2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyalakan Kembali Api “Young Artist Style”: Pameran Murid-murid Arie Smit di Neka Art Museum

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
May 21, 2025
in Pameran
Menyalakan Kembali Api “Young Artist Style”: Pameran Murid-murid Arie Smit di Neka Art Museum

Ketut Soki, "Pulau Bali", acrylic on canvas

DALAM rangka memperingati 109 tahun hari kelahiran almarhum perupa Arie Smit, digelar pameran murid-muridnya yang tergabung dalam penggayaan Young Artist.

Pameran yang akan digelar pada tanggal 24 Mei hingga 12 Juni 2025 ini mengambil tema  “Young Artist Style : Mazhab Revitalization Now and Future”.

Perhelatan ini mengambil tempat di Neka Art Museum Ubud dan House of Arie Smit. Kurator pameran ini adalah Hartanto, dan Co Kurator  Benito Lopulalan.

Karya-karya generasi awal atau murid langsung Arie Smit, ada 8 orang yang sebagian juga sudah almarhum – mereka masing-masing I Njoman Tjakra, I Ketut Soki, Ngurah KK, I Ketut Tagen, I Wayan Pugur, I Wayan Tembles, I Made Runia, dan I Wayan Pageh.

Menurut Direktur Neka Art Museum (NAM) ,Dr. Pande Made K. Suteja, untuk memberi penghormatan kepada para pelukis generasi pertama ini karya mereka akan digelar di Bimasena Hall, Neka Art Museum.

Sementara itu, kata Pande Made K Suteja, generasi penerus penggayaan Young Artist  datang dari desa-desa sekitar Ubud yang masih menjadi ladang subur bagi seni, antara lain Penestanan, Baung Sayan, Kutuh Sayan, Mas Sayan, Campuhan, hingga Bongkasa. Komunitas ini terus bertumbuh, membuktikan bahwa semangat Young Artist Style belum padam.

“Ada 17 perupa dari generasi kedua ini yang berpartisipasi dalam pameran ini,” kata Pande Made K Suteja menjelaskan.

Penggayaan Young Artist diinisiasi oleh maestro perupa Arie Smit. Perupa kelahiran Zaandam Belanda 15 April 1916 ini mulai mendidik anak-anak desa Penestanan tahun 1960 an. Ini, diawali oleh pertemuan pelukis Arie Smit dengan anak-anak umur awal belasan tahun di areal sawah Subak Pacekan Penestanan, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.

Menurut penelitian Prof. Wayan Karja, Mfa, hasil yang diperoleh anak-anak yang tergabung dalam young artist memiliki metode khusus dalam pembelajaran terutama learning by doing mentorship dari seorang guru. Pertemuan ini berlanjut dengan inisiatif Arie Smit untuk memberikan bahan-bahan dan alat melukis kepada anak-anak untuk melukis sebebas-bebasnya sesuai kehendak mereka.

Ketut Hodi Soki, “Barong Dance”, acrylic on canvas

Karja menambahkan, Arie Smit pernah menjelaskan, bahwa ia meyakini yang paling tahu tentang lingkungan persawahan dan kehidupan desa sekitar itu adalah anak-anak Penestanan. Faktor kemurnian pikiran anak, kebebasan, dan motivasi ingin tahu menjadi dasar proses belajar mengajar seni lukis. Hasil akhir penelitian ini, ternyata faktor kebebasan anak, learning by doing merupakan kunci sukses pembelajaran di Desa Adat Penestanan. Sekitar tahun 1970-an hingga 1980-an seni lukis ini sempat menikmati masa kejayaannya.

Spontanitas itu, menurut Prof. Karja, menjadi dasar yang sangat fundamental dalam melahirkan kemurnian insting dan jati diri imajinasi anak. Sesuatu yang naïve, lucu kekanak-kanakan muncul dengan warna yang cerah tanpa landasan teori warna yang pasti. Temanya sesuai dengan kehidupan sehari-hari, cerita rakyat dan pemandangan alam sekitar. Kreativitas ini sangat berbeda dengan tradisi sebelumnya, yang pada umumnya menggunakan teknik lebih halus.

Tentang nama young artist, Arie pernah mengatakan, “Saya lebih suka pada nama ‘Seni Hias Pelukis Muda Bali’ dari ‘Seni Lukis Kanak-kanak,’ karena semua kanak-kanak ini yang datang ke rumahku untuk melukis akan menjadi pelukis professional, apabila seorang daripada mereka mendapat uang dari sebuah lukisan,” kata Arie Smit seperti yang ditulis Prof. Karja dalam penelitiannya.

House of Arie Smit tak hanya menjadi ruang pamer, tapi juga ruang pembinaan. Di sini, semangat membimbing generasi baru terus menyala. Lokakarya pengenalan dan teknik melukis Young Artist Style digelar oleh para penerus langsung: Wayan Kaler sebagai pembina sanggar seni lukis bersama Made Ari Suprapta (anak dari I Ketut Soki) dan I Nyoman Suwirta (anak dari I Ketut Tagen).

“Mereka berkarya, membagikan ilmu, dan menunjukkan bahwa warisan ini tidak hanya dikenang, tapi juga diteruskan dengan penuh cinta dan harapan,” ujar Dr. Pande Made K. Suteja. Selain itu, juga akan digelar lomba melukis dan menulis.

Ni Made Murtini, “Pemandangan di Sawah”, acrylic on canvas

Pameran ini, menurut Pande Made K.Suteja, bukan hanya sekedar tentang melukis. Ia adalah tentang mendengar suara-suara yang selama ini mungkin luput; tentang memberi tempat pada yang sederhana namun penuh cahaya. Ia adalah tentang melestarikan semangat kreatif yang tumbuh dari alam, bukan dari pasar.

