5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

PROFESOR BAHASA BALI TERBAIK DARI JEPANG  — Kiprah Profesor Mayuko Hara dalam Riset Bahasa Bali Aga Pedawa dan Bahasa Indonesia

Sugi Lanus by Sugi Lanus
August 25, 2026
in Esai
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

Sugi Lanus

— Catatan Harian Sugi Lanus, 25 Agustus 2027

Siapa pakar terbaik Bahasa Bali di Jepang?

Jika pertanyaan itu ditujukan ke saya, maka jelas jawaban saya: Prof Mayuko Hara.

Bagi Mayuko bahasa Bali bukan sekadar alat komunikasi, melainkan cerminan dari struktur sosial dan budaya masyarakat penuturnya. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Profesor Mayuko Hara, seorang akademisi ternama asal Jepang dari The University of Osaka, membuatnya hampir 20 tahun bolak-balik Jepang-Pedawa kawasan Bali Aga di Buleleng, Bali Utara. Sebagai seorang Indonesianis (pakar studi Indonesia), ia telah mendedikasikan sebagian besar karier akademisnya untuk meneliti dinamika sosiolinguistik, kontak bahasa, serta pelestarian bahasa daerah di Indonesia, dengan fokus utama pada Bahasa Indonesia dan Bahasa Bali.

Awal Mula Sebuah Persahabatan: Kampus Jimbaran, 1992

Di balik puluhan jurnal ilmiah dan pengakuan internasional yang ia raih, ada sebuah kisah persahabatan kami yang panjang dan menjadi akar persamaan kecintaan saya terhadap berbagai aspek  sosiolinguistik bahasa Bali.

Mayuko dan Sugi Lanus (penulis) | Foto: Dok. pribadi

Kisah ini bermula pada tahun 1992 di sebuah bangku di Kampus Universitas Udayana, Jimbaran. Saat itu, saya sedang duduk sendirian ketika tiba-tiba seorang mahasiswi berkulit putih dan bermata sipit datang mendekat lalu duduk di sebelah saya. Dugaan awal saya, ia adalah seorang keturunan Tionghoa-Indonesia (istilah gaulnya: Chindo) yang tertarik mempelajari kebudayaan lokal. Rasa penasaran mendorong saya untuk bertanya: “Kenapa ikut kelas bahasa Bali?”

Di luar dugaan, perempuan ramah bernama Mayuko itu menjelaskan dengan bahasa Indonesia yang fasih bahwa ia adalah mahasiswi program Sarjana (S1) jurusan Bahasa Indonesia di Jepang yang hampir tamat. Kehadirannya di Bali adalah untuk memperdalam pemahaman mengenai bahasa Bali langsung dari akarnya.

Pertemuan di bangku kampus Jimbaran itulah yang menjadi pemantik hubungan persahabatan yang tidak pernah putus. Selama 35 tahun berlalu, hubungan kami berkembang layaknya saudara kandung yang saling mendukung. Kami kerap saling mengunjungi lintas negara. Saya berkesempatan mengunjungi kampusnya di Tokyo ketika mendapatkan beasiswa pertukaran pemuda pelajar dari Perdana Menteri Jepang. Sebaliknya, setiap kali Mayuko menginjakkan kaki di Indonesia, khususnya Bali, kami selalu meluangkan waktu untuk berjumpa. Bahkan, Mayuko sempat mengunjungi saya hingga ke Lombok saat saya tinggal di sana.

Dua Dekade Meneliti Jantung Bali Aga

Persahabatan panjang kami tidak hanya bernilai personal, tetapi juga sangat membanggakan bisa membuat Mayuko bisa melahirkan kontribusi nyata bagi dunia akademis Indonesia dan dunia terkait bahasa Bali. Dalam hampir 20 tahun terakhir, kami berdua konsisten bolak-balik melakukan perjalanan riset ke Desa Pedawa, sebuah desa kuno di perbukitan Buleleng.

Seiring waktu kami merasa lebih matang mendiskusikan aspek sosiolinguistik dari masyarakat desa Pedawa, dan kami banyak menghabiskan waktu bersama penduduk Pedawa bercakap ritual, pertanian, pengobatan dll, di desa Pedawa. Kami berbicara dalam bahasa dialek Pedawa dan selalu berbahasa Bali dalam percakapan kami. Oleh karena itu, saya berani menjamin bahwa orang Jepang yang paling paham bahasa Bali — setidaknya yang saya kenal dan secara akademis paling memiliki jam terbang terpanjang dan terdalam di wilayah kebahasaan Bali Aga.

Penelitian lapangan yang dipimpin oleh Mayuko ini berfokus pada kebahasaan dan dialek Bali Aga (Bali Mula), khususnya di wilayah lingkar pedesaan SCTPB (Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa, dan Banyusri). Setiap perjumpaan seperti sebuah seminar dalam kelas linguistik pasca sarjana, kami menjelajahi berbagai topik sosiolinguistik, mulai dari sistem adat, ritual keagamaan, hingga variasi bahasa sehari-hari yang unik dan berbeda dari Bali Dataran.

Salah satu hasil riset monumentalnya adalah tulisan bertajuk “Bentuk Hormat” Dialek Bahasa Bali Aga dalam Konteks Agama. Melalui kajian ini, Profesor Mayuko Hara membedah bagaimana masyarakat pegunungan SCTB mengekspresikan rasa hormat (kesantunan berbahasa) melalui tata bahasa tanpa harus terikat pada sekat kasta sosial tradisional.

