5 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Ubud Food Festival 2025 Merayakan Potensi Lokal: Made Masak dan Bili Wirawan Siapkan Kejutan

Nyoman Budarsana by Nyoman Budarsana
May 20, 2025
in Panggung
Ubud Food Festival 2025 Merayakan Potensi Lokal: Made Masak dan Bili Wirawan Siapkan Kejutan

Konferensi pers Ubud Food Festival di ARTOTEL Sanur, Jumat 16 Mei 2025 | Foto: Bud

CHEF lokal Bali Made Masak dan ahli koktail Indonesia Bili Wirawan akan membuat kejutan di ajang Ubud Food Festival 2025. Mereka akan membuat menu-menu baru secara spontan menggunakan bahan-bahan dari lingkungan setempat.

Mereka mengolah menu sesuai dengan keahiannya. Made Masak akan memasak sayur dengan memanfaatkan bahan apa saja yang dimiliki masyarakat di sana. Sementara Bili Wirawan akan meracik minuman koktail yang memanfaatkan buah lokal yang namanya masih dirahasiakannya.

“Di Bali, saya turut serta dalam tradisi rambanan, yaitu mencari bahan makanan dari tanaman liar di sekitar,” kata Made Masak dalam acara konferensi pers di ARTOTEL Sanur, Jumat 16 Mei 2025 lalu.

Made Masak memang dikenal dengan keahliannya dalam mencari bahan-bahan liar, dan akan mengajak pengunjung mengikuti food tour spesial di festival.

Made Masak juga akan berkolaborasi dengan Chef Sheandy Satria, kepala dapur Buahan, Banyan Tree Escape, untuk menyiapkan makan siang istimewa yang menggunakan sayuran liar, ikan segar dari sungai, dan daging hasil ternak lokal.

“Saya ingin membagikan lebih luas lagi apa yang telah saya pelajari dan lakukan selama ini. Pengetahuan yang saya miliki datang dari warisan leluhur yang diwariskan dengan penuh kerendahan hati oleh generasi sebelumnya,” ujar Made Masak.

Ia mencontohkan, dirinya bisa mengenal berbagai tanaman karena leluhurnya yang telah menanamnya, merawatnya, dan mewariskannya untuk diteruskan ke generasi selanjutnya.

“Kita sebenarnya hidup dalam keberlimpahan, baik dalam hal rasa, pengetahuan, maupun nilai-nilai. Dan lewat makanan, saya ingin merayakan warisan itu,” lanjut Made Masak, chef foraging asal Tabanan itu.

Sementara, Bili Wirawan yang ahli koktail Indonesia peraih penghargaan bakal menampilkan kemampuannya meracik minuman dihadapan para pengunjung.

Konferensi pers Ubud Food Festival di ARTOTEL Sanur, Jumat 16 Mei 2025 | Foto: Bud

Bili juga akan mengajar masterclass di Spice by Blake. “Saya ia akan menunjukkan cara mengkreasi koktail yang sustainable dengan menggunakan bahan local,” ucap Bili, orang Indonesia pertama yang meraih penghargaan Best Restaurant Mixologist dari Les Grandes Tables du Monde.

Bili menegaskan, di dunia kuliner yang sering kali hanya berfokus pada makanan. Maka, dirinya ingin mengangkat sisi lainm yakni koktail. Sejak tahun 2019, Ubud Food Festival mulai menaruh perhatian pada dunia bartender, sebuah profesi yang sering dikaitkan dengan stigma negatif, seperti mabuk-mabukan.

“Bagi saya pribadi, itu bukan esensinya. Bagi saya, bar adalah wadah untuk berekspresi dan berkreasi. Apa yang dilakukan di balik bar bukan sekadar meracik minuman, tapi juga sebuah proses edukatif dan penuh seni. Seperti halnya lukisan atau patung, koktail juga punya nilai estetikanya sendiri,” jelas Bili Wirawan.

Selain Made Masak dan Bili Wirawan, akan ada pula ilustrator artwork festival, Gusde Sidhi.

