5 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Shopping Puisi di Malioboro 

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
October 6, 2024
in Tualang
Shopping Puisi di Malioboro 

Penulis di Jalan Maliobro, Yogyakarta | Foto-foto: Dok. Nyoman Tingkat

SETIAP datang ke Yogyakarta, saya selalu ingat empat  hal yaitu Jalan Malioboro, Kraton, Kota Pelajar, dan Umbu Landu Paranggi (ULP).

Pertama,Jalan Malioboro yang inspiratif dengan suguhan selalu menggugah. Ibarat puisi tidak pernah selesai digali oleh penyair di jalan legendaris ini.

Kedua, Kraton Yogyakarta sebagai pusat kunjungan wisata kota yang tertib melaksanakan ritual pagi sebelum waktu operasional kunjungan dibuka. Seperti tradisi saiban di Hindu, Kraton Yogyakarta juga melakoninya. Buktinya di pintu masuk utama juga ada sesajen pengeling-eling, mengingatkan bahwa Kraton masih merawat tradisi warisan leluhurnya.

Ketiga, Yogyakarta sejak dulu dikenal sebagai Kota Pelajar. Lembaga Pendidikan Tinggi Negeri dan Swasta  banyak di sini,  seperti UGM, UNY, UIN, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Sanata Darma, Universitas Atmajaya, Universitas Mercu Buana, Universitas Muhamadyah. Mahasiswanya pun dari berbagai daerah di Indonesia yang mengukuhkan Yogya sebagai Kota Pelajar yang multikultural.

Keempat, ULP yang menggelandang di Malioboro pada era 1970-an sampai dijuluki sebagai Presiden Malioboro. Presiden yang membangun jiwa bangsanya senantiasa menebar bibit berbobot bagi dunia perpuisian Indonesia. Muridnya pun telah banyak menjadi orang dan sukses di berbagai bidang di berbagai wilayah di Indonesia. Menyebut beberapa di antaranya Emha Ainun Najib, Ebiet G Ade, Korry Rayun Lampan.

Di Bali di bawah media Bali Post juga banyak penyair berkat sentuhan Umbu, seperti Mas Ruscitadewi, IB Parwita, Jengki Sunarta, dan sejumlah tamatan Sanggar Minum Kopi (SMK)  pada 1980-an. Kini coba dibangkitkan kembali melalui Jati Jagat Kampung Puisi (JKP).

Dari empat pengingat Kota Yogyakarta, tulisan ini berfokus pada  Jalan Malioboro dan Umbu Landu Paranggi. Mengapa? Jalan Malioboro adalah jalan kebudayaan tempat seni dan budaya disemaikan oleh ULP bersama kawan-kawan melalui Persada Studi  Klub (PSK) yang mengingatkan saya akan Perhimpunan Indonesia (PI) beranggotakan Pelajar Indonesia yang studi di Belanda untuk memikirkan lalu mengaktualisasikan ke arah mana Indonesia dibawa kelak bila merdeka. Mereka adalah pembaca literat melampui zamannya.

Demikian juga ULP dengan PSK-nya di Kota Pelajar Yogyakarta. Anggota PSK adalah pelajar yang menempuh pendidikan di Kota Yogyakarta. Mereka berasal dari berbagai daerah  lintas kampus tanpa melalui seleksi pendaftaran sebagai anggota. Kehadiran mereka secara sukarela dipertemukan oleh kesamaan frekuensi untuk menjadi literat di Jalan Raya Indonesia Merdeka.

ULP sadar bahwa Jalan Malioboro menjadi ikon Kota Yogyakarta selain Kraton menjadi pusat kesultanan yang membuatnya menjadi Daerah Istimewa berkat kesejarahannya pernah menjadi ibu kota Negara masa awal kemerdekaan. Di kalangan para pekerja seni dan budaya, Jalan Malioboro adalah kampus kehidupan untuk  mematangkan ide-ide menjadi karya nyata yang menyentuh adab kemanusiaan.

