2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Sains & Fiksi, Puncak Kelindan Fakta dan Imajinasi

Dee Lestari by Dee Lestari
August 20, 2024
in Esai
Sains & Fiksi, Puncak Kelindan Fakta dan Imajinasi

Dee Lestari | desain: tatkala.co

  • Artikel ini adalah materi dalam panel diskusi “Filsafat, Sains dan Sastra”, Sabtu, 24 Agustus 2024 di Museum Buleleng, Singaraja
  • Artikel ini disiarkan atas kerjasama tatkala.co dan Singaraja Literary Festival (SLF), 23-25 Agustus 2024

***

Genre Fiksi Sains: Sebuah Jembatan yang Strategis

SAINs dan fiksi adalah dua dunia yang tampaknya terpisah, bahkan bertolak belakang. Sains berbasis fakta, sementara fiksi berbasis imajinasi. Namun, ketika keduanya bertemu, hasilnya bisa menakjubkan, bahkan penting.

Dari novel klasik hingga film blockbuster, fiksi sains telah menjadi jendela bagi kita untuk melihat jauh serta memahami kemungkinan-kemungkinan baru. Genre ini dapat memengaruhi cara kita melihat dunia dan berinteraksi dengan teknologi. Ketika kita membaca tentang perjalanan luar angkasa, teknologi canggih, atau kehidupan di planet lain, kita tidak hanya terhibur, tetapi juga diajak untuk membayangkan inovasi apa yang mungkin terjadi dalam hidup kita.

Dengan laju perkembangan informasi dan teknologi yang kian cepat, kita perlu memiliki kemampuan untuk menganalisis dan mempertanyakan apa yang kita terima sebagai kebenaran. Genre ini memicu kita mempertanyakan realitas yang kita jalani sehari-hari, mengajak kita untuk berpikir kritis. Tak jarang fiksi sains mengangkat isu-isu sosial, etika, dan moral yang relevan dengan perkembangan teknologi. Dalam novel Do Androids Dream of Electric Sheep? karya Philip K. Dick misalnya, kita diajak untuk mempertanyakan apa artinya menjadi manusia pada era di mana mesin bisa meniru emosi dan perilaku manusia.

Tak berhenti di sana, fiksi sains pun mampu mengeksplorasi isu-isu sosial dan politik. Film The Matrix tidak hanya menawarkan aksi yang seru, tetapi juga mengajak kita untuk berpikir tentang realitas, kontrol, dan kebebasan. Dengan menggunakan elemen fiksi sains, seorang kreator dapat menyampaikan pesan yang lebih kuat dan mendalam, yang mungkin sulit untuk disampaikan dalam konteks yang lebih realistis.

Salah satu kontribusi terbesar fiksi sains adalah kemampuannya sebagai katalisator untuk kreativitas dan inovasi. Banyak penemuan teknologi modern yang terinspirasi oleh ide-ide yang awalnya muncul dalam fiksi sains. Ini menunjukkan bahwa fiksi sains tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pendorong inovasi. Novel 2001: A Space Odyssey karya Arthur C. Clarke memperkenalkan kita kepada konsep kecerdasan buatan dan eksplorasi luar angkasa yang sangat futuristik. Arthur C. Clarke juga menggambarkan tablet dan video call, yang bagi kita sekarang menjadi sebuah keniscayaan. Meskipun ditulis pada tahun 1968, banyak detail imajinatif dalam bukunya kini menjadi kenyataan, termasuk penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan segala keterkaitan tadi, terbaca jelas bahwa sains dan fiksi memiliki hubungan yang saling menguntungkan. Sains memberikan bahan baku bagi fiksi, sementara fiksi memberikan konteks dan imajinasi yang diperlukan untuk menjelajahi ide-ide baru. Ketika keduanya berpadu, kita tidak hanya mendapatkan cerita yang menarik, tetapi juga wawasan yang mendalam tentang dunia di sekitar kita. Fiksi sains tak hanya membantu kita untuk menerima teknologi, tetapi juga untuk memahami implikasi yang mungkin ditimbulkannya.

