4 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Rempah-Rempah Kita dalam Khazanah Gastronomi Internasional

Ayu Gayatri by Ayu Gayatri
August 28, 2024
in Esai
Rempah-Rempah Kita dalam Khazanah Gastronomi Internasional
  • Artikel adalah materi dalam panel diskusi “Khasanah Rempah, Makanan dan Obatt Bagi Raga”, Sabtu, 24 Agustus 2024 di Museum Buleleng, Singaraja, Bali
  • Artikel ini disiarkan atas kerjasama tatkala.co dan Singaraja Literary Festival (SLF), 23-25 Agustus 2024.

***

SEBAGAIMANA yang kita ketahui, semakin terbuka dan berkembangnya zaman, membuat semakin luas juga kesempatan kita untuk mendapat akses informasi dari dalam negeri dan luar negeri. Baik itu berupa informasi teknologi terkini, pengetahuan, fashion & style bahkan makanan.

Beragam hidangan dari luar lebih banyak dikenal oleh generasi muda, mulai dari berbagai jenis burger, beragam pasta Italia, sushi dan ramen dari Jepang dan beberapa tahun belakangan ini mulai mengenal juga beragam jenis hidangan dari Korea Selatan yang tentunya secara tidak langsung dipromosikan juga melalui serial-serial drama Korea yang sedang banyak digemari berbagai kalangan.

Lalu, apa kabar dengan masakan-masakan khas dari berbagai daerah di Indonesia? Apakah dapat sepopuler itu juga?

Berbeda dengan hidangan Barat dan beberapa negara lain, hidangan Indonesia cenderung kaya akan rempah-rempah yang konon katanya sulit diterima lidah orang-orang asing. Hampir di seluruh Nusantara, resep-resep hidangan tradisionalnya menggunakan berbagai macam rempah, terkecuali di Indonesia bagian timur yang hidangannya cenderung dimasak dengan sedikit atau tanpa rempah- rempah.

Apabila ditelisik lagi, setiap resep memiliki karakter rasa yang berbeda-beda karena penggunaan rempah yang memiliki aroma dan rasa tertentu. Belum lagi formula atau takaran rempah dari resep yang berbeda, akan menciptakan rasa dan sensasi khas pada indera pencium dan pengecap kita.

Seperti kita ketahui secara gastronomi, rempah-rempah selain digunakan sebagai bahan bumbu untuk berbagai hidangan, cara penggunaannya sesuai resep lokal di daerah masing-masing yang umumnya telah diturunkan dari generasi ke generasi.

Sebagai pengalaman pribadi, terkadang resep-resep lokal didapatkan melalui perjalanan berkunjung ke suatu daerah. Belajar dari Ibu-ibu warga lokal dan memasak bersama di desa-desa yang pernah dikunjungi atau kebetulan mampir ke warung atau rumah makan di suatu tempat yang pemilikinya berbaik hati untuk berbagi resep. Biasanya, bahan-bahan tersebut dicatat dalam dokumentasi kecil yang kemudian dicobakan di dapur Pengalaman Rasa Gastronomy.

Di tahun 2015, saya mulai belajar membuat Basa Genep atau Basa Gede, yang biasanya saya jelaskan sebagai The Balinese essential spice-blend yang ternyata ada banyak versi takaran dan perpaduan bahan rempahnya.

Resep milik almarhumah ibu berbeda dengan Ibu mertua. Resep basa genep lain yang saya telusuri di buku-buku masakan Bali juga demikian. Maka agar ada standar rasa dan pengolahan di Pengalaman Rasa Gastronomy, akhirnya saya buat menjadi resep baku yang sudah ada takarannya.

Sementara untuk masakan dari daerah lainnya, beberapa bahan dan rempah terkadang perlu dibawa dari daerah asalnya karena tidak mudah ditemukan di Bali. Semisal, membuat Mi Gomak, beberapa bahan, terutama rempah khas Toba yang bernama Andaliman, harus saya dapatkan dan saya bawa pulang untuk dicoba resepnya.

