23 April 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Guru Drona dan Mahapapa: Sebuah Telaah Kesadaran Eksistensial dan Transpersonal

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
August 8, 2025
in Ulas Buku
Guru Drona dan Mahapapa: Sebuah Telaah Kesadaran Eksistensial dan Transpersonal

Buku Anand Krisna

DALAM buku terbaru yang diterbitkan Yayasan Pendidikan Anand Krishna Juli 2025, Sanghyang Siksa Kandang Karesian: Ajaran Mulia Sunda Kuno Menjadi Manusia Visioner bagi Orang Modern, Guruji Anand Krishna menyampaikan pernyataan yang mengguncang konvensi: “Ada yang salah dengan Guru Drona.” Bagi banyak pemuja Mahabharata, Drona adalah guru agung. Namun, Guruji mengajak kita melihat lebih dalam – bukan pada keagungan gelar, tetapi pada kesadaran spiritual.

Guruji mengkritik tindakan Drona yang mencampuradukkan dharma Brahmana (jalan pengetahuan) dengan dharma Kshatriya (jalan kekuasaan), ketika meminta murid-muridnya menangkap Drupada sebagai balas dendam atas masa lalu. Peristiwa itu bukan hanya pelanggaran etik, tetapi termasuk dalam kategori mahāpāpa: kejahatan besar dalam spiritualitas Hindu atau Sanatana Dharma.

Untuk memahami kritik ini dalam konteks spiritual dan filosofis yang lebih luas, artikel ini akan menganalisisnya melalui Peta Kesadaran Hawkins, eksistensialisme Berdyaev, psikologi transpersonal William James, serta pesan kesadaran universal dari Guruji Anand Krishna.

1. Guru Drona dan Mahapapa: Antara Dharma dan Ambisi

Guru Drona, dalam kisah Mahabharata, adalah seorang Brahmana yang seharusnya teguh dalam jalan jnana – ilmu dan kebijaksanaan. Namun, demi balas dendam kepada Drupada, ia menuntut dakṣiṇā (imbalan) berupa penangkapan Drupada oleh para muridnya. Ia menginstrumentalisasi para kshatriya muda – termasuk Arjuna dan Bhima – untuk tujuan personal.

Menurut Guruji Anand Krishna:

“Dia telah melakukan mahāpāpa: mempermalukan Drupada, bukan sebagai khsatrya, tetapi sebagai Brahmana yang mencampuradukkan peran spiritual dengan hasrat pribadi.”

Dalam kosmologi Sanatana Dharma, pāpa adalah dosa, atipāpa adalah dosa besar, dan mahāpāpa adalah dosa yang menyentuh akar-akar kesadaran, menyimpang dari jalan dharma demi nafsu pribadi.

Drona, bukannya membimbing ke arah pembebasan (moksha), justru memperalat murid untuk menyelesaikan konflik batinnya. Ia gagal dalam peran sebagai guru sejati – guru tattva – karena membiarkan klesha (kemelekatan dan kebencian) menodai ajaran.

2. Peta Kesadaran Hawkins: Drona Beroperasi di Bawah Level 200

Dalam Power vs. Force, David R. Hawkins menyusun peta kesadaran dari skala 0–1000. Level 200 (Courage) adalah ambang batas antara destruktif dan konstruktif. Di bawahnya terdapat Shame, Guilt, Apathy, Grief, Fear, Desire, Anger, dan Pride.

Guru Drona, ketika memerintahkan penangkapan Drupada, beroperasi pada level Desire (125) dan Anger (150) – dua bentuk energi yang masih digerakkan oleh ego, bukan kesadaran murni.

Kesadaran seorang guru sejati seharusnya berada minimal pada level Acceptance (350), bahkan lebih tinggi di Love (500), Joy (540), atau Peace (600). Dalam konteks ini, Drona tidak mengajar dari state of being, melainkan dari state of lacking – dari luka batin yang belum disembuhkan.

Sebaliknya, Guruji Anand Krishna konsisten mengajak pembaca untuk naik ke wilayah kesadaran spiritual, meninggalkan energi egoik yang penuh ambisi dan kebencian.

