2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Guru Drona dan Mahapapa: Sebuah Telaah Kesadaran Eksistensial dan Transpersonal

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
August 8, 2025
in Ulas Buku
Guru Drona dan Mahapapa: Sebuah Telaah Kesadaran Eksistensial dan Transpersonal

Buku Anand Krisna

DALAM buku terbaru yang diterbitkan Yayasan Pendidikan Anand Krishna Juli 2025, Sanghyang Siksa Kandang Karesian: Ajaran Mulia Sunda Kuno Menjadi Manusia Visioner bagi Orang Modern, Guruji Anand Krishna menyampaikan pernyataan yang mengguncang konvensi: “Ada yang salah dengan Guru Drona.” Bagi banyak pemuja Mahabharata, Drona adalah guru agung. Namun, Guruji mengajak kita melihat lebih dalam – bukan pada keagungan gelar, tetapi pada kesadaran spiritual.

Guruji mengkritik tindakan Drona yang mencampuradukkan dharma Brahmana (jalan pengetahuan) dengan dharma Kshatriya (jalan kekuasaan), ketika meminta murid-muridnya menangkap Drupada sebagai balas dendam atas masa lalu. Peristiwa itu bukan hanya pelanggaran etik, tetapi termasuk dalam kategori mahāpāpa: kejahatan besar dalam spiritualitas Hindu atau Sanatana Dharma.

Untuk memahami kritik ini dalam konteks spiritual dan filosofis yang lebih luas, artikel ini akan menganalisisnya melalui Peta Kesadaran Hawkins, eksistensialisme Berdyaev, psikologi transpersonal William James, serta pesan kesadaran universal dari Guruji Anand Krishna.

1. Guru Drona dan Mahapapa: Antara Dharma dan Ambisi

Guru Drona, dalam kisah Mahabharata, adalah seorang Brahmana yang seharusnya teguh dalam jalan jnana – ilmu dan kebijaksanaan. Namun, demi balas dendam kepada Drupada, ia menuntut dakṣiṇā (imbalan) berupa penangkapan Drupada oleh para muridnya. Ia menginstrumentalisasi para kshatriya muda – termasuk Arjuna dan Bhima – untuk tujuan personal.

Menurut Guruji Anand Krishna:

“Dia telah melakukan mahāpāpa: mempermalukan Drupada, bukan sebagai khsatrya, tetapi sebagai Brahmana yang mencampuradukkan peran spiritual dengan hasrat pribadi.”

Dalam kosmologi Sanatana Dharma, pāpa adalah dosa, atipāpa adalah dosa besar, dan mahāpāpa adalah dosa yang menyentuh akar-akar kesadaran, menyimpang dari jalan dharma demi nafsu pribadi.

Drona, bukannya membimbing ke arah pembebasan (moksha), justru memperalat murid untuk menyelesaikan konflik batinnya. Ia gagal dalam peran sebagai guru sejati – guru tattva – karena membiarkan klesha (kemelekatan dan kebencian) menodai ajaran.

2. Peta Kesadaran Hawkins: Drona Beroperasi di Bawah Level 200

Dalam Power vs. Force, David R. Hawkins menyusun peta kesadaran dari skala 0–1000. Level 200 (Courage) adalah ambang batas antara destruktif dan konstruktif. Di bawahnya terdapat Shame, Guilt, Apathy, Grief, Fear, Desire, Anger, dan Pride.

Guru Drona, ketika memerintahkan penangkapan Drupada, beroperasi pada level Desire (125) dan Anger (150) – dua bentuk energi yang masih digerakkan oleh ego, bukan kesadaran murni.

Kesadaran seorang guru sejati seharusnya berada minimal pada level Acceptance (350), bahkan lebih tinggi di Love (500), Joy (540), atau Peace (600). Dalam konteks ini, Drona tidak mengajar dari state of being, melainkan dari state of lacking – dari luka batin yang belum disembuhkan.

Sebaliknya, Guruji Anand Krishna konsisten mengajak pembaca untuk naik ke wilayah kesadaran spiritual, meninggalkan energi egoik yang penuh ambisi dan kebencian.

3. Eksistensialisme Berdyaev: Kepribadian yang Tidak Autentik

Nikolai Berdyaev, filsuf eksistensialis Kristen Ortodoks, menyatakan bahwa manusia sejati adalah makhluk yang membebaskan dirinya dari sistem eksternal. Kebebasan dan kreativitas adalah inti eksistensi. Menurut Berdyaev, kepribadian yang otentik tidak dikendalikan oleh masa lalu atau struktur sosial, tetapi oleh panggilan batin.

Guru Drona gagal sebagai pribadi eksistensial karena:

  • Ia membiarkan masa lalu (penghinaan Drupada) menentukan tindakan masa kini.
  • Ia tunduk pada struktur kekuasaan: menginstruksikan kekerasan sebagai syarat “balas jasa”.
  • Ia kehilangan otonomi sebagai guru dan menjadi alat dendam.

Dalam terminologi Berdyaev, Drona telah melepaskan eksistensinya sebagai subjek yang bebas, dan memilih menjadi objek dari luka batin. Sebaliknya, tokoh seperti Krishna atau Arjuna dalam Mahabharata lebih mencerminkan nilai eksistensial sejati – bertindak dari kebijaksanaan, bukan luka.

