6 March 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Suitcase (2023) dan Suku Kurdi yang Masih Terdiskriminasi

Jaswanto by Jaswanto
September 28, 2024
in Ulas Film
Suitcase (2023) dan Suku Kurdi yang Masih Terdiskriminasi

Meysam Damanzeh dalam film Suitcase | Foto: Dok. IMDB

SEORANG lelaki dengan kumis dan jenggot hitam tebal keluar dari sebuah koper besar di pinggir jalan raya di sebuah kota asing di Iran. Tampaknya semalaman ia meringkuk di koper tersebut. Koper itu, bukan saja tempat tidurnya, tapi juga rumah, kenangan, dan, mungkin saja, harapan terakhirnya.

Jauh dari kampung halamannya, lelaki pengungsi dari Kurdi itu terpaksa hidup dalam kopernya. Di dalam koper itu, sekali lagi, ia membawa kenangan tentang keluarganya—foto keluarganya ia tempelkan di penutup koper itu. Dan ketika seseorang mencuri koper itu di tengah hiruk-pikuk pusat kota asing, ia kehilangan rumahnya, keluarganya, untuk kedua kalinya.

Di atas adalah sedikit potongan adegan film pendek berjudul Suitcase (2023) karya Saman Hosseinpuor dan Ako Zandkarimi. Film yang dibintangi Meysam Damanzeh ini saya tonton di Minikino Film Week 10 di MASH Denpasar, Sabtu (14/9/2024) pagi. “Suitcase” memenangkan penghargaan di Parma International Music Film Festival ke-11 di Italia.

Meski konvensional-naratif, Saman Hosseinpuor dan Ako Zandkarimi hendak menyampaikan sesuatu yang besar, menggelisahkan, rumit, dan gelap, yang barangkali telah mengganggunya selama ini. Saman dan Ako sama-sama lahir sebagai Kurdi di Iran pada 1993. Mereka berdua seumuran dan sama-sama memulai bergelut dalam dunia kesenian sejak usia  kisaran 15 tahunan. Saman berakting di teater dan membuat film; sedangkan Ako langsung menggemari dunia perfilm-an sejak duduk di bangku sekolah menengah.

Saya memiliki keyakinan, sebagai orang Kurdi, Saman dan Ako telah melahap hitam-putih dan pahit-manisnya sejarah sukunya, dan bagaimana dunia memperlakukan mereka dengan semena-mena. Hari-hari ini mereka diperangi Erdogan dan tak diakui di Suriah. Mereka mendapat belas-kasihan dari Iran tapi juga memiliki keinginan untuk membentuk negara sendiri. Orang-orang Kurdi terombang-ambing tanpa peta dan kompas di tangan.

Dan Suitcase merupakan gambaran keputus-asaan itu. Melalui seorang lelaki Kurdi paruh baya yang kehilangan segalanya—rumah dan keluarganya, lontang-lantung dari satu tempat ke tempat asing lainnya dan hidup di dalam koper besarnya yang pengap dengan sorot mata yang tak ingin hidup, lebih banyak diam dengan tatapan kosong yang mengibakan—apalagi saat koper kesayangannya hilang dicuri orang—yang semakin menampakkan sorot keputusasaannya, saya kira Saman dan Ako sedang mencoba menggambarkan kondisi Kurdi saat ini kepada penonton.

Dalam sejarah peradaban manusia—atau boleh juga disebut peradaban Islam—di Timur Tengah, konflik seolah menjadi semacam bumbu dalam masakan yang tak boleh ketinggalan. Ia dibenci, tapi sekaligus dijadikan jalan bagi orang-orang di sana yang tak saling suka satu sama lain—dan ini sudah berjalan sejak zaman dulu, seperti turun-temurun. Berkonflik di sana artinya menjunjung harga diri. Dan itu seolah harus dilakukan ketika kita tidak suka, atau merasa teramcam, dengan dan oleh orang lain.

Suku Kurdi sudah kenyang akan hal itu. Mereka terlantar sebagai pengungsi bahkan sejak abad ke-20 di Timur Tengah, dan terus berlanjut hingga saat ini. Suku Kurdi adalah kelompok etnis di Asia Barat, yang sebagian besar mendiami wilayah yang dikenal dengan sebutan Kurdistan—suatu tempat yang meliputi wilayah-wilayah yang berbatasan dengan Iran, Irak, Suriah di Asia, dan Turki di Eropa.

