13 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Guru Drona dan Mahapapa: Sebuah Telaah Kesadaran Eksistensial dan Transpersonal

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
August 8, 2025
in Ulas Buku
Guru Drona dan Mahapapa: Sebuah Telaah Kesadaran Eksistensial dan Transpersonal

Buku Anand Krisna

DALAM buku terbaru yang diterbitkan Yayasan Pendidikan Anand Krishna Juli 2025, Sanghyang Siksa Kandang Karesian: Ajaran Mulia Sunda Kuno Menjadi Manusia Visioner bagi Orang Modern, Guruji Anand Krishna menyampaikan pernyataan yang mengguncang konvensi: “Ada yang salah dengan Guru Drona.” Bagi banyak pemuja Mahabharata, Drona adalah guru agung. Namun, Guruji mengajak kita melihat lebih dalam – bukan pada keagungan gelar, tetapi pada kesadaran spiritual.

Guruji mengkritik tindakan Drona yang mencampuradukkan dharma Brahmana (jalan pengetahuan) dengan dharma Kshatriya (jalan kekuasaan), ketika meminta murid-muridnya menangkap Drupada sebagai balas dendam atas masa lalu. Peristiwa itu bukan hanya pelanggaran etik, tetapi termasuk dalam kategori mahāpāpa: kejahatan besar dalam spiritualitas Hindu atau Sanatana Dharma.

Untuk memahami kritik ini dalam konteks spiritual dan filosofis yang lebih luas, artikel ini akan menganalisisnya melalui Peta Kesadaran Hawkins, eksistensialisme Berdyaev, psikologi transpersonal William James, serta pesan kesadaran universal dari Guruji Anand Krishna.

1. Guru Drona dan Mahapapa: Antara Dharma dan Ambisi

Guru Drona, dalam kisah Mahabharata, adalah seorang Brahmana yang seharusnya teguh dalam jalan jnana – ilmu dan kebijaksanaan. Namun, demi balas dendam kepada Drupada, ia menuntut dakṣiṇā (imbalan) berupa penangkapan Drupada oleh para muridnya. Ia menginstrumentalisasi para kshatriya muda – termasuk Arjuna dan Bhima – untuk tujuan personal.

Menurut Guruji Anand Krishna:

“Dia telah melakukan mahāpāpa: mempermalukan Drupada, bukan sebagai khsatrya, tetapi sebagai Brahmana yang mencampuradukkan peran spiritual dengan hasrat pribadi.”

Dalam kosmologi Sanatana Dharma, pāpa adalah dosa, atipāpa adalah dosa besar, dan mahāpāpa adalah dosa yang menyentuh akar-akar kesadaran, menyimpang dari jalan dharma demi nafsu pribadi.

Drona, bukannya membimbing ke arah pembebasan (moksha), justru memperalat murid untuk menyelesaikan konflik batinnya. Ia gagal dalam peran sebagai guru sejati – guru tattva – karena membiarkan klesha (kemelekatan dan kebencian) menodai ajaran.

2. Peta Kesadaran Hawkins: Drona Beroperasi di Bawah Level 200

Dalam Power vs. Force, David R. Hawkins menyusun peta kesadaran dari skala 0–1000. Level 200 (Courage) adalah ambang batas antara destruktif dan konstruktif. Di bawahnya terdapat Shame, Guilt, Apathy, Grief, Fear, Desire, Anger, dan Pride.

Guru Drona, ketika memerintahkan penangkapan Drupada, beroperasi pada level Desire (125) dan Anger (150) – dua bentuk energi yang masih digerakkan oleh ego, bukan kesadaran murni.

Kesadaran seorang guru sejati seharusnya berada minimal pada level Acceptance (350), bahkan lebih tinggi di Love (500), Joy (540), atau Peace (600). Dalam konteks ini, Drona tidak mengajar dari state of being, melainkan dari state of lacking – dari luka batin yang belum disembuhkan.

Sebaliknya, Guruji Anand Krishna konsisten mengajak pembaca untuk naik ke wilayah kesadaran spiritual, meninggalkan energi egoik yang penuh ambisi dan kebencian.

3. Eksistensialisme Berdyaev: Kepribadian yang Tidak Autentik

Nikolai Berdyaev, filsuf eksistensialis Kristen Ortodoks, menyatakan bahwa manusia sejati adalah makhluk yang membebaskan dirinya dari sistem eksternal. Kebebasan dan kreativitas adalah inti eksistensi. Menurut Berdyaev, kepribadian yang otentik tidak dikendalikan oleh masa lalu atau struktur sosial, tetapi oleh panggilan batin.

Guru Drona gagal sebagai pribadi eksistensial karena:

  • Ia membiarkan masa lalu (penghinaan Drupada) menentukan tindakan masa kini.
  • Ia tunduk pada struktur kekuasaan: menginstruksikan kekerasan sebagai syarat “balas jasa”.
  • Ia kehilangan otonomi sebagai guru dan menjadi alat dendam.

