2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Guru Drona dan Mahapapa: Sebuah Telaah Kesadaran Eksistensial dan Transpersonal

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
August 8, 2025
in Ulas Buku
Guru Drona dan Mahapapa: Sebuah Telaah Kesadaran Eksistensial dan Transpersonal

Buku Anand Krisna

DALAM buku terbaru yang diterbitkan Yayasan Pendidikan Anand Krishna Juli 2025, Sanghyang Siksa Kandang Karesian: Ajaran Mulia Sunda Kuno Menjadi Manusia Visioner bagi Orang Modern, Guruji Anand Krishna menyampaikan pernyataan yang mengguncang konvensi: “Ada yang salah dengan Guru Drona.” Bagi banyak pemuja Mahabharata, Drona adalah guru agung. Namun, Guruji mengajak kita melihat lebih dalam – bukan pada keagungan gelar, tetapi pada kesadaran spiritual.

Guruji mengkritik tindakan Drona yang mencampuradukkan dharma Brahmana (jalan pengetahuan) dengan dharma Kshatriya (jalan kekuasaan), ketika meminta murid-muridnya menangkap Drupada sebagai balas dendam atas masa lalu. Peristiwa itu bukan hanya pelanggaran etik, tetapi termasuk dalam kategori mahāpāpa: kejahatan besar dalam spiritualitas Hindu atau Sanatana Dharma.

Untuk memahami kritik ini dalam konteks spiritual dan filosofis yang lebih luas, artikel ini akan menganalisisnya melalui Peta Kesadaran Hawkins, eksistensialisme Berdyaev, psikologi transpersonal William James, serta pesan kesadaran universal dari Guruji Anand Krishna.

1. Guru Drona dan Mahapapa: Antara Dharma dan Ambisi

Guru Drona, dalam kisah Mahabharata, adalah seorang Brahmana yang seharusnya teguh dalam jalan jnana – ilmu dan kebijaksanaan. Namun, demi balas dendam kepada Drupada, ia menuntut dakṣiṇā (imbalan) berupa penangkapan Drupada oleh para muridnya. Ia menginstrumentalisasi para kshatriya muda – termasuk Arjuna dan Bhima – untuk tujuan personal.

Menurut Guruji Anand Krishna:

“Dia telah melakukan mahāpāpa: mempermalukan Drupada, bukan sebagai khsatrya, tetapi sebagai Brahmana yang mencampuradukkan peran spiritual dengan hasrat pribadi.”

Dalam kosmologi Sanatana Dharma, pāpa adalah dosa, atipāpa adalah dosa besar, dan mahāpāpa adalah dosa yang menyentuh akar-akar kesadaran, menyimpang dari jalan dharma demi nafsu pribadi.

Drona, bukannya membimbing ke arah pembebasan (moksha), justru memperalat murid untuk menyelesaikan konflik batinnya. Ia gagal dalam peran sebagai guru sejati – guru tattva – karena membiarkan klesha (kemelekatan dan kebencian) menodai ajaran.

2. Peta Kesadaran Hawkins: Drona Beroperasi di Bawah Level 200

Dalam Power vs. Force, David R. Hawkins menyusun peta kesadaran dari skala 0–1000. Level 200 (Courage) adalah ambang batas antara destruktif dan konstruktif. Di bawahnya terdapat Shame, Guilt, Apathy, Grief, Fear, Desire, Anger, dan Pride.

Guru Drona, ketika memerintahkan penangkapan Drupada, beroperasi pada level Desire (125) dan Anger (150) – dua bentuk energi yang masih digerakkan oleh ego, bukan kesadaran murni.

Kesadaran seorang guru sejati seharusnya berada minimal pada level Acceptance (350), bahkan lebih tinggi di Love (500), Joy (540), atau Peace (600). Dalam konteks ini, Drona tidak mengajar dari state of being, melainkan dari state of lacking – dari luka batin yang belum disembuhkan.

Sebaliknya, Guruji Anand Krishna konsisten mengajak pembaca untuk naik ke wilayah kesadaran spiritual, meninggalkan energi egoik yang penuh ambisi dan kebencian.

3. Eksistensialisme Berdyaev: Kepribadian yang Tidak Autentik

Nikolai Berdyaev, filsuf eksistensialis Kristen Ortodoks, menyatakan bahwa manusia sejati adalah makhluk yang membebaskan dirinya dari sistem eksternal. Kebebasan dan kreativitas adalah inti eksistensi. Menurut Berdyaev, kepribadian yang otentik tidak dikendalikan oleh masa lalu atau struktur sosial, tetapi oleh panggilan batin.

Guru Drona gagal sebagai pribadi eksistensial karena:

  • Ia membiarkan masa lalu (penghinaan Drupada) menentukan tindakan masa kini.
  • Ia tunduk pada struktur kekuasaan: menginstruksikan kekerasan sebagai syarat “balas jasa”.
  • Ia kehilangan otonomi sebagai guru dan menjadi alat dendam.

