23 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Guru Drona dan Mahapapa: Sebuah Telaah Kesadaran Eksistensial dan Transpersonal

Agung Sudarsa by Agung Sudarsa
August 8, 2025
in Ulas Buku
Guru Drona dan Mahapapa: Sebuah Telaah Kesadaran Eksistensial dan Transpersonal

Buku Anand Krisna

DALAM buku terbaru yang diterbitkan Yayasan Pendidikan Anand Krishna Juli 2025, Sanghyang Siksa Kandang Karesian: Ajaran Mulia Sunda Kuno Menjadi Manusia Visioner bagi Orang Modern, Guruji Anand Krishna menyampaikan pernyataan yang mengguncang konvensi: “Ada yang salah dengan Guru Drona.” Bagi banyak pemuja Mahabharata, Drona adalah guru agung. Namun, Guruji mengajak kita melihat lebih dalam – bukan pada keagungan gelar, tetapi pada kesadaran spiritual.

Guruji mengkritik tindakan Drona yang mencampuradukkan dharma Brahmana (jalan pengetahuan) dengan dharma Kshatriya (jalan kekuasaan), ketika meminta murid-muridnya menangkap Drupada sebagai balas dendam atas masa lalu. Peristiwa itu bukan hanya pelanggaran etik, tetapi termasuk dalam kategori mahāpāpa: kejahatan besar dalam spiritualitas Hindu atau Sanatana Dharma.

Untuk memahami kritik ini dalam konteks spiritual dan filosofis yang lebih luas, artikel ini akan menganalisisnya melalui Peta Kesadaran Hawkins, eksistensialisme Berdyaev, psikologi transpersonal William James, serta pesan kesadaran universal dari Guruji Anand Krishna.

1. Guru Drona dan Mahapapa: Antara Dharma dan Ambisi

Guru Drona, dalam kisah Mahabharata, adalah seorang Brahmana yang seharusnya teguh dalam jalan jnana – ilmu dan kebijaksanaan. Namun, demi balas dendam kepada Drupada, ia menuntut dakṣiṇā (imbalan) berupa penangkapan Drupada oleh para muridnya. Ia menginstrumentalisasi para kshatriya muda – termasuk Arjuna dan Bhima – untuk tujuan personal.

Menurut Guruji Anand Krishna:

“Dia telah melakukan mahāpāpa: mempermalukan Drupada, bukan sebagai khsatrya, tetapi sebagai Brahmana yang mencampuradukkan peran spiritual dengan hasrat pribadi.”

Dalam kosmologi Sanatana Dharma, pāpa adalah dosa, atipāpa adalah dosa besar, dan mahāpāpa adalah dosa yang menyentuh akar-akar kesadaran, menyimpang dari jalan dharma demi nafsu pribadi.

Drona, bukannya membimbing ke arah pembebasan (moksha), justru memperalat murid untuk menyelesaikan konflik batinnya. Ia gagal dalam peran sebagai guru sejati – guru tattva – karena membiarkan klesha (kemelekatan dan kebencian) menodai ajaran.

2. Peta Kesadaran Hawkins: Drona Beroperasi di Bawah Level 200

Dalam Power vs. Force, David R. Hawkins menyusun peta kesadaran dari skala 0–1000. Level 200 (Courage) adalah ambang batas antara destruktif dan konstruktif. Di bawahnya terdapat Shame, Guilt, Apathy, Grief, Fear, Desire, Anger, dan Pride.

Guru Drona, ketika memerintahkan penangkapan Drupada, beroperasi pada level Desire (125) dan Anger (150) – dua bentuk energi yang masih digerakkan oleh ego, bukan kesadaran murni.

Kesadaran seorang guru sejati seharusnya berada minimal pada level Acceptance (350), bahkan lebih tinggi di Love (500), Joy (540), atau Peace (600). Dalam konteks ini, Drona tidak mengajar dari state of being, melainkan dari state of lacking – dari luka batin yang belum disembuhkan.

Sebaliknya, Guruji Anand Krishna konsisten mengajak pembaca untuk naik ke wilayah kesadaran spiritual, meninggalkan energi egoik yang penuh ambisi dan kebencian.

3. Eksistensialisme Berdyaev: Kepribadian yang Tidak Autentik

Nikolai Berdyaev, filsuf eksistensialis Kristen Ortodoks, menyatakan bahwa manusia sejati adalah makhluk yang membebaskan dirinya dari sistem eksternal. Kebebasan dan kreativitas adalah inti eksistensi. Menurut Berdyaev, kepribadian yang otentik tidak dikendalikan oleh masa lalu atau struktur sosial, tetapi oleh panggilan batin.

