15 September 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ubud Food Festival 2025 Merayakan Potensi Lokal: Made Masak dan Bili Wirawan Siapkan Kejutan

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
May 20, 2025
in Panggung
Ubud Food Festival 2025 Merayakan Potensi Lokal: Made Masak dan Bili Wirawan Siapkan Kejutan

Konferensi pers Ubud Food Festival di ARTOTEL Sanur, Jumat 16 Mei 2025 | Foto: Bud

CHEF lokal Bali Made Masak dan ahli koktail Indonesia Bili Wirawan akan membuat kejutan di ajang Ubud Food Festival 2025. Mereka akan membuat menu-menu baru secara spontan menggunakan bahan-bahan dari lingkungan setempat.

Mereka mengolah menu sesuai dengan keahiannya. Made Masak akan memasak sayur dengan memanfaatkan bahan apa saja yang dimiliki masyarakat di sana. Sementara Bili Wirawan akan meracik minuman koktail yang memanfaatkan buah lokal yang namanya masih dirahasiakannya.

“Di Bali, saya turut serta dalam tradisi rambanan, yaitu mencari bahan makanan dari tanaman liar di sekitar,” kata Made Masak dalam acara konferensi pers di ARTOTEL Sanur, Jumat 16 Mei 2025 lalu.

Made Masak memang dikenal dengan keahliannya dalam mencari bahan-bahan liar, dan akan mengajak pengunjung mengikuti food tour spesial di festival.

Made Masak juga akan berkolaborasi dengan Chef Sheandy Satria, kepala dapur Buahan, Banyan Tree Escape, untuk menyiapkan makan siang istimewa yang menggunakan sayuran liar, ikan segar dari sungai, dan daging hasil ternak lokal.

“Saya ingin membagikan lebih luas lagi apa yang telah saya pelajari dan lakukan selama ini. Pengetahuan yang saya miliki datang dari warisan leluhur yang diwariskan dengan penuh kerendahan hati oleh generasi sebelumnya,” ujar Made Masak.

Ia mencontohkan, dirinya bisa mengenal berbagai tanaman karena leluhurnya yang telah menanamnya, merawatnya, dan mewariskannya untuk diteruskan ke generasi selanjutnya.

“Kita sebenarnya hidup dalam keberlimpahan, baik dalam hal rasa, pengetahuan, maupun nilai-nilai. Dan lewat makanan, saya ingin merayakan warisan itu,” lanjut Made Masak, chef foraging asal Tabanan itu.

Sementara, Bili Wirawan yang ahli koktail Indonesia peraih penghargaan bakal menampilkan kemampuannya meracik minuman dihadapan para pengunjung.

Konferensi pers Ubud Food Festival di ARTOTEL Sanur, Jumat 16 Mei 2025 | Foto: Bud

Bili juga akan mengajar masterclass di Spice by Blake. “Saya ia akan menunjukkan cara mengkreasi koktail yang sustainable dengan menggunakan bahan local,” ucap Bili, orang Indonesia pertama yang meraih penghargaan Best Restaurant Mixologist dari Les Grandes Tables du Monde.

Bili menegaskan, di dunia kuliner yang sering kali hanya berfokus pada makanan. Maka, dirinya ingin mengangkat sisi lainm yakni koktail. Sejak tahun 2019, Ubud Food Festival mulai menaruh perhatian pada dunia bartender, sebuah profesi yang sering dikaitkan dengan stigma negatif, seperti mabuk-mabukan.

“Bagi saya pribadi, itu bukan esensinya. Bagi saya, bar adalah wadah untuk berekspresi dan berkreasi. Apa yang dilakukan di balik bar bukan sekadar meracik minuman, tapi juga sebuah proses edukatif dan penuh seni. Seperti halnya lukisan atau patung, koktail juga punya nilai estetikanya sendiri,” jelas Bili Wirawan.

Selain Made Masak dan Bili Wirawan, akan ada pula ilustrator artwork festival, Gusde Sidhi.

Bagi Gusde Sidhi, makanan adalah sesuatu yang dinikmati sehari-hari untuk menyenangkan diri, dan untuk meredakan stres. “Untuk karya saya untuk Ubud Food Festival, makanan tidak hanya disajikan sebagai menu, tetapi dibingkai dalam tema dan dieksplorasi secara visual. Lalu muncul sosok perempuan Bali, dan bumbu-bumbu yang digambarkan sebagai laki-laki, sebuah visualisasi yang menunjukkan bagaimana peran perempuan kerap tak dianggap sepadan,” ungkap Gusde Sidhi, ilustrator yang membuat artwork resmi Ubud Food Festival.

