2 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Tentang Rambut dan Kisah-kisahnya

Ari Dwijayanthi by Ari Dwijayanthi
August 21, 2024
in Esai
Tentang Rambut dan Kisah-kisahnya

Ari Dwijayanthi | desain tatkala.co

  • Artikel ini adalah materi dalam panel diskusi “Perempuan dalam Konteks Pengetahuan Tradisional dan Sastra Masa Depan”, serangkaian Singaraja Literary Festival (SLF), Minggu, 25 Agustus 2024, di areal Gedong Kirtya, Singaraja, Bali
  • Artikel ini disiarkan atas kerjasama tatkala.co dan Singaraja Literary Festival (SLF), 23-25 Agustus 2024

***

PADA kemilau hitam rambutmu, ku simpan hasratku. Pada harum cempaka rambutmu, ku pendam cintaku. Pada gelombang rambutku, ku tautkan segala pujianku padamu kekasih hatiku. Adakah yang lebih indah selain mengecup mesra rambutmu. (Adaptasi Kekawin Smaradahana saat Bhatara Smara merayu Bhatari Ratih).

Tak seorang pun menginginkan rambutnya hanya menjadi kenangan. Rambut yang tumbuh subur, hitam, lebat menjadi dambaan setiap insan. Apa pun dilakukan untuk menjadikan rambut selalu terlihat sehat. Meski sesekali atau bahkan sering kali mengeluarkan biaya yang mahal untuk melakukan perawatan rambut, seperti tanam anak rambut, tato kulit kepala, atau menggunakan berbagai macam produk shampoo, kondisioner, tonik, serum rambut, vitamin rambut, bahkan parfum rambut. Macam-macam perawatan tersebut secara mudah didapatkan dengan membeli produk tersebut, karena sudah dijual di dalam kemasan yang sudah diproduksi massal.

Lontar Indrani Sastra menyebutkan, setiap titik dalam tubuh perempuan dihuni oleh para dewi, jika dihitung ada sekitar tiga puluh enam dewi di sana. Dewi Lomawati adalah dewi yang menghuni rambut, menjiwai rambut, dan memberikan kehidupan kepada akar, batang, dan ujung rambut. Loma dalam bahasa Sanskerta berarti seorang perempuan baik yang memiliki sifat murah hati dan dermawan.

Sementara itu, dalam kamus nama-nama Sanskerta, Lomasa tidaklah lain adalah pelayan Dewi Durga. Menurut kepercayaan seseorang yang bernama Lomasa juga berarti seorang ahli filsafat agung dan pencerita tentang sejarah. Dewi Lomawati yang menjiwai rambut seorang perempuan menjadi salah satu alasan mengapa rambut itu harus dirawat, alasannya tidaklah lain: memikat lawan jenis.

Indrani Sastra mengulas tentang perawatan rambut agar tetap tumbuh sehat, lebat, hitam, dan berkilau. Selain itu juga mengulas tentang menjadikan kulit kepala bebas minyak, ketombe, sehingga kulit kepala tetap sehat, karena kulit kepala yang sehat merupakan cikal bakal rambut sehat juga. Sebermula mencintai, seperti itu pula perempuan merawat rambutnya.

Dewi Lomawati menuturkan perjalanan dirinya dari memetik bahan-bahan untuk shampoo, meracik beberapa biji-bijian untuk tonik, dan menyangrai kemiri untuk masker rambut. Sesekali Dewi Lomawati mengibaskan rambutnya untuk memastikan angin berhembus sepoi-sepoi. Dari jemarinya yang lentik ia meremas beberapa daun untuk shampoo, begini katanya pada angin:

“Hai Angin, aku memetik daun waru, pun telah memetik daun kembang sepatu, tak lupa juga aku petik daun mangkokan, aku menjadikannya penyejuk di kepalaku, sebelum kekasihku datang.” Interpretasi bebas Lontar Indrani Sastra dan Lontar Rukmini Tattwa.

Konsep keseimbangan dianut dalam setiap ajaran kecantikan, bila kemudian kondisi kulit kepala panas maka keramaslah dengan bahan-bahan yang bersifat dingin. Begitu pula bila kondisi kulit kepala dingin keramaslah dengan bahan-bahan yang bersifat panas. Daun waru dan daun kembang sepatu memiliki kandungan unsur yang dingin sehingga sangat bagus untuk menyejukkan kulit kepala, ingatlah kulit kepala yang berketombe muncul karena tidak ketidakseimbangan kondisi kulit kepala itu sendiri. Sebaliknya bila kepala agak sakit keramaskan dengan daun kembang sepatu namun campurkan daun kembang sepatu tersebut dengan parutan jahe.