Bagi Gusde Sidhi, makanan adalah sesuatu yang dinikmati sehari-hari untuk menyenangkan diri, dan untuk meredakan stres. “Untuk karya saya untuk Ubud Food Festival, makanan tidak hanya disajikan sebagai menu, tetapi dibingkai dalam tema dan dieksplorasi secara visual. Lalu muncul sosok perempuan Bali, dan bumbu-bumbu yang digambarkan sebagai laki-laki, sebuah visualisasi yang menunjukkan bagaimana peran perempuan kerap tak dianggap sepadan,” ungkap Gusde Sidhi, ilustrator yang membuat artwork resmi Ubud Food Festival.

Padahal, inti dari warisan kuliner kita bukan hanya pada menunya, tapi justru pada bumbunya. Warisan sesungguhnya ada pada bumbu-bumbu itu pengetahuan yang diturunkan secara turun-temurun di dalam keluarga, terutama melalui para ibu. “Lewat tangan merekalah kekayaan rasa dan tradisi terus hidup,” kata Gusde Sidhi.

Manager Ubud Food Festival Dwi Ermayanthi memaparkan, memasuki tahun ke-10, Ubud Food Festival mengusung tema Heritage akan berlangsung pada 30 Mei hingga 1 Juni 2025 di Taman Kuliner Ubud.

“Kami menyambut para pecinta kuliner dengan banyak program, mulai dari para chef muda berbakat yang mengangkat kuliner Indonesia, para pakar kuliner ternama yang merayakan hidangan klasik tradisional, hingga para peraih penghargaan Michelin,” kata Erma.

Ubud Food Festival akan menghadirkan ragam makanan dan bazaar yang berlokasi di Jalan Raya Sanggingan. Namun, lebih dari sekadar kuliner, festival ini juga akan menyoroti talenta-talenta lokal Bali.

“Bukan hanya tiga nama yang sudah disebut kami juga melibatkan para sommelier, barista, chef, hingga mixologist. Kami ingin memberi ruang seluas-luasnya bagi para talenta Bali untuk berani tampil, berkreasi, dan menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di level yang sama dengan pelaku industri dari luar,” ujar Erma.

Konferensi pers Ubud Food Festival di ARTOTEL Sanur, Jumat 16 Mei 2025 | Foto: Bud

Ubud Food Festival memiliki misi mengangkat makanan dan budaya Indonesia ke kancah dunia, menyambut para pecinta kuliner untuk menjelajahi kekayaan masakan daerah melalui demo memasak, obrolan kuliner, live performance, pop-up dining, lokakarya, dan food tour ke destinasi tersembunyi di Ubud dan sekitarnya mempromosikan kuliner Bali dan sekitarnya.

Salah satu acara spesial akan menampilkan hidangan tradisional Maluku dalam Long Table Lunch di Casa Luna. Pakar masakan lokal Abba dan Mama Dila Banda dari Banda Neira akan menyiapkan hidangan tradisional menggunakan rempah-rempah lokal seperti pala dan kacang kenari, berbagi resep yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Di Bumi Kinar Ubud, tiga chef berbakat bergabung untuk acara makan malam spesial yang berlangsung hanya satu malam yang merayakan masakan Sunda. Chef Rama dari Jingga Restaurant dan Joongla Indonesia akan berkolaborasi dengan Chef Agus Hermawan yang terkenal dari Ron Gastrobar Amsterdam. Bersama-sama, mereka akan menghadirkan cita rasa Bandung ke Ubud dalam pengalaman bersantap yang unik.

Di Kubu Restaurant, dua chef ternama akan berkolaborasi untuk acara makan malam spesial. Chef Kim Hock Su dari restoran berbintang Michelin Au Jardin akan berkolaborasi dengan Chef Eka Sunarya dari Kubu. Bersama-sama, mereka akan menciptakan hidangan yang memadukan teknik memasak Prancis dengan cita rasa Indonesia. Para pengunjung akan disuguhkan pengalaman bersantap yang memamerkan perpaduan metode tradisional dan inovasi modern.

Plataran Ubud Hotel & Spa akan mengadakan acara makan siang spesial yang menghadirkan kolaborasi tiga chef berbakat.