Fiksi sains dapat menjadi jembatan strategis antara imajinasi dan realitas, mendorong kita untuk berpikir lebih jauh dan berani bermimpi. Ketika kita membaca fiksi sains, kita tidak hanya terlibat dalam sebuah petualangan imajinatif, tetapi juga berpartisipasi dalam sebuah dialog yang lebih besar tentang sains, teknologi, dan masa depan. Kita diajak untuk berpikir, bertanya, dan membayangkan. Di situlah letak keajaiban fiksi sains: ia mampu merangsang pikiran dan membawa kita ke tempat dan peristiwa yang segar serta visioner.

Kontribusi Fiksi Sains: Mendorong Batas Inovasi

Fiksi sains punya dampak nyata dalam kehidupan kita. Dari pengembangan teknologi hingga perubahan sosial, fiksi sains telah membentuk cara kita berpikir dan berinovasi.

Kontribusi fiksi sains dalam kehidupan sehari-hari tidak bisa dianggap remeh. Fiksi sains seringkali menjadi jembatan antara sains dengan masyarakat, membantu orang untuk memahami konsep-konsep ilmiah yang kompleks dengan cara yang lebih mudah dicerna. Lewat film dan novel fiksi sains, tak jarang terpicu diskusi tentang isu-isu penting seperti perubahan iklim, teknologi, dan etika. Dalam konteks ini, fiksi sains berfungsi sebagai cermin yang memantulkan kekhawatiran dan harapan kita terhadap masa depan.

Sejak awal kemunculannya, fiksi sains telah menjadi medium yang kuat untuk mengeksplorasi ide-ide futuristik. Karya-karya seperti 1984 karya George Orwell dan Brave New World karya Aldous Huxley tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pandangan kritis terhadap masyarakat dan teknologi. Mereka mengajak pembaca untuk mempertanyakan norma-norma yang ada dan membayangkan dunia yang berbeda. Kontribusi fiksi sains dalam inovasi teknologi juga tidak bisa diabaikan. Banyak penemuan yang awalnya muncul dari imajinasi para penulis fiksi sains. Contohnya, konsep telepon pintar yang kita gunakan sehari-hari sudah ada dalam karya-karya seperti Star Trek. Dalam serial tersebut, perangkat komunikasi yang digunakan oleh karakter-karakternya mirip dengan smartphone modern. Hal ini menunjukkan bagaimana imajinasi dapat memicu inovasi nyata di dunia nyata.

Fiksi sains juga berfungsi sebagai ruang eksperimen untuk ide-ide baru. Dalam banyak cerita, penulis menciptakan dunia yang sepenuhnya baru dengan aturan dan logika yang berbeda. Ini memungkinkan mereka untuk mengeksplorasi konsep-konsep yang mungkin tidak dapat diterima dalam konteks dunia nyata. Misalnya, dalam novel Snow Crash karya Neal Stephenson, penulis menciptakan dunia virtual yang memungkinkan pembaca untuk membayangkan kemungkinan-kemungkinan baru dalam interaksi manusia dan teknologi.

Dengan mengintegrasikan fakta ilmiah ke dalam narasi, cerita tidak hanya berpotensi menjadi lebih menarik, tetapi juga bisa memberikan pembaca pemahaman yang lebih baik tentang konsep-konsep ilmiah. Dalam buku The Martian karya Andy Weir, pembaca diajak untuk memahami prinsip-prinsip dasar sains dan teknik bertahan hidup di Mars, sambil menikmati petualangan yang mendebarkan.

Setiap kali kita menikmati cerita-cerita fiksi sains, ingatlah bahwa kita tidak hanya sedang bersenang-senang, tetapi juga berpartisipasi dalam dialog yang lebih besar tentang masa depan kita. Fiksi sains adalah jembatan yang menghubungkan imajinasi dan realitas, dan setiap cerita yang kita baca dapat menjadi sumber inspirasi untuk inovasi dan perubahan.

Fiksi Sains Dunia & Tanah Air: Menyemai Bumbu Sains dalam Fiksi

Fiksi sains telah menjadi salah satu genre yang paling menarik dan berpengaruh dalam dunia sastra. Dari kapal selam yang menjelajahi lautan dalam Twenty Thousand Leagues Under the Sea karya Jules Verne hingga dunia distopia yang penuh teknologi dalam novel-novel cyberpunk, fiksi sains telah mengubah cara kita melihat sains dan teknologi.

