16 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Shopping Puisi di Malioboro 

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
October 6, 2024
in Tualang
Shopping Puisi di Malioboro 

Penulis di Jalan Maliobro, Yogyakarta | Foto-foto: Dok. Nyoman Tingkat

SETIAP datang ke Yogyakarta, saya selalu ingat empat  hal yaitu Jalan Malioboro, Kraton, Kota Pelajar, dan Umbu Landu Paranggi (ULP).

Pertama,Jalan Malioboro yang inspiratif dengan suguhan selalu menggugah. Ibarat puisi tidak pernah selesai digali oleh penyair di jalan legendaris ini.

Kedua, Kraton Yogyakarta sebagai pusat kunjungan wisata kota yang tertib melaksanakan ritual pagi sebelum waktu operasional kunjungan dibuka. Seperti tradisi saiban di Hindu, Kraton Yogyakarta juga melakoninya. Buktinya di pintu masuk utama juga ada sesajen pengeling-eling, mengingatkan bahwa Kraton masih merawat tradisi warisan leluhurnya.

Ketiga, Yogyakarta sejak dulu dikenal sebagai Kota Pelajar. Lembaga Pendidikan Tinggi Negeri dan Swasta  banyak di sini,  seperti UGM, UNY, UIN, Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Sanata Darma, Universitas Atmajaya, Universitas Mercu Buana, Universitas Muhamadyah. Mahasiswanya pun dari berbagai daerah di Indonesia yang mengukuhkan Yogya sebagai Kota Pelajar yang multikultural.

Keempat, ULP yang menggelandang di Malioboro pada era 1970-an sampai dijuluki sebagai Presiden Malioboro. Presiden yang membangun jiwa bangsanya senantiasa menebar bibit berbobot bagi dunia perpuisian Indonesia. Muridnya pun telah banyak menjadi orang dan sukses di berbagai bidang di berbagai wilayah di Indonesia. Menyebut beberapa di antaranya Emha Ainun Najib, Ebiet G Ade, Korry Rayun Lampan.

Di Bali di bawah media Bali Post juga banyak penyair berkat sentuhan Umbu, seperti Mas Ruscitadewi, IB Parwita, Jengki Sunarta, dan sejumlah tamatan Sanggar Minum Kopi (SMK)  pada 1980-an. Kini coba dibangkitkan kembali melalui Jati Jagat Kampung Puisi (JKP).

Dari empat pengingat Kota Yogyakarta, tulisan ini berfokus pada  Jalan Malioboro dan Umbu Landu Paranggi. Mengapa? Jalan Malioboro adalah jalan kebudayaan tempat seni dan budaya disemaikan oleh ULP bersama kawan-kawan melalui Persada Studi  Klub (PSK) yang mengingatkan saya akan Perhimpunan Indonesia (PI) beranggotakan Pelajar Indonesia yang studi di Belanda untuk memikirkan lalu mengaktualisasikan ke arah mana Indonesia dibawa kelak bila merdeka. Mereka adalah pembaca literat melampui zamannya.

Demikian juga ULP dengan PSK-nya di Kota Pelajar Yogyakarta. Anggota PSK adalah pelajar yang menempuh pendidikan di Kota Yogyakarta. Mereka berasal dari berbagai daerah  lintas kampus tanpa melalui seleksi pendaftaran sebagai anggota. Kehadiran mereka secara sukarela dipertemukan oleh kesamaan frekuensi untuk menjadi literat di Jalan Raya Indonesia Merdeka.

ULP sadar bahwa Jalan Malioboro menjadi ikon Kota Yogyakarta selain Kraton menjadi pusat kesultanan yang membuatnya menjadi Daerah Istimewa berkat kesejarahannya pernah menjadi ibu kota Negara masa awal kemerdekaan. Di kalangan para pekerja seni dan budaya, Jalan Malioboro adalah kampus kehidupan untuk  mematangkan ide-ide menjadi karya nyata yang menyentuh adab kemanusiaan.

Oleh karena itu, tidaklah berlebihan bila widya wisata SMA Negeri 2 Kuta Selatan selama tiga hari di Yogyakarta menginap di hotel  dan dua hari di Malang. Di Yogyakarta, rombongan  menginap di Hotel Grace yang dekat dengan Malioboro dan dapat dijangkau dengan berjalan kaki untuk sekadar refreshing dan shopping bila masih ada bekal. Keuntungan ganda menginap  di Hotel Grace.