Guru Drona gagal sebagai pribadi eksistensial karena:

  • Ia membiarkan masa lalu (penghinaan Drupada) menentukan tindakan masa kini.
  • Ia tunduk pada struktur kekuasaan: menginstruksikan kekerasan sebagai syarat “balas jasa”.
  • Ia kehilangan otonomi sebagai guru dan menjadi alat dendam.

Dalam terminologi Berdyaev, Drona telah melepaskan eksistensinya sebagai subjek yang bebas, dan memilih menjadi objek dari luka batin. Sebaliknya, tokoh seperti Krishna atau Arjuna dalam Mahabharata lebih mencerminkan nilai eksistensial sejati – bertindak dari kebijaksanaan, bukan luka.

4. William James dan Psikologi Transpersonal: Drona Tidak Menyentuh Kesadaran Puncak

William James, pelopor psikologi transpersonal, menyatakan bahwa realitas spiritual adalah pengalaman langsung dan pribadi, melampaui struktur keagamaan formal. Dalam The Varieties of Religious Experience, ia menyoroti pentingnya transformasi batin sebagai penanda spiritualitas sejati.

Drona tidak mengalami transformasi batin. Ia tetap menjadi pribadi yang terikat pada masa lalu, dendam, dan peran sosial. Ia belum menyentuh dimensi “the more”, sebagaimana disebut James – yaitu kontak langsung dengan sumber ilahi atau dimensi transpersonal.

Sebaliknya, pesan Guruji Anand Krishna sangat transpersonal: kesadaran tidak dibatasi oleh peran sosial. Baik Anda Brahmana, Ksatria, Waisya, maupun Sudra – spiritualitas adalah soal kesadaran, bukan kasta atau jabatan.

Sejatinya, kesadaran adalah satu-satunya nilai  yang utama. Seorang Brahmana yang hidup di bawah kendali amarah bukanlah Brahmana. Seorang petani yang penuh welas asih bisa lebih Brahmana darinya.

5. Kesadaran Visioner ala Guruji Anand Krishna: Melampaui Peran Sosial

Guruji tidak hanya mengkritik Drona, tetapi juga mengajak kita reflektif: berapa banyak guru atau pemimpin hari ini yang mencampuradukkan peran mereka? Berapa banyak pemuka agama, politisi, akademisi – yang secara formal tampil mulia, tetapi secara spiritual masih hidup dalam kemarahan, kebencian, dan dendam?

Guruji menghidupkan kembali ajaran kuno Sunda melalui Siksa Kandang Karesian, untuk menginspirasi manusia modern menjadi visioner spiritual – bukan sekadar fungsional secara sosial. Kesadaran visioner dalam konteks perilaku yang seharusnya dijadikan teladan dari seorang Guru seperti Drona adalah:

  • Tidak membalas dendam
  • Tidak mempermalukan yang lain
  • Tidak menjadikan jabatan sebagai alat kekuasaan
  • Tidak meminta gurudaksina dengan menganjurkan kekerasan atau paksaan

Jalan Guru Sejati adalah Kesadaran, Bukan Kekuasaan

Guru Drona, dalam analisis Guruji Anand Krishna, adalah simbol peringatan: bahkan orang yang tampak suci pun bisa jatuh jika tidak menjaga kesadarannya. Melalui pendekatan Hawkins, Berdyaev, dan William James, kita memahami bahwa:

  • Kesadaran rendah menghasilkan tindakan destruktif meskipun berasal dari tokoh agung.
  • Eksistensi sejati menuntut kejujuran dan pembebasan dari luka batin.
  • Transformasi spiritual sejati terjadi hanya ketika seseorang bersentuhan dengan transpersonal self.

Guruji Anand Krishna mengajak kita tidak hanya menjadi murid yang patuh, tetapi juga menjaga keluhuran ajaran, penguji kesadaran, dan penyala lentera batin. Sebab dunia hari ini tidak kekurangan orang pintar – yang kurang adalah orang yang sadar. [T]

Penulis: Agung Sudarsa
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Utang Perbincangan Dua Abad Pada Putu Juli Sastrawan Setelah Membaca Novel “Menuai Badai”
Ajaklah Waktu untuk Menidurkan Puisi, dan Memensiunkan Mimpi-mimpi — Catatan Buku Puisi Willy Fahmy Agiska “seperti orang mati yang hidup”
Menyembuhkan Ilusi “Manusia Berkuasa Atas Bumi” | Ulasan Buku “Al Qur’an Bilang Kepentingan Bumi Harus Didahulukan” karya AS Rosyid
Menyakiti Makhluk Itu Bisa Mengakhiri Zaman | Ulasan Buku “Musik Akhir Zaman” karya Kiki Sulistyo
Menguntit Tuan Agerbeek ke Hindia Belanda
Tags: BukuDronakisah mahabharataMahabharata
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Bendera One Piece dan Krisis Simbolisme Nasional

