14 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

Dede Putra Wiguna by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
in Panggung
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

Ubud Writers & Readers Festival (UWRF)│Foto: Dok.UWRF

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh di Asia Tenggara itu akan kembali hadir di Ubud, pada 21–25 Oktober. Lebih dari 150 penulis, pemikir, jurnalis, dan penyair terkemuka dari Indonesia dan sekitarnya akan berkumpul dalam lebih dari 100 sesi percakapan dan diskusi panel.

Tahun ini, UWRF mengusung tema ‘Samarasā’: Awareness, Empathy, Action. Melalui beragam cerita tentang manusia dan kehidupan, festival mengajak peserta memahami diri sendiri, mendengarkan sudut pandang orang lain, membangun empati, dan bersama-sama menciptakan perubahan.

“Di tengah dunia yang semakin terpecah, kesadaran membantu kita melihat segala sesuatu dengan lebih jernih di tengah begitu banyak suara. Empati membantu kita memahami satu sama lain dan menemukan jalan untuk saling terhubung,” ujar Janet DeNeefe, Founder dan Director UWRF.

“Namun, kesadaran dan empati perlu diwujudkan dalam tindakan. Tindakanlah yang membuat perubahan bisa terjadi. Semangat ini hadir dalam seluruh program tahun ini, mulai dari percakapan bersama penulis, diskusi panel, makan siang sastra, hingga pertunjukan spoken word yang berlangsung hingga larut malam,” lanjutnya.

Christina M. Udiani, Leila S. Chudori, dan Debra Yatim di UWRF 2025│Foto: tatkala.co/Dede

Kisah Personal dan Keberanian Bersuara

Semangat itu hadir antara lain melalui kisah Tari Lang. Dalam sesi percakapan tentang memoarnya, ‘My Neighbour, The Dictator’, ia akan berbagi pengalaman ketika berusia 14 tahun pada 1965, saat kudeta Jenderal Soeharto membuat kedua orang tuanya dipenjara tanpa peradilan. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Tari dan terus memengaruhi kehidupan serta cara pandangnya hingga hari ini.

Keberanian untuk bersuara juga mendapat ruang besar. Dalam ‘Defying Silence Together’, jurnalis investigasi Dandhy Laksono akan berbincang dengan novelis Randa Abdel-Fattah, yang batal tampil di Adelaide Writers’ Week dan kemudian mendapat dukungan dari sejumlah peserta yang memilih menarik diri dari festival tersebut.

Persoalan kebenaran, sensor, dan kebebasan berekspresi berlanjut dalam ‘Forbidden Stories: Banned Media and Magazines’ bersama aktivis hak asasi manusia Todung Mulya Lubis. Sementara ‘The Violence of Culture’ bersama Michael Shaikh dan Yirga Gelaw Woldeyes akan membahas lebih jauh risiko dan tantangan yang dihadapi mereka yang memilih untuk bersuara. Selain itu, Dandhy Laksono juga akan membahas bukunya, Reset Indonesia, yang mengangkat isu reformasi sosial-politik dan keadilan lingkungan.

Ubud Writers & Readers Festival (UWRF)│Foto: Dok.UWRF

Suara, Teknologi dan Pengalaman Manusia

Di tengah perubahan zaman, cara manusia hidup dan bercerita pun ikut bergeser. Ketika kecerdasan buatan semakin masuk ke berbagai sisi kehidupan, UWRF menghadirkan dua sesi yang membahas pengaruh teknologi terhadap dunia yang kita tinggali. ‘Burning Books, Accepting Artifice: Man or Machine’ akan menghadirkan Brian Lang dan Dee Lestari. Sementara ‘Reimagining the World: Nation-state and Technology’ mempertemukan Richard King dengan novelis Inggris Rana Dasgupta.

Festival tahun ini juga tidak hanya berbicara tentang siapa yang bercerita, tetapi siapa yang mendapat kesempatan untuk menyuarakan kisahnya. Beragam suara dari berbagai negara dan latar belakang dihadirkan untuk membangun hubungan dan solidaritas di tengah perbedaan.

Melalui ‘The Bandung Conference of Writers’, para penulis dari Asia dan Afrika akan berkumpul untuk menghidupkan kembali semangat Konferensi Asia-Afrika 1955 di Bandung. Sementara ‘Literature: A Mirror to the World’ mempertemukan pemenang Man Booker Prize 2006, Kiran Desai dan penulis Palestina, Adania Shibli dalam percakapan yang mempertanyakan berbagai kekuatan yang menentukan posisi dan peran manusia dalam masyarakat.

Suara perempuan dan persoalan tentang tubuh menjadi bagian penting lainnya. Dalam ‘Women Who Write Women’, akademisi, aktivis, dan penulis keturunan Afrika Selatan-Australia, Sisonke Msimang akan berbincang bersama penulis Bali, Oka Rusmini dan sejumlah pembicara lainnya mengenai pengalaman dan suara perempuan dalam berbagai konteks.