Jika kita telusuri asal usulnya, bangsa Kurdi merupakan salah satu penduduk asli daratan Mesopotamia dan di dataran tinggi di Turki bagian tenggara, Suriah barat laut, Irak utara, Iran barat laut, dan barat daya Armenia. Kini mereka membentuk komunitas sendiri, disatukan melalui ras, budaya, bahasa—walaupun mereka tak punya dialek standar sebagaimana di Indonesia, misalnya—agama dan kepercayaan mereka—walaupun berbeda-beda dan mayoritas adalah Muslim Sunni.

Pada awal Abad ke-20, orang Kurdi sebenarnya sudah mulai mempertimbangkan untuk membentuk negara sendiri—mereka menyebutnya sebagai “Kurdistan”. Sesudah Perang Dunia I dan kalahnya Turki Usmani dalam perang tersebut, melalui Perjanjian Sevres, negara itu dipertimbangkan untuk dibentuk.

Namun, tiga tahun kemudian, melalui Perjanjian Lausanne yang menetapkan perbatasan Turki modern, rencana itu dibatalkan, dan menyebabkan orang Kurdi menjadi kelompok minoritas di negara-negara yang baru dibentuk. Selama 80 tahun terakhir, upaya untuk membentuk negara Kurdi merdeka selalu dipatahkan dengan brutal.

Di mana-mana orang-orang Kurdi selalu ditindas, didiskriminasi. Selama periode dominasinya di wilayah The Fertile Crescentutara dan wilayah yang berdekatan dengan Pegunungan Zagros dan Taurus, wilayah Kekaisaran Ottoman Turki, pengungsian Suku Kurdi telah terjadi. Mereka dianggap pemberontak dan untuk itu mereka diusir.

Pada awal abad ke-20, minoritas Kristen di Kekaisaran Ottoman mengalami genosida (terutama selama Perang Dunia I dan Perang Kemerdekaan Turki), dan banyak orang dari Suku Kurdi yang menentang Turki juga diungsikan pada saat yang sama.

Etnik Kurdi mendapat perlakuan kasar di tangan otoritas Turki selama bergenerasi. Nama dan pakaian etnik Kurdi dilarang, penggunaan bahasa Kurdi dibatasi. Bahkan keberadaan etnik Kurdi ditolak, dan mereka dipanggil dengan sebutan “orang Turki Pegunungan”.

Tak hanya di Turki, di Irak, penindasan Kurdi untuk otonomi dan kemerdekaan telah berubah menjadi konflik bersenjata sejak pemberontakan Mahmud Barzanji pada 1919. Pengungsian orang Kurdi semakin parah selama konflik Irak-Kurdi dan program Arabisasi dari rezim Ba’ath yang bertujuan untuk membersihkan Kurdistan-Irak dari mayoritas Kurdi. Puluhan ribu orang Kurdi mengungsi dan melarikan diri dari zona perang setelah Perang Kurdi-Irak I dan II pada tahun 1960-an dan 1970-an.

Perang Iran-Irak tahun 1980-an, Perang Teluk I di awal tahun 1990-an, dan pemberontakan berikutnya, secara keseluruhan membuat beberapa juta pengungsi, terutama orang Kurdi, sebagian besar mendapat perlindungan dari Iran, sementara yang lain tersebar dan menjadi diaspora Kurdi di Eropa dan Amerika. Iran sendiri menyediakan suaka bagi 1.400.000 pengungsi dari Irak, yang sebagian besar berasal dari Suku Kurdi—yang terusir akibat Perang Teluk Persia (1990–91) dan pemberontakan lainnya.

Di Suriah, orang Kurdi merupakan 7%-10% dari keseluruhan populasi negara tersebut. Mereka tinggal di Damaskus dan Aleppo serta tiga wilayah yang berdekatan: Kobane, Afrin dan Qamishli. Di negara ini, mereka, sebagai warga negara, telah lama ditekan dan tak diberi hak-hak sipil. Sekitar 300.000 orang tak diakui kewarganegaraannya sejak tahun 1960-an, dan tanah orang Kurdi dirampas dan diberikan kepada orang Arab dalam upaya untuk “meng-Arab-kan” wilayah-wilayah Kurdi—seperti yang terjadi di Irak pada akhir 1970-an.

