2 August 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Serba-serbi Melasti di Gumi Delod Ceking 

I Nyoman Tingkat by I Nyoman Tingkat
March 28, 2025
in Khas
Serba-serbi Melasti di Gumi Delod Ceking 

Prosesi Melasti Desa Adat Bualu di Pantai Samuh Nusa Dua | Foto : Patih Sumedang

RANGKAIAN Nyepisecara umumdiawali dengan prosesi Melasti di masing-masing desa adat di Bali.  Seiring dengan makin banyaknya krama Bali dari Gumi Delod Ceking (kawasan Nusa Dua, Jimbaran dan sekitarnya) bertransmigrasi, ternyata tradisi melasti juga berlangsung di daerah transmigrasi.

Di media sosial misalnya, viral melasti di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara dengan penampilan tari rejang masal yang dibawakan ibu-ibu Bali di rantau. Artinya, proses transformasi budaya di daerah transmigrasi berlangsung secara alami dan dikembangkan sesuai dengan semangat desa, kala, patra.

Orang Bali bertransmigrasi membawa serta budayanya untuk dapat dilestarikan dalam menciptakan Bali yang lain atau Bali baru di daerah transmigran. Hal serupa juga terpantau orang Bali di luar negeri seperti Jepang dan Australia. Mereka membuat ogoh-ogoh menjelang Nyepi dan ngelawar menyambut Galungan. Seni dan budaya Bali makin bersinar, menyinari dunia.

Fenomena itu sangat positif dari segi penyebaran seni dan budaya Bali ke seantro Indonesia bahkan dunia. Para tamu bisa melihat Bali di luar Bali terutama di kantong-kantong transmigran asal Bali. Para bule bisa menikmati seni dan budaya Bali di luar negeri. Paling tidak, sebagian rindunya pada Bali terobati di tengah keterbatasan waktu, misalnya. Hal itu membanggakan bagi Bali sekaligus menunjukkan keunggulan (transmigrant) Bali.

Jika dikelola dengan baik, tidak tertutup kemungkinan daerah trasmigran asal Bali itu menjadi objek kunjungan wisata. Secara tidak langsung, mereka mempromosikan pariwisata dengan Bali sebagai ikonnya. Lambat laun, mereka juga potensial mengembangkan jasa sektor pariwisata.

Prosesi Melasti Desa Adat Bualu di Pantai Samuh Nusa Dua | Foto : Patih Sumedang

Kembali ke tradisi melasti menjelang Nyepi di Gumi Delod Ceking. Dari 9 desa adat yang berada di Gumi Delod Ceking, satu-satunya desa adat yang tidak melasti menyambut Nyepi adalah Desa Adat Kutuh. Desa tempat kelahiran saya melasti dilakukan setiap dua tahun sekali, saban tahun Masehi/Isaka ganjil bertepatan dengan Purnama Sasih Kasa (sekitar bulan Juli). Melasti setiap 2 tahun sekali ini disebut Melasti Dewa Cili, dengan prosesi selama 3 hari.

Pada hari pertama puncak acara melasti diawali dengan berkumpulnya pralingga dan prasanak Ida Bhatara di Bale Agung Pura Desa. Pralingga dan prasanak Ida Bhatara yang mengikuti prosesi melasti  berasal dari beberapa Pura di wewidangan Desa Adat Kutuh, secara turun temurun.

Sebelum diiring melasti ke segara, ada prosesi ritual dan maider  murwadaksina mengelilingi Bale Agung sebanyak tiga kali. Setelah itu, Ida Bhatara kairing melasti ke Segara Pantai Pandawa.

Prosesi di segara juga cukup lama karena ritual paecan-ecan seperti pujawali pada umumnya, selain ngamet tirta amerta di tengah laut.

Pada hari kedua dilaksanakan upacara memben. Pada malam harinya ada pentas tari dan pesantian. Ida Ratu Ayu Manik Sari katurang mapajar yang diawali dengan tari legong  dari penyungsungnya krama Banjar Pantigiri.

Pada hari ketiga dini hari dilaksanakan ritual yang disebut masesinah. Krama Desa Kutuh menyebutnya sinah kangin dengan tabuh galang kangin.

Prosesi Melasti Desa Adat Bualu di Pantai Samuh Nusa Dua | Foto : Patih Sumedang

Teramat filosofis. I Made Wena, mantan Bandesa Adat  Kutuh, mengatakan, masesinah dimaknai sebagai dharma pemutus untuk nyinahang (ngalangang) program niskala desa adat selama dua tahun ke depan. Keputusan niskala diambil secara simbolik melalui paruman Agung di Bale Panjang Pura Desa Adat Kutuh diikuti oleh Prawatek Bhatara Bhatari lan Prasanak sawewidangan Desa  Adat Kutuh.

