25 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

Sugi Lanus by Sugi Lanus
August 25, 2026
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027

Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang?

Jika pertanyaan itu ditujukan ke saya, maka jelas jawaban saya: Prof Mayuko Hara.

Bagi Mayuko bahasa Bali bukan sekadar alat komunikasi, melainkan cerminan dari struktur sosial dan budaya masyarakat penuturnya. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Profesor Mayuko Hara, seorang akademisi ternama asal Jepang dari The University of Osaka, membuatnya hampir 20 tahun bolak-balik Jepang-Pedawa kawasan Bali Aga di Buleleng, Bali Utara. Sebagai seorang Indonesianis (pakar studi Indonesia), ia telah mendedikasikan sebagian besar karier akademisnya untuk meneliti dinamika sosiolinguistik, kontak bahasa, serta pelestarian bahasa daerah di Indonesia, dengan fokus utama pada Bahasa Indonesia dan Bahasa Bali.

Awal Mula Sebuah Persahabatan: Kampus Jimbaran, 1992

Di balik puluhan jurnal ilmiah dan pengakuan internasional yang ia raih, ada sebuah kisah persahabatan kami yang panjang dan menjadi akar persamaan kecintaan saya terhadap berbagai aspek  sosiolinguistik bahasa Bali.

Mayuko dan Sugi Lanus (penulis) | Foto: Dok. pribadi

Kisah ini bermula pada tahun 1992 di sebuah bangku di Kampus Universitas Udayana, Jimbaran. Saat itu, saya sedang duduk sendirian ketika tiba-tiba seorang mahasiswi berkulit putih dan bermata sipit datang mendekat lalu duduk di sebelah saya. Dugaan awal saya, ia adalah seorang keturunan Tionghoa-Indonesia (istilah gaulnya: Chindo) yang tertarik mempelajari kebudayaan lokal. Rasa penasaran mendorong saya untuk bertanya: “Kenapa ikut kelas bahasa Bali?”

Di luar dugaan, perempuan ramah bernama Mayuko itu menjelaskan dengan bahasa Indonesia yang fasih bahwa ia adalah mahasiswi program Sarjana (S1) jurusan Bahasa Indonesia di Jepang yang hampir tamat. Kehadirannya di Bali adalah untuk memperdalam pemahaman mengenai bahasa Bali langsung dari akarnya.

Pertemuan di bangku kampus Jimbaran itulah yang menjadi pemantik hubungan persahabatan yang tidak pernah putus. Selama 35 tahun berlalu, hubungan kami berkembang layaknya saudara kandung yang saling mendukung. Kami kerap saling mengunjungi lintas negara. Saya berkesempatan mengunjungi kampusnya di Tokyo ketika mendapatkan beasiswa pertukaran pemuda pelajar dari Perdana Menteri Jepang. Sebaliknya, setiap kali Mayuko menginjakkan kaki di Indonesia, khususnya Bali, kami selalu meluangkan waktu untuk berjumpa. Bahkan, Mayuko sempat mengunjungi saya hingga ke Lombok saat saya tinggal di sana.

Dua Dekade Meneliti Jantung Bali Aga

Persahabatan panjang kami tidak hanya bernilai personal, tetapi juga sangat membanggakan bisa membuat Mayuko bisa melahirkan kontribusi nyata bagi dunia akademis Indonesia dan dunia terkait bahasa Bali. Dalam hampir 20 tahun terakhir, kami berdua konsisten bolak-balik melakukan perjalanan riset ke Desa Pedawa, sebuah desa kuno di perbukitan Buleleng.

Seiring waktu kami merasa lebih matang mendiskusikan aspek sosiolinguistik dari masyarakat desa Pedawa, dan kami banyak menghabiskan waktu bersama penduduk Pedawa bercakap ritual, pertanian, pengobatan dll, di desa Pedawa. Kami berbicara dalam bahasa dialek Pedawa dan selalu berbahasa Bali dalam percakapan kami. Oleh karena itu, saya berani menjamin bahwa orang Jepang yang paling paham bahasa Bali — setidaknya yang saya kenal dan secara akademis paling memiliki jam terbang terpanjang dan terdalam di wilayah kebahasaan Bali Aga.

Penelitian lapangan yang dipimpin oleh Mayuko ini berfokus pada kebahasaan dan dialek Bali Aga (Bali Mula), khususnya di wilayah lingkar pedesaan SCTPB (Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa, dan Banyusri). Setiap perjumpaan seperti sebuah seminar dalam kelas linguistik pasca sarjana, kami menjelajahi berbagai topik sosiolinguistik, mulai dari sistem adat, ritual keagamaan, hingga variasi bahasa sehari-hari yang unik dan berbeda dari Bali Dataran.

