2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Warga dan TNI-Polri Gotong-Royong Membangun Jembatan untuk Arya dan Teman-temannya

Jaswanto by Jaswanto
September 28, 2024
in Khas
Warga dan TNI-Polri Gotong-Royong Membangun Jembatan untuk Arya dan Teman-temannya

Warga dan TN-Polri gotong-royong membangun jembatan | Foto: Dian

Di pinggir Sungai Saba, orang-orang sedang sibuk membangun jembatan. Tak hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak. Tak hanya warga sipil, tapi juga TNI-Polri. Mereka semua bergotong-royong satu sama lain, tak terkecuali Komang Arya dan bapaknya. Melihat pemandangan tersebut, mengingatkan kita pada Ranta dan warga dalam novel Sekali Peristiwa di Banten Selatan karya Pramoedya Ananta Toer.

Arya terlihat setia menemani ayahnya, Made Suardika. Ia merupakan siswa kelas V di SDN 5 Ringdikit, Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Buleleng. Sembari bermain dengan beberapa temannya, Arya sesekali melirik ayahnya. Ketika kedua mata mereka bertemu, keduanya saling melempar senyuman.

Sekadar informasi, jembatan yang dibangun di wilayah Sungai Saba itu sebagai alternatif jalan untuk menuju ke sekolah Arya dan teman-temannya. Ayahnya, Made Suardika, bekerja dengan penuh semangat. Ia tidak sendiri, sebagaimana telah disinggung di atas, ada beberapa orang tua lainnya serta anggota TNI-Polri yang turut bergotong royong, Jumat (27/9/2024) pagi itu.

Dalam hal ini, anggota TNI-Polri itu diterjunkan khusus oleh Kodim 1609/ Buleleng serta Polres Buleleng dalam rangka HUT TNI ke-79, memang. Seluruhnya bekerja bahu-membahu. Proses pembuatan jembatan ini merupakan upaya warga untuk memudahkan akses pendidikan bagi anak-anak di Desa Ularan, Desa Lokapaksa, dan Desa Ringdikit.

Sebelumnya, dengan swadaya dan inisiatif sendiri, beberapa bulan yang lalu warga dari tiga desa tersebut—yang anaknya sekolah di SDN 5 Ringdikit—sudah membangun jembatan ini dengan sumber daya seadanya. Mereka menggalang dana sana-sini, sampai menjual kupon manakan dan minuman. Semua itu hanya supaya anak-anak mereka berangkat sekolah dengan aman dan nyaman.

Ya, selama ini, Arya dan teman-temannya terpaksa menyeberang sungai setiap hari untuk menuju sekolah. Dengan sungai yang aliran airnya cukup deras dan jembatan gantung—yang dibangun pemerintah beberapa tahun silam—sudah rapuh, mereka harus rela melepas sepatu dan celana agar tidak basah saat menyeberang, apalagi saat musim hujan.

Biasanya, Arya dan teman-temannya pergi ke sekolah melalui jembatan gantung yang dibangun di bendungan Saba. Namun sejak lama, Arya sudah tidak lagi lewat di jembatan itu. Jembatan itu miring dan rapuh. Alas kayunya berlubang dan membahayakan. Meski masih bisa dilalui, tetapi Made Suardika khawatir jika anaknya mengalami sesuatu yang tidak diinginkan.

Komang Arya lantas memutuskan berangkat sekolah dengan menyeberangi sungai yang tepat berada di belakang rumahnya. Setiap berangkat sekolah, tak jarang Arya digendong Made Suardika menyeberangi sungai dengan lebar sekira 20-an meter itu. Sepatu dan celananya kadang dilepaskan dahulu saat menyeberang. Saat tiba di seberang barulah sepatu kembali digunakan.

“Dulu diantar sama bapak. Berangkat sekolah bersama teman-teman. Kalau sudah selesai menyeberang sungai, sepatunya dipakai di sekolah. Kadang digendong juga saat nyeberang sungai,” ungkap Arya sembari bermain bersama teman-temannya.

Made Suardika, ayah Arya, mengenang masa sulitnya saat sekolah di sekolah yang sama pada tahun 1984. Ia juga harus menyeberang sungai dan kadang bolos sekolah saat banjir. “Dulu kami sudah seperti ini. Kami ingin anak-anak kami tidak mengikuti jejak kami. Biar kami saja,” katanya.

Semangat warga untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak ini mendorong mereka berinisiatif membangun jembatan baru. Para orang tua pun sepakat untuk menggalang dana secara swadaya agar bisa membangun jembatan seadanya—seperti yang sudah disampaikan di atas.

