7 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Muri Kusnadi, Diangkat TNI di Singaraja, Pensiun di Singaraja, Bikin Tahu Lombok di Singaraja

Son Lomri by Son Lomri
February 18, 2025
in Persona
Muri Kusnadi, Diangkat TNI di Singaraja, Pensiun di Singaraja, Bikin Tahu Lombok di Singaraja

Muri Kusnadi dan istri | Foto: tatkala.co

NAMANYA Muri Kusnadi. Ia pensiunan ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia), atau yang sekarang dikenal TNI (Tentara Nasional Indonesia). Ia orang Lombok yang kini tinggal di Singaraja, Buleleng, Bali. Ia bikin usaha tahu lombok.

 “Dulu saya diangkat jadi ABRI itu di sini (Singaraja) tahun 1977, di Secata Rindam IX/Udayana Singaraja. Dapat pindah ke di Dompu sekitar tahun 1990-1991 dan tahun 2000 balik lagi ke sini sampai sekarang,” kata Muri Kusnadi, yang pangkat terakhirnya Sersan Mayor.

Muri Kusnadi adalah seorang pengusaha tahu lombok. Ia memang berasal dari Lombok, NTB.. Sebelum itu, ia adalah seorang tentara yang tentu punya banyak pengalaman di bidang tempur untuk membela negara.

Muri Kusnadi dan odong-odong lewat di depan rumahnya | Foto: tatkala.co/Rus

Di sela pensiunnya, seperti tak ingin hidup hanya mengandalkan upah pensiun, lelaki itu merintis usaha dengan memproduksi tahu lombok. Sepanjang karirnya sebagai pengusaha tahu—yang sudah dikenal banyak orang di Singaraja—lelaki itu sekarang menjadi pemasok tahu lombok cukup besar di pasar-pasar, di Singaraja khususnya.

Tahu lomboknya telah banyak menghiasi piring-piring masyarakat di Bali Utara. Tanpa mesti ditambah garam sebagai ritual si ibu memasak, tahu lombok sudah lezat lebih dulu dan rasanya sudah gurih. Tinggal digoreng. Beri anak makanan sehat, makanan lokal.

Soal tahu biasa dan tahu lombok, Kusnadi menyebut ada perbedaan rasa. Letak bedanya di cuka, katanya. Kalau tahu biasa itu pakai cuka yang kayak cuka-cuka Belanda. “Yang kecut, kayak blimbing itu,” jelas Muri Kusnadi.

  • BACA JUGA:
Kontak Sosial Singaraja-Lombok: Dari Pedagangan, Perkawinan hingga Pendidikan

Sementara tahu lombok, cukanya itu air garam yang kadarnya agak tinggi. Dan proses pembuatannya juga agak panjang karena setelah dicetak, itu direbus lagi beberapa waktu. Sebab itulah rasanya lebih gurih. Karena dibuat dari prosesnya yang panjang. Sebagaimana di medan tempur, usaha juga harus totalitas dikerjakan. Ini peperangan….

“Sekitar tahun 2000 sejak kembalinya saya ke sini, saya membangun bersama istri. Alhamdulillah dari hasil usaha tahu ini saya bisa menyekolahkan anak,” kata Muri Kusnadi

Sebagai pensiunan tentara, yang biasanya menenteng senjata, kini ia berada di garis depan menjual tahu untuk bertahan hidup, dan dalam rangka memperkenalkan makanan khas dari kampungnya itu agar dikenal di Bali. Lelaki itu mesti jungkir balik awal-awal ketika berproses.

Dalam proses mendirikan usaha ini sejak tahun 2000—hingga sekarang, lelaki itu telah banyak mengalami bongkar pasang strategi, juga membangun prajurit alias pekerja di dapur. Tapi usahanya terus bertahan. Setelah bertahan, ia pun menyerang kemudian…

“Dulu buka usaha tahu lombok, itu saya bawa tenaga dari Lombok. Ada empat orang saya datangkan untuk bikin tahu lombok. Diperkajakan di sini, dan suatu hari saya ngintip-ngintiplah, saya lihat (cara pembuatannya),” kata Kusnadi.

Proses epmbuatan tahu lombok | Foto: tatkala.co/Son

Sampai di situ, ia juga bercerita, belum satu tahun bekerja, katanya, karyawannya minta jatah waktu untuk pulang karena hari raya. Setelah diijinkan pulang kampung, ternyata mereka tidak balik lagi padahal hari raya sudah selesai. Aduh. Gawat. Dapur kosong. Tungku padam. Produksi tahu lombok mangkrak.