Pertama, di Jalan Malioboro aneka hiburan musik nusantara dan nasional bisa ditonton oleh siswa secara gratis. Penonton yang terketuk hatinya bisa mendonasikan sejumlah rupiah seikhlasnya, dengan mengisi kotak amal. Tanpa paksaan, bukan dengan gaya ngamen yang umumnya seperti pengemis. Nyatalah bahwa aura Jalan Malioboro membentuk para pekerja seni berjalan di ladang seni persembahan sebagai manusia Bali memandang seni pada awalnya. Itulah yang pada akhirnya melahirkan taksu ‘karisma seni’ yang menyala sampai ke ujung dunia.

Kedua, di Jalan Malioboro terdapat tempat shopping dan kuliner yang saling mendukung. Shopping tidak sekadar membeli aneka busana, siswa dan pengunjung pada umumnya dapat menikmati aneka kuliner di angkringan yang juga menjadi ikon kota pelajar itu.  Di Jalan Malioboro, persisnya di Teras Malioboro (diresmikan 22 Januari 2022 oleh Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X)  semua orang  yang lewat dapat shopping puisi gratis.

Ada tiga petikan puisi inspiratif, dua dalam Bahasa Indonesia dan satu dalam Bahasa Jawa.  “Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan”, dan “Bagi setiap orang yang pernah tinggal di Jogya, setiap sudut kota di Jogja itu, romantis”. Satu petikan puisi Jawa di area masuk kuliner, “Urip sejatine gawe urup”, (Hidup sejatinya memberikan kehidupan yang lebih baik bagi sekitarnya : menyala).

Dari penelusuran berita on line, dua    kutipan puisi berbahasa Indonesia adalah petikan puisi Joko Pinurbo (Jokpin) yang meninggal 27 April 2024 dalam usia 62 Tahun. Ia lahir di Sukabumi 11 Mei 1962. Sayangnya, nama Jokpin tidak disertakan di Teras Yogya.  Sementara itu,  petikan puisi dalam Bahasa Jawa itu, belum ditemukan siapa pemiliknya. Mungkin milik bersama sebagai karya anonim sebagai mana sastra lama diproduksi tanpa nama pengarang. Contohnya, “da ngaden awak bisa”  tembang Ginada dalam kesenian Bali yang mencitrakan orang Bali selalu rendah hati.  Kerendahhatianlah yang membuatnya menyala ibarat lentera di malam gelap. Begitulah seyogyanya pencari di jalan kehidupan melalui jalur pendidikan : urip iku urup.

Latar puisi di Teras Malioboro Jogya  itu dapat menjadi oleh-oleh bagi  siapa saja yang berwisata ke Jogja untuk dibagikan kepada sahabat di dunia nyata dan dunia maya. Respon netizen pasti cepat dengan emoji dan kata-kata positif : wow…wah…, keren, mantap, dua jempol….

Begitulah Yogyakarta selalu mengetuk kesadaran dan kerinduan untuk kembali. Seperti juga orang luar Bali yang pernah datang ke Bali selalu ingin kemBali. Hal itu disampaikan tetamu yang berkali-kali datang ke Bali, mengaku selalu menemukan sudut berbeda dan inspiratif. Tidak berlebihan, Bali mendapat pujian orang dari berbagai negeri, sebagai sorganya dunia.

 Dengan status Yogyakarta sebagai Kota Pelajar, membuatnya menjadi kota inspiratif bagi Pemajuan Pendidikan di negeri ini. Di Kota ini juga perjuangan pergerakan melalui dunia Pendidikan diembuskan oleh Ki Hadjar Dewantara dengan mendirikan Perguruan Tamansiswa. Oleh ULP, kata “taman” dan “tanam” selalu dipertukarkan dalam arti taman menyediakan media tanam.

Di taman, pejalan kehidupan diajak untuk sadar menanam aneka bibit tanaman untuk menggenapi lahan yang kosong. Agar tampak indah, taman perlu ditanami aneka bibit tanaman dan dirawat dengan penuh cinta kasih agar kelak  bermanfaat bagi kehidupan. Ibarat pelukis, taman adalah kanvas yang mesti diisi dengan lukisan yang proporsional dan indah  memenuhi seluruh bidang dengan pewarnaan yang selaras dan simetris agar tampak estetis. Indah dipandang mata. Begitulah Pendidikan diniatkan ULP pengagum ajaran Ki Hadjar Dewantara, yang kini selalu dirujuk Kemendikbud Ristek dalam Kurikulum Merdeka dengan semangat Merdeka Belajar.