Jules Verne, sering disebut sebagai Bapak Fiksi Sains, adalah salah satu penulis yang paling berpengaruh dalam genre ini. Karya-karyanya, seperti Journey to the Center of the Earth dan From the Earth to the Moon, tidak hanya memikat imajinasi pembaca, tetapi juga memprediksi banyak penemuan ilmiah yang akan datang. Verne berhasil menggabungkan fakta ilmiah dengan imajinasi yang liar, menciptakan dunia yang seolah-olah mungkin untuk dijelajahi. Dengan deskripsi detail tentang teknologi yang belum ada saat itu, Verne membuka jalan bagi penulis-penulis selanjutnya untuk mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan baru dalam fiksi sains.

Setelah Verne, penulis seperti H.G. Wells muncul dengan karya-karya yang lebih gelap dan kritis. Dalam novel The War of the Worlds, Wells mengeksplorasi tema invasi alien dan dampaknya terhadap masyarakat. Karya ini tidak hanya menjadi salah satu contoh awal dari fiksi sains yang menggabungkan elemen horor, tetapi juga mencerminkan ketakutan masyarakat terhadap teknologi dan perubahan sosial pada masa itu. Wells berhasil menunjukkan bagaimana sains dapat menjadi alat untuk menggambarkan ketakutan dan harapan manusia.

Masuk ke era modern, kita tidak bisa melewatkan nama-nama seperti Isaac Asimov dan Philip K. Dick. Asimov, dengan Foundation dan Robot series-nya, memperkenalkan konsep-konsep seperti kecerdasan buatan dan robotika yang masih relevan hingga saat ini. Dia tidak hanya menciptakan cerita yang menarik, tetapi juga mengajak pembaca untuk mempertimbangkan etika dan moralitas di balik kemajuan teknologi. Di sisi lain, Philip K. Dick, dengan karya-karya seperti Do Androids Dream of Electric Sheep?, mengeksplorasi identitas dan realitas dalam dunia yang semakin dipenuhi oleh teknologi. Karya-karya Dick sering kali mempertanyakan apa artinya menjadi manusia pada zaman ketika batas antara manusia dan mesin semakin kabur.

Dengan perkembangan teknologi yang pesat, fiksi sains juga beradaptasi. Cyberpunk, sebagai subgenre fiksi sains, menggambarkan dunia di mana teknologi dan kehidupan manusia saling berinteraksi dengan cara kompleks. Karya-karya seperti Neuromancer oleh William Gibson dan Snow Crash oleh Neal Stephenson mengeksplorasi tema-tema seperti realitas virtual, kecerdasan buatan, dan dampak sosial dari teknologi. Dalam dunia cyberpunk, kita sering kali melihat gambaran masyarakat yang terfragmentasi, saat teknologi membawa kemudahan sekaligus tantangan baru.

Dalam dunia yang semakin terhubung, fiksi sains juga membantu kita memahami budaya dan perspektif yang berbeda. Karya-karya dari penulis non-Barat, seperti Liu Cixin dari Tiongkok, memberikan sudut pandang yang berbeda tentang masa depan dan teknologi. Dengan membaca fiksi sains dari berbagai budaya, kita dapat memperluas wawasan kita dan memahami bagaimana orang lain melihat dunia.

Fiksi sains di Indonesia mungkin belum sepopuler di negara-negara barat, tetapi tidak sedikit upaya penulis lokal untuk mengangkat tema-tema ilmiah dengan cara yang menarik dan inspiratif, termasuk yang saya lakukan lewat serial Supernova. Meski tidak pernah yakin untuk menyebut Supernova sebagai fiksi sains (saya selalu merasa penyematan tajuk genre seperti ini bukanlah tugas saya, melainkan tugas kritikus dan pengamat), dengan cukup terang saya memasukkan diskusi-diskusi bernuansa saintifik di dalam banyak adegan di sepanjang serial Supernova.

Menulis Fiksi Sains: Menggabungkan Data dan Imajinasi

Menulis fiksi sains itu seperti memasak. Kita butuh bahan-bahan yang tepat untuk menciptakan hidangan yang lezat dan menggugah selera. Dalam hal ini, bahan-bahan tersebut adalah fakta ilmiah, imajinasi, dan unsur-unsur dramatis. Menggabungkan semua itubisa jadi tantangan, tapi dengan beberapa tips praktis, kamu bisa meramu cerita yang bukan hanya menarik, tetapi juga cerdas.