Karena usaha ini dibangun dari nol pengetahuan, sehingga cemas-cemas Kusnadi ketika ditinggal para pekerjanya minggat. Tapi justru, tekad kuat seperti datang tiba-tiba. Semangat baru dan lebih kuat.

Barangkali karena ia mantan seorang tantara. Seratus persen semangat kemerdekaan (ekonomi) membuncah di jiwa raganya. Berkobar! Usaha ini penuh tekad dibangun. Terus dibangun. Disemai dengan harapan. Pak Sersan jadi tambah semangat. Ada harapan melihat istri dan anak.

“Akhirnya mau gak mau, saya coba-coba (buat) ajadah sendiri, belajar. Akhirnya alhamdulillah, saya bisa. Ya, satu dua kali itu agak jelek hasilnya. Tapi selanjutnya, alhamdulillah, bagus. Terus saya ajari anak-anak saya semua, gitu. Alhamdulillah bisa semua anak-anak saya.”

  • BACA JUGA:
Pengalaman Nyeni, Cinta yang Nyeri | Cerita Mizanul Hak, Seniman Lombok di Singaraja

Tapi sebelum usaha tahu lombok, pensiunan ABRI itu pernah mencoba peruntungan dengan usaha kerupuk lebih dulu. Tidak terlalu ramai pembeli. Datar. Dan karena melihat pasar di Singaraja tidak ada tahu dari Lombok, hanya ada tahu tawar, ia coba usaha tahu. Biar tidak ada saingan, barulah mantan tantara itu pun banting setir dari usaha kerupuk, ke usaha tahu lombok yang lebih banyak kemungkinannya soal untung. Rugi dihitung belakangan…

Sebagai langkah promosi, katanya, awal-awal promosi ia lakukan dengan cara memberikan gratis ke orang-orang, biar tahu rasanya kalau ini tahu lombok. Yang gurih itu. Alhamdulillah, kata Pak Sersan itu. Ketika sudah tahu rasanya, orang-orang jadi banyak yang ngambil.

Tahu lombok siap dipasarkan | Foto: tatkala.co/Son

Lelaki itu tak lagi mengantar tahu sana-sini untuk memperkenalkan atau meladeni si pemesan. Mereka yang suka, mereka yang datang ke rumahnya di Kampung Baru, Singaraja. Jauh atau dekat.

Setelah itu, hingga sekarang, tahu lombok Muri Kusnadi menghiasi pasar, dan piring-piring. Sehat perut. Sehat batin. sehat-sehat Pak Sersan Mayor Muri Kusnadi dan istri, dan anak-anaknya. Merdeka! [T]

Reporter: Tim Tatkala [Son, Rus]
Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Cakepung dari Karangasem: Teater Bertutur, Akulturasi Budaya Bali, Jawa dan Lombok
Cerita dari Lombok: Teater, Tenun dan MotoGP
Raden Akria Buana, Kades Senaru di Lombok yang Sukses Kembangkan Wisata Desa 
IMBIPU, Ikatan Mahasiswa Bima dan Dompu di Singaraja: Menjaring Ilmu, Menjaring Ikan, Menjaring Relasi
Tags: Lombokmahasiswa lombokSingarajatahu lombok
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pengalaman Nyeni, Cinta yang Nyeri | Cerita Mizanul Hak, Seniman Lombok di Singaraja

Next Post

Pujawali Pura Gunung Payung: Ketika “Sekaa Unen Masolah”

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails

Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

by Nyoman Budarsana
February 28, 2026
0
Penghargaan ‘Bali Kerti Bhuana Mahottama’ untuk I Wayan Turun yang Telah Menulis Lebih dari 100 Karya Sastra

RASA senang dan bangga tampak dalam wajahnya. Ketika namanya disebut untuk menerima penghargaan Bali Kerthi Nugraha Mahottama, kakinya melangkah dengan...

