25 June 2026
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala
No Result
View All Result
tatkala.co
No Result
View All Result

Pengalaman Nyeni, Cinta yang Nyeri | Cerita Mizanul Hak, Seniman Lombok di Singaraja

Son Lomri by Son Lomri
February 18, 2025
in Persona
Pengalaman Nyeni, Cinta yang Nyeri | Cerita Mizanul Hak, Seniman Lombok di Singaraja

Mizanul Hak

SETAHUN lalu, pada pertengahan Desember. Di sebuah markas bernama Karang Siluman (Karsil), di Sambangan, Gang Durian, lelaki itu membuka bajunya, menatap lukisan abstrak, baru saja rampung.

Ia merokok. Lalu menatap lukisan berjudul “Lanscap 2025” berukuran 250 x 130 cm dari media AOC itu, dengan satu tarikan napas paling dalam. Asap tebal keluar—menguar. Maka, meredalah segala perang batin. Keringlah pikiran di kanvas. Juga rasa cemas.

“Karena kebanyakan orang berharap di tahun 2025 lebih baik dari tahun 2024. Banyak yang bilang semoga di tahun 2025 berlimpah uang, cepat dikasih jodoh dan sebagainya. Tapi terkadang mereka lupa bersyukur,” kata Mizanul Hak, lelaki itu, tentang lukisan yang baru saja dibuatnya itu.

Mizanul Hak, seniman muda asal Lombok yang memilih berkarir di Bali. Ia lahir pada 27 Januari 1997, di Kumbung Timur, Desa Kumbang, Masbagik, Lombok Timur.

Ia adalah seniman muda asal Lombok yang banyak berporses di Bali. 

Mizanul Hak | Foto: Dok. pribadi

Ia sempat kuliah Jurusan Seni di Undiksha tahun 2015. Lulus tahun 2021. Tapi masih bertahan di Singaraja hingga sekarang, memilih berkarir di Bali Utara walaupun sudah lulus.

Di Karsil (tempat nongkrong Mahasiswa Seni Undiksha) ia tidur di sana, juga melukis di sana.

Ia mengerjakan beberapa projekan seni untuk suvive selama kuliah, membuatnya punya banyak pengalaman tentang hidup. Juga tentang cinta. Dunia seni.

Di awal masuk kuliah, sebelumnya Mizan tak merasa betah tinggal di Bali. Sebab jurusannya sewaktu awal perkuliahan adalah Teknik Mesin—yang harus berurusan dengan hitung-hitungan. Dua semester ia ngos-ngosan. Setiap kali masuk kelas rasanya seperti diteror oleh angka.

  • BACA JUGA:
Kontak Sosial Singaraja-Lombok: Dari Pedagangan, Perkawinan hingga Pendidikan

Kemudian, di smester tiga, ia pindah ke jurusan seni. Sejak itulah, ia jarang pulang, dan bergairah mengembara di Bali Utara sebagai seniman lukis. Mengikuti banyak pameran sebagai panggungnya.

“Dari awal memang pengen jurusan seni, tapi katanya mahal, akhirnya saya disuruh masuk jurusan teknik oleh keluarga. Padahal saya gak kuat hitung-hitungan. Rasanya pengen pulang saja ketika itu,” ucap lelaki itu.

Setelah pindah jurusan, ke seni, itu membuatnya lebih hidup. Jurusan seni baginya seperti laut yang biru untuk para peselancar. Penuh petualang. Dan di kanvas, ia tak henti-henti berenang dengan kuas. Tenggelam pada imajinasi penuh warna dan simbol.

Ketertarikannya pada seni, memang sejak kecil lelaki itu senang gambar. Bahkan, menjual hasil gambarnya kepada teman, sewaktu SD, menjadi pengalaman manisnya dulu. Keluarganya memang orang-orang seni, bapaknya adalah seniman kaligrafi (huruf arab). Juga paman-pamannya ada yang bergelut di seni lukis.

