24 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Air Terjun Putri Nglirip: Surga di Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan

Nofa Setianto by Nofa Setianto
July 18, 2023
in Tualang
Air Terjun Putri Nglirip: Surga di Tuban yang Sayang untuk Dilewatkan

Air Terjun Nglirip | Foto: Dok. Nofa

SEMINGGU yang lalu, seorang teman dari Tuban menelepon. Ia mengajak saya untuk menghabiskan waktu weekend dengan mengunjungi air terjun Putri Nglirip. Whohoo! Sungguh ajakan yang sulit untuk saya tolak.

Saya berpikir itu adalah waktu yang pas, waktu di mana saya sudah selesai melaksanakan ujian kuliah. Ya, bisa dibilang itung-itung refreshing setelah sepekan penat melaksanakan ujian. Dan tanpa pikir panjang saya langsung mengiyakan ajakan teman saya tersebut dan memberi tahu akan segera bertolak ke kota Tuban.

Benar, di hari itu juga saya memesan tiket kereta api dari Stasiun Semarang Tawang dengan tujuan Stasiun Babat, Lamongan. Perjalanan saya tempuh kurang lebih 3 jam, cukup melelahkan.

Setibanya di Stasiun Babat, ternyata teman saya sudah menunggu. Saya senang dia menjemput sampai ke stasiun, saya merasa istimewa. Tetapi, yang membuat saya agak jengkel adalah, dia membawa seorang perempuan, dalam hati saya berkata, “Sial! Pasti dia akan mengejekku karena dari dulu sampai sekarang saya masih jomblo. Dasar nasib”.

Beruntungnya, perempuan tersebut ternyata hanya sepupunya, saya tertawa lepas sembari memeluknya dengan hangat—sudah hampir 2 tahun kami tidak bertemu.

Tanpa membuang waktu, kami memutuskan untuk langsung menuju air terjun Putri Nglirip di Singgahan sana.

***

Jarak yang kami tempuh kurang lebih sekitar 50 menit dari pusat Kota Tuban, perjalanan kami tempuh dengan menggunakan motor sembari melihat hamparan sawah pedesaan yang hijau dan rindangnya pepohonan. Ini asli, seru banget! Pikiran tenang, rileks karena jauh dari hiruk-pikuk kota besar.

Setibanya di sana, tak henti-hentinya saya mengungkapkan rasa kagum. Wah, gila! Keren banget, saya cukup kaget dengan perubahan penataan kawasan air terjun Putri Nglirip ini. Seingat saya, terakhir saya ke sini saat masih duduk di bangku kelas satu sekolah menengah pertama.

Air Terjun Nglirip / Foto: Dok. Nofa

Saya ingat betul, tempat ini dulu masih belum terawat; belum ada kantin atau fasilitas lainnya seperti sekarang. Bahkan, dulu, untuk menuju lokasi air terjun ini kita harus jalan kaki cukup jauh karena akses jalan yang belum bisa dilewati kendaraan.

Tetapi jernihnya air dengan warna hijau tosca dan udara sejuk yang masih terjaga serta suasana yang tenang—karena air terjun ini berlokasi di kawasan pedesaan jauh dari kawasan perkotaan—dari dulu hingga sekarang, mampu menghipnotis siapapun yang berkunjung ke sini.

Suasana tenang dan gemuruh air membuat saya semakin betah berlama-lama di sini. Tidak sia-sia perjalanan jauh saya dari Semarang ke Tuban, pokoknya happy banget!

Mitos Air Terjun Nglirip

Di samping keindahan dari air terjun ini, ternyata tersimpan mitos yang sampai sekarang masih dipercaya oleh masyarakat sekitar.

Mitosnya begini: bagi mereka yang memiliki pasangan, dan mengunjungi air terjun Putri Nglirip, pasangan tersebut akan putus dalam waktu kurang dari 40 hari. Atau, ketika ada calon pengantin yang berkunjung ke air terjun ini, biasanya hubungannya tidak akan bertahan lama.

Hal ini bermula dari legenda pada zaman kuno, ada pasangan yang saling mencintai dari kasta yang berbeda, lelaki berasal dari keturunan bangsawan sedangkan perempuannya hanya gadis desa dan putri dari petani.

Air Terjun Nglirip / Foto: Dok. Nofa

Pasangan tersebut tidak direstui oleh orangtua laki-laki. Kemudian ayah dari laki-laki tersebut memerintahkan kepada pengawalnya untuk membunuh anaknya sendiri karena tidak mengikuti perkataannya dan dianggap mempermalukan status keluarga bangsawan.

Hingga pada akhirnya, sang gadis sangat sedih dan tidak percaya bahwa pria yang dicintainya telah tiada. Karena kesedihannya tersebut, sang gadis bersemedi di dalam goa yang tersembunyi di balik air terjun Nglirip hingga akhir hayatnya.