Read moreDetails
Next Post
Pujawali Pura Gunung Payung: Ketika “Sekaa Unen Masolah”

Pujawali Pura Gunung Payung: Ketika “Sekaa Unen Masolah”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pandemi, Hukum Rta, dan Keimanan Saya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ritual Sebelum Bercinta | Cerpen Jaswanto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin
Cerpen

Di Dada Penjaga, Aku Pernah Dicintai | Cerpen Ahmad Sihabudin

KABUT turun seperti tirai sutra yang disobek dari langit. Pagi itu, udara di kaki Gunung Cikurai tidak sekadar dingin; ia...

by Ahmad Sihabudin
June 6, 2026
Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga
Puisi

Puisi-Puisi Angga Wijaya | Doa untuk Tetangga

DOA UNTUK TETANGGA Di beranda kos, aku kerap duduk sendiri. Dalam hatimengucap doa. Aku berdoa, semoga semua tetanggadiberi rezeki yang...

by Angga Wijaya
June 6, 2026
Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali
Lingkungan

Belajar Tentang Laut Bersama Para Ahli di Peninsula Island, Bali

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan bersama WWF-Indonesia, Konservasi Indonesia, GIZ Indonesia, CTI-CFF, Coral Triangle Center, Yayasan Pesisir Lestari, dan Coca-Cola Europacific...

by Nyoman Budarsana
June 6, 2026
Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain —Mengapa Begitu?
Esai

Arsitektur Bali Bukan Sekadar Pilihan Desain —Mengapa Begitu?

JIKA seseorang ditanya mengapa datang ke Bali, jarang sekali jawabannya karena ingin melihat gedung tinggi, kawasan bisnis modern, atau deretan...

by I Gede Janitra Rad Winatha
June 6, 2026
Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA
Khas

Tabanan Menuju Era Baru: Revitalisasi Infrastruktur, Semangat GADARATA, dan Energi Baru AGATA

KABUPATEN Tabanan saat ini tengah memasuki fase penting dalam pembangunan daerah. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya,...

by Kadek Agus Yoga Dwipranata
June 6, 2026
Pameran Tabula Rasa Vol 3, Ruang Tumbuh yang Menjaga Nyala Kreativitas Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UPMI Bali
Pameran

Pameran Tabula Rasa Vol 3, Ruang Tumbuh yang Menjaga Nyala Kreativitas Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa UPMI Bali

DI salah satu sudut ruang pamer lantai dasar gedung Fakultas Bahasa dan Seni UPMI Bali, sebuah lukisan terpajang dalam bingkai...

by Dede Putra Wiguna
June 6, 2026
Talkshow Virtual YLAI dan Penerbit Pelangi: Literasi Lingkungan Anak, Peduli Bumi Sejak Dini
Pendidikan

Talkshow Virtual YLAI dan Penerbit Pelangi: Literasi Lingkungan Anak, Peduli Bumi Sejak Dini

PERINGATAN Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan anak di Indonesia. Melalui kolaborasi antara Yayasan...

by tatkala
June 6, 2026
Chairil Anwar Menjaga Bung Karno 
Esai

Chairil Anwar Menjaga Bung Karno 

ANTARA Bung Karnodan Chairil Anwar adalah Bung Sjahrir. Chairil Anwar sebagai pengarang berhasil mengintip dan menguntit Bung Sjahrir untuk mengorek...

by I Nyoman Tingkat
June 6, 2026
‘Temurun Warsa’, Tradisi Mendak Hujan di Desa Adat Pecatu yang Menjelma dalam Tabuh Kreasi Baleganjur
Panggung

‘Temurun Warsa’, Tradisi Mendak Hujan di Desa Adat Pecatu yang Menjelma dalam Tabuh Kreasi Baleganjur

DI Desa Adat Pecatu, hujan tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa alam. Ia adalah harapan, doa, sekaligus sumber kehidupan yang dinantikan...

by Dede Putra Wiguna
June 6, 2026
Cerita Rakyat Sebagai Identitas
Khas

Cerita Rakyat Sebagai Identitas

Setelah direvitalisasi, kini sejumlah cerita rakyat Bali aga Desa Pedawa hidup kembali. I Jaum misalnya telah dijadikan cerita pertunjukan. Kini...

by I Wayan Artika
June 6, 2026
Niels Bohr, Spiritualitas, dan Pancakosha: Ketika Fisika Kuantum Bertemu Kebijaksanaan Timur
Esai

Niels Bohr, Spiritualitas, dan Pancakosha: Ketika Fisika Kuantum Bertemu Kebijaksanaan Timur

Niels Bohr dan Kerendahan Hati di Hadapan Misteri DALAM sejarah sains modern, nama Niels Bohr sering dikaitkan dengan lahirnya mekanika...

by Agung Sudarsa
June 6, 2026
Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane
Cerpen

Dunia Tidak Berutang Bentuk pada Harapanmu | Cerpen Wayan Gde Yudane

JANU datang ke Bali dengan koper besar, tiga buku filsafat yang belum selesai dibaca, dan keyakinan yang jauh lebih besar...

by Wayan Gde Yudane
June 6, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co