Mizanul Hak saat melukis | Foto: tatkala.co/Son

Dan selama kuliah, nude art, atau lukisan yang lebih banyak mengekspresikan lekuk tubuh perempuan, yang indah (erotis). Di nude art, Mizan mulai membentuk keterampilannya.

Bahkan, kerap dipanggil Pelukis Cabul sebab terlalu sering melukis tubuh telanjang. Tapi ia biasa saja, dan menganggap lelucon itu adalah lelucon amatir.

Dari Realis ke Abtsrak

“Padahal, saya sebenarnya ingin menyampaikan pesan, bahwa perempuan itu bukan makhluk seksual semata. Ia adalah hidup. Keadilan mestilah datang pada semua perempuan, di tengah mata telanjang patriarki di zaman sekarang,” katanya.

Melukis tubuh perempuan menjadi ketertarikannya tersendiri. Tubuh telanjang (nude art). Sebagaimana Picasso dulu melukis tubuh perempuan. Tapi, setelah ketertarikan itu, Mizan terhenti. Ia diamuk cinta. Lebam.

Pertunangan yang gagal bersama pacar, membuatnya beralih dari surealis pada abstrak. Seni tertinggi memang adalah asbtrak. Walaupun menanggungnya nyeri. Semua simbol terkesan disembunyikan. Termasuk tentang perempuan. Kota ini mengajarinya pelajaran hidup.

“Tapi justru, di abtsrak ini, banyak lukisan saya terjual dari pada lukisan sebelumnya,” ujarnya.

Sekitar tiga lukisan habis terjual dalam waktu enam bulan tahun lalu. Satu lukisan ada yang dua juta harganya, tiga, bahkan bisa lebih. Beragam. Tak hanya tiga, masih banyak lagi yang tandas dibeli. Mizan tak ingat soal judulnya apa saja. Lupa.

Setelah lulus dari Undiksha, Mizanul sempat mencoba pulang ke Lombok dan mengajar sebagai tenaga pendidik di MTs Mu’allimin Nw Anjani, atau sekolah Islam.

“Tiba-tiba pulang ke Lombok saya dipanggil Ustaz. Dalam hati saya, selama kuliah berurusan dengan seni, dengan pergaulan, yang gimana begitu, tiba-tiba dipanggil Ustaz, saya shock culture, haha..” katanya humor.

Sebagai cerita unik, suatu kali, lanjut lelaki itu bercerita, ia tak hanya dipanggil sebagai ustaz, tapi kerap juga dipercaya untuk menjadi imam sholat. Sulit untuk ditolak setelah bediri di tengah waktu illahi, tapi karena hidup adalah misteri, tawaran itu diterimanya saja. Sholat dimulai.

Karya-karya Mizanul Hak | Foto: tatkala.co/Son

Para tuan guru merapikan shafnya di belakang lelaki itu, juga siswa-siswi. Hening. Khusyuk maghrib akan digelar. Takbir pertama si imam mulai beranjak, makmum mengikuti. Alfatihah mulai dibacakan hingga akhir. Setelah itu, ia membacakan surah Arrahman sebagai lanjutannya. Makmum khusyuk mendengar.

“Saya bacakan satu ayat saja waktu itu. Padahal jumlah ayatnya 78 ayat. Karena boleh kan, satu juga. Nah, saya diam dulu setelah membacakan Arrahmaan (ayat pertama), menjeda dulu. Mikir. Saya kan gak hafal, terus itu panjang, kan, saya juga gak tahu, kok, bisa-bisanya saya kepikiran baca surah itu. Padahal panjang. Saya langsung rukuk, allahuakbar, di belakang, anak-anak itu, ketawa kecil, dan menahan ketawa tuan-tuan guru. Saya malu jadi imam haha,” ceritanya.