Salah satu hasil riset monumentalnya adalah tulisan bertajuk “Bentuk Hormat” Dialek Bahasa Bali Aga dalam Konteks Agama. Melalui kajian ini, Profesor Mayuko Hara membedah bagaimana masyarakat pegunungan SCTB mengekspresikan rasa hormat (kesantunan berbahasa) melalui tata bahasa tanpa harus terikat pada sekat kasta sosial tradisional.

Kontribusi terhadap Leksikografi dan Kebijakan Bahasa

Selain mendalami dialek Bali Aga di pedesaan Buleleng, Profesor Mayuko Hara juga mengamati aspek hukum pelestarian bahasa melalui studinya yang berjudul Kebijakan Bahasa Bali yang Terlihat dalam Peraturan Perundang-undangan di Provinsi Bali, Indonesia.

Di bidang leksikografi, ia terlibat aktif dalam berbagai proyek pengembangan materi ajar tingkat lanjut serta penyusunan kamus dan glosarium praktis. Kolaborasinya dalam riset internasional membantu mahasiswa serta peneliti di Jepang untuk memahami nuansa kontekstual dan kultural di balik setiap kosakata Indonesia dan Bali.

Bagi Profesor Hara, mendokumentasikan kata berarti merawat ingatan sebuah peradaban. Dan bagi kami berdua, setiap lembar karya ilmiah yang tercipta adalah monumen hidup dari persahabatan tulus yang dimulai dari sebuah bangku kampus di Jimbaran.

Profil Akademis: Prof. Mayuko Hara (原 真由子)

📌 Informasi Personal & Afiliasi

  • Nama Lengkap: Prof. Mayuko Hara (原 真由子)
  • Institusi Utama: Graduate School of Humanities, The University of Osaka, Jepang
  • Jabatan Akademis: Profesor Penuh (Professor) bidang Studi Asing / Linguistik
  • Spesialisasi: Sosiolinguistik, Kontak Bahasa (Code-mixing), Kebijakan Bahasa, dan Tata Bahasa Indonesia-Bali Aga.

🎓 Latar Belakang Pendidikan

  • Sarjana (S1): Bahasa Indonesia, Tokyo University of Foreign Studies (TUFS) (Lulus era 1990-an awal, termasuk riset lapangan di Universitas Udayana, Jimbaran, 1992).
  • Magister (S2) & Doktor (S3): Linguistik dan Studi Area Indonesia, Tokyo University of Foreign Studies (TUFS).

🔬 Fokus Riset Khusus (20 Tahun Terakhir)

  • Kawasan Fokus: Wilayah lingkar pedesaan Bali Aga: SCTPB (Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa, dan Banyusri), Buleleng, Bali.
  • Topik Utama: Sistem kesantunan (honorifics), pergeseran bahasa, dokumentasi dialek minoritas yang terancam punah, dan sosiolinguistik pedesaan.

📚 Karya Tulis & Jurnal Terpilih

  1. “Bentuk Hormat” Dialek Bahasa Bali Aga dalam Konteks Agama – Mengkaji bentuk kesantunan berbahasa pada masyarakat Bali Aga (khususnya Pedawa).
  2. Kebijakan Bahasa Bali dalam Peraturan Perundang-undangan Provinsi Bali – Analisis hukum terhadap proteksi bahasa daerah oleh pemerintah.
  3. Kajian Komparatif Toritate (Unsur Pemfokusan) dalam Bahasa Indonesia – Meneliti struktur penegasan kalimat formal.
  4. Proyek Pengembangan Kamus Aktif & Bahan Ajar BIPA Tingkat Lanjut – Riset kolaboratif untuk menyusun panduan leksikal Indonesia-Jepang.

🏆 Penghargaan

  • President’s Award for Encouragement (総長奨励賞) dari The University of Osaka atas kontribusi luar biasa dalam riset kebahasaan lintas budaya dan penguatan studi Indonesia di Jepang.

Catatan Tambahan

Mayuko Hara (原 真由子) telah menyusun beberapa koleksi kosakata dan karya referensi bahasa Bali.

バリ語語彙集 (Koleksi Kosakata Bahasa Bali)
• Penulis: Mayuko Hara dan I Gusti Made Sutjaja
• Diterbitkan: Juli 2002 oleh Research Institute for Languages and Cultures of Asia and Africa (ILCAA), Tokyo University of Foreign Studies.