Next Post

Membaca Ulang Mead dan Kesehatan Mental Orang Bali

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa

Agung Sudarsa, SE, SH, MH adalah Wakil Ketua Prajaniti Hindu Indonesia Provinsi Bali bidang Sosial Budaya, Direktur LBH Manusia Merdeka, jurnalis indonesiaexpose.co.id, dan kandidat doktor di UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dengan disertasi: Inner Peace, Communal Love, Global Harmony: Yoga, Meditasi, dan Visi Anand Krishna tentang One Earth, One Sky, One Humankind

Related Posts

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

by Hartanto
October 21, 2026
0
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

Read moreDetails

Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

by Ahmad Hirzan Anwari
October 13, 2026
0
Merayakan 10 Tahun Cak Dlahom, Sosok Sufi yang Aneh dalam Buku Rusdi Mathari

BUKU Rusdi Mathari berjudul Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, genap berusia 10 tahuan. Buku Mojok, sebagai penerbit, merayakan ulang...

Read moreDetails

Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

by Emi Suy
October 8, 2026
0
Jalan yang Mengubah Momen Menjadi Monumen: Menyusuri Perjalanan Batin dalam “Traveling With Soul” karya Meilani Dhamayanti

KITA sering berangkat dengan tujuan yang telah ditentukan, seolah jalan hanya perlu mengantar tubuh sampai ke sebuah tempat. Padahal, perjalanan...

Read moreDetails

Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

by Abdul Karim Abraham
September 29, 2026
0
Kisah Pinggiran 1965: Belajar Empati dari Lasmi

LASMI, perempuan muda yang cukup populer di kampungnya. Penampilannya sederhana, ia tidak mengenakan aksesoris apapun, kecuali jam tangan dengan tali...

Read moreDetails

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

by Wisnu Oktaditya
September 12, 2026
0
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

Read moreDetails

Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

by Chusmeru
September 3, 2026
0
Makna Komunikasi di Balik Lagu: Ulas Buku Hermeneusical Karya Ahmad Sihabudin

Judul Buku: HERMENEUSICAL Menafsir Musik dalam Komunikasi Manusia Penulis      : Prof.Dr. Ahmad Sihabudin, M.Si Penerbit    : Indigo Media, Kota Tangerang...

Read moreDetails

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

by IRZI
August 3, 2026
0
SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

Read moreDetails

Tuhan Yang Maha Puisi

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
0
Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

Read moreDetails

SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

by I Wayan Sujana Suklu
July 26, 2026
0
SNERAYUZA: Ketika Studio Menjadi Sajak, Ketika Lukisan Menjadi Puisi

SEBUAH buku yang selesai dibaca ketika halaman terakhir ditutup. Ada pula buku yang baru mulai dibaca justru setelah kita menutupnya....

Read moreDetails

Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

by Azwar
July 17, 2026
0
Kehilangan, Bahasa, dan Memori Kolektif dalam Karya Sastra —Membaca “Singkarak, Riang dan Sendunya” Karya Ragdi F Daye

Singkarak, Riang dan Sendunya merupakan kumpulan cerpen karya Ragdi F Daye yang diterbitkan Rumahkayu Pustaka pada Mei 2026. Buku ini...

Read moreDetails
Next Post
Telenovela

Membaca Ulang Mead dan Kesehatan Mental Orang Bali

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Hak Retensi Bukan Penggelapan:  Menguji Batas Penahanan Sertifikat dalam Sengketa Fee

SERTIFIKAT tanah ditahan, fee belum dibayar, tetapi pemegang sertifikat justru dituding melakukan perbuatan melawan hukum. Bahkan, dalam situasi tertentu, penguasaan...

by I Made Pria Dharsana
October 21, 2026
Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali
Pendidikan

Saat “Proses” Menjadi Mahakarya: Dokumenter Seni Intermedium Dosen ISI Bali

ADAPTASI proses penciptaan karya seni pertunjukan ke layar lebar membuat cerita terasa lebih hidup dan menarik. Keleluasaan medium film (moving...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata
Pariwisata

Dari Summit ke Buku, IHGMA Bali Merawat Gagasan tentang Masa Depan Pariwisata

DUA hari diskusi di Bali Sunset Road Convention Center, Kuta, pada 25–26 September 2026, mempertemukan para pemimpin perhotelan dan pariwisata...

by Nyoman Budarsana
October 21, 2026
Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.
Ulas Buku

Sepetik Buku IB Putra Adnyana : “Karya Visual Dengan Multi Sensorik”.

SUNGGUH beruntung, saya mendapatkan buku Karya Visual dengan Multi Sensorik karya IB Putra Adnyana ini. Meski baru sampai bab III...

by Hartanto
October 21, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

by Chusmeru
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co