Dengan dikoordinir Dewa Ketut Darmayasa, jembatan sederhana dari bambu akhirnya selesai. Namun hal itu masih jauh dari kata layak dan aman. Seiring waktu, jembatan itu juga mulai rapuh karena termakan air dan sinar matahari. Arya dan teman-temannya kembali melepas celana dan sepatu untuk menyeberangi sungai.

“Anak-anak kami hanya dapat menikmati fasilitas itu tidak lama, karena sudah rapuh lagi. Jadi kami terus meminta bantuan ke sana-ke mari agar bisa membuat jembatan lagi,” kata Ketut Darmayasa.

Upaya untuk meningkatkan akses pendidikan itu pun akhirnya menemui titik terang. Kini, Arya dan teman-temannya memiliki jembatan. Meski belum sepenuhnya usai, tapi jembatan itu sudah dapat dilintasi dengan nyaman dan, sekali lagi, aman. Arya tak lagi perlu menanggalkan celana dan sepatunya. Atau harus digendong menuju seberang sungai.

“Kalau sekarang kan belum kering. Mungkin dua hari lagi sudah bisa dilalui. Gak perlu lagi diantar bapak sambil lepas sepatu,” ujar Komang Arya kegirangan.

Tak dapat dimungkiri, pembangunan jembatan ini memang begitu heroik dan mengharukan. Bahkan Arya tidak dapat menyembunyikan raut kebahagiaannya. Ia dapat sekolah dengan nyaman dan beban ayahnya untuk membangun jembatan sedikit berkurang. Arya tak henti-henti bersorak. Sesekali ia melirik jembatan yang baru setengah jadi itu. “Sebentar lagi ini jadi,” bisiknya kepada diri sendiri.

Terlepas dari kegembiraan Arya, jembatan ini dibangun bukan hanya untuk siswa, tetapi juga akan memberikan manfaat bagi seluruh warga di tiga desa yang terhubung tersebut. Terutama aktivitas pertanian yang dilakukan di tiga desa itu.

“Kami merasa bersyukur atas bantuan ini. Tapi perjuangan kami belum selesai, kami masih butuh biaya tambahan pula untuk membuat jembatan ini. Karena ini masih belum ada pegangannya. Supaya anak-anak kami saat lewat lebih aman,” ungkap Dewa Ketut Darmayasa, salah satu orang tua siswa.

Dewa Darmayasa juga merasa sedikit lega. Meski belum rampung sepenuhnya, ia merasa jembatan yang kini dibangun cukup untuk memfasilitasi para siswa dan orang tua yang beraktivitas.

“Selama ini kami sama-sama menyeberang sungai. Tapi sekarang sudah bisa lewat. Kalau lewat jalan besar itu memakan waktu 1 jam dan jauh juga. Jadi ini adalah jalan alternatif dan cepat untuk menuju ke wilayah seberang,” ujarnya.

Jembatan yang dibangun TNI/POLRI bersama masyarakat menjadi harapan baru bagi warga di Dusun Rawa, Desa Ringdikit; Dusun Sari Mekar, Desa Lokapaksa; dan Dusun Kuwum, Desa Ularan. Tidak hanya jadi penunjang sarana pendidikan, tetapi juga penunjang aktivitas perekonomian masyarakat sekitar.

Rasa lega tidak saja ditunjukkan oleh para orang tua dan para siswa. Dandim 1609/Buleleng, Letkol Kav. Angga  Nurdyana juga merasakan hal serupa. Melihat wajah polos para siswa itu membuatnya tersentuh. Ia melihat pancaran mata yang begitu semangat untuk mengenyam pendidikan. Jembatan ini diharapkan menjadi jejak langkah keseharian mereka sepanjang menempuh pendidikan.

“Melihat wajah mereka saya terharu. Selama ini mereka terpaksa lewat sini karena jembatan gantung di bendungan itu sudah tidak layak. Jadi dengan jembatan ini mereka bisa menyeberang dengan aman tanpa harus basah-basahan lagi,” ujar Dandim Angga.[T]

Para Orang Tua Itu Membangun Jembatan Sendiri Supaya Anak-Anak Mereka Bisa ke Sekolah
Tags: Desa LokapaksaDesa RingdikitDesa UlaranKecamatan Sawan
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Tertawa Bersama Phone Call Man Woman

Next Post

Suitcase (2023) dan Suku Kurdi yang Masih Terdiskriminasi

Jaswanto

Jaswanto

Editor/Wartawan tatkala.co

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Suitcase (2023) dan Suku Kurdi yang Masih Terdiskriminasi

Suitcase (2023) dan Suku Kurdi yang Masih Terdiskriminasi

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co