Chef Ragil dari Nusa Gastronomy dan Thedy Ferly dari Masa Masa akan menyajikan hidangan tradisional Indonesia yang menggunakan bahan-bahan seperti umbi-umbian, jagung, sorgum, dan sagu dalam format santapan ala keluarga. Acara makan siang spesial ini akan menghadirkan kekayaan rasa dari tradisi kuliner Indonesia dan pengaruh Peranakan. Para pengunjng akan menikmati hidangan istimewa sambil berbagi cerita dan kegembiraan dalam kebersamaan.

Susan Jung, penulis kuliner ternama asal Hong Kong, akan membagikan kecintaannya pada dunia memasak di Festival. Ia akan hadir dalam tiga acara spesial: makan malam ayam goreng bersama chef ternama Chef Wan dan Cheong Liew di Indus Restaurant, demo memasak resep sayap ayam ala ibunya di Panggung Teater Kuliner, serta diskusi tentang penulisan buku masak bersama penulis kuliner Kevindra Soemantri.

Dua chef berbakat asal Bali, Chef Made Dhanu dan Chef Kori, akan berkolaborasi dalam acara makan malam spesial di Ramu Kitchen, Titik Dua. Mereka akan memadukan teknik memasak tradisional dengan sentuhan modern untuk menciptakan hidangan yang unik. Chef Dhanu membawa pengalamannya selama di Melbourne, sementara Chef Kori dikenal dengan keahliannya dalam cita rasa khas Indonesia. “Makan malam ini akan menampilkan bahan-bahan segar dan merepresentasikan bagaimana para chef muda Bali menciptakan inovasi menarik dalam dunia kuliner,” papar Dwi Ermayanthi.

Tiga chef muda berbakat dari Indonesia akan berkolaborasi dalam acara makan malam spesial di Nusantara. Dick Derian dari Locaāhands Surabaya, Chef Yudha dari MeiMei Bali, dan Putu Dodik dari Nusantara by Locavore akan berkolaborasi untuk menyajikan interpretasi mereka terhadap hidangan tradisional Indonesia. Para chef akan menambahkan sentuhan kreatif pada resep-resep klasik dalam mengangkat kekayaan dan cita rasa pedas kuliner Indonesia.

Festival ini menghadirkan Food Market gratis dengan lebih dari 70 stan makanan. Para pengunjung dapat mencoba berbagai hidangan lezat, termasuk Pho Thin dari Hanoi, yang menyajikan sup mie Vietnam dengan kuah gurih dan daging. Untuk minuman, cobalah Palapa, campuran khusus arak Bali dengan rempah-rempah dan pala. Pasar ini juga memiliki area pencuci mulut di mana kamu bisa menikmati De Dari Cendol, camilan sehat berbahan nabati dari Tempeman, serta kopi dari % Arabica.

“Di tahun kesepuluh kami, para pecinta kuliner tidak hanya dapat menjelajahi kreasi kontemporer yang disiapkan oleh chef-chef lokal terbaik, tetapi juga menikmati masakan daerah unik yang jarang ditemukan di restoran luar negeri,” ucap Pendiri sekaligus Direktur Janet DeNeefe.

Ada juga kesempatan untuk bergabung dalam pembukaan pameran gratis Base Genep di Kulidan Kitchen & Space, yang menampilkan campuran rempah ikonik Bali yang berarti bumbu lengkap dan menyoroti kedaulatan pangan, warisan budaya, bahan lokal, rasa, serta identitas. Selain itu, karya seni resmi Festival akan dipamerkan dalam pameran tunggal gratis oleh ilustrator Bali, Gusde Sidhi, pencipta identitas visual tahun ini, yang akan dibuka untuk umum pada hari Sabtu, 24 Mei pukul 17.00 di Indus Restaurant.