Kontribusi terhadap Leksikografi dan Kebijakan Bahasa

Selain mendalami dialek Bali Aga di pedesaan Buleleng, Profesor Mayuko Hara juga mengamati aspek hukum pelestarian bahasa melalui studinya yang berjudul Kebijakan Bahasa Bali yang Terlihat dalam Peraturan Perundang-undangan di Provinsi Bali, Indonesia.

Di bidang leksikografi, ia terlibat aktif dalam berbagai proyek pengembangan materi ajar tingkat lanjut serta penyusunan kamus dan glosarium praktis. Kolaborasinya dalam riset internasional membantu mahasiswa serta peneliti di Jepang untuk memahami nuansa kontekstual dan kultural di balik setiap kosakata Indonesia dan Bali.

Bagi Profesor Hara, mendokumentasikan kata berarti merawat ingatan sebuah peradaban. Dan bagi kami berdua, setiap lembar karya ilmiah yang tercipta adalah monumen hidup dari persahabatan tulus yang dimulai dari sebuah bangku kampus di Jimbaran.

Profil Akademis: Prof. Mayuko Hara (原 真由子)

📌 Informasi Personal & Afiliasi

  • Nama Lengkap: Prof. Mayuko Hara (原 真由子)
  • Institusi Utama: Graduate School of Humanities, The University of Osaka, Jepang
  • Jabatan Akademis: Profesor Penuh (Professor) bidang Studi Asing / Linguistik
  • Spesialisasi: Sosiolinguistik, Kontak Bahasa (Code-mixing), Kebijakan Bahasa, dan Tata Bahasa Indonesia-Bali Aga.

🎓 Latar Belakang Pendidikan

  • Sarjana (S1): Bahasa Indonesia, Tokyo University of Foreign Studies (TUFS) (Lulus era 1990-an awal, termasuk riset lapangan di Universitas Udayana, Jimbaran, 1992).
  • Magister (S2) & Doktor (S3): Linguistik dan Studi Area Indonesia, Tokyo University of Foreign Studies (TUFS).

🔬 Fokus Riset Khusus (20 Tahun Terakhir)

  • Kawasan Fokus: Wilayah lingkar pedesaan Bali Aga: SCTPB (Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa, dan Banyusri), Buleleng, Bali.
  • Topik Utama: Sistem kesantunan (honorifics), pergeseran bahasa, dokumentasi dialek minoritas yang terancam punah, dan sosiolinguistik pedesaan.

📚 Karya Tulis & Jurnal Terpilih

  1. “Bentuk Hormat” Dialek Bahasa Bali Aga dalam Konteks Agama – Mengkaji bentuk kesantunan berbahasa pada masyarakat Bali Aga (khususnya Pedawa).
  2. Kebijakan Bahasa Bali dalam Peraturan Perundang-undangan Provinsi Bali – Analisis hukum terhadap proteksi bahasa daerah oleh pemerintah.
  3. Kajian Komparatif Toritate (Unsur Pemfokusan) dalam Bahasa Indonesia – Meneliti struktur penegasan kalimat formal.
  4. Proyek Pengembangan Kamus Aktif & Bahan Ajar BIPA Tingkat Lanjut – Riset kolaboratif untuk menyusun panduan leksikal Indonesia-Jepang.

🏆 Penghargaan

  • President’s Award for Encouragement (総長奨励賞) dari The University of Osaka atas kontribusi luar biasa dalam riset kebahasaan lintas budaya dan penguatan studi Indonesia di Jepang.

Catatan Tambahan

Mayuko Hara (原 真由子) telah menyusun beberapa koleksi kosakata dan karya referensi bahasa Bali.

バリ語語彙集 (Koleksi Kosakata Bahasa Bali)
• Penulis: Mayuko Hara dan I Gusti Made Sutjaja
• Diterbitkan: Juli 2002 oleh Research Institute for Languages and Cultures of Asia and Africa (ILCAA), Tokyo University of Foreign Studies.

バリ語敬語語彙集 (Koleksi Kosakata Bahasa Bali Alus/Hormat)
• Penulis: Mayuko Hara
• Diterbitkan: Juli 1999 oleh Department of Language Descriptive Theories, Tokyo University of Foreign Studies.

バリ語文法・会話 (Tata Bahasa dan Percakapan Bahasa Bali)
• Penulis: Asako Shiohara, Mayuko Hara, dan I Gusti Made Sutjaja
• Diterbitkan: Juli 2002 oleh ILCAA, Tokyo University of Foreign Studies.

Tags: Bahasa BaliBahasa IndonesiaJepangMayuko Hara
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Dari Genre ke Nalar: Sudah Relevankah Materi Bahasa Indonesia SMA dengan TKA?

Next Post

Ibu Memasak di Kota

Sugi Lanus

Sugi Lanus

Pembaca manuskrip lontar Bali dan Kawi. IG @sugi.lanus

Related Posts

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
0
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

Read moreDetails

Penyair Kelas Teri

by Arief Rahzen
October 4, 2026
0
Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

Read moreDetails

Menara Gading di Pasar Kerja

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
0
Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

Read moreDetails

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

by Angga Wijaya
October 3, 2026
0
Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

Read moreDetails

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
0
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

Read moreDetails

Nasionalisme Rente Ideologi Para Koruptor

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 3, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, bisa jadi para koruptor itu justru lebih nasionalis daripada kita, rakyat biasa. Tapi jangan buru-buru tersinggung....

Read moreDetails

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
0
Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

Read moreDetails

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
0
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

Read moreDetails

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

Read moreDetails

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails
Next Post
Ibu Memasak di Kota

Ibu Memasak di Kota

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co