Singaraja, dan Sapuan Kuat terhadap Kanvas

Setelah satu tahun menjadi guru, ia kembali ke Singaraja, dan melanjutkan S2-nya di STAH Mpu Kuturan, mengambil jurusan ilmu agama dan kebudayaan. Seperti tak puas, Bali Utara terus diubeknya soal kesenian. Tentang Singaraja, memang, kata lelaki itu.

“Sulit ditinggalkan. Pernah, satu waktu, aku sakit, lupa di mana waktu itu aku sakit. Kayanya di Ubud.” Lelaki itu mengingat. “Aku pulang ke Singaraja, sembuh.”

Entah itu mengarang atau tidak, yang jelas, kota ini sudah seperti kuas yang memainkannya berwarna. Selama berproses di Singaraja, sudah banyak peristiwa yang ia lukis. Dan ada banyak pameran yang sudah diikutinnya banyak sekali.

  • BACA JUGA:
Muri Kusnadi, Diangkat TNI di Singaraja, Pensiun di Singaraja, Bikin Tahu Lombok di Singaraja

Seperti Pameran Sak Art, Kuta Mandalika, Lombok Tengah (2016), Pameran Maut Seru #29, Pameran Kucing Seru #5 Undiksha Gallery Kampus Bawah Undiksha (2017), Pameran Seru-Seruan #30, Gallery Kampus Bawah Undiksha,Pameran Photograpy Undiksha (2018), Pameran Maut Seru #31, Gallery Kampus Bawah Undiksha, Pameran One And Another, Monkey Forest,Ubud, Bali (2019). Pameran “Jhaga”, Bondowoso, Jawa Timur (2019).

Kemudian, Pameran Tugas Akhir, Gallery Kampus Bawah Undiksha, Pameran Trash To Art Manik Bumi, Singaraja, Buleleng, Bali (2020), Pameran DCG 15 Meruak Nyata UNY Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta (2020), Pameran Virtual BDC Conec, Bandung, Jawa Barat (2020), Pameran Virtual Gamasera Undiksha, Singaraja, Buleleng, Bali (2020).

Karya-karya Mizanul Hak | Foto: tatkala.co/Son

Pameran Komunitas SENIne Rasa Masa dan Massa Lombok Timur (2020). Pameran Komunitas SENIne #2 Lombok Timur (2020). Pameran Seni Rupa SENIne X Sak Art Home Sweet Home, Lombok Tengah (2020), Pameran Art Comonity Exhibition Se-NTB, Taman Budaya NTB, Mataram (2020).

Pameran In International Art Exhibition “Pesta Seni 6”  “Human Circus” Department Student Association Faculty Of  Letters , Malang State University, Jawa Timur (2020), Pameran Iring-iringan, Ponorogo, Jawa Timur (2020), Pameran Dosen Dan Mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Undiksha “ Contemplating The Journey” Kampus Bawah Undiksha (2020), Pameran Komunitas SENIne Nol Kecil, Mataram, Nusa Tenggara Barat (2021), Pameran dan Lomba Lukis Dies Natalis UNS 45 yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret, Surakarta , Jawa Tengah (2021), Pameran Komuntias OPRASI #3 Get In Touch With Prasi Di  Ruang Antara Studio Batu Bulan, Gianyar Bali. 2021 : Affordable Artfair AAF 2021, Kuala Lumpur, Malaysia (2021). Pameran “MENYIGI TRADISI”, Taman Budaya NTB. 2022 : Pameran Forum Drawing Indonesia (FGD) Landscape “sisi lain” serentak di Indonesia (2021).

Pameran Titik Temu, Taman Budaya NTB, Mataram (2022), Pameran Mindscape , Tetebatu, Lombok Timur (2022, Pameran Komunitas Senine “Revolusi” Pringgasela Lombok Timur (2023), Pameran 10 Perupa NTB bertajub ME (REKA) Taman Budaya NTB, Mataram. 2024 : Pameran Bring Back Memories at Ayom Suite Hotel, Mataram, NTB (2024), Pameran Voice Of Beauty International Exhibition at ISI Denpasar, Bali (2024).