Dalam terminologi Berdyaev, Drona telah melepaskan eksistensinya sebagai subjek yang bebas, dan memilih menjadi objek dari luka batin. Sebaliknya, tokoh seperti Krishna atau Arjuna dalam Mahabharata lebih mencerminkan nilai eksistensial sejati – bertindak dari kebijaksanaan, bukan luka.

4. William James dan Psikologi Transpersonal: Drona Tidak Menyentuh Kesadaran Puncak

William James, pelopor psikologi transpersonal, menyatakan bahwa realitas spiritual adalah pengalaman langsung dan pribadi, melampaui struktur keagamaan formal. Dalam The Varieties of Religious Experience, ia menyoroti pentingnya transformasi batin sebagai penanda spiritualitas sejati.

Drona tidak mengalami transformasi batin. Ia tetap menjadi pribadi yang terikat pada masa lalu, dendam, dan peran sosial. Ia belum menyentuh dimensi “the more”, sebagaimana disebut James – yaitu kontak langsung dengan sumber ilahi atau dimensi transpersonal.

Sebaliknya, pesan Guruji Anand Krishna sangat transpersonal: kesadaran tidak dibatasi oleh peran sosial. Baik Anda Brahmana, Ksatria, Waisya, maupun Sudra – spiritualitas adalah soal kesadaran, bukan kasta atau jabatan.

Sejatinya, kesadaran adalah satu-satunya nilai  yang utama. Seorang Brahmana yang hidup di bawah kendali amarah bukanlah Brahmana. Seorang petani yang penuh welas asih bisa lebih Brahmana darinya.

5. Kesadaran Visioner ala Guruji Anand Krishna: Melampaui Peran Sosial

Guruji tidak hanya mengkritik Drona, tetapi juga mengajak kita reflektif: berapa banyak guru atau pemimpin hari ini yang mencampuradukkan peran mereka? Berapa banyak pemuka agama, politisi, akademisi – yang secara formal tampil mulia, tetapi secara spiritual masih hidup dalam kemarahan, kebencian, dan dendam?

Guruji menghidupkan kembali ajaran kuno Sunda melalui Siksa Kandang Karesian, untuk menginspirasi manusia modern menjadi visioner spiritual – bukan sekadar fungsional secara sosial. Kesadaran visioner dalam konteks perilaku yang seharusnya dijadikan teladan dari seorang Guru seperti Drona adalah:

  • Tidak membalas dendam
  • Tidak mempermalukan yang lain
  • Tidak menjadikan jabatan sebagai alat kekuasaan
  • Tidak meminta gurudaksina dengan menganjurkan kekerasan atau paksaan

Jalan Guru Sejati adalah Kesadaran, Bukan Kekuasaan

Guru Drona, dalam analisis Guruji Anand Krishna, adalah simbol peringatan: bahkan orang yang tampak suci pun bisa jatuh jika tidak menjaga kesadarannya. Melalui pendekatan Hawkins, Berdyaev, dan William James, kita memahami bahwa:

  • Kesadaran rendah menghasilkan tindakan destruktif meskipun berasal dari tokoh agung.
  • Eksistensi sejati menuntut kejujuran dan pembebasan dari luka batin.
  • Transformasi spiritual sejati terjadi hanya ketika seseorang bersentuhan dengan transpersonal self.

Guruji Anand Krishna mengajak kita tidak hanya menjadi murid yang patuh, tetapi juga menjaga keluhuran ajaran, penguji kesadaran, dan penyala lentera batin. Sebab dunia hari ini tidak kekurangan orang pintar – yang kurang adalah orang yang sadar. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Utang Perbincangan Dua Abad Pada Putu Juli Sastrawan Setelah Membaca Novel “Menuai Badai”
Ajaklah Waktu untuk Menidurkan Puisi, dan Memensiunkan Mimpi-mimpi — Catatan Buku Puisi Willy Fahmy Agiska “seperti orang mati yang hidup”
Menyembuhkan Ilusi “Manusia Berkuasa Atas Bumi” | Ulasan Buku “Al Qur’an Bilang Kepentingan Bumi Harus Didahulukan” karya AS Rosyid
Menyakiti Makhluk Itu Bisa Mengakhiri Zaman | Ulasan Buku “Musik Akhir Zaman” karya Kiki Sulistyo
Menguntit Tuan Agerbeek ke Hindia Belanda
Tags: BukuDronakisah mahabharataMahabharata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bendera One Piece dan Krisis Simbolisme Nasional

Next Post

Membaca Ulang Mead dan Kesehatan Mental Orang Bali

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

by IRZI
July 12, 2026
0
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

Read moreDetails

Mahindu, Si Perempuan Tembikar

by Mas Ruscitadewi
July 10, 2026
0
Mahindu, Si Perempuan Tembikar

Risalah Perempuan-Perempuan Tembikar yang dipakai sebagai judul kumpulan puisi ini mengisyaratkan pilihan, penilaian dan sudut pandang penyair dalam membahas masalah...