Nyan pacameng kesa, sunguning wedus padu, jambu hireng, gedang warangan, tunu ika katiga apisan, wamanuhu hening jeruk, pupurek, wekasan karamasemehan (hal 20a Lontar Indrani sastra).

Terjemahan:

Inilah penghitam rambut, tanduk domba, jambu hitam, pisang kekuning-kuningan, panggang ketiganya dan jadikan satu, basahi dengan air jeruk, dilumatkan hingga lembut, kemudian berkeramas.

Resep untuk menghitamkan rambut seperti kutipan di atas terdiri dari tanduk domba, jambu hitam, pisang kuning yang dihaluskan menjadi satu, kemudian disangrai. Setelah melalui proses sangrai hingga menjadi serbuk kemudian dilembutkan dengan campuran air jeruk hingga wujudnya seperti cream atau shampoo.

Perasan air jeruk berfungsi untuk menyuburkan rambut dan menyehatkan kulit kepala. Tanduk domba pada zaman sekarang bisa diganti dengan tanduk kerbau. Selain diparut, tanduk kerbau juga bisa direbus dan diminum airnya agar uban berangsur-angsur memudar. Tanaman-tanaman itu tumbuh di atas tanah yang dirawat dengan mantra serta upacara. [T]

  • BACA artikel lain terkait SINGARAJA LITERARY FESTIVAL 2024
Menyeret Teks Lama ke Dalam Eksperimentasi Media Baru
3 Tawaran Modus Penciptaan Puisi
WARṆANAWARNA : Cerita Tentang Warna dan Kemungkinan Skema Teori Warna Bali
Apa itu Gincu?
Sains & Fiksi, Puncak Kelindan Fakta dan Imajinasi
Filsafat, Jalan Ninja Ide Hebat
Khasanah Rempah, Makanan dan Obat Bagi Raga
Tags: apresiasi sastrapengetahuan tradisionalPerempuanSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Menyeret Teks Lama ke Dalam Eksperimentasi Media Baru

Next Post

Pedih Padi dan Tuhan Yang ‘Mabuk’ [Untuk Bapak dan Ibu]

Ari Dwijayanthi

Ari Dwijayanthi

Bernama lengkap Ni Made Ari Dwijayanthi, lahir di Tabanan, 1988. Lulusan S2 Jawa Kuno, Unud, ini banyak menulis puisi dan prosa dalam bahasa Bali, antara lain dimuat di Bali Post dan Pos Bali. Bukunya yang berjudul Blanjong (prosa liris Bali modern) mengantarkannya meraih penghargaan Widya Pataka dari Gubernur Bali tahun 2014

Related Posts

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
0
Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

Read moreDetails

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
0
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

Read moreDetails

Manusia Purba di Kota Denpasar

by Angga Wijaya
October 1, 2026
0
Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

Read moreDetails

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
0
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

Read moreDetails

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

by Chusmeru
September 30, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

Read moreDetails

Cara Sederhana Menilai Kesehatan Bangsa

by Putu Arya Nugraha
September 29, 2026
0
Kecerdasan Buatan dan Masa Depan Profesi Dokter

PARA ahli sering berdebat mengenai kemajuan dan kesejahteraan negara kita, memakai berbagai indikator yang kadang sulit dipahami. Beberapa indikator yang...

Read moreDetails

Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

by Ahmad Hirzan Anwari
September 29, 2026
0
Latihan Kader Bela Negara di Bali, untuk Apa?

PADA 12 September 2026, saya menerima informasi dari grup WhatssApp. Isinya permohonan delegasi untuk mengikuti latihan kader bela negara yang...

Read moreDetails

Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

by Emi Suy
September 29, 2026
0
Kusala Sastra Katulistiwa yang Menyalakan Cahaya di Jalan Sunyi Sastra

ADA jalan yang tidak pernah benar-benar ramai. Sastra berjalan di sana, kadang ditemani lampu kecil dari sebuah kamar, meja kerja...

Read moreDetails

Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

by Jero Penyarikan Duuran Batur
September 28, 2026
0
Brigitta Hauser-Schäublin: Batur, “Pasihan”, dan Peluang Diskusi Setelahnya

Puspawacana penulis tujukan untuk mendiang Ibu Prof. Brigitta Hauser-Schäublin yang telah berpulang ke kedamaian pada medio 2025. Penulis mengucapkan terima...

Read moreDetails

Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

by Angga Wijaya
September 27, 2026
0
Melamar Kerja Saat Usia Tak Lagi Muda

DUA hari lalu, saat membuka media sosial, saya melihat informasi lowongan kerja sebagai kontributor penulis pada sebuah media online nasional....