Padahal, inti dari warisan kuliner kita bukan hanya pada menunya, tapi justru pada bumbunya. Warisan sesungguhnya ada pada bumbu-bumbu itu pengetahuan yang diturunkan secara turun-temurun di dalam keluarga, terutama melalui para ibu. “Lewat tangan merekalah kekayaan rasa dan tradisi terus hidup,” kata Gusde Sidhi.

Manager Ubud Food Festival Dwi Ermayanthi memaparkan, memasuki tahun ke-10, Ubud Food Festival mengusung tema Heritage akan berlangsung pada 30 Mei hingga 1 Juni 2025 di Taman Kuliner Ubud.

“Kami menyambut para pecinta kuliner dengan banyak program, mulai dari para chef muda berbakat yang mengangkat kuliner Indonesia, para pakar kuliner ternama yang merayakan hidangan klasik tradisional, hingga para peraih penghargaan Michelin,” kata Erma.

Ubud Food Festival akan menghadirkan ragam makanan dan bazaar yang berlokasi di Jalan Raya Sanggingan. Namun, lebih dari sekadar kuliner, festival ini juga akan menyoroti talenta-talenta lokal Bali.

“Bukan hanya tiga nama yang sudah disebut kami juga melibatkan para sommelier, barista, chef, hingga mixologist. Kami ingin memberi ruang seluas-luasnya bagi para talenta Bali untuk berani tampil, berkreasi, dan menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di level yang sama dengan pelaku industri dari luar,” ujar Erma.

Konferensi pers Ubud Food Festival di ARTOTEL Sanur, Jumat 16 Mei 2025 | Foto: Bud

Ubud Food Festival memiliki misi mengangkat makanan dan budaya Indonesia ke kancah dunia, menyambut para pecinta kuliner untuk menjelajahi kekayaan masakan daerah melalui demo memasak, obrolan kuliner, live performance, pop-up dining, lokakarya, dan food tour ke destinasi tersembunyi di Ubud dan sekitarnya mempromosikan kuliner Bali dan sekitarnya.

Salah satu acara spesial akan menampilkan hidangan tradisional Maluku dalam Long Table Lunch di Casa Luna. Pakar masakan lokal Abba dan Mama Dila Banda dari Banda Neira akan menyiapkan hidangan tradisional menggunakan rempah-rempah lokal seperti pala dan kacang kenari, berbagi resep yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Di Bumi Kinar Ubud, tiga chef berbakat bergabung untuk acara makan malam spesial yang berlangsung hanya satu malam yang merayakan masakan Sunda. Chef Rama dari Jingga Restaurant dan Joongla Indonesia akan berkolaborasi dengan Chef Agus Hermawan yang terkenal dari Ron Gastrobar Amsterdam. Bersama-sama, mereka akan menghadirkan cita rasa Bandung ke Ubud dalam pengalaman bersantap yang unik.

Di Kubu Restaurant, dua chef ternama akan berkolaborasi untuk acara makan malam spesial. Chef Kim Hock Su dari restoran berbintang Michelin Au Jardin akan berkolaborasi dengan Chef Eka Sunarya dari Kubu. Bersama-sama, mereka akan menciptakan hidangan yang memadukan teknik memasak Prancis dengan cita rasa Indonesia. Para pengunjung akan disuguhkan pengalaman bersantap yang memamerkan perpaduan metode tradisional dan inovasi modern.

Plataran Ubud Hotel & Spa akan mengadakan acara makan siang spesial yang menghadirkan kolaborasi tiga chef berbakat.

Chef Ragil dari Nusa Gastronomy dan Thedy Ferly dari Masa Masa akan menyajikan hidangan tradisional Indonesia yang menggunakan bahan-bahan seperti umbi-umbian, jagung, sorgum, dan sagu dalam format santapan ala keluarga. Acara makan siang spesial ini akan menghadirkan kekayaan rasa dari tradisi kuliner Indonesia dan pengaruh Peranakan. Para pengunjng akan menikmati hidangan istimewa sambil berbagi cerita dan kegembiraan dalam kebersamaan.

Susan Jung, penulis kuliner ternama asal Hong Kong, akan membagikan kecintaannya pada dunia memasak di Festival. Ia akan hadir dalam tiga acara spesial: makan malam ayam goreng bersama chef ternama Chef Wan dan Cheong Liew di Indus Restaurant, demo memasak resep sayap ayam ala ibunya di Panggung Teater Kuliner, serta diskusi tentang penulisan buku masak bersama penulis kuliner Kevindra Soemantri.

Dua chef berbakat asal Bali, Chef Made Dhanu dan Chef Kori, akan berkolaborasi dalam acara makan malam spesial di Ramu Kitchen, Titik Dua. Mereka akan memadukan teknik memasak tradisional dengan sentuhan modern untuk menciptakan hidangan yang unik. Chef Dhanu membawa pengalamannya selama di Melbourne, sementara Chef Kori dikenal dengan keahliannya dalam cita rasa khas Indonesia. “Makan malam ini akan menampilkan bahan-bahan segar dan merepresentasikan bagaimana para chef muda Bali menciptakan inovasi menarik dalam dunia kuliner,” papar Dwi Ermayanthi.