Festival ini menunjukkan betapa luar biasa dan beragamnya kuliner Indonesia yang menggambarkan tema kita, Heritage. Mulai dari cita rasa Bangka dan Sunda, Minangkabau dan Nusa Tenggara Timur, hingga Maluku dan Papua. “Kami menyambut semua orang untuk datang dan menikmati hidangan terbaik yang pernah kami tawarkan,” tegasnya. [T]

Reporter/Penulis: Nyoman Budarsana
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Kitchen Photojournalism di Ubud Food Festival 2022; Membidik Sisi Lain Dapur
Cokelat Rasa Buah Pala dan Tomi-Tomi dari Kepulauan Sula di Ubud Food Festival 2022
Rempah-Rempah Kita dalam Khazanah Gastronomi Internasional
Tags: kulinerUbudUbud Food Festival
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Mari Kita Jaga Nusantara Tenteram Kerta Raharja

Next Post

I Made Adnyana, Dagang Godoh Itu Kini Bergelar Doktor

Nyoman Budarsana

Nyoman Budarsana

Editor/wartawan tatkala.co

Related Posts

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

by tatkala
October 4, 2026
0
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

Read moreDetails

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
0
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

Read moreDetails

Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

by Nyoman Budarsana
September 27, 2026
0
Merayakan Folklore dari Nusantara hingga Dunia di Nusantara International Folklore Festival

SENJA masih menyisakan cahayanya. Anak-anak penuh canda dan tawa duduk melingkar di bibir panggung yang telah dihias. Dengan santai, mereka...

Read moreDetails

Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

by Nyoman Budarsana
September 20, 2026
0
Energi Anak Muda Menghidupkan Baleganjur Ngarap di ARMA Fest 2026

Ketika malam mulai turun, suasana Open Stage Museum ARMA, Ubud, berubah semarak. Kreativitas anak-anak muda tumpah dalam Lomba Baleganjur Ngarap...

Read moreDetails

21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

by Nyoman Budarsana
September 16, 2026
0
21 Gelar Juara Dibawa Badung, Koster Minta Tahun Depan Hadiah Utsawa Dharmagita Dinaikkan

Kabupaten Badung tampil dominan pada Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII Tahun 2026 dengan memborong 21 dari 37 gelar juara...

Read moreDetails

Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

by Nyoman Budarsana
September 15, 2026
0
Ketika Nada dan Dharma Berpadu di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026

KETIKA gitar dipetik, lantunan suara mulai merayap ke seluruh ruang gedung pementasan berbentuk prosenium itu. Rasa syukur, pujian, dan doa-doa...

Read moreDetails

Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

by Nyoman Budarsana
September 13, 2026
0
Dari Palawakya hingga Sloka di Utsawa Dharmagita XXXIII-2026, Semangat Generasi Muda Rawat Sastra Bali

Pagi itu, alunan nada dan pesan filosofis kembali menggema di Art Center, Taman Budaya Provinsi Bali. Suara-suara suci yang dilantunkan...

Read moreDetails

Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

by Nyoman Budarsana
September 12, 2026
0
Utsawa Dharmagita XXXIII-2026: Ketika Sastra Suci Menggema di Taman Budaya Bali

Jeda hanya sesaat. Setelah kulkul dipukul oleh Gubernur Bali Wayan Koster sebagai tanda dibukanya Utsawa Dharmagita (UDG) Provinsi Bali XXXIII,...

Read moreDetails

YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

by Dede Putra Wiguna
September 12, 2026
0
YouNITE Fest Vol. 1: Ketika Forum GenRe Denpasar Hadirkan Ruang bagi Anak Muda untuk Bersuara dan Bergerak

ANAK muda acap menjadi sasaran kebijakan. Namun, seberapa sering mereka benar-benar diberi ruang untuk bersuara, menyampaikan gagasan, bahkan menentukan arah...

Read moreDetails

Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

by Ingga Adelia
September 11, 2026
0
Art & Bali 2026: Merayakan Ingatan Tubuh dan Dialog Budaya di Nuanu

JUMAT, 11 September 2026, Nuanu Creative City di Tabanan, Bali, menjelma jadi panggung pertama Art & Bali platform seni tahunan...

