14 May 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

HP Android dan Antisipasi Malapetaka Moral  di Suku Baduy

Asep Kurnia by Asep Kurnia
May 21, 2025
in Esai
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

Asep Kurnia

DALAM beberapa tulisan yang pernah saya publikasikan, kurang lebih sepuluh tahun lalu saya sudah memperkirakan bahwa seketat dan setegas apa pun hukum adat yang ditetapkan dan diterapkan Lembaga Adat Tangtu Tilu Jaro Tujuh  pada warganya, baik warga Baduy Dalam maupun Baduy Luar, pada akhirnya tidak akan tahan melawan gempuran  dahsyatnya proses modernisasi melalui kemajuan perkembangan teknologi digital yang begitu cepat dan sangat variatif. Mereka sadar atau tidak sadar pasti akan melakukan “Proses Dinamisasi” di setiap aspek kehidupan. (Asep Kurnia, 2025).

Terbukti, bahwa pada tanggal 6 Mei 2023, Jaro Tanggungan 12 dan Jaro Pamarentah Desa Kanekes sebagai tokoh adat yang bertanggungjawab atas segala pelaksanaan dan penegakan hukum adat Suku Baduy telah melayangkan surat resmi pada negara atau pemerintah melalui Bupati cq Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Lebak yang isinya “Memohon sekaligus meminta agar wilayah Tanah Ulayat Baduy kembali dibersihkan dari sinyal internet, agar semua tower jaringan  apa pun tidak diarahkan ke wilayah mereka”.  Beliau meminta agar wilayah tanah adat mereka di-blankspot-kan kembali seperti dahulu kala, terutama sekali ke wilayah Baduy Dalam harus no signal no internet. Surat resmi yang dicap jempol langsung oleh beliau (sidik jari) itu kurang lebih isinya seperti itu.

Bagi saya dan sepengetahuan saya selama 29 tahun bersama Baduy, jika seorang Jaro Tanggungan 12  Suku Baduy sudah bereaksi bahkan sampai memprotes suatu kondisi dengan melayangkan surat resmi ke pihak pemerintah, maka apa pun alasannya, itu tandanya sudah ada pada posisi kegentingan yang memaksa atas dasar bahwa jika situasi dan kondisi tersebut tidak segera ditindaklanjutinya dengan tegas maka sikon tersebut menurut keyakinan beliau akan berdampak fatal bagi kehancuran dan kemusnahan peradaban adiluhung kesukuan mereka.

Sisi Negatif Internet dan HP Android Bagi Baduy

Kefatalan yang dimaksudkan beliau itu sangat beragam sekali, terutama dampak negatif terhadap perilaku warganya utamanya generasi muda mereka (baca : anak anak) yang sudah kecanduan terhadap konten game, berita dan hiburan yang disediakan pada hand phone android tersebut tanpa kemampuan menyaring yang baik dan selektif.  Mereka menggunakan berbagai aplikasi itu tanpa panduan atau sosialisasi yang bijak dan sistimatis sebagaimana mestinya (baca : asal buka, asal pijit dan serampangan).  Perilaku tersebut terus berkembang sehingga menyita waktu mereka dan ada indikasi mulai menyepelekan dan melupakan kegiatan-kegiatan ritual adat penting mereka.

Kaum perempuan muda pun sudah tidak lagi malu men-share photo mereka di Facebook, Instagram, Tik-tok,  WhatsApp yang menurut beliau pengguna dan penikmat aplikasi tersebut di warga Baduy sudah di angka ratusan bahkan mungkin sudah masuk diangka ribuan. Siang malam, waktu senggang mereka tidak lagi dimanfaatkan secara produktif untuk kegiatan seperti dulu tapi lebih sibuk dan menyibukkan diri dengan Ngomean HP (menggunakan HP).

Beliau menyatakan: “Coba bayangkeun ku pak asep, ayeuna warga Baduy utamana barudak kami geus ngarebu anu sapopoena marake HP Android rek di imah, di saung, di leuweung, di huma komo di kota mah teu lesot tina HP.  Enya, kami geh sadar teu dileungitkeun manfaatna eta HP keur komunikasi da geus  zaman na, kami moal bisa ngalawan zaman da kudu ngindung ka waktu ngabapak ka zaman. Ngan lamun negative na leuwih rosaaa ngaruksak pola tingkah laku Adat kami daripada positive na. Atuh 5 tahun kahareup geus pikumahaeun generasi kami?“.

