14 July 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menelusuri Jejak Walter Spies Sembari Membangun Refleksi Pembangunan Bali

I Nyoman Gede Maha Putra by I Nyoman Gede Maha Putra
May 26, 2025
in Ulas Film
Menelusuri Jejak Walter Spies Sembari Membangun Refleksi Pembangunan Bali

Film Roots

NAMA Walter Spies tentu saja sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat Bali, terutama Ubud. Di tempat tinggal terakhirnya tersebut, ia bahkan punya nama yang lebih diakrabi oleh lidah lokal yaitu Tuan Tepis.

Kamis lalu, 22/05/2025, saya menghadiri undangan untuk menonton sebuah film berjudul Roots: One Hundred Years Walter Spies in Bali. Dari judulnya, saya menebak jika ini akan menjadi sebuah film biograpi pelukis berdarah Jerman-Rusia tersebut.

Dan, saya salah. Sebentar, tidak sepenuhnya salah karena ada juga kilasan cerita tentang kehadirannya di Bali. Sutradaranya bahkan menyertakan kisah ringkas kehidupannya sebelum beranjak ke Hindia Belanda, nama Indonesia pada jaman pra-kemerdekaan. Maksud saya, ini lebih dari sekedar biografi. Ini jauh lebih dalam dan lebih padat. Isinya, jika kita melihatnya dari kacamata masyarakat Bali, adalah sebuah kritik tajam namun disajikan dengan bungkus biografi.

Secara plot, film ini tampil meloncat-loncat. Sesekali, kita disajikan keadaan dunia, terutama di Jerman dan Eropa Barat masa awal abad ke-20, lalu meloncat ke Jakarta dan Yogyakarta tahun 1920-an sebelum ke Bali baik di masa lalu maupun di hari ini. Ini terjadi beberapa kali yang jika digambarkan seperti gigi gergaji, maju mundur. Tetapi dari situ, secara perlahan kita digiring tanpa sadar untuk memahami transformasi apa yang sedang terjadi secara global baik di masa lalu maupun di masa kini. Transformasi yang membuat kita menyaksikan Bali hari ini.

Diceritakaan soal masa kecil hingga remaja Walter Spies, kemudian kehidupan masa perang yang membuatnya cukup nekad bertualang ke Batavia. Tidak sabar menunggu waktu sandar, konon ia melompat dari kapal untuk menuju daratan. Bertahan hidup bukan hal mudah, dan Spies memilih jalan sebagai guru musik hingga ke Yogyakarta di mana ia berjumpa Punggawa Ubud yang membawanya ke Bali. Disinilah petualangannya dimulai.

Spies mengambil sekaligus memberi inspirasi bagi perkembangan seni budaya lokal. Lukisan-lukisannya selama tinggal di Ubud menunjukkan apresiasinya terhadap segala sesuatu yang ada di Bali. Ia juga menginspirasi lahirnya tarian kecak, yang awalnya adalah iringan tarian sacral, untuk bisa menjadi pentas kolosal disaksikan oleh turis. Tidak berhenti di situ, bersama beberapa seniman lokal dan punggawa Ubud, ia juga memodernkan distribusi barang-barang seni melalui koperasi Pita Maha.

Cerita lalu meloncat. Bali kini menghadapi msalah sampah yang pelik. Meningkatnya aktivitas wisata turut berkontrbusi terhadap persoalan yang kini menjadi atensi public. Bli Made Bayak mengajak kita bertualang ke teluk Benoa. Kawasan ini sempat heboh oleh rencana reklamasi yang mendapat penolakan luas. Rencana ini juga merupakan bagian dari perkembangan pariwisata. Bayak bersama seorang warga melihat gunung sampah dari atas perahunya yang melintas di Teluk Benoa.