Selanjutnya, Direktur Neka Art Museum Ubud ini mengajak untuk merayakan suara-suara jujur dari generasi yang mencintai negerinya melalui warna. “Dan mari kita yakini, bahwa seni yang lahir dari akar, jika dirawat dengan kasih, akan terus tumbuh—menembus waktu, melewati zaman,” katanya.

Pameran ini didukung oleh berbagai institusi termasuk Kementerian Kebudayaan Indonesia, Dana Indonesia, LPDP, NAM, serta sejumlah* media partner seperti MyBaliNews, Tatkala, dan Radar Bali. Pameran secara resmi akan dibuka oleh Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc. Pengunjung dapat menemukan informasi lebih lanjut melalui kode QR yang tersedia di poster pameran. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana/Rilis
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Ubud Food Festival 2025 Merayakan Potensi Lokal: Made Masak dan Bili Wirawan Siapkan Kejutan
Mengkaji Puisi Picasso : Tekstualisasi Karya Rupa Pablo Picasso
‘Narasi Naïve Visual’ Ni Komang Atmi Kristia Dewi
‘Prosa Liris Visual’ Made Gunawan
‘Puisi Visual’ I Nyoman Diwarupa
Satire Visual Wayan Setem
‘Semiotika Senirupa’ Ardika
‘Tangis Alam’ Agus Murdika
Orkestra Warna Wayan Naya
Tags: Neka Art MuseumPameran Seni RupaSeni Rupa
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

HP Android dan Antisipasi Malapetaka Moral  di Suku Baduy

Next Post

Kampusku Sarang Hantu [16]: Genderuwo di Pohon Besar Kampus

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Himpunan Perupa Payangan Perluas Eksplorasi Artistik, Gelar Pameram Bersama di Santrian Art Gallery, Sanur

Sore itu, suasana hotel sudah semakin gelap. Pameran bertajuk “Udhar Banda Karma: Unshackling the Karma of Tradition” belum juga dibuka....

Read moreDetails

“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

by tatkala
September 17, 2026
0
“The Wings of the Sanghyang Dance” Kalahkan Ribuan Lukisan dari 85 Negara

JAKARTA | TATKALA.CO -- Lukisan berjudul The Wings of the Sanghyang Dance (2026) karya Putu Fajar Arcana, berhasil mengalahkan ribuan...

Read moreDetails

Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

by Dede Putra Wiguna
September 11, 2026
0
Ubud Art Collect: Ketika Seni dan Ekosistem Kreatif Ubud Bertemu Publik dalam Ruang yang Lebih Dekat

SELAMA tiga hari, 4–6 September 2026, Wantilan Ubud berubah menjadi titik temu bagi wajah seni yang beragam. Lukisan tradisional berdampingan...

Read moreDetails

“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

by Dede Putra Wiguna
September 10, 2026
0
“Memoar: Suara-Suara dari Ingatan”: Pameran Kolektif Tentang Memori dan Ketakutan Akan Kehilangan

BAGAIMANA jika suatu hari kita lupa segalanya? Nama orang yang kita cintai, tempat-tempat yang pernah didatangi, percakapan yang pernah tinggal...

Read moreDetails

Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

by Satria Aditya
August 30, 2026
0
Reka Biambara dan Perjalanan Mengenal Kembali Material Sendiri

SELAMA hampir tiga bulan, sejak awal Juni 2026, empat perupa muda asal Bali yaitu Made Ari, Made Arsana, Reka Biambara...

Read moreDetails

Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

by Nyoman Budarsana
August 17, 2026
0
Pameran “Impulse”, Tiga Denyut Abstraksi dari Sukawati

TIGA perupa asal Sukawati, I Made Mahendra Mangku, I Wayan Arnata, dan Made Galung Wiratmaja, mempertemukan karya mereka dalam pameran...

Read moreDetails

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

by Nyoman Budarsana
August 5, 2026
0
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

Read moreDetails

27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

by Nyoman Budarsana
July 29, 2026
0
27 Pelukis Indonesia Pameran di Jerman ——Niluh Swati Buka Jalan “Go Internasional”

JAKARTA | TATKALA.CO -- Niluh Swati Indonesian Art Program (NSIAP) akan memamerkan karya 27 pelukis Indonesia dalam ajang ARTe Kunstmesse...

Read moreDetails

Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

by Dede Putra Wiguna
July 24, 2026
0
Kesetiaan Itu Mahal ——Ketika Gotawa Menafsirkan “Satya” Lewat Pameran Tunggal di Toke, Toko Kopi & Seni

DI tengah denting musik elektronik yang berpadu dengan aroma dupa dan canang, Gotawa berdiri di depan kanvas. Tangannya bergerak, menumpahkan...

Read moreDetails

Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

by Dede Putra Wiguna
July 19, 2026
0
Agung Pramana Hadirkan “After Exotic 1931” di ARTJOG 2026 —Menelisik Jejak Kolonial di Balik Eksotisme Bali

BALI selama bertahun-tahun dikenal dunia sebagai pulau yang eksotis. Namun, di balik citra itu, tersimpan sejarah panjang tentang bagaimana representasi...

Read moreDetails
Next Post
Kampusku Sarang Hantu [1]: Ruang Kuliah 13 yang Mencekam

Kampusku Sarang Hantu [16]: Genderuwo di Pohon Besar Kampus

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co