3. Eksistensialisme Berdyaev: Kepribadian yang Tidak Autentik

Nikolai Berdyaev, filsuf eksistensialis Kristen Ortodoks, menyatakan bahwa manusia sejati adalah makhluk yang membebaskan dirinya dari sistem eksternal. Kebebasan dan kreativitas adalah inti eksistensi. Menurut Berdyaev, kepribadian yang otentik tidak dikendalikan oleh masa lalu atau struktur sosial, tetapi oleh panggilan batin.

Guru Drona gagal sebagai pribadi eksistensial karena:

  • Ia membiarkan masa lalu (penghinaan Drupada) menentukan tindakan masa kini.
  • Ia tunduk pada struktur kekuasaan: menginstruksikan kekerasan sebagai syarat “balas jasa”.
  • Ia kehilangan otonomi sebagai guru dan menjadi alat dendam.

Dalam terminologi Berdyaev, Drona telah melepaskan eksistensinya sebagai subjek yang bebas, dan memilih menjadi objek dari luka batin. Sebaliknya, tokoh seperti Krishna atau Arjuna dalam Mahabharata lebih mencerminkan nilai eksistensial sejati – bertindak dari kebijaksanaan, bukan luka.

4. William James dan Psikologi Transpersonal: Drona Tidak Menyentuh Kesadaran Puncak

William James, pelopor psikologi transpersonal, menyatakan bahwa realitas spiritual adalah pengalaman langsung dan pribadi, melampaui struktur keagamaan formal. Dalam The Varieties of Religious Experience, ia menyoroti pentingnya transformasi batin sebagai penanda spiritualitas sejati.

Drona tidak mengalami transformasi batin. Ia tetap menjadi pribadi yang terikat pada masa lalu, dendam, dan peran sosial. Ia belum menyentuh dimensi “the more”, sebagaimana disebut James – yaitu kontak langsung dengan sumber ilahi atau dimensi transpersonal.

Sebaliknya, pesan Guruji Anand Krishna sangat transpersonal: kesadaran tidak dibatasi oleh peran sosial. Baik Anda Brahmana, Ksatria, Waisya, maupun Sudra – spiritualitas adalah soal kesadaran, bukan kasta atau jabatan.

Sejatinya, kesadaran adalah satu-satunya nilai  yang utama. Seorang Brahmana yang hidup di bawah kendali amarah bukanlah Brahmana. Seorang petani yang penuh welas asih bisa lebih Brahmana darinya.

5. Kesadaran Visioner ala Guruji Anand Krishna: Melampaui Peran Sosial

Guruji tidak hanya mengkritik Drona, tetapi juga mengajak kita reflektif: berapa banyak guru atau pemimpin hari ini yang mencampuradukkan peran mereka? Berapa banyak pemuka agama, politisi, akademisi – yang secara formal tampil mulia, tetapi secara spiritual masih hidup dalam kemarahan, kebencian, dan dendam?

Guruji menghidupkan kembali ajaran kuno Sunda melalui Siksa Kandang Karesian, untuk menginspirasi manusia modern menjadi visioner spiritual – bukan sekadar fungsional secara sosial. Kesadaran visioner dalam konteks perilaku yang seharusnya dijadikan teladan dari seorang Guru seperti Drona adalah:

  • Tidak membalas dendam
  • Tidak mempermalukan yang lain
  • Tidak menjadikan jabatan sebagai alat kekuasaan
  • Tidak meminta gurudaksina dengan menganjurkan kekerasan atau paksaan

Jalan Guru Sejati adalah Kesadaran, Bukan Kekuasaan

Guru Drona, dalam analisis Guruji Anand Krishna, adalah simbol peringatan: bahkan orang yang tampak suci pun bisa jatuh jika tidak menjaga kesadarannya. Melalui pendekatan Hawkins, Berdyaev, dan William James, kita memahami bahwa:

  • Kesadaran rendah menghasilkan tindakan destruktif meskipun berasal dari tokoh agung.
  • Eksistensi sejati menuntut kejujuran dan pembebasan dari luka batin.
  • Transformasi spiritual sejati terjadi hanya ketika seseorang bersentuhan dengan transpersonal self.