Sementara itu, sore harinya juga ada prosesi maprani yang ternyata tidak ada di desa lain di Gumi Delod  Ceking. Hakikat prani adalah mengaturkan sarin tahun (hasil panen) di abian. Oleh karena petani makin terdesak dan abian makin menyempit, maka saat maprani krama menghaturkan hasil pertanian impor. Apakah ini sebuah kemajuan atau kemunduran, bergantung pada pembaca menyikapinya.

Selain Desa Adat Kutuh, semua desa adat di Gumi Delod Ceking tampaknya melasti nyaris bersamaan waktunya pada 26 Maret 2025 di pantai masing-masing desa adat. Hanya Desa Adat Tengkulung yang melasti sehari pada Tilem Kasanga, Jumat 28 Maret 2025 di Pantai Tengkulung dan langsung nyineb sebelum ngerupuk dimulai.

Dalam konteks ini, melasti Desa Adat Tengkulung menjadi permerlain sekaligus memperindah wacana melasti yang tidak seragam. Bahkan Desa Adat Ungasan saat Purnama Sasih Kapat juga dikenal adanya Melasti Maayu-ayu selain juga melasti menyambut Nyepi. 

Patut disyukuri, semua desa adat di Gumi Delod Ceking dekat dengan pantai penuh wibawa berpasir putih, dambaan para wisatawan. Tidak berlebihan, bila para bule terkesima menyaksikan prosesi melasti di pantai. Pantai tempat melasti serangkaian Nyepi Isaka Warsa 1947 di Gumi Delod Ceking adalah Pantai Tanjung (Desa Adat Tanjung), Pantai Samuh (Desa Adat Bualu dan Kampial), Pantai Mengiat (Desa Adat Peminge), Pantai Melasti (Desa Adat Ungasan), Pantai Labuhan Sait (Desa Adat Pecatu), dan Pantai Muaya (Desa Adat Jimbaran).

Pantai tempat melasti itu  bersifat permanen dan tidak berpindah dari dulu hingga kini sehingga bersifat sakral, orang Bali menyebut tenget.   Ida Bhatara nyejer di Bale Agung selama 3 hari sampai saat ngerupuk pada Jumat, 28 Maret 2025.

 Upacara Ngerupuk didahului dengan Tawur Kasanga di setiap Catus Pata Desa Adat di Bali dengan nunas tirta  dan nasi tawur sampai ke Pura Besakih untuk nyomia butha kala sajebag Bali. Begitulah Bali merawaat Pulaunya dalam satu payung langit Bali, satu pola pembangunan dengan satu sistem tatakelola. Begitu seyogyanya karena Bali dengan pulau-pulaunya adalah satu-kesatuan ibarat itik (Bahasa Bali: bebek) dengan punggungnya di Buleleng, mulutnya di Jemberana, ekornya di Karangasem, lambungnya di Bali tengah, kakinya di Bali Selatan. 

Bebek yang diakui sebagai binatang suci, memiliki telor emas (Nusa Penida dan Nusa Dua). Telornya wajib dijaga agar tidak sampai kehilangan kesucian Bali. Telor bebek untuk melengkapi daksina dan guling bebek untuk be banten suci yang munggah ke luhur.

Lagu anak-anak, “Bebeke putih jambul makeber ngaja kanginan…” adalah syair wajib pendidikan anak Hindu Bali. Syair yang nyaris dilupakan, kini. pangangon bebek pun tidak menjadi daya tarik generasi Z kini.

Prosesi Melasti Desa Adat Bualu di Pantai Samuh Nusa Dua | Foto : Patih Sumedang

Dalam tradisi agama Hindu di Bali, bebek selain munggah ka luhur juga menjadi layang-layang saat caru Resi Gana. Dengan demikian, bebek menjadi binatang suci karena selain munggah ke luhur juga terhubung ke pertiwi.

Oleh karena itu, rayunan Ida Peranda biasanya juga menggunakan betutu bebek. Dalam tradisi Hindu Bali, bebek dipercaya dengan sifat-sifat satwiknya yang mengedepankan dharma wiweka. Bisa memilah dan memilih makanan di lumpur sekali pun bisa menemukan bulir padi dan menyisihkan lumpur.

Begitulah seyogyanya Bali, dengan tradisi melasti menyambut Nyepi, saban tahun nemoning penanggal apisan Sasih Kadasa. Nyepi Tahun Baru Saka 1947 nemu gelang dengan Tumpek Wariga, 25 hari menjelang Galungan, Sabtu Kliwon Wariga, 29 Maret 2025. Tumpek wariga berdasarkaan perhitungan wuku, sedangkan Nyepi bersandarkan perhitungan sasih. 