Beberapa resep yang sudah berhasil saya formulakan dalam takaran, biasanya kami adopsi untuk menjadi salah satu menu dalam “Surprise Menu” yang kami sajikan dalam 10 sequence dining experience, sebagai “oleh-oleh” dari perjalanan kami.

Selain memasak hidangan, bisanya juga saya akan bertugas menjelaskan keseluruhan rangkaian hidangan yang kami sajikan satu persatu berdasarkan sequence-nya, baik asal hidangan tersebut, bahan-bahan yang digunakan juga cara memasaknya.

Beberapa masakan, saya sajikan dengan tingkat rasa pedas dari cabai yang sudah diturunkan tanpa mengurangi bahan rempah yang lainnya agar rasanya tetap otentik, namun mild dan dapat diterima lidah tetamu di Pengalaman Rasa Gastronomy karena kebanyakan mereka datang dari manca negara.

Kita patut bangga, beberapa hidangan khas dari Indonesia telah dikenal dan mendapat tempat sebagai salah satu hidangan yang digemari berbagai kalangan di dunia. Baik yang berupa hidangan comfort food yang menggunakan sedikit rempah seperti lumpia dan siomay, ataupun hidangan- hidangan yang kaya rempah seperti rendang, hidangan khas Minang yang pernah dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia versi rilis CNN.

Rawonkhas Jawa Timur dan soto betawikhas Jakarta juga dinobatkan no 1 dan 2 di antara daftar hidangan sup terenak yang telah dikurasi dari seluruh dunia versi TasteAtlas tahun 2024. Nasi gorengyang merupakan hidangan hasil asimilasi dengan budaya Tiongkok, bahkan sudah menjadi salah satu menu hidangan di berbagai restoran-restoran Asian Cuisine di seluruh dunia sebagai salah satu yang menjadi brand Indonesia.

Sateyang memiliki ciri khas bumbu dan rempah yang berbeda-beda di setiap daerah di Indonesia menurut survei dari World’s 50 most Delicious Foods pun menempatkan sate di urutan ke 14 sebagai makanan terlezat di dunia. Dan masih ingin melihat sejauh mana hidangan Indonesia dengan rempah-rempahnya dapat menghegemoni gastronomi secara internasional.

Dari sini kita dapat mengetahui bahwa rempah-rempah yang dalam hal ini terdapat di dalam berbagai hidangan khas daerah-daerah di Indonesia, mulai merambah masuk dan digemari oleh berbagai kalangan di dunia. Semakin banyak diplomasi gastronomi yang dilakukan secara formal sebagai delegasi perwakilan negara dalam ajang internasional, ataupun secara informal dengan memasak dan memperkenalkan hidangan khas Indonesia kepada teman-teman warga asing, semakin banyak pula dikenal hidangan-hidangan lezat khas Indonesia yang kaya rempah di seluruh dunia.

Dalam hal ini, di beberapa kesempatan, kami diundang untuk mempersentasikan hidangan-hidangan khas Bali Utara untuk diperkenalkan kepada khalayak dalam gelaran Ubud Food Festival, salah satu festival kuliner di Indonesia yang sudah dikenal oleh kalangan food enthusiast, praktisi kuliner, dan food-writers secara internasional.

Beberapa kali juga kami melakukan pop-up cooking untuk teman- teman di beberapa negara yang kebetulan kami datang diundang sehubungan dengan seminar. Dan juga mewakili Indonesia dan Asia Tenggara sebagai salah satu delegasi kongres Worldcanic di Lanzarote-Canary Island, sebuah pulau tropis yang indah di wilayah negara Spanyol tak jauh dari benua Afrika, di mana diselenggarakan sebuah kongres gastronomi di mana berkumpul para koki, para ilmuwan gunung api, petani-petani dan pembuat anggur dari beberapa negara yang memiliki gunung berapi.