Kini, di Turki, Irak, Suriah, orang-orang Kurdi masih didiskriminasi. Dan Suitcase, dengan segala kesederhanaanya, mencoba menggambarkan dan menyampaikannya kepada kita semua bahwa, bukan hanya di Palestina atau di Afghanistan, tapi di belahan dunia lain juga masih terdapat praktik penindasan dan penjajahan yang bertentangan dengan hak asasi manusia—“bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”.[T]

Tertawa Bersama Phone Call Man Woman
Europe by Bidon (2022): Nasib Baik Tak Ada yang Tahu
Utopia di Padang Beton dalam Fantasy Is a Concrete Jungle
In the Shadow of the Cypress (2023) dan Post-Traumatic Stress Disorder
Black Rain in My Eyes (2023): “Kebohongan” Seorang Penyair kepada Putrinya yang Buta
Tags: MinikinoMinikino Film Week
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Warga dan TNI-Polri Gotong-Royong Membangun Jembatan untuk Arya dan Teman-temannya

Next Post

Pasih Kangin Desa Adat Kedonganan: Dulu “Leke-leke”, Kini Jadi Incaran   

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

by Agung Kesawa Kevalam
February 12, 2026
0
Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

ADA jenis cinta yang datang untuk menemani, dan banyak juga yang datang untuk mengingatkan. Itulah kesan yang saya dapatkan ketika...

Read moreDetails

Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

by Rana Nasyitha
January 24, 2026
0
Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

WAKTU itu saya melihat judul film ini di sebuah aplikasi/platform streaming lokal. Di antara kumpulan film indonesia lainnya, Surat Dari...

Read moreDetails

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

by Ahmad Sihabudin
January 23, 2026
0
Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

BAGI generasi yang tumbuh sebelum jalan tol Trans Jawa rampung, nama Alas Roban bukan sekadar penanda geografis. Ia adalah kata...

Read moreDetails

Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup? — Tanggapan untuk Jaswanto

by Angga Wijaya
January 21, 2026
0
Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup?  — Tanggapan untuk Jaswanto

PADA esai Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial (Tatkala.co, 16 Januari 2026), saya sepakat dengan Jaswanto, sang penulis, dalam...

Read moreDetails

Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

by Jaswanto
January 16, 2026
0
Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

SEORANG pria muda jomlo dan kurang mampu dari zaman modern entah bagaimana ceritanya bisa melintasi waktu dan masuk ke tubuh...

Read moreDetails

Film Pendek ‘Anuja’: Ketika Mimpi Sekolah Harus Berhadapan dengan Realitas Pekerja Anak

by Dian Suryantini
January 13, 2026
0
Film Pendek ‘Anuja’: Ketika Mimpi Sekolah Harus Berhadapan dengan Realitas Pekerja Anak

FILM pendek Anuja terasa seperti tamparan pelan tapi tepat sasaran. Film ini tidak berisik. Tapi berhasil membuat penontonnya terngiang. Saya...

Read moreDetails

Drama “Taxi Driver” dan Fantasi Keadilan Netizen Indonesia

by Jaswanto
December 18, 2025
0
Drama “Taxi Driver” dan Fantasi Keadilan Netizen Indonesia

ADA sebuah komentar dari netizen―yang saya lupa entah di mana―tentang drama Korea (drakor) berjudul “Taxi Driver”. Komentar itu begini, “Seandainya...

Read moreDetails

Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film ‘Agak Laen’ yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

by Vivit Arista Dewi
December 2, 2025
0
Dari Rumah Hantu ke Panti Jompo: Langkah Baru Film ‘Agak Laen’ yang Menggaet Jutaan Pasang Mata

Film Agak Laen kembali hadir dengan langkah yang jauh lebih berani dari sebelumnya. Setelah sukses mengacak-acak rumah hantu, kini mereka...

Read moreDetails

Pangku (2025): Safari Kemiskinan di Pantai Utara Jawa

by Bayu Wira Handyan
November 13, 2025
0
Pangku (2025): Safari Kemiskinan di Pantai Utara Jawa

SEDIKIT film di Indonesia yang berani menampilkan kemiskinan sebagaimana adanya—banal, kasar, tanpa romantisasi. Sebagian besar memilih jalan aman, menjadikan kemiskinan...

Read moreDetails

The Long Walk (2025): Ritus Kekejaman di Jalan Panjang Tak Berujung

by Bayu Wira Handyan
November 7, 2025
0
The Long Walk (2025): Ritus Kekejaman di Jalan Panjang Tak Berujung

ADA sesuatu yang menakutkan tentang jalanan yang lurus. Ia tidak menjanjikan sebuah tujuan, tetapi yang ia berikan adalah cakrawala yang...