Read moreDetails
Next Post
Pedih Padi dan Tuhan Yang ‘Mabuk’ [Untuk Bapak dan Ibu]

Pedih Padi dan Tuhan Yang ‘Mabuk’ [Untuk Bapak dan Ibu]

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • DUA BELAS PERSEN PRIA BALI BERLELUHUR INDIA: Hasil Penelitian DNA oleh Team Universitas Arizona dan Kajian Prof. I Wayan Ardika dan Prof. Peter Bellwood

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK
Esai

Ketika Pancasila Menjadi Kompas Karier Lulusan SMK

SETIAP 1 Oktober, kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Di sekolah, peringatan itu biasanya hadir melalui upacara, pembacaan Pancasila, ikrar, dan...

by I Wayan Yudana
October 1, 2026
Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali
Khas

Cerita di Balik Setiap Gigitan Keju Lokal di Bali

Sepotong keju mungkin tampak biasa ketika tersaji di atas piring. Namun, sebelum sampai ke meja makan, ada perjalanan panjang yang...

by Rusdy Ulu
October 1, 2026
Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali
Esai

Peristiwa 65 dan Lahirnya Taluhisme: Trauma Kolektif dan Candu Pariwisata di Balik Apatisme Manusia Bali

”ORANG Bali tidak mau demo karena sangat cinta damai dan menjunjung Tri Hita Karana.” Demikian kutipan yang ditampilkan pada salah...

by Teguh Wahyu Pranata
October 1, 2026
Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali
Panggung

Shanty Paredes Akan Meriahkan Gala Dinner 10 Tahun Sthala Ubud Bali

PENYANYI dan aktris Indonesia, Shanty Paredes, akan memeriahkan perayaan ulang tahun ke-10 Sthala, a Tribute Portfolio Hotel, Ubud Bali, melalui...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma
Pop

Zat Kimia dan Racun Masa Lalu yang Menjelma Karsinoma

ADA hal-hal yang tidak terlihat, tetapi diam-diam terus tumbuh di dalam diri. Luka yang belum selesai, dendam yang tidak pernah...

by Nyoman Budarsana
October 1, 2026
Manusia Purba di Kota Denpasar
Esai

Manusia Purba di Kota Denpasar

SETIAP pagi, ketika keluar dari kos, saya melihat pemandangan yang hampir selalu sama. Jalan mulai dipenuhi sepeda motor. Dari gang-gang...

by Angga Wijaya
October 1, 2026
Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi
Khas

Pasar Seni Sukawati, Megah nan Sunyi

“CARI apa, Bu? Ayo lihat-lihat dulu di sini, ayo, lima puluh ribu dapat dua!” Seruan itu begitu melekat dalam ingatan...

by Dede Putra Wiguna
October 1, 2026
Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?
Olahraga

Siapa Saja yang Bangga dengan Prestasi Desak Rita?

KEMENANGAN Desak Made Rita Kusuma Dewi di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tentu saja bukan soal menambah satu medali emas bagi...

by Jaswanto
October 1, 2026
Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang
Esai

Sehidup Semati, Bersama dalam Kehidupan, Bersama dalam Perjalanan Pulang

vāsāṃsi jīrṇāni yathā vihāyanavāni gṛhṇāti naro ’parāṇi |tathā śarīrāṇi vihāya jīrṇānyanyāni saṃyāti navāni dehī || “Sebagaimana setelah menanggalkan baju lama,...

by Agung Sudarsa
September 30, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Komunikasi Tradisional di Mata Gen Z: Tak Dipakai, tapi Dikontenkan

DAHULU, jika ada pengumuman di desa menggunakan kentongan, bedug, atau petugas yang keliling, semua warga mendengar. Kini, bila ada pengumuman...

by Chusmeru
September 30, 2026
Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”
Budaya

Dua Pelajar Tabanan Diundang Kurator Tampil dalam Pameran Seni Rupa Remaja “Danau Toba: Manusia & Alam”

TABANAN | TATKALA -- Dua pelajar muda asal Tabanan, Bali, I Putu Bagus Sastra Vedanta Wiyasa dan Ni Kadek Ayu...

by Rusdy Ulu
September 30, 2026
Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?
Opini

Sekolah Gratis: Apakah Bebas Biaya Berarti Berkualitas?

PENDIDIKAN gratis kembali menjadi pembicaraan publik pasca Presiden Prabowo Subianto pada 18 September 2026 menyatakan komitmennya agar biaya pendidikan pada...

by Dini Nastiti Wardani
September 30, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co