24 October 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Menyeret Teks Lama ke Dalam Eksperimentasi Media Baru

Made Birus Suarbawa by Made Birus Suarbawa
August 22, 2024
in Esai
Menyeret Teks Lama ke Dalam Eksperimentasi Media Baru

Made Suarbawa | desain tatkala.co

  • Artikel ini adalah materi dalam panel diskusi “Alih Wahana Teks Lama ke Film”, serangkaian Singaraja Literary Festival (SLF), Jumat, 23 Agustus 2024, di areal Museum Buleleng, Singaraja, Bali
  • Artikel ini disiarkan atas kerjasama tatkala.co dan Singaraja Literary Festival (SLF), 23-25 Agustus 2024

***

MENDAPAT lemparan topik obrolan alih wahana teks lama ke film dari Singaraja Literary Festival (SLF) 2024, yang secara khusus menyorot Lontar Dharma Pemaculan, mengantar saya pada upaya menengok lagi ke belakang. Menengok ingatan mengenai keluarga petani yang sebagian anak-cucunya tidak lagi bertani. 

Kakek saya petani tulen, yang mengantarkan tiga anak laki-lakinya mengenyam pendidikan keguruan, dan dua diantaranya berhasil mengabdikan hidupnya sebagai guru, salah satunya adalah ayah saya. Sehingga saya lebih banyak melihat praktek-praktek hidup seorang guru sekolah dasar, dibandingkan melihat keseharian petani. Namun demikian, ladang permainan saya adalah lumpur, cacing, kodok, belut, telabah dan gorong-gorong di wilayah subak Berawantangi yang sangat luas.

Dari rumah kakek, ada satu ingatan mengenai sebuah buku tipis dan lusuh yang pernah saya temukan terselip di sunduk lumbung padi. Samar-samar dalam bayangan saya, buku itu membahas berbagai hal terkait upacara dan hari baik yang berkaitan dengan pertanian di sawah. Saya menduga, buku itu adalah sebuah panduan ringkas bagi anggota subak, yang mengutip Lontar Dharma Pemaculan dan Lontar Wariga tertentu.

Muncul kemudian pertanyaan dalam diri saya, kemana saat ini para petani anggota subak di pedesaan mengakses pengetahuan dari lontar Dharma Pemaculan dan lontar lain? Kalau langsung mengacu pada fisik lontar, tentu jumlahnya terbatas dan ada ada batasan-batasan Intelektual dan kultural yang membentenginya. Tidak semua orang memiliki kemampuan membaca teks dalam lontar dan ada ruang sakral yang terbangun dalam masyarakat awam ketika berbicara lontar, berbeda ketika kita sudah bicara buku cetakan.

Jika diperhatikan dalam praktek keseharian dalam keluarga saya, pengetahuan itu kemudian dihibahkan secara turun-temurun dan berdasarkan ingatan. Nenek saya menjadi patron bagi menantu perempuannya dalam melakukan praktek ritual di sawah. Belakangan, ketika sepupu saya mulai menggantikan ayahnya bertani di sawah, maka pengetahuan itu juga diakses dari orang tuanya, dari ingatan yang kemudian diingat-ingat dan ditanyakan lagi ketika lupa.

Ketika menentukan hari baik berupacara, masyarakat juga mengakses sumber pengetahuan dari “orang” tertentu, entah penglingsir keluarga, pemangku atau sulinggih. Jika diperhatikan para narasumber ini, akan mengakses buku, cakepan atau sebuah kalender Bali, untuk membaca penanggalan, wewaran dan perhitungan lain dalam menentukan hari baik.

Kembali lagi pada buku tipis dan lusuh di lumbung padi kakek saya. Keberadaan buku ini saya rasa menjadi penting kehadirannya sebagai sebuah “media baru”, turunan dari lontar yang telah ditranslasi dan mungkin diinterpretasi, sehingga menjadi sebuah sarana praktis dalam praktek keseharian para petani.

Alih Wahana Teks Lama Ke Film

Seperti juga buku tipis dan lusuh di atas yang ditujukan menjadi panduan praktis, alih wahana atau adaptasi suatu karya sastra, entah itu telah ditulis ratusan tahun yang lalu atau baru beberapa puluh tahun kemarin, pasti ada motif yang ingin dicapai. Motif ini yang akan menentukan pilihan media dan juga bentuk atau kemasan akhir yang dihasilkan.