Oleh karena itu, tidaklah berlebihan bila widya wisata SMA Negeri 2 Kuta Selatan selama tiga hari di Yogyakarta menginap di hotel  dan dua hari di Malang. Di Yogyakarta, rombongan  menginap di Hotel Grace yang dekat dengan Malioboro dan dapat dijangkau dengan berjalan kaki untuk sekadar refreshing dan shopping bila masih ada bekal. Keuntungan ganda menginap  di Hotel Grace.

Pertama, di Jalan Malioboro aneka hiburan musik nusantara dan nasional bisa ditonton oleh siswa secara gratis. Penonton yang terketuk hatinya bisa mendonasikan sejumlah rupiah seikhlasnya, dengan mengisi kotak amal. Tanpa paksaan, bukan dengan gaya ngamen yang umumnya seperti pengemis. Nyatalah bahwa aura Jalan Malioboro membentuk para pekerja seni berjalan di ladang seni persembahan sebagai manusia Bali memandang seni pada awalnya. Itulah yang pada akhirnya melahirkan taksu ‘karisma seni’ yang menyala sampai ke ujung dunia.

Kedua, di Jalan Malioboro terdapat tempat shopping dan kuliner yang saling mendukung. Shopping tidak sekadar membeli aneka busana, siswa dan pengunjung pada umumnya dapat menikmati aneka kuliner di angkringan yang juga menjadi ikon kota pelajar itu.  Di Jalan Malioboro, persisnya di Teras Malioboro (diresmikan 22 Januari 2022 oleh Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X)  semua orang  yang lewat dapat shopping puisi gratis.

Ada tiga petikan puisi inspiratif, dua dalam Bahasa Indonesia dan satu dalam Bahasa Jawa.  “Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan”, dan “Bagi setiap orang yang pernah tinggal di Jogya, setiap sudut kota di Jogja itu, romantis”. Satu petikan puisi Jawa di area masuk kuliner, “Urip sejatine gawe urup”, (Hidup sejatinya memberikan kehidupan yang lebih baik bagi sekitarnya : menyala).

Dari penelusuran berita on line, dua    kutipan puisi berbahasa Indonesia adalah petikan puisi Joko Pinurbo (Jokpin) yang meninggal 27 April 2024 dalam usia 62 Tahun. Ia lahir di Sukabumi 11 Mei 1962. Sayangnya, nama Jokpin tidak disertakan di Teras Yogya.  Sementara itu,  petikan puisi dalam Bahasa Jawa itu, belum ditemukan siapa pemiliknya. Mungkin milik bersama sebagai karya anonim sebagai mana sastra lama diproduksi tanpa nama pengarang. Contohnya, “da ngaden awak bisa”  tembang Ginada dalam kesenian Bali yang mencitrakan orang Bali selalu rendah hati.  Kerendahhatianlah yang membuatnya menyala ibarat lentera di malam gelap. Begitulah seyogyanya pencari di jalan kehidupan melalui jalur pendidikan : urip iku urup.

Latar puisi di Teras Malioboro Jogya  itu dapat menjadi oleh-oleh bagi  siapa saja yang berwisata ke Jogja untuk dibagikan kepada sahabat di dunia nyata dan dunia maya. Respon netizen pasti cepat dengan emoji dan kata-kata positif : wow…wah…, keren, mantap, dua jempol….

Begitulah Yogyakarta selalu mengetuk kesadaran dan kerinduan untuk kembali. Seperti juga orang luar Bali yang pernah datang ke Bali selalu ingin kemBali. Hal itu disampaikan tetamu yang berkali-kali datang ke Bali, mengaku selalu menemukan sudut berbeda dan inspiratif. Tidak berlebihan, Bali mendapat pujian orang dari berbagai negeri, sebagai sorganya dunia.