Berguru ke Yogyakarta tidak lupa Malioboro yang ikonik dan ULP yang tampil nyentrik. Selalu memantik penuh puitik. Jangan lupa shopping puisi sebagai oleh-oleh dengan cekrak-cekrek : foto diunggah untuk anak seluruh negeri. [T]

BACA artikel lain dari penulis NYOMAN TINGKAT

Yang Tercecer dari Borobudur dan Prambanan
Pasih Kauh Desa Adat Kedonganan dan Kafe yang Dikelola Banjar-banjar   
Pasih Kangin Desa Adat Kedonganan: Dulu “Leke-leke”, Kini Jadi Incaran   
Di Puncak Tegeh Buhu  
Desa Adat  Kutuh Sebagai Desa Pemancar 
Di Puncak Tegeh Kaman 
Tags: Jalan Malioboro YogyakartaPuisiSMAN 2 Kuta SelatanUmbu Landu ParanggiYogyakarta
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Korelasi PKPU 13 Tahun 2024 dengan Kotak Kosong

Next Post

Ni Ketut Cita, Alam Memberkatinya Sebagai Pelari dan Hidup Memberinya Medali Emas

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails

Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

by Wahyu Mahaputra
June 11, 2026
0
Dua Malam di Banyuwangi dan Ingatan Sepintas Lalu —Catatan Perjalanan Studi Komparasi Dinas Kominfosanti Buleleng

DARI balik kaca bus berkapasitas empat puluh lima kursi saya melihat malam hari di Banyuwangi, Jawa Timur, cukup gemerlap. Lampu-lampu...

Read moreDetails

Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

by I Nyoman Tingkat
June 3, 2026
0
Baduy Luar,  Etalase Pariwisata Banten

SEHARI di Baduy Luarbersama Bandesa/Panglingsir Desa Adat di Badung pada Jumat Paing Gumbreg, 15 Mei 2026, selain merasakan suasana alami...

Read moreDetails

Ke Pacet Mereka Kembali

by Jaswanto
June 2, 2026
0
Ke Pacet Mereka Kembali

DI pertigaan Krian arah Mojosari, kendaraan berplat L dan W beriring-iringan menyesaki jalan menuju ke titik yang sama. Mobil-motor dari...

Read moreDetails

Mereka Menunggu di Setia Darma 

by Dede Putra Wiguna
May 29, 2026
0
Mereka Menunggu di Setia Darma 

LANGIT mendung siang itu terasa menenangkan. Sepasang turis asing berjalan pelan menyusuri jalan kecil yang dikelilingi semak dan rimbun pohon....

Read moreDetails

Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

by I Nyoman Tingkat
May 27, 2026
0
Refleksi Study Tiru ke Baduy Luar 

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se-Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Kamis Umanis Gumbreg,...

Read moreDetails

Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

by Chusmeru
May 25, 2026
0
Menilik Petilasan Gajah Mada di Kebumen: Upaya Literasi Sejarah

MENYIMPAN jejak sejarah panjang, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah mungkin tak setenar kota-kota besar di Indonesia. Namun keberadaan Kebumen tak bisa...

Read moreDetails

Kota Tua Tak Pernah Mati

by I Nyoman Tingkat
May 24, 2026
0
Kota Tua Tak Pernah Mati

PROGRAM Study Tiru selama tiga hari bersama Panglingsir/Bandesa Adat se- Badung dengan tujuan utama ke Baduy Luar pada Jumat Paing...

Read moreDetails

Oleh-Oleh dari Baduy Luar

by I Nyoman Tingkat
May 23, 2026
0
Oleh-Oleh dari Baduy Luar

MENGIKUTI rombongan Desa Adat se-Kabupaten Badung melakukan Study Tiru ke Baduy Luar, Provinsi Banten, Jumat Paing Gumbreg 15 Mei 2026,...

