5 November 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Muri Kusnadi, Diangkat TNI di Singaraja, Pensiun di Singaraja, Bikin Tahu Lombok di Singaraja

Son Lomri by Son Lomri
February 18, 2025
in Persona
Muri Kusnadi, Diangkat TNI di Singaraja, Pensiun di Singaraja, Bikin Tahu Lombok di Singaraja

Muri Kusnadi dan istri | Foto: tatkala.co

NAMANYA Muri Kusnadi. Ia pensiunan ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia), atau yang sekarang dikenal TNI (Tentara Nasional Indonesia). Ia orang Lombok yang kini tinggal di Singaraja, Buleleng, Bali. Ia bikin usaha tahu lombok.

 “Dulu saya diangkat jadi ABRI itu di sini (Singaraja) tahun 1977, di Secata Rindam IX/Udayana Singaraja. Dapat pindah ke di Dompu sekitar tahun 1990-1991 dan tahun 2000 balik lagi ke sini sampai sekarang,” kata Muri Kusnadi, yang pangkat terakhirnya Sersan Mayor.

Muri Kusnadi adalah seorang pengusaha tahu lombok. Ia memang berasal dari Lombok, NTB.. Sebelum itu, ia adalah seorang tentara yang tentu punya banyak pengalaman di bidang tempur untuk membela negara.

Muri Kusnadi dan odong-odong lewat di depan rumahnya | Foto: tatkala.co/Rus

Di sela pensiunnya, seperti tak ingin hidup hanya mengandalkan upah pensiun, lelaki itu merintis usaha dengan memproduksi tahu lombok. Sepanjang karirnya sebagai pengusaha tahu—yang sudah dikenal banyak orang di Singaraja—lelaki itu sekarang menjadi pemasok tahu lombok cukup besar di pasar-pasar, di Singaraja khususnya.

Tahu lomboknya telah banyak menghiasi piring-piring masyarakat di Bali Utara. Tanpa mesti ditambah garam sebagai ritual si ibu memasak, tahu lombok sudah lezat lebih dulu dan rasanya sudah gurih. Tinggal digoreng. Beri anak makanan sehat, makanan lokal.

Soal tahu biasa dan tahu lombok, Kusnadi menyebut ada perbedaan rasa. Letak bedanya di cuka, katanya. Kalau tahu biasa itu pakai cuka yang kayak cuka-cuka Belanda. “Yang kecut, kayak blimbing itu,” jelas Muri Kusnadi.

  • BACA JUGA:
Kontak Sosial Singaraja-Lombok: Dari Pedagangan, Perkawinan hingga Pendidikan

Sementara tahu lombok, cukanya itu air garam yang kadarnya agak tinggi. Dan proses pembuatannya juga agak panjang karena setelah dicetak, itu direbus lagi beberapa waktu. Sebab itulah rasanya lebih gurih. Karena dibuat dari prosesnya yang panjang. Sebagaimana di medan tempur, usaha juga harus totalitas dikerjakan. Ini peperangan….

“Sekitar tahun 2000 sejak kembalinya saya ke sini, saya membangun bersama istri. Alhamdulillah dari hasil usaha tahu ini saya bisa menyekolahkan anak,” kata Muri Kusnadi

Sebagai pensiunan tentara, yang biasanya menenteng senjata, kini ia berada di garis depan menjual tahu untuk bertahan hidup, dan dalam rangka memperkenalkan makanan khas dari kampungnya itu agar dikenal di Bali. Lelaki itu mesti jungkir balik awal-awal ketika berproses.

Dalam proses mendirikan usaha ini sejak tahun 2000—hingga sekarang, lelaki itu telah banyak mengalami bongkar pasang strategi, juga membangun prajurit alias pekerja di dapur. Tapi usahanya terus bertahan. Setelah bertahan, ia pun menyerang kemudian…

“Dulu buka usaha tahu lombok, itu saya bawa tenaga dari Lombok. Ada empat orang saya datangkan untuk bikin tahu lombok. Diperkajakan di sini, dan suatu hari saya ngintip-ngintiplah, saya lihat (cara pembuatannya),” kata Kusnadi.

Proses epmbuatan tahu lombok | Foto: tatkala.co/Son

Sampai di situ, ia juga bercerita, belum satu tahun bekerja, katanya, karyawannya minta jatah waktu untuk pulang karena hari raya. Setelah diijinkan pulang kampung, ternyata mereka tidak balik lagi padahal hari raya sudah selesai. Aduh. Gawat. Dapur kosong. Tungku padam. Produksi tahu lombok mangkrak.

Karena usaha ini dibangun dari nol pengetahuan, sehingga cemas-cemas Kusnadi ketika ditinggal para pekerjanya minggat. Tapi justru, tekad kuat seperti datang tiba-tiba. Semangat baru dan lebih kuat.