4. William James dan Psikologi Transpersonal: Drona Tidak Menyentuh Kesadaran Puncak

William James, pelopor psikologi transpersonal, menyatakan bahwa realitas spiritual adalah pengalaman langsung dan pribadi, melampaui struktur keagamaan formal. Dalam The Varieties of Religious Experience, ia menyoroti pentingnya transformasi batin sebagai penanda spiritualitas sejati.

Drona tidak mengalami transformasi batin. Ia tetap menjadi pribadi yang terikat pada masa lalu, dendam, dan peran sosial. Ia belum menyentuh dimensi “the more”, sebagaimana disebut James – yaitu kontak langsung dengan sumber ilahi atau dimensi transpersonal.

Sebaliknya, pesan Guruji Anand Krishna sangat transpersonal: kesadaran tidak dibatasi oleh peran sosial. Baik Anda Brahmana, Ksatria, Waisya, maupun Sudra – spiritualitas adalah soal kesadaran, bukan kasta atau jabatan.

Sejatinya, kesadaran adalah satu-satunya nilai  yang utama. Seorang Brahmana yang hidup di bawah kendali amarah bukanlah Brahmana. Seorang petani yang penuh welas asih bisa lebih Brahmana darinya.

5. Kesadaran Visioner ala Guruji Anand Krishna: Melampaui Peran Sosial

Guruji tidak hanya mengkritik Drona, tetapi juga mengajak kita reflektif: berapa banyak guru atau pemimpin hari ini yang mencampuradukkan peran mereka? Berapa banyak pemuka agama, politisi, akademisi – yang secara formal tampil mulia, tetapi secara spiritual masih hidup dalam kemarahan, kebencian, dan dendam?

Guruji menghidupkan kembali ajaran kuno Sunda melalui Siksa Kandang Karesian, untuk menginspirasi manusia modern menjadi visioner spiritual – bukan sekadar fungsional secara sosial. Kesadaran visioner dalam konteks perilaku yang seharusnya dijadikan teladan dari seorang Guru seperti Drona adalah:

  • Tidak membalas dendam
  • Tidak mempermalukan yang lain
  • Tidak menjadikan jabatan sebagai alat kekuasaan
  • Tidak meminta gurudaksina dengan menganjurkan kekerasan atau paksaan

Jalan Guru Sejati adalah Kesadaran, Bukan Kekuasaan

Guru Drona, dalam analisis Guruji Anand Krishna, adalah simbol peringatan: bahkan orang yang tampak suci pun bisa jatuh jika tidak menjaga kesadarannya. Melalui pendekatan Hawkins, Berdyaev, dan William James, kita memahami bahwa:

  • Kesadaran rendah menghasilkan tindakan destruktif meskipun berasal dari tokoh agung.
  • Eksistensi sejati menuntut kejujuran dan pembebasan dari luka batin.
  • Transformasi spiritual sejati terjadi hanya ketika seseorang bersentuhan dengan transpersonal self.

Guruji Anand Krishna mengajak kita tidak hanya menjadi murid yang patuh, tetapi juga menjaga keluhuran ajaran, penguji kesadaran, dan penyala lentera batin. Sebab dunia hari ini tidak kekurangan orang pintar – yang kurang adalah orang yang sadar. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Utang Perbincangan Dua Abad Pada Putu Juli Sastrawan Setelah Membaca Novel “Menuai Badai”
Ajaklah Waktu untuk Menidurkan Puisi, dan Memensiunkan Mimpi-mimpi — Catatan Buku Puisi Willy Fahmy Agiska “seperti orang mati yang hidup”
Menyembuhkan Ilusi “Manusia Berkuasa Atas Bumi” | Ulasan Buku “Al Qur’an Bilang Kepentingan Bumi Harus Didahulukan” karya AS Rosyid
Menyakiti Makhluk Itu Bisa Mengakhiri Zaman | Ulasan Buku “Musik Akhir Zaman” karya Kiki Sulistyo
Menguntit Tuan Agerbeek ke Hindia Belanda
Tags: BukuDronakisah mahabharataMahabharata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bendera One Piece dan Krisis Simbolisme Nasional

Next Post

Membaca Ulang Mead dan Kesehatan Mental Orang Bali

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails

“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

by I Nyoman Darma Putra
July 9, 2026
0
“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love...

Read moreDetails

Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

by Dede Putra Wiguna
July 3, 2026
0
Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

Judul             : Rumah Penulis          : JS Khairen Penerbit        : PT Elex Media Komputindo Editor             : Trian Lesmana dan Dion Rahman...

Read moreDetails

Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

by Dede Putra Wiguna
July 1, 2026
0
Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh  –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

Judul             : Korpus Uterus Penulis          : Sasti Gotama Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama Editor             : Ruth Priscilia Angelina Tebal buku  ...

Read moreDetails

Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya

by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
May 31, 2026
0
Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya

SAYA masih ingat pertemuan pertama dengan Angga Wijaya di sebuah rumah sakit besar di Denpasar, bertahun-tahun lalu, ketika saya masih...

Read moreDetails
Next Post
Telenovela

Membaca Ulang Mead dan Kesehatan Mental Orang Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co