Terjemahannya : “Coba bayangkan oleh Pak Asep, sekarang warga Baduy terutama anak-anak generasi kami sudah beribu-ribu yang kesehariannya menggunakan HP android mau di rumah, di saung, di hutan, di huma (ladang), apalagi sedang di kota tidak lepas dari HP. Betul kami pun menyadari dan tidak dipungkiri manfaat HP untuk berkomunikasi karena sudah zamannya, kami tidak bisa melawan zaman karena harus mengikuti perjalanan zaman.  Cuma kalau negatifnya lebih besar merusak pola tingkah laku adat kami daripada positifnya. Yach, kira-kira 5 tahun ke depan sudah akan bagaimana generasi penerus kami.“

“Kami sebagai tokohaAdat teu bisa ngalarang toko ngajualan HP jeung teu bisa ngaulahkeun secara tegas warga Baduy luar mareuli HP da geus jadi kabutuhan hirup di zaman ayeuna. Serba kerok (dilema) da dicaram-caram oge teu bisa sanajan di Razia Adat beunang laju diancurkeun isukna meuli deui bae. Bahkan urang Tangtu geh nya warga Baduy Dalam geus ucing-ucingan dina ngabogaan jeung ngagunakeun HP Android.”

Artinya, “Kami sebagai tokoh adat tidak bisa melarang toko menjual HP dan tidak bisa melarang secara tegas warga Baduy Luar pada membeli HP karena apa pun itu sudah menjadi kebutuhan hidup di zaman sekarang. Serba bingung (dilema), karena dilarang-larang juga tetap tidak bisa walaupun di “Razia Adat”, kemudian dapat disita dan dihancurkan besoknya lagi pada beli kembali. Bahkan warga Tangtu Tilu, yah Baduy Dalam juga sudah main kucing-kucingan dalam hal memiliki dan menggunakan HP android.“

Pernyataan dalam bentuk kekhawatiran tokoh adat sekaliber Jaro Tanggungan 12 di atas, jangan dimaknai hanya sekadar bicara tanpa makna. Makna yang tersirat dari pernyataannya adalah bahwa dengan adanya internetisasi dan adanya HP android yang begitu membludak di sekitar wilayah tanah ulayat Baduy, telah dan sedang mengakibatkan kemerosotan akhlak atau degradasi moral warga Baduy terhadap pikukuh karuhunnya. Moralitas mereka makin menurun dan yang dikhawatirkan oleh tokoh adat akan terjadi “perombakan atau pergantian budaya” di kesukuan mereka. Alasan konkretnya bahwa: “Environment bisa mempengaruhi dan mengubah kompetensi dan potensi diri manusia, pergaulan memegang peranan penting dalam menciptakan kualitas hebitasi budaya”. (Asep Kurnia, 2025)

Sebuah Upaya memperkecil Kerusakan Moral

Pemuka adat tetap berusaha agar penggunaan alat teknologi digital berupa HP dibatasi sebagai usaha dan upaya memperkecil dampat negatif dan atau memperlambat dampak kerusakan moral warga kami akibat menggunakan HP.

“Yach mun bisa mah warga Baduy mah cukup ku “HP Net not” bae ulah marake HP Android anu loba aplikasi na. Yach bisa jeung teu bisa na mah kumaha jaga, ngeun kami sebagai tokoh adat sudah berusaha untuk memperkecil pengaruh teknologi digital dengan cara mengajukan surat resmi tersebut,” kataJaro Tanggungan 12.

Artinya : “Yach kalau bisa warga Baduy Luar mah cukup oleh HP Net not (sederhana) jangan menggunakan HP android yang banyak aplikasinya. Yach, soal berhasil tidaknya bagaimana nanti saja, Cuma kami sebagai tokoh adat sudah berusaha untuk memperkecil pengaruh tehnologi digital dengan cara mengajukan surat resmi tersebut.”

Para pembaca yang budiman, bijak dan cerdas. Marilah kita selami secara mendalam bahasan penulis, mari kita afalaa-tafakkarun dan afalaa-ta’kilun (tafakuri dan pikirkan) curhatan,  kegalauan dan pemikiran beliau tentang bagaimana nasib masa depan kesukuan mereka setelah generasinya sudah begitu terhantam dan tervirusi, bahkan sudah menjadi habitasi terhadap penggunaan alat pengakses informasi berupa HP andoid.  Dan itu sudah sangat begitu merisaukan dan menggelisahkan tokoh adat tentang bagaimana keutuhan dan kesakralan budaya dan kehidupan adat mereka di masa yang akan datang.