Film, terutama yang diproduksi untuk bioskop, seringkali memiliki motif ekonomi yang kuat, terutama ketika cerita-ceritanya diramu dari kisah-kisah lama yang sudah akrab di benak masyarakat. Pendekatan ini memungkinkan produsen film untuk menarik perhatian penonton dengan lebih mudah, karena cerita yang sudah dikenal cenderung memiliki daya tarik yang lebih besar. Penggunaan kisah-kisah yang populer ini bukan hanya soal menghidupkan kembali cerita lama, tetapi juga tentang menciptakan pengalaman yang dapat dijual dan menarik secara komersial.

Di sisi lain, film juga memiliki motif lain, seperti tujuan pendidikan. Banyak naskah dan cerita yang dikemas dalam film dengan tujuan untuk menyebarkan pengetahuan dalam bentuk yang lebih menarik dan mudah diakses oleh masyarakat. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada dorongan ekonomi yang kuat di balik produksi film, ada juga kesadaran akan peran film sebagai media pendidikan. Kita dapat melihat, tujuan akhir dari alih wahana ini, baik itu didorong oleh motif ekonomi atau pendidikan, adalah untuk mencapai jangkauan penonton yang lebih luas dan efektif.

Lalu apa motif menggali-gali naskah lama dan membicarakannya? Dengan gagah tentu saya bisa katakan ini adalah upaya mewarisi “warisan” leluhur yang luhur, yang harus dilestarikan agar tetap lestari.

Ketika menggali tentu banyak hal bisa ditemukan. Bisa saja soal luka, juga soal bahagia. Dan kerja menggali-gali ini adalah proses penting dalam pengembangan cerita film. Menggali dari sumber yang dekat dengan kita, teks lama seperti Dharma Pemaculan merupakan keniscayaan, karena itu adalah ruang hidup dan laku keseharian kita di Bali, sebagai bumi agraris, walau sebagian dari kita bekerja ngempu turis. 

Dengan menggali kebelakang, bukan berarti kita ingin terkubur. Sambil kita menulis naskah film baru yang kita cita-citakan, dalam penggalian ini kita dapat menemukan kembali nilai-nilai berharga tentang kebijaksanaan, budaya dan identitas kolektif, dan nilai-nilai estetika yang dapat kita rekonstruksi dalam eksperimentasi media baru.

Narasi Baru dalam Media Baru

Sebagai media untuk menjangkau masyarakat, karya literatur klasik maupun dalam rupa media baru, selalu berbicara mengenai kehidupan. Karena yang berkarya adalah manusia hidup, yang memiliki imajinasi dan ruang hidup, yang berinteraksi dengan dirinya, lingkungannya, dan nilai-nilai yang menjadi ideologi hidupnya.

Dalam berbagai karya, kita seringkali melihat bagaimana seniman merefleksikan kehidupan, mengajukan kritik sosial, dan mencari makna yang lebih dalam tentang jati diri, baik secara individu maupun kolektif. Refleksi yang ditampilkan seringkali merupakan cerminan dari berbagai pengalaman manusia, mulai dari masalah pribadi hingga isu-isu global. Kritik sosial juga menjadi elemen yang menyoroti ketidakadilan atau ketidaksempurnaan dalam masyarakat, sekaligus juga menawarkan perspektif alternatif dan kemungkinan-kemungkinan.

Interpretasi dan eksperimentasi merupakan kata kunci penting dalam karya film. Sebuah gagasan akan melalui berbagai ‘cobaan’ dalam setiap tahapannya, tergantung dengan siapa gagasan itu bertemu. Penulis, produser, dan sutradara memiliki motif masing-masing, isi kepala masing-masing. Mereka akan menginterpretasikan berdasarkan motif dasar dan bereksperimen untuk mencapai tujuan artistik dan mungkin juga tujuan ekonomi.

