2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Warga dan TNI-Polri Gotong-Royong Membangun Jembatan untuk Arya dan Teman-temannya

Jaswanto by Jaswanto
September 28, 2024
in Khas
Warga dan TNI-Polri Gotong-Royong Membangun Jembatan untuk Arya dan Teman-temannya

Warga dan TN-Polri gotong-royong membangun jembatan | Foto: Dian

Di pinggir Sungai Saba, orang-orang sedang sibuk membangun jembatan. Tak hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak. Tak hanya warga sipil, tapi juga TNI-Polri. Mereka semua bergotong-royong satu sama lain, tak terkecuali Komang Arya dan bapaknya. Melihat pemandangan tersebut, mengingatkan kita pada Ranta dan warga dalam novel Sekali Peristiwa di Banten Selatan karya Pramoedya Ananta Toer.

Arya terlihat setia menemani ayahnya, Made Suardika. Ia merupakan siswa kelas V di SDN 5 Ringdikit, Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Buleleng. Sembari bermain dengan beberapa temannya, Arya sesekali melirik ayahnya. Ketika kedua mata mereka bertemu, keduanya saling melempar senyuman.

Sekadar informasi, jembatan yang dibangun di wilayah Sungai Saba itu sebagai alternatif jalan untuk menuju ke sekolah Arya dan teman-temannya. Ayahnya, Made Suardika, bekerja dengan penuh semangat. Ia tidak sendiri, sebagaimana telah disinggung di atas, ada beberapa orang tua lainnya serta anggota TNI-Polri yang turut bergotong royong, Jumat (27/9/2024) pagi itu.

Dalam hal ini, anggota TNI-Polri itu diterjunkan khusus oleh Kodim 1609/ Buleleng serta Polres Buleleng dalam rangka HUT TNI ke-79, memang. Seluruhnya bekerja bahu-membahu. Proses pembuatan jembatan ini merupakan upaya warga untuk memudahkan akses pendidikan bagi anak-anak di Desa Ularan, Desa Lokapaksa, dan Desa Ringdikit.

Sebelumnya, dengan swadaya dan inisiatif sendiri, beberapa bulan yang lalu warga dari tiga desa tersebut—yang anaknya sekolah di SDN 5 Ringdikit—sudah membangun jembatan ini dengan sumber daya seadanya. Mereka menggalang dana sana-sini, sampai menjual kupon manakan dan minuman. Semua itu hanya supaya anak-anak mereka berangkat sekolah dengan aman dan nyaman.

Ya, selama ini, Arya dan teman-temannya terpaksa menyeberang sungai setiap hari untuk menuju sekolah. Dengan sungai yang aliran airnya cukup deras dan jembatan gantung—yang dibangun pemerintah beberapa tahun silam—sudah rapuh, mereka harus rela melepas sepatu dan celana agar tidak basah saat menyeberang, apalagi saat musim hujan.

Biasanya, Arya dan teman-temannya pergi ke sekolah melalui jembatan gantung yang dibangun di bendungan Saba. Namun sejak lama, Arya sudah tidak lagi lewat di jembatan itu. Jembatan itu miring dan rapuh. Alas kayunya berlubang dan membahayakan. Meski masih bisa dilalui, tetapi Made Suardika khawatir jika anaknya mengalami sesuatu yang tidak diinginkan.

Komang Arya lantas memutuskan berangkat sekolah dengan menyeberangi sungai yang tepat berada di belakang rumahnya. Setiap berangkat sekolah, tak jarang Arya digendong Made Suardika menyeberangi sungai dengan lebar sekira 20-an meter itu. Sepatu dan celananya kadang dilepaskan dahulu saat menyeberang. Saat tiba di seberang barulah sepatu kembali digunakan.

“Dulu diantar sama bapak. Berangkat sekolah bersama teman-teman. Kalau sudah selesai menyeberang sungai, sepatunya dipakai di sekolah. Kadang digendong juga saat nyeberang sungai,” ungkap Arya sembari bermain bersama teman-temannya.

Made Suardika, ayah Arya, mengenang masa sulitnya saat sekolah di sekolah yang sama pada tahun 1984. Ia juga harus menyeberang sungai dan kadang bolos sekolah saat banjir. “Dulu kami sudah seperti ini. Kami ingin anak-anak kami tidak mengikuti jejak kami. Biar kami saja,” katanya.

Semangat warga untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak ini mendorong mereka berinisiatif membangun jembatan baru. Para orang tua pun sepakat untuk menggalang dana secara swadaya agar bisa membangun jembatan seadanya—seperti yang sudah disampaikan di atas.