Amanda Echanis, melalui ‘The Domestic is Political’, akan membahas bagaimana hal-hal yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan ruang domestik berkaitan dengan persoalan yang lebih luas di masyarakat. Adapun Tiffany Tsao, yang masuk dalam daftar panjang International Booker Prize 2022, akan membicarakan bagaimana cerita perempuan dapat terus hidup dan menjangkau pembaca melalui penerjemahan dalam ‘Translating Women is Translating Change’.

Ubud Writers & Readers Festival (UWRF)│Foto: Dok.UWRF

Percakapan kemudian bergerak ke pengalaman yang dekat dengan kehidupan manusia: kehilangan dan bertambahnya usia.

Dalam ‘The Story of a Heart’, dokter perawatan paliatif sekaligus penulis buku laris Rachel Clarke akan berbagi kisah tentang kehidupan, kematian, dan sisi kemanusiaan dalam dunia perawatan paliatif. Sementara penulis Pakistan Fatima Bhutto akan berbicara tentang kekerasan dan perjuangan untuk bertahan hidup melalui ‘The Hour of the Wolf’.

David Carlin dan Peta Murray, penulis bersama How to Dress for Old Age, mengajak peserta melihat proses menua dengan cara berbeda melalui ‘Ageing: A Social Movement’. Sesi tersebut membicarakan bagaimana seseorang dapat menjalani usia lanjut dengan tetap memiliki suara, pilihan, dan kehidupan yang diinginkan, dengan pendekatan yang tajam sekaligus jenaka.

Dunia sastra anak juga mendapat tempat melalui Reda Gaudiamo. Dalam ‘Big Worlds for Little Readers’, penulis sekaligus musisi itu akan berbagi tentang bagaimana menulis untuk pembaca muda, sekaligus menghadirkan cerita yang mampu membicarakan tema-tema besar dengan bahasa yang sederhana, hangat, dan penuh imajinasi.

Ubud Writers & Readers Festival (UWRF)│Foto: Dok.UWRF

Untuk pertama kalinya, Ali Sethi juga akan hadir di UWRF. Penulis, komponis, dan performer asal Pakistan-Amerika yang dikenal luas melalui lagu hit Pasoori itu akan berbagi cerita tentang perjalanan hidupnya serta hubungan antara musik, budaya, kerinduan, dan identitas.

“Kami sangat bangga dapat menghadirkan Ali Sethi di Festival tahun ini. Karyanya mencerminkan semangat yang ingin kami hadirkan di UWRF: mengangkat cerita dan pengalaman manusia, memberi ruang bagi kerinduan dan identitas, serta mengingatkan kita pada kemampuan manusia untuk berubah, beradaptasi, berharap, mencintai, mendengarkan, dan didengarkan,” ujar Namal Siddiqui, Head of Programming.

Lebih dari 100 acara yang digelar tahun ini pada akhirnya membawa beragam kisah dan gagasan ke dalam satu ruang yang sama: ruang untuk mendengar, memahami, dan melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda. Dari sejarah personal dan kebebasan bersuara hingga teknologi, perempuan, kehilangan, usia, musik, dan identitas, semangat ‘Samarasā’ menjadi benang merah yang menghubungkan percakapan-percakapan tersebut.

Tiket festival kini telah tersedia dalam pilihan 1-Day Festival Pass dan 4-Day Festival Pass. 1-Day Festival Pass memberikan akses ke seluruh program utama pada hari yang dipilih, sementara 4-Day Festival Pass memberikan keleluasaan untuk datang dan mengikuti program selama empat hari festival. Informasi mengenai tiket, bisa diakses melalui laman ubudwritersfestival.com/tickets. [T]

Reporter/Penulis: Dede Putra Wiguna
Editor: Adnyana Ole

Tags: LiterasisastraUbudUbud Writers and Readers FestivalUWRFUWRF 2026
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Karnaval dan Kemacetan Sosial

Next Post

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

Dede Putra Wiguna

Dede Putra Wiguna

Kontributor tatkala.co, tinggal di Guwang, Sukawati, Gianyar

Related Posts

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails

Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
Cara Anak Muda Menikmati Spirit Masa Lalu di Praja Mandala Singa Ambara Raja; Dari “Suara Senja” ke “Buleleng Festival”

LELAKI muda duduk di sebuah kursi panjang di bawah pohon kamboja di Palemahan Kangin, Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja,...

Read moreDetails
Next Post
Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

Perjalanan Pulang, Menemukan Ketenangan di Jalan yang Panjang [Catatan dari Kota Bandung]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali
Panggung

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co