Tiga chef muda berbakat dari Indonesia akan berkolaborasi dalam acara makan malam spesial di Nusantara. Dick Derian dari Locaāhands Surabaya, Chef Yudha dari MeiMei Bali, dan Putu Dodik dari Nusantara by Locavore akan berkolaborasi untuk menyajikan interpretasi mereka terhadap hidangan tradisional Indonesia. Para chef akan menambahkan sentuhan kreatif pada resep-resep klasik dalam mengangkat kekayaan dan cita rasa pedas kuliner Indonesia.

Festival ini menghadirkan Food Market gratis dengan lebih dari 70 stan makanan. Para pengunjung dapat mencoba berbagai hidangan lezat, termasuk Pho Thin dari Hanoi, yang menyajikan sup mie Vietnam dengan kuah gurih dan daging. Untuk minuman, cobalah Palapa, campuran khusus arak Bali dengan rempah-rempah dan pala. Pasar ini juga memiliki area pencuci mulut di mana kamu bisa menikmati De Dari Cendol, camilan sehat berbahan nabati dari Tempeman, serta kopi dari % Arabica.

“Di tahun kesepuluh kami, para pecinta kuliner tidak hanya dapat menjelajahi kreasi kontemporer yang disiapkan oleh chef-chef lokal terbaik, tetapi juga menikmati masakan daerah unik yang jarang ditemukan di restoran luar negeri,” ucap Pendiri sekaligus Direktur Janet DeNeefe.

Ada juga kesempatan untuk bergabung dalam pembukaan pameran gratis Base Genep di Kulidan Kitchen & Space, yang menampilkan campuran rempah ikonik Bali yang berarti bumbu lengkap dan menyoroti kedaulatan pangan, warisan budaya, bahan lokal, rasa, serta identitas. Selain itu, karya seni resmi Festival akan dipamerkan dalam pameran tunggal gratis oleh ilustrator Bali, Gusde Sidhi, pencipta identitas visual tahun ini, yang akan dibuka untuk umum pada hari Sabtu, 24 Mei pukul 17.00 di Indus Restaurant.

Festival ini menunjukkan betapa luar biasa dan beragamnya kuliner Indonesia yang menggambarkan tema kita, Heritage. Mulai dari cita rasa Bangka dan Sunda, Minangkabau dan Nusa Tenggara Timur, hingga Maluku dan Papua. “Kami menyambut semua orang untuk datang dan menikmati hidangan terbaik yang pernah kami tawarkan,” tegasnya. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Kitchen Photojournalism di Ubud Food Festival 2022; Membidik Sisi Lain Dapur
Cokelat Rasa Buah Pala dan Tomi-Tomi dari Kepulauan Sula di Ubud Food Festival 2022
Rempah-Rempah Kita dalam Khazanah Gastronomi Internasional
Tags: kulinerUbudUbud Food Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mari Kita Jaga Nusantara Tenteram Kerta Raharja

Next Post

I Made Adnyana, Dagang Godoh Itu Kini Bergelar Doktor

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails

Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 10, 2026
0
Warna Baru Utsawa Dharma Gita 2026 Bali, Dharmacarita Dekatkan Budaya kepada Generasi Muda

Jangan menganggap Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali sekadar rutinitas dengan sajian yang berulang. Tahun ini, panggung UDG XXXIII tahun 2026...

Read moreDetails

Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

by Nyoman Budarsana
September 2, 2026
0
Mendorong Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Film Pendek: Minikino Film Week 12 Bersiap Hadir di Bali dengan Perspektif Generasi Muda

Di tengah ketegangan geopolitik global, perpecahan, dan krisis kemanusiaan yang terus membayangi dunia hari ini, ruang pertemuan budaya yang tulus...

Read moreDetails

Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

by Nyoman Budarsana
August 25, 2026
0
Tanah Lot Art & Food Festival 2026, Merayakan Tradisi dari Gebogan hingga Kuliner Tabanan

TANAH LOT kembali menjadi ruang perjumpaan seni, tradisi, dan kuliner dalam Tanah Lot Art & Food Festival ke-7. Festival yang...

Read moreDetails

Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

by Dede Putra Wiguna
August 25, 2026
0
Melalui “Samarasā”, UWRF 2026 Mengajak Kita Memahami Diri Sendiri, Mendengarkan Sudut Pandang Orang Lain, Membangun Empati, dan Bersama-Sama Menciptakan Perubahan

UBUD Writers & Readers Festival (UWRF) 2026 segera digelar. Memasuki tahun ke-23, salah satu festival sastra terbesar dan paling berpengaruh...