Barangkali karena ia mantan seorang tantara. Seratus persen semangat kemerdekaan (ekonomi) membuncah di jiwa raganya. Berkobar! Usaha ini penuh tekad dibangun. Terus dibangun. Disemai dengan harapan. Pak Sersan jadi tambah semangat. Ada harapan melihat istri dan anak.

“Akhirnya mau gak mau, saya coba-coba (buat) ajadah sendiri, belajar. Akhirnya alhamdulillah, saya bisa. Ya, satu dua kali itu agak jelek hasilnya. Tapi selanjutnya, alhamdulillah, bagus. Terus saya ajari anak-anak saya semua, gitu. Alhamdulillah bisa semua anak-anak saya.”

  • BACA JUGA:
Pengalaman Nyeni, Cinta yang Nyeri | Cerita Mizanul Hak, Seniman Lombok di Singaraja

Tapi sebelum usaha tahu lombok, pensiunan ABRI itu pernah mencoba peruntungan dengan usaha kerupuk lebih dulu. Tidak terlalu ramai pembeli. Datar. Dan karena melihat pasar di Singaraja tidak ada tahu dari Lombok, hanya ada tahu tawar, ia coba usaha tahu. Biar tidak ada saingan, barulah mantan tantara itu pun banting setir dari usaha kerupuk, ke usaha tahu lombok yang lebih banyak kemungkinannya soal untung. Rugi dihitung belakangan…

Sebagai langkah promosi, katanya, awal-awal promosi ia lakukan dengan cara memberikan gratis ke orang-orang, biar tahu rasanya kalau ini tahu lombok. Yang gurih itu. Alhamdulillah, kata Pak Sersan itu. Ketika sudah tahu rasanya, orang-orang jadi banyak yang ngambil.

Tahu lombok siap dipasarkan | Foto: tatkala.co/Son

Lelaki itu tak lagi mengantar tahu sana-sini untuk memperkenalkan atau meladeni si pemesan. Mereka yang suka, mereka yang datang ke rumahnya di Kampung Baru, Singaraja. Jauh atau dekat.

Setelah itu, hingga sekarang, tahu lombok Muri Kusnadi menghiasi pasar, dan piring-piring. Sehat perut. Sehat batin. sehat-sehat Pak Sersan Mayor Muri Kusnadi dan istri, dan anak-anaknya. Merdeka! [T]

Reporter: Tim Tatkala [Son, Rus]
Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Cakepung dari Karangasem: Teater Bertutur, Akulturasi Budaya Bali, Jawa dan Lombok
Cerita dari Lombok: Teater, Tenun dan MotoGP
Raden Akria Buana, Kades Senaru di Lombok yang Sukses Kembangkan Wisata Desa 
IMBIPU, Ikatan Mahasiswa Bima dan Dompu di Singaraja: Menjaring Ilmu, Menjaring Ikan, Menjaring Relasi
Tags: Lombokmahasiswa lombokSingarajatahu lombok
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Pengalaman Nyeni, Cinta yang Nyeri | Cerita Mizanul Hak, Seniman Lombok di Singaraja

Next Post

Pujawali Pura Gunung Payung: Ketika “Sekaa Unen Masolah”

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

by Made Adnyana Ole
October 17, 2026
0
Dari Wayang Wong Tejakula, Hoga Wiratmaja Ciptakan Logo Porprov Bali 2027, dan Ia Juara

APA hubungan wayang wong Tejakula dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali tahun 2027 yang akan digelar di Buleleng? Secara langsung,...

Read moreDetails

Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

by Wayan Jengki Sunarta
October 9, 2026
0
Mengulik Pengalaman Citra Sasmita di Cornell University

APA yang terjadi ketika tradisi dipakai sebagai ruang dialog dan ruang untuk bertanya secara kritis? Pertanyaan semacam itu terasa penting...

Read moreDetails

Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

by Yohana Purnama Fajar
September 2, 2026
0
Maria Margarheta Indrawati: Dari NTT, Menikmati Proses dan Menjemput Mimpi di Negeri Orang

“Saya adalah seorang anak yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah,” kata Maria Margarheta Indrawati dengan wajah sendu ketika mengenang...

Read moreDetails

Rumah Kata di Jalan Nangka

by Angga Wijaya
July 9, 2026
0
Rumah Kata di Jalan Nangka

SIANG itu, rolling door Pustaka Bali Seni di Jalan Nangka No. 103,  Denpasar, Bali, terbuka lebar. Dari luar, tempat itu...