Ketika teks lama diseret dan dicemplungkan dalam wahana yang baru, maka dia tidak bisa menghindar dari proses interpretasi dan eksperimen tadi. Dia akan lahir menjadi ‘teks baru’ dalam konteks ruang dan waktu di mana dia diciptakan ulang. Yang tentu saja juga tidak bisa dilepaskan dari subteks yang ditanamkan oleh orang-orang yang ada di belakang layar. Ada pernyataan yang dititipkan dalam karya baru bernama film itu.

Dalam proses penulisan cerita dan pembuatan film, saya selalu merasa masuk dalam sebuah proses memahami diri sendiri, proses bertanya kembali, menggali lebih dalam. Karakter yang saya ciptakan, ruang hidup yang saya bangun untuknya, dan rangkaian kejadian yang saya susun, adalah sebuah perjalanan spiritual kembali ke dalam diri. Karena karya film berbicara tentang kehidupan itu sendiri. [T]

  • BACA artikel lain terkait SINGARAJA LITERARY FESTIVAL 2024
3 Tawaran Modus Penciptaan Puisi
WARṆANAWARNA : Cerita Tentang Warna dan Kemungkinan Skema Teori Warna Bali
Apa itu Gincu?
Sains & Fiksi, Puncak Kelindan Fakta dan Imajinasi
Filsafat, Jalan Ninja Ide Hebat
Khasanah Rempah, Makanan dan Obat Bagi Raga
Tags: alihwahanafilmSingaraja Literary FestivalSingaraja Literary Festival 2024teks lamateks lontar
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

3 Tawaran Modus Penciptaan Puisi

Next Post

Tentang Rambut dan Kisah-kisahnya

Made Birus Suarbawa

Made Birus Suarbawa

Nama lahir saya I Made Suarbawa dan mesin ketik adalah hadiah terindah dalam hidup saya. Bercerita dalam berbagai medium adalah cara berbagi paling menyenangkan. Tulisan, foto dan film adalah media yang sedang saya dalami dan nikmati.

Related Posts

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
0
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

Read moreDetails

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
0
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

Read moreDetails

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
0
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

Read moreDetails

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
0
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

Read moreDetails

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

by I Wayan Artika
October 21, 2026
0
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

Read moreDetails

Sisi Gelap Kampus: Masuk “Sampah”, Keluar “Sampah”

by Chusmeru
October 21, 2026
0
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata

DUNIA pendidikan tinggi diguncang berita Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap seorang rektor perguruan tinggi negeri...

Read moreDetails

Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

by Angga Wijaya
October 20, 2026
0
Di Balik Diagnosis Skizofrenia, Ada Manusia yang Ingin Dipahami

SAYA menemukan sebuah tulisan tentang skizofrenia di Quora, platform tanya jawab tempat orang berbagi pengetahuan, pengalaman, dan pandangan mengenai berbagai...

Read moreDetails

Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

by Luh Putu Anggreny
October 20, 2026
0
Selaput Dara Bukan Altar Tempat Perempuan Membuktikan Kesuciannya

BETAPA malangnya menjadi perempuan di negeri yang gemar mengagungkan kehormatan, tetapi selalu mencari-cari letak kehormatan itu di antara kedua pahanya....

Read moreDetails

Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

by Wayan Gde Yudane
October 19, 2026
0
Juara Bertahan Monolog: Ketika Ruang Diskusi Berubah Jadi Panggung Pemujaan Diri

Mari kita akui bersama: ruang diskusi kita hari ini telah berevolusi menjadi arena sirkus yang sangat menghibur. Batasan antara bertukar...

Read moreDetails

Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

by AA Ayu Arun Suwi Arianty
October 19, 2026
0
Jaje Campur Bali: Beda Rasa, Tetap Satu Harmoni

PERNAH memperhatikan sepiring Jaje Campur Bali? Ada yang hijau, putih, merah, sampai hitam. Ada yang lembut, kenyal, manis, dan gurih....