Penulis menyatakan amat sangat salut dan hormat pada usaha dan upayanya beliau dalam rangka mengurangi “Percepatan Malapetaka Moral” warganya oleh efek HP android,walau berupaya sudah di posisi curative (pengobatan) bukan preventive lagi (pencegahan) tapi itu belum terlambat.

Di kepemimpinan Jaro Oom sebagai Jaro Pamarentah Desa Kanekes yang baru, juga sudah memberi warning agar para pengunjung wisata budaya Baduy untuk menghormati tidak menggunakan kamera di HP memotret tempat dan wilayah yang sudah dilarang untuk dipotret dan di publikasikan, termasuk dihimbau siapa pun untuk tidak men-drone wilayah tanah ulayat dan juga membuat Tik-Tok atau siaran-siaran di channel yang menginformasikan kevulgaran tentang nilai-nilai sosial budaya dan wilayah tanpa izin dan sepengetahuan tokoh adat yang berkompeten.

Mari kita ikut membantu meringankan problematika dan dilematika mereka dengan cara masing-masing. Paling tidak, mari kita mengurangi keberanian mengeksplorasi mereka tanpa pertanggungjawaban secara empirik dan akademik. Walau penulis juga tidak bisa menjamin bahwa mereka akan sanggup tidak melakukan dinamisasi tentang pemenuhan kebutuhan zaman.  [T]

Ditulis di Padepokan Sisi Leuit Perbatasan Baduy,  April 2025

Penulis: Asep Kurnia
Editor: Adnyana Ole

  • BACA esai-esai tentang BADUY
  • BACA esai-esai lain dari penulis ASEP KURNIA
Menakar Kemelekan Informasi Suku Baduy
Ritual  “Seba”:  Lebarannya Suku Baduy?
Dilema Suku Baduy [1]: Antara Kewajiban “Ngahuma” dan Keterbatasan Lahan
Tags: masyarakat adatProvinsi BantenSuku Baduy
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

911—Nomor Cantik, Semoga Nomor Keberuntungan Buleleng di Porprov Bali 2025

Next Post

Menyalakan Kembali Api “Young Artist Style”: Pameran Murid-murid Arie Smit di Neka Art Museum

Asep Kurnia

Asep Kurnia

Pemerhati Baduy, tinggal di tapal batas Baduy

Related Posts

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
0
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

Read moreDetails

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

by Angga Wijaya
May 12, 2026
0
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

Read moreDetails

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
0
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

Read moreDetails

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

by Asep Kurnia
May 11, 2026
0
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

Read moreDetails

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
0
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

Read moreDetails

Gagal Itu Indah

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
0
Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

Read moreDetails

Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

by Angga Wijaya
May 10, 2026
0
Ayah Menularkan Kebiasaan Membaca

DI tanganku ada sebuah buku. Aku baru membacanya setelah membelinya dari toko buku daring sekitar seminggu lalu. Buku itu kubeli...

Read moreDetails

Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

by Putu Nata Kusuma
May 9, 2026
0
Pertama Kali Jadi Orang Tua  —Wajar Jika Tak Sempurna

SELALU ada hal-hal pertama dalam hidup kita. Hal-hal pertama yang memberi pengalaman berharga di masa depan nanti. Kali pertama bersepeda,...

Read moreDetails

BAKAR SAMPAH BERTENTANGAN DENGAN PRINSIP HINDU BALI

by Sugi Lanus
May 9, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— Catatan Harian Sugi Lanus, 8 Mei 2026 Pemimpin umat atau pemimpin masyarakat yang membiarkan masyarakat membakar sampah secara terbuka...

Read moreDetails

Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

by Jro Gde Sudibya
May 8, 2026
0
Paradoks Pendidikan, Anggaran Naik Tinggi, Kualitas Terus Merosot

Tanggapan terhadap esai "Sekolah Kejuruan: Penyumbang Tertinggi Pengangguran? —Sebuah Tamparan ke Muka Kita Bersama", tatkala.co, 8 Mei 2026 --- PENDIDIKAN...