Persoalan ini juga menjadi inspirasi lukisan-lukisan seniman Gus Dark. Pemuda gondrong asal desa Sidemen ini aktif membuat kartun yang bertemakan kampanye untuk memerangi sampah. Usahanya dilakukan melalui poster hingga penjualan T-Shirt. Desa ini bertetangga dengan Desa Iseh di Karangasem.

Iseh sendiri merupakan desa di mana Spies pernah tinggal saat menjadi buruan pemerintah kolonial. Di sebuah lahan terpencil yang jauh dari permukiman warga, seniman berkulit pucat itu membangun sebuah tempat persembunyian sekaligus tempatnya menyepi. Kini, desa ini ramai dengan rumah peristirahatan berupa villa.

Ya transformasi bidang investasi property juga sedang berlangsung. Lahan-lahan milik masyarakat lokal banyak yang beralih ke tangan investor. Meski tidak segera dibangun, lahan tersebut tetap menguntungkan karena nilainya terus naik setiap tahun. Seorang petani di dalam film, yang ternyata ayah dari seorang kawan, mengatakan ia hanya petani penggarap lahan. Pemiliknya investor besar yang sudah mengakuisisi lahan bertahun lampau.

Di sebelahnya, investor besar dari Rusia sedang membangun mimpi membangun kota global. Pemodal dari seluruh dunia diundang untuk berpartisipasi guna mencapai cita-citanya. Di sana, terselip juga kisah lokal dimana anak-anak diajarkan untuk mencintai budayanya. Selain itu, investasi besar tersebut juga memberi lapangan pekerjaan bagi generasi muda di sana. Ada banyak lagi kisah terserak sepanjang film. Sangat padat, adalah kesan yang saya tangkap.

Di awal acara, sang sutradara menyebutkan Bali menjadi pionir dalam pengembangan pariwisata. Sebelum berkemabng di Bali, memang sudah terjadi perjalanan wisata di eropa tetapi bukan menjangkau wilayah yang jauh dari tempat asal turis. Semenjak Bali dikenal dunia awal abad ke-20, pariwisata dengan tujuan jarak jauh mulai berkembang. Bali, hingga kini, tetap mnjadi salah satu node penting setiap ada pembicaraan atau pembahasan soal pariwisata.

Beberapa kali kesempatan menjadi narasumber seminar di berbagai belahan bumi, orang selalu menanyai saya tentang Bali karena pariwisatanya. Tidak bisa kita pungkiri bahwa salah satu orang yang membuat Bali seperti ini adalah Walter Spies.

Pariwisata dan Bali memang sudah tidak lagi bisa dipisahkan. Dengan segala kontroversi dan keuntungan ekonomi yang dibawanya, kita sudah tidak lagi punya pilihan. Sebagian dari kita memperoleh manfaat langsung dari pariwisata. Sebagian lainnya mungkin tidak mendapat tetapi malah memperoleh gangguan darinya. Di tengahnya, ada masyarakat yang mendapat keuntungan sekaligus juga mendapat kerugian tanpa mampu membuat pilihan. Dualisme dan dualitas yang dilematis inilah yang saya lihat pesan yang ditampilkan.

Ini memang film yang multiintepretasi. Tidak ada hitam putih. Tanpa peran protagonis atau antagonis. Penonton seolah dibiarkan untuk membangun sendiri pembacaannya atas makna yang tersirat. Mereka yng datang sekedar mencari kisah Walter Spies mungkin tidak menemukan apa yang dicarinya secara utuh tetapi menjumpai banyak fakta lain. Fakta-fakta yang tumbuh dari benih dan akar yang ditanam, sebagian, oleh Walter Spies. Karena itulah judulnya sangat tepat: ROOTS. [T]