Dengan dikoordinir Dewa Ketut Darmayasa, jembatan sederhana dari bambu akhirnya selesai. Namun hal itu masih jauh dari kata layak dan aman. Seiring waktu, jembatan itu juga mulai rapuh karena termakan air dan sinar matahari. Arya dan teman-temannya kembali melepas celana dan sepatu untuk menyeberangi sungai.

“Anak-anak kami hanya dapat menikmati fasilitas itu tidak lama, karena sudah rapuh lagi. Jadi kami terus meminta bantuan ke sana-ke mari agar bisa membuat jembatan lagi,” kata Ketut Darmayasa.

Upaya untuk meningkatkan akses pendidikan itu pun akhirnya menemui titik terang. Kini, Arya dan teman-temannya memiliki jembatan. Meski belum sepenuhnya usai, tapi jembatan itu sudah dapat dilintasi dengan nyaman dan, sekali lagi, aman. Arya tak lagi perlu menanggalkan celana dan sepatunya. Atau harus digendong menuju seberang sungai.

“Kalau sekarang kan belum kering. Mungkin dua hari lagi sudah bisa dilalui. Gak perlu lagi diantar bapak sambil lepas sepatu,” ujar Komang Arya kegirangan.

Tak dapat dimungkiri, pembangunan jembatan ini memang begitu heroik dan mengharukan. Bahkan Arya tidak dapat menyembunyikan raut kebahagiaannya. Ia dapat sekolah dengan nyaman dan beban ayahnya untuk membangun jembatan sedikit berkurang. Arya tak henti-henti bersorak. Sesekali ia melirik jembatan yang baru setengah jadi itu. “Sebentar lagi ini jadi,” bisiknya kepada diri sendiri.

Terlepas dari kegembiraan Arya, jembatan ini dibangun bukan hanya untuk siswa, tetapi juga akan memberikan manfaat bagi seluruh warga di tiga desa yang terhubung tersebut. Terutama aktivitas pertanian yang dilakukan di tiga desa itu.

“Kami merasa bersyukur atas bantuan ini. Tapi perjuangan kami belum selesai, kami masih butuh biaya tambahan pula untuk membuat jembatan ini. Karena ini masih belum ada pegangannya. Supaya anak-anak kami saat lewat lebih aman,” ungkap Dewa Ketut Darmayasa, salah satu orang tua siswa.

Dewa Darmayasa juga merasa sedikit lega. Meski belum rampung sepenuhnya, ia merasa jembatan yang kini dibangun cukup untuk memfasilitasi para siswa dan orang tua yang beraktivitas.

“Selama ini kami sama-sama menyeberang sungai. Tapi sekarang sudah bisa lewat. Kalau lewat jalan besar itu memakan waktu 1 jam dan jauh juga. Jadi ini adalah jalan alternatif dan cepat untuk menuju ke wilayah seberang,” ujarnya.

Jembatan yang dibangun TNI/POLRI bersama masyarakat menjadi harapan baru bagi warga di Dusun Rawa, Desa Ringdikit; Dusun Sari Mekar, Desa Lokapaksa; dan Dusun Kuwum, Desa Ularan. Tidak hanya jadi penunjang sarana pendidikan, tetapi juga penunjang aktivitas perekonomian masyarakat sekitar.

Rasa lega tidak saja ditunjukkan oleh para orang tua dan para siswa. Dandim 1609/Buleleng, Letkol Kav. Angga  Nurdyana juga merasakan hal serupa. Melihat wajah polos para siswa itu membuatnya tersentuh. Ia melihat pancaran mata yang begitu semangat untuk mengenyam pendidikan. Jembatan ini diharapkan menjadi jejak langkah keseharian mereka sepanjang menempuh pendidikan.

“Melihat wajah mereka saya terharu. Selama ini mereka terpaksa lewat sini karena jembatan gantung di bendungan itu sudah tidak layak. Jadi dengan jembatan ini mereka bisa menyeberang dengan aman tanpa harus basah-basahan lagi,” ujar Dandim Angga.[T]

Para Orang Tua Itu Membangun Jembatan Sendiri Supaya Anak-Anak Mereka Bisa ke Sekolah
Tags: Desa LokapaksaDesa RingdikitDesa UlaranKecamatan Sawan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tertawa Bersama Phone Call Man Woman

Next Post

Suitcase (2023) dan Suku Kurdi yang Masih Terdiskriminasi

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
0
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

Read moreDetails

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
0
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

Read moreDetails

 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

by Rusdy Ulu
September 29, 2026
0
 “Tur Mencari Kebebasan: Jakarta—Bogor—Tangerang” —Berkenalan ke Publik yang Lebih Luas

TIGA tahun telah terlewat, dua buku telah dirilis oleh Beatriff Collective. Buku pertama bertajuk “(Se-)Putar Musik” (2025), kemudian “Memahami Musik,...