Guruji Anand Krishna mengajak kita tidak hanya menjadi murid yang patuh, tetapi juga menjaga keluhuran ajaran, penguji kesadaran, dan penyala lentera batin. Sebab dunia hari ini tidak kekurangan orang pintar – yang kurang adalah orang yang sadar. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Utang Perbincangan Dua Abad Pada Putu Juli Sastrawan Setelah Membaca Novel “Menuai Badai”
Ajaklah Waktu untuk Menidurkan Puisi, dan Memensiunkan Mimpi-mimpi — Catatan Buku Puisi Willy Fahmy Agiska “seperti orang mati yang hidup”
Menyembuhkan Ilusi “Manusia Berkuasa Atas Bumi” | Ulasan Buku “Al Qur’an Bilang Kepentingan Bumi Harus Didahulukan” karya AS Rosyid
Menyakiti Makhluk Itu Bisa Mengakhiri Zaman | Ulasan Buku “Musik Akhir Zaman” karya Kiki Sulistyo
Menguntit Tuan Agerbeek ke Hindia Belanda
Tags: BukuDronakisah mahabharataMahabharata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bendera One Piece dan Krisis Simbolisme Nasional

Next Post

Membaca Ulang Mead dan Kesehatan Mental Orang Bali

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Makassar yang Sempat Terabaikan

by Moch. Ferdi Al Qadri
April 16, 2026
0
Makassar yang Sempat Terabaikan

Judul: Makasssar Nol Kilometer Penulis: Anwar J. Rahman, dkk. Penerbit: Tanahindie Press Tahun: 2014 Halaman: xviii + 255 MAKASSAR-NYA satu,...

Read moreDetails

Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

by Farhan M. Adyatma
March 27, 2026
0
Menggugat Kanon, Mengarsip yang Obskur

Judul: Terdepan, Terluar, Tertinggal: Antologi Puisi Obskur Indonesia 1945-2045 Penulis: Martin Suryajaya Penerbit: Anagram Tahun terbit: Agustus 2020 Jumlah halaman:...

Read moreDetails

‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

by Radha Dwi Pradnyani
March 25, 2026
0
‘Coming Up For Air’, Menghirup Udara yang Tak Lagi Sama

Judul: Menghirup Udara Segar Judul Asli: Coming Up For Air Penulis: George Orwell Penerjemah: Berliani M. Nugraha Tahun Terbit: 2021...

Read moreDetails

Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

by Inno Koten
March 22, 2026
0
Tubuh, Ingatan, dan Sebuah Paradoks —Membaca Kembali ‘Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer’

YANG orang ingat dari Pramoedya Ananta Toer (Pram) adalah ikhtiarnya untuk menyelamatkan martabat manusia. Ia menulis tentang mereka yang kalah,...

Read moreDetails

Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

by Sigit Susanto
March 17, 2026
0
Di Hati Kami Orang Indonesia —Perempuan Swiss di Sumatra dan Jawa Selama 25 tahun: 1920-1945

Judul: Im Herzen waren wir Indonesier Penulis: Gret Surbeck Penerbit: Limmat Verag, 2007 Tebal: 508 Bahasa : Jerman Christa Miranda, menemukan...

Read moreDetails

Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

by Dian Suryantini
March 13, 2026
0
Membaca Luka Digital dan Kegelisahan Zaman  —Ulasan Buku Puisi ‘Anak-anak Luka di Dunia Maya’ Karya Yahya Umar

SASTRA sering kali menjadi cermin paling jujur bagi kehidupan sosial. Sastra tidak selalu menyampaikan fakta dalam bentuk angka, statistik, atau...

Read moreDetails

Ingatan, Kehilangan, dan Perlawanan dalam ‘Laut Bercerita’

by Muhammad Khairu Rahman
March 8, 2026
0
Ingatan, Kehilangan, dan Perlawanan dalam ‘Laut Bercerita’

NOVEL Laut Bercerita karya Leila S. Chudori merupakan salah satu karya sastra Indonesia kontemporer yang menghadirkan luka sejarah sebagai ruang...

Read moreDetails

Sugianto Membongkar Bali

by Wayan Esa Bhaskara
March 8, 2026
0
Sugianto Membongkar Bali

Judul Buku    : Aib Penulis          : I Made Sugianto Penerbit        : Pustaka Ekspresi Cetakan         : Pertama, Januari 2026 Tebal              :...

Read moreDetails

Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

by Putu Lina Kamelia
February 28, 2026
0
Catatan Kecil Tentang ‘Dokter Gila’ Karya Putu Arya Nugraha

Judul Buku : Dokter Gila Penulis : dr. Putu Arya Nugraha Penerbit : Tatkala Tahun : 2025 RUMAH itu mungil...