Penulis: Gede Maha Putra
Editor: Adnyana Ole

BACA artikel lain dari penulis GEDE MAHA PUTRA

  • BACA JUGA:
Harapan itu Bernama Jumbo!
“Fireworks Wednesday”: Api Membakar Cadar Rumah Tangga
“Forushande”: Bagaimana Orang Bisa Berubah Menjadi Sapi?
Elphaba-Glinda (Wicked 2024): Cermin Kontras Psikologi Identitas dalam Komunikasi Antarbudaya
Suitcase (2023) dan Suku Kurdi yang Masih Terdiskriminasi
Tags: balifilmSeni RupaUbudWalter Spies
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Eternals, “Aum” yang Menghenyakkan Jiwa pada Acara “ASMARALOKA”—Album Launch Showcase dari Arkana

Next Post

Wahyu Sanjaya dan Cintya Pradnyandewi Terpilih Sebagai Duta Bahasa Provinsi Bali 2025

I Nyoman Gede Maha Putra

I Nyoman Gede Maha Putra

Dosen arsitektur di Universitas Warmadewa

Related Posts

Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

by Satria Aditya
June 1, 2026
0
Ki Ai Nirnur —Ketika Ogoh-Ogoh Bertanya tentang Kita

SORE itu, 31 Mei 2026, Cinepolis di Plaza Renon, Denpasar, terasa berbeda. Tidak ramai seperti biasanya. Tidak ada antrean panjang...

Read moreDetails

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
0
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

Read moreDetails

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026
0
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

Read moreDetails

Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

by Made Adnyana
May 6, 2026
0
Film ‘Michael’ : Merayakan Sang Raja, Menghindari Bayang-Bayang Kontroversi

TIDAK banyak film biografi mampu merangkum kehidupan seorang musisi besar secara utuh. Ada yang memilih merayakan, ada pula yang mencoba...

Read moreDetails

Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

by Jaswanto
March 28, 2026
0
Hoppers (2026): Kritik Sosial-Ekologis yang Setengah Hati

SEJAK menonton video promosi singkatnya di media sosial, saya tahu bahwa Hoppers (2026) bukan sekadar film animasi yang diperuntukkan untuk...

Read moreDetails

Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

by Agung Kesawa Kevalam
February 12, 2026
0
Film ‘Sore: Istri dari Masa Depan’: Ketika Cinta Datang untuk Mengubah Takdir

ADA jenis cinta yang datang untuk menemani, dan banyak juga yang datang untuk mengingatkan. Itulah kesan yang saya dapatkan ketika...

Read moreDetails

Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

by Rana Nasyitha
January 24, 2026
0
Sisi Lain 1965 : ‘Surat dari Praha’ (2016)

WAKTU itu saya melihat judul film ini di sebuah aplikasi/platform streaming lokal. Di antara kumpulan film indonesia lainnya, Surat Dari...

Read moreDetails

Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

by Ahmad Sihabudin
January 23, 2026
0
Alas Roban: Hermeneutika Ketakutan, Ibu, dan Ingatan Kolektif Jawa

BAGI generasi yang tumbuh sebelum jalan tol Trans Jawa rampung, nama Alas Roban bukan sekadar penanda geografis. Ia adalah kata...

Read moreDetails

Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup? — Tanggapan untuk Jaswanto

by Angga Wijaya
January 21, 2026
0
Mengapa Kita Membutuhkan Drama untuk Bertahan Hidup?  — Tanggapan untuk Jaswanto

PADA esai Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial (Tatkala.co, 16 Januari 2026), saya sepakat dengan Jaswanto, sang penulis, dalam...

Read moreDetails

Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

by Jaswanto
January 16, 2026
0
Eskapisme dan Mikrodrama China di Media Sosial

SEORANG pria muda jomlo dan kurang mampu dari zaman modern entah bagaimana ceritanya bisa melintasi waktu dan masuk ke tubuh...