Dalam terminologi Berdyaev, Drona telah melepaskan eksistensinya sebagai subjek yang bebas, dan memilih menjadi objek dari luka batin. Sebaliknya, tokoh seperti Krishna atau Arjuna dalam Mahabharata lebih mencerminkan nilai eksistensial sejati – bertindak dari kebijaksanaan, bukan luka.

4. William James dan Psikologi Transpersonal: Drona Tidak Menyentuh Kesadaran Puncak

William James, pelopor psikologi transpersonal, menyatakan bahwa realitas spiritual adalah pengalaman langsung dan pribadi, melampaui struktur keagamaan formal. Dalam The Varieties of Religious Experience, ia menyoroti pentingnya transformasi batin sebagai penanda spiritualitas sejati.

Drona tidak mengalami transformasi batin. Ia tetap menjadi pribadi yang terikat pada masa lalu, dendam, dan peran sosial. Ia belum menyentuh dimensi “the more”, sebagaimana disebut James – yaitu kontak langsung dengan sumber ilahi atau dimensi transpersonal.

Sebaliknya, pesan Guruji Anand Krishna sangat transpersonal: kesadaran tidak dibatasi oleh peran sosial. Baik Anda Brahmana, Ksatria, Waisya, maupun Sudra – spiritualitas adalah soal kesadaran, bukan kasta atau jabatan.

Sejatinya, kesadaran adalah satu-satunya nilai  yang utama. Seorang Brahmana yang hidup di bawah kendali amarah bukanlah Brahmana. Seorang petani yang penuh welas asih bisa lebih Brahmana darinya.

5. Kesadaran Visioner ala Guruji Anand Krishna: Melampaui Peran Sosial

Guruji tidak hanya mengkritik Drona, tetapi juga mengajak kita reflektif: berapa banyak guru atau pemimpin hari ini yang mencampuradukkan peran mereka? Berapa banyak pemuka agama, politisi, akademisi – yang secara formal tampil mulia, tetapi secara spiritual masih hidup dalam kemarahan, kebencian, dan dendam?

Guruji menghidupkan kembali ajaran kuno Sunda melalui Siksa Kandang Karesian, untuk menginspirasi manusia modern menjadi visioner spiritual – bukan sekadar fungsional secara sosial. Kesadaran visioner dalam konteks perilaku yang seharusnya dijadikan teladan dari seorang Guru seperti Drona adalah:

  • Tidak membalas dendam
  • Tidak mempermalukan yang lain
  • Tidak menjadikan jabatan sebagai alat kekuasaan
  • Tidak meminta gurudaksina dengan menganjurkan kekerasan atau paksaan

Jalan Guru Sejati adalah Kesadaran, Bukan Kekuasaan

Guru Drona, dalam analisis Guruji Anand Krishna, adalah simbol peringatan: bahkan orang yang tampak suci pun bisa jatuh jika tidak menjaga kesadarannya. Melalui pendekatan Hawkins, Berdyaev, dan William James, kita memahami bahwa:

  • Kesadaran rendah menghasilkan tindakan destruktif meskipun berasal dari tokoh agung.
  • Eksistensi sejati menuntut kejujuran dan pembebasan dari luka batin.
  • Transformasi spiritual sejati terjadi hanya ketika seseorang bersentuhan dengan transpersonal self.

Guruji Anand Krishna mengajak kita tidak hanya menjadi murid yang patuh, tetapi juga menjaga keluhuran ajaran, penguji kesadaran, dan penyala lentera batin. Sebab dunia hari ini tidak kekurangan orang pintar – yang kurang adalah orang yang sadar. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Utang Perbincangan Dua Abad Pada Putu Juli Sastrawan Setelah Membaca Novel “Menuai Badai”
Ajaklah Waktu untuk Menidurkan Puisi, dan Memensiunkan Mimpi-mimpi — Catatan Buku Puisi Willy Fahmy Agiska “seperti orang mati yang hidup”
Menyembuhkan Ilusi “Manusia Berkuasa Atas Bumi” | Ulasan Buku “Al Qur’an Bilang Kepentingan Bumi Harus Didahulukan” karya AS Rosyid
Menyakiti Makhluk Itu Bisa Mengakhiri Zaman | Ulasan Buku “Musik Akhir Zaman” karya Kiki Sulistyo
Menguntit Tuan Agerbeek ke Hindia Belanda
Tags: BukuDronakisah mahabharataMahabharata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bendera One Piece dan Krisis Simbolisme Nasional

Next Post

Membaca Ulang Mead dan Kesehatan Mental Orang Bali

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails

“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

by I Made Sujaya
July 16, 2026
0
“Koloni”: Semut, Semesta, dan Seni Merawat Kehidupan

Novel Koloni pertama kali diluncurkan oleh Gramedia pada 22 Agustus 2025. Sejak diluncurkan hingga kini, novel ini terus mendapat perhatian...

Read moreDetails

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails
Next Post
Telenovela

Membaca Ulang Mead dan Kesehatan Mental Orang Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co