Read moreDetails
Next Post
Ni Ketut Cita, Alam Memberkatinya Sebagai Pelari dan Hidup Memberinya Medali Emas

Ni Ketut Cita, Alam Memberkatinya Sebagai Pelari dan Hidup Memberinya Medali Emas

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih
Esai

Korupsi, Kekuasaan dan Keserakahan —Ketika Alam Sedang Bersih-Bersih

"Power tends to corrupt, and absolute power corrupts absolutely." Kalimat legendaris dari Lord Acton itu kembali terasa relevan ketika bangsa...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Sekolah Rakyat Vs Sekolah Reguler   
Esai

Dari Sekolah Sepi Menuju Sekolah Rakyat: Pendidikan Bukan Sekadar Transfer Informasi, tetapi Transformasi Kesadaran

Ironi Pendidikan di Tengah Semangat Membangun Masa Depan Berita tentang SDN 6 Bhuana Giri di Bali yang selama empat tahun...

by Agung Sudarsa
July 15, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Lelang Bank dan Kepastian Hukum: Antara Peluang Investasi dan Risiko Lapangan

BARANG lelang bank sering dipandang sebagai peluang mendapatkan aset murah dengan potensi keuntungan besar. Rumah, tanah, ruko, kendaraan, hingga aset...

by I Made Pria Dharsana
July 15, 2026
Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng
Khas

Nyoman Suma Argawa, Penjaga Rupa Utara —Menelusuri Jejak Maestro yang Setia pada Karakter Buleleng

RUMAH itu kembali ramai, tetapi bukan karena bunyi pahat atau aroma cat yang biasa mengisi ruang-ruangnya. Sabtu, 11 Juli 2026...

by Komang Puja Savitri
July 15, 2026
Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital
Esai

Membaca Hiper-Femininitas Melalui Lensa Politik Tubuh di Era Digital

DALAM beberapa tahun terakhir, lanskap media sosial seperti Instagram dan TikTok didominasi oleh proliferasi estetika “baddie”. Secara visual, seorang baddie...

by Surfian Rahmat AP
July 15, 2026
Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)
Khas

Kajian 100 Tahun Kepariwisataan Budaya Bali (1927–2027)

Tema: Menelusuri Jejak Awal Kepariwisataan Budaya Bali dalam Perspektif Sejarah dan Kebudayaan Focus Group Discussion (FGD) Kajian 100 Tahun Pariwisata...

by Nyoman Mariyana
July 15, 2026
Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi
Ulas Rupa

Kitab yang Ditulis Alam —Membaca “The Sacred Text of Padma” karya Sumino dan Sarah Kasuhardi

TIDAK semua pengetahuan lahir dari buku. Jauh sebelum manusia mengenal aksara, alam telah lebih dahulu menjadi ruang belajar. Pohon mengajarkan...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Maestro Made Budhiana Berpulang, Seni Rupa Indonesia Berduka
Esai

Membaca Made Budhiana dari Sebuah Puisi

SAYA tidak mengenal Made Budhiana pertama kali melalui sebuah pameran lukisan. Bukan pula dari buku sejarah seni rupa Bali. Saya...

by Angga Wijaya
July 15, 2026
Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif
Esai

Hari Pertama Sekolah, Awal Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif

Pagi itu, gerbang-gerbang sekolah kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap. Ada anak yang dengan antusias mengenakan seragam baru, ada yang menggenggam...

by Lailatus Sholihah
July 15, 2026
Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali
Panggung

Ketika Kisah CEO Menyamar ala Drama Korea Hadir dalam Lawak Bali

KISAH CEO yang menyamar lazimnya identik dengan drama Korea yang dipenuhi ketegangan, romansa, dan konflik keluarga. Namun, cerita yang akrab...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026
Panggung

“Unity in Harmony”Orkestra Brass Band ISI Bali dan Crescendo, Energi Baru di Festival Seni Bali Jani 2026

Gemuruh tiupan saksofon, dentuman drum, dan lengking gitar listrik memenuhi Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (13/7/2026) malam. Melalui pertunjukan...

by Nyoman Budarsana
July 15, 2026
Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang
Pameran

Bali Megarupa VIII: Saat Spiritualitas, Tradisi, dan Seni Kontemporer Bertemu dalam Satu Ruang

MEMASUKI Gedung Kriya, Taman Budaya Provinsi Bali, pengunjung seolah diajak melintasi beragam dunia. Di satu sudut, akar kayu menjelma simbol...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co