mayuko Hara
• Diterbitkan: Juli 1999 oleh Department of Language Descriptive Theories, Tokyo University of Foreign Studies.

バリ語文法・会話 (Tata Bahasa dan Percakapan Bahasa Bali)
• Penulis: Asako Shiohara, Mayuko Hara, dan I Gusti Made Sutjaja
• Diterbitkan: Juli 2002 oleh ILCAA, Tokyo University of Foreign Studies.

Tags: Bahasa BaliBahasa IndonesiaJepangMayuko Hara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

Next Post

Ibu Memasak di Kota

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
0
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

Read moreDetails

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
0
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

Read moreDetails

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

Read moreDetails

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

by Sugi Lanus
September 12, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

Read moreDetails

Pasar Tradisional : Membaca Tanda, Merawat Manusia

by Tri Nugroho Adi
September 11, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Pinten niki, Bu?"  (Berapa ini, Bu?) "Tigang doso gangsal ewu." (Tiga puluh lima ribu ) "Waduh... mboten saged kirang? Kula...

Read moreDetails

DNA Pancasila Masih Utuh, Cuma Epigenetik Bangsa Mungkin Eror

by Petrus Imam Prawoto Jati
September 10, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

INI gegara ada informasi tentang penelitian David Sinclair dari Harvard, yang mengatakan bahwa proses penuaan bisa dibalikkan kembali melalui terapi...

Read moreDetails

Kita Salah Menghitung Kesunyian

by Angga Wijaya
September 10, 2026
0
Kita Salah Menghitung Kesunyian

SETIAP 10 September, kita menjadi masyarakat yang tiba-tiba pandai berbicara tentang bunuh diri. Poster bermunculan di media sosial. Kutipan dibagikan....

Read moreDetails

Tubuh yang Saya Suruh Begadang

by Angga Wijaya
September 9, 2026
0
Tubuh yang Saya Suruh Begadang

SELAMA kira-kira sepuluh tahun terakhir, saya punya kebiasaan yang barangkali tidak terlalu baik bagi tubuh, yakni, begadang. Saya menulis pada...

Read moreDetails

Hari Olahraga Nasional: Dari Lapangan ke FYP, dari Medali ke “Endorse”

by Chusmeru
September 9, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

SEPULUH hingga dua puluh tahun silam perayaan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tanggal 9 September identik dengan kegiatan senam di lapangan....

Read moreDetails

Kepemimpinan Feminis sebagai Strategi Rekonsiliasi Sosial di Tengah Polarisasi Politik

by Jerry Indrawan
September 8, 2026
0
Mungkinkah Korut Serang AS?

POLARISASI politik yang menguat dalam konteks demokrasi kontemporer telah memicu fragmentasi sosial yang sangat mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia, termasuk...

Read moreDetails
Next Post
Ibu Memasak di Kota

Ibu Memasak di Kota

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co