“Singaraja sudah seperti rumah yang nyaman, dan memberikan banyak pengalaman. Termasuk pengalaman cinta yang abstrak!” tutup lelaki itu. [T]

Reporter/Penulis: Sonhaji Abdullah
Editor: Adnyana Ole

  • BACA JUGA:
Cakepung dari Karangasem: Teater Bertutur, Akulturasi Budaya Bali, Jawa dan Lombok
Cerita dari Lombok: Teater, Tenun dan MotoGP
Raden Akria Buana, Kades Senaru di Lombok yang Sukses Kembangkan Wisata Desa 
IMBIPU, Ikatan Mahasiswa Bima dan Dompu di Singaraja: Menjaring Ilmu, Menjaring Ikan, Menjaring Relasi
Tags: Seni Rupaseni rupa lombokseni rupa undikshaSingarajaUndiksha
ShareTweetSendShareSend
Previous Post

Kontak Sosial Singaraja-Lombok: Dari Perdagangan, Perkawinan hingga Pendidikan

Next Post

Muri Kusnadi, Diangkat TNI di Singaraja, Pensiun di Singaraja, Bikin Tahu Lombok di Singaraja

Son Lomri

Son Lomri

Mahasiswa Undikhsa, tinggal di Singaraja

Related Posts

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

by Jaswanto
June 24, 2026
0
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

Read moreDetails

Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
June 2, 2026
0
Ketika Veni Calista dan Jesselyn Lauwreen Mengulek Sambal di Ubud Food Festival 2026

SORE itu, aroma cabai, terasi, dan rempah-rempah perlahan memenuhi Teater Kuliner Ubud Food Festival 2026. Di atas panggung, tak ada...

Read moreDetails

Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

by Dede Putra Wiguna
May 30, 2026
0
Helianti Hilman, Perempuan Penjaga Kearifan Pangan Nusantara di Panggung Dunia

TANGIS itu pecah di tengah tepuk tangan panjang audiens Ubud Food Festival 2026. Di perhelatan yang selama ini menjadi ruang...

Read moreDetails

Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

by I Gede Made Surya Darma
May 22, 2026
0
Sosok Seniman I Made Kaek, Membangun Jembatan antara Seni Rupa dan Pariwisata Bali

Nama I Made Kaek bukanlah sosok asing dalam perkembangan seni rupa kontemporer Bali dan Indonesia. Perjalanannya sebagai seniman tumbuh dari...

Read moreDetails

Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

by Nyoman Budarsana
May 20, 2026
0
Citra Sasmita, Seniman Indonesia Pertama Meraih Grand Prize Pada Ajang  Kompetisi Sovereign Art Prize 2026

CITRA  Sasmita, seniman perempuan asal Bali menjadi seniman Indonesia pertama yang  meraih penghargaan utama, Grand Prize Winner, pada ajang seni...

Read moreDetails

Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

by Dede Putra Wiguna
May 4, 2026
0
Bagus Dedy Permata Putra: Semangat Belajar dan Berkarya dari Tapel Ogoh-ogoh

DI antara deretan tapel ogoh-ogoh yang dipajang rapi di ruang lomba UPMI Bali, sosok Bagus Dedy Permata Putra (13) tampak...

Read moreDetails

Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

by Dede Putra Wiguna
April 27, 2026
0
Bersua dengan Tristiana Dewi: Ibu Rumah Tangga, Pengelola Dua Sanggar, dan Pengajar Ekstrakurikuler Tari Bali

DI sela waktu istirahat Lomba Tari Bali di UPMI Bali, Sabtu (25/4), sosok Putu Dian Tristiana Dewi berdiri mendampingi anak...