Read moreDetails
Next Post
Tentang Rambut dan Kisah-kisahnya

Tentang Rambut dan Kisah-kisahnya

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Mau Dibawa ke Mana Kampus-Kampus Kita?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gede Angga Prasaja dan “Fase Baru” Setelah “Singaraja Kota Kita”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Menyulam Masa Depan Laut Lovina
Liputan Khusus

Menyulam Masa Depan Laut Lovina

PUKUL berapa pun laut memanggil, Edi Harianto tahu apa yang harus dilakukannya. Lelaki berusia 50 tahun itu sudah akrab dengan...

by Jaswanto
October 24, 2026
Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar
Pendidikan

Tim PPG Calon Guru Matematika Unmas Gelar GEMARI TKA, Dorong Inovasi Pembelajaran Berbasis AI di SMPN 14 Denpasar

NILAI rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika di SMP Negeri 14 Denpasar baru mencapai 41,31. Dari 307 peserta didik, sekitar...

by Dede Putra Wiguna
October 24, 2026
Belajar Diam di Dunia yang Terlalu Berisik
Esai

Selamat Datang di Negara “Clickbait”

SEPERTINYA sudah bukan lagi zamannya bertanya program mana yang paling bagus. Di negeri yang pandai menjual harapan, pertanyaan pertama justru...

by Petrus Imam Prawoto Jati
October 24, 2026
Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat
Pendidikan

Dari Integritas hingga Pengabdian, 693 Lulusan IAHN Mpu Kuturan Didorong Berkontribusi kepada Masyarakat

SEBANYAK 693 lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi menyelesaikan pendidikan mereka dalam Wisuda II yang berlangsung...

by Wahyu Mahaputra
October 23, 2026
Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium
Panggung

Jnana: Menjelajah Batas Karawitan dan Orkestra Barat dalam Seni Intermedium

KETIKA gamelan Bali disandingkan dengan instrumen Barat seperti biola (strings), gitar, saxophone, keyboard, dan piano, hasilnya adalah sebuah komposisi simfoni...

by Nyoman Budarsana
October 23, 2026
Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa
Esai

Trinitas Mustahil: Antara Nalar, Nurani, dan Kursi Kuasa

Filsuf Yunani kuno menghabiskan waktu berabad-abad dasar untuk merumuskan konsep manusia ideal. Namun, laboratorium sosial Indonesia berhasil melampaui pencapaian kolosal...

by Wayan Gde Yudane
October 23, 2026
Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan
Khas

Ketika Duta Kesehatan Kesbam Berbagi Ilmu dan Buku di Sekolah Minggu Padangan, Pupuan

SUARA anak-anak bersahutan menjawab pertanyaan. Sebagian mengacungkan tangan, tak sabar mendapat giliran. Ada yang tertawa, ada pula yang serius memperhatikan...

by Dede Putra Wiguna
October 23, 2026
Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’
Panggung

Ubud Writers & Readers Festival 2026 Resmi Dibuka: Merajut Empati dan Menyatukan Dunia Lewat ‘Samarasā’

GEMULAI gerak para penari Puspanjali membuka malam di Puri Agung Ubud, Gianyar, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam suasana semarak, mereka...

by Dede Putra Wiguna
October 22, 2026
Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum
Esai

Ijazah di Tengah Kontroversi: Menguji Transparansi dan Kepastian Hukum

IJAZAH bukan sekadar selembar kertas yang memuat nama, tanda tangan, dan keterangan kelulusan. Di balik dokumen tersebut terdapat proses pendidikan,...

by I Ketut Suar Adnyana
October 22, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Dari Euforia Menuju Realita:  Ketika Kita Mulai Mengenal Manusia, Bukan Bayangan

Barangkali cinta tidak menjadi lebih kecil ketika debarannya mereda. Barangkali kita saja yang mulai belajar melihatnya dengan lebih jernih. Bayangkan...

by Tri Nugroho Adi
October 22, 2026
Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang
Panggung

Cipta Pergelaran Seni Intermedium “Huni”: Ekologi Manusia dalam Relasi Ruang

DENTINGAN gitar akustik dan alunan melodi mengawali eksplorasi gerak sembilan penari yang tampil dalam komposisi artistik. Mengenakan kostum bernuansa putih,...

by Nyoman Budarsana
October 22, 2026
Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan
Esai

Bali: Buta Aksara dan Pengetahuan

ADA sebuah ironi yang hidup cukup lama dalam kebudayaan Bali. Pulau ini memiliki aksara sendiri, mewarisi ribuan teks pengetahuan dalam...

by I Wayan Artika
October 21, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co