バリ語敬語語彙集 (Koleksi Kosakata Bahasa Bali Alus/Hormat)
• Penulis: Mayuko Hara
• Diterbitkan: Juli 1999 oleh Department of Language Descriptive Theories, Tokyo University of Foreign Studies.

バリ語文法・会話 (Tata Bahasa dan Percakapan Bahasa Bali)
• Penulis: Asako Shiohara, Mayuko Hara, dan I Gusti Made Sutjaja
• Diterbitkan: Juli 2002 oleh ILCAA, Tokyo University of Foreign Studies.

Tags: Bahasa BaliBahasa IndonesiaJepangMayuko Hara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Karnaval dan Kemacetan Sosial

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
0
Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

Read moreDetails

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
0
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

Read moreDetails

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

by Angga Wijaya
August 24, 2026
0
Telenovela

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

Read moreDetails

Wajah Indonesia Bopeng

by Petrus Imam Prawoto Jati
August 23, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kemarin saya melihat di medsos, di daerah Banjarbaru, Kalimantan Selatan, seorang ibu bernama Riri Jayanti membagikan...

Read moreDetails

Renungan Meja Makan

by Angga Wijaya
August 22, 2026
0
Renungan Meja Makan

DI banyak keluarga Indonesia, dulu, meja makan adalah tempat bersama untuk mengobrol, bertukar pikiran, atau berdiskusi sambil atau usai makan....

Read moreDetails

Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

by I Ketut Suar Adnyana
August 22, 2026
0
Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran untuk Kalangan Digital Native

DIGITAL NATIVE, yaitu generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan teknologi digital. Mereka terbiasa memperoleh informasi melalui mesin pencari,...

Read moreDetails

Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

by I Ketut Suar Adnyana
August 21, 2026
0
Bali Tidak Lagi Ramah? ——Sebuah Catatan Kritis tentang Perubahan Keramahan di Pulau Dewata

BALI selama ini dibayangkan sebagai ruang sosial yang hangat, terbuka, dan penuh keramahan. Gambaran tentang orang Bali yang murah senyum,...

Read moreDetails

Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

by I Wayan Yudana
August 21, 2026
0
Membaca Persoalan, Menggerakkan Transformasi Pendidikan Bali: Sekilas Catatan dari Kombel Pengawas Sekolah Disdikpora Provinsi Bali di SMKN 1 Petang

ADA kalanya sebuah sekolah menjadi tempat berlangsungnya sebuah kegiatan. Tetapi ada kalanya pula, sekolah justru menjadi bagian dari pesan yang...

Read moreDetails

Lomba Tujuhbelasan dan Pertanyaan tentang Kemerdekaan yang Kita Rayakan

by Tri Nugroho Adi
August 21, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

---Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan dan diperingati, tetapi sesuatu yang seharusnya dapat dialami manusia dalam kehidupan sehari-hari. PADA suatu...

Read moreDetails

JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

by I Nyoman Gede Maha Putra
August 21, 2026
0
JIA Curated dan Potensi Memprovinsikan Desain, Mungkinkah?

SAAT tulisan ini dibuat, JIA Curated mungkin sedang melaksanakan acara penutupan. Pamerannya sendiri berlangsung sejak tanggal 13 Agustus sampai 17...

Read moreDetails
Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027 Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang? Jika pertanyaan itu ditujukan ke...

by Sugi Lanus
August 25, 2026
Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?
Opini

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

DI kelas Bahasa Indonesia SMA, siswa bergerak dari laporan hasil observasi, anekdot, hikayat, negosiasi, biografi, dan puisi; lalu berjumpa argumentasi,...

by Gede Sidi Artajaya
August 25, 2026
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan
Panggung

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda
Budaya

Utsawa Dharmagita XXXIII, Merawat Tradisi Lisan dan Menanamkan Dharma kepada Generasi Muda

UTSAWA Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 kembali digelar. Itu artinya, lantunan sloka, palawakya, kakawin, kidung, hingga gaguritan kembali...

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]
Tualang

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

ADA kalanya kita tidak membutuhkan perjalanan yang jauh untuk menemukan kebahagiaan. Kita hanya membutuhkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas,...

by Ahmad Sihabudin
August 25, 2026
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan
Panggung

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
Karnaval dan Kemacetan Sosial
Esai

Karnaval dan Kemacetan Sosial

ADA sesuatu yang terasa ganjil setiap kali bulan Agustus tiba. Bendera Merah Putih berkibar di depan rumah, umbul-umbul menghiasi gang,...

by Ahmad Fatoni
August 24, 2026
“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co