Read moreDetails

Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

by Wayan Esa Bhaskara
February 20, 2026
0
Membaca ‘Lampah Sang Pragina’, Membicarakan Kasta yang Itu-itu Saja  

Judul Buku: Lampah Sang Pragina Penulis: Ketut Sugiartha Penerbit: Pustaka Ekspresi Cetakan: Pertama, November 2025 Tebal: 116 halaman ISBN: 978-634-7225-31-3...

Read moreDetails
Next Post
Telenovela

Membaca Ulang Mead dan Kesehatan Mental Orang Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    Berlari, Berbagi, Bereuni —Cerita dari Alumni Smansa Charity Fun Run 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AJARAN LELUHUR BALI TENTANG MEMILAH SAMPAH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Menggugat Empati Elite kepada Rakyat

RAKYAT Indonesia pasti masih ingat betul siapa menteri yang memanggul sekarung beras saat meninjau banjir di Sumatra Barat pada tanggal...

by Chusmeru
April 23, 2026
Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma
Esai

Bumi sebagai Ibu: Warisan Sanātana Dharma

DALAM tradisi Sanātana Dharma, bumi tidak pernah diposisikan sebagai objek mati. Ia adalah ibu—hidup, sadar, dan layak dihormati. Konsep Bhumi...

by Agung Sudarsa
April 22, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

PTSL di Persimpangan: Antara Legalisasi Aset dan Ledakan Sengketa

PROGRAM Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak awal dirancang sebagai jawaban negara atas persoalan klasik pertanahan: ketidakpastian hukum. Amanat tersebut...

by I Made Pria Dharsana
April 22, 2026
‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang
Ulas Musik

‘Panggil Namaku Kartini Saja’: Navicula, Kartini Kendeng, dan Nyanyian Perlawanan yang Tak Lekang

SAYA masih ingat pertama kali menonton video klip lagu “Kartini” dari Navicula. Klip yang sederhana, tidak ada dramatisasi berlebihan. Yang...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali
Khas

Menanam Waktu di Tubuh Bumi —Performance Art Project No-Audiens di Bukit Arkana Sawe dan Segara Ambengan, Negara–Bali

“Menanam Waktu di Tubuh Bumi” Saniscara Tumpek Landep 18 april 2026, hadir sebagai sebuah praktik performance art tanpa audiens (no-audiens),...

by I Wayan Sujana Suklu
April 22, 2026
Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini
Panggung

Stan Kreatif dan Gelar Karya Jadi Cara Siswa SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar Memaknai Hari Kartini

GERIMIS turun tipis di halaman SMK Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) pada Senin pagi, 21 April 2026. Langit tampak mendung,...

by Dede Putra Wiguna
April 22, 2026
‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎
Pameran

‘Pelestarian Lingkungan’, Pameran Tunggal Made Subrata di Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎

MENUNGGU antrean check in, pasangan wisatawan mancanegara ini duduk manis di area lobi Hotel 1O1 Oasis Sanur‎‎. Mereka meletakkan tas,...

by Nyoman Budarsana
April 21, 2026
Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja
Pendidikan

Perempuan dan Buku, Peringatan Hari Kartini di SMP Negeri 1 Singaraja

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, terbitlah kegiatan Talkshow dengan tema “ Perempuan Masa Kini dan Persamaan Gender”, di Ruang Guru...

by tatkala
April 21, 2026
Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi
Esai

Kartini Agraris: Wajah Baru Ketahanan Gizi

JIKA satu abad lalu Raden Ajeng Kartini menggunakan pena dan kertas untuk meruntuhkan tembok pingit, kini generasi penerusnya khususnya perempuan...

by Dodik Suprayogi
April 21, 2026
‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil
Lingkungan

‘Base Line Data’, Upaya untuk Mendeteks Perdagangan Liar Tukik di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil

KEBERADAAN tukik atau penyu di Kawasan Bentang Laut Sunda Kecil yang meliputi Bali, NTB dan NTT,  telah memberi dampak positif...

by Son Lomri
April 21, 2026
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan
Persona

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Kartini Hari Ini, Pertanyaan yang Belum Selesai

BULAN April, kita kembali secara khidmat mengingat nama Raden Ajeng Kartini dengan penuh hormat. Tentu saja karena jasa beliau yang...

by Petrus Imam Prawoto Jati
April 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co