PHDI dan MDA Bali juga mengeluarkan edaran, dengan aturan fleksibel. Karena patokan hari menurut Hindu dimulai saat Matahari terbit, disarankan umat mengunakan rasa tetimbang, wuku alah dening sasih.

Rahajeng Rahina Suci Nyepi Saka 1947. Rahajeng Tumpek Wariga. Mogi rahayu sekala-niskala. [T]

Penulis: I Nyoman Tingkat
Editor: Adnyana Ole

Nyepi di Gumi Delod Ceking Dekade 1970-an
Ogoh-Ogoh, Nyepi, dan Idulfitri 
Uniknya “Nyepi Desa” di Desa Adat Kintamani: Dilaksanakan 3 Hari, Diawali “Maboros”, Tanpa Ogoh-ogoh
Refleksi Spiritual Nyepi, Tumpek Wariga, dan Idulfitri dalam Pendidikan Pertanian
Di Nusa Penida, Nyepi Tanpa Bantal Bleleng seperti Nggak Nyepi
Tags: Gumi Delod CekingHari Raya NyepiMelastiNusa Dua
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Nyepi dan Tumpek Wariga, Kemurnian Alam untuk Keharmonisan Kehidupan

Next Post

Gairah Kebanggaan pada Buleleng dalam Lagu-lagu HUT Kota Singaraja Ciptaan Angga Prasaja

I Nyoman Tingkat

I Nyoman Tingkat

Kepala SMA Negeri 2 Kuta Selatan, Bali

Related Posts

Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

by Nyoman Budarsana
August 1, 2026
0
Merawat Api Pesta Kesenian Bali: 11 Rekomendasi Strategis dari KAWIYA dan PWI Bali

DI ruang rapat kantor Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, sebuah dokumen setebal puluhan halaman berpindah tangan pada Kamis, 30 Juli 2026....

Read moreDetails

Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Setelah Lebih dari Lima Dekade Terdiam, Gambang Kapal Kembali Berbunyi

Revitalisasi Gending Gambang Plugon menjadi upaya menghidupkan kembali repertoar, regenerasi penabuh, dan ingatan budaya masyarakat Desa Adat Kapal SUARA bilah-bilah...

Read moreDetails

Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

by Nyoman Mariyana
July 31, 2026
0
Workshop Baleganjur “Gejer Mengwi”: Melestarikan Tradisi, Menguatkan Generasi

Evoria Baleganjur semakin menggeliat, “di sana tumbuh di sini tumbuh”. Baleganjur tidak saja sebagai musik prosesi, namun makin berkembang menjadi...

Read moreDetails

Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

by Dede Putra Wiguna
July 28, 2026
0
Di Balik Kalangan Ayodya, Ada Beranda Pustaka yang Menghidupkan Pustaka

DI sudut utara Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre) Denpasar, berdiri sebuah bangunan yang acap luput dari perhatian. Letaknya...

Read moreDetails

HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

by Nyoman Budarsana
July 28, 2026
0
HUT ke-30 Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata Badung, Momentum Perjuangkan Kesejahteraan Pekerja Pariwisata

WAJAH-wajah para pekerja pariwisata yang tergabung dalam Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC...

Read moreDetails

Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

by Angga Wijaya
July 27, 2026
0
Menjadi Kriya: Ketika Tradisi Tidak Lagi Takut pada Masa Depan

---Catatan dari International Craft Discussion "Prakriti–Pustaka–Padma" di Agung Rai Museum of Art (ARMA), Ubud ADA masa ketika seni kriya dipandang...

Read moreDetails

Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Perjalanan Panjang di Balik Lahirnya Sebuah Buku—Mengenal Dunia Editorial bersama Andi Tarigan

KALA itu, saya berkesempatan memandu salah satu diskusi di Kalangan Ayodya, Taman Werdhi Budaya (Art Centre), Denpasar. Selasa sore, 21...

Read moreDetails

Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

by Dede Putra Wiguna
July 26, 2026
0
Aaron’s English Bangun Kepercayaan Diri Murid Kesbam Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris

TAWA dan percakapan dalam bahasa Inggris silih berganti memenuhi Ruang Pertemuan SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar (Kesbam), Jumat, 24 Juli...

Read moreDetails

Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

by Nyoman Budarsana
July 25, 2026
0
Membaca Perjalanan Industri Musik Pop Bali dalam “Kéné Kéto”

PERJALANAN panjang musik pop Bali menjadi sorotan dalam bedah buku Kéné Kéto: Musik Pop Bali karya I Made Adnyana pada...

Read moreDetails

7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

by Nyoman Budarsana
July 24, 2026
0
7.AM 7.PM Hadir di Sanur, Tawarkan Pengalaman Menikmati Kopi dengan Sentuhan Tropis

KAWASAN Sanur yang tenang, bersih, dan ramah keluarga menjadi latar yang sempurna untuk menikmati secangkir kopi berkualitas. Perpaduan aroma biji...