Pertama-tama, penting untuk memahami bahwa fiksi sains bukan hanya soal teknologi canggih atau alien yang datang dari luar angkasa. Ini adalah tentang bagaimana sains dapat memengaruhi kehidupan manusia dan bagaimana kita berinteraksi dengan dunia di sekitar kita.

Mulailah dengan melakukan riset. Ini langkah krusial. Tanpa pemahaman yang baik tentang konsep ilmiah yang ingin kamu masukkan ke dalam cerita, narasi yang kamu buat bisa terasa datar atau bahkan tidak kredibel. Misalnya, jika kamu ingin menulis tentang perjalanan luar angkasa, pelajari tentang fisika ruang angkasa, gravitasi, dan teknologi roket. The Martian oleh Andy Weir bisa menjadi referensi yang bagus untuk memahami bagaimana sains dapat diintegrasikan dengan menarik ke dalam cerita.

Setelah melakukan riset, pikirkan tentang bagaimana sains dapat menjadi bagian dari karakter dan plot. Karakter yang terlibat dalam dunia sains sering kali memiliki motivasi yang kuat untuk mengeksplorasi dan memahami dunia. Misalnya, dalam novel Frankenstein karya Mary Shelley, karakter Victor Frankenstein didorong oleh keinginan untuk memahami kehidupan dan kematian. Motivasi ini menciptakan ketegangan dan konflik yang menarik dalam cerita.

Selanjutnya, jangan takut untuk berimajinasi. Fiksi sains memberi kamu kebebasan untuk mengeksplorasi ide-ide yang mungkin tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Namun, penting untuk tetap menjaga elemen ilmiah agar tetap relevan. Jika kamu menarasikan sebuah teknologi baru misalnya, pastikan untuk memberikan penjelasan yang logis tentang bagaimana teknologi tersebut bekerja. Ini akan membantu pembaca merasa terhubung dengan cerita dan membuatnya lebih meyakinkan.

Jangan lupa untuk mempertimbangkan dampak sosial dari sains dalam ceritamu. Fiksi sains sering kali mencerminkan kekhawatiran dan harapan masyarakat terhadap teknologi dan kemajuan ilmiah. Novel Brave New World karya Aldous Huxley mengeksplorasi tema kontrol sosial dan dampak teknologi pada kehidupan manusia dapat menjadi contoh yang baik. Dengan memasukkan elemen ini, kamu dapat memberikan kedalaman tambahan pada cerita dan membuat pembaca berpikir lebih jauh tentang implikasi dari sains.

Fiksi sains bukan hanya tentang teknologi dan fakta, tetapi juga tentang manusia dan pengalaman mereka. Karakter yang kuat dan emosi yang mendalam akan membuat cerita lebih menarik. Pertimbangkan bagaimana penemuan ilmiah atau teknologi baru memengaruhi kehidupan karakter. Apakah itu membawa mereka lebih dekat atau justru menjauhkan mereka dari orang-orang yang mereka cintai? Dengan menggabungkan elemen ilmiah dengan pengembangan karakter yang baik, kamu bisa menciptakan cerita yang lebih mendalam dan berkesan.

Gunakan elemen naratif yang kuat. Cerita yang baik tidak hanya bergantung pada ide-ide ilmiah, tetapi juga pada karakter yang menarik dan plot yang menegangkan. Struktur cerita harus tetap dijaga untuk menciptakan runutan peristiwa dan sebab-akibat yang logis. Ini faktor krusial yang akan membuat pembaca merasa terlibat dan ingin terus membaca.

Terakhir, jangan lupa untuk menikmati proses menulis. Fiksi sains adalah tentang eksplorasi dan imajinasi. Biarkan ide-ide mengalir dan jangan terlalu keras pada diri sendiri. Ingat, setiap penulis memiliki gaya dan suara uniknya sendiri. Temukan apa yang paling cocok untukmu dan jangan takut untuk bereksperimen.

Setelah selesai menulis, penting untuk mendapatkan umpan balik. Ajak teman atau rekan penulis untuk membaca karya kamu dan memberikan masukan. Mereka bisa memberikan perspektif baru dan membantu kamu melihat bagian-bagian yang mungkin perlu diperbaiki. Lebih baik lagi jika bisa mendapatkan narasumber ahli yang relevan untuk mengecek ulang ceritamu.  Jangan ragu untuk melakukan revisi berdasarkan umpan balik yang kamu terima. Proses ini bisa sangat membantu dalam meningkatkan kualitas cerita.