Read moreDetails
Next Post
I Made Adnyana, Dagang Godoh Itu Kini Bergelar Doktor

I Made Adnyana, Dagang Godoh Itu Kini Bergelar Doktor

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali
Opini

“Ajewera”: Dimensi Determinisme yang Dirusak Sebagai Awal Kehancuran Bali

AJEWERA pada dasarnya merupakan mekanisme kehati-hatian dalam memperlakukan pengetahuan, khususnya pengetahuan yang memiliki dimensi sakral, filosofis, dan esoteris. Dalam tradisi...

by IM Gede Nesa Saputra
October 4, 2026
Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?
Opini

Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

INDONESIA patut berbangga dengan jumlah perguruan tinggi kita yang terus bertambah di berbagai daerah, dan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi...

by S. Bekti Istiyanto
October 4, 2026
Maguru Kuping & Maguru Sastra: Proses Inkubasi Gagasan Menuju Pondasi Literasi yang Kokoh
Esai

Sebelum Dunia Merayakan Wayang, Bali Sudah Memuliakannya

ADA sesuatu yang sedikit menggelitik ketika kita berbicara tentang “Hari Wayang”. Seolah-olah wayang membutuhkan satu tanggal tertentu agar kita kembali...

by I Gusti Made Darma Putra
October 4, 2026
Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian
Bahasa

Anatomi Kata ‘Dungu’ dalam Kamus Warganet Kekinian

DAHULU, kata dungu rasanya terlalu tabu dan kasar untuk diucapkan dalam percakapan sehari-hari. Namun, bahasa itu hidup, bergerak, dan selalu...

by I Made Sudiana
October 4, 2026
Penyair Kelas Teri
Esai

Penyair Kelas Teri

AKU menyebut diriku penyair kelas teri. Sebutan ini muncul karena sadar posisi di samudera literasi yang begitu luas. Aku menulis...

by Arief Rahzen
October 4, 2026
Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih
Panggung

Monolog “Berpayung Waktu”, Merawat Perjuangan Maria Katarina Sumarsih

IDEALTERNATIF akan menghadirkan pertunjukan monolog berjudul Berpayung Waktu pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di Ngaos Art, Tasikmalaya,...

by tatkala
October 4, 2026
Menara Gading di Pasar Kerja
Esai

Menara Gading di Pasar Kerja

LULUSAN sarjana bertambah, pekerjaan yang sesuai tidak tumbuh dengan kecepatan sama. Lalu, apa sebenarnya yang kita harapkan dari universitas ketika...

by I Wayan Renaldi Bayu Permana
October 3, 2026
Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar
Pendidikan

Persami Gugus VI Banjar Tanamkan Karakter Pramuka Sejak Sekolah Dasar

SUASANA Lapangan Labuan Aji, Temukus, Banjar, tampak lebih ramai pada Sabtu (3/10/2026). Sejumlah siswa sekolah dasar datang membawa perlengkapan perkemahan....

by tatkala
October 3, 2026
Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied
Kuliner

Belajar Mengenal Teknik Prancis Lewat Chicken Ballotine Bersama Chef Simon Tailpied

MEMBUAT hidangan restoran tidak hanya soal mengikuti resep. Cara mempersiapkan bahan, mengolahnya dengan teknik yang tepat, hingga menyajikannya menjadi bagian...

by Rusdy Ulu
October 3, 2026
Small Is Beautiful untuk Orang Bali
Esai

Small Is Beautiful untuk Orang Bali

BALI sedang menghadapi sebuah paradoks. Pulau ini semakin ramai, bangunannya semakin besar, investasinya semakin banyak, tetapi bagi sebagian orang Bali...

by Angga Wijaya
October 3, 2026
Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan
Esai

Rocky Gerung dan Godaan Kekuasaan

ADA satu kalimat yang sejak lama saya pegang: sesuatu yang benar tidak cukup hanya diyakini; ia harus terbukti dan teruji...

by Agung Sudarsa
October 3, 2026
Mimpi Ibu Menjadi Manusia
Buku Tatkala

Mimpi Ibu Menjadi Manusia

Judul: Mimpi Ibu Menjadi Manusia Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Komang Astiari ISBN: Masih dalam proses Tebal: 90 halaman...

by Buku Tatkala
October 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co