Read moreDetails
Next Post
Gairah Kebanggaan pada Buleleng dalam Lagu-lagu HUT Kota Singaraja Ciptaan Angga Prasaja

Gairah Kebanggaan pada Buleleng dalam Lagu-lagu HUT Kota Singaraja Ciptaan Angga Prasaja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Singa dan Botol Ajaib Si Kancil

    5 shares
    Share 5 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Janda yang Tersekap Dalam Rumah Tua

    43 shares
    Share 43 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran
Tualang

Mengulik Keunikan Pura Ulun Swi Jimbaran

SEBAGAIMANA Pura Ulun Swi pada umumnya, Pura Ulun Swi Jimbaran adalah Pura Subak dengan status Pura Kahyangan Jagat. Terkesan unik...

by I Nyoman Tingkat
August 2, 2026
Mantra Visual Made Wiradana
Ulas Rupa

Mantra Visual Made Wiradana

PADA tulisan kali ini, saya ingin "menekuni" karya Made Wiradana yang baru saja dipamerkan di Griya Santrian, Sanur, beberapa waktu...

by Hartanto
August 2, 2026
Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village
Ulas Musik

Folk, Jalan Berlubang: Dari Margonda ke Greenwich Village

“Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali.” JIKA pembaca mendaki tangga lagu di platform musik, nihil kita temui musik folk di...

by Mahesa Putra
August 2, 2026
Membatik : Ketika Kesunyian Menjelma Menjadi Motif Kehidupan
Esai

Saat Lidah Kelu Bicara Cinta, Maka Lahirlah Lagu

"Mengapa sebagian perasaan memilih menjadi musik?" Ada seseorang yang berjam-jam memandangi layar kosong. Ia mampu berbicara kepada banyak orang, tetapi...

by Tri Nugroho Adi
August 2, 2026
Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang
Esai

Ketika Pikiran adalah Senjata ——Membaca Kembali Pertempuran Mpu Beradah dan Ni Calonarang

CALONARANG merupakan kisah terkenal yang berasal dari wilayah Jawa Timur. Produk yang lahir pada zaman Jawa Kuno ini tersedia dalam...

by IGP Weda Adi Wangsa
August 2, 2026
Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang
Esai

Canang yang Terlindas ——Membaca Kegelisahan Bali di Tengah Arus Pendatang

PAGI belum benar-benar terang ketika seorang perempuan keluar dari pekarangan rumahnya di Denpasar. Di tangannya tergenggam sebuah canang sari, yakni...

by Angga Wijaya
August 2, 2026
Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu
Panggung

Angker Pancer Joged Pingitan, Upaya Menghidupkan Kembali Warisan Sakral Singapadu

MALAM merayap pelan di Tempekan Selat, Banjar Apuan, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Di catus pata yang biasanya menjadi...

by Nyoman Budarsana
August 2, 2026
Tuhan Yang Maha Puisi
Ulas Buku

Tuhan Yang Maha Puisi

The Ingredients of Easter: Three nails, Two pieces of wood, a crown of thorns, a fair share of lashing, and...

by Heski Dewabrata
August 1, 2026
Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal
Esai

Tumpek Krulut, Hari Kasih Sayang Dresta Bali yang Bernilai Universal

"Kalau dunia merayakan Hari Kasih Sayang dengan setangkai mawar, Bali telah merayakannya sejak berabad-abad lalu dengan doa, gamelan, dan ketulusan...

by I Wayan Yudana
August 1, 2026
Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya
Esai

Pengkhianatan Kaum Cendekiawan ——Ketika Bali Kehilangan Penjaga Nuraninya

"Sebuah peradaban tidak runtuh karena kekurangan orang pintar. Peradaban runtuh ketika orang-orang pintarnya memilih diam. Ketika ilmu kehilangan keberanian, kekuasaan...

by Agung Sudarsa
August 1, 2026
Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”
Hiburan

Scared of Bums Rilis “Berlari”, Soundtrack Enerjik untuk “Pelari Kalcer”

ADA masa ketika identitas musik punk begitu lekat dengan citra hidup yang berantakan. Rokok, begadang, alkohol, dan semangat melawan apa...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026
Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026
Panggung

Tiga Belas Penulis Muda Mempresentasikan Karya di Singaraja Literary Festival ——Dari Sesi Presentasi dan Diskusi Karya Emerging Writers MTN Lab x SLF 2026

PADA hari ketiga Singaraja Literary Festival (SLF) 2026, Minggu, 5 Juli 2026, di Kawasan Museum Buleleng, tiga belas penulis muda...

by Dede Putra Wiguna
August 1, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co