Terakhir, banyaklah membaca karya-karya fiksi sains lainnya. Bukan hanya untuk mendapatkan inspirasi, melainkan juga untuk memahami bagaimana penulis lain menggabungkan fakta ilmiah dengan imajinasi. Perhatikan bagaimana mereka membangun dunia, mengembangkan karakter, dan menyampaikan informasi ilmiah. Dengan cara ini, kamu bisa belajar banyak dan mengembangkan gaya penulisanmu sendiri.

Menulis fiksi sains adalah perjalanan yang menarik dan penuh tantangan. Sains dan imajinasi bisa berjalan beriringan, dan jika dilakukan dengan baik, rangkaian keduanya menjadi sebuah karya yang luar biasa. Bahkan mengubah dunia. [T]

BACA artikel lain terkait SINGARAJA LITERARY FESTIVAL 2024

Filsafat, Jalan Ninja Ide Hebat
Khasanah Rempah, Makanan dan Obat Bagi Raga
Tags: Dee LestarifaktafiksisainssastraSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2024
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Demokrasi  dalam  Pilkada dan Partai  Politik

Next Post

Filsafat, Jalan Ninja Ide Hebat

Dee Lestari

Dee Lestari

Dee Lestari dengan nama lengkap Dewi Lestari adalah novelis dan musisi

Related Posts

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

Read moreDetails

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
0
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

Read moreDetails

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

by Angga Wijaya
August 2, 2026
0
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

Read moreDetails

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
0
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

Read moreDetails

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
0
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

Read moreDetails

𝗣𝗘𝗥𝗜𝗡𝗚𝗔𝗧𝗔𝗡 𝗚𝗨𝗥𝗨𝗛 𝗦𝗨𝗞𝗔𝗥𝗡𝗢𝗣𝗨𝗧𝗥𝗔 𝗨𝗡𝗧𝗨𝗞 𝗕𝗔𝗟𝗜

by Sugi Lanus
July 31, 2026
0
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU

— 𝗖𝗮𝘁𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗛𝗮𝗿𝗶𝗮𝗻 𝗦𝘂𝗴𝗶 𝗟𝗮𝗻𝘂𝘀, 𝟯𝟬 𝗝𝘂𝗹𝗶 𝟮𝟬𝟮𝟲. 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝟭𝟵𝟳𝟲 𝗚𝘂𝗿𝘂𝗵 𝗦𝘂𝗸𝗮𝗿𝗻𝗼𝗽𝘂𝘁𝗿𝗮 𝘁𝗲𝗹𝗮𝗵 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗵𝘄𝗮: 𝗕𝗲𝗻𝗰𝗮𝗻𝗮 𝗸𝗼𝗺𝗲𝗿𝘀𝗶𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗱𝗮𝗻 𝗲𝗸𝘀𝗽𝗹𝗼𝗶𝘁𝗮𝘀𝗶...

Read moreDetails

Latah Pendidikan yang Mencemaskan

by Petrus Imam Prawoto Jati
July 30, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SIDANG pembaca yang budiman, kita sama-sama paham jika bicara soal pendidikan, semua selalu dimulai dengan niat baik. Setidaknya, begitulah yang...

Read moreDetails

Sasih Karo Kehilangan Made Taro

by I Nyoman Tingkat
July 30, 2026
0
Sasih Karo Kehilangan Made Taro

“UNTUK belajar tentang anatomi gajah, ajaklah murid ke kebun binatang, jangan membawa gajah ke dalam kelas.” Kalimat analogi dari Rabindranath...

Read moreDetails

Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

by I Wayan Yudana
July 29, 2026
0
Pendidikan Karakter: Sorotan Sekolah di Ruang Publik

TAHUN ajaran baru selalu membawa aroma yang baru. Ada bau cat ruang kelas yang baru dicat. Ada seragam yang masih...

Read moreDetails

Layar Redup, Pembelajaran Hidup

by Dede Putra Wiguna
July 29, 2026
0
Layar Redup, Pembelajaran Hidup

PERHATIAN adalah pintu masuk pembelajaran. Ketika perhatian terpecah, pengetahuan lebih sulit dipahami, percakapan di kelas kehilangan makna, dan proses belajar...

Read moreDetails
Next Post
Filsafat, Jalan Ninja Ide Hebat

Filsafat, Jalan Ninja Ide Hebat

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co