Read moreDetails

Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

by Nyoman Budarsana
August 23, 2026
0
Dua Negeri, Satu Panggung: Taiwan Beats Mengalun di Ubud

KETIKA musik itu dimainkan, nadanya terasa enak, liriknya menyentuh hati, dan langsung terbayang cerita drama seri yang sangat populer. Melodinya...

Read moreDetails

150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

by Komang Puja Savitri
August 18, 2026
0
150 Penari Buka Buleleng Festival 2026

KEMEGAHAN menyambut malam pembukaan Buleleng Festival 2026. Sebanyak 150 penari tampil memukau dalam kolaborasi akbar, mengawali peresmian festival yang dibuka...

Read moreDetails
Next Post
I Made Adnyana, Dagang Godoh Itu Kini Bergelar Doktor

I Made Adnyana, Dagang Godoh Itu Kini Bergelar Doktor

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI
Esai

Bahasa Bali, Bahasa Ibu yang Asing bagi Anak Bali —Catatan Orang di Luar Pagar atas Penyelenggaraan Festival Berbahasa Bali, Bulan Bahasa Bali dan FTBI

SUDAH lama saya ingin membicarakan persoalan bahasa daerah, khususnya bahasa Bali, di tengah ingar-bingar berbagai lomba seni dan sastra berbahasa...

by Nanoq da Kansas
September 14, 2026
“Anjirlah!” Gue Dicibir Gara-Gara Bilang “Anjir!”
Esai

“In This Economy”: Ketika Ketakutan Finansial Mengalahkan Insting Biologis

SECARA biologis dan naluriah, dorongan untuk memelihara keberlanjutan spesies melalui reproduksi adalah fitrah paling mendasar bagi makhluk hidup. Namun, dalam...

by Faikar Ramadhan
September 14, 2026
Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik
Khas

Perdagangan Bebas dan Masa Depan Petani di Indo-Pasifik

“Perdagangan bebas di Indo-Pasifik tidak berlangsung dalam arena yang setara. Dalam sektor pertanian, integrasi pasar tanpa perlindungan yang memadai justru...

by Afgan Fadilla
September 14, 2026
SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12
Ulas Film

SPEEDY!, Film Anak-Anak yang Mengajak Orang Tua Berkaca —Catatan Minikino Film Week 12

PERKEMBANGAN teknologi yang pesat di era globalisasi menyita perhatian publik dari berbagai aspek, mulai dari ekonomi, transportasi, hiburan, hingga lembaga...

by Arya Dhamma Nanda
September 13, 2026
Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi
Cerpen

Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

MATAHARI kian meninggi di atas cakrawala, tetapi pelataran sekolah masih terasa lengang. Jarum jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, sementara...

by Dodik Suprayogi
September 13, 2026
Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar
Puisi

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman | 0,63 dolar

0,63 dolar pada siapa kami percayakan cintasaat kemiskinan menjelma komoditas digitaldiperdagangkan antar-platform dan benuadalam kardus air mata paling banal? negara...

by Selendang Sulaiman
September 13, 2026
STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang
Esai

STREET SOLACE —Sebuah Manifesto tentang Bali yang Perlahan Menghilang

Ada sesuatu yang ganjil pada jalan-jalan Bali hari ini. Mereka semakin ramai, semakin lebar, semakin terang, semakin mahal. Tetapi entah...

by Wayan Gde Yudane
September 13, 2026
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali
Panggung

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter
Esai

Penyakit Autoimun, Ketika Salah Satu Musuh Paling Berbahaya Adalah Diri Sendiri

SAINS tak menjawab semua pertanyaan manusia. Di bidang medis misalnya, apa penyebab penyakit autoimun, seperti penyakit lupus? Sains belum memberikan...

by Putu Arya Nugraha
September 13, 2026
Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali
Khas

Bagaimana Menjaga Bahasa Bali Tetap Hidup? — Dari Kuliah Tamu Widyā Wacana UPMI Bali

BAHASA Bali telah melintasi perjalanan sejak abad IX hingga XXI. Selama rentang waktu itu, bahasa Bali berubah, menyerap pengaruh bahasa...

by Dede Putra Wiguna
September 13, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

KUNJUNGAN BRAHMANA JAWA KE TANAH INDIA (BHUMI JAMBUDWIPA)

TIGA brahmana Jawa pernah berkunjung ke India. Kisah perjalanan spiritual ini tertuang di dalam pustaka lontar Tantu Pagelaran (atau Tantu...

by Sugi Lanus
September 12, 2026
Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Ulas Buku

Aku Mau Jadi Penguin! —Ulasan Novel “Di Tanah Lada” Karya Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

AWALNYA saya mengira nama ‘Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie’ adalah nama pena. Ternyata saya salah. Kemudian dari nama unik dan ajaib inilah saya...

by Kadek Wisnu Oktaditya
September 12, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co