Dikatakan oleh warga sekitar, arwah gadis itu yang membawa kutukan di air terjun Nglirip. Hingga warga sekitar menyebutnya air terjun Putri Nglirip. Saya hanya tersenyum, karena mitos ini tidak berlaku bagi saya yang jomblo ini. Ternyata, tidak selamanya jomblo itu menyedihkan.

Tingkis Batu van Tuban

Selepas menikmati indahnya air terjun dan suasana yang sejuk, teman saya menawarkan untuk bermain arum jeram yang lokasinya masih satu kawasan dengan air terjun Putri Nglirip. “Nof, abis ini kita nyoba arum jeram, ya! Soalnya pengen ngerasain adrenalin di sini. Hehehe”.

Tanpa pikir panjang saya langsung mengiyakan ajakannya. Toh untuk menikmati wahana ini kita cukup membayar Rp.10.000 saja. Gimana, murah meriah bukan?

Di sini kita akan menyusuri sungai sepanjang 1 kilometer yang menuruni tebing. Setelah selesai hanyut ke sungai dan saat balik ke atas, saya disuguhkan dengan hamparan alam Kecamatan Singgahan dari atas tebing, karena lokasinya berada di pegunungan. Suara kicauan burung dan hijaunya pemandangan benar-benar membuat saya terpesona dengan keindahan alam Tuban.

***

Banyak sekali hikmah dan pelajaran yang dapat saya ambil dari liburan ini. Tuhan menitipkan alam yang indah ini kepada kita, sudah seharusnya kita menjaga alam ini dengan baik dan menghargai kepercayaan warga setempat di manapun kita berada.

Sebenarnya masih banyak wisata alam di Kota Tuban yang ingin saya kunjungi, namun saya teringat masih ada tanggungan tugas yang harus saya selesaikan dengan segera.

Hari sudah mulai larut malam, saya dan teman saya memutuskan untuk pulang, hingga pada pagi dini hari saya kembali di antarkan teman saya ke Stasiun Babat untuk kembali ke Kota Semarang.

Sebelum balik, malamnya masih menyempatkan ngopi bareng teman saya dulu. Banyak sekali cerita yang saya dengar, mulai dari masalah sosial hingga masalah asmara. Pertemuan yang begitu singkat terkadang membawa pengalaman yang hebat.[T]

Pulau Merah: Surga di Selatan Banyuwangi
Pendakian Gunung Abang 2.151 Mdpl: Kita Tidak Pantas Mati di Tempat Tidur!
Blue Lagoon dan Cerita Seorang Tour Guide | Catatan Perjalanan
Healing Berkedok Liputan Khusus | Menikmati Sejuknya Blue Lagoon yang Masih Alami
Tags: jawaJawa TengahJawa TimurperjalananpetualanganSemarang
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Waspada! Sosok Sangkuni Menjelang Pesta Demokrasi 2024

Next Post

“Opera in Paradise”: Berjaga di Antara Panggung Terbuka dan Penonton yang Belum Terbiasa

Nofa Setianto

Nofa Setianto

Lahir di Tuban, 26 September 2003. Sekarang sedang menumpuh pendidikan tinggi di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Related Posts

Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

by I Nyoman Tingkat
August 21, 2026
0
Dari Makam Ki Hadjar Dewantara sampai Candi Prambanan

SAYA tidak merencanakan bahwa ketika kembali ke Bali melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kulon Progo, dari Kota Yogyakarta, saya...

Read moreDetails

“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

by Luh Putu Sendratari
August 18, 2026
0
“Healing” ke Desa “Deaf Mute”, Bengkala: Perlawatan Tentang Mengada dan Menjadi

SABTU, 15 Agustus 2026 tanpa direncanakan sebelumnya saya ada di Desa Bengkala. Bersama teman2 dari Universitas Pancasila (Dr Kunthi Tridewiyanti,...

Read moreDetails

Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

by I Nyoman Tingkat
August 16, 2026
0
Dari Malioboro ke Makam Ki Hadjar Dewantara

PEMILIHAN Duta SMA Tingkat Nasional Tahun 2026 dipusatkan di Kota Yogyakarta tepatnya di Indoluxe Hotel sebagai tempat belajar di kelas....

Read moreDetails

Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

by Laurensia Junita Della
August 15, 2026
0
Kembali Bertamu di Air Terjun Parang Ijo pada Tahun 2026

Ada kalanya rutinitas yang padat membuat kita ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan. Di tengah kesibukan yang seolah tidak ada...

Read moreDetails

Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

by Ahmad Sihabudin
August 10, 2026
0
Situ Cipondoh: Danau yang Menyimpan Air, Waktu, dan Kenangan

"Tempat-tempat tertentu tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Yang pergi sesungguhnya hanyalah usia kita." KEMARIN saya kembali mengunjungi Situ Cipondoh. Niatnya...

Read moreDetails

Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

by I Nyoman Tingkat
August 7, 2026
0
Pantai Jimbaran dengan Kafe Ikan Bakarnya  

Sejak dahulu, Jimbaran, Kedonganan, Kelan, dan Kuta adalah daerah nelayan. Namun, yang terkenal hanya Jimbaran dan Kuta. Ketika Asosiasi Kepala...