Read moreDetails

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails
Next Post
Pujawali Pura Gunung Payung: Ketika “Sekaa Unen Masolah”

Pujawali Pura Gunung Payung: Ketika “Sekaa Unen Masolah”

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Anak-Anak Pulau Payung | Cerpen Dodik Suprayogi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam-Malam di Lorong Harapan | Cerpen Ahmad Sihabudin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Si Gending | Cerpen Nanda Gayatri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India
Panggung

Dari Singapadu ke Bengaluru, Wayang dan Tari Bali Menjalin Dialog Budaya di Panggung India

DI atas panggung di Bengaluru, dua tradisi pewayangan bertemu dalam satu cerita. Wayang boneka India membuka kisah, sementara wayang kulit...

by Nyoman Budarsana
November 5, 2026
Meninggal Seperti Pepes Ikan
Fiksi

Daftar Hadir Terakhir Reuni

GEDUNG SMP negeri di kota Cilacap itu masih belum berubah. Bangunan tua dengan pintu dan jendela kayu jati yang besar...

by Chusmeru
November 5, 2026
Dari Sadap Nira ke Sadap Data
Bahasa

Dari Sadap Nira ke Sadap Data

DALAM beberapa kali kunjungan dan penelitian kebahasaan di Desa Pedawa, Buleleng, saya kagum pada kekayaan tradisi desa Bali Aga yang unik ini. Salah...

by I Made Sudiana
November 5, 2026
Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya
Buku Tatkala

Wacana Manggala Pewayangan — Dalang dan Kegelisahannya

Judul: Wacana Manggala Pewayangan - Dalang dan Kegelisahannya Penerbit: PT Tatkala Sekala Media Penulis: Dr. I Gusti Made Darma Putra,...

by Buku Tatkala
November 5, 2026
“Parasocial Relationship”: Antara Hiburan, Pelarian Emosional, dan Strategi Komunikasi Bisnis di Era Digital
Esai

Ketika “Sebentar” Jadi Kata Paling Mahal: Kelalaian jadikan Anak sebagai Korban

LINIMASA saya di bulan Oktober dipenuhi dua kabar yang membuat dada sesak. Dua-duanya soal anak kecil yang ditinggal orang tuanya....

by Fitria Hani Aprina
November 4, 2026
Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan
Ulas Pentas

Tubuh yang Meruang dan Wajah Logam Kekuasaan

PENTAS teater tubuh berlangsung dua malam di Gedung Kesenian Cak Durasim Taman Budaya Jawa Timur, 1-2 November 2026. Malam pertama...

by Silvester Petara Hurit
November 4, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Esai

Kuasa dalam Perjanjian Jual Beli Tanah dan Bangunan

PEMBERIAN kuasa adalah suatu perjanjian yang memberikan kekuasaan kepada seseorang untuk menerima dan melaksanakan suatu urusan atas nama pemberi kuasa...

by I Made Pria Dharsana
November 4, 2026
PANTANGAN MENGKONSUMSI ALKOHOL DALAM HINDU
Esai

LONTAR USADA KERALA

— Catatan Harian Sugi Lanus, 1 Nov 2026 * Kerala (sebuah negara bagian di India Selatan) memiliki kesamaan kultural yang...

by Sugi Lanus
November 4, 2026
Sastrawan di Seberang Lautan Tampak, Ada yang Tak Tampak di Pelupuk Mata
Esai

Sastrawan di Seberang Lautan Tampak, Ada yang Tak Tampak di Pelupuk Mata

SILATURAHMI, sembari menghitung almanak yang tanggal demi tanggalnya bergerak seirama dengan perputaran jarum jam dan garis edar matahari, kami—saya, dr....

by Hartanto
November 4, 2026
COCA Ubud, Merajut Musik, Film, Kuliner, dan Seni dalam Satu Rumah Kreatif
Pariwisata

COCA Ubud, Merajut Musik, Film, Kuliner, dan Seni dalam Satu Rumah Kreatif

DI Ubud, pengalaman menikmati musik, menonton film, menyantap hidangan, dan mengapresiasi seni kini memiliki satu ruang pertemuan. Namanya COCA Ubud....

by tatkala
November 3, 2026
Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba
Pendidikan

Peringati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, Prima Mandiri School Asah Kreativitas dan Keberanian Siswa Lewat Berbagai Lomba

TIGA bendera kecil terangkat hampir bersamaan. Pertanyaan demi pertanyaan menguji ketangkasan para peserta. Ada yang sigap menjawab, ada pula yang...

by Dede Putra Wiguna
November 3, 2026
Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam
Esai

Mematan Yuyu: Ketika Buah Kopi Dibaca Melalui Mata Ketam

BAHASA masyarakat tradisional menyimpan cara pandang yang khas dalam memahami dunia. Alam tidak hanya menjadi ruang tempat manusia hidup dan...

by I Ketut Suar Adnyana
November 3, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co