Read moreDetails

Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

by Nyoman Budarsana
September 28, 2026
0
Menari di Langit Batu Tampih, Ribuan Rare Angon Hidupkan Tradisi Layang-Layang

SEMARAK dan meriah. Begitulah suasana yang terlihat di kawasan Pantai Batu Tampih, Desa Pangkung Tibah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu...

Read moreDetails

Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Usaha Merawat Rasa di Tengah Bisingnya Informasi

BERITA tentang bencana, perang, pengungsian, sampah, persoalan air, dan menyusutnya ruang hidup datang hampir tanpa jeda. Sebagian muncul sebagai notifikasi...

Read moreDetails

Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

by Jaswanto
September 24, 2026
0
Kondisi Situs Cagar Budaya Bale Kulkul Puri Pemecutan, Tak Terawat, Ditumbuhi Rumput dan Semak Belukar

“YA, kondisinya memang tak terawat―mungkin nggak peduli,” jawab Dewa Purwita Sukahet kepada tatkala.co saat dihubungi melalui direct message Instagram, Rabu...

Read moreDetails

Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

by Dede Putra Wiguna
September 21, 2026
0
Pesta Demokrasi di SMKS Kesehatan Bali Medika: Dihari Purnama dan Hanin Azzahra Siap Pimpin OSIS Kesbam

SUASANA aula SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar pada Kamis, 17 September 2026, berbeda dari biasanya. Ratusan siswa duduk menghadap panggung....

Read moreDetails

“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

by I Wayan Sujana Suklu
September 20, 2026
0
“Batubelah Art Space”: Membawa Sujana Suklu, Nyoman Sartini, dan Nyoman Darmadi ke Art & Bali 2026

Batubelah Art Space, dikomandoi Wayan Sabath Sukma Miarna ketika hadir dalam Art & Bali 2026 di Nuanu Creative City, Tabanan,...

Read moreDetails

Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

by Rusdy Ulu
September 18, 2026
0
Di Lapangan Undiksha, Puluhan Mahasiswa Membicarakan HAM dan Kebebasan Berpendapat—Konsolidasi September Hitam oleh BEM REMA Undiksha

PULUHAN mahasiswa berpakain hitam berkumpul di Lapangan Upacara Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Kamis malam, 17 September 2026. Mereka mengikuti Konsolidasi...

Read moreDetails

Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

by Hasby Alfin Shidiq
September 16, 2026
0
Kemah Bintang SLB Negeri 1 Buleleng, Ajang Murid Bekebutuhan Khusus Bersinar

Pagi itu, suasana SLB Negeri Buleleng lebih riuh dari biasanya. Rombongan mobil isuzu berbondong datang memenuhi lapangan asrama. Di depan...

Read moreDetails
Next Post
Suitcase (2023) dan Suku Kurdi yang Masih Terdiskriminasi

Suitcase (2023) dan Suku Kurdi yang Masih Terdiskriminasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mendengar Kisah Samsul Rizal dan Erwin Jaya, P3K dari Lombok yang Mengajar di Pelosok Sulawesi Tengah
Esai

Meningkatkan Mutu Pendidikan di Wilayah 3T

KITA selalu menghadapi persoalan skeptis dalam sistem pendidikan nasional. Karena sistem pendidikan harus berintegrasi secara simultan, tanpa melihat aspek-aspek geografis...

by Vito Prasetyo
October 2, 2026
Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara
Esai

Dari Nirmalodaka ke Botol Kemasan: Re-Imajinasi Rahim Peradaban Nusantara

Pendahuluan JAUH sebelum kota-kota modern mendefinisikan batas wilayahnya melalui bentangan aspal dan beton, peradaban manusia lahir dan bertumbuh dari tepi...

by Ari Murdimanto
October 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Batik: Merawat Teknik, Menjaga Ingatan, dan Memaknai Identitas Budaya

SETIAP tanggal 2 Oktober, kita kembali merayakan Hari Batik Nasional. Di kantor, kampus, sekolah, hingga berbagai ruang publik, kain bermotif...

by Tri Nugroho Adi
October 2, 2026
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co