Read moreDetails

I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

by Made Adnyana Ole
April 21, 2026
0
I Gusti Agung Ratih Krisnandari Putri dan Perpaduan Unik Sosok Perempuan: Dokter, Pengusaha dan Pendidikan

PEREMPUAN muda yang memilih jadi pengusaha di Buleleng barangkali tidak sebanyak laki-laki, namun kehadiran mereka pastilah memberi pengaruh besar pada...

Read moreDetails

I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

by Made Susanta Dwitanaya
March 26, 2026
0
I Nyoman Martono, Kreator Ogoh Ogoh ‘Regek Tungek’ yang Karya-karyanya Kerap Viral Tapi Namanya Jarang Disebut

NYALUK Sandi Kala (memasuki peralihan dari siang ke malam) di hari Pangrupukan di Desa  Tampaksiring, yang semakin tahun  semakin dikenal...

Read moreDetails

Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

by Dede Putra Wiguna
March 13, 2026
0
Tak Sekadar Bertanding, Gus Joni Rayakan Kreativitas di Kasanga Festival 2026

DI dalam stan pameran Kasanga Festival 2026 di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, deretan ogoh-ogoh mini berdiri rapi menunggu penilaian. Suasana...

Read moreDetails
Next Post
Muri Kusnadi, Diangkat TNI di Singaraja, Pensiun di Singaraja, Bikin Tahu Lombok di Singaraja

Muri Kusnadi, Diangkat TNI di Singaraja, Pensiun di Singaraja, Bikin Tahu Lombok di Singaraja

Please login to join discussion

Ads

POPULER

  • Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    Halu Masa Lalu; 3 Cerita Pantat Waktu SD, Rasanya Kayak Nano Nano

    22 shares
    Share 22 Tweet 0
  • Kabut Membawa Kenikmatan | Cerpen Ni Made Royani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketika Gerak Mengalahkan Bunyi: Baleganjur PKB dalam Bayang-bayang Sirkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menjemput Cahaya Ilmu —Prestasi Guru dan Murid SMPN 2 Banjar dalam Ajang Nyalanesia, FLS3N, dan Berbagi Praktik Baik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ketamuan Lazzer yang Merayakan Bulan Bung Karno di Blitar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

ARTIKEL TERKINI

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska
Khas

Kolaborasi Osaka Gakugei High School Jepang dengan Toska

SEBANYAK 48 siswa Osaka Gakugei High School Jepang mengunjungi SMA Negeri 2 Kuta Selatan (Toska)  pada Selasa, 23 Juni 2026...

by I Nyoman Tingkat
June 24, 2026
Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil
Persona

Aubrey Nova dan Muhammad Ardiansyah: Sang Montir Mobil Kerdil

GARA-GARA video di TikTok 2023 silam, Aubrey Nova kini jadi salah seorang seniman―atau sebut saja montir―muda yang lihai dalam memodifikasi...

by Jaswanto
June 24, 2026
Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring
Esai

Banalitas Dialog dan Demokrasi Cuci Piring

SUDAH sejak lama demokrasi kita direduksi semata-mata dialog, dan ia berhenti tepat di tingkatan yang oleh generasi hari ini sebut...

by Azhari M. Latief
June 24, 2026
‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026
Ulas Pentas

‘Menapaki Jejak-jejak Bukit Daha, Demulih, Bangli’ —Catatan Proses Pengkaryaan Sekaa Gong Anak-Anak Santika Murti di Pesta Kesenian Bali 2026

RIUH penonton memadati pelantaran kursi beton panggung terbuka Ardha Candra di Taman Budaya Bali. Kala itu, 15 Juni 2026, di...

by Yudi Laksana
June 24, 2026
Kebijakan Politik Hukum Pertanahan Jelang Setahun Rezim Prabowo Subianto
Opini

Topeng Politik dan Ujian Demokrasi Indonesia

SITUASI politik akhir-akhir ini Kembali menghangat dengan turun nya beberapa komponen mahasiswa (BEM) mempersoalkan kondisi penurunan ekonomi, gugatan terhadap pelaksanaan...