Di dalam kongres tersebut, kami mempresentasikan hidangan khas Bali, berupa Bebek Betutu yang bumbu racikan yang sudah kami persiapkan dan upihnya khusus kami bawa dari Bali. Selain itu juga kami mempresentasikan pembuatan Sate Lilit dengan berbagai jenis rempah yang juga kami bawa langsung sebagai display di saat mempresentasikan dan hal ini mengundang keingintahuan mereka dan maju ke meja presentasi untuk melihat dan mencium bahan bumbu dan rempah-rempah yang dipajang sebagai “pintu masuk” untuk mengundang mereka datang ke negeri Indonesia.[T]

  • BACA artikel lain terkait SINGARAJA LITERARY FESTIVAL 2024
Khasanah Rempah, Makanan dan Obat Bagi Raga
Parfum Berbahan Rempah: Kearifan Sastra Bermotif Panji yang Belum Banyak Digali
Tentang Rambut dan Kisah-kisahnya
WARṆANAWARNA : Cerita Tentang Warna dan Kemungkinan Skema Teori Warna Bali
Apa itu Gincu?
Tags: gastronomirempah-rempahSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Wiku Tapini

Next Post

Putra Daniswara, Suarakan Perdamaian dan Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Monolog Perahu Gaza

Ayu Gayatri

Ayu Gayatri

Culinary Expert

Related Posts

Presiden di Dalam Kepala Saya

by Angga Wijaya
August 3, 2026
0
Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

Read moreDetails

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

by Chusmeru
August 3, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

Read moreDetails

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails
Next Post
Putra Daniswara, Suarakan Perdamaian dan Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Monolog Perahu Gaza

Putra Daniswara, Suarakan Perdamaian dan Nilai-Nilai Kemanusiaan Lewat Monolog Perahu Gaza

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd
Ulas Buku

SEBUT SAJA NAGA DALAM GELAP: Dunia Lain, Tan Lioe Ie, dan Cahaya Pink Floyd

Pengantar singkat: Buku puisi Soto Otak ODGJ, tidak pernah menjadi "isu besar" yang cukup menarik perhatian pembela hak asasi manusia,...

by IRZI
August 3, 2026
Presiden di Dalam Kepala Saya
Esai

Presiden di Dalam Kepala Saya

"Man is an animal suspended in webs of significance he himself has spun." Manusia adalah makhluk yang bergantung pada jejaring...

by Angga Wijaya
August 3, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Korupsi di Indonesia: Persekongkolan Antara Kuasa dan Modal

KORUPSI, sebagaimana narkoba dan terorisme bukanlah kejahatan tunggal. Selalu melibatkan orang lain. Korupsi adalah persekongkolan, perselingkuhan, jaringan, dan kongkalikong. Korupsi...

by Chusmeru
August 3, 2026
Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam
Kritik Seni

Menimbun Sunyi dengan Polusi Suara: Mengapa Teater Modern Bali Takut Diam

SALAH satu paradoks teater modern Bali hari ini adalah ketidakmampuannya mempercayai keheningan. Hampir setiap pertunjukan merasa perlu memenuhi panggung dengan...

by Wayan Gde Yudane
August 3, 2026
‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer
Ulas Musik

‘Another Brick in the Wall’ dan Krisis Hormat dalam Pendidikan Kontemporer

Pada tahun 1979, band rock progresif Inggris Pink Floyd merilis lagu “Another Brick in the Wall” (Part 2) dalam album...

by Ahmad Sihabudin
August 3, 2026
“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran
Pameran

“Sinergi Air”, Ketika Cinta dan Seni Mengalir dalam Satu Pameran

DI sebuah galeri mungil yang tenang di kawasan Seminyak, langkah pengunjung melambat begitu memasuki ruang pamer. Dinding-dinding putih dipenuhi lukisan...

by Nyoman Budarsana
August 3, 2026
Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co