Read moreDetails
Next Post
Pasih Kangin Desa Adat Kedonganan: Dulu “Leke-leke”, Kini Jadi Incaran   

Pasih Kangin Desa Adat Kedonganan: Dulu “Leke-leke”, Kini Jadi Incaran   

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    Penyuluh Bahasa Bali Temukan Lontar Tua Tahun 1615 Saka di Geria Kutuh Kawanan Klungkung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aku dan Cermin Retak | Cerpen Agus Yulianto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran
Esai

Nyepi: Sunyi sebagai Gerbang Kesadaran

NYEPI di Bali bukan sekadar hari raya agama. Ia bukan hanya ritual tahunan dengan aturan tidak menyalakan api, tidak bepergian,...

by Agung Sudarsa
March 5, 2026
Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik
Budaya

Kasanga Festival 2026, Hadir dengan Format Peed Aya dan Tanpa Konser Musik

DI Kota Denpasar, semangat menyambut Hari Raya Nyepi kembali berdenyut melalui gelaran Kasanga Festival 2026. Pemerintah Kota Denpasar memastikan perhelatan...

by Dede Putra Wiguna
March 5, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

‘Takjil War’: Ketika Antrean Menjadi Ruang Komunikasi Baru

SETIAP Ramadan beberapa tahun belakangan, sebuah fenomena hadir dan ramai diperbincangkan “takjil war”. Istilah yang terdengar seperti judul film laga...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 5, 2026
Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’
Esai

Berat Badan Naik, Risiko Ikut Melonjak: Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja —Refleksi ‘World Obesity Day’

SAAT ini kita sering disajikan pemandangan tentang seorang anak berangkat sekolah dengan uang saku cukup untuk membeli minuman manis berukuran...

by I Putu Suiraoka
March 4, 2026
Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas
Pemerintahan

Data Kemiskinan di Buleleng Harus Riil, Bukan Hanya Sekadar Catatan di Atas Kertas

KETUA DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan kritis terkait dengan anomali data kemiskinan di Kabupaten Buleleng pada saat rapat...

by tatkala
March 4, 2026
‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo
Hiburan

‘The Story of White Piano’ Album Jazz dari Dodot Atmodjo

Pianis jazz senior Dodot Soemantri Atmodjo resmi merilis album debut bertajuk The Story of White Piano . Album jazz ini...

by tatkala
March 4, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Korve, Bersihkan Sampah Republik!

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam Rakornas pemerintah pusat–daerah menyerukan agar bupati, wali kota, TNI-Polri, bahkan menteri jika perlu ikut “korve” membersihkan...

by Petrus Imam Prawoto Jati
March 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Istri, Waris, dan Perwalian Anak dalam Perkawinan Hindu di Bali: Menempatkan Hukum Adat dalam Bingkai Konstitusi dan Keadilan Substantif

PERSOALAN kedudukan istri sebagai ahli waris atas harta bersama dan penetapan wali anak dalam perkawinan Hindu di Bali bukan semata-mata...

by I Made Pria Dharsana
March 3, 2026
Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia
Esai

Penutupan Selat Hormuz dan Ancaman bagi Mobilitas Disabilitas Indonesia

DUNIA tengah menyaksikan eskalasi konflik berbahaya di Timur Tengah. Serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari...

by I Made Prasetya Wiguna Mahayasa
March 3, 2026
Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua
Esai

Perang, Kekuasaan dan Pelajaran untuk Kita Semua

Dunia yang Selalu Berulang SEJARAH manusia adalah sejarah tentang konflik. Dari peperangan kuno antar kerajaan hingga ketegangan geopolitik modern, pola...

by Agung Sudarsa
March 3, 2026
’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer
Ulas Musik

’Dear Mr.Fantasy’: Kepemimpinan, Imajinasi, dan Kerapuhan Publik di Indonesia Kontemporer

Esai ini membaca lagu “Dear Mr. Fantasy” karya dari Traffic, sebagai cermin kebudayaan politik dan sosial Indonesia hari ini, sebuah...

by Ahmad Sihabudin
March 3, 2026
Benarkah Laki-Laki Tidak Perlu Bercerita?
Esai

Kentongan yang Tidak Lagi Berbunyi: Sahur Keliling dan Sunyi yang Kita Pilih Sendiri

DUA belas hari sudah kita menjalani puasa Ramadan. Saya masih ingat betul suara itu. Sekitar pukul tiga dini hari, dari...

by Ashlikhatul Fuaddah
March 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co