Read moreDetails
Next Post
Wahyu Sanjaya dan Cintya Pradnyandewi Terpilih Sebagai Duta Bahasa Provinsi Bali 2025

Wahyu Sanjaya dan Cintya Pradnyandewi Terpilih Sebagai Duta Bahasa Provinsi Bali 2025

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kacak Kicak dan Pembacaan Akan Sesuatu yang Setengah-Setengah

    23 shares
    Share 23 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif
Khas

Beranda Pustaka Hidupkan Festival Seni Bali Jani VIII, Hadirkan Ruang Literasi yang Hangat dan Inklusif

DI tengah semarak pertunjukan seni yang mewarnai Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII, hadir sebuah ruang yang menawarkan pengalaman berbeda....

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”
Panggung

Wayang Ental dan Ruang yang Tersisa Sebelum “Nanti Dulu”

BAYANGAN adalah jiwa dari wayang kulit. Di tangan seorang dalang, lembar-lembar kulit hidup melalui permainan cahaya. Namun, Wayang Ental memilih...

by Nyoman Budarsana
July 14, 2026
Ketika Waktu Berpindah Tangan
Ulas Musik

Ketika Waktu Berpindah Tangan

Ada lagu yang tidak sekadar didengar, melainkan mengetuk zaman. The Times They Are a-Changin’ karya Bob Dylan adalah salah satunya....

by Ahmad Sihabudin
July 13, 2026
Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka
Tualang

Menguak Pesanggrahan Prabu Siliwangi di ‘Kota Angin’ Majalengka

MENYUSURI jalanan di Kabupaten Majalengka mengingatkan berbagai julukan yang melekat pada daerah di bagian timur Provinsi Jawa Barat ini. Pertama...

by Chusmeru
July 13, 2026
Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026
Khas

Membincangkan Posisi dan Potensi Sastra Indonesia di Singaraja Literary Festival 2026

 “Generasi yang selalu difitnah inilah yang sebetulnya menghidupkan sastra masa kini.” Pernyataan JS Khairen itu menjadi salah satu penanda arah...

by Dede Putra Wiguna
July 13, 2026
Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’
Esai

Dosen itu Buruh atau ‘Professional-Managerial Class?’

PERDEBATAN mengenai apakah dosen itu buruh atau bukan semakin sering terdengar di media sosial dan berbagai ruang diskusi akademik di...

by Afgan Fadilla
July 13, 2026
Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan
Panggung

Indonesia Flair Tandem 2026: Saat Bartender Menyulap Atraksi Menjadi Seni Pertunjukan

DENTING botol beradu dengan irama musik. Shaker melayang di udara, berputar beberapa kali sebelum kembali mendarat tepat di tangan sang...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani
Panggung

Rockestrasi, Ketika Rock dan Orkestra Bersatu di Festival Seni Bali Jani

DENTUMAN drum, raungan gitar listrik, dan koor ratusan penonton menggema di Panggung Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (12/7/2026) malam....

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan
Panggung

“Sumpah Drupadi”, Panggung Refleksi tentang Martabat dan Keadilan

PERTUNJUKAN drama klasik persembahan Sanggar Teater Mini pada pembukaan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026 membangkitkan nostalgia penonton,...

by Nyoman Budarsana
July 13, 2026
Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali
Panggung

Festival Seni Bali Jani 2026 Resmi Bergulir, Ruang Kreativitas Baru Seni Modern dan Kontemporer Bali

Usai menutup rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Bali langsung membuka lembaran baru perjalanan kesenian melalui...

by Nyoman Budarsana
July 12, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

HINDU BALI OLENG KARENA TIGA PILAR SUCI TAK SEIMBANG?

— Sugi Lanus, Catatan Harian 8 Juli 2026 Agama Hindu di Bali berdiri di atas tiga pilar suci yang tak...

by Sugi Lanus
July 12, 2026
Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh
Khas

Pra-Ignite Fest Kesbam, Membangun Keakraban Sebelum Mengenal Lebih Jauh

PAGI itu, matahari belum membumbung tinggi. Namun halaman SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam) sudah dipenuhi ratusan wajah baru penuh...

by Dede Putra Wiguna
July 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co