Read moreDetails

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
0
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

Read moreDetails

Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

by Ahmad Sihabudin
July 27, 2026
0
Mencari Rasa di Ranah Minang: Negeri yang Berbicara Lewat Masakan

"Perjalanan yang baik bukan sekadar memindahkan tubuh dari satu kota ke kota lain. Ia memindahkan cara pandang kita terhadap kehidupan."...

Read moreDetails

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

by Chusmeru
July 13, 2026
0
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

Read moreDetails

Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

by Made Wirya
June 21, 2026
0
Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

Saya sangat jarang bergaul dengan alumni apa pun. Dari sekian puluh undangan reuni sekolah, kedatangan saya bisa dihitung dengan jari....

Read moreDetails
Next Post

“Opera in Paradise”: Berjaga di Antara Panggung Terbuka dan Penonton yang Belum Terbiasa

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup
Ulas Rupa

“Telur Segara, Bibit Kehidupan”, Metafora Jika Laut Adalah Makhluk Hidup

PADA tahun 2023, terdapat sebuah pameran seni rupa yang mengangkat tentang laut dan ekosistemnya. Pameran tersebut berjudul “Surya Segara Rupa”...

by Savitri Sastrawan
August 24, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [6]: Algoritma sebagai Kurator yang Tak Pernah Membaca

ADA satu paradoks yang jarang diucapkan dalam diskusi tentang ekosistem sastra digital, bahwa kurator terbesar sastra Indonesia hari ini adalah...

by Andre Syahreza
August 24, 2026
105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih
Ekonomi

105 UMKM Lokal Raup Untung, Perputaran Ekonomi Buleleng Festival 2026 Tembus Rp3,091 Miliar  —— Bupati Sutjidra Ucapkan Terima Kasih

PELAKSANAAN Buleleng Festival 2026 resmi ditutup Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna dari Panggung Utama Kawasan...

by tatkala
August 24, 2026
Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas
Opini

Ketika Kampus Negeri Bergeser Menjadi Arena Pasar Bebas

Masuk perguruan tinggi negeri (PTN) dulu sering dianggap seperti menembus gerbang prestise akademik. Seleksinya ketat, persaingannya tinggi, dan keberhasilannya sering...

by I Kadek Adhi Dwipayana
August 24, 2026
Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah
Ulas Pentas

Sakrum: Sebuah Proses Meretas Jarak Duduk Ayah

SEBAGAI penari, aku bergerak dari kode satu ke kode gerak lainnya, sementara ayahku yang merupakan seorang pematung, bergerak dalam duduknya....

by Yanik Parta
August 24, 2026
Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan
Pendidikan

Tikungan Desa Taro Dilengkapi Reflektor, Mahasiswa KKN-PPM XXXIII Udayana Dorong Keselamatan Pengguna Jalan

TIKUNGAN dengan jarak pandang terbatas menjadi titik yang membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan. Karena itu, sejumlah tikungan di Desa...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo
Pop

“Jangan Lupakanku”, Single Kedua Thalia Gunawan dalam Balutan Koplo

SETELAH pop upbeat menjadi langkah pertamanya, Thalia Gunawan memilih koplo untuk melanjutkan perjalanan. Penyanyi muda asal Denpasar, Bali, itu menghadirkan...

by Dede Putra Wiguna
August 24, 2026
Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma
Esai

Pendatang, Keamanan, dan Kebijaksanaan: Menjaga Bali Tanpa Kehilangan Dharma

Bali Sebagai Rumah yang Terbuka Bali sejak dahulu dikenal sebagai ruang perjumpaan. Laut yang mengelilinginya bukanlah tembok yang memisahkan, melainkan...

by Agung Sudarsa
August 24, 2026
Telenovela
Esai

Mengantar Saut Situmorang ke Salon

MENJADI panitia Kongres Cerpen II di Negara, Jembrana, Bali, pada 2001, ada satu kejadian yang hingga kini masih saya ingat....

by Angga Wijaya
August 24, 2026
Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini
Kritik Seni

Keringnya Iklim Diskursif Seni Rupa Bali Hari Ini

“Everybody In Bali Seems to be an artist” Kutipan itu persis terlontar 89 tahun lalu dari Miguel Covarrubias. Seorang seniman...

by Made Chandra
August 24, 2026
Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026
Budaya

Bupati Sutjidra dan Wabup Supriatna Larut dalam Kemeriahan Seni Bersama Masyarakat di Bulfest 2026

Semarak Buleleng Festival 2026 terus memuncak. Pada malam kelima, suasana Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja dipenuhi canda, musik, dan...

by tatkala
August 23, 2026
Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [1]: Pendahuluan
Kritik Sastra

Rezim Algoritma dan Lahirnya “Sastra Perhatian” [5]: Penerbit yang Tidak Pernah Menolak

Buka KBM App, atau Wattpad, atau NovelToon, atau GoodNovel, atau salah satu dari selusin platform serupa yang tumbuh dalam ekosistem...

by Andre Syahreza
August 24, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co