Read moreDetails
Next Post
Menyalakan Kembali Api “Young Artist Style”: Pameran Murid-murid Arie Smit di Neka Art Museum

Menyalakan Kembali Api "Young Artist Style": Pameran Murid-murid Arie Smit di Neka Art Museum

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karena Tak Sabaran, Tika Pagraky Luncurkan Tiga Lagu Sekaligus dan Buka Cerita di Balik “Bli Made”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cinta dan Penyesalan | Cerpen Dede Putra Wiguna

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Etika dan Empati di Atas Panggung: Peran MC dalam Menjaga Marwah Acara

PERISTIWA viral pada lomba cerdas cermat MPR baru-baru ini menjadi refleksi penting mengenai urgensi profesionalisme seorang Master of Ceremony (MC)...

by Fitria Hani Aprina
May 13, 2026
Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI
Esai

Menulis ‘Sunyi’ Jauh Sebelum Ada AI

JAUH sebelum ada teknologi kecerdasan buatan (AI), sejak dulu saya menulis dengan banyak perbendaharaan kata. Salah satunya “sunyi”. Terlebih dalam...

by Angga Wijaya
May 12, 2026
“Aura Farming” Pacu Jalur: Kilau Viral, Makna Tergerus, Sebuah Analisis Budaya Digital
Esai

Jebakan Kepercayaan Diri Digital: Mengapa Generasi Z Rentan di Hadapan AI

Marc Prensky, peneliti pendidikan Amerika yang memperkenalkan istilah digital natives pada 2001, menulis dengan penuh keyakinan. Ia berargumen bahwa anak-anak...

by Marina Rospitasari
May 12, 2026
Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali
Pameran

Pameran ‘Arka Umbara’ di TAT Art Space, Hasil Dari Perjalanan 14 Seniman Jongsarad Bali

Ini yang menarik dari Jongsarad Bali, kolektif seniman lintas bidang yang beranggotakan perupa, desainer, dan pembuat film. Setiap perjalanan mereka,...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya
Budaya

Pengunjung PKB 2026 Jangan Bawa Makanan dan Minuman dari Luar Taman Budaya

MENJAGA kebersihan dan mengelola sampah dengan disiplin menjadi kunci agar Pesta Kesenian Bali (PKB) tetap nyaman untuk dikunjungi. Kebersihan merupakan...

by Nyoman Budarsana
May 11, 2026
Tugas Etnis Baduy: “Ngasuh Ratu Ngayak Menak”
Esai

Eksistensi Suku Baduy di Era Digitalisasi dan ‘Artificial Intelligence’

SAAT penulis baca informasi tentang makhluk bernama Artificial Intelligence  (AI) terus terang sangat tercengang dan ngeri sekali, bagaimana mungkin manusia...

by Asep Kurnia
May 11, 2026
Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein
Esai

Bose, Sastra, Filsafat, Musik, dan Einstein

Satyendra Nath Bose: Saintis Sunyi dari India Satyendra Nath Bose lahir di Kolkata, India, pada 1 Januari 1894, di tengah...

by Agung Sudarsa
May 11, 2026
Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU
Khas

Menjaga Tubuh, Menjaga Sesama —Catatan dari Sebuah Hari Kemanusiaan bersama SCAU

Prolog: Datang dari Sebuah Informasi Sederhana Kadang sebuah perjalanan panjang dimulai dari kalimat yang sangat pendek. Saya mengetahui kegiatan ini...

by Emi Suy
May 11, 2026
Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya
Ulas Film

Crocodile Tears (2024): Penjara Air Mata Buaya

RAUNGAN reptil purba itu masih terdengar samar, terus hidup, bahkan ketika saya berjalan keluar bioskop. Semakin jauh, raungan itu masih...

by Bayu Wira Handyan
May 11, 2026
Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna
Cerpen

Pulang | Cerpen Dede Putra Wiguna

DI penghujung tahun, aku akhirnya memberanikan diri untuk merantau. Dari kampung, mencoba peruntungan di Ibu Kota. Berbekal ijazah sarjana manajemen,...

by Dede Putra Wiguna
May 10, 2026
Gagal Itu Indah
Esai

Gagal Itu Indah

Merekonstruksi Arti Sebuah Kegagalan DALAM kehidupan modern, kegagalan sering dipandang sebagai akhir dari perjalanan. Seseorang dianggap berhasil bila mencapai standar...

by Agung Sudarsa
May 10, 2026
Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud
Ulas Film

Refleksi Usai Menonton Film ‘Pesta Babi’ di Ubud

PADA tanggal 9 Mei 2026, di malam hari, sekitar pukul 18:15 , saya mengunjungi Sokasi Café and Living. Alamat café...

by Doni Sugiarto Wijaya
May 10, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co