 Dengan status Yogyakarta sebagai Kota Pelajar, membuatnya menjadi kota inspiratif bagi Pemajuan Pendidikan di negeri ini. Di Kota ini juga perjuangan pergerakan melalui dunia Pendidikan diembuskan oleh Ki Hadjar Dewantara dengan mendirikan Perguruan Tamansiswa. Oleh ULP, kata “taman” dan “tanam” selalu dipertukarkan dalam arti taman menyediakan media tanam.

Di taman, pejalan kehidupan diajak untuk sadar menanam aneka bibit tanaman untuk menggenapi lahan yang kosong. Agar tampak indah, taman perlu ditanami aneka bibit tanaman dan dirawat dengan penuh cinta kasih agar kelak  bermanfaat bagi kehidupan. Ibarat pelukis, taman adalah kanvas yang mesti diisi dengan lukisan yang proporsional dan indah  memenuhi seluruh bidang dengan pewarnaan yang selaras dan simetris agar tampak estetis. Indah dipandang mata. Begitulah Pendidikan diniatkan ULP pengagum ajaran Ki Hadjar Dewantara, yang kini selalu dirujuk Kemendikbud Ristek dalam Kurikulum Merdeka dengan semangat Merdeka Belajar.

Berguru ke Yogyakarta tidak lupa Malioboro yang ikonik dan ULP yang tampil nyentrik. Selalu memantik penuh puitik. Jangan lupa shopping puisi sebagai oleh-oleh dengan cekrak-cekrek : foto diunggah untuk anak seluruh negeri. [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Yang Tercecer dari Borobudur dan Prambanan
Pasih Kauh Desa Adat Kedonganan dan Kafe yang Dikelola Banjar-banjar   
Pasih Kangin Desa Adat Kedonganan: Dulu “Leke-leke”, Kini Jadi Incaran   
Di Puncak Tegeh Buhu  
Desa Adat  Kutuh Sebagai Desa Pemancar 
Di Puncak Tegeh Kaman 
Tags: Jalan Malioboro YogyakartaPuisiSMAN 2 Kuta SelatanUmbu Landu ParanggiYogyakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Korelasi PKPU 13 Tahun 2024 dengan Kotak Kosong

Next Post

Ni Ketut Cita, Alam Memberkatinya Sebagai Pelari dan Hidup Memberinya Medali Emas

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails
Next Post
Ni Ketut Cita, Alam Memberkatinya Sebagai Pelari dan Hidup Memberinya Medali Emas

Ni Ketut Cita, Alam Memberkatinya Sebagai Pelari dan Hidup Memberinya Medali Emas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  
Khas

Kemah Budaya  Ajang Penguatan SDM Bali Unggul  

SAYA bersyukur  menjadi Panyarikan Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Kuta Selatan merangkap sebagai Kepala Sekolah yang membina  remaja SMA. Posisi...

by I Nyoman Tingkat
August 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

NOL KILOMETER ̶S̶I̶N̶G̶A̶R̶A̶J̶A̶ BULELENG : Titik Start Berbenah, Bukan Sekadar Bersolek dan Beautifikasi

ADA banyak sambutan positif dan keceriaan di tengah peresmian tugu Nol Kilometer di depan Kantor Bupati Buleleng. Titik yang dibenahi...

by Sugi Lanus
August 4, 2026
Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita
Ulas Pentas

Dwi Dvara: Antara Keagungan Ciptaan dan Hasrat Merusak dalam Diri Kita

Di Ambang Dualitas Eksistensial Dalam ruang pertunjukan yang temaram, pendar cahaya proyektor perlahan menghidupkan bidang panggung. Karya pertunjukan bertajuk DWI...

by Dewa Made Ari Kurniawan
August 4, 2026
Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia
Khas

Kader Dilatih Manfaatkan Ekosistem Google untuk Sistem Pelaporan Digital Kesehatan Balita dan Lansia

TIM Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, yang diketuai oleh Ashlikhatul Fuaddah, pada Sabtu, 25 Juli 2026 menyelenggarakan kegiatan...

by Ashlikhatul Fuaddah
August 4, 2026
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co