by I Made Pria Dharsana
June 24, 2026
Efek “Frugal Living” dalam Pariwisata
Esai

Membaca Demokrasi Abu-Abu Indonesia

LAPORAN V-Dem (Varieties of Democracy) 2025 menarik untuk disimak. Lembaga riset politik paling besar di dunia soal demokrasi yang berbasis...

by Chusmeru
June 24, 2026
Duri Akar dan “Sungga”
Bahasa

Duri Akar dan “Sungga”

SAYA bukan tukang panen umbi yang cakap. Memanen umbi gembili, dua kali ujung linggis yang saya ayunkan justru menghunjam dan...

by Komang Berata
June 24, 2026
Bubarkan DPR: Amarah Publik, Krisis Representasi, dan Ancaman Demokrasi
Opini

Penangguhan Tahanan dan Ujian Kesetaraan Hukum

PENANGGUHAN penahanan terhadap tersangka dalam perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan penyebaran informasi elektronik kembali membuka perdebatan lama dalam...

by Ruben Cornelius Siagian
June 24, 2026
Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja
Pemerintahan

Kawasan Titik Nol Sudah Menyala —Sentuhan Bupati Percantik Wajah Malam Kota Singaraja

SINGARAJA – TATKALA.CO | Wajah baru kawasan Titik Nol Kota Singaraja mulai terlihat. Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, didampingi Wakil...

by tatkala
June 24, 2026
Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026
Panggung

Drama Gong “Nong Nong Kling” Mainkan “Mantri Bongol” yang memikat di Pesta Kesenian Bali 2026

DRAMA gong ternyata masih memiliki tempat di hati masyarakat Bali. Hal itu terlihat saat Sanggar Seni Nong Nong Kling dari...

by Nyoman Budarsana
June 23, 2026
Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara
Budaya

Bupati Sutjidra Dukung Singaraja Literary Festival dan Siap Menyambut Para Penulis yang Hadir di Bali Utara

SINGARAJA – TATKALA.CO | Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mendukung terselenggaranya Singaraja Literary Festival (SLF) ke-4 tahun 2026 yang diadakan...

by tatkala
June 23, 2026
Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng
Khas

Musim Garam, Musim Menunggu —Cerita dari Desa Les, Buleleng

PETANI garam dan musim panas ibarat dua sejoli yang saling merindukan. Setelah berbulan-bulan berpisah oleh hujan, mendung, dan gelombang yang...

by Nyoman Nadiana
June 23, 2026

TATKALA.CO adalah media umum yang dengan segala upaya memberi perhatian lebih besar kepada seni, budaya, dan kreativitas manusia dalam mengelola kehidupan di tengah-tengah alam yang begitu raya

  • Penulis
  • Tentang & Redaksi
  • Kirim Naskah
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Desclaimer

Copyright © 2016-2025, tatkala.co

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Feature
    • Khas
    • Tualang
    • Persona
    • Historia
    • Milenial
    • Kuliner
    • Pop
    • Gaya
    • Pameran
    • Panggung
  • Berita
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pemerintahan
    • Budaya
    • Hiburan
    • Politik
    • Hukum
    • Kesehatan
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Pertanian
    • Lingkungan
    • Liputan Khusus
  • Kritik & Opini
    • Esai
    • Opini
    • Ulas Buku
    • Ulas Film
    • Ulas Rupa
    • Ulas Pentas
    • Kritik Sastra
    • Kritik Seni
    • Bahasa
    • Ulas Musik
  • Fiksi
    • Cerpen
    • Puisi
    • Dongeng
  • English Column
    • Essay
    • Fiction
    • Poetry
    • Features
  • Penulis
  • Buku
    • Buku Mahima
    • Buku Tatkala

Copyright © 2016-2025, tatkala.co