Read moreDetails

“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

by I Nyoman Darma Putra
July 9, 2026
0
“Mindfulness-Based Learning” alias Belajar Berbasis-Adnyana

KALAU puisi adalah sebuah negeri, maka Dr. Kadek Sonia Piscayanti, S.Pd., M.Pd. adalah warga-negara yang paling mencintai negerinya. "I love...

Read moreDetails

Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

by Dede Putra Wiguna
July 3, 2026
0
Membaca Makna Pulang dalam Novel ‘Rumah’ karya JS Khairen

Judul             : Rumah Penulis          : JS Khairen Penerbit        : PT Elex Media Komputindo Editor             : Trian Lesmana dan Dion Rahman...

Read moreDetails

Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

by Dede Putra Wiguna
July 1, 2026
0
Rahim, Luka, dan Hak atas Tubuh  –Membaca “Korpus Uterus” karya Sasti Gotama

Judul             : Korpus Uterus Penulis          : Sasti Gotama Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama Editor             : Ruth Priscilia Angelina Tebal buku  ...

Read moreDetails

Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya

by dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, Sp.KJ
May 31, 2026
0
Menata Luka, Merawat Jiwa  —Pengantar Buku ‘Laki-laki yang Menata Lukanya di Rak Buku’ karya Angga Wijaya

SAYA masih ingat pertemuan pertama dengan Angga Wijaya di sebuah rumah sakit besar di Denpasar, bertahun-tahun lalu, ketika saya masih...

Read moreDetails

Membaca Racauan Arman Dhani

by Wayan Esa Bhaskara
May 30, 2026
0
Membaca Racauan Arman Dhani

Judul               : 30 Tahun dan Gagal Penulis            : Arman Dhani Tahun terbit    : Februari 2026 Penerbit          : EA Books...

Read moreDetails

Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’

by Inno Koten
May 20, 2026
0
Reruntuhan di Sekitar Sosok Ayah dalam ‘Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong’

TERBIT pada tahun 2024, Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong (selanjutnya disingkat AMKM) menjadi semacam pemenuhan keinginan Eka Kurniawan untuk menulis novel...

Read moreDetails

Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

by Heski Dewabrata
May 14, 2026
0
Nietzsche Tidak Membunuh Tuhan

“Tuhan telah mati,” begitulah bunyi frasa yang dituliskan Nietzsche dalam Thus Spoke Zarathustra yang mencoba menyingkap kondisi sosial masyarakat saat...

Read moreDetails

Makassar yang Sempat Terabaikan

by Moch. Ferdi Al Qadri
April 16, 2026
0
Makassar yang Sempat Terabaikan

Judul: Makasssar Nol Kilometer Penulis: Anwar J. Rahman, dkk. Penerbit: Tanahindie Press Tahun: 2014 Halaman: xviii + 255 MAKASSAR-NYA satu,...

Read moreDetails
Next Post
Telenovela

Membaca Ulang Mead dan Kesehatan Mental Orang Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026
Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum
Esai

Mengajar Sastra dengan Pendekatan Literasi: Implementasi Sastra Masuk Kurikulum

Materi ini akan disampaikan dalam Festival Seni Bali Jani VIII, Denpasar 20 Juli 2026 MENJADI dosen sastra bagi saya bukan...

by I Wayan Artika
July 12, 2026
Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno
Ulas Buku

Yang Paling Dalam, Yang Tetap Online  —Prolog untuk Buku Puisi “Yang Paling Dalam, Yang Paling Diam” karya Chris Triwarseno

KITA tidak memulai dari halaman kosong. Kita masuk ketika semuanya sudah berlangsung. Layar sudah menyala, jempol bergerak hampir tanpa perintah,...

by IRZI
July 12, 2026
Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana
Esai

Tak Ada Goresan yang Salah —Mengenang Made Budhiana

Hal pertama yang saya ingat dari Made Budhiana bukanlah lukisan. Melainkan suara The Doors yang diputar keras-keras di studionya. Kadang...

by Agung Bawantara
July 12, 2026
Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud
Panggung

Keserakahan yang Menghancurkan Persaudaraan: Drama-Tari “Pemurtian Sunda Upasunda” Hidupkan Kembali Pesan Adiparwa di Piodalan Pura Dalem Desa Adat Ubud

SERANGKAIAN dengan Upacara Piodalan Pedudusan Alit di Pura Dalem Desa Adat Ubud pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, hari Selasa (7/7/2026),...

by Agus Eka Cahyadi
July 11, 2026
Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa
Ulas Pentas

Tubuh-Properti-Panggung “Gita Sarayu” Desa Selat, Karangasem: Catatan Ringkas dari Perspektif (Seni) Rupa

BERDAMAI dengan panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali, Art Centre di Denpasar tidaklah mudah, sebab siapa pun